TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Oktober 2017

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Selasa, 31 Oktober 2017

Menyelam Bersama Mola-mola dan Berbagai Ikan Lain di Toyapakeh


Dari bandara ke Toyapakeh bisa menyewa kendaraan di Omocars.com



Pulau Nusa Penida di provinsi Bali, dari dulu populer dengan diving spot-nya. Salah satunya adalah Toyapakeh.

Toyapakeh mempunyai pemandangan bawah laut yang benar-benar hidup dan indah, yang membuat betah para penyelam. Tempat menyelam yang dekat dengan pelabuhan Padang Bai ini juga mempunyai karang yang berlimpah dan sehat, ikan seakan berserakan begitu saja di airnya yang biru jernih.

Toyapakeh adalah taman bawah air yang bagus sekali untuk obyek fotografi. Terumbu karangnya indah, berwarna-warni dan penuh makanan. Sehingga di sini sering terlihat banyak ikan seperti ikan pelagis, tuna, pari marble, dan hiu karang.

Selain itu juga terdapat karang-karang unik yang berbentuk pilar setinggi 10-15 meter. Sehingga seperti membentuk semacam kota bawah air dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Terdapat juga gorgonia (karang lunak berbentuk seperti kipas) berukuran besar dan ‘semak-semak’ karang lunak.

Toyapakeh adalah tempat menyelam dengan tipe arus sedang. Jarak pandang penyelam di sini cukup luas, sekitar 15-40 meter. Tempat ini paling ideal dikunjungi di bulan Desember.

Di kedalaman 6 meter kita akan menjumpai ikan triggerfish, sweetlip, ekor kuning, jackfish, kuwe, banner, buntal, scorpion, belut moray, terompet, dan pari.

Lebih dalam lagi, sekitar 10 meter, akan dijumpai ikan sweetlip, jackfish, kelelawar, napoleon wrasse, dan kura-kura. Jika mau menyelam lebih dalam lagi, kita akan bisa bertemu dengan ikan mola-mola.

Saat air tenang kita juga bisa melihat belut pita biru, kepiting orang utan dan sesiput laut nudibranch yang unik.

Transportasi ke Pulau Nusa Penida
Ada beberapa rute yang bisa dipilih dari pulau Bali menuju ke pulau Nusa Penida.

Jika dari bandara Ngurah Rai kita ingin menyewa mobil, disarankan untuk menyewa di  OMO cars. Pilih rute ke pelabuhan Padang Bai, lalu menyeberang ke Nusa Penida menggunakan kapal ferry.

Kalau kita tidak membawa mobil maka pilihan tempat menyeberang lebih banyak. Dari pantai Sanur kita bisa naik fast boat, atau naik sampan atau speed boat dari pelabuhan Tribuana.

Jika berangkat dari pantai Pesinggahan maka pilihannya adalah naik kapal kecil, dan jika dari Tanjung Benoa bisa menggunakan jasa Quicksilver Cruise Bali.


- Jakarta, 31 Oktober 2017

Senin, 30 Oktober 2017

Bangga Berbusana Batik dari Kondangan hingga Nonton Konser


Ngobrol bareng bek Juventus, Giorgio Chiellini dengan mengenakan batik
bermotif klub tersebut


OKTOBER dikenal sebagai bulan batik nasional. Tepatnya karena setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. 

Bahkan, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), memasukkan batik dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Non-Benda Warisan Manusia sejak 2 Oktober 2009. 

Dalam daftar UNESCO, batik bersanding dengan enam warisan luhur lainnya dari Indonesia. Yaitu, Keris, Wayang, Angklung, Noken, Tari Saman, dan Tari Bali.

Itu mengapa, pemerintah Indonesia memasukkannya dalam kalendar resmi sebagai Hari Batik Nasional.

*           *           *

KEBETULAN, saya pribadi sangat menyukai batik. Bahkan, di lemari pakaian saya terdapat belasan batik mulai dari kemeja tangan panjang, pendek, hingga kaos. Bagi saya, memakai batik tidak hanya saat datang ke kondangan pernikahan, acara formal pemerintahan, atau setiap Jumat yang memang wajib di kantor. 

Melainkan sering, yang frekuensinya bisa lebih dari dua kali setiap pekan. Mulai dari mengejar narasumber, liputan ke stadion atau gelanggang olahraga, acara blogger, hingga nonton konser.

