TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Juni 2018

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Minggu, 24 Juni 2018

Naik Kapal Ferry, Aku Kan Kembali


Saya bersama ibu dan adik saat menumpang Kapal Ferry dari Pelabuhan Merak
 ke Pelabuhan Bakauheni pada 1993 silam
(Foto: Repro Dokumentasi pribasi)


SEPANJANG lebih dari seperempat abad hidup ini, saya sudah mencoba nyaris seluruh moda transportasi. Baik masal maupun private. Bahkan yang tak terjangkau sebelumnya.

Misalnya, lebih dari satu dekade silam, saya sempat menumpang tug-boat dari bumi Borneo hingga barat pulau Jawa. Ketika itu tug-boat membawa tongkang bermuatan hasil bumi yang menempuh waktu sekitar 12 hari.

Tahun lalu, saya mendapat kehormatan bisa menginjakkan kaki di kapal pesiar. Bahkan, menginap hingga dua malam di perairan Wales, Inggris, saat menyaksikan final Liga Champions 2016/17.

Pesawat? Sudah tak terhitung lagi. Sejak ke Lampung pada awal dekade 1990-an hingga terakhir dari Entikong, Kalimantan Barat, usai meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) bersama Kementerian Sekretariat Kabinet pada 25 April lalu.

Pun demikian dengan helikopter yang sudah dirasakan akhir bulan lalu. Bus antarprovinsi, kereta, hingga getek. Getek? Yupz, bisa dibilang saya sering saat menyeberangi sungai Ciliwung yang tidak jauh dari kediaman saya.

Terkait, transportasi air, kali pertama saya merasakannya pada pertengahan 1993. Tepatnya saat menumpang Kapal Ferry dari Pelabuhan Merak, Banten, ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Itu terjadi ketika saya dan keluarga mengunjungi kerabat di Metro, Lampung.

Itu jadi pengalaman satu-satunya saya naik Kapal Ferry. Pengalaman yang tak terlupakan hingga 2,5 dekade berselang. Bisa dipahami mengingat, saat itu saya masih bocah. Ketika itu, saya kali pertama merasakan berada di laut lepas.

Awalnya sempat gemeteran saat kali pertama berada di lambung kapal. Namun, setelah itu malah makin penasaran. Terlebih ketika itu saya masih bocah yang tentunya sangat antusias dengan sesuatu yang baru.

Namun, itu justru jadi sensasi tersendiri. Wajar saja karena setelah itu, saya belum pernah lagi naik Kapal Ferry. Untuk moda transportasi air mungkin sering, tapi sebatas kapal kecil. Beruntung, rasa penasaran saya bakal segera terwujudkan pada Agustus mendatang.

Tepatnya saat Asian Games 2018 yang akan saya liput nanti. Ya, Indonesia merupakan tuan rumah edisi ke-18 dari pesta olahraga antarnegara Asia ini yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

Nah, Kapal Ferry jadi salah satu andalan pemerintah sebagai moda transportasi selama Asian Games 2018. Bisa dipahami mengingat PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Kapal Ferry merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tentu, perusahaan yang pada 27 Maret lalu genap 45 tahun ini bakal berperan untuk mensukseskan Asian Games 2018.

Salah satunya dengan menyiapkan tiga armada bagi kontingen Asian Games 2018 yang hendak bertanding di Jakarta maupun Palembang seperti yang diungkapkan Direktur PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi kepada Antara.

Bahkan, saat ini sedang dikebut pembangunan Dermaga Eksekutif di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Rencananya rampung pada Agustus ini untuk melayani kontingen atau suporter di Asian Games 2018 seperti dikutip dari Kompas.com.

Keberadaan Kapal Ferry ini sangat menunjang dalam perhelatan Asian Games 2018. Misalnya suporter yang ingin menyaksikan pertandingan berbagai cabang olahraga di Palembang secara rombongan. Tentu lewat jalur darat baik itu kendaraan pribadi atau bus lebih murah ketimbang pesawat udara.

Bahkan, menyeberang dari Merak ke Bakauheni atau sebaliknya hanya butuh waktu dua jam dengan Kapal Ferry. Itu belum termasuk pemandangan indah dari berbagai sisi di Selat Sunda. Termasuk berbagai pulau eksotis yang bisa menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

Yupz, tak sabar menanti Agustus. Naik Kapal Ferry, aku kan kembali...!

