TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Juni 2016

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Rabu, 29 Juni 2016

Saling Berbagi Informasi dalam Ngabuburit Bareng Blogger dan BCA

Ngabuburit Bareng Blogger di Restoran Ocha Bella (28/6)
BANYAK kegiatan yang dilakukan saat Ramadan untuk menunggu berbuka puasa. Ada yang tadarusan dan salawatan di Masjid, olahraga, mendengarkan musik, main game, bercatur ria sambil mengasah otak, dan berbagai aktivitas positif lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, periode waktu untuk menunggu berbuka puasa dikenal sebagai ngabuburit. Istilah yang dalam bahasa Sunda berarti menunggu pergantian waktu jelang terbenamnya matahari. Kebetulan, karena memiliki darah Sunda, ngabuburit jadi aktivitas yang sering saya lakukan jika sedang libur kerja.

Terutama pada Ramadan sekarang dengan kegiatan sebagai blogger membuat saya kerap menghadiri acara tersebut untuk buka bersama (bukber) puasa. Salah satunya seperti yang terjadi kemarin di Restoran Ocha Bella, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Acara bertema "Ngabuburit Bareng Blogger" itu diselenggarakan Bank Central Asia (BCA) yang undangannya disampaikan komunitas Blogger Perempuan melalui Shintaries Nijerinda. Ini kali ketiga saya mengikuti acara yang diadakan BCA setelah sebelumnya pada Liga Mahasiswa 28 Oktober 2015 dan diskusi menjelang BCA Indonesia Open 2016 (27/5).

*       *       *
SIANG itu, Selasa (28/6), sang surya memancarkan sinarnya dengan kuat. Saya yang berada di halaman Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, seusai meliput suatu acara, langsung bergegas menuju kawasan Menteng dengan diiringi teriknya matahari. Berdasarkan, perhitungan di aplikasi GPS di ponsel saya, jarak dari kawasan Semanggi menuju lokasi tidak sampai 30 menit.

Namun, apa daya, ternyata Jakarta merupakan kota yang tidak bisa ditebak. Alias, saya nyaris menempuh waktu dua jam akibat sepanjang Jl. Jenderal Sudirman hingga kawasan Menteng yang super-macet. Itu belum termasuk putar arah plus salah jalan karena sepeda motor tidak dapat melewati Jl. M. H. Thamrin.

Alhasil, saya baru tiba pukul 16.20 WIB yang berarti telat nyaris satu jam. Seusai registrasi, yang saya cari pertama kali tentu stop kontak mengingat baterai laptop saya tinggal 20 persen karena digunakan sejak pagi. Ketika ingin memasang charger ke stop kontak, sudah diisi dengan ponsel milik pengunjung lain.

Akhirnya, saya pun menanyakan kepada pramuniaga Ocha Bella yang menjawab tidak memiliki stop kontak lagi. Kebetulan, saat itu pria paruh baya yang sedang mengisi ponselnya mendengar sambil menawarkan untuk memberi gantian kepada saya. Tentu, saya menolaknya dengan halus karena merasa tidak enak, sebab beliau juga sedang mengisi baterai ponselnya.

Namun, sosok berkacamata itu dengan ramah mempersilakan saya untuk menggunakan stop kontak tersebut karena baterai ponsel miliknya sudah hampir penuh. Ya sudah, karena mendapat tawaran tersebut, saya pun langsung men-charger baterai laptop.

Selanjutnya, saya pun nimbrung bersama beberapa rekan blogger yang asyik foto bersama dengan backdrop bertuliskan "Ngabuburit Bareng Blogger" dan dua pria yang berdandan ala Timur Tengah. Yang menarik, ternyata itu merupakan layanan foto instan yang langsung cetak. Yeeee, hasil foto saya -kebetulan memakai baju koko- seperti pangeran yang diapit dua pengawal seperti film Aladdin.

*       *       *
ACARA yang memuncaki daftar trending topic di twitter dengan hashtag #InovasiBCA ini dimulai dengan sambutan Manager BCA, Iwan Isdawarman. Saya pun beranjak ke depan panggung untuk mengambil gambarnya. Eh, tunggu... Perasaan kenal dengan pria berkemeja pendek ini. Olala...

Ternyata, sosok ramah yang memberi saya gantian untuk men-charger baterai laptop itu merupakan perwakilan BCA. Jadi ingat kata pepatah, "Tak kenal maka tak sayang", sebab dari kemejanya sudah berlogo BCA, tapi berhubung saat itu saya baru sampai, jadi tidak memerhatikan.

