TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Juli 2017

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Minggu, 30 Juli 2017

Draft November

d



d
,.;:?/
,
.
;
:
?
/
*         *         *
d

News Release
Citra Maja Raya
Untuk Blogger Gathering


2018, Belum Punya Rumah Idaman?
 Cluster Sanur Citra Maja Raya Solusinya

Citra Maja Raya, proyek pengembangan Ciputra Group seluas 2.600 Ha di Maja, Lebak, Banten telah menjadi solusi bagi puluhan ribu konsumen yang belum memiliki rumah idaman. Tercatat, sejak 2015 Citra Maja Raya telah memasarkan dan membangun lebih dari 13.500 unit rumah serta ratusan unit ruko. Di penghujung tahun 2018 ini, Citra Maja Raya kembali merilis produk hunian terbarunya, Sanur. Cluster ini dapat menjadi pilihan terbaik bagi yang belum memiliki hunian idaman. Seperti cluster pendahulunya, Bedugul, Uluwatu dan Legian, cluster Sanur memiliki karakteristik yang kental dengan nuansa Bali. Kawasan ini, merupakan kawasan hijau dan asri, Sanur juga memiliki taman tematik bernuansa Sanur, Bali.

Gerbang RS - view 01

Dalam launching perdananya, cluster Sanur dipasarkan mulai harga 168 juta (all in) dengan cicilan mulai 1 Jutaan per bulan. Angka tersebut tentunya sangat terjangkau bagi yang belum memiliki hunian idaman. Terlebih, fasilitas yang disediakan mampu memberikan nilai tambah dan juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan para penghuninya nanti. Keberadaan Stasiun Maja dan Commuter Line dapat menjadi alat transportasi yang efektif untuk menjangkau Stasiun Tanahabang, Jakarta. Selain memberikan kenyamanan kepada para penggunanya, Ketepatan dan kecepatan waktu menjadi prioritas pengguna, bayangkan saja untuk menuju Jakarta (Stasiun Tanahabang) dapat ditempuh perjalanan selama 90 menit.

Kenyamanan pengguna Commuter Line, sudah nampak saat memasuki Stasiun Maja, nuansa bersih, rapih dan luas serta keamanan sudah menjadi pemandangan lazim di Stasiun Maja ini. Modernisasi Stasiun Maja sudah dilaksanakan sejak 2 tahun yang lalu dan kini sudah rampung dan beroperasional juga tentunya memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap penumpangnya. Kelebihan lainnya, moda transportasi massal ini juga sangat murah, untuk menjangkau Jakarta, pengguna hanya dikenakan tiket Rp 7.000 saja. Lalu bagaimana dengan kenyamanan Commuter Line-nya? Kenyamanan pengguna tentunya nomor satu, kereta yang bersih, tempat duduk yang nyaman juga dilengkapi dengan AC. Lalu nikmat mana lagi yang Anda dustakan, saat menggunakan moda transportasi Commuter Line?


Sempurna, itu adalah kata yang tepat menggambarkan Citra Maja Raya, rumah berkualitas, harganya sangat terjangkau, fasilitas penunjang yang lengkap, kawasan yang hijau dan asri, keamanan terjamin, moda transportasi massal yang nyaman, murah dan cepat, juga dikembangkan oleh pengembang  yang memiliki reputasi baik di dunia properti dalam dan luar negeri.

Gerbang RS - view 02Gerbang-RS---view-03-thumb

Kota Baru Publik Itu Citra Maja Raya

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang telah dicanangkan Pemerintah sejak April 2015 lalu menjadi perhatian Ciputra Group sebagai pengembang properti nasional. Upaya pemerintah ini merupakan langkah nyata dalam melaksanakan percepatan dan pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan Kota Baru Maja, di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang masuk menjadi salah satu dari 10 kota Baru Publik yang dicanangkan Pemerintah Indonesia. Sejalan dengan rancangan tersebut pembangunan berbagai fasilitas pendukungnya terus dipacu, mulai dari infrastruktur utama, sistem transportasi massal, hingga utilitas kota lainnya. 

Sejalan dengan program pemerintah yang telah dicanangkan tersebut, Ciputra Group, sejak tahun 2015 turut ambil bagian dengan mengembangkan Kota Baru Terpadu Citra Maja Raya dengan luas pengembangan 2.600 Ha, berupa pembangunan hunian terpadu dan terlengkap di Maja. Citra Maja Raya di gagas dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) yaitu pengembangan kawasan berbasis kepada system transportasi massal, didukung dan sudah dilengkapi dengan KA Commuter line, Rel double track, dan Sarana Stasiun yang lebih modern, aman dan nyaman.

