TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Dinasti Maldini di AC Milan

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 01 Desember 2014

Dinasti Maldini di AC Milan

TIGA GENERASI MENDEDIKASIKAN DIRI UNTUK SEPAK BOLA

Dari Cesare, Paolo, hingga Christian dan Daniel yang kini jadi sorotan di tim remaja "I Rossoneri"

Paolo Maldini bersama Christian dan Daniel (acmilan.com)


INI adalah cerita keluarga yang terikat dengan sepak bola Italia hingga layak mendapat predikat "dinasti". Mereka adalah keluarga Maldini yang selama tiga generasi mendedikasikan hidupnya untuk calcio. Dimulai dari Cesare, Paolo, Christian, hingga Daniel.

Sejarah panjang dinasti Maldini dimulai dari Servola, kota kecil di Trieste. Ketika itu Cesare mengubah lapangan basket menjadi lapangan sepak bola. Pria kelahiran 5 Februari 1932 ini menghabiskan waktu berjam-jam bermain sepak bola.

Dari wilayah paling timur Italia, cerita berlanjut ke Milan, kota yang sedang mengalami kemajuan ekonomi. Saat itu awal dekade 1950-an. Dan kini, memasuki akhir 2014, setidak-tidaknya ada nama Maldini dalam skuat AC Milan.

Dimulai Cesare yang memperkuat "I Rossoneri" pada 1954-66 lalu Paolo (1985-09). Musim ini, dinasti Maldini masih bertahan di Milanello melalui dua putra Paolo: Christian yang bermain di Primavera (tim remaja) dan Daniel di Giovanissimi (U-17).

Kebetulan, Sabtu (29/11) kedua pemain itu sama-sama mencetak gol. Melalui sambungan telepon, kakek mereka (Cesare) mengatakan, "Sungguh, dua cucu saya mencetak gol? Saya tidak percaya. Ini berita yang sungguh luar biasa. Kami biasanya main untuk menghindari tim kebobolan. Tapi sebaliknya, sekarang anggota keluarga Maldini yang mencetak gol. Ini tanda waktu sudah berubah."

Pria 82 tahun selalu mengikuti perkembangan cucunya tapi enggan memberikan saran kepada mereka. Eks pelatih Italia di Piala Dunai 1998 itu tidak ingin memberi tekanan dan hanya ingin menjadi penonton.

Sebelumnya, paolo mengatakan, "Sejak 50 tahun silam hingga kini selalu ada keluarga Maldini di Milan. Saya menjadi kapten tim setelah ayah merupakan kebanggaan dalam hidup. Kini, kebahagiaan saya bertambah dengan kehadiran Christian dan Daniel yang memperkuat Milan."

Paolo tidak ingin memprediksi karier kedua putranya. Dia paham nama Maldini bsia menjadi beban karena akan selalu dibanding-bandingkakn dengan Cesare maupun dirinya. Tekanan Daniel (13 tahun) mungkin lebih ringan karena posisinya sebagai striker. Situasi berbeda dialami Christian. Remaja 18 tahun itu mengikuti jejak kakek dan ayahnya sebagai bek. Namun, Paolo dan Cesare tentu akan sangat bangga jika melihat penerus mereka bermain di Seri A atau bahkan di Liga Champions dengan Milan.

*      *      *




Artikel AC Milan sebelumnya

Artikel Juventus sebelumnya:
- Agnelli-Cerci Demam Derby
Nike Laporkan Juve ke Pengadilan Arbitrase
Kostum Buffon Selamat dari Banjir
Ketika Perayaan 500 Pertandingan Buffon Ternoda
Pirlo sang Maestro Tendangan Bebas
40 Tahun Alessandro Del Piero
Fan Indonesia Diservic Chiellini
JCI Konvoi Scudetto Ke-30
Dua Sisi Juventus: Belum Layak Tampil di Eropa
Kembalinya "Il Sette Magnifico"
Wawancara Eksklusif Claudio Marchisio
Wawancara Eksklusif Andrea Pirlo
Wawancara Eksklusif Giorgio Chiellini

Artikel FC Internazionale sebelumnya
"We are Rival, but Not Enemy"
Cinta Lama Bersemi Kembali
Keluarga Vergani Terbelah karena Derby
Moratti Tak Menyangka Tifosi Membenci Mazzarri
Efek Roberto Mancini
Derby di La Gazzetta
Diego Milito dan Angka 22
Samir Handanovic sang Raja Penalti
Benteng Pertahanan Itu Bernama Giuseppe Meazza
Lotito: Erick bawa Filosofi Baru
Dari Mazzola untuk Mazzarri
Giuseppe Meazza Pindah ke Jakarta
ICI Syukuran HUT ke-11
Buka Bersama ICI: Dari, Oleh, dan Untuk Interisti
Satu Dekade ICI: Semangat Kekeluargaan dari Interisti


*      *      *
Paolo Maldini saat menjuarai Liga Champions 2006/07 (acmilan.com)

*      *      *
Paolo dan ayahnya, Cesare Maldini memamerkan trofi Liga Champions (acmilan.com)

*      *      *


Dinasti dalam Sepak Bola lainnya:

Keluarga Hernandez
Dimulai dengan kakeknya, Tomas Balcazar, kelahrian 1931 yang bermain sebagai bomber di kompetisi Meksiko. Dilanjutkan dengan Javier Hernandez yang menikahi putri Balcazar hingga lahir Chicharito Hernandez yang mewarisi nama keluarga ayahnya.

Keluarga Forlan
Kakenya bernama Juan Carlos Corazzo, eks gelandang terbaik yang menjadi pelatih Uruguay. Ayahnya, Pablo Forlan, bek era 1960-70-an yang menghabiskan kariernya di Argentina dan Brasil. Pada akhirnya Diego Forlan sempat memperkuat FC Internazionale.

Keluarga Laudrup
Dari kakeknya, Finn, penyerang klub Denmar, Broendby. Kemudian lahir putranya, Michael dan Brian. Michael terkenal saat memperkuat Juventus, Sedangkan Brian bersama Fiorentina. Sekarang, di lapangan ada Michael Mads yang memperkuat Helsingor dan Andreas main di Aarhus.

Keluarga Weiss
Memang membuat penasaran bahwa tiga generasi keluarga ini memiliki nama baptis sama: Vladimir. Kakeknya berpartisipasi di Olimpiade 1964 bersama Cekoslowakia. Ayahnya sempat menjadi pelatih Slowakia. Kini, putranya, Vladimir Weiss memperkuat Lekhwiya SC setelah sempat semusim di Seri A bersama Pescara.

*      *      *


Cikini, 2 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)