TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: 2017

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Sabtu, 23 Desember 2017

YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018

YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018

Diskusi menarik yang diselenggarakan YDBA pada 20 Desember lalu
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya) 

37 TAHUN bukan waktu yang sebentar. Terutama, bagi suatu yayasan nonprofit. Yupz, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) genap 37 tahun pada 2 Mei lalu.

Sejak didirikan William Soeryadjaya pada 1980 silam, YDBA merupakan perwujudan dari komitmen PT Astra International Tbk (Astra) dalam membangun bangsa. Itu seperti yang terdapat pada butir pertama Catur Dharma yang jadi filosofi Astra. Yaitu, Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.

Sejarah mencatat, banyak pencapaian yang dilakukan YDBA sebagai salah satu dari sembilan yayasan Astra. Bisa dipahami mengingat saya tidak asing dengan yayasan tertua kedua Astra ini.

Kebetulan, saya sudah mengenalnya sejak mengikuti Gathering Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia: Berbagi Inspirasi 60 Tahun di Gedung SMESCO di Jakarta Selatan, pada 1 Agustus 2016 (Artikel sebelumnya: Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?).

Setelah itu, saya rutin menyimak berbagai rangkaian dari YDBA dan Astra. Tentu, jika waktunya tidak bentrok dengan pekerjaan sehari-hari di lapangan.

Andai bersamaan dengan jadwal liputan, sudah pasti saya harus absen. Termasuk, ketika Astra mendukung penuh Indonesianisme Summit 2017 pada 9 Desember lalu dan Menanam 1.000 Pohon (19/12).

Namun, jika waktunya lowong, sudah pasti saya hadiri. Bahkan, hingga ke Kantor Wakil Presiden ketika Astra jadi sponsor Asian Games 2018 (6/12).

*         *         *
SIANG itu, matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya. Dari arah selatan, awan pekat serempak menuju bibir pantai ibu kota. Tak berselang lama, dewi hujan menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Rinai berganti dengan lebatnya tetesan air dari langit yang menemani perjalanan saya usai meliput kegiatan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di kawasan Kuningan menuju Restoran TierSpace, yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tepatnya, untuk mengikuti blogger gathering yang diselenggarakan YDBA pada Rabu (20/12). Ada dua tujuan saya untuk menghadiri diskusi dan sharing tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia serta Digital Ecosystem YDBA ini.

Pertama, untuk belajar lebih jauh tentang UMKM di Tanah Air dari YDBA yang merupakan ahlinya. Pepatah mengatakan, dekat cat terciprat tinta. Saya pun demikian, berharap bisa memetik ilmu terkait UMKM untuk diterapkan pada masa depan.

Kedua, saya ingin menanyakan mengenai peran Astra, khususnya YDBA pada Asian Games 2018. Maklum, Astra merupakan Official Prestige Partners dari Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC).

Tentu, Astra akan melibatkan berbagai unit usahanya pada pesta olahraga antarnegara Asia tersebut (Artikel sebelumnya: Astra Sponsori Asian Games 2018). Nah, berpegang pada Catur Dharma itu, saya paham Astra pastinya tidak hanya memikirkan sisi ekonomi dari peran sebagai sponsor.

Melainkan juga kemungkinan turut mengerahkan berbagai yayasan yang bernaung di bawahnya. Terutama, YDBA yang sudah berperan vital dalam menggerakkan UKM dan UMKM di Tanah Air. Bisa jadi, Astra melalui YDBA akan terlibat dalam pembuatan suvenir untuk Asian Games 2018.

Asumsi itu yang mendasari saya untuk bertanya langsung kepada Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjaja dalam sesi diskusi. Menurut penggemar fotografi ini, memang kemungkinan menuju ke arah tersebut.

Kebetulan, yang saya tahu, YDBA menjalankan berbagai program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pasar, dan fasilitasi pembiayaaan kepada UMKM di empat bidang. Yaitu, manufaktur, bengkel, kerajinan, dan pertanian.

"Jika itu ada hubungannya dengan UKM dan UMKM bisa saja. Itu sesuai dengan program YDBA yang membina UKM dan UMKM," ujar Henry menjawab pertanyaan saya.

Indonesia merupakan tuan rumah Asian Games 2018 yang berlangsung pada 18 hingga 2 September mendatang. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), INASGOC, dan instansi terkait, memiliki empat misi, yaitu:

1. Sukses Prestasi
2. Sukses Penyelenggaraan
3. Sukses Administrasi
4. Sukses Ekonomi

Nah, untuk sukses Ekonomi ini, pemerintah ingin memaksimalkan peran UMKM dan UKM di Tanah Air. Misalnya, di Jakarta dengan melibatkan UMKM dan UKM terkait kerajinan tangan yang bisa dijadikan suvenir bagi ribuan atlet. Sementara, Palembang bakal mendorong UMKM dan UKM yang bergerak di bidang kuliner, seperti pempek serta pindang.

"Untuk saat ini, kami belum mengetahui detailnya. Namun, jika pemerintah ingin menggandeng Astra dan YDBA dalam pembuatan suvenir yang melibatkan UKM, nah itu bisa kami lakukan untuk Asian Games 2018," Henry, menerangkan.