Citra Maja Raya telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam proses pembangunannya. Dalam 3 tahun, Citra Maja Raya telah berhasil mencatatkan prestasi dalam pembangunan maupun dalam pemasarannya yang berhasil memasarkan dan membangun lebih dari 13.500 Rumah. Dalam progress-nya, sebagian besar pembangunan rumah di pengembangan tahap I sudah rampung, bahkan sudah mulai diserah-terimakan secara bertahap ke konsumen mulai awal 2017 lalu. Progress lainnya, pembangunan Flyover, Boulevard Utama ROW 40 dari pintu gerbang utama menuju ke cluster-cluster , dan juga penghijauan-penghijauan juga sudah rampung.

Dan mulai semester II 2017 lalu, Citra Maja Raya telah memulai membangun fasilitas penunjangnya, seperti fasilitas komersial di sepanjang boulevard utama, Sport Club, EcoPark, dan Eco Plaza yang terdiri dari CGV Cinema, supermarket, café, Restaurant, dan retail outlet. Sementara, di sepanjang tahun 2018 ini, pembangunan fasilitas skala kota untuk memenuhi kebutuhan penghuni di Citra Maja Raya terus dikebut, seperti pembangunan pasar modern, water park, theme park, sekolah, sarana ibadah dan fasilitas kota lainnya.

Info Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi:

Annas Armanto
Digital Marketing Manager
PT Ciputra Residence
Phone: 021 22596999



d
,.;:?/
,
.
;
:
?
/
d

*         *         *

d
,.;:?/
,
.
;
:
?

/


NEWS RELEASE
Pine Tree, Cluster Terbaru di Kawasan Ecopolis CitraRaya Tangerang
Jakarta menjadi salah satu kota dengan perkembangan yang cukup signifikan di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, mengingat lokasinya yang strategis sebagai ibu kota negara dan pusat bisnis serta pemerintahan. Tidak heran jika hampir sekitar 70% peredaran uang ada di Jakarta.
Pesatnya kehidupan dan perkembangan ekonomi bisnis di kota ini merupakan peluang besar bagi Anda untuk berinvestasi, terutama investasi properti. Kawasan barat Jakarta merupakan lokasi investasi properti yang menjanjikan karena strategis dan menawarkan suasana nyaman.
Melihat peluang dan kondisi di atas, Ciputra Group kini tengah membangun cluster baru yang dinamakan cluster Pine Tree, yang berada di kawasan Ecopolis di CitraRaya Tangerang. Beragam fasilitas dan keunggulan terdapat di cluster terbaru ini, mulai dari konsep minimalis, ramah lingkungan, dan mengutamakan kenyamanan.
Gandeng developer ternama Jepang
Dalam mengembangkan kawasan Ecopolis, Ciputra Group menggandeng salah satu developer ternama asal Jepang, yakni Mitsui Fudosan Residental. Tepatnya, pada 2013 lalu, kedua developer tersebut mengembangkan kawasan Ecopolis yang memiliki luas 100 Ha. Lokasinya pun sangat strategis di area CBD (CitraRaya Business District).
Mitsui Fudosan Residental sendiri di Jepang berdiri sejak tahun 1941. Tidak hanya di Jepang, Mitsui Fudosan kini juga mengembangkan proyeknya di beberapa negara Asia. Negara-negara tersebut antara lain Taiwan, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Di Indonesia inilah pihak Mitsui Fudosan Residental berkolaborasi dengan Ciputra Group dalam menggarap proyek besarnya, yakni Ecopolis.
Terletak di area CBD, Ecopolis dikelilingi fasilitas skala kota yang lengkap. Terdapat fasilitas bisnis office park, fasilitas komersil dan juga EcoPlaza yang dilengkapi Farmers Market, CGV Cinemas, Funworld, dan Gramedia dan masih banyak lagi. Selain itu, akan segera hadir Mal Ciputra yang sedang dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektare dan direncanakan soft opening awal 2020.
Ecopolis juga dikelilingi fasilitas pendidikan,seperti Sekolah Tarakanita, Sekolah Citra Berkat, Sekolah Citra Islami, dan Universitas Esa Unggul. Tersedia pula fasilitas kesehatan seperti Ciputra Hospital, fasilitas rekreasi keluarga seperti Water World Water Park, World of Wonders Theme Park, Little Kyoto Eco  Park, dan EcoClub.
Setelah sukses memasarkan dan membangun 5 cluster dan 2 tower apartment di kawasan Ecopolis, Ciputra Group dan Mitsui Fudosan Residential kembali melanjutkan pengembangan kawasan Ecopolis dengan membangun Cluster ke-6 yang dinamakan Pine Tree.
Mengusung konsep modern minimalis
Rumah dengan konsep modern minimalis hingga saat ini masih menjadi favorit banyak orang. Secara keseluruhan, konsep rumah ini unik, enak dipandang, dan nampak modern. Selain itu, rumah minimalis juga terlihat lebih praktis dan membersihkannya cenderung lebih mudah. Tidak mengherankan jika rumah minimalis menjadi pilihan banyak orang untuk berinvestasi properti.