Konser? Yupz, konser musik! Itu yang saya lakukan pada 2015 lalu ketika Bon Jovi manggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). 

Setahun sebelumnya, saya juga mengenakan batik ketika mendapat tugas kantor untuk mewawancarai pesepak bola asal Italia, Giorgio Chiellini saat berkunjung ke Indonesia. 

Ketika itu, bek 33 tahun ini sempat melontarkan pujian, "Bagus batiknya." Komentar itu wajar mengingat saat itu saya mengenakan batik bermotif Juventus. Yaitu, klub yang diperkuatnya. Apalagi, Chiellini memang sudah lama mengenal Indonesia yang tentu tahu tentang batik.

Kecintaan saya terhadap batik bukan tanpa alasan. Itu karena saya merasa batik merupakan warisan luhur nenek moyang. Sebab, kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi? 

Untuk itu, saya membiasakan dari diri sendiri lebih dulu. Setelah itu, saya berharap kecintaan pada batik bisa diikuti keluarga, rekan, dan orang lain. Bagaimana pun, sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil lebih dulu.

Itu sama seperti saya yang sangat menggemari wayang. Termasuk, sering menyaksikan pertunjukkan wayang kulit, golek, orang, dan sebagainya hingga semalam suntuk. Tak jarang, di rumah untuk menghibur adik, saya menjadi dalang di rumah dengan si Cepot (wayang golek) dikolaborasikan bersama Wisanggeni dan Sri Kresna (wayang kulit).

*           *           *

UNTUK memenuhi kebutuhan berbatik ria, saya kerap blusukan mencarinya ketika sedang di luar kota baik tugas kantor atau acara blogger. Biasanya, sebelum pulang, saya menyempatkan diri untuk belanja, salah satunya terkait batik. Bisa untuk diri sendiri atau oleh-oleh keluarga. 

Seingat saya, beberapa kota yang pernah saya singgahi untuk berburu batik seperti Pasar Sentono di Pekalongan, Kampung Batik Kauman (Solo), Sentra Batik Giriloyo (Yogyakarta), hingga luar Jawa. Bisa dipahami mengingat hampir setiap daerah di Tanah Air memiliki ciri khas busana dengan batik. 

Meski, motif atau coraknya berbeda-beda tergantung daerah itu sendiri. Bahkan, di tengah Jawa pun, berbeda antara batik khas Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Itu menandakan, Indonesia sangat kaya akan rupa dan warna.

Seiring perkembangan zaman, batik tidak hanya tersedia di tempat asalnya. Melainkan, bisa dibeli secara online. Alias, saya hanya duduk manis di depan layar laptop sambil mencari motif yang cocok. 

Itu semua bisa didapat di MatahariMall. Di eCommerce No. #1 dan terbesar di Indonesia ini, tersedia berbagai batik dengan beragam pilihan. Baik itu batik tulis, cap, atau lukis. Tentu, harga memengaruhi kualitas. 

Berdasarkan pengamatan saya pada laman https://www.mataharimall.com/p-289/batik, batik tulis harganya paling mahal. Wajar saja, mengingat proses pembuatannya yang rumit dan tidak cukup sepekan. Beda dengan batik cap yang bisa diselesaikan dalam beberapa hari. Apalagi, batik cap yang prosesnya sebentar. 

Yupz, bagaimana pun, ada harga tentu ada rupa. Alias, kita membayar harga mahal yang memang demi kualitas terbaik. 

Kendati, sejauh ini saya pribadi sudah cukup puas dengan batik yang harganya relatif terjangkau untuk dompet saya. Terlebih, di MatahariMall terdapat banyak pilihan yang memanjakan mata. 

Nah, ini pengalaman saya mengenakan busana khas Indonesia. Jika Anda punya pengalaman serupa atau lebih berwana, bisa menambahkannya di kolom komentar di bawah ini. Yupz, Selamat Hari Batik Nasional 2017!

*           *           *
Bersama wakil kapten Juventus, Claudio Marchisio
*           *           *
Jalan-jalan ke Negeri Singa, tetap batik wajib dibawa
*           *           *
Nonton konser Bon Jovi... Yuhuuuu, nostalgia rock n roll juga dengan batik!