Penulis buku Celebrating the Moment ini melanjutkan, "Paling sering, yang terjadi misalnya Astra ingin membuat suvenir dan mengadakan pameran terkait Asian Games 2018. Astra akan mengajak UKM di bawah naungan YDBA. Ini bagian dari usaha Astra untuk memasarkan hasil UKM yang difasilitasi YDBA ketika berpartisipasi di berbagai event. Misalnya, Inacraft (International Handicraft Trade Fair), IKEA Teras Indonesia, GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show), dan lainnya."

Untuk GIIAS, kebetulan saya selalu hadir dalam tiga edisi sejak 2015 silam. YDBA turut meramaikan pameran otomotif terbesar di Tanah Air itu dengan mendirikan booth. Tujuannya, untuk mengenalkan kepada khalayak ramai terkait hasil dari UKM dan UMKM dalam bisnis Astra.

Misalnya, pada komponen Daihatsu Sigra (artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra), Wintor, Konsep Parkir Pintar, dan sebagainya (Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif).

*         *         *
AROMA tanah yang wangi setelah hujan menyapa seluruh indera kami. Matahari terlihat sudah condong ke barat. Di sisi berlawanan, sang rembulan memancarkan sinarnya dengan memesona.

Yupz, usai diskusi hangat bersama Henry yang didampingi Kepala Departemen Perencanaan & Pengembangan YDBA Edison Monoarfa, sesi pun berlanjut. Kali ini, saya dan belasan blogger diajak untuk belajar melukis di kaos yang sudah disediakan salah satu binaan UKM YDBA.

Yaitu, Rini Iskandar yang menjual berbagai lukisan handmade menggunakan media T-Shirt. Wow... Sumpah, keren banget! Saya sampai tak percaya, bisa belajar melukis di sehelai kaos setelah sejak SD silam mencoret-coret di balik buku tulis.

Sebagai informasi, Rini merupakan pemilik dari Painting on T-Shirt (POT) yang sudah lama dibina YDBA. Selain POT, banyak UKM dan UMKM yang mendapat binaan YDBA. Itu karena dalam 37 tahun ini, YDBA jadi salah satu representasi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi sejak enam dekade ini.

Beberapa pencapaian YDBA di antaranya:

- Sudah membina 10.112 mitra UKM
- 65.158 tenaga kerja
- 101 UKM Mandiri
- 701 Alumni Porgram Pemuda Putus Sekolah
- Mendirikan 17 LPB (Lembaga Pengembangan Bisnis)
- Mendirikan 10 LKM (Lembaga Keuangan Mikro)
- Mendirikan 11 Sektor Unggulan Terbentuk

Seiring dengan perkembangan teknologi, YDBA juga membangun ekosistem untuk menjawab tantangan zaman yang bergerak ke arah digital. Pada tahap awal, YDBA berusah memindahkan kegiatan pembinaan yang semula hanya diakses secara offline ke dunia online.

"Sekarang, jika ingin mempelajari terkait UKM, bisa mengaksesnya secara digital. Yaitu, pada laman www.HebatnyaUKM.org. Di portal ini, ada berbagai tips ringan terkait dunia wirausaha yang berguna untuk diterapkan dalam menjalankan usaha," Edison, menerangkan.

YDBA meluncurkan Digital Ecosystem itu pada 10 Juli lalu (Artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org). Saat itu, YDBA juga menampilkan sharing session kepada khalayak ramai dengan mengundang tiga narasumber.

Yaitu, Fida Heyder yang merupakan Head of SMB Marketing Google Indonesia, Rieke Caroline (CEO BuatKontrak.com), dan Leony Agus Setiawati (pemilik CV Azkasyah yang mendapat binaan YDBA).

Yang pasti, dalam menggandeng mitra UKM, yayasan tertua kedua Astra ini selalu berpegang pada analogi telur. Yaitu, pembinaan yang dilakukan YDBA berusaha untuk memecahkan telur tersebut dari dalam, sehingga menghasilkan seekor ayam. Alias, bukan memecahkan telur tersebut dari luar yang akhirnya hanya menghasilkan telur dadar.

Yupz, saya setuju dengan perumpamaan ini. Sukses untuk Astra dan YDBA!***

*         *         *
Sesi perkenalan rekan blogger Timothy W. Pawiro dalam gathering yang dipandu
PR YDBA Agustin Pradhana

*         *         *
Sambutan Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjadja

*         *         *
Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan YDBA Edison Monoarfa

*         *         *
Tanya jawab rekan blogger dengan perwakilan YDBA

*         *         *
Pembacaan puisi dari Henry yang pada 2010 silam menerbitkan buku berjudul
Celebrating the Moment

*         *         *
Semangat rekan-rekan blogger untuk belajar melukis di kaos yang dibimbing
Rini Iskandar selaku pemilik Painting On T-Shirt (POT)

*         *         *
Saya belajar melukis di kaos yang jadi pengalaman perdana dalam lebih dari
seperempat abad hidup ini

*         *         *
Rekan blogger Gaper Fadli melukis sketsa HUT ke-60 Astra

*         *         *
Antusiasme rekan-rekan blogger untuk belajar melukis dengan media kaos

*         *         *
Yeeee, jadi! Hasil coretan saya dengan tema optimisme malam tahun baru
menyambut Asian Games 2018

*         *         *
Foto bersama blogger, YDBA, dan mitra UKM

*         *         *

Artikel YDBA Sebelumnya:
7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra

Artikel Astra Group Sebelumnya:
Astra Sponsori Asian Games 2018

*          *         *
- Jakarta, 22 Desember 2017

Selasa, 19 Desember 2017

gTunes Manjakan Penggemar Musik Indie di Tanah Air


Peluncuran gTunes di Auditorium Indosat, Senin (18/12)
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)

MUSIK bagi saya bukan sekadar lagu. Melainkan, sahabat untuk menemani aktivitas di mana pun dan kapan pun. Yupz, kecuali sedang mengendarai sepeda motor, saya selalu menyetel musik setiap harinya. Baik itu secara digital, konvensional, atau via radio.