Dalam kesempatan itu, pencinta fotografi ini mengatakan, BCA sudah lama melakukan pendekatan dengan media digital. Untuk itu, Iwan pun berharap, blogger bisa bekerja sama dengan pihaknya (BCA) demimemberi edukasi masyarakat tentang keamanan dan kenyamanan di dunia digital. Menurutnya, ada kesamaan antara blogger dan BCA karena sama-sama menggunakan teknologi.

Sesi berikutnya, Reza Sadha, berbagi pengetahuan mengenai vlogger. Pria kelahiran 24 September ini memang dikenal sebagai salah satu youtuber populer di Indonesia. Maklum, Reza, memiliki 59 ribu pelanggan di laman youtube-nya. Itu berkat berbagai videonya yang lucu dan gokil hingga membuat penonton di youtube terkesan.

Reza pun turut membeberkan rahasianya agar video dari blogger mampu menyedot perhatian di youtube. Salah satunya dengan menggunakan judul dan thumbnail (foto utama berukuran kecil) sebagai magnet yang membuat pengunjung tertarik. Yang terpenting, menurut Reza, jadi vlogger jangan takut dengan haters yang selalu mem-bully. Justru, itu dijadikan sebagai motivasi dalam berkarya.

Selanjutnya, giliran Prima Utama Immanuel perwakilan dari BCA yang menjelaskan tentang layanan Sakuku. Yaitu, dompet elektronik yang dapat digunakan bertransaksi melalui aplikasi smartphone dalam melakukan pembayaran belanja, isi pulsa, dan transaksi perbankan lainnya.

Sebagai nasabah BCA sejak anak-anak hingga beberapa teman sebaya kini sudah memiliki anak, tentu pemaparan dari Prima sangat menarik. Bisa dipahami mengingat saya belum mengenal aplikasi ini. Sebelumnya, lini produk BCA yang saya punya hanya rekening tahapan, kartu kredit, Flazz, Kompasiana Community Card, dan yang teranyar Xpresi.

Menurut Prima, dengan Sakuku kian memudahkan masyarakat dalam transaksi keuangan. Itu mengapa saya langsung tertarik untuk mengunduhnya di ponsel saya. Kebetulan, kita cukup download gratis di Google Playstore. Setelah terinstal, Sakuku bisa digunakan untuk berbagai transaksi di berbagai merchant. Termasuk, di online shop serba ada seperti Blibli.com dan Kaskus.co.id yang merupakan favorit saya via FJB (forum jual beli).

*       *       *
TEPAT pukul 17.51 WIB, azan magrib pun berkumandang. Kami pun menyegerakan untuk buka puasa di restoran yang memiliki menu andalan masakan khas Jepang dan Italia ini. Setelah berbuka dengan yang manis, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan foto bersama dengan seluruh blogger, narasumber, MC, dan tim BCA.
*       *       *
Narsis dulu sebelum acara dimulai

*       *       *
Yeeee, ini foto saya dan beberapa rekan blogger yang langsung jadi

*       *       *
Satu... Dua... Tiga... Senyum yang manis yaaaaa :)

*       *       *
Dua MC gokil yang menyegarkan acara

*       *       *
Sambutan dari Manajer BCA Iwan Isdawarman

*       *       *
Reza Sadha berbagi tips jadi vlogger

*       *       *
Prima Utama Immanuel menjelaskan tentang layanan Sakuku

*       *       *
Dengan aplikasi Sakuku, kita dimudahkan dalam transaksi keuangan

*       *       *
Rekan blogger menyimak jalannya acara

*       *       *
Risalah bergaya saat difoto dengan kacamata ibunya, Suci Santi

*       *       *
Sesi tanya jawab rekan blogger

*       *       *
Berbukalah dengan yang manis, termasuk fotonya :)

*       *       *
Iwan yang ternyata...

*       *       *
Salah satu penggawa di balik foto instan

*       *       *
Petugas keamanan tetap sigap berjaga setelah berbuka puasa
*       *       *
Artikel Terkait BCA Group
- Pengalaman Ngabuburit di RPTRA Krendang
Kemeriahan BCA Indonesia Open 2016
Rindu Juara di BCA Indonesia Open 2016
Sejuta Xpresi dengan BCA dan Liga Mahasiswa

*       *       *
- Jakarta, 29 Juni 2016

Sabtu, 25 Juni 2016

Pengalaman Ngabuburit di RPTRA Krendang yang Memiliki Berbagai Fasilitas untuk Anak-anak

Pintu masuk RTRA Krendang

RAMADAN tahun ini sudah memasuki nyaris dua pertiga. Seperti biasa, setiap libur kerja, saya berkeliling ibu kota untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa (ngabuburit). Termasuk, yang saya lakukan Rabu (22/6) bersama adik saya yang merayakan ulang tahun.

