TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: 2019

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Kamis, 12 Desember 2019

Lebih Dekat dengan GrabHealth



Peluncuran GrabHealth powered by Good Doctor yang dilakukan perwakilan
Grab, Good Doctor, Kemenkes, Kominfo, dan IDI
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


KEMAJUAN teknologi kian memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya, di bidang transportasi, baik langsung ke lokasi atau menuju stasiun, terminal, bandara, dan sebagainya.

Kini, cukup pesan kendaraan lewat aplikasi. Pun demikian jika ingin makan tapi terkendala waktu akibat kesibukan di rumah atau kantor. Tinggal buka telepon seluler (ponsel) untuk memesan via aplikasi.

Kemudahan dalam satu genggaman itu tidak hanya untuk memesan kendaraan untuk antar dan jemput atau makanan saja
. Melainkan, juga aspek lain. Misalnya, kirim barang, surat, beli tiket, hingga bayar tagihan seperti listrik, internet, tv langganan, dan BPJS. Itu semua ada pada Grab Indonesia. Yaitu, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara.

Nah, kini bertambah lagi layanan dari Grab. Tepatnya, pada sektor kesehatan yang bekerja sama dengan Good Doctor Technology Indonesia. Kebetulan, saya jadi saksi dalam peluncuran yang berlangsung di Ruang Stovia, Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/12). 

Ya
, Grab dan Good Doctor resmi merilis GrabHealth. Kolaborasi mereka menghasilkan platform layanan kesehatan digital yang diharapkan dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. 

Sekaligus, mempromosikan gaya hidup sehat dan memperkuat upaya penceahan melalui konsultasi dokter secara online. Selain itu, kita juga bisa untuk membeli obat dan produk kesehatan, buat janji medis, hingga mendapat tips terkait kesehatan.

Semua itu itu bisa didapat pada aplikasi Grab. Di dalamnya, ada tambahan layanan kesehatan yang bsia diakses secara gratis hingga berbayar. Kebetulan, saya sudah mencobanya bersama puluhan rekan blogger dan media dalam peluncuran tersebut.

Menurut saya pribadi, layanan ini sangat inovatif. Apalagi, kita bisa mengaksesnya secara real time sepanjang 24 jam! Jelas, ini sangat berguna. Tidak hanya ketika kita sakit. Melainkan saat sehat untuk mengantisipasi jika ada gejala sakit tertentu.

Pasalnya, ada rujukan dari tim dokter di platform tersebut yang bisa kita ikuti. Baik itu sekada beli obat generik di warung, apotek resmi yang berjumlah lebih dari 300 di Tanah Air, hingga ke rumah sakit.

Apa yang disediakan GrabHealth powered by Good Doctor ini jadi bagian dalam program pemerintah untuk memberikan solusi layanan kesehatan lengkap serta mudah diakses untuk setiap keluarga di Indonesia
.

"Kami percaya, setiap orang berhak memiliki akses ke layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Ini jadi upaya pertama kami untuk memberikan layanan kesehatan secara online," kata Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam sesi diskusi dengan blogger dan media.

"Didukung dengan jangkauan yang luas di seluruh wilayah Indonesia dan pemahaman mendalam mengenai pasar dalam negeri, kami harap GrabHealth powered by Good Doctor dapat menjadi solusi yang layak untuk memperluas aksesbilitas layanan kesehatan berkualitas. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dan komunitas yang kami layani di seluruh Tanah Air."

Pernyataan dari alumni Universitas Padjadjaran ini beralasan. Sebab, salah satu prioritas layanan kesehatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional adalah untuk mengimplementasikan Program Indonesia Sehat dengan fokus Pendekatan Keluarga berdasarkan 12 indikator utama keluarga sehat. Pada Juli 2019, Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Indonesia 0,18 atau 18 persen. Itu berarti, sebagian besar keluarga Indonesia masih tergolong tidak hidup sehat. 