Pun dengan genrenya. Saya hampir menyukai semua. Entah itu rock, alternatif, pop, dangdut, hingga melayu. Yupz, bagi saya, musik itu universal. Berkat musik pula, saya jadi berteman dengan beberapa orang hebat, termasuk di kalangan blogger.

Itu mengapa, saya sangat antusias menyambut kehadiran gTunes. Yaitu, aplikasi yang jadi wadah bagi penggemar musisi indie. Mengenai indie, saya jadi teringat ketika masih merasakan bangku sekolah dulu. Dulu.... Dulu banget malah.

Yupz, siapa yang tidak mengenal Pas Band? Nah, sejak masih kecil, saya sudah sering mendengar Yukkie Patton dan kawan-kawan. Mereka dikenal sebagai salah satu musisi indie di Indonesia. Sejak album Four Through The Sap, saya jadi mengenal lebih jauh tentang musisi indie.

Termasuk, Puppen, Pure Saturday, hingga Mocca. Pada zaman baheula itu, saya harus rela tidak jajan beberapa hari di sekolah demi membeli album mereka.

Namun, pada era modern kini, saya tidak perlu menyisihkan uang lagi untuk mendengarkan berbagai lagu-lagu dari band indie. Melainkan, cukup berlangganan gTunes yang bayarnya via pulsa IM3 Ooredoo. Kebetulan, saya pengguna operator seluler yang identik dengan warna kuning tersebut.

Jadi, saya cukup melakukan pesan singkat (SMS) ke 99224 untuk menikmati berbagai musisi indie di gTunes secara streaming. Demikian, fakta yang saya dapat usai menghadiri official launching gTunes di Auditorium Ooredoo Indosat, Senin (18/12).

Suatu kebanggaan bagi saya bisa jadi saksi peluncuran aplikasi dari PT Milenial Nusantara Citra bersama rekan-rekan blogger dan media lainnya.

"IM3 Ooredoo sangat mendukung keberadaan gTunes. Kami memang komitmen untuk memanjakan pelanggan dengan berbagai aplikasi musik. Kehadiran gTunes memberi nilai lebih bagi penggemar musik di Tanah Air," ujar Partnership Execution Manager IM3 Ooredoo Helmi Fadilah.

Yupz, saat ini gTunes eksklusif tersedia untuk pengguna IM3 Ooredoo. Ada tiga kategori bagi Anda yang ingin menikmatinya, yaitu:

3 Hari Rp 2.000 yang bisa dilakukan lewat SMS ke 99224 dari nomor IM3 Ooredoo dengan ketik REG (spasi) GT3
Mingguan Rp 5.000: Reg (spasi) GT7
Bulanan Rp 20.000: Reg (spasi) GT30

Tuh kan, harganya murah meriah! Cuma dengan mengeluarkan Rp 20.000, kita bisa mendengarkan berbagai musisi indie di Tanah Air sepuasnya lewat gTunes!

"Kehadiran gTunes ini untuk melengkapi minat masyarakat terhadap musik indie. Kita tahu, penggemar musik indie sangatlah banyak di Indonesia ini," kata Business Development gTunes Adinda Angelina Wirya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Radhini Aprilya. Musisi indie ini bisa dinikmati berbagai karyanya di gTunes. Baik itu lewat website-nya di www.gtunes.co.id atau via aplikasi google play.

Yang menarik, dalam aplikasi gTunes juga, ada fitur live chat dan karaoke bersama idola. Itu diungkapkan Chief Technology Officer gTunes Rangga Satrya dalam sesi diskusi.

"User bisa menikmati chat yang masuk akan langsung dijawab sang artis. Juga, dapat menonton exclusive jamming session live di gTunes. Ini paling menarik dan tentunya ditunggu-tunggu penggemar musik di Indonesia. Setiap bulan, berbagai lagu dan musisi akan selalu diupdate," Rangga, menambahkan.

Nah, keren kan! Bangga bisa menikmati berbagai lagu indie di aplikasi ini. Apalagi, gTunes merupakan aplikasi karya anak negeri. Saya sudah menikmatinya, bagaimana dengan kalian?


*        *        *
Foto bersama rekan blogger sebelum acara dimulai yang jadi ritual wajib :)

*        *        *
Partnership Execution Manager IM3 Ooredoo Helmi Fadilah bangga dengan
kehadiran gTunes

*        *        *
Business Development gTunes Adinda Angelina Wirya (tengah) mengungkapkan
kehadiran gTunes melengkapi minat masyarakat terhadap musik indie

*        *        *
Chief Technology Officer gTunes Rangga Satrya menyebut setiap bulan bakal
diupdate berbagai lagu dari musisi indie

*        *        *
Foto bersama dengan dua pemenang doorprize

*        *        *
Penampilan Radhini Aprilya yang sangat memesona

*        *        *
- Jakarta, 19 Desember 2017

Minggu, 17 Desember 2017

Kolaborasi Dell-Microsoft Edukasi Blogger untuk Selalu Gunakan yang Ori


Dari kiri ke kanan: Product Marketing Dell Indonesia William Hartoyo,
blogger tekno Ario Pratomo, dan Channel Executive Microsoft Indonesia Joni Lie
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)



SEBAGAI orang lapangan, bagi saya, laptop ibarat nyawa kedua. Bagaimana tidak, di mana pun dan kapan pun, komputer jinjing ini selalu ada di dalam tas saya. Bersanding dengan smartphone dan kamera yang merupakan senjata dalam beraktivitas.