*           *           *
Artikel terkait:
- http://www.roelly87.com/2015/09/nostalgia-20-tahun-bon-jovi-konser-di.html
- http://www.roelly87.com/2014/09/wawancara-eksklusif-giorgio-chiellini.html
- http://www.roelly87.com/2014/10/wawancara-eksklusif-claudio-marchisio.html
- http://www.roelly87.com/2014/10/fandi-ahmad-dan-tentang-mentalitas.html

*           *           *
- Jakarta, 30 Oktober 2017

Minggu, 29 Oktober 2017

IM3 Ooredoo Peringati Sumpah Pemuda dengan Kolaborasi Bersama Netizen


IM3 Ooredoo Squad Meetup di Highland Park Resort yang bertepatan
dengan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2017
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


KITA tidak sama, kita kerja sama. Demikian slogan dari pemerintah Republik Indonesia untuk memperingati Sumpah Pemuda tahun ini. Yaitu, sebagai penegasan, pemuda-pemudi di Tanah Air ini berbeda satu sama lain. Namun, mereka bersatu untuk bekerja sama mewujudkan cita-cita negeri ini.

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang dirayan Sabtu (28/10), IM3 Ooredoo menyelenggarakan IM3 Ooredoo Squad Meetup di Highland Park Resort, Bogor. Acara ini diikuti netizen di seluruh Tanah Air yang terdiri dari blogger dan IM3 Ooredoo Squad.


Menariknya, event ini tidak hanya untuk netizen yang tinggal di sekitaran Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) saja. Melainkan, dari luar pulau Jawa. Faktanya, ada yang datang dari kawasan timur Jawa seperti Kediri, hingga Padang, Sumatera Barat.

"Acara ini untuk menjalin silaturahmi antarsquad IM3 Ooredoo yang memang sudah rutin diselenggarakan. Terima kasih untuk dukungan rekan-rekan selama ini," kata Digital Engagement Project IM3 Ooredoo Astrid Sivara Damanik.

Yupz, saya sudah puluhan kali mengikuti berbagai acara yang diselenggarakan IM3 Ooredoo (Artikel terkait: Mimpi Jadi Nyata ke Bunaken Bersama Indosat Ooredoo). Termasuk, pada buka bersama (bukber) di Ancol dalam dua tahun terakhir.

Yaitu, pada 18 Juni 2016 (artikel sebelumnya: Bukber IM3 Ooredoo yang Berkesan dalam Silaturahmi Unlimited) dan 17 Juni lalu (artikel sebelumnya: Seru-seruan dalam Bukber IM3 Ooredoo).

Yang menarik, pada bukber Ramadan lalu dan di Highland Park, saya tergabung dengan beberapa rekan di kelompok sama. Salah satunya, Haya Aliya Zaki yang jadi mentor di Grup Paypro bersama Tauhid Patria, Mely Feyadin, Sri Devi, Yoga S Prastyo, Thithin Valentin, Fahri Trisetio, dan Anggara Putra Pratama.

Grup kami sangat heterogen karena terdiri dari anggota yang berbeda satu sama lain. Namun, kami disatukan dalam kerja sama untuk mewujudkan misi. Itu sesuai dengan slogan peringatan Sumpah Pemuda ke-89, "Kita tidak sama, kita kerja sama".

Oh ya, dalam event ini terdiri lima grup dengan anggota bervariasi. Yaitu, Mega Bonus 20GB, Apps Tanpa Kuota, Data Roll Over, My IM3, dan Paypro. Familiar dengan nama dari kelima grup tersebut? Yupz, semuanya merupakan produk dari IM3 Ooredoo.

Seperti dua bukber sebelumnya, kami seru-seruan berkompetisi untuk bikin konten digital. Mulai dari games terkait produk IM3 Ooredoo, aktivitas outdoor, basah-basahan di kolam renang, dan berbagai digital challenge lainnya.

Seseruan itu berlangsung sejak matahari masih malu-malu untuk memancarkan sinarnya hingga cahaya bulan sudah penuh di atas langit. Maklum, kami sudah kumpul dari pukul 06.00 WIB di Stasiun Gambir untuk menuju lokasi.

Bahkan, beberapa di antara rekan yang berasal dari luar kota sudah tiba sebelum pergantian hari. Hanya butuh dua jam bagi bus yang kami tumpangi untuk membelah Tol Jagorawi menuju Highland Park Resort.

Oh ya, setelah melihat GPS di layar smartphone, ternyata lokasinya sangat familiar. Alias, tidak jauh dari Curug Nangka yang sempat saya kunjungi pada 16 Januari 2016 (artikel sebelumnya: Menikmati Segarnya Air di Curug Nangka yang Memesona).