Tantangan lain yang masih ada saat ini terkait distribusi tenaga profesional kesehatan yang tidak merata di Tanah Air karena hanya ada 12 provinsi yang memiliki rasio sehat 1
:2.500. Itu mengapa, GrabHealth powered by Good Doctor ini mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Agus Hadian Rahim, mengatakan, "Kami menyadari, pada era digital sekarang, inovasi terkait layanan kesehatan memang harus terus dilakukan dan ditingkatkan untuk membangun ekosistem digital bidang kesehatan. Kementerian Kesehatan sangat menyambut baik inovasi ini."

Komentar senada diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate yang diwakili Plt. Direktur Ekonomi Digital Nyoman Adhiarna "Sekarang ini, segala aspek kehidupan berkaitan dengan teknologi. GrabHealth powered by Good Doctor ini diharapkan membuka akses masyarakat terhadpa layanan dan informasi akurat yang disampaikan langsung dari para pakar kesehatan, yaitu, dokter lewat aplikasi," tutur Adhiarna.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M
. Faqih pun optimistis, kolaborasi Grab dengan Good Doctor ini sangat memberikan manfaat bagi masyarakat di Tanah Air "Sebelumnya, kami juga sudah bekerja sama dengan Good Doctor. Yaitu, untuk menghadirkan aktivitas penelitian berbasis 'real world evidence' yang bertujuan membantu praktisi kesehatan dalam mengembangkan rencana aksi yang efektif dalam langkah-langkah preventif dan promotif," Faqih, menambahkan.

Di sisi lain, Head of Medical Management Good Doctor Technology Indonesia Adhiatma Gunawan mengungkapkan, kerja sama dengan Grab karena mempunyai misi dan visi yang sama. "Good Doctor Indonesia memiliki visi untuk menyediakan 'Satu Dokter untuk Satu Keluarga di Indonesia'. Kolaborasi dengan Grab memungkinkan kami untuk menyediakan akses ke dokter dan spesialis bagi seluruh keluarga di Tanah Air," ucap Adhiatma

Yupz
, sebagai blogger sekaligus bagian dari 200 juta lebih rakyat Indonesia serta pengguna aplikasi Grab, tentu, saya sangat senang menyambut kehadiran GrabHealth powered by Good Doctor ini. 

Pasalnya, saya bisa mencari informasi terkait kesehatan hanya dalam genggaman. Pada era teknologi seperti sekarang, kemudahan akses jadi yang utama. Dengan GrabHealth powered by Good Doctor ini juga bisa membuat saya mengantisipasi jika ada gejala sakit.

Saya sudah merasakan manfaatnyaBagaimana, dengan Anda?


*       *       *
Museum Kebangkitan Nasional jadi saksi peluncuran GrabHealth powered
by Good Doctor pada 10 Desember lalu

*       *       *
Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam sesi tanya jawab

*       *       *
Head of Medical Management Good Doctor Technology Indonesia berbagi
info terkait persebaran tenaga medis di Tanah Air

*       *       *
Sesi diskusi yang melibatkan blogger dan jurnalis demi meningkatkan kualitas
kesehatan di Tanah Air

*       *       *
Antusiasme blogger dan jurnalis dalam meliput peluncuran GrabHealth
powered by Good Doctor di Ruang Stovia yang merupakan sekolah
kedokteran untuk pribumi pada zaman kolonialisme

*       *       *
Rekan blogger Nunik Utama Ambarsari mencoba layanan GrabHealth
powered by Good Doctor pada layar interaktif

*       *       *
Layanan kesehatan GrabHealth powered
by Good Doctor ini sudah bisa diakses
pada aplikasi Grab!

*       *       *

- Jakarta, 12 Desember 2019

Sabtu, 07 Desember 2019

Kemenhub Gandeng Warganet untuk Sosialisasikan Mudahnya Akses ke 5 Bali Baru


Diskusi perwakilan Kemenhub dengan blogger dan jurnalis dalam peresmian
Transmate pada 6 Desember lalu
(klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)




2020 tinggal menghitung hari. Menjelang pergantian kalender, biasanya kita, termasuk saya pribadi, menyusun dua hal dalam draft. Pertama, evaluasi terkait apa yang saya lakukan dalam setahun terakhir. Selanjutnya, mengenai resolusi. Apa dan bagaimana target pada 2020?