Tadinya, ingin mengajak adik yang paling bungsu ini untuk pergi ke mal sekalian berbuka puasa di sana. Yupz, mulai tahun ini, adik saya sudah puasa full setelah ramadan lalu melakukannya setengah hari.

Maklum, usianya kini tujuh tahun, jadi di rumah kami sudah diajarkan untuk puasa hingga sore. Alhamdulillah, hingga memasuki ramadan ke-17, dia masih sanggup. Alias, belum jebol satu pun. Jadi, bertepatan hari itu saya libur kerja, jadi bisa sekalian mengajaknya berbuka puasa di luar.

Rencana awalnya di suatu mal di kawasan barat Jakarta. Namun, karena setelah dipikir, buka puasa di mal sudah terlalu sering, maka saya mencoba mencari yang anti mainstream. Kebetulan, ketika saya lewat Jalan Jembatan Besi Raya melihat keramaian di seberang kali Krendang yang dipenuhi banyak anak-anak.

Dari kejauhan banyak aneka permainan dengan di dekatnya ada beberapa penjaja makanan dan minuman untuk berbuka. Langsung saja saya tanya ke adik saya apakah dia mau main ke taman tersebut. Ternyata, adik saya yang Juli nanti memasuki kelas satu SD itu menyambutnya dengan antusias.

Saat memarkirkan sepeda motor saya di pintu masuk, terdapat plang berwarna merah bertuliskan RPTRA Krendang. Jujur saja, saya kurang tahu akronim dari RPTRA hingga akhirnya saya melihat di prasasti berwarna hitam yang terdapat di aula. Yupz, ternyata RPTRA itu singkatan dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak.

Dalam prasasti tersebut dituliskan, RPTRA Krendang ini diresmikan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama pada 3 Februari lalu. Sebagai warga Jakarta Barat yang lokasinya tidak jauh dari taman tersebut, tentu saya bangga. Ini membuktikan, pria yang akrab disapa Ahok itu memang peduli terhadap warganya.

Apalagi, RPTRA Krendang ini lokasinya strategis. Karena diapit dua stasiun yang melayani jasa Commuter Line, yaitu Stasiun Duri dan Stasiun Angke. Sekitar satu kilometer dari arah Jembatan Besi, terdapat Jalan Prof. Dr. Latumenten yang merupakan jalur utama di ibu kota dengan mengarah ke selatan meuju Semanggi dan Pluit (utara).

Menurut  www.jakarta.go.id, RPTRA Krendang memiliki luas 2.962 meter persegi. Dalam artikel berbeda di situs resmi Provinsi DKI Jakarta itu, ternyata pembangunannya menggandeng 19 perusahaan nasional. Salah satunya di RPTRA Krendang ini dengan dukungan Blibli.com yang merupakan anak grup dari Djarum dan BCA dengan logonya tersebar di berbagai papan nama di sekitar RPTRA Krendang.

Dengan dukungan pihak sponsor itu tak heran jika taman ini jadi tujuan masyarakat untuk berekreasi bersama keluarganya. Baik warga sekitar atau yang datang dari jauh untuk sekedar singgah. Maklum, di RPTRA ini terdapat berbagai fasilitas menarik bagi anak-anak dan keluarga. Mulai dari permainan anak yang mengedukasi, taman labirin, tanaman obat, kolam gizi, arena fitnes outdoor, hingga lapangan futsal dan basket untuk berolahraga.

Selain itu, yang tak kalah penting, ada toilet yang bersih untuk umum dan difabel, musala, gedung serbaguna atau aula yang saat itu digunakan pelajar untuk berlatih karate, ruang menyusui, dan PKK Mart yang menjual berbagai sembilan bahan pokok (Sembako).

"Syukur deh mas, sejak ada ini (RPTRA Krendang), jadi anak-anak punya tempat untuk bermain. Terlebih, aksesnya tertutup jadi kami tidak khawatir saat ada kereta lewat. Kalau dulu kan taman ini sempat terbengkalai dan malamnya suka dibuat yang aneh-aneh," kata salah satu warga sekitar yang membawa dua anaknya saat berbincang dengan saya.

