TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Oktober 2019

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Jumat, 11 Oktober 2019

Ada WELMA di IKF BCA 2019







INDONESIA Knowledge Forum (IKF) VIII - 2019 kembali diselenggarakan pada 8 dan 9 Oktober lalu di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta Selatan. Tahun ini memasuki edisi kedelapan yang kembali didukung penuh Bank Central Asia (BCA).

Tepatnya, lewat BCA Learning Service (Yayasan Bakti BCA) yang melanjutkan komitmennya dalam berbagi pengetahuan dan inspirasi demi kemajuan dunia usaha dan masyarakat Indonesia. IKF BCA 2019 ini mengangkat tema "Nurturing Mindset for the Next Era of Capital Culture".

Salah satu Pesta Akbar Pengetahuan terbesar di Tanah Air ini diharapkan dapat jadi One Stop Knowledge Solution bagi setiap organisasi yang membutuhkan pengetahuan untuk diterapkan dalam organisasinya.

Itu karena forum ini menghadirkan lebih dari 32 pembicara inspiratif. Juga dilengkapi dengan serangkaian expo dan exhibition yang diikuti exhibitor penyedia pengetahuan dan teknologi.

Sebagai blogger sekaligus jurnalis olahraga yang jadi bagian dari masyarakat umum
, tentu saya enggan ketinggalan untuk menyimak rangkaian acara yang menambah wawasan dan inspirasi ini. 

Apalagi, mengingat beberapa pembicara sudah saya kenal, misalnya dari dunia olahraga ada Founder & CEO of PT Deteksi Basket Lintas Indonesia serta Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda dan CEO Bali United Yabes Tanuri.

Sementara, untuk travel dan blogger ada Riyanni Djangkaru dan Trinity. Untuk perbankan, diwakili Presiden Direktur PT BCA Tbk Jahja Setiaatmadja. Dalam kesempatan itu, BCA juga meluncurkan aplikasi mobile, WELMA. Tujuannya, demi memudahkan masyarakat dalam membeli produk investasi seperti reksa dana, obligasi, dan edukasi asuransi.

Kebetulan
, saya tidak asing dengan BCA Maklum, saya jadi nasabah sejak 1998 silam. Alias, ketika masih kanak-kanak hingga kini rekan seangkatan sudah banyak yang punya anak. Terlebih, saya sangat terbantu dengan berbagai produk dan program yang dikeluarkan bank terbesar di Tanah Air ini.

Apalagi
, mengingat BCA sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Bank yang berdiri sejak 21 Februari 1957 ini selalu mendukung berbagai event atau inovasi yang melibatkan anak bangsa. Mulai dari wayang, batik, tenun ikat, Liga Mahasiswa, hingga Indonesia Open.

Nah, WELMA yang merupakan dari akronim Aplikasi Wealth Management BCA ini kian memudahkan masyarakat Indonesia, khususnya nasabah BCA yang menggunakan aplikasi ini untuk membeli atau menjual produk investasinya. Juga untuk memantau portofolio investasi dan mencari informasi produk asuransi dengan mudah, aman, dan nyaman.

Bagi saya, ini menarik. Terutama, mengingat dalam beberapa tahun terakhir saya mencoba untuk belajar terkait reksa dana. Dengan WELMA bisa membuat saya lebih terpacu lagi untuk mengakrabkan diri dengan reksa dana. Apalagi, aplikasi ini terkoneksi dengan status saya sebagai nasabah BCA yang cukup mengaksesnya lewat satu id.

"Penyelenggaraan IKF ini sudah BCA gaungkan untuk yang kedelapan kali. Tidak hanya sekadar memberikan wawasan, tapi juga mendorong inovasi dan kreativitas para pelaku usaha agar terus semangat berinovasi. Khususnya, generasi muda demi menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah era revolusi industri 40," kata Jahja, dalam sambutannya, Selasa (8/10).

Peluncuran WELMA bersamaan dengan IKF 2019 ini merupakan bagian dari dukungan BCA terhadap program pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus menggalakkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI Revisit 2017) guna mengedukasi dan mewujudkan indeks literasi keuangna yang tinggi dari masyarakat Indonesia
. 

Sehingga, dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan. Bisa dipahami mengingat sebagai perbankan swasta andalan masyarakat, BCA ingin terus mendukung program pemerintah dalam rangka edukasi literasi keuangan.

"BCA juga mencermati pentingnya investasi bagi anak muda khususnya. Itu mengapa, kami tergerak untuk berinovasi dalam menciptakan aplikasi berbasis digital untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan investasi. Hal ini diwujudkan secara nyata dalam peluncuran WELMA, aplikasi Wealth Management untuk berinvestasi," Jahja, menambahkan.

Aplikasi ini bisa diunduh langsung secara gratis
. Saya yang menggunakan ponsel berbasis Android dapat menginstalnya pada Google Play Store. Setelah registrasi, tinggal menghubungkannya dengan nomor kartu ATM BCA agar bisa terkoneksi.