Nah
, salah satu resolusi saya tahun depan, yupz tahun depan, salah satunya bisa jadi saksi sejarah Indonesia di Tokyo. Tepatnya, untuk menyaksikan Olimpiade 2020. Saya berharap, kontingen Merah-Putih mampu melanjutkan tradisi medali emas sejak 1992 silam yang sempat terputus pada 2012. 


Syukur-syukur, saya bisa ikutan berada di Tokyo untuk menyaksikan atlet-atlet Indonesia berprestasi yang mungkin jadi salah satu momentum terbaik dalam hidup saya. Bahkan, bisa melebihi pencapaian saya ketika menonton langsung tim favorit, Juventus, pada final Liga Champions 2016/17 di Millennium Stadium, Cardiff, Wales.

Selain itu
, saya juga ingin kembali ngebolang dengan mengunjungi berbagai daerah di Tanah Air yang rutin saya lakukan sejak lama hingga terputus tahun ini akibat kesibukan pekerjaan di lapangan. 5 di antaranya dikenal sebagai Bali Baru seperti yang dicanangkan pemerintah.

Itu meliputi Danau Toba yang berada di Provinsi Sumatera Utara, Candi Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Kecuali Borobudur
, empat destinasi lainnya belum pernah saya kunjungi. Kendati, untuk tempat wisata di provinsi, sudah, seperti Medan di Sumatera Utara atau Bunaken (Sulawesi Utara). Sementara NTT dan NTB benar-benar bikin saya penasaran.

Apalagi, mengingat sarana dan prasarana di lima destinasi tersebut sudah sangat bagus. Ini yang membuat saya antusias seperti saat kali pertama ke perbatasan, tepatnya Entikong di Kalimantan Barat, bersama Sekretariat Kabinet, demi menyebarkan situasi yang sebenarnya kepada khalayak ramai. Bahwa, di perbatasan yang dikelola Indonesia, sudah sangat-sangat wow! 


*         *         *

SIANG itu
, Jumat (6/12) langit ibu kota sangat cerah. Usai Jumatan, saya menuju Sundestada. Yaitu, restoran yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang memiliki akses memadai untuk transportasi umum. Baik itu bus, buswaycommuter line, hingga MRT, yang halte atau stasiunnya yang jaraknya tidak sampai seperminuman teh.

Saat itu
, suasana sangat ramai dipenuhi blogger, vlogger, jurnalis, hingga influencer yang sama-sama bagian dari warganet peduli. Beberapa di antaranya saya kenal. Kehadiran kami untuk jadi saksi peresmian Transmate dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Yupz, Transmate merupakan akronim dari dua suku kata. Trans kependekan dari kata transportation atau transportasi. Sementara, Mate diambil dari kata dalam bahasa Inggris yang secara harfiah memiliki arti partner atau teman. 

Intinya, keberadaan kami yang terdiri dari basic berbeda tapi tetap satu jua. Yaitu, sama-sama bagian dari warganet yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan isu dan kemajuan sektor transportasi.

Bisa dipahami mengingat
 dalam beberapa waktu terakhir, transportasi jadi isu yang seksi di mata masyarakat, termasuk saya. Itu karena pemerintah benar-benar mengakomodasi keinginan rakyat di seluruh penjuru. Dari hilir ke hulu atau sebaliknya, transportasi kini sudah jauh lebih baikKemenhub memegang peranan penting pada sektor ini.

Selain sebagai jembatan penghubung
, instansi yang dipimpin Budi Karya Sumadi ini juga berperan dalam memajukan sektor pariwisata. Salah satunya, lewat pembangunan infrastruktur transportasi yang kian memudahkan masyarakat dari dan ke destinasi wisata.

Itu ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono disela-sela acara Nongkrong Santuy Bareng Transmate yang bertema Connectivity Makes Travelling Easy, yang diselenggarakan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub. Dalam kesempatan itu,  pria 56 tahun ini juga berharap Transmate bisa jadi mitra Kemenhub untuk turut berkontribusi memajukan sektor transportasi di Tanah Air.