Begitu pula halnya dengan rumah di cluster terbaru Pine Tree ini yang terdiri dari dua lantai dan dipasarkan dengan spesifikasi bangunan terbaik. Fasilitas dan bahan yang digunakan antara lain rangka atap baja ringan, double dinding, dan lantai utama menggunakan bahan homogenous tile berukuran 60x60 cm. Sementara itu, tinggi ceiling tiap lantai mencapai kurang lebih 3.2 meter. Kemewahan juga akan makin terasa berkat penggunaan drop ceiling dan titik lampu downlight.
Hunian ramah lingkungan
Selain rumah berkonsep modern minimalis, cluster Pine Tree juga memadukan hunian berkonsep ramah lingkungan. Selain untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penghuni rumah, hal ini juga merupakan komitmen dari pengembang untuk menciptakan kondisi lingkungan yang lebih baik.
Beberapa contohnya adalah penggunaan biological septictank. Kemudian juga ada biopore infiltration holes yang dapat menyerap air dengan maksimal di saat hujan serta mencegah terjadinya kubangan dan banjir di sekitar lokasi hunian. Sementara itu, untuk fasilitas penerangan, unit rumah di cluster Pine Trees menggunakan lampu LED. Sedangkan fasilitas toilet dan kamar mandi sudah menggunakan closet ecowasher. Hal penting lainnya adalah, cat yang digunakan pun berbahan dasar ramah lingkungan (green label) sehingga aman untuk penghuni, terutama anak-anak. Ada pula fasilitas solar water heater berkapasitas 130 liter.
Hadirkan kenyamanan di kawasan terpadu
Keunggulan lain yang bisa Anda dapatkan di cluster Pine Trees adalah kawasannya yang terpadu. Kawasan ini akan dilengkapi dengan clubhouse untuk memenuhi kebutuhan hiburan, olahraga, dan relaksasi Anda. Dalam clubhouse tersebut, terdapat lounge area, kolam renang, dan gym.
Tidak hanya itu, cluster Pine Trees juga dilengkapi dengan sistem keamanan 24 jam menggunakan CCTV demi kenyamanan para penghuninya. Tidak ketinggalan lokasinya yang sangat strategis karena dekat dengan Ecoplaza, Mal Ciputra, Sekolah Citra Berkat, dan Universitas Esa Unggul.
Skema pembayaran yang mudah
Terdapat tiga pilihan tipe yang bisa Anda pilih di cluster Pine Tree, yaitu tipe Cedar, tipe Balsa, dan tipe Banyan. Masing-masing tipe tersebut tentu memiliki kemudahan dalam skema pembayaran. Jika menggunakan KPR, misalnya, Anda bisa mendapatkan penawaran menarik.
Untuk pembayaran dengan KPR, Anda hanya perlu menyerahkan DP sebesar 5% yang dapat dicicil hingga lima kali. Sementara untuk DP 20%, cicilannya 20 kali. Lalu untuk DP 50%, dapat dicicil 23 kali. Harga jual di cluster Pine Trees mulai dari Rp875 jutaan dan sudah termasuk PPN.
Dengan memiliki hunian di cluster Pine Trees, Anda bisa menikmati berbagai fasilitas di atas. Tertarik untuk membeli salah satu unitnya? Segera kunjungi citraraya.com untuk mendapatkan informasi lebih banyak atau langsung menghubungi via telepon di nomor 021-5960888. (*)

Info Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi:

Annas Armanto
Digital Marketing Manager
PT Ciputra Residence
Phone: 021 22596999

*         *         *

d
,.;:?/
,
.
;
:
?


/

Sabtu, 29 Juli 2017

Kementerian ESDM Edukasi Masyarakat untuk Tanggap Bencana Lewat Aplikasi MAGMA Indonesia


Suasana Temu Netizen edisi keenam yang diselenggarakan Kementerian ESDM
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)

DALAM beberapa hari terakhir, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) sedang digoyang berbagai isu. Mulai dari foto hingga Freeport. Berbagai gosip itu kemungkinan ditunggangi oknum yang tidak menginginkan suasana kondusif di kementerian yang 10 Juli lalu genap 58 tahun ini.