Saat melirik arloji di tangan saya sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB. Itu berarti, sekitar 20 menit lagi menjelang waktu berbuka. Sambil mengawasi adik saya dari kejauhan yang sedang bermain dampu, saya pun menuju arah seberang untuk membeli takjil berupa es kelapa muda dan kolak biji salak.

Setelah itu, saya mengajak sang adik yang terlihat puas mencoba berbagai permainan di RPTRA Krendang selama hampir dua jam. Selanjutnya, kami pun kembali menuju rumah untuk bersiap buka puasa bersama sekaligus merayakan hari ulang tahun adik saya yang ketujuh yang bertepatan dengan HUT kota tercinta yang ke-489.

*       *       *
Salah satu warga melakukan refleksi kesehatan dengan menginjak batu

*       *       *
Salah satu wahana permainan anak

*       *       *
Ibu-ibu menyuapi anaknya

*       *       *
Adik saya bermain dampu

*       *       *
Adu balap kelincahan menjelang berbuka...

*       *       *
Blibli.com salah satu perusahaan yang mendukung pembangunan RPTRA Krendang

*       *       *
Taman Gizi

*       *       *
Ini toh, daun Miana yang saya baru tahu setelah datang ke RPTRA Krendang

*       *       *
Kolam gizi

*       *       *
Musala dan toilet

*       *       *
PKK Mart

*       *       *
Prasasti yang diresmikan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama

*       *       *
Aula serba guna dipakai anak kecil untuk menunggu berbuka puasa

*       *       *
Pelajar melakukan latihan karate

*       *       *
Awas jatuh...

*       *       *
Bermain futsal di lapangan yang tanpa khawatir bayar 

*       *       *
Taman Labirin

*       *       *
Siapa cepat yang keluar dari Taman Labirin dia yang menang

*       *       *
Dua orangtua mengawasi anak-anaknya yang asyik bermain ayunan

*       *       *
Ekspresi riang anak-anak yang main ayunan di RPTRA Krendang

*       *       *
Deretan pot bunga yang mempercantik sepanjang jalan

*       *       *
Akses masuk kedua lewat jembatan penyebrangan di Jalan Krendang

*       *       *
RPTRA Krendang dengan lanskap rel Kereta Api menuju Stasiun Duri

*       *       *

*       *       *
Artikel terkait Ramadan:

2015
- Jika Ini Ramadan Terakhir
- Tujuh Permainan Tradisional yang Asyik untuk Ngabuburit
- Tujuh Perlengkapan Mudik yang Harus Dibawa dengan Sepeda Motor
- 20 Tahun Tipe-X Meriahkan Jackloth Lebaran 2015
- Merajut Kebersamaan dalam Bukber BRId dan Ketupat Indosat
- Mencari Hilal: Tontonan Sekaligus Jadi Tuntunan Film Berkelas
- Mengunjungi Masjid Hidayatullah yang Bersejarah dan Dikeliling Gedung Bertingkat
- Horor di Jembatan Penyebarangan Kalideres

2014
Buka Bersama ICI: Dari, Oleh, dan untuk Interisti

2013
Medesu

2012

2011
Usai Lebaran: Hati-hati Terhadap Jerat Rayuan Rentenir

*       *       *
- Jakarta, 25 Juni 2016

Minggu, 19 Juni 2016

Bukber IM3 Ooredoo yang Berkesan dalam Silaturahmi Unlimited


Kreasi foto saya jelang bukber IM3 Ooredoo di Segarra, Ancol (18/6)

RAMADAN merupakan momen yang tepat untuk melakukan silaturahmi kepada antarsesama. Di periode bulan puasa ini banyak yang mengisinya untuk melakukan berbagai kegiatan demi mempererat hubungan. Salah satunya, buka bersama (bukber) yang sering saya lakukan untuk mengisi Ramadan.

Bisa dipahami mengingat dengan bukber, saya dapat bersilaturahmi dengan rekan-rekan blogger. Termasuk, saat melakukannya kemarin, Sabtu (18/6) di Segarra Restoran, Ancol, Jakarta Utara. Menariknya, bukber yang diselenggarakan IM3 Ooredoo ini tidak hanya mempertemukan saya dengan sesama rekan blogger saja.