"Keterlibatan para influencer di media sosial yang concern dengan isu transportasi sangat diperlukan. Kami ingin mengajak mereka yang memiliki keahlian untuk berkomunikasi di media digital untuk ikut bersama-sama memajukan sektor transportasi Indonesia," tutur Djoko, semringah.

Pernyataan dari peraih Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun, 2004, ini beralasan. Faktanya, sudah banyak hasil-hasil pembangunan infrastruktur transportasi yang sangat besar manfaatnya untuk kemajuan negeri kita yang memang perlu diinformasikan secara mendalam kepada masyarakat. 

Apalagi, ke depannya, terdapat sejumlah program pembangunan infrastruktur transportasi yang akan dilakukan pada masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Salah satunya, membangun konektivitas pada lima destinasi wisata super prioritas di Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.

"Melalui ngobrol bareng ini, kami ingin menceritakan pembangunan infrastruktur transportasi yang segera dibangun pemerintah pada lima destinasi wisata tersebut. Harapannya, mereka dapat menceritakan kembali sehingga upaya Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan konektivitas dan aksesbilitas menuju 5 Bali Baru akan semakin terpublikasi ke masyarakat," Djoko, menambahkan.


*         *         *

Ya, sebagai blogger serta bagian dari masyarakat luas, menurut saya pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah, khususnya Kemenhub ini bakal memudahkan aksesibilitas. 

Sehingga, semakin banyak mengundang turis domestik maupun internasional datang ke destinasi super prioritas di Indonesia. Djoko memastikan, Kemenhub merencanakan pembangunan tersebut akan selesai akhir 2020 dan diharapkan dapat mendongkrak pendapatan devisa negara.


Dalam kesempatan itu
, Budi yang berhalangan hadir terkait karena ada peninjauan dengan presiden,  turut menyempatkan waktu untuk conference call. Menteri yang hobi nyanyi ini menyampaikan harapannya kepada Transmate.

Yupz
, tanggung jawab untuk mengenalkan 5 Bali Baru sebagai destinasi wisata prioritas kepada masyarakat tidak hanya peran Kemenhub saja atau TransmateMelainkan juga seluruh rakyat di Tanah Air, termasuk saya, Anda, pembaca blog ini, dan semuanya. Sebab, jika pariwisata Indonesia sukses, yang menikmati tentu rakyatnya juga.***


*         *         *
Rekan blogger Babeh Helmi dengan rekan blogger kembar
antara Eva atau Evi saat membuat vlogger

*         *         *

*         *         *

*         *         *
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan teleconference yang
sangat mendukung peran warganet lewat Transmate

*         *         *

*         *         *

- Jakarta, 7 Desember 2019

Jumat, 01 November 2019

Smartphone Palugada di iPrice




SMARTPHONE atau telepon seluler (ponsel) pintar merupakan kebutuhan sekunder manusia saat ini yang paling utama. Tingkatannya hanya di bawah primer yang meliputi pangan alias makanan, sandang (pakaian), dan papan (rumah). 

Itu karena smartphone tidak hanya sebagai alat komunikasi saja. Melainkan, sudah jadi bagian dari keseharian. Misalnya, untuk mengecek info lalu lintas, prediksi cuaca, update berita, dan sebagainya.

Sejak pergantian milenium, bermunculan ponsel canggih. Terutama, dalam satu dekade terakhir Tidak hanya didominasi produsen asal Amerika Utara atau Eropa saja, melainkan juga Asia. Dua di antaranya sudah tidak asing lagi, bahkan jadi bagian dari aktivitas. 

Yaitu, Samsung yang berasal dari Korea Selatan dan Xiaomi (Tiongkok). Keduanya punya fitur melimpah yang memiliki keunggulan masing-masing. Tinggal selera kita untuk menentukan. 

Namun, kenapa tidak sekalian saja membeli keduanya? Misalnya, saya yang memegang dua smartphone dengan membagi untuk kantor dengan berisi data kerjaan. Sementara, satu lagi untuk di luar itu seperti keluarga, blog, dan aktivitas lainnya. Kebetulan, kedua smartphone saya ini memiliki spesifikasi berbeda. 