Dugaan saya terkait keinginan reshuffle pada Kabinet Kerja yang dihembuskan beberapa pihak. Sebagai blogger, tentu saya selalu memantau perkembangan negeri ini, baik di dunia nyata atau internet (dunia maya).

Tidak hanya mengenai olahraga saja yang merupakan santapan sehari-hari. Melainkan juga budaya, hiburan, sosial, dunia blog, hingga pemerintahan. Yupz, sebagai bagian dari masyarakat, sudah pasti, saya harus peka terhadap situasi di pemerintahan.

Jika bagus, tentu saya mengapresiasinya, baik lewat tulisan di blog atau cuitan di sosial media seperti twitter. Begitu juga jika kurang bagus, sudah pasti saya melancarkan kritik. Tentu, tidak sekadar kritik membabi buta saja. Tapi juga disertai solusi yang membangun. Sebab, jika pemerintahnya sehat, rakyatnya pun akan makmur dan sejahtera.

Termasuk, dengan mengikuti berbagai acara yang diselenggarakan kementerian, lembaga pemerintahan, atau instansi terkait. Sejak saya jadi blogger pada 2009 silam, sudah sering mengikuti acara tersebut. Baik itu dituliskan di blog ini (www.roelly87.com)atau di www.kompasiana.com/roelly87.

Banyak manfaat yang bisa digali dari diskusi dengan berbagai lembaga tersebut. Terutama, karena pada event itulah, sebagai blogger, saya bisa memberi kritik sekaligus masukan kepada mereka. Bagaimana pun, ada nilai lebih dari tatap muka dengan mereka ketimbang hanya menyampaikan aspirasi di media sosial.

Itu mengapa saya sangat antusias ketika Kementerian ESDM menyelenggarakan Temu Netizen edisi keenam dengan tema "Magma untuk Dunia". Acara yang dihadiri 70 peserta lebih itu berasal dari blogger, netizen, mahasiswa, hingga aktivis di Ruang Damar, Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (26/7).

Ini kali pertama saya mengikuti acara yang diselenggarakan Kementerian ESDM. Itu berkat informasi dari fanpage facebook Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB). Komunitas yang dibentuk sejak 17 Mei 2016 ini memang rutin mengajak blogger untuk mengenal lebih dekat dengan lembaga pemerintah dan yang terkait. Baik itu, secara online maupun offline.

Sebelumnya, saya dan rekan yang tergabung dalam Komunitas ISB juga turut dalam kampanye Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada 14 Mei lalu.

*        *        *

TEMU Netizen edisi keenam dibuka dengan pemaparan dari Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama (KLIM) Kementerian ESDM Sujatmiko. Menurut pria yang sering berbagi informasi terkait energi dan sumber daya mineral lewat akun twitter @Sujatmiko95 ini, berharap Temu Netizen ini mampu memberi awarness kepada khalayak ramai.

Mulai dari keluarga, rekan, hingga follwers di media sosial. Dalam kesempatan itu, Kementerian ESDM meluncurkan aplikasi MAGMA Indonesia yang bisa diunduh di Google PlayStore. Aplikasi ini gratis dan mudah digunakan.

Apalagi, ukurannya sangat kecil, hanya 4,06 MB yang tidak memakan tempat di memory smartphone. Jika Anda ingin mengunduhnya, bisa diklik pada tautan https://play.google.com/store/apps/details?id=com.magma.pvmbg.magmaindonesia.

Sebagai informasi, MAGMA Indonesia merupakan akronim dari Multiplatform Aplication for Geohazard Mitigation and Assessment ( MAGMA). Yaitu, aplikasi yang memuat sistem teknologi informasi yang diinisiasi, dirancang, disupervisi, dibangun, dan dikembangkan secara mandiri 100% oleh PNS Badan Geologi ESDM tanpa menggunakan biaya APBN khusus.

Aplikasi ini berisi informasi mengenai aktivitas, status gunung api, peta kawasan rawan bencana hingga sebaran abu vulkanis dari gunung api yang meletus. MAGMA Indonesia hadir dengan visi untuk memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat maupun instansi nasional maupun internasional berupa informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi.

Semuanya disajikan secara realtime, cepat, dan akurat melalui berbagai platform media yang terkoneksi internet. Lahirnya MAGMA mendapat apresiasi dari berbagai institusi, seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), dan Kementerian Perhubungan.

Bahkan mendapat apresiasi langsung dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat. Selain di aplikasi smartphone, MAGMA Indonesia juga dapat kita unduh melalui portal https://magma.vsi.esdm.go.id.