*         *         *

Referensi
- https://kupang.antaranews.com/berita/6124/asdp-siapkan-kapal-feri-untuk-asian-games-2018
- https://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/28/152250826/dermaga.eksekutif.merak-bakauheni.ditargetkan.rampung.sebelum.asian.games.2018
- https://www.indonesiaferry.co.id/siaran_pers/detail_siaran/69
- https://www.kompasiana.com/roelly87/perahu-getek-transportasi-tradisional-yang-masih-bertahan_550aae7da3331151102e3928

*         *         *
- Jakarta, 24 Juni 2018

Jumat, 22 Juni 2018

Bersama Polri Sebarkan Berita Baik demi Suksesnya Asian Games 2018



Sisi humanis pelayanan Polri dalam memberikan edukasi kepada anak-anak


MEMASUKI pertengahan tahun ini bagi saya sudah ditunggu berbagai agenda menarik. Khususnya yang terkait olahraga. Diawali Piala Dunia 2018 yang berlangsung sejak 14 Juni hingga 15 Juli, dilanjutkan Indonesia Open 2018 (3-8 Juli), dan Asian Games 2018 (18 Agustus - 2 September).

Dua event terakhir diselenggarakan di Tanah Air. Untuk Indonesia Open 2018 berlangsung di Istana Olahraga (Istora) Senayan. Sementara, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Indonesia Open 2018 merupakan turnamen tahunan. Ajang prestisius bagi pebulu tangkis dunia ini sudah berlangsung sejak 1982 silam.

Di sisi lain, Asian Games 2018 digelar empat tahun sekali. Pesta olahraga antarnegara Asia edisi ke-18 ini merupakan kali kedua Indonesia sebagai tuan rumah. Tepatnya sejak edisi keempat yang diselenggarakan pada 1962. Tentu, Indonesia ingin jadi tuan rumah yang baik Sekaligus berprestasi.

Tidak hanya atlet di lapangan, melainkan juga pemerintah dan segenap pihak yang terlibat. Salah satunya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dalam setiap kegiatan kerap mempromosikan Asian Games 2018. Salah satunya lewat busana yang dikenakan seperti yang saya saksikan ketika mengikuti buka bersama pada 23 Mei lalu (http://www.roelly87.com/2018/05/antara-presiden-jokowi-asian-games-2018.html).

Nah, saya pribadi sebagai bagian dari rakyat Indonesia sudah pasti termotivasi untuk melakukan hal yang sama dengan presiden. Tentu, dengan skala yang lebih kecil.

Misalnya ketika bersama rombongan Kementerian Sekretariat Kabinet meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat pada 22-25 April lalu dengan mengenakan jaket berlogo Asian Games 2018 (Artikel sebelumnya http://www.roelly87.com/2018/04/melongok-wajah-baru-perbatasan.html).

Atau ketika meliput persiapan Jakarta menyambut HUT ke-22 dari udara lewat helikopter dengan kaos bertuliskan Road to Asian Games 2018 (https://www.instagram.com/p/BjdnojFBGu5).

Selain itu, saya juga ikut menggaungkan antusiasme menyambut Asian Games 2018. Baik sebagai jurnalis dengan artikel di harian tempat saya bekerja, blogger di blog ini (www.roelly87.com), atau pegiat media sosial (medsos) di berbagai platform lewat akun roelly87 (facebook, twitter, dan instagram).

Intinya, sebagai bagian dari rakyat Indonesia, saya berusaha untuk berpartisipasi agar Asian Games 2018 berlangsung sukses. Tentu dengan kapasitas saya di bidang jurnalistik atau blogger. Yang pasti, saya berusaha untuk menebarkan informasi positif terkait olahraga nasional, khususnya menyambut Asian Games 2018.

Yup, sebagai jurnalis, blogger, maupun pegiat medsos, sudah pasti saya harus menyebarkan berita baik. Terutama supaya apa yang saya share bermanfaat bagi orang banyak. Termasuk bulan lalu ketika Tanah Air diguncang berbagai aksi teror.

Saya enggan menyebarkan foto korban, khususnya pelaku. Sebab itu akan membuat mereka bangga. Sekaligus menjadikan teror mereka mengena kepada masyarakat.

Sebaliknya, saya meminimalkan pemberitaan tersebut. Alias hanya data yang penting saja tanpa disertai feature dan lainnya. Itu sesuai dengan pesan Wakil Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Syafruddin.