Melainkan juga dengan berbagai rekan yang selama ini kerap berinteraksi di dunia maya, seperti instagram, twitter, dan pelanggan IM3 Ooredoo. Itu sesuai dengan tagline #SilaturahmiUnlimited yang diusung perusahaan telekomunikasi terdepan di Tanah Air ini. Apalagi, dalam bukber bertajuk Community Hangout itu, juga dimeriahkan dengan berbagai games seru. Mulai dari live tweet, kompetifi foto takjil (menu berbuka puasa), hingga video antarkelompok.

Kebetulan, saya tergabung di kelompok lima yang bernama Tim Berkah bersama rekan blogger Lidya Fitrian. Sementara, Ani Berta, Hazmi Srondol, Teddy Rustandi, Unggul Sagena, dan Aditya Perwira, terbagi dalam tim serta kelompok lainnya.

Tentu, berbagai games ini membuat kami tertantang. Khususnya saat membuat video berdurasi minimal satu menit dengan deadline yang singkat. Alhasil, saya, Lidya, dan rekan satu kelompok lainnya yang berjumlah enam orang harus memuter ide untuk mencari tema yang cocok.

Hingga akhirnya, setelah merenung sejenak sambil memandangi keindahan laut di utara Jakarta dari bibir pantai Ancol, kami menemukan ide brilian. Yaitu, kami berenam membagi tugas masing-masing. Ada yang men-shoot video, mengedit berbagai gambar untuk jadi satu frame.

Mulai dari di Gedung IM3 Ooredoo di Jalan Merdeka Barat No 21, Jakarta Pusat, sepanjang jalan, dan di bibir Ancol. Setelah selesai menemukan berbagai video yang cocok, lalu kami mengunggahnya lewat smartphone. Kebetulan, kami berenam menggunakan IM3 Ooredoo yang memiliki kecepatan data.

Tak heran jika Ookla Speedtest menahbiskan perusahaan yang bermarkas di Jalan Merdeka Barat No 21, Jakarta Pusat ini sebagai pemilik jaringan data yang tercepat di Indonesia. Tak heran jika untuk mengunggah file berkapasitas puluhan MB itu tidak sampai memakan waktu semenit.

*      *      *
SELAIN di bagian editing dan dokumentasi foto, saya juga kebagian jadi model di video tersebut. Yupz, jadi model. Ho ho ho, berasa gimana gitu, ketika saya harus mengulang pengambilan gambar karena saya sering salah ucap. Beruntung, di smartphone saya terdapat aplikasi Spotify yang menyediakan 30 juta lagu yang bisa dinikmati secara legal.

Kebetulan, saat itu saya sedang membuat list lagu bertema Ramadan dengan salah satunya, yang dilantunkan Opick. Jadi, untuk mengatasi grogi disorot kamera, saya pun memasang headset. Eh, ternyata muncul ide lagi. Kenapa tidak digabung saja dalam video bertema #SilaturahmiUnlimited dengan Spotify yang diluncurkan IM3 Ooredoo pada 30 Maret lalu.

Tak lama, ide itu saya ajukan kepada kelima rekan lainnya yang langsung menyambut dengan antusias. Apalagi, IM3 Ooredoo memberikan berbagai kemudahan bagi kami yang menggunakan paket Freedom Combo untuk menikmati layanan Spotify Premium. Alias, kami bebas memilih lagu untuk dijadikan list tersendiri dibanding layanan Spotify gratis yang ada iklan dan pilihan lagunya terbatas serta acak.

Setelah selesai mengunggah video, kami pun bersiap masuk ke ruang utama Segarra untuk menunggu azan magrib.Usai menikmati menu berbuka puasa yang sangat istimewa, acara kembali dilanjutkan. Selain pengumuman pemenang berbagai kompetisi, juga tersedia banyak doorprize untuk kami semua.

Termasuk, session sharing IM3 Ooredoo bukber ini yang diwakili Wiwit dan Aji mengenai kelebihan paket Freedom Combo. Menariknya, paket ini tidak hanya bisa dipakai untuk saya yang menggunakan prabayar saja, tapi juga pascabayar. Ini jadi salah satu kelebihan postpaid IM3 Ooredoo dibanding provider lainnya. Sebab, dengan satu kartu bisa untuk keluarga yang disertai melimpahnya bonus dan kuota yang tidak kalah dengan prabayar.

