TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Kota Roma Tidak Dibangun dalam Semalam

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Kamis, 24 November 2016

Kota Roma Tidak Dibangun dalam Semalam



Keberhasilan Shintaries dalam ngeblog tidak diraih dalam waktu singkat

KOTA Roma tidak dibangun dalam semalam. Demikian adagium lawas yang populer sejak abad pertengahan yang diterjemahkan dari frasa Prancis, "Rome ne s'est pas faite en un jour" (Sumber: www.dictionary.com dan www.linternaute.com).

Tepatnya, sebagai analogi untuk merefleksikan kesuksesan individu atau grup. Bahwa, untuk meraih prestasi, tidak bisa dilakukan dengan singkat. Melainkan harus butuh perjuangan yang kadang berdarah-darah hingga meneteskan air mata.

Di dunia olahraga, contohnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang meraih emas pada Olimpiade Rio 2016. Mungkin, kita melihat keberhasilannya itu diraih hanya pada final cabang bulutangkis yang berlangsung kurang dari tiga jam. Namun, sejatinya proses menuju juara sangatlah panjang.

Kebetulan, saya mengetahui bagaimana perjuangan langsung Owi dan Butet -julukan keduanya- sejak 2012 silam. Ya, mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpade yang berlangsung 5-21 Agustus itu dari empat tahun sebelumnya!

Dalam periode itu, keduanya konsisten berlatih, berlatih, dan berlatih baik di pelatnas Cipayung atau tempat lainnya. Kegagalan dalam bertanding di berbagai ajang merupakan santapan sehari-hari mereka. Jungkir-balik, jatuh-bangun, lompat beberapa meter hingga terjerembab di depan net merupakan pemandangan yang lumrah dari Owi dan Butet.

Namun, pada akhirnya, kerja keras mereka membuahkan hasil. Bahkan, sangat dramatis, karena medali emas yang diraih bertepatan dengan HUT RI ke-71 yang jadi kado terindah negeri ini. Itu mengapa, saya sangat percaya dengan pepatah dari masa lampau, "Hasil tidak pernah mengkhianati proses".

*        *        *
PAGI itu, langit ibu kota masih mendung. Ditemani dua eksemplar koran umum dan olahraga bersama secangkir kopi hitam yang pahit -karena dalam hidup itu jauh lebih pahit tapi harus dinikmati- saya menikmati suasana tersebut di beranda rumah.

Karena koran sudah selesai dibaca, saya iseng membuka ponsel untuk mengecek notifikasi di sosial media. Kebetulan, sebagai orang lapangan, saya memang tidak begitu update dengan perkembangan sosial media. Hanya sesekali buka jika ada waktu luang atau ketika sedang mengikuti event.

Sekilas tidak ada yang begitu menarik dari lini masa yang saya ikuti. Mayoritas tentang Pilkada. Ah, bagi saya untuk ikut serta dalam debat seperti itu sangat tidak produktif. Alias, saya lebih memilih untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dibanding harus debat kusir di dunia maya untuk menjagokan si A, B, atau C.

Etapi, tunggu. Tiba-tiba saya terhenyak melihat "curhat" dari rekan blogger yang baru saja memenangkan lomba berhadiah jalan-jalan ke luar kota. Bukan soal ceritanya yang membuat saya terpikat. Melainkan, karena di balik kisahnya yang menurut saya berdarah-darah layaknya Owi dan Butet.

"Kamuh-kamuh ngga tau kan, saya ngga tidur karena ngerjain video malemnya setelah ambil gambar." Demikian, kalimat pamungkas dari Shintaries Nijerinda Mirantaura. Sekilas biasa saja dengan bernada curcol. Tapi, kalau ditelisik lebih lanjut, ada pesan tersirat yang sangat mendalam.

Bahwa, untuk bisa menang pada lomba tersebut, wanita kelahiran 1984 ini harus berjuang dengan ekstra keras. Mulai dari reportase langsung ke lokasi yang dituju, interview dengan pemilik restoran, hingga membuat video. Malam harinya, Shintaries bahkan tidak langsung tidur.

Melainkan harus berkutat dengan layar laptopnya untuk menulis dan mengedit video. Pada akhirnya, pengorbanannya itu terbayar lunas. Sebab, untuk kali pertama dalam hidupnya, wanita berbintang Aries ini bisa menginjakkan kaki di Sulawesi Utara. Ya, selalu ada pelangi yang indah setelah badai.

*        *        *
SAYA kali pertama mengenalnya pada 10 Januari 2015 lalu ketika mengikuti workshop Fun Blogging 3 di Gedung Cyber, Jakarta Selatan. Saat itu, Shintaries bersama Ani Berta dan Haya Aliya Zaki jadi pembicara. Acara bertema "Dari Hobi Menjadi Profesi" itu juga merupakan titik tolak saya di dunia blog.