Dalam beberapa kesempatan yang saya saksikan, sosok yang menjabat sebagai Chief de Mission (CdM) Asian Games 2018 ini menegaskan, Indonesia dalam situasi kondusif menjelang Asian Games 2018.

Syafruddin meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan berita hoax yang seperti memancing di air keruh. Saya setuju dengan pernyataan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi berusia 57 tahun ini.

Cara untuk menangkal hoax adalah dengan perbanyak menyebar berita positif. Kebetulan, sejak jadi blogger pada 2009, saya berusaha untuk menulis yang positif.

Tentu, kritik juga sering. Namun, kritik yang membangun, alias bukan sekadar kritik saja. Misalnya terkait kinerja Polri sebagai instansi yang paling dekat dengan masyarakat. Tanpa tedeng aling-aling saya lontarkan langsung ketika mengikuti pertemuan dengan Divisi Humas Polri pada 16 Mei 2013.

Hebatnya lagi, Polri sangat responsif dan terbuka dengan kritik dari warganet. Mereka mengakui masih ada kekurangan. Itu mengapa Polri meminta saran dan kritik dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga negeri ini (Artikel terkait https://www.facebook.com/DivHumasPolri/posts/641068675921992).

Ya, kebetulan saya memang kerap menulis di blog terkait pemerintah seperti kementerian, kepolisian atau TNI. Jika kinerjanya bagus, tentu saya apresiasi. Sebaliknya jika kurang bagus, saya mencoba untuk saran dan kritik baik di blog atau medsos.

Itu saya lakukan sebagai wujud perhatian. Terutama terhadap kepolisian yang merupakan mitra masyarakat dan kini lebih humanis dalam melakukan pelayanan.

Akhir kata, selamat ulang tahun ke-72 untuk segenap personel kepolisian di Tanah Air yang jatuh pada 1 Juli mendatang. Bersama masyarakat, kita menjaga kedamaian di Indonesia. Sekaligus memastikan Asian Games 2018 berlangsung lancar Aamiin.***
*          *          *
Salah satu anggota Polri salat berjamaah dengan fan disela-sela pertandingan
timnas Indonesia kontra Thailand pada final Piala AFF 2016

*          *          *
Anggota Polri membantu mengangkat jenazah di PLBN Entikong, Kalimantan Barat

*          *          *
Disela-sela liputan berswafoto dengan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
Idham Azis yang sedang memastikan Stadion Utama Gelora Bung Karno
berlangsung kondusif

*          *          *
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Syafruddin memberikan
hadiah bagi Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon yang
menjuarai All England 2018

*          *          *
Asisten Operasi Kapolri Brigadir Jenderal Adnan (kanan) memastikan
keamanan setiap tamu dari negara luar pada Asian Games 2018 

*          *          *
Artikel Terkait Kepolisian:
(Esai Foto) Jakarta Metropolitan Police Expo 2016: Demi 3M untuk Masyarakat
Sisi Lain Krishna Murti: Catatan Polisi di Mata Blogger
Opini di Fan Page Facebook Divisi Humas Polri: Polisi Siap Dikoreksi
Profil Anang Iskandar: Calon Kapolri yang Merupakan Blogger Aktif
HUT Polantas ke-60: Dengarlah Aspirasi Masyarakat untuk Bersama Mengurai Kemacetan
Pengalaman Sehari di Mabes Polri
Ketika Polwan Beraksi di Atas Moge
Tidak Semua Polisi Berprilaku Kurang Baik

*          
*          *
- Jakarta, 22 Juni 2018

Kamis, 14 Juni 2018

Jakarta Sudah Siap Sambut Asian Games 2018




Langit-langit ibu kota kian cantik dengan 300 drone yang membentuk logo
dan maskot Asian Games 2018 saat hitung mundur setahun pada 18 Agustus lalu


ASIAN Games 2018 tinggal menghitung hari. Tepatnya, berlangsung mulai 18 Agustus hingga 2 September mendatang di Jakarta dan Palembang.

Saya pribadi sangat antusias menyambut pesta olahraga terbesar di kolong langit setelah Olimpiade ini. Bukan hanya karena berprofesi sebagai jurnalis olahraga yang setiap hari meliput di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII2018 (INASGOC), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan instansi atau organisasi lainnya terkait olahraga.