Nah, memahami betapa pentingnya notebook, tentu saya tidak pernah main-main. Termasuk, dengan dalamannya. Berbagai software orisinal terbenam dalam laptop saya. Kendati harus merogoh kocek lumayan dalam, bagi saya itu tidak masalah. Secara, itu menyangkut hajat kehidupan.

*        *        *
SORE itu, langit ibu kota terlihat gelap. Matahari bersiap aplusan dengan sang rembulan untuk menunaikan tugasnya. Sambil membelah jalanan, saya memacu kendaraan menuju kawasan selatan Jakarta.

Tepatnya, di Tanamera Cuisine, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/12) untuk menghadiri acara yang diselenggarakan Dell Indonesia dan Microsoft Indonesia. Keberadaan saya pada event bertema #MaluKalauPalsu itu berkat informasi rekan blogger Timothy W Pawiro dari Blogger Perempuan Network.

Acara ini turut menghadirkan tiga narasumber yang berbagi informasi. Yaitu, Product Marketing Manager Dell Indonesia William Hartoyo, Channel Executive Microsoft Indonesia Joni Lie, dan blogger teknologi Ario Pratomo.

Bagi saya, diskusi ini sangat menarik. Itu karena mereka mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, Hartoyo yang mengungkapkan keberadaan Dell di Tanah Air.

"Kami menempati top five dalam market share di Indonesia. Dell di Tanah Air memiliki pasar yang luas, dari harga yang Rp 3 jutaan hingga premium," kata Hartoyo saat saya temui usai acara.

Dell sudah berada di Indonesia lebih dari 20 tahun silam. Mereka resmi bertransformasi dari perwakilan jadi perusahaan terbatas, yaitu PT Dell Indonesia, sejak 30 Juni 2015. Dell tidak hanya memasarkan laptop dan berbagai aksesoris lainnya. Namun juga software dan server yang terdapat dalam lini bisnisnya.

"Untuk marketnya kami sudah menyeluruh ke berbagai provinsi di Indonesia. Begitu juga dengan after sales, kami memiliki perwakilan di kota-kota besar di Tanah Air. Dalam setiap melepas produk, terutama laptop, kami selalu menyematkan software resmi. Misalnya, Windows 10 ini pada produk teranyar Dell," Hartoyo, menambahkan.

Dalam acara tersebut, Dell turut menghadirkan beberapa varian termutakhir. Termasuk, XPS 13 (9360) yang merupakan laptop pertama di dunia dengan layar InfinityEdge. Laptop ini memiliki desain yang memesona dengan kualitas dan material yang superior.

Selain seri XPS, Dell juga memasarkan seri Inspirion termasuk untuk gamers. Seluruh produk Dell sudah disematkan software asli. Sekaligus dalam rangka edukasi kepada masyarakat luas untuk beli yang asli.

Itu mengapa, Joni sangat mengapresiasi kolaborasi perusahaannya dengan Dell. Dalam presentasinya, Joni menekankan pentingnya produsen perangkat keras seperti laptop, PC, dan sebagainya, untuk menyematkan software orisinal.

Secara, dengan berbagai software asli itu akan memudahkan konsumen jika ada problem. Salah satunya terkait Windows yang orisinal akan selalu update.

"Menggunakan Windows ori akan menghindarkan konsumen dari ancaman virus. Misalnya, saat kita membuka website perbankan. Jika memakai yang bajakan, bisa-bisa data kita dicuri," ujar Joni.

*        *        *

APALAGI, sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Yaitu, pelanggaran Hak Kekayaaan Intelektual (HKI) adalah haram. Pemerintah Indonesia juga sudah membuat UU Hak Cipta No.28 16 Oktober 2014 tentang menjamin keamanan dan ketenangan dalam beraktivitas.

"Itu ada dalam lima keuntungan menggunakan software asli dibanding bajakan. Termasuk, meminimalkan risiko dari virus dan malware, bisa update, leluasa menggunakan semua fitur di piranti lunak, dan menjaga produk serta eifisiensi kerja," Joni, melanjutkan.

Joni juga merilis riset dari Microsoft Indonesia terkait pembajakan. Dalam datanya, 1 dari 3 PC akan kena malware. Sejak 2015, sudah ada 430 juta malware baru. Bahkan, untuk memperbaiki infeksi malware dibutuhkan 14,7 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 199 miliar).

Enam Ancaman Terbesar Pembajakan bagi Pengguna
1. Kehilangan data/file/informasi pribadi
2. Penipuan transaksi internet
3. Pencurian identitas (email, media sosial, dan akun bank)
4. Efek pada kinerja PC atau laptop
5. Waktu dan biaya untuk disinfeksi
6. Bisa jadi menginfeksi orang lain

Nah, untuk manfaat sofware asli, sebagai perlindungan, kehandalan, dan dukungan after sale. Jadi, jika pengguna menggunakan OS asli, ada windows defender. Seluruh piranti akan dimonitor Microsoft, jika ada malware bisa terdeteksi.