Sekaligus, untuk antisipasi jika smartphone yang saya miliki mengalami force majeur, seperti error atau rusak. Jadi, bisa ada satunya lagi.

Untuk kantor, bisa dibilang lebih tinggi dari segi kamera, video, dan fitur lainnya. Maklum, itu terkait keseharian di lapangan membuat saya butuh konekvititas lebih. Untuk smartphone satunya, kategori mid-end.

Yang utama, memorinya besar untuk menampung kapasitas foto, video, dan suara. Bisa dipahami mengingat jika bertemu teman atau komunitas, ritual wajib kami ya foto-foto. Atau, ketika sedang mencari angin dengan ditemani musik Top40 yang sudah terintegrasi di smartphone. Serta, game baik online maupun offline untuk mengisi waktu senggang.

Punya dua smartphone, apakah tidak ribet? Tentu, awalnya rempong. Khususnya, saat membawanya sehari-hari. Satu saya taruh di saku kiri celana dan satu lagi di kanan atau jaket jika sedang memakainya.

Namun, seiring waktu berjalan, saya sudah terbiasa. Bahkan, menggunakannya bersamaan. Misalnya, ketika wawancara atau liputan. Smartphone yang satu saya gunakan untuk merekam suara dan satunya lagi untuk memotret narasumber atau mengetik di note.

Terkait bujet yang saya keluarkan untuk memiliki dua smartphone ini bisa dibilang relatif. Saya terbantu dengan kemajuan teknologi yang kian pesat pada era digital ini. Alhasil, saya tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk pergi ke toko fisik seperti pada dekade 2000-an silam. 

Melainkan, cukup duduk manis di depan laptop dan tinggal browsing. Kendati, untuk mencari smartphone yang dituju, saya harus bekerja keras untuk mengkomparasi antara satu toko online ke yang lainnya. 

Beruntung, sejak mengenal iPice Indonesia yang beralamat pada iPrice.co.id, bisa memaksimalkan waktu saya untuk belanja. Tidak hanya smartphone saja, melainkan barang lain seperti elektronik, perlengkapan olahraga, hingga terkait otomotif.

Ya, iPrice merupakan situs pembanding harga yang bekerja sama dengan ratusan toko online di Tanah Air. Contohnya, saya ingin mencari produk Samsung, dari yang termurah hingga mahal, ada komprasinya di beberapa toko online.

Pun demikian ketika saya ingin mengetahui keluaran terbaru dari Xiaomi, cukup membuka iPrice saja. Alias, tidak perlu harus browsing ke tiga hingga empat toko online seperti yang dulu saya lakukan. Kini, dengan iPrice sudah bisa diketahui setiap harganya.

Contohnya, saya ingin membeli Xiaomi Redmi 4a terbaru. Tinggal buka iPrice, cari kategori smartphone dan produknya. Setelah itu, tertera data berisi harga, spesifikasi, dan perbandingan dari beberapa toko online. Misalnya, di toko online A ternyata lebih murah dari B, C, D, atau E dengan parameter yang sama. Tentu, fitur komparasi dari iPrice ini sangat membantu saya.

Salah satunya, ketika saya ingin mencari Samsung dengan harga terbaru pada Oktober ini. Ternyata, di iPrice tersedia ratusan produk Mulai dari yang paling murah, Galaxy Young seharga Rp300.000 hingga termahal, Galaxy Fold (Rp36.750.000).

Nah, di antara berbagai produk Samsung itu, saya paling tertarik degnan Galaxy S10. Entah kenapa, desainnya terlihat sangat memesona. Harga pun, masih relatif terjangkau. Tidak murah memang,  karena rata-rata Rp10 jutaan. Namun, ya itu Ada harga tentu ada rupa. Terlebih, RAM-nya 8GB yang lebih dari cukup untuk ngegame dan aktivitas sehari-hari.