Pantas saja, suasananya sangat sejuk. Bisa dipahami mengingat Highland Park Resort ini berada di kaki Gunung Salak. Fakta tersebut membuat kami betah berlama-lama untuk singgah. Bahkan, beberapa rekan berharap IM3 Ooredoo kembali menyelenggarakan event selanjutnya di Highland Park.

Menjelang puncak acara, kami dikejutkan dengan pengumuman dari Head of Social Media & Digital Engagement Center IM3 Ooredoo Wiwit Budi Susetyorini. Ternyata, grup Paypro berhasil jadi juara dua dalam kategori konten terbaik. Sebagai bagian dari kelompok ini, tentu saya bangga.


Sebab, ini membuktikan totalitas yang kami lakukan ini sepanjang hari sangat membuahkan hasil. Wajar saja mengingat untuk mengikuti kompetisi ini, kami, sembilan orang berusaha untuk membuat konten terbaik. Pepatah mengatakan, "Totalitas tidak menjamin kemenangan, tapi untuk jadi juara, mutlak diperlukan totalitas".

Masing-masing dari kami berkontribusi dan saling mengisi di bawah bimbingan Haya. Apalagi, Grup Paypro juga menyabet dua penghargaan lainnya. Yaitu, sebagai juara dalam lomba yel-yel dan Haya mewakili kami sebagai pemenang livetweet terbaik!

Yupz, terima kasih IM3 Ooredoo atas Sabtu yang mengesankan!***


*       *       *
Yuhuuu, gathering kali ini diselenggarakan di Highland Park Resort, Bogor

*       *       *
Panorama Highland Park dengan latar Gunung Salak yang memesona

*       *       *
Social Media Strategist IM3 Ooredoo Ghina Nur Aliya memberi pengarahan
sebelum acara dimulai

*       *       *
Haya Aliya Zaki memimpin konsolidasi pemenangan Grup Paypro

*       *       *
Kolaborasi lintasgenerasi untuk membuat konten terbaik dengan menggunakan
aplikasi Paypro

*       *       *
Totalitas tanpa batas dari rekan-rekan di Grup Paypro

*       *       *
Kita tidak sama, (tapi) kita kerja sama!

*       *       *
Basah-basahan sebagai bagian dari kompetisi

*       *       *
Dialog interaktif netizen dengan perwakilan IM3 Ooredoo

*       *       *
Diskusi hangat di Grup Paypro dengan setiap anggota saling melontarkan ide dan
gagasan untuk membuat berbagai konten menarik

*       *       *
Presentasi Grup Paypro yang diwakilkan Tauhid Patria dan Haya 

*       *       *
Kabut yang memayungi Gunung Salak menambah suasana kian menyenangkan

*       *       *
Haya mewakili Grup Paypro sebagai pemenang live tweet

*       *       *
Mely Feyadin mewakili Grup Paypro yang mendapat penghargaan juara dalam kompetisi yel-yel

*       *       *
Tauhid memperlihatkan tulisan juara dua untuk konten terbaik

*       *       *
Head of Social Media & Digital Engagement Center IM3 Ooredoo Wiwit Budi
Susetyorini dan Digital Engagment Project IM3 Ooredoo Astrid Sivara Damanik
memberi sambutan sebelum acara berakhir

*       *       *
Yupz, ini pemandangan Highland Park Resort sebelum kami kembali
ke kediaman masing-masing

*       *       **       *       *

*       *       **       *       *

Artikel Sebelumnya:
Seru-seruan dalam Bukber IM3 Ooredoo
Bukber IM3 Ooredoo yang Berkesan dalam Silaturahmi Unlimited
IWIC ke-11 Jadi Kawah Candradimuka Indosat Ooredoo
Kolaborasi Sushiroll-Indosat Luncurkan Aplikasi untuk Pencinta Anime
Jawab Keluhan Pelanggan, IM3 Ooredoo Hadirkan Data Rollover
Yuk, Jadi Investor Bersama ISTC Indosat
Rayakan HUT ke-49, Indosat Gelar Program Berhadiah untuk Pelanggan
Peringati Hari Batik Nasional, Indosat Ooredoo Gelar "The Beauty of Indonesian Batik"
Menkominfo Rudiantara Resmikan Aplikasi "Obrol" & "Fantasy League"

*       *       *
- Jakarta, 29 Oktober 2017

Sabtu, 28 Oktober 2017

Sisi Lain Pembangunan MRT Jakarta

#UbahJakarta bersama MRT Jakarta untuk transportasi lebih baik
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)

TAK kenal, maka tak sayang. Demikian analogi saya mengenai proses fatpembangunan MRT Jakarta. Sebagai orang lapangan, saya harus mobile setiap hari. Apalagi, jika harus melewati jalur Senayan-Fatmawati yang kadang bikin saya kesal.