*        *        *
KEBERADAAN aplikasi MAGMA Indonesia disambut baik banyak pihak. Maklum, Indonesia memiliki banyak gunung berapi. Keberadaan aplikasi ini sangat penting untuk mengetahui situasi pada gunung berapi tersebut.

Dalam aplikasi yang sudah saya unduh, terdapat ratusan daftar gunung berapi yang bisa ketahui informasinya secara realtime. Misalnya, Gunung Bromo yang pada November lalu sempat saya kunjungi (Artikel sebelumnya: Suatu Ketika di Puncak Bromo).

Melalui MAGMA Indonesia, saya bisa menyimak informasi terkini seperti saat saya buat artikel ini per Jumat (28/7). Contohnya, ketinggian Gunung Bromo sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut (MDPL). Begitu juga dengan cuaca berkisar dari 11-19 celcius.

Pun dengan kecepatan angin bertiup lemah dan sedang ke arah barat daya dan barat. Dalam aplikasi yang dirilis sejak 2015 ini juga ada rekomendasi untuk calon pengunjung. Misalnya, saat ini masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung/wisatawan/pendaki, tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif.

Yang menarik, kita tidak hanya menyimak informasi dari Kementerian ESDM melalui badan Geologi saja. Melainkan juga bisa berpartisipasi meminimalisasi bencana. Yaitu, dengan fitur Lapor Bencana. Nanti, kita bisa melaporkan kejadian bencana geologi yang kita lihat atau alami.

Mulai dari Gunung berapi, Gempa Bumi, Tsunami, Gerakan Tanah, hingga Semburan lumpur, gas, dan air. Termasuk, dengan mengupload foto terkait bencana tersebut. Yang penting, laporan itu harus benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Saran saya, untuk pengguna MAGMA Indonesia, tidak boleh melaporkan bencana seperti misalnya hanya dari kata orang, dari Grup Sebelah, atau media yang tidak terverifikasi. Alias, kita harus benar-benar memastikan informasi tersebut valid dan tidak dianggap hoax.

"Keberadaan aplikasi MAGMA Indonesia ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Terutama karena kondisi daerah di Tanah Air yang bersinggungan dengan gunung berapi dan beberapa daerah rawan bencana. Dengan adanya MAGMA Indonesia ini, kita bisa memantau pergerakan misalnya gunung berapi yang berpotensi meletuskan lahar. Atau, pengguna juga dapat melaporkan jika ada bencana di sekitarnya untuk ditindaklanjuti Kementerian ESDM," tutur Tenaga ahli kebencanaan ESDM Surono.

Pernyataan sama diungkapkan Devy Kamil Syahbana yang memberikan penjelasan terkait aplikasi MAGMA Indonesia. Maklum, jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini merupakan sosok di balik MAGMA Indonesia. Devy yang mengupdate berbagai perkembangan aplikasi itu bersama lima rekan dan kontributor lainnya dari seluruh nusantara.

"Kami berharap aplikasi MAGMA Indonesia ini bisa jadi referensi bagi masyarakat. Termasuk untuk pendaki gunung, dengan adanya aplikasi ini bisa mengetahui situasi dan kondisi gunung yang akan dituju. Kami sangat berharap adanya kritik dan saran dari seluruh peserta yang ada di sini rekan-rekan di media sosial. Tujuannya, supaya aplikasi MAGMA Indonesia ini bisa lebih baik dalam melayani masyarakat," Deby, menambahkan.

Yuk, kita unduh aplikasi karya anak bangsa. Dengan MAGMA Indonesia, kita tidak hanya bisa mengetahui informasi terkait bencana. Namun juga dapat melaporkan adanya bencana di sekitar supaya khalayak umum dapat mewaspadainya.

*        *        *
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama
Kementerian ESDM Sujatmiko
*        *        *
Devy Kamil Syahbana, sosok di balik aplikasi MAGMA Indonesia

*        *        *
Daftar gunung berapi di MAGMA Indonesia

*        *        *
Informasi mengenai Gunung Bromo
yang bisa diakses di MAGMA Indonesia

*        *        *
Rekomendasi untuk pengunjung terkait
situasi dan kondisi Gunung Bromo

*        *        *
Tenaga Ahli Kebencanaan Kementerian ESDM Surono

*        *        *
Saya dan beberapa rekan blogger dalam Temu Netizen edisi keenam
 (Foto: www.roelly87.com/ Dijepret Staf Kementerian ESDM)

*        *        *
Foto bersama blogger dan narasumber Temu Netizen edisi keenam
(Foto: www.roelly87.com/ Dijepret Staf Kementerian ESDM)