Saat ini Microsoft mengkampanyekan tagar #CariYangOri di media sosial sebagai bagian dari edukasi untuk masyarakat. Publik bisa mengaksesnya  pada laman www.cariyangori.com.

*        *        *
William Hartoyo memperkenalkan berbagai varian teranyar dari Dell 

*        *        *
Joni Lie membeberkan ancaman malware jika menggunakan software bajakan

*        *        *
Demonstrasi fitur Windows Inking pada salah satu perangkat Dell

*        *        *
Cukup alamat saja yang palsu, kalau Windows mah harus Ori!

*        *        *
Rekan blogger Dian Kelana bertanya dalam sesi diskusi

*        *        *
- Jakarta, 17 Desember 2017

Rabu, 13 Desember 2017

Radio sebagai Teman Setia dan Berbagi Informasi


Press Conference Radio Day pada 11 Desember lalu

"Di radio, aku dengar lagu kesayanganmu
Kutelepon di rumahmu sedang apa sayangku
Kuharap engkau mendengar
Dan katakan rindu..."

Demikian, lirik legendaris dari almarhum Gombloh yang populer  pada 1986 silam. Saya jadi teringat lagu itu ketika menyimak lini masa di twitter sepanjang Senin (11/12). Betapa tidak, saat itu pada pukul 07.45-08.00 WIB, masyarakat di Tanah Air, khususnya warga ibu kota tidak bisa mengakses radio.

Itu karena selama 15 menit, radio di DKI Jakarta serentak tidak mengudara. Tak heran jika tagar #RadioGueMati membahana. Bahkan, menjadi heboh ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut mencuit. "Emang enak nggak ada radio. Saya Joko Widodo, pendengar radio. Kalau kamu?" ujar Jokowi.

Setelah itu, netizen di seluruh nusantara pun kompak menyuarakan hashtag, #RadioGueGakMati. Kami berharap -karena saya salah satu yang mencuit sebagai pendengar- radio tidak padam. Ya, meski zaman telah berubah seiring perkembangan teknologi, porsi radio tetap tak tergantikan.

Kebetulan, di rumah saya sering mendengarkan radio via konvensional. Sementara, ketika di jalan, saya mendengarnya lewat smartphone. Apa pun itu sarananya, bagi saya radio merupakan kawan sejati di mana pun dan kapan pun.

Pasalnya, beda dengan mendengar musik atau layanan streaming lain yang hanya satu arah. Sementara, di radio, saya bisa mengengarkan lagu terbaru, terpopuler, hingga kenangan, sambil dipandu penyiar. Bahkan, ketika masih abg, saya sering menitip salam kepada seseorang lewat udara. Dan, yang tak kalah penting, radio jadi media saling berbagi informasi untuk mengetahui info lalu lintas.

Sayangnya, pemilik atau pengelola radio justru harus mati-matian mempertahankan eksistensinya. Maklum, dibanding televisi atau media cetak, radio hanya mendapat porsi iklan sekitar satu persen. Yupz, 1%!

Padahal, dalam riset Nielsen CMV & RAM Q3 2017, terdapat 62,3 juta pendengar radio di Tanah Air, dengan 41,9 juta terpusat di pulau Jawa. Untuk DKI Jakarta dan sekitarnya terdapat 9 juta pendengar.

Demikian, fakta yang saya ketahui usai menghadiri press conference Radio Day di Ayana Mid Plaza, Jakarta Pusat, sore harinya. Acara itu diikuti 37 radio di Jakarta yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).

Kehadiran saya berkat informasi founder Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB) Ani Berta bersama tiga rekan blogger lainnya, yaitu Haya Aliya Zaki, Tuty Queen, dan Teddy Rustandi. Sebagai blogger, jelas kami peduli dengan masa depan radio.

"Tujuan diadakan Radio Day ini untuk membuktikan, radio bukan media yang konvensional atau jadul. Radio merupakan media yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang hingga kini dibutuhkan pendengarnya, khususnya masyarakat di DKI Jakarta," ujar Ketua Umum PRSSNI DKI Jakarta M. Rafiq.

Faktanya, radio memang memiliki keunggulan sebagai media yang dapat menjangkau dan diakses lebih dari 29% populasi lintas generasi seperti halnya media TV. Community dan emotional engagment jadi kunci terus eksisnya radio sebagai media komunikasi di era digital seperti sekarang.

Ini yang menjadikan radio selalu dekat dengan pendengarnya lebih dari dua jam per hari. Saya pribadi mengakses radio secara rutin pada pagi hari dan menjelang tidur. Sementara, siang harinya, saya mendengarkan radio ketika sedang dalam perjalanan. Tujuannya, selain untuk menemani bertugas, juga menyimak info terkini terkait lalu lintas serta kejadian penting di ibu kota.

Nielsen merilis, komposisi pendengar radio di DKI Jakarta dan sekitarnya didominasi anak muda dengan persentase mencapai 56%. Para pendengar radio merupakan generasi yang mencinti musik, sport, coking, dan snakcing, serta pencintan kopi.

"Bagi saya, peran radio sangat tidak tergantikan. Saya merupakan penggemar setia radio. Bahkan, saya ikut menggunakan radio sebagai promosi berbagai film saya," ujar Wulan Guritno yang merupakan aktivis di dunia hiburan Tanah Air.