Melainkan, sebagai bagian dari rakyat Indonesia, tentu saya sangat berharap, Asian Games 2018 ini sukses. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan empat sukses (4S) pada hajatan akbar ini. Itu meliputi sukses prestasi, penyelenggaraan, administrasi, dan ekonomi.

Bisa dipahami mengingat ini kali pertama Indonesia sebagai tuan rumah setelah 56 tahun silam. Tepatnya sejak dipercaya menyelenggarakan Asian Games 1962. Tentu, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan.

Jika pemerintah beserta segenap elemen sudah bekerja keras dan cerdas demi mewujudkan target 4S, pun demikian dengan saya yang mencoba untuk berpartisipasi. Caranya, tentu melalui tulisan positif dan informasi update terkait Asian Games 2018.

Untuk di media tempat saya bekerja, saya biasa menuliskannya pada edisi cetak yang terbit setiap hari (Harian TopSkor) dan versi online (www.TopSkor.id). Sementara, sebagai blogger saya biasanya menuangkan ide di blog ini, www.roelly87.com bersama berbagai media sosial lainnya seperti instagram, twitter, dan facebook, yang seluruhnya lewat akun @roelly87.

Intinya, saya jadi bagian dari ratusan juta rakyat di negeri ini untuk dukung bersama suksesnya Asian Games 2018. Kebetulan, sejak Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tang Dung secara resmi menarik diri sebagai tuan rumah pada 17 April 2014, saya sudah memiliki firasat, Indonesia bisa jadi pengganti.

Wajar saja, sebab sebelumnya Indonesia melalui Surabaya bersaing dengan Vietnam (Hanoi) dalam pemilihan tuan rumah Asian Games 2018. Ketika itu Hanoi unggul suara atas ibu kota Jawa Timur, 29-14 dalam voting yang dilakukan Dewan Olimpiade Asia (OCA) yang berlangsung 8 November 2012.

Namun, kurang dari dua tahun, Vietnam mengundurkan diri akibat krisis ekonomi OCA pun mencari calon pengganti di antara Indonesia, Cina, dan Uni Emirat Arab sebagai tuan rumah. Pada akhirnya, Indonesia yang terpilih sebagai penyelenggara edisi ke-18 Asian Games ini. Itu terjadi pada 25 Juli 2014 dengan OCA resmi menunjuk Jakarta sebagai tuan rumah utama yang didukung Palembang.

Keputusan Jakarta sebagai tuan rumah utama bukan tanpa alasan. Kota yang 22 Juni mendatang genap 491 tahun ini dinilai OCA memiliki fasilitas olahraga yang lengkap, jaringan transportasi memadai, dan sarana serta prasarana seperti hotel untuk tamu.

Sebagai warga Jakarta, tentu saya bangga dengan fakta tersebut. Kebetulan, sejak tahun lalu, saya kerap meliput aktivitas pembangunan atau renovasi venue serta arena olahraga lainnya di ibu kota.

Mayoritas arena yang ada di Jakarta memang sudah jadi. Alias, tinggal dilakukan renovasi atau pemolesan untuk mempercantik saja. Jadi, tidak perlu membangun banyak venue karena memanfaatkan yang sudah ada.

Termasuk di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Komplek olahraga terbesar di Tanah Air ini sudah bersolek menyambut Asian Games 2018. Bahkan, di SUGBK sudah didirikan panggung untuk upacara pembukaan. Ya, opening ceremony Asian Games 2018 mengusung konsep kolosal.

Dalam jumpa pers yang saya ikuti pada 27 Mei lalu, INASGOC akan melibatkan ratusan musisi dan ribuan pengisi acara untuk memeriahkan pembukaan Asian Games 2018 yang berlangsung sehari setelah perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia.

Dipastikan, opening ceremony ini jauh lebih meriah dibanding saat hitung mundur setahun menuju Asian Games 2018 di pelataran Monumen Nasional (Monas) pada 18 Agustus 2017. Ketika itu, langit-langit ibu kota diwarnai 300 drone yang menari-nari membentuk berbagai logo Asian Games 2018.

Setelah pembukaan, giliran ribuan atlet dari berbagai negara Asia yang beraksi. Selain Komplek SUGBK, pertandingan Asian Games 2018 di Jakarta tersebar pada beberapa titik. Itu meliputi berbagai cabang olahraga seperti.

Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur: Balap Sepeda Lintasan
Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Jakarta Timur: Balap Kuda
Ancol Beach Marina, Ancol, Jakarta Utara: Berlayar, Jet Ski
Pulomas International BMX Center, Pulomas, Jakarta Timur: Balap Sepeda
Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur: Pencak Silat
Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat: Tinju, Bridge, Senam, Judo, Kabaddi, Jujitsu, Wushu, Tenis Meja, Taekwondo, Angkat Besi, Gulat
Pertamina Simprug Stadium, Simprug, Jakarta Selatan: Voli

Untuk kawasan SUGBK terdapat beberapa venue yang menyelenggarakan pertandingan olahraga, seperti:
SUGBK: Atletik
Istana Olahraga Senayan: Bulu Tangkis, Basket
Aquatic Center: Renang, Renang Indah, Loncat Indah, Polo Air
Hall Basket: Basket
Tennis Outdoor Senayan: Basket 3x3
Tennis Indoor Senayan: Voli
Lapangan Hoki: Hoki
Lapangan Baseball: Bisbol
Lapangan Softball: Sofbol
Lapangan Panahan: Panahan
Lapangan Rugby: Rugbi 7
Fasilitas Latihan Atlet: Skuas
Jakarta Convention Center: Anggar, Karate, Kurash, Sambo, Voli

Khusus untuk SUGBK, selain digunakan sebagai venue atletik, juga jadi tempat untuk upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. Sementara JCC bersama JIExpo merupakan venue sementara yang disulap khusus pada Asian Games 2018. JCC juga jadi media center untuk peliput dalam dan luar negeri dalam menerima informasi terkait pertandingan.

Ya, sebagai bagian dari rakyat Indonesia, khususnya warga Jakarta saya berharap Asian Games 2018 berlangsung sukses. Mari kita #DukungBersama Asian Games 2018!


*         *         *
Presiden Joko Widodo membuka hitung mundur Asian Games 2018

*         *         *
Antusiasme masyarakat pada Sport Festival di Kota Tua, Jakarta Barat, pada
9 Desember lalu yang masuk rangkaian jelang Asian Games 2018

*         *         *
Cantiknya Museum Fatahillah dengan siluet Asian Games 2018

*         *         *
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono,
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Panitia Nasional
Penyelenggara Asian GamesXVIII/2018 Erick Thohir, dan
segenap perwakilan kementerian serta instansi terkait saat meninjau
Wisma Atlet Kemayoran pada 26 Februari lalu

*         *         *
Jakarta International Velodrome mendekati fase akhir renovasi pada 2 April lalu

*         *         *
Pemasangan panggung untuk pembukaan Asian Games 2018 di
Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dipotret pada 31 Mei lalu

*         *         *
- Jakarta, 14 Juni 2018

Rabu, 06 Juni 2018

Begini Rasanya Naik Helikopter Keliling Jakarta


Yuppiii foto dengan latar Helikopter!
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat gambar lainnya)

PAGI itu, matahari terlihat malu-malu. Dari pinggiran ibu kota, saya menuju Gedung Transmedia yang berlokasi di Jalan Kapten Pierre Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (31/5).

Usai memarkirkan sepeda motor, saya melangkah ke Lantai 8 dari gedung yang jadi markas PT Agranet Multicitra Siberkom (Detik Network). Tepatnya untuk menemui Marketing Communication (Marcomm) DetikCom dan CNN Indonesia.


Yupz keberadaan saya itu sebagai salah satu dari sembilan pemenang CNN Indonesia Surprize - Keliling Kota Naik Helikopter.Yeeeeeee, akhirnya impian naik baling-baling bambu helikopter terwujud!

"Terima kasih kepada rekan-rekan semua yang sudah menyempatkan hadir untuk terbang dengan Helikopter sebagai pemenang CNN Indonesia Surprize. Sebelum berangkat, kita akan briefing dulu sekaligus melihat lebih detail redaksi CNN Indonesia," tutur Marcomm CNN Indonesia Syifa Balqis kepada saya dan enam pemenang lainnya.

Pemilik akun instagram @SyifaSonia ini juga menjelaskan, dari sembilan pemenang CNN Indonesia Surprize - Keliling Kota Naik Helikopter, yang hadir saat itu tujuh orang. Sisanya batal ikut dengan alasan masing-masing.