*        *        *
Tagar #MAGMAuntukDunia memuncaki
Trending Topics Twitter nasioanl

*        *        *
Saran saya untuk Temu Netizen ketujuh, semoga bisa dihadiri Menteri ESDM
Ignasius Jonan

*        *        *
Apa pun yang terjadi, sebagai masyarakat, saya terus
mendukung kinerja Kementerian ESDM

*        *        *

Artikel tentang Kementerian, Lembaga Pemerintah, dan Instansi Terkait
BSN Selenggarakan Fun Bike Sekaligus Sosialisasi SNI kepada Masyarakat Luas
Bonn Challenge 2017 sebagai Simbol Keberhasilan Indonesia dalam Restorasi Hutan
Bonn Challenge 2017: Aksi Nyata Restorasi untuk Masa Depan
- Selamat HUT ke-66 PBSI
- Sisi Lain Kunjungan Jusuf Kalla ke Venue Asian Games 2018
- GBK Bersolek Sambut Asian Games 2018
Sinergi Kementerian PUPR dan Blogger untuk Sosialisasi K3 dalam Sebuah Proyek
Pariwisata Indonesia Tidak hanya Bali
Catatan Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK
Cegah Hilangnya Generasi akibat Kurang Gizi
Sinergi BNPT dan Blogger untuk Cegah Terorisme Melalui Tulisan
Antisipasi DJKA untuk Hadapi Arus Mudik dan Balik
Potret Petugas Penjaga Jalur Busway saat Buka Puasa
Menkominfo Rudiantara Resmikan Aplikasi "Obrol" & "Fantasy League" dari Indosat Ooredoo
Menelusuri Wajah Baru Stasiun Maja, Parung Panjang, dan Kebayoran
(Esai Foto) Cerita di Balik Peringatan Hari Air Sedunia
- (Esai Foto) Semarak Wayang Pesona Indonesia 2016
Buwas yang Kian Buas: BNN Gagalkan Transaksi Sabu 39,6 Kg
Harkonas 2016 untuk Kampanye Konsumen Lebih Cerdas
BNN Tangkap Pilot dan Pramugari Lion Air yang Konsumsi Narkoba
iJakarta, Aplikasi dari Warga untuk Warga
Sisi Lain Budi Waseso (Buwas): Pasukan Khusus, Ceplas-ceplos, dan Kritik Feodalisme di Kalangan Pejabat
HUT Polantas ke-60: Dengarlah Aspirasi Masyarakat untuk Bersama Mengurai Kemacetan
Diskusi tentang Perempuan dan Anak Bersama Serempak.or.id dan KPPPA
Sinergi BNN dan Blogger untuk Mengatasi Darurat Narkoba
Ketika Blogger Ngobrol Pajak di Kantor Pajak
Presiden dan Kepala BNN Kompak: Bandar Narkoba harus Dihukum Mati!
(Esai Foto) Membongkar "Rahasia" Bea Cukai
*        *        *
- Jakarta, 29 Juli 2017

Kamis, 27 Juli 2017

Tips Memilih Kaca Film Berkualitas dari V-KOOL Indonesia


Blogger mendapat kesempatan membuktikan kualitas kaca film V-KOOL
di dalam kendaraan operasional Mobil123.com
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


AKSESORIS mobil merupakan pendukung kenyamanan bagi setiap pengendara. Bukan hanya sebagai pelengkap saja, melainkan juga penting untuk setiap penghuni di dalam kendaraan. Mulai dari tata suara di dalam kabin, karpet, pelapis jok, dan yang utama kaca film.

Konsumen sering kali tidak mengetahui performa kaca film pada mobilnya. Maklum, karena kaca film cenderung sudah dipasang langsung dari Agen Pemilik Merek (APM). Biasanya, konsumen terima beres saja karena kaca film kerap satu paket dalam penjualan mobil.

Namun, bagaimana performanya? Tentu, konsumen tidak tahu. Apalagi, di pasaran, banyak terdapat kaca film dari berbagai produsen. Sebagai konsumen, tentu harus jeli untuk mencari yang terbaik. Bisa dipahami mengingat kaca film sangat penting dalam kenyamanan dan keamanan pengendara.

Berbagai informasi itu yang saya dapat ketika mengikuti event blogger gathering yang diselenggarakan V-KOOL Indonesia bersama Mobil123.com. Acara tersebut diselenggarakan Rabu (26/7) di V-KOOL Flagship Outlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kehadiran saya pada talkshow bertema "Tips Memilih Kaca Film Berkualitas" ini berkat informasi dari Komunitas ISB (Indonesia Social Blogpreneur). Komunitas ISB rutin memotivasi blogger untuk berkreasi di blognya masing-masing dengan berbagai acara online dan offline.