Pernyataan sama diungkapkan Category Manager ID Fuels Downstream Retail PT Shell Indonesia, Ratna Anggraini. Menurutnya, belanja iklan terbesar perusahaannya justru di radio, "Ya, mencapai 40-50 persen dari bujet kami."

Dalam kesempatan itu, Ratna mengakui, beriklan di radio sangat efektif. Sebab, mereka bisa memberi informasi rinci terkait produk-produknya kepada masyarakat lewat udara. "Buktinya, performa bisnis kami setiap tahun sangat baik. Itu berkat informasi yang tepat kepada customer kami yang juga pendengar setia radio," Ratna, melanjutkan.

Nah, saya Choirul Huda pendengar radio. Bagaimana dengan Anda? Yuk, saling berbagi pengalaman terkait radio pada kolom komentar di bawah ini!***


*        *        *
Ketua PRSSNI M. Rafiq (tengah)

*        *        *

Category Manager ID Fuels Downstream Retail PT Shell Indonesia, Ratna Anggraini

*        *        *
Diskusi terkait radio yang dilakukan rekan blogger Haya Aliya Zaki

*        *        *
Wulan Guritno menegaskan peran radio sangat tak tergantikan

*        *        *
Rekan blogger Tutty Queen dengan berbagai properti radio konvensional

*        *        *
Ketua INASGOC Erick Thohir yang juga wakil komisaris Mahaka Media yang
membawahi berbagai radio di Tanah Air

*        *        *
- Jakarta, 13 Desember 2017

Senin, 11 Desember 2017

Rp 1.000 Dapat Kuota 1GB? Ini Caranya






Dengan seribu rupiah bisa dapat apa hari gini? Beli gorengan atau ditukar permen paling mungkin, tapi beli paket internet 1GB? Apa bisa didapat dengan harga semurah itu?

Eiiit penasaran juga kan? Sama banget dengan saya waktu scrolling timeline socmed beberapa waktu lalu. Langsung kebayang dong sama teman-teman pekerja lapangan lainnya yang mobile sepanjang waktu. Mulai dari lihat berita terbaru di portal berita, browsing profil narasumber atau email-emailan masalah kerjaan. Wajar jika penawaran terjangkau ini disambut antusias. Siapa sih yang ngga pengen internetan maksimal dengan harga minimal?

Kebutuhan netizen ini rupanya dipahami oleh IM3 Ooredoo dengan menghadirkan  Yellow, Paket Internet terbaru dengan kuota 1GB yang dibanderol dengan harga  Rp1000 per hari. Wow! Harganya bahkan lebih murah dari biaya parkir saya pas liputan :D

Jika diluar sana terdapat banyak penawaran “kuota besar harga mahal” namun kuota sebenarnya terbagi-bagi (untuk dengerin music, nonton video bahkan nonton bola), Paket Yellow justru berisi 100% Kuota Utama. yang bebas kita pakai untuk apa saja. Mau streaming, upload ke timeline atau lainnya terserah kita

Menariknya lagi, kuota dapat digunakan kapan saja, 24 jam di semua jaringan, baik 2G, 3G hingga 4G. Solusi banget nih untuk mereka yang ingin eksis kapan saja di media social.

Jadi bagaimana cara mendapatkannya? Mudah kok, pelanggan Indosat Ooredoo hanya perlu mengaktifkan Paket Yellow 1GB dengan registrasi, ketik *123*111# dari HP. Belum jadi pengguna?

Duh sayang, coba deh langsung mampir ke outlet atau Gerai Indosat Ooredoo terdekat untuk dapatkan Kartu Perdana Yellow.



Ingin tahu lebih banyak mengenai Paket #Yellow1GB  yang menghadirkan 100% kuota utama tanpa tambahan yang tidak perlu? Bisa mampir ke http://im3ooredoo.com/yellow.

Ngga pake ribet dan bisa dibilang Yellow adalah paket internet dengan harga terbaik saat ini. Bahkan tersedia pilihan Paket Kuota 1GB untuk 3 atau 10 hari, bisa pilih sesuai kebutuhan kita

Menurut saya, Paket Yellow merupakan solusi bagi generasi muda terkini. Terutama bagi mereka yang ingin berhemat. Misalnya, pelajar, mahasiswa, atau anak kost, yang ingin meminimalkan anggaran bulanan. Dengan membeli Paket Yellow, bukan berarti mereka berlaku sangat irit.

Melainkan, justru cerdas. Sebab, mampu mengatur keuangan dengan baik. Wajar saja mengingat kuota 1GB utuh dinikmati seharian di semua jaringan.

Ini cerita saya tentang Yellow. Gimana? Tertarik mencoba? Atau bahkan sudah langsung aktifkan? Yuk share pengalamanmu di kolom komentar.

*       *       *
- Jakarta, 11 Desember 2017

Sabtu, 09 Desember 2017

Lebih Dekat dengan Vania dari Aswata


Staf Aswata mendemonstrasikan chat dengan Vania lewat Line
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


PERKEMBANGAN teknologi membuat setiap perusahaan harus tanggap. Yaitu, bereaksi dengan zaman yang kian modern demi memanjakan pelanggan dan menjaring konsumen anyar. Jika tidak, siap-siap saja akan tertinggal.

Ibarat nelayan di samudera dengan dua pilihan. Mengikuti arus untuk menjaring ikan atau melawan derasnya ombak yang bisa mengaramkan kapal.

