TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Ultimatum untuk Parma

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Kamis, 20 November 2014

Ultimatum untuk Parma

SANKSI PENGURANGAN POIN
Ultimatum untuk Parma
Itu terjadi jika presiden Ghirardi gagal membayar gaji pemain dan pajak klub dengan tenggat kemarin malam.

Momentum kejayaan Parma saat menjuarai Piala UEFA 1998/99 yang sepertinya sulit terulang (sumber foto: guardian.com)


HABIS jatuh tertimpa tangga. Mungkin, itu merupakan kiasan yang tepat untuk mengomentari penampilan Parma di Seri A musim ini. Hingga pekan ke-11 Antonio Cassano dan kawan-kawan masih menjadi juru kunci klasemen. Itu diperburuk dengan santernya rumor pemecatan Roberto Donadoni sebagai pelatih setelah pekan lalu dikecundangi Juventus 0-7.

Kini, gelombang tak kalah penting menerpa tim berjulukan “I Gialloblu” tersebut. Terutama ditujukan pada Presiden Parma, Tommaso Ghirardi jika tidak membayar gaji pemain beserta pajak klub. Kemungkinan, mereka akan mendapat sanksi pengurangan poin di klasemen dari Lega Seri A dan juga Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Tenggat yang diberikan hingga kemarin malam (17/11) waktu setempat. Untuk menyelesaikan masalah itu, Ghirardi butuh sekitar 15 juta euro (sekitar Rp 228 miliar). Dana sebesar itu tentu tidak dimiliki pengusaha berusia 39 tahun tersebut. Apalagi, saat ini Parma juga masih memiliki utang lain sebesar 50 juta euro yang mempersulit neraca klub.

Memang, pekan lalu sempat tersiar Ghirardi akan melepas Parma ke investor asing layaknya FC Internazionale dengan Erick Thohir. Namun, satu-satunya pengusaha yang berminat, Rezart Taci yang merupakan taipan minyak asal Albania menyiratkan untuk tidak terburu-buru menggelontorkan uangnya.

Dalam beberapa hari terakhir, kabarnya Ghirardi sempat menemui eks Presiden Inter, Massimo Moratti untuk meminta bantuan. Hanya, berita ini belum diverifikasi. Sementara, strategi para petinggi Parma cukup sederhana: Mendapatkan uang untuk membayar gaji, kemudian selama beberapa bulan ke depan akan berkontsentrasi untuk penjualan klub.

Skema yang bisa dibilang sulit. Terutama jika melihat utang yang dimiliki klub sangat banyak. Secara tidak langsung, defisit kas Parma bisa membuat investor berpikir ulang untuk melakukan akuisisi seperti Taci. Kecuali, jika sosok pengusaha itu merupakan miliarder asal Timur Tengah atau Rusia yang selama ini mudah menggelontorkan uangnya demi kesenangan pribadi.

Pertanyaan Tifosi
Jadi, pertanyaan yang ada dalam benak tifosi, adalah kenapa masalah ini sampai terjadi? Mengapa Ghirardi menutupi problem ini dari publik? Jika benar finansial mereka tidak diragukan, lalu apa alasannya ahli keuangan dan kepercayaan Ghirardi datang ke Collechio (markas tim) Juni lalu?

Kesannya, sejak beberapa waktu lalu dana klub sudah habis hingga Ghirardi berniat melepas Parma. Selanjutnya, bila gaji para pemain tidak dibayar, sanksi akan dikenakan pada Februari atau awal Maret 2014. Tentu, ini kian sulit bagi Donadoni yang berusaha menjauhkan Parma dari jerat degradasi.*

Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 18 November 2014

Sebelumnya:

Parma Siap Ikuti Jejak Inter

SOROT: Tommaso Ghirardi mengambilalih Parma dari Enrico Bondi, Januari 2007. Dalam periode itu, prestasi terbaik “I Gialloblu” pada musim lalu  menempati posisi enam Seri A dan berujung tiket Liga Europa. Sayangnya, UEFA menyatakan Parma gagal dalam administrasi hingga posisinya digantikan Torino.

SOROT: Sepanjang sejarahnya, Parma mengoleksi tujuh trofi, yaitu tiga Piala Italia (1991/92, 1998/99, 2001/02), Piala Super Italia (1999), Piala Winners (1992/93), Piala UEFA (1994/95, 1998/99), dan Piala Super Eropa (1993).

SOROT: Prestasi terbaik Parma di Seri A saat menjadi runner-up 1996-97. Ketika itu mereka hanya selisih dua poin (63) dari Juventus yang menjadi juara (65). Sementara, di Eropa, Parma sukses meraih Piala UEFA –kini Liga Europa– 1994/95 dan 1998/99.

Artikel Juventus sebelumnya:
Nike Laporkan Juve ke Pengadilan Arbitrase
Kostum Buffon Selamat dari Banjir
Ketika Perayaan 500 Pertandingan Buffon Ternoda
Pirlo sang Maestro Tendangan Bebas
40 Tahun Alessandro Del Piero
Fan Indonesia Diservic Chiellini
JCI Konvoi Scudetto Ke-30
Dua Sisi Juventus: Belum Layak Tampil di Eropa
Kembalinya "Il Sette Magnifico"
Wawancara Eksklusif Claudio Marchisio
Wawancara Eksklusif Andrea Pirlo

Wawancara Eksklusif Giorgio Chiellini

Artikel AC Milan sebelumnya

Artikel FC Internazionale sebelumnya
Diego Milito dan Angka 22
Samir Handanovic sang Raja Penalti
Benteng Pertahanan Itu Bernama Giuseppe Meazza
Lotito: Erick bawa Filosofi Baru
Dari Mazzola untuk Mazzarri
Giuseppe Meazza Pindah ke Jakarta
ICI Syukuran HUT ke-11
Buka Bersama ICI: Dari, Oleh, dan Untuk Interisti
Satu Dekade ICI: Semangat Kekeluargaan dari Interisti





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)