Termasuk, kolaborasi dengan Mobil123.com sebagai Portal Otomotif No 1 di Tanah Air yang merupakan event kedelapan yang saya ikut sejak 2015 lalu.

*         *         *

PAGI itu, dengan membelah jalanan ibu kota, saya menuju kawasan Kemayoran. Saya tiba di gedung yang menjulang gagah yang jadi markas V-KOOL. Sebab, di gedung ini, selain menyediakan penjualan juga jadi tempat untuk pengetesan langsung sebelum kaca film ada di tangan konsumen.

Quality Control (CQ) merupakan hal wajib bagi V-KOOL dalam memasarkan berbagai produknya. Maklum, mereka merupakan produsen kaca film ternama di Tanah Air yang sudah jadi merek generik. Jika konsumen ingin mencari kaca film untuk mobilnya, pasti tertuju pada brand V-KOOL.

Wajar saja mengingat V-KOOL sudah melayani masyarakat sejak 1995 dengan nama perusahaan PT V-KOOL Indo Lestari. Dalam 22 tahun ini, V-KOOL selalu berinovasi agar berbagai produknya dapat dimanfaatkan publik.

Apalagi, V-KOOL jadi kaca film pertama di dunia yang menerapkan teknologi canggih yang digunakan National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada pesawat Stealth Bomber. Fakta itu yang membuat saya sangat antusias mengikuti diskusi ini sekaligus mengetahui lebih dalam seputar industri dan teknologi kaca film. Bahkan, saya dan puluhan blogger diajak langsung untuk menjadi saksi dari keunggulan kaca film V-KOOL!

Tepatnya, ketika kami membuktikan kaca film V-KOOL mampu menolak panas Infra Merah dan sinar Ultra Violet yang dapat menyebabkan pemudaran serta kanker kulit. Dalam kesempatan itu, kami yang berada di dalam mobil yang sudah dilapisi kaca film V-KOOL bisa merasakan kesejukan dan rasa lebih nyaman di dalam kabin.

"Ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus melanjutkan edukasi pasar, mengenai manfaat penggunaan kaca film," ujar Vice President Director PT. V-KOOL Indo Lestari Linda Widjadja.

"Gathering blogger dengan tema 'Tips Memilih Kaca Film Berkualitas' ini kami lakukan agar teman-teman blogger maupun media bisa mengetahui betapa pentingnya kaca film pada kendaraan. Serta,lebih jauh lebih, untuk mengenal fungsi kaca film, cara pembuatannya, perkembangan teknologi kaca film dari masa ke masa, hingga bagaimana dampaknya bagi manusia," Linda, menambahkan.

Dalam kesempatan itu, kami diajak untuk menjelajahi setiap sudut V-KOOL Flagship Outlet. Kami dipandu beberapa perwakilan V-KOOL termasuk Monita Cherline (Promotion & Adv. Manager) dan Ella (Marketing Executive).

*         *         *

NAH, berikut cara memilih kaca film yang baik bagi mobil berdasarkan pengalaman saya mengikuti diskusi bersama V-KOOL Indonesia, Mobil123.com, dan Komunitas ISB:

- Kualitas Produk
Kaca film ada dua jenis, absorptance (menyerap panas) dan reflectance (menolak panas). Kaca film jenis absorptance diibaratkan sebagai spons yang menyerap air sehingga bila sudah melebihi kapasitasnya akan menurun. Jadi, pilih kaca film reflectance yang terbaik.

Berdasarkan penelusuran saya, V-KOOL merupakan super premium brand internasionl yang mempunyai cabang di lebih dari 28 negara dengan 600 outlet di seluruh dunia. Berbagai produk V-KOOL dibuat di fasilitas produksi Southwall Technologies di Palo Alto, Amerika Serikat, melalui proses complex sputter metallized, multi layered dielectric coating. Bersama V-KOOL, Anda dapat berkendara dengan nyaman dalam kemewahan.

- Layanan Purna Jual
1. Kartu Garansi
Pastikan Anda mendapat kartu garansi ketika membeli kaca film. Ini untuk menjamin keaslian dan pelayanan purna jual kaca film

V-KOOL memberikan jaminan garansi lima tahun bagi konsumen sejak kaca film dipasang. Garansi ini termasuk delaminasi, demetalisasi, terkelupas, oksidasi, dan pemudaran warna. Dengan berbagai kelebihan itu, tak heran jika V-KOOL jadi produsen kaca film terdepan di dunia dan Tanah Air.