Fakta itu disadari PT. Asuransi Wahana Tata (Aswata) yang bergerak di bidang asuransi sejak 1964. Pengalaman panjang untuk melayani masyarakat dalam 53 tahun terakhir ini membuat perusahaan asuransi umum swasta nasional selalu berinovasi.

Tujuannya jelas, demi menjalankan kepercayaan nasabah perorangan maupun korporasi dengan berbagai produk dan layanan asuransi umum. Baik itu secara konvensional atau syariah.

Teranyar, Aswata meluncurkan virtual assistant dengan nama unik, Vania. Yaitu, akronim dari Virtual Assistant Aswata yang merupakan chat based Artificial Intelligence.

Peresmian Vania diselenggarakan di Gedung Asuransi Wahana Tata, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/12). Kebetulan, saya turut hadir bersama puluhan blogger dan media nasional berkat informasi dari rekan blogger Ani Berta dari Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB).

Sebagai pribadi yang melek dengan perkembangan zaman dan memiliki minat terkait asuransi, bagi saya keberadaan Vania ini sangat menarik. Sebab, Vania dapat membantu nasabah atau calon nasabah dalam berinteraksi serta menjawab pertanyaan hingga proses penutupan polis asuransi umum.

Sekaligus, Aswata menjawab kebutuhan pasar yang kian modern. Yaitu, ketika kecepatan menjawab dan ketepatan serta update data dapat dilakukan secara online.

Bisa dipahami mengingat Vania yang hadir dalam sosok gadis cantik nan lincah dan cerdas serta mata yang memesona ini bakal menjawab semua pertanyaan lewat chat selama 24 jam!

Yupz, jadi, ketika saya butuh sesuatu terkait informasi atau update asuransi, saya tidak perlu menunggu lama seperti sebelumnya. Misalnya, berkirim surat elektronik (email), pesan singkat, atau telepon langsung.

Pasalnya, saya cukup melakukan chat dengan berteman di Line @Aswata, Facebook Messenger (Asuransi Wahana Tata), dan Telegram (@Aswata_bot).

"Kehadiran Vania merupakan jawaban Aswata untuk solusi kebutuhan asuransi umum bagi masyarakat digital," ujar Direktur Utama Aswata Christian W. Wanandi.

Nah, selain cepat dalam merespons via chat, Vania juga menyediakan bantuan untuk Emergency Roadside Assistance (ERA). Yaitu, pertanyaan seputar polis dan klaim, informasi seputar produk, dan jaringan kantor Aswata. Bahkan, informasi terkini mengenai info lalu lintasi hingga piawai meramalkan arti nama!

"Dengan Vania, nasabah yang mendapat banyak informasi secara update. Mulai dari pembelian asuransi yang sangat mudah, info produk, ERA, terkait polis, dan prosedur klaim, dan jaringan kantor Aswata di Tanah Air," kata Dept Head Information & Technology Aswata Rainier Kurniawan.

Aswata merupakan salah satu perusahaan asuransi umum terbesar di Indonesia dengan kekuatan permodalan yang solid. Itu ditunjang 1.200 karyawan pada 70 kantor yang tersebar di seluruh wilayah nusantara.

Dalam diskusi tersebut, Dept Head Marketing & Sales Retail HO Aswata Dewi Setiawati juga mengungkapkan fitur Vania bakal ditambahkan dalam beberapa waktu ke depan.

"Dalam riset kami, nasabah lebih suka berinteraksi lewat chat. Kenapa? Sebab, lebih praktis dan tidak perlu download lagi karena otomatis tersambung saat berteman. Namun, ada rencana ke depannya untuk membuat aplikasi untuk mobile," Setiawati menjawab pertanyaan Ani.

Nah, untuk mengenalkan Vania yang menyasar kepada generasi milenial, Aswata memberi kejutan istimewa. Yaitu, mereka membagikan polis asuransi kecelakaan diri/personal accident untuk masyarakat Indonesia secara gratis!

Itu meliputi jaminan meninggal dunia akibat kecelakaan atau cacat tetap senilai Rp 10 juta. Bagaimana caranya? Cukup berteman dengan Vania di Line dan media sosial lainnya.

"Ini sebagai bagian dari program Aswata untuk mengedukasi kepada generasi muda terkait asuransi. Caranya mudah, tinggal daftar saja di Vania dengan menggunakan kode voucher HOLIDAYAMAN," Wanandi. menjelaskan.

Nah, saya sudah mengenal dekat dengan Vania dari Aswata yang banyak memberi manfaat. Jika rekan blogger atau keluarga serta orang terdekat yang ingin mengetahui lebih lanjut bisa mendapatkan informasi terkait Vania di bawah ini:

Website: www.Aswata.co.id
Line@Aswata
Facebook Messenger: Asuransi Wahana Tata
Telegram@Aswata_bot
Twitter@Aswata
Instagram@Aswata_Id
Costumer Care: 1500 298

*         *         *
Direktur Utama Aswata Christian W. Wanandi menjelaskan terkait Vania

*         *         *
Dept Head Information & Technology Aswata Rainier Kurniawan membeberkan
berbagai fitur Vania

*         *         *
Dept Head Marketing & Sales Retail HO Aswata Dewi Setiawati menjawab
berbagai pertanyaan dari blogger dan media

