TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Sepak Bola Italia Miskin Ide

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 14 Januari 2015

Sepak Bola Italia Miskin Ide

Sepak Bola Italia Miskin Ide

EKONOMI KLUB SERI A TAK BERKEMBANG DALAM 10 TAHUN TERAKHIR

Juventus, AC Milan, dan FC Internazionale, kalah bersaing dengan tim raksasa Eropa lainnya.

Juventus Stadium yang membantu pemasukan Juventus dibanding klub Seri A lainnya (Sumber foto: forzaitalia.it)


BICARA masa lalu, sepak bola Italia pernah menjadi kompetisi yang paling menarik di dunia. Dulu, Juventus juga pernah memiliki pendapatan yang sama seperti Real Madrid dan Bayern Muenchen. Namun, itu terjadi satu dekade silam.

Dalam 10 tahun ini, sementara kompetisi negara lain memperlihatkan perkembangan, Italia justru melempem. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai alasan, salah satunya dari beberap tim besar Italia yang sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya membangkitkan level kompetisi. Sementara waktu, tim-tim asing sedang berusaha berubah kulit.

Dari segi pendapatan, tampak terlihat jelas terjadi penurunan. Sudah berubah dominasi Juventus, AC Milan, dan FC Internazionale serta empat tim yang memiliki pendapatan terbesar di dunia. Sebagai komparasi, musim 2003/04, Manchester United (MU) berada di urutana pertama dengan pendapatan 259 juta euro. Diikuti Madrid dengan 236 juta, lalu Milan (222), Juve (215), Barcelona (169), Muenchen dan Inter (166).

Dengan kata lain, tim-tim asal Spanyol, Inggris, dan Jerman berkembang pesat. Madrid dan MU berhasil melipatgandakan pendapatan. Bahkan, Muenchen dan Barcelona mampu naik hingga tiga kali. Lalu, bagaimana klub-klub Italia? Perkembangan mereka memprihatinkan. Juventus naik 30 persen, lalu Milan (13), dan Inter paling parah, tiga persen!

Faktor Stadion
Sejak tahun 2010, Italia tidak lagi menjual hak siar televisi secara individu dan pembagian yang berbeda bagi tim-tim besar. Sementara, mereka belum siap ide mendapatkan penghasilan baru dengan cara berbeda.

Tapi, Juventus dengan Juventus Stadium-nya mampu memberikan keuntungan cukup lumayan. Pada musim 2003/04, memiliki pendapatan 18 juta euro, dan sempat menurun sampai 12 juta euro di musim terakhir (2006) ketika masih bermain di Stadion Delle Alpi. Tapi, sekarang pendapatan mereka meningkat sampai empat kali lipat, 49 juta euro.

Milan sudah bekerja keras untuk mengolah sisi komersial dalam 10 tahun terakhir. Mereka pun mulai meningkatkan pendapatan 53-80 juta euro. Hanya, jumlah tersebut masih belum cukup mengingat kompetisi lain meningkat signifikan. Pada musim 2003/04, Muenchen mendapatkan pemasukan 22 juta euro dari stadion, atau sedikit lebih banyak ketimbang Inter dan Milan. Lalu, pada 2005, mereka meresmikan Allianz Arena sebagai kandang. Salah satu stadion modern yang multifungsi ini lantas memberikan tambahan pendapatan 49 juta euro.

Yang menarik, Muenchen mendapatkannya bukan dari penjualan tiket, tapi justru dari penyewaan untuk berbagai acara, area VIP, restoran, parkir, serta lain sebagainya. Sementara, Muenchen cukup bertahan di angka 15 juta euro dari pemasukan penjualan tiket.

Di sisi lain, Milan dan Inter memiliki pendapatan kurang lebih sama dari Giuseppe Meazza (San Siro), seperti 10 tahun lalu. Padahal, Muenchen sekarang sudah mencapai 145 juta euro dari optimalisasi Allianz Arena.

Di Spanyol, Barcelona dan Madrid sudah memiliki rencana besar untuk Camp Nou dan Santiago Bernabeu. Padahal, dalam 10 tahun terakhir, pendapatan mereka sudah naik. Madrid misalnya, dari 62 juta euro sampai 140 juta euro. Sedangkan Barcelona dari 58 menjadi 147 euro.