Namun, mau tidak mau, ya harus terima. Bagaimana pun, kantor saya berada di kawasan tersebut. Alhasil, dulu... meski setiap hari lewat, namun menoleh pun kepada tiang-tiang dan berbagai alat berat itu, saya enggan.

Sebab, keberadaan mereka justru membuat jalanan semakin macet. Pengalaman itu sudah saya tuangkan dalam artikel pada 27 Agustus lalu berjudul "#UbahJakarta, MRT Jakarta Bekerja Bersama untuk Layani Publik".

Meski, saya menyadari. Yang namanya jamu sebagai obat itu pahit. Namun, justru memberikan efek penyembuhan. Demikian fakta yang saya ketahui setelah berangsur-angsur sadar akan pentingnya MRT Jakarta. Terutama karena moda transportasi ini jadi jawaban untuk mayoritas warga ibu kota.

Intinya, ga apa-apa macet sekarang. Yang penting, kurang dua tahun lagi, saya dan jutaan warga Jakarta sudah bisa menggunakannya. Bangga juga akhirnya, ibu kota Indonesia ini memiliki MRT yang mampu bersanding dengan kota metropolitan lainnya di kolong langit.

*        *        *
SIANG itu, cuaca di ibu kota sangat terik. Kendati, dari arah selatan, gumpalan awan yang menghitam seperti memberi kode untuk membasahi bumi. Setelah membelah ibu kota yang lagi-lagi macet, saya pun tiba di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis (26/10).

Saat itu, sudah menunggu Teddy Rustandi, Rahab Ganendra, dan Ono Sembunglango. Kami berempat dipandu tiga perwakilan MRT Jakarta (Dewi K. Rahmayanti, Akbar, dan satu lagi) segera menuju lokasi pembangunan MRT Jakarta, tepatnya pada Stasiun Bundaran HI.

Usai mendapat pengarahan dan mengenakan perlengkapan keamanan, kami pun langsung menembus ke perut bumi. Seketika, saya merasa seperti jadi bagian dari ekspedisi James Cameron. Bedanya, sutradara Titanic dan Avatar itu bertualang hingga kedalaman 12 ribu meter di Palung Mariana. Sementara, kami hanya 20-30 meter.

Yupz, keberadaan saya di Bundaran HI memang untuk melihat lebih jauh proses pembangunan MRT Jakarta. Kebetulan, dua hari sebelumnya, saya mendapat informasi dari Ani Berta, founder dari Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB).

Tentu, tawaran untuk melihat langsung proses pembangunan MRT Jakarta ini tidak saya sia-siakan. Bisa dipahami mengingat saya penasaran dengan proyek tersebut. Sekaligus kepo untuk mengetahui sudah berapa persen pembangunan dari fase 1 ini.

"Hingga 30 September, perkembangan konstruksi mencapai 80 persen. Rinciannya, elevated (layang) 70% dan underground (bawah tanah) 90%," ujar Dewi kepada kami.

Menurut sosok yang genap tujuh bulan lalu jadi narasumber acara yang diselenggarakan Komunitas ISB dan CNI Indonesia ini (Artikel sebelumnya: Blogger Harus Punya Personal Branding yang Kuat), fase 1 ini rampung pada Desember 2018.

"Maret 2019 sudah beroperasi. Fase 1 ini meliputi 13 stasiun yang terdiri dari tujuh layang dan enam bawah tanah. Panjangnya mencapai 16 kilometer dari stasiun Bundaran HI hingga Lebak Bulus," Dewi, mengungkapkan.

*        *        *

STASIUN Bundaran HI ini merupakan yang terluas di fase 1. Panjangnya mencapai 400 meter seperti yang saya lalui. Terdiri dari tiga tingkat. Permukaan untuk akses masuk, tingkat kedua difungsikan untuk gaya hidup seperti pusat perbelanjaan, kafe, restoran, dan area komersil. Pada tingkat terbawah, terdapat dua rel di pojok berlawanan untuk ke arah utara dan selatan.