*         *         *
Rekan blogger Ani Berta bertanya dalam sesi diskusi

*         *         *
Wanandi dan Rainier meresmikan fitur Vania yang diluncurkan di Gedung
Asuransi Wahana Tata di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/12)

*         *         *
Salah satu program edukasi Aswata untuk generasi milenial dengna membagikan
polis asuransi senilai Rp 10 juta

*         *         **         *         *
*         *         **         *         *

*         *         *
- Jakarta, 13 Desember 2017

Jumat, 08 Desember 2017

Astra Sponsori Asian Games 2018


Penandatanganan sponsorship INASGOC dengan Astra di Kantor Wakil Presiden


MENJADI Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. Demikian butir pertama dari Catur Dharma yang jadi filosofi PT Astra International Tbk (Astra). Yaitu, Astra tidak hanya sekadar perusahaan saja. Melainkan turut berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Sudah banyak yang dilakukan Astra untuk negeri ini. Kebetulan, sebagai blogger, saya mulai rutin menyimak perkembangan Astra sejak 2016 lalu. Dalam periode itu, saya menyaksikan, betapa Astra benar-benar komitmen menjalankan Catur Dharma yang jadi filosofi perusahaan.


Teranyar, Astra jadi sponsor utama Asian Games 2018 bersama delapan perusahaan nasional lainnya. Penandatanganan dilakukan Chief of Corporate Communication, Social Responsibility and Security Astra Pongki Pamungkas bersama Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) Erick Thohir di Kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Peresmian nota kesepahaman itu disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman, dan pejabat terkait.

"Penandatanganan kerja sama sponsorhip ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan optimal dari kalangan badan usaha. Baik nasional, swasta, dan bisnis internasional terhadap kesuksesan Asian Games 2018," kata Erick dalam sambutannya.

Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ini kali kedua Indonesia jadi tuan rumah setelah 1962 silam. Dukungan berbagai perusahaan untuk jadi sponsor, termasuk Astra, diapresiasi wapres.

JK bangga dengan Astra yang pada 20 Februari lalu genap 60 tahun ini sangat komitmen. Itu sesuai dengan Catur Dharma yang jadi filosofi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi selama enam dekade ini.

"Karena kita ingin nanti, ketika lagu Indonesia Raya berkumandang, di belakangnya ada banner perusahaan nasional. Mobilnya (saat Asian Games 2018 berlangsung) dari Astra," ujar Kalla sambil mengungkapkan nominal sponsor berbagai perusahaan itu mencapai 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 760 miliar

Ya, sebagai sponsor yang sudah mengeluarkan puluhan miliar, Astra tentu akan mendapat benefit saat Asian Games 2018. Baik itu sebelum, saat acara berlangsung, hingga sesudahnya.

Misalnya, pada papan elektronik di berbagai posisi seperti sisi lapangan serta belakang podium saat pengalungan medali. Akan ada banner PT Astra International Tbk yang jadi latar ketika atlet merayakan keberhasilannya meraih juara.

Juga, Astra bisa menampilkan logo Asian Games 2018 pada berbagai produknya atau saat kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Bisa dipahami mengingat Astra memiliki tujuh sektor usaha. Itu meliputi:
- Otomotif
- Jasa keuangan
- Alat berat dan pertambangan
- Agribisnis
- Infrastruktur, logistik, dan lainnya
- Teknologi informasi
- Properti

Sementara, untuk CSR, Astra memiliki sembilan yayasan, yaitu:
- Yayasan Toyota & Astra (YTA) didirikan pada 1974
- Yayasan Dharma Bhakti Astra (DYBA) 1980
- Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) 1995
- Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) 1995
- Yayasan Amaliah Astra (YAA) 2001
- Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKB UT) 2008
- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) 2009
- Yayasan Astra Agro Lestari (YAAL) 2010
- Yayasan Insan Mulia Pamapersada Nusantara (PAMA) 2014

Berbagai benefit yang didapat Astra sebagai sponsor Asian Games 2018 ini sangat menarik. Sebab, pesta olahraga terbesar kedua di kolong langit setelah Olimpiade ini tidak hanya dihadiri negara-negara Asia saja. Melainkan juga dari penjuru dunia.



Asian Games 2018 ini jadi sarana bagi Astra untuk mengenalkan produk, jasa, dan yayasannya kepada dunia internasional. Maklum, saat Asian Games 2018 berlangsung, Indonesia akan kedatangan berbagai tamu dari ratusan negara selain Asia.

Yaitu, dari benua Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Oseania, dan Eropa. Baik itu, penonton, atlet, dan pelatih. Sebab, Asian Games 2018 dijadikan sebagian atlet dari negara non Asia itu untuk pemanasan jelang Olimpiade 2020.

Yang pasti, keberadaan Astra sebagai sponsor utama turut membantu pemerintah. Maklum, biaya untuk menggelar Asian Games 2018 ini mencapai triliunan rupiah. Itu mengapa, peran sponsor termasuk Astra sangat memberi dampak yang signifikan bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pesta olarhaga terbesar di Asia ini. Sekaligus, Astra melanjutkan komitmen untuk berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

*          *         *
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik peran sponsor,
termasuk Astra dalam mensukseskan Asian Games 2018

*          *         *
Ketua INASGOC Erick Thohir bersama Chief of Corporate, Social Responsibility
and Security Astra Pongki Pamungkas usai peresmian nota kesepahaman
yang disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi,
dan Ketua KONI Tono Suratman

*          *         *



Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*          *         *
- Jakarta, 12 Desember 2018