Pun demikian dengan Xiaomi. Hape sejuta umat ini di iPrice terdiri dari berbagai kategori dan harga dari ratusan ribu hingga belasan juta. Tinggal, selera masing-masing untuk menentukan. Termasuk, Xiaomi Redmi 4a yang berkisar kurang dari sejuta.

Meski begitu, kualitasnya tidak diragukan lagi. Desain khas Xiaomi yang elegan dengan kamera depan 5MP dan kamera belakang 13MP! Yupz, cukup untuk jepret aktivitas di dalam dan luar ruangan.

Berbagai tipe smartphone dari kedua merek itu bisa saya telusuri di iPrice yang merupakan portal palugada. Alias, apa yang elo minta, gue ada!***


- Jakarta, 1 November 2019

Rabu, 30 Oktober 2019

Ada Kiblat di Balik Pencarian Talia: Sinopsis 99 Nama Cinta






TAK kenal maka tak sayang. Demikian adagium lawas terkait suatu hubungan dalam keseharian. Baik itu pertemanan, bisnis, hingga percintaan. Namun, jika sudah kenal, apakah akan saling sayang?


*          *          *

SYAHDAN, Talia yang diperankan Acha Septriasa, sudah berusia matang untuk berumah tangga. Pun demikian dengan kariernya yang posisi tinggi. Itu mengingat Talia sebagai pembawa acara pada talkshow Bibir Talia yang memiliki rating tinggi dalam dunia pertelevisian. 

Ditambah dengan statusnya sebagai produser di tayangan tersebut. Anak buah atau kru pun sangat setia terhadapnya, salah satunya, Mlenuk (Adinda Thomas).

Namun, seperti ada yang kurang di balik semua kemewahan tersebut. Tepatnya pada pemahaman agama dan jodoh! 

Sang ibu (Ira Wibowo)
, pun menangkap situasi itu. Hingga, berinisiatif untuk mendatangkan Kiblat (Deva Mahenra) untuk mengajarkan ngaji yang tak lain merupakan kawan Talia semasa kecil. Sebab, kedua orangtua mereka bersahabat. Ayah Talia berperan atas pembangunan pesantren yang didirikan ayah Kiblat, Umar (Donny Damara) di Kediri, Jawa Timur.

Talia pun mencari jati dirinya hingga Kediri. Namun, itu justru jadi titik nadir hidupnya. Sebab, Talia harus kehilangan pekerjaan. Bibir Talia diganti program yang dipandu Chandra (Susan Sameh). Yaitu, anak buahnya yang kini jadi rival.

Bahkan
, Talia harus menyaksikan dengan matanya sendiri, bagaimana Kiblat ternyata dekat dengan Husna (Chicki Fawzi), anak dari salah satu kyai yang dekat dengan Umar. Apalagi, ilmu agama Husna lebih tinggi. Bahkan, jadi pengajar di pesantren tersebut.

Nah, bagaimana dengan TaliaApakah bakal bangkit dari keterpurukan, atau malah pasrah dengan keadaan seperti ini?

Yuppiii
, semua itu bisa kita saksikan mulai 14 November mendatang. Tepatnya, saat 99 Nama Cinta tayang di seluruh bioskop di Tanah Air! 

Bagi Anda yang penasaran ingin mengintip aksi keseruan mereka atau meraba-raba jalan ceritanya, bisa disimak pada trailer di Youtubehttp://bit.ly/99namacinta seperti pada cuplikan di bawah ini.





*          *          *
SUATU kehormatan bisa menyaksikan 99 Nama Cinta lebih awal. Itu setelah mendapat undangan dari MNC Pictures dan Komunitas Indonesian Social Blogger (ISB). Tepatnya pada Gala Premiere di XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu (23/10) bersama rekan-rekan blogger, media, dan undangan.

Yang menarik, kami tidak hanya nonton bareng (nobar) saja. Melainkan, ada sesi diskusi dengan seluruh pemeran 99 Nama Cinta dan tim produksi! Ini membuka wawasan saya terkait bagaimana MNC Pictures dalam membuat film.