Saya membayangkan, kurang dari 1,5 tahun lagi, sudah kembali ke stasiun Bundaran HI ini dengan suasana yang ramai. Mirip seperti ketika saya berada di salah satu stasiun MRT di London (Artikel sebelumnya: Sisi Lain Perjalanan ke Millennium Stadium).

Kota yang jadi markas Arsenal dan Chelsea ini memang dikenal sebagai kota yang memanjakan masyarakat untuk beralih ke transportasi umum. Namun, tiba-tiba lamunan saya terhenti. Itu akibat suara-suara bising disertai dentuman tepat di atas kepala saya. Rasanya, seperti ketika berada di ruangan Imax sedang menyaksikan Thor: Ragnarok.

Akbar yang mengetahui kekagetan saya menjelaskan, "Tenang. Kita berada di bawah jalan raya dekat halte Bundaran HI. Suara-suara di atas itu lempengan besi yang dilewati kendaraan."

Mumpung sedang di lokasi, saya pun mengorek lebih jauh tentang pembangunan MRT Jakarta ini. Termasuk, ketahanan gempa, api, dan banjir. Wajar saja mengingat Jakarta rentan terhadap tiga faktor tersebut. Apalagi, lokasinya berada di bawah tanah yang tentunya sebelum membangun sudah mengantisipasi adanya force majeur.

"Konstruksinya sudah diuji untuk tahan gempa 9 skala richter. Begitu juga dengan banjir. Airnya akan disalurkan ke drainase. Tunnel ini diproyeksikan tahan gempa, air, dan api," Akbar menerangkan dengan panjang lebar.

*        *        *
YUPZ, sebagai blogger, saya merasa banyak sisi lain yang menarik diulas dari pembangunan MRT Jakarta ini. Hanya, itu akan saya review secara bertahap seiring dengan kian rampungnya moda transportasi andalan ibu kota ini.

Yang pasti, MRT Jakarta ini bakal jadi solusi untuk mengurai kemacetan di masa depan. Dan, saat pembangunan seperti sekarang ini, saya dan jutaan warga lainnya harus siap bermacet ria. Namun, kurang dari 1,5 tahun lagi bakal merasakan dampak positif dari MRT Jakarta.

Itu seperti filosofi jamu...

*        *        *
MRT Jakarta fase 1 selesai Maret 2018

*        *        *
Proses pembangunan di Stasiun Bundaran HI

*        *        *
Perwakilan MRT Jakarta memberi pengarahan kepada kami

*        *        *
Stasiun Bundaran HI ini masuk jalur layang dalam fase 1

*        *        *
Aktivitas dari karyawan MRT Jakarta yang sudah bekerja keras dan cerdas untuk
menyelesaikan proyek ini

*        *        *
Kedalaman Stasiun Bundaran HI ini berkisar hingga 20 meter

*        *        *
Stasiun Bundaran HI masuk kategori bawah tanah bersama Dukuh Atas, Setiabudi,
Bendungan Hilir, Istora, dan Senayan

*        *        *
Untuk stasiun layang ada pada Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi,
Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja

*        *        *
Jalur Bundaran HI-Lebak Bulus pada fase 1 ini ditempuh hanya 30 menit

*        *        *
Rute Bundaran HI-Lebak Bulus setiap harinya bakal melayani 170 ribu penumpang

*        *        *
MRT Jakarta juga menyediakan gerbong khusus untuk disabilitas

*        *        *
Satu gerbong MRT Jakarta dapat menampung 200-300 penumpang

*        *        *
Jalur sepanjang 16 kilometer ini rampung Desember 2018 dan beroperasi
Maret 2019

*        *        *
Yupz, jadi bagian dari #UbahJakarta bersama MRT Jakarta!
(Foto: www.roelly87.com/ didokumentasikan Ono Sembunglango)

*        *        *
Artikel sebelumnya:
#UbahJakarta, MRT Jakarta Bekerja Bersama untuk Layani Publik

*        *        *
DISCLAIMER: Seluruh foto merupakan dokumentasi pribadi (www.roelly87.com) atas persetujuan PT MRT Jakarta. Dilarang menggunakan foto proses pembangunan Stasiun Bundaran HI ini untuk tujuan komersial

- Jakarta, 28 Oktober 2018

Jumat, 27 Oktober 2017

(Galeri Foto) Christie Damayanti Selenggarakan Pameran Filateli ke-13


Pameran Filateli Kreatif "Peace and Freedom" di Mal Central Park yang
berlangsung pada 23-29 Oktober ini
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


DARI miliaran manusia di kolong langit ini, Christie Damayanti salah satu yang paling bikin saya iri. Iri? Yupz, sangat iri.