Di WELMA ini, kita juga dapat melakukan perbandingan produk investasi. Ini menarik, bagi Anda yang sedang belajar reksa dana dan obligasi serta ingin mengetahui lebih dalam tentang dunia asuransi. 

Yupz, dengan WELMA dari BCA, kini kita bisa mengenal semuanya dalam satu genggaman!***


*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *
Artikel Terkait BCA
BCA Terima Penghargaan MURI atas Gerakan Berbagi Buku untuk Indonesia
- Jakarta, 11 Oktober 2019

Jumat, 04 Oktober 2019

Claudio Marchisio dan Babak Baru Dimulai


Saya foto bersama Claudio Marchisio usai wawancara saat Juventus
mengunjungi Tanah Air pada 2014 silam
(Foto: Harian TopSkor)

DI kolong langit ini tiada yang abadi. Ada yang datang, sudah pasti (harus) ada yang pergi. Pun demikian dalam sepak bola.

Bintang baru bermunculan
. Sementara, yang tersisa seperti terengah-engah. Kendati, ada beberapa yang coba bertahan. Hanya, itu perbandingannya jomplang.

Sementara
, yang memudar justru bejibun...

Penggemar Seri A
, terutama fan Juventus, gempar pada Kamis (3/10). Itu terkait keputusan Claudio Marchisio untuk gantung sepatu. Ya, bagi saya, Anda, atau kalian yang merupakan Juventini -julukan fan Juventus- tentu tidak asing dengan pria kelahiran 19 Januari 1986 tersebut.

Marchisio jadi salah satu simbol Juventus pada dekade ini
. Bahkan, disebut sebagai penerus Alessandro Del Piero. Apalagi, mengingat Marchisio merupakan jebolan asli akademi Juventus. Di sisi lain, Del Piero direkrut dari Padova pada 1993 yang bertahan dengan I Bianconeri hingga 2012 silam.

Nah, sejak Del Piero hijrah ke Sydney FC, Marchisio secara tidak langsung didapuk sebagai penerusnya. Fan menjulukinyaIl Principino alias sang pangeran kecil. Wajar saja mengingat Marchisio berseragam Juventus sejak 2005 hingga 2018 silam.

Dalam periode itu, dia hanya sekali disekolahkan ke ke Empoli pada 2007/08. Karena satu hal, dua musim lalu, Marchisio memutuskan hengkang dari Juventus. Zenit Saint Petersburg yang berkiprah di Liga Primer Rusia jadi pelabuhan berikutnya. Sempat tampil dalam 15 pertandingan, akhirnya 1 Juli lalu, Marchisio mengakhiri kontraknya.

Saat ini, usianya baru 33 tahun. Di Italia, usia tersebut masih tergolong produktif. Apalagi, mengingat posisinya sebagai gelandang. Sebagai catatan, Del Piero (striker) masih berseragam Juventus hingga 38 tahun. Pun demikian dengan legenda hidup AS Roma, Francesco Totti yang mencapai 41 tahun.

Namun, keputusan Marchisio sudah bulat. Sebagai fan, tentu saya sangat menghormati apa pun pilihannya. Kendati, harus diakui merasa kehilangannya. Maklum, Marchisio memegang peranan penting dalam kebangkitan Juventus usai calciopoli. Termasuk, berkontribusi atas tujuh scudetti serta dua kali ke final Liga Champions.

*          *          *

APALAGI, saya memiliki kesan khusus terhadapnya. Ya, Marchisio sangat ramah saat diwawancarai ketika Juventus tur di Indonesia pada 2014 silam. 

Terlebih, pertemuan itu sangat eksklusif mengingat saya ditugaskan kantor, Harian TopSkor khusus untuk menyambut skuat Juventus. Selain dirinya, saya juga berkesempatan mewawancarai Andrea Pirlo dan Giorgio Chiellini.

Sepanjang 30 menit, Marchisio bertutur dengan lugas terkait pengalamannya bersama Juventus dan tim nasional (timnas) Italia. Sebagai catatan, Marchisio punya penyesalan akibat gagal memberikan gelar untuk Gli Azzurri. Pencapaian terbaiknya menembus final Piala Eropa 2012.

Pun demikan bersama Juventus yang harus puas jadi runner-up Liga Champions 2014
/15 dan 2016/17. Namun, apa pun itu, Marchisio sudah melakukan yang terbaik. 

Kini, tersiar kabar dia bakal masuk dalam jajaran direktur Juventus. Rumor juga berembus, Marchisio siap mengambil lisensi kepelatihan.

Apa pun itu, Marchisio siap membuka lembaran baru setelah kariernya sebagai pemain tuntas. Ciao, Il Principino!

Simak wawancara eksklusif Claudio Marchisio dengan Harian TopSkor saat Juventus tur pada 2014
https://s.id/MarchisioPanas

*          *          *
- Jakarta, 4 Oktober 2019