Yang tak hanya bisa laris ditonton masyarakat di seluruh nusantara saja. Namun, juga diselipkan edukasi dan potensi dari kekayaan Indonesia. Misalnya, adat istiadat, budaya, hingga kuliner. Yupz, dalam film yang disutradarai Danial Rifki ini dikenalkan cokelat produksi dari pesantren. Ini unik mengingat biasanya film nasional cenderung lebih dekat dengan kopi.

Bagi saya, 99 Nama Cinta bukan sekadar film. Maknanya dalam Alur dan penokohan luar biasa. Jalan cerita dari film yang ditulis Garin Nugroho ini bisa membuat penonton enggan melewatkan detik demi detik dalam seluruh adegan. Ibaratnya, hal kecil bisa jadi kepingan puzzle dalam cerita.

Pun demikian dengan seluruh pemeran. Mereka mampu menjiwai setiap karakter yang diperankan. Kaya warna.

Apalagi, di film ini jadi kolaborasi aktor atau aktris masa kini, pendatang baru, hingga senior! Termasuk, kolaborasi ciamik dari Ira dan Donny. Sebagai bagian dari generasi 90-an, tentu saya sangat mengenal kualitas keduanya.

Sebagai catatan pribadi, 99 Nama Cinta ini bukan sekadar love-love saja. Melainkan memberi pengalaman baru tentang di balik layar produksi acaraSaya baru tahu kerja tim produksi di televisi yang ternyata harus sigap. Contohnya, Talia yang merupakan presenter gosip tapi harus cepat adaptasi ketika ada bencana di suatu daerah.

Ya, 99 Nama Cinta ini memiliki alur yang maju-mundur. Namun, ada konklusinya yang sarat akan kehidupan. Film ini tidak berat dan bisa dicerna seluruh penonton

*          *          *

*          *          *

*          *          *

*          *          *

*          *          *

*          *          *

*          *          *

*          *          *

*          *          *

*          *          *



Film 99 Nama Cinta versi www.roelly87.com
Cerita: 9/10
Pameran utama: 9/10
Pameran pembantu: 8/10
Alur: 8/10
Konflik: 8/10
Musik: 7/10
Durasi: 8/10
Keseluruhan: 8,5/10


Catatan: Lembaga Sensor Film (LSF) mengklasifikasi 99 Nama Cinta dengan kategori Semua Umur. Alias, film berdurasi 106 menit ini bisa disaksikan seluruh masyarakat di Tanah Air.

*          *          *

Artikel Terkait MNC Pictures
Sisi Lain dari Film Mahasiswi Baru
Inspirasi dari Film Koki-koki Cilik 2
Ketika Preman Pensiun Juga Manusia

Tentang 3 Dara 2 yang Menggoda

*          *          *

- Jakarta, 24 Oktober 2019 (penyuntingan pada 30 Oktober)

Jumat, 11 Oktober 2019

Ada WELMA di IKF BCA 2019







INDONESIA Knowledge Forum (IKF) VIII - 2019 kembali diselenggarakan pada 8 dan 9 Oktober lalu di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta Selatan. Tahun ini memasuki edisi kedelapan yang kembali didukung penuh Bank Central Asia (BCA).

Tepatnya, lewat BCA Learning Service (Yayasan Bakti BCA) yang melanjutkan komitmennya dalam berbagi pengetahuan dan inspirasi demi kemajuan dunia usaha dan masyarakat Indonesia. IKF BCA 2019 ini mengangkat tema "Nurturing Mindset for the Next Era of Capital Culture".

Salah satu Pesta Akbar Pengetahuan terbesar di Tanah Air ini diharapkan dapat jadi One Stop Knowledge Solution bagi setiap organisasi yang membutuhkan pengetahuan untuk diterapkan dalam organisasinya.

Itu karena forum ini menghadirkan lebih dari 32 pembicara inspiratif. Juga dilengkapi dengan serangkaian expo dan exhibition yang diikuti exhibitor penyedia pengetahuan dan teknologi.

Sebagai blogger sekaligus jurnalis olahraga yang jadi bagian dari masyarakat umum
, tentu saya enggan ketinggalan untuk menyimak rangkaian acara yang menambah wawasan dan inspirasi ini. 