Tentu, bukan ini karena Christie sering keliling dunia. Atau, terkait profesinya sebagai arsitek yang merancang berbagai bangunan ternama di negeri ini.

Melainkan, terkait semangatnya. Christie hebat karena bisa mengubah keterbatasan jadi kelebihan.

Yupz, hanya dengan tangan kiri -kanan lumpuh sejak 2010- Christie mampu beraktivitas seperti biasa dan berkarya (artikel sebelumnya: Ngobrol Bareng Christie Damayanti: Ngeblog sebagai Terapi Otak).

Menulis (mengetik) untuk media, blog, jurnal, dan sebagainya. Hingga, sudah 13 kali menyelenggarakan pameran filateli. Itu semua dilakukan sendiri. Mulai membuat proposal, dekorasi, menyusun koleksi, hingga beres-beres.

Padahal, saya yang dua tangan aktif saja, kadang terserang penyakit malas. Ini yang membuat saya iri dengan Christie.

"Kalau aku ga lumpuh karena stroke, mungkin aku ga bisa menyelenggarakan pameran seperti ini yang jadi hobi sejak kecil," kata Christie disela-sela membereskan ribuan koleksi prangko dan kartu pos di Mal Central Park, Rabu (25/10).

Christie berusaha melakukan itu sendiri. Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk memperlihatkan kemampuannya. Termasuk, dengan menyelenggarakan pameran filateli kreatif dengan tema "Peace and Freedom" sejak Senin (23/10) hingga 29 Oktober mendatang.

"Tangan kananku sudah mati rasa sejak tujuh tahun silam. Tetapi, kan masih ada tangan kiri yang bisa digerakkan," peraih Kompasianer of the Year 2011 ini menambahkan.

Ternyata benar.  Ombak dapat menyeret manusia dari bibir pantai. Namun, juga bisa mengantarkan perahu berlayar hingga ke ujung samudera.

Oh ya, pameran ini masih berlangsung hingga Minggu, lho! Anda dapat menyaksikan ribuan koleksi Christie dari prangko, kartu pos, surat,buku, perlengkapan filateli, hingga lukisan, tanpa dipungut biaya. Alias, secara gratis!

Mulai dari kerajaan Inggris Raya seperti Ratu Elizabeth, Putri Diana, aktor dan aktris Hollywood, pencinta seni, sosok penting di berbagai negara, Basuki Tjahaja Purnama, hingga Joko Widodo. Semua dipersembahkan Christie untuk pencinta filateli di Tanah Air.***


*      *      *
Koleksi Christie mengenai Inggris Raya

*      *      *
Pameran ini merupakan yang ke-13

*      *      *
Pameran di Central Park ini merupakan yang kedua bagi Christie setelah 2015 lalu

*      *      *
Christie bersama sahabatnya, yang merupakan fotografer Ang Giok Bing

*      *      *
Koleksi tentang Indira Ghandi

*      *      *
Surat-menyurat Christie dengan Disney sejak 1983

*      *      *
Koleksi bertema Hollywood

*      *      *
Koleksi mengenai Basuki Tjahaja Purnama dan Joko Widodo usai mengikuti
Kompasianival 2015

*      *      *
Bagi Christie, keterbatasan tidak membuatnya hilang kreativitas 

*      *      *

Jakarta, 27 Oktober 2017

Selasa, 24 Oktober 2017

Daikin dan Merek Generik dari AC yang Melekat di Masyarakat


Hanya Daikin pilihannya untuk AC nyaman dan Hemat Energi.
(Foto: www.Daikin.co.id)


SEBAGAI orang lapangan, setiap hari saya rutin bercumbu dengan terik matahari dan menggeluti rinai hujan. Itu terkait aktivitas saya dari stadion ke stadion, gelanggang olahraga, venue, lintasan aspal, hingga sudut sempit perkotaan. Dimulai sejak sang surya masih malu-malu hingga dewi rembulan mulai menampakkan keindahannya.

