TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Wawancara Eksklusif Erick Thohir: Saya Percaya Loyalitas Dua Arah

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Sabtu, 18 Oktober 2014

Wawancara Eksklusif Erick Thohir: Saya Percaya Loyalitas Dua Arah

Presiden FC Internazionale, Erick Thohir dengan latar koran TopSkor


JAKARTA – Tidak ada perubahan dalam diri Erick Thohir sejak didaulat sebagai Presiden FC internazionale. Penampilannya tetap low profile dan murah senyum. Saat masuk ruangan, justru Erick menghampiri lebih dulu. “Halo apa kabar? Saya masih ingat Anda sewaktu di London, liputan Olimpiade 2012 kan?” demikian ia menyapa TopSkor.

Erick memang chief de mission kontingen Indonesia di Olimpiade London. Meski di bawah kendalinya Indonesia gagal mempertahankan tradisi emas, rupanya Erick tetap memiliki kenangan terhadap London. Lihat saja  setahun berikutnya, negosiasi membeli Inter banyak dilakukan di kota tersebut. Berikut wawancara TopSkor dengan Erick di Rick's Cafe, Jakarta Selatan (11/1):

Anda sudah fasih berbahasa Italia?

Ooo belum (tersenyum), masih harus belajar. Ini lagi cari guru. Tapi saya sudah punya kamus bahasa Italia.

Sudah berpa kali ke Milan sejak jadi presiden klub?

Berapa ya… antara tujuh atau delapan kali. Pastinya setiap akhir bulan saya ke Milan.

Apa karena tuntutan presiden klub harus selalu mendampingi tim?

Oh tidak. Begini ya, dalam klub itu kan sudah ada struktur. Seperti pelatih, direktur olahraga, direktur pemasaran, direktur keungan, dan lain-lain. Bagi saya, presiden klub lebih memberi perencanaan utama strategi bisnis, memastikan semua visi dan misi diimplemantasikan secara maksimal. Tiap akhir bulan saya cek. Setiap hari juga berkomunikasi dengan manajemen.

Masih saja ada kekhawatiran publik Italia saat klub dikuasai asing…

Mungkin bagi sebagian orang di Italia memang sperti itu. Sebenarnya saya sama saja dengan James Pallott di AS Roma. Meski, mungkin Pallotta masih punya darah Italia.

Anda ingin meniru gaya Pallotta?

Bisa ya, bisa tidak. Sekarang Roma ada di papan atas karena investasi yang dilakukan Pallotta dalam dua sampai tiga musim terakhir. Dalam periode itu, mereka hanya melakukan jual-beli pemain.

Ini berarti Anda ingin mengatakan semua pihak harus bersabar menanti Inter?

Jelasnya memang begitu. Merangcang bisnis tidak bisa satu atau dua bulan sudah jadi. Butuh waktu, apalagi konsep yang saya inginkan seperti kebanyakan klub di Amerika Serikat. Mereka sudah banyak rencana demi mencapai titik seimbang antara klub yang sehat dan prestasi maksimal.

Kurang lebih dua bulan memimpin Inter, Anda merasa klub sudah di jalur benar?

Ya, Inter baik-baik saja. Saya menaruh kepercayaan terhadap manajemen. Situasinya sama seperti di DC United (klub Erick lainnya di Major League Soccer AS). Tapi saya kembali meyakinkan kalau Inter butuh waktu. Kemudian, semua harus tahu ini masih masa transisi, banyak aspek yang harus dikompromikan dan dimaklumi. Kami juga ingin membuka pasar global lebih maksimal.

Sebenarnya, klub sehat menurut Anda itu apa?

Ingat, klub sehat tidak selalu bicara finansial. Struktur klub dari presiden hingga suporter juga harus kuat. Namun, menurut saya Inte sudah benar. Punya sejarah besar dan pemain terbaik. Kami hanya butuh konsistensi.

Sejujurnya Anda memang ingin jadi Presiden Inter?