Sebab, Fun Blogging benar-benar membuka cakrawala baru saya untuk mengenal lebih jauh tentang blogger. Tak heran jika sejak itu, saya kerap mengikuti berbagai acara blogger bersama Shintaries dan Haya. Pengecualian untuk Ani yang memang sudah saya kenal sejak 2011 lalu.

"Yang orang tau hasilnya doang^^. Dia mana tau usaha orang kaya apa :D," demikian Shintaries membeberkan rahasianya yang tidak diraih hanya dalam sekejap.

Kebetulan, nyaris dalam dua tahun ini, saya mengenal wanita bershio Tikus itu sebagai salah satu blogger yang sangat totalitas. Bahkan, harus diakui jika dirinya salah satu mentor yang menginspirasi saya di dunia ngeblog. Itu bisa dilihat dari portofolionya dengan Shintaries memiliki berbagai blog personal.

Mulai dari www.shintaries.com, www.shintaries.co, www.shintaries.info, www.shintariesnijerinda.com, dan sebagainya (saya lupa). Belum termasuk mengurusi situs yang dikelola bersama rekan-rekannya seperti www.funblogging.web.id, www.bloggerperempuan.com, www.bpnetwork.id, dan www.idcorners.com.

Kadang, saya bingung melihat banyaknya blog tersebut yang hebatnya diurus Shintaries dengan konsisten. Maklum, saya saja yang hanya punya satu blog personal ini (www.roelly87.com), yang itu pun jarang keurus. Alias, baru bisa diisi tengah malam atau dini hari WIB seusai pulang kerja.

"Kalo gue emang total ngeblog, (tentu) selain ngurus keluarga. Ya, di bawa enjoy aja. Toh berkat ngeblog, kan asyik gue bisa jalan-jalan gretong (gratis)," tutur Shintaries kepada saya dalam suatu acara.

Ya, totalitasnya itu tak heran membuat ibu dari dua anak ini kerap dipercaya sebagai narasumber di media atau  brand ambassador dari suatu produk. Bahkan, dalam catatan saya sejak 2015, berkat kesungguhannya itu, Shintaries kerap juara dalam bebragai kompetisi.

"Lomba blog itu adalah tentang bagaimana menyampaikan gagasan dan ide dasar yang beda ama yang lain. Kalo ngga gitu, gimana caranya eikeh kemaren bisa ke Lombok di antara 13rb tulisan dari peserta," wanita kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur ini memberi kiat untuk berkompetisi di dunia blog.

Shintaries menutupnya dengan sempurna sekaligus sebagai motivasi untuk rekan blogger lainnya, "Saking sukanya jalan-jalan, saya sampai berniat resign dari kantor tiga tahun lalu. Mikirnya cuma satu, kapan lagi sih bisa punya waktu yang lebih bebas dan fleksibel pergi kemana aja. Tapi, agak riskan kalau saya keluar pekerjaan gitu aja dan ngga ada penghasilan. Walaupun sudah menabung, tapi tetap harus berjaga-jaga dong. Apalagi saya tipe yang mandiri dan tidak terlalu bergantung sama orang lain. Dan pada akhirnya, memantapkan keluar dari pekerjaan adalah sesuatu yang saya syukuri sampai hari ini."

Ya, kota Roma memang tidak dibangun dalam semalam
.***

*        *        *
Saat sharing info di Fun Blogging Session 3

*        *        *
Juara livetweet makanan asal Jepang

*        *        *
Jadi narasumber aplikasi mobile

*        *        *
Superaktif dan totalitas

*        *        *
Narasumber salah satu stasiun tv

*        *        *
Hasil tidak pernah mengkhianati proses

*        *        *
Selalu update dan men-tweet info ketika mengikuti acara

*        *        *
Dari hobi jadi profesi

*        *        *
Berkat ngeblog, bisa jalan-jalan ke berbagai daerah, termasuk di Bali, September lalu

*        *        *
Ngeblog dijalani dengan menyenangkan dan bukan sebagai beban 
*        *        *
Artikel tentang Blogger sebelumnya:
- Krishna Murti
- Kumpulan Emak Blogger
- Edu Krisnadefa
- Christie Damayanti
- Tiga Dara Blogger
- Thamrin Dahlan
-
Vema Syafei
Hazmi Srondol
Aulia Gurdi

Resensi Buku dari Blogger sebelumnya
Evrina Budiastuti
Thamrin Dahlan
Ika Noorharini

*        *        *
- Jakarta, 24 November

4 komentar:

  1. Benar sekaliii...


    Peradaban besar di dunia ini pun tidak dibangun dalam semalam, apalagi sekejap mata hehe

    BalasHapus
  2. Bener banget, makanya kalo kita pengin sukses, gak mungkin bisa diraih hanya dalam waktu singkat

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, karena semua itu butuh proses kan? ,,,

      Hapus
  3. Wah..akhirnya ketemu juga yang dicari..sangat bermanfaat kak..makasih infonya kak..kapan" balik lagi buat referensi..hhh

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)