*      *      *
LANGIT di utara ibu kota kian pekat. Itu berarti, kami bersiap untuk kembali menuju Gedung IM3 Ooredoo yang jadi titik awal. Ya, tiada perjamuan yang tak berakhir. Demikian adagium lawas itu seperti mengingatkan kami. Ada pertemuan, sudah pasti ada perpisahan.

Alhasil, kami pun berkemas menuju selatan Jakarta dengan bus ikonik berwarna kuning cerah. Yaitu, kendaraan yang pernah saya tumpangi saat IM3 Ooredoo meluncurkan Freedom Bus pada 21 Februari-22 Maret 2016. Tepatnya, program bus gratis yang dapat dinikmati warga ibu kota dengan fasilitas lengkap.Termasuk internet dan charger station yang membuat perjalanan saya saat itu dari Ratu Plaza ke Harmoni jadi nyaman.

Raut kepuasan terpancar dalam bus sepanjang perjalanan menuju Gedung IM3 Ooredoo usai menikmati Community Hangout. Ya, tiada pesta yang tak pernah terhenti. Di sisi lain, saya percaya dengan pepatah masa lampau, "Selama gunung masih menghijau dan air sungai tetap mengalir, masih ada waktu untuk bersama lagi."

Itu terjadi pada bukber Ramadan 1438 mendatang.

*      *      *
Kumpul di Gedung IM3 Ooredoo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat

*      *      *
Tim IM3 Ooredoo memberi pengarahan jelang keberangkatan

*      *      *
Nessa Hardjautama bersama Vay, putri Zizy Astrid Damanik

*      *      *
Cihuyyy, naik bus ini lagi setelah terakhir awal Maret lalu dalam program #FreedomBus

*      *      *
Nostalgia sepanjang jalan dengan salah satunya saat lewat Golden Truly yang jadi cikal bakal nama saya

*      *      *
Pintu masuk Ancol yang ikonik... 

*      *      *
Segarra yang "wah" banget

*      *      *
Teddy  Rustandi berpose di antara dua bus ketika sampai

*      *      *
Onde mande... Rancak bana!

*      *      *
Sudut ibu kota yang memesona...

*      *      *
Ani Berta asyik mendengarkan Spotify

*      *      *
Lidya Fitrian berpose di bibir pantai

*      *      *
Nessa memotret Zizy yang sedang mengarahkan kamera ke Vay yang semuanya terangkum dalam satu gambar

*      *      *
Vay yang piawai bermain piano

*      *      *
Terima kasih untuk fotografer IM3 Ooredoo yang mengabadikan gambar saya :)

*      *      *
Eksotisnya Segarra menjelang pergantian hari

*      *      *
Hazmi Srondol membawa Alquran untuk persiapan Bukber IM3 Ooredoo

*      *      *
Wiwit dalam Sharing Session IM3 Ooredoo

*      *      *
Aji menerangkan keunggulan pascabayar IM3 Ooredoo

*      *      *
Saya jadi model di Youtube :)

*      *      *
IM3 Ooredoo Community Hangout (18/6)

*      *      **      *      *
*      *      **      *      *
*      *      **      *      *

*      *      *

Kolaborasi Indosat Ooredoo dan Spotify Manjakan Pencinta Musik lewat #FreedomMusic
(Esai Foto) Menikmati Ketenangan di Danau Linow
Indosat Luncurkan Paket Freedom Combo untuk Bebas Waktu dan Rumitnya Tarif
Indosat Ooredoo 4Gplus Jawaban untuk Akses Internet Lebih Cepat
Komitmen Indosat Terhadap Pelanggan, Sepak Bola, dan Blogger
Merajut Kebersamaan Sesama Blogger dalam #BukberBRID dan Ketupat Indosat
Serba Lengkap di Cipika Store
Kenapa Harus Indar Atmanto?
Kenangan Belajar Meliput di SEA Games 2011
Mereka yang Turut Mensukseskan SEA Games 2011
Hajar Vietnam 2-0, Indonesia ke Semifinal SEA Games 2011
Antusiasme Masyarakat Menyaksikan Timnas Indonesia Mengalahkan Malaysia
Menyaksikan Langsung Parade Obor SEA Games 2011 di Jakarta
Silaturahmi Blogger di Launching Produk Indosat Ramadan
Kopdar Kompasianer dan Indosat untuk Internet Murah
Dampak Negatif Internet dalam Keseharian Siswa SD
Rekam Jejak Satu Tahun IDKita Kompasiana

*      *      *
- Jakarta, 19 Juni 2016