Yang juga patut disimak oleh tim-tim asal "Negeri Pizza" adalah bahwa klub seperti Madrid memang memiliki pendapatan besar dari stadion karena mereka berinvestasi di sana. Tapi, Madrid tidak hanya keluar uang untuk membeli pemain besar seperti Zinedine Zidana dan Gareth Bale. Untuk modernisasi Benabeu, Madrid merogoh kocek 200 juta euro.

Muenchen Jagonya
Belum lagi pendapatan dari segi branding yang berbeda antara Italia dan kompetisi lain. Di Inggris, MU memimpin dalam pendapatan komersial mencapai 236 juta euro. Sekaligus menjadi klub pertama yang menjual brand ke internasional. Prosesnya sangat panjang, tapi ketenaran Liga Primer mulai 1992 juga sangat membantu.

Tak hanya mendapatkan sponsor asing, MU juga mencapai kesepakatan dengan perusahaan lokal. Cara yang coba ditempuh oleh tim-tim asal Italia saat ini. Sementara, MU pada saat yang sama telah menandatangani kontrak sponsor dengan Chevrolet. Di paruh musim lalu, Chevrolet membayar 46 juta euro, naik 56 juta euro plus 2,1 persen kenaikan setiap 12 bulan. Sebelumnya, Aon memberikan pendapatan 20 juta euro per tahun. Lalu, dari 2015/16 Adidas menggantikan Nike dengan kontrak 95 juta euro ditambah royalti.

Dari merchandising, MU bsia mengandalkan lebih dari 120 lisensi di 120 negara yang menghasilkan lima juta produk setiap tahunnya. hasilnya pada tur pramusim 2013/15, "Setan Merah" meraup 14 juta euro. Bandingkan dengan Inter yang hanya mendapatkan tiga jua euro.

Tapi, dalam era globalisasi ini, hanya Muenchen yang sukses di negeri sendiri dengan pendapatan 223 jugta euro.  Semua itu berkat sponsor Adidas, Audi, dan Allianz. Yang pasti, setiap kompetisi tahu caranyamenemukan cara mencari uang sendiri. Kecuali Italia...***

Rata-rata Pendapatan Musim 2009/10 hingga 2013/14:
Real Madrid - 1,58 miliar euro
Manchester United - 1,49 miliar euro
Barcelona 1,19 miliar euro
Bayern Muenchen 945 juta euro
Juventus - 375 juta euro
AC Milan - 300 juta euro
FC Internazioanle - 300 juta euro

*Referensi Harian TopSkor edisi 6 Januari 2015

*        *        *

Artikel sepak bola lainnya:
Casillas vs Buffon: Rivalitas Saling Respek
Ronaldo vs Zidane: Persahabatan di Atas Rivalitas Inter-Juventus
Cruyff vs Beckenbauer: Rivalitas Raja Sepak Bola Era 1970-an
Kubala vs Di Stefano: Pelopor Rivalitas Sengit Barcelona-Real Madrid
Maradona vs Platini: Rivalitas Terbesar Seri A Dekade 1980-an
Rivalitas Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo
Rekor Seri A Sepanjang 2014
Cerita Pemain di Dalam "Burung Besi"
Ironi Bomber Spanyol: Tamu di Rumah Sendiri
Dua "Grand Slam" untuk Cristiano Ronaldo!
Ketika Pemain jadi Raja Jalanan
Sampdoria Tim Terbaik Seri A

Fakta Menarik Seri A sebelumnya:


Artikel Juventus sebelumnya:

Artikel AC Milan sebelumnya

*        *        *
- Cikini, 14 Januari 2015

2 komentar:

  1. karena kehidupan ituberputar gan,,
    saya yakin, bahwa itali akan mengembalikan masa kejayaan dimasalalu..

    forza JUVE
    Obat Herbal Fistula Ani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin...

      Sip mas, kayak era 1990-an, saat klub2 #SerieA sukses merajai Eropa ;)
      Terima kasih kunjungannya.

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)