Apalagi, mengingat beberapa pembicara sudah saya kenal, misalnya dari dunia olahraga ada Founder & CEO of PT Deteksi Basket Lintas Indonesia serta Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda dan CEO Bali United Yabes Tanuri.

Sementara, untuk travel dan blogger ada Riyanni Djangkaru dan Trinity. Untuk perbankan, diwakili Presiden Direktur PT BCA Tbk Jahja Setiaatmadja. Dalam kesempatan itu, BCA juga meluncurkan aplikasi mobile, WELMA. Tujuannya, demi memudahkan masyarakat dalam membeli produk investasi seperti reksa dana, obligasi, dan edukasi asuransi.

Kebetulan
, saya tidak asing dengan BCA Maklum, saya jadi nasabah sejak 1998 silam. Alias, ketika masih kanak-kanak hingga kini rekan seangkatan sudah banyak yang punya anak. Terlebih, saya sangat terbantu dengan berbagai produk dan program yang dikeluarkan bank terbesar di Tanah Air ini.

Apalagi
, mengingat BCA sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Bank yang berdiri sejak 21 Februari 1957 ini selalu mendukung berbagai event atau inovasi yang melibatkan anak bangsa. Mulai dari wayang, batik, tenun ikat, Liga Mahasiswa, hingga Indonesia Open.

Nah, WELMA yang merupakan dari akronim Aplikasi Wealth Management BCA ini kian memudahkan masyarakat Indonesia, khususnya nasabah BCA yang menggunakan aplikasi ini untuk membeli atau menjual produk investasinya. Juga untuk memantau portofolio investasi dan mencari informasi produk asuransi dengan mudah, aman, dan nyaman.

Bagi saya, ini menarik. Terutama, mengingat dalam beberapa tahun terakhir saya mencoba untuk belajar terkait reksa dana. Dengan WELMA bisa membuat saya lebih terpacu lagi untuk mengakrabkan diri dengan reksa dana. Apalagi, aplikasi ini terkoneksi dengan status saya sebagai nasabah BCA yang cukup mengaksesnya lewat satu id.

"Penyelenggaraan IKF ini sudah BCA gaungkan untuk yang kedelapan kali. Tidak hanya sekadar memberikan wawasan, tapi juga mendorong inovasi dan kreativitas para pelaku usaha agar terus semangat berinovasi. Khususnya, generasi muda demi menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah era revolusi industri 40," kata Jahja, dalam sambutannya, Selasa (8/10).

Peluncuran WELMA bersamaan dengan IKF 2019 ini merupakan bagian dari dukungan BCA terhadap program pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus menggalakkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI Revisit 2017) guna mengedukasi dan mewujudkan indeks literasi keuangna yang tinggi dari masyarakat Indonesia
. 

Sehingga, dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan. Bisa dipahami mengingat sebagai perbankan swasta andalan masyarakat, BCA ingin terus mendukung program pemerintah dalam rangka edukasi literasi keuangan.

"BCA juga mencermati pentingnya investasi bagi anak muda khususnya. Itu mengapa, kami tergerak untuk berinovasi dalam menciptakan aplikasi berbasis digital untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan investasi. Hal ini diwujudkan secara nyata dalam peluncuran WELMA, aplikasi Wealth Management untuk berinvestasi," Jahja, menambahkan.

Aplikasi ini bisa diunduh langsung secara gratis
. Saya yang menggunakan ponsel berbasis Android dapat menginstalnya pada Google Play Store. Setelah registrasi, tinggal menghubungkannya dengan nomor kartu ATM BCA agar bisa terkoneksi.

Di WELMA ini, kita juga dapat melakukan perbandingan produk investasi. Ini menarik, bagi Anda yang sedang belajar reksa dana dan obligasi serta ingin mengetahui lebih dalam tentang dunia asuransi. 

Yupz, dengan WELMA dari BCA, kini kita bisa mengenal semuanya dalam satu genggaman!***


*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *
Artikel Terkait BCA
BCA Terima Penghargaan MURI atas Gerakan Berbagi Buku untuk Indonesia
- Jakarta, 11 Oktober 2019