Tidak, tepikir saja tidak. Dalam negosiasi membeli Inter saya ingin fokus dalam manajemen, jangan jadi simbol klub (presiden). Namun, Massimo Moratti meyakinkan saya bisa jadi presiden dan CEO Inter.

Singkatnya, bursa transfer musim dingin Januari ini tidak akan ada pemain bintang yang datang?

Saya tidak bisa mengatakan begitu. Semua kesempatan saya buka, tapi mungkin disalah artikan banyak media Italia. Pelatih, direktur olahraga, dan personel urusan transfer terus bekerja. Mereka sudah mengantongi beberapa nama. Hanya, tidak akan diumumkan lebih dulu sampai benar-benar sepakat.

Kalau begitu seberapa agresif Inter berburu pemain?

Tetap tidak bisa diprediksi. Bursa transfer di jeda kompetisi ini waktunya pendek. Kami juga harus menghitung kalau pemain masuk di pertengahan musim, bagaimana dengan waktu adaptasinya? Belum tentu pemain langsung nyetel. Bisa terjadi pemain yang kami beli tidak befungsi maksimal. Apalagi kalau pemain yang dibeli berasal dari kompetisi luar Italia. waktu adaptasinya pasti tidak sebentar.

Bisa beri contoh?

Musim panas lalu Inter membeli tiga pemain, Mauro Icardi, Ishak Belfodil, dan Saphir Taider. Menurut saya dari ketiga pemain itu yang maksimal baru Taider. Icardi sering cedera dan Belfodil belum dapat tempat. Padahal mereka sebelumnya juga bermain di Seri A. Jadi, membeli pemain di musim dingin , plus misalnya berasal dari luar kompetisi Italia, bisa muncul risiko tidak terpakai.

Apa target realistis Inter?

Saya sudah sering bilang, Inter harus memperbaik peringakat dari musim lalu. Mungkin target realistis empat besar. Tapi, kita harus lihat pergerakan Napoli, Fiorentina, dan Hellas Verona. Apalagi dalam beberapa laga terakhir Inter terpeleset.

Seberapa Anda kecewa terhadap Inter di klasemen?

Sebagai presiden klub tentu saya kecewa. Mana ada sih yang ingin timnya kalah? Tapi saya tidak boleh melakukan tindakan emosional. Sebab, rencana bisnis klub harus dijaga.

Dengan begitu posisi Walter Mazzarri aman?

Untuk sekarang posisi Mazzarri aman. Ini seperti yang dialami Ben Olsen di DC United. Musim pertama bagus, tapi tahun kedua jeblok. Setelah itu saya panggil dan sampaikan di musim ketiga jangan sampai jeblok lagi. Harus melakukan persiapan yang bagus. Nah, kalau ternyata tahun depan berantakan lagi, baru akan dievaluasi.

Apa ini ada hubungannya dengan loyalitas?

Perlu diketahui, saya percaya terhadap loyalitas dua arah. Loyalitas saya untuk tim dan sebaliknya loyalitas tim untuk saya. Kalau loyalitas satu arah itu sudah biasa. Itu pernah saya tunjukkan ketika gagal membawa kontingen Indonesia meraih medali emas di Olimpiade London. Saya akhirnya mundur dari chief de mission.

Baiklah, pertanyaan terakhir. Jika di akhir musim Javier Zanetti pensiun, Anda akan kasih jabatan apa di Inter?


Itu terlalu dini karena Zanetti masih ingin bermain dan mungkin jadi bek sentral. Zanetti juga selalu mengatakan ingin terus menunjukkan yang terbaik di lapangan.

*      *      *



*      *      *

Saya bersama Erick Thohir


*      *      *


- Wawancara ini dilakukan oleh Redaktur desk Nasional, Ari Dwi Prasetyo dan Choirul Huda yang dimuat di Harian TopSkor edisi Rabu 15 januari 2014

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)