Pengecualian bila libur atau tidak ada agenda untuk meliput pertandingan, wawancara pemain, doorstop, dan sebagainya. Saat itu, biasanya saya di kantor sambil menyiapkan berita diiringi sejuknya Air Conditioning (AC) bermerek Daikin.

Yupz, Daikin sudah teruji ketangguhannya. Kualitasnya terjamin dari produsen raksasa yang Rabu ini (25/10) genap 93 tahun. Tak heran jika saya betah berlama-lama di kantor. Bisa dipahami mengingat hanya Daikin pilihannya untuk AC nyaman dan Hemat Energi.

Bahkan, meski sudah selesai deadline. Atau, ketika begadang bersama beberapa rekan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola pada dini hari WIB. Kebetulan, di rumah saya belum terpasang AC. Jadi, untuk ngadem, biasanya saya pergi ke cafe sambil menenteng laptop untuk menulis berita.

Keberadaan AC memang tidak berarti bikin saya semangat untuk menulis. Namun, sejuknya udara bisa menambah inspirasi hingga timbul ide-ide yang dapat diterapkan pada lembaran koran.

Apalagi, perusahaan yang jadi sponsor tim asal Belgia, Club Brugge, ini dikenal sebagai penghasil AC yang nyaman dan AC Hemat Energi. Nah lho, adakah korelasi antara nyaman dengan hemat?

Daikin merupakan satu-satunya produsen AC yang terintegrasi di dunia. Perusahaan yang berdiri pada 1924 ini berkomitmen memproduksi AC dengan teknologi canggih. Ini jadi nilai tambah Daikin yang mengutamakan kepuasan konsumen.

Mereka jadi pemimpin dalam pasar pendingin udara yang sukses menciptakan lingkungan bersih dan segar. Itu berarti, Daikin mengembangkan kualitas produk yang inovatif dan menurunkan jejak karbon bumi.

Salah satunya, lewat AC Daikin Inverter. Produk ini diciptakan untuk menghadirkan kesejukan maksimal dengan pemakaian listrik minimal. Sehingga, konsumen bisa menghemat untuk mewujudkan lebih banyak lagi keceriaan keluarga.

Nah, karena di rumah saya tidak terpasang AC, jadi sedikit bias untuk menuliskan artikel ini karena hanya mengandalkan kenyamanan di kantor. Namun, sebagai blogger yang mengusung asas jurnlistik, terutama berdasarkan sembilan elemen Bill Kovach, tentu saya wajib menggali informasi.

Selain di kantor, saya sudah mengorek keterangan dari rekan dan netizen yang sudah memasang AC Daikin Inverter. Mayoritas dari mereka puas dengan kinerja AC Daikin Inverter.

Meski, awalnya sempat khawatir dengan pemasangan AC akan membikin pembayaran listrik membengkak. Sebagai pria yang belum berumah tangga, saya sering mendengar kabar sekitar 50 persen tagihan listrik berasal dari penggunaan AC.

Namun, pepatah mengatakan, jangan takut ombak jika ingin berlayar. Terbukti, dengan menghemat penggunaan listrik AC 50% bisa menurunkan tagihan listrik hingga 30%. Nah, AC Daikin Inverter ini dapat membantu pelanggan untuk menurunkan pemakaian listrik hingga 50%.

Dengan fakta tersebut, Daikin jadi pilihan utama untuk dipasang di rumah, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan berbagai instansi lainnya. Tak heran jika Daikin sudah jadi merek generik dengan slogan ikonik, "kalau AC ya Daikin".

Alias, di masyarakat, apa pun AC-nya, tetap disebut Daikin. Padahal, belum tentu yang dipasang Daikin, bisa jadi merek lain. Di sisi lain, itu membuktikan Daikin sebagai produsen AC yang kesejukannya melekat di hati masyarakat.

*         *         *
Solusi hemat tempat yang diusung Daikin dengan 2 indoor dan 1 outdoor
(Foto: www.Daikin.co.id)

*         *         *
Daikin mendapat empat bintang Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)
dari Kementerian ESDM yang merupakan tingkat tertinggi untuk kategori
hemat energi (Foto: www.Daikin.co.id)

*         *         *
Daikin merupakan sponsor utama Club Brugge, raksasa sepak bola asal Belgia
(Foto: ClubBrugge.be/en/home)

*         *         *

- Jakarta, 24 Oktober 2017