TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Fakta Rivalitas Fiorentina vs Juventus

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Sabtu, 06 Desember 2014

Fakta Rivalitas Fiorentina vs Juventus



Duel Fiorentina vs Juventus 0-0 (sumber foto: theguardian.com)


DUEL "klasik" di Seri A antara Fiorentina versus Juventus berakhir sama kuat. Hingga wasit Nicola Rizzoli meniup peluit panjang, tidak ada satu gol pun yang tercipta dari kedua tim. Hasil ini membuat posisi mereka belum berubah banyak di klasemen. Itu mengingat pertandingan lainnya baru berlangsung malam ini hingga Senin (8/12).

Berbicara mengenai laga di Stadion Artemio Franchi, dini hari WIB tadi, memang berlangsung alot. Kedua tim bermain ngotot layaknya derby yang disertai adu cemooh antarsuporter  hingga menjadikan stadion bergemuruh. Bagi Fioerntina, melawan Juventus lebih bergengsi ketimbang versus tim sekota atau seregion seperti Siena, Empoli, atau Livorno. Sementara, untuk tim tamu, laga ini pun sangat penting demi menjauhkan kejaran AS Roma yang akan bertanding malam ini versus Sassuolo.

Berdasarkan sejarah, rivalitas keduanya sudah terjadi sejak sebelum Seri A dimulai, tepatnya 1928. Khususnya Fiorentina yang merasa dirugikan Juventus hingga mendarah daging. Ketika itu mereka dipermalukan "I Bianconeri" 0-11 di depan publiknya sendiri. Kekalahan menyesakkan itu selalu jadi bensin bagi fan Juventus untuk menghina Fioerntina.

Kegagalan merebut mahkota juara 1981/82 juga terus diingat klub milik keluarga Della Vale tersebut. Lantaran, pada pekan terakhri, gol Fiorentina ke gawang Cagliari tidak disahkan waasit sehingga berakhir imbang. Sebaliknya, Juve yang memiliki poin sama dengan "La Viola" justru mendapatkan penalti di kandang Catanzaro. Alhasil, gelar pun melayang ke kota Turin.

Selanjutnya, rentetan konflik di antara mereka terus berlanjut. Termasuk kiprahnya pemain bintang Fiorentina kala itu, Roberto Baggio yang memilih hijrah ke pangkuan "Si Nyonya Besar" sampai membuat fan mengamuk di pusat kota. Hingga kini, cap Juventus sebagai tim tanpa etika yang kerap dibantu wasit dan mengacaukan operasi mercato skuat asuhan Vincenzo Montella ini masih melekat pada publik Firenze.

Terakhir, itu terjadi musim panas 2013/14 ketika Fiorentina lebih memilih melepas Stevan Jovetic ke Manchester City ketimbang menerima tawaran Juventus. Bahkan, musim lalu mereka mampu berpesta layaknya "scudetto" usai mengecundangi Carlos Tevez dan kawan-kawan 4-2 setelah sempat tertinggal 0-2.***

Artikel Juventus sebelumnya:

Artikel AC Milan sebelumnya

Artikel FC Internazionale sebelumnya

Artikel Sebelumnya:


*       *       *


- Cikini, 6 Desember 2014

1 komentar:

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)