Syifa pun mengajak kami mengunjungi ruang redaksi CNN Indonesia yang disambut Ike Agustu. Redaktur Pelaksana CNN Indonesia ini berbagi info kepada kami terkait perusahaannya. Ternyata, CNN Indonesia dan DetikCom masih satu grup dengan Transmedia Corp yang dimiliki pengusaha ternama, Chairul Tanjung.

Alias, masih saudara dengan Trans TV, Trans 7, dan Trans Vision. Juga masih dalam grup yang sama dengan Bank Mega, Bank Sulsel (perbankan), Carrefour, Metro Departement Store (retail), Baskin Robbins -ho ho ho jadi inget Scott Lang dalam Ant-Man!- dan Wendy's (restoran), Trans Studio Mall Makassar dan Bandung (hiburan).

Ya, intinya mereka satu grup di bawah kepemimpinan Tanjung. Bahkan, Transmedia merupakan pemilik hak siar Piala Dunia 2018! Tak heran jika ketika kali pertama datang ke komplek perkantoran mereka, disambut bola raksasa bertuliskan Piala Dunia 2018 beserta berbagai media di bawah naungan Transmedia.

"CNN Indonesia merupakan franchise dari CNN Internasional yang bermarkas di Atlanta, Amerika Serikat. Namun, kami berhak mengolah berita sendiri tanpa harus terikat dengan CNN pusat. Tentu, berita itu harus sesuai kode etik jurnalistik dan standar baku CNN Internasional," Ike, menambahkan

Pernyataan dari wanita yang sebelumnya menggawangi desk internasional ini beralasan. Kebetulan, saya pribadi salah satu pembaca yang menggemari berita di CNN Indonesia Bersanding dengan DetikCom, KompasCom, BeritaSatuCom, dan Pikiran-RakyatCom dalam lima portal berita yang paling rutin saya akses setiap harinya.

Usai berkeliling gedung Transmedia, kami menuju Wisma Aldiron yang jaraknya menurut google maps hanya seperlemparan batu karena letaknya sekitar 300 meter arah timur. Namun, karena harus muter balik lewat Patung Dirgantara (Tugu Pancoran), alhasil perjalanan memakan waktu nyaris seperminuman teh.

Yuppiii, akhirnya kami tiba di Wisma Aldiron yang jadi markas PT. Whitesky Aviation (Helicity Indonesia). Baru sadar, ternyata tempat pendaratannya bersebelahan dengan home-base ASIOP Apacinti. Yaitu, Sekolah Sepak Bola (SSB) yang jadi peserta Liga TopSkor U-16 2018.

Kami pun, mendapat pengarahan dari tim Helicity yang didampingi Brand Communication CNN Indonesia Nico Wijaya beserta reporter dan fotografer. Termasuk, apa yang boleh dan tidak saat berada di helikopter. Eitsss, sebelumnya tak lupa kami bernarsis ria. Yupz, kapan lagi bisa foto dengan latar helikopter!

Bersambung***


*        *        *
Yeeeeee, sepekan lagi Piala Dunia 2018!

*        *        *
Narsis (lagi) di markas CNN Indonesia

*        *        *
Tim dari Helicity Indonesia memberikan panduan kepada kami

*        *        *
Kapaaaaaal... Minta duit! Teriakan saya saat bocah jika di langit-langit melintas
pesawat terbang atau helikopter

*        *        *
3... 2... 1...

*        *        *
Panas-panas + puasa tetap semangat!

*        *        *
Lihat ruang kemudinya jadi ingat bom-bom car!

*        *        *
Perasaan setengah jam lalu ada di lantai 8 gedung ini...

*        *        *
Yuppiiii... Begini rasanya naik helikopter keliling Jakarta!

*        *        *

*        *        **        *        *

Artikel ini merupakan bagian pertama dari trilogi Naik Helikopter Bersama CNN Indonesia


Post Selanjutnya
- Indahnya Ibu Kota dari Ketinggian
- Mengintip Persiapan Asian Games 2018 dari Langit Ibu Kota

Referensi
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180531145914-269-302539/tujuh-orang-terbang-di-atas-jakarta-bersama-cnn-indonesia
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180531164230-274-302580/video-keliling-jakarta-15-menit-dengan-helikopter
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180509185225-284-297017/simak-pemenang-naik-helikopter-gratis-di-sini
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180430121306-284-294635/yuk-naik-helikopter-gratis-bersama-cnnindonesiacom


*        *        *
- Jakarta, 6 Juni 2018