2. Jariangan Dealer
Hal ini bisa memudahkan pelanggan dalam melakukan pembelian, pemasangan, serta pelayanan after-sales produk yang dibeli.

Saat ini, V-KOOL memiliki 82 dealer yang tersebar di 40 kota di Indonesia dari Sumatera hingga Papua! Itu mengapa, kita sering melihat kaca film di berbagai mobil dengan stiker V-KOOL yang ikonik. Apalagi, V-KOOL mempunyai sistem pelayanan purna jual dan penanganan klaim yang sudah terstandardisasi dan diakui secara internasional.

- Teknisi yang Terampil dan Berpengalaman
Pastikan brand kaca film tersebut, mempunyai installatur profesional yang ahli dalam memasang kaca film berkualitas. Hindari sebisa mungkin installatur sewaan atau freelance yang hasil kerjanya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Setiap pemasangan kaca film V-KOOL dilakukan teknisi-teknisi yang terlatih dan terbaik di bidang pemasangan kaca film di Indonesia. Setiap teknisi V-KOOL telah melalui pelatihan selama 6-18 bulan sebelum jadi full time installer yang menjamin kelancaran dan mutu pemasangan.

- Cek Spesifikasi di Website Resmi
Selalu cek spesifikasi kaca film dari situs resmi brand tersebut. Kaca film yang baik mampu menolak sinar infra merah dan ultra violet lebih dari 90 persen. Khusus untuk kaca depan, pilihlah kaca film yang kemampuan menolak panasnya sangat tinggi sekaligus daya penerusan cahaya tampak (VLT) paling tinggi.

V-KOOL dikenal sebagai produsen kaca film dengan kualitas wahid dan mutu terjamin. Bagi Anda yang ingin mengetahui berbagai hal tentang V-KOOL bisa menyimaknya pada deretan link di bawah ini:

Website global: www.V-Kool.com
Website nasional: www.VKool-Indonesia.com
Facebookhttps://www.facebook.com/VKOOL.id/
Twitterhttps://twitter.com/vkoolindonesia
Instagram:  https://www.instagram.com/vkool.indonesia/
Hashtag media sosial: #iamvkool,  #Youdeservethebest

Demikian, pengalaman yang saya dapat saat mengikuti acara bertema "Tips Memilih Kaca Film Berkualitas". Jika Anda memiliki pengalaman terkait kaca film, khususnya produk V-KOOL, bisa menambahkannya di kolom komentar. Terima kasih!
*         *         *
V-KOOL Flagship Outlet di Kemayoran

*         *         *
Di balik suksesnya suatu produk V-KOOL, ada tim yang bekerja dengan keras dan cerdas

*         *         *
Monita Cherline (Promotion & Adv. Manager V-KOOL Indonesia)

*         *         *
Ella (Marketing Executive V-KOOL Indonesia)

*         *         *
Antusiasme puluhan blogger dan media untuk melihat uji produk V-KOOL

*         *         *
Saya berbincang dengan perwakilan V-KOOL Indonesia
(Foto: www.roelly87.com/ dijepret Ono Sembunglango)

*         *         *
Saya dan beberapa blogger di dalam mobil untuk membuktikan
daya tahan kaca film V-KOOL terhadap sinar infra merah 500 watt

*         *         *
Selain produknya berkualitas, V-KOOL Indonesia juga memberikan
garansi lima tahun untuk setiap kaca film

*         *         *
Managing Editor Mobil123.com Indra Prabowo bersama rekan blogger
Rahab Ganendra bermain biliar seusai acara

*         *         *
Rekan blogger Ani Berta menerima hadiah dari Vice President Director
 V-KOOL Indonesia Linda Widjadja  sebagai pemenang live tweet terbaik

*         *         *
Foto bersama blogger, media, dan perwakilan V-KOOL Indonesia
(Foto: www.roelly87.com/ dijepret salah satu staf V-KOOL Indonesia)

*         *         *
Tagar #Mobil123 dan #IamVKOOL di posisi puncak trending topics nasional
yang membuktikan antusiasme netizen terhadap informasi kaca film

*         *         *

Artikel Terkait Bersama Mobil123.com dan Komunitas ISB:
Ini Tips Mudik Asyik dari Mobil123.com
Ini Tips Merawat Sepeda Motor
Ketika yang Kedua Belum Tentu Kalah Bagus dari Tangan Pertama
Mau Kredit Mobil yang Menguntungkan? Ini Tipsnya
Mobil123.com Edukasi Blogger Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan
Mobil123.com Rilis Fitur Live Chat untuk Mudahkan Calon Pembeli
Solusi Mudah Cari Mobil di Mobil123.com

*         *         *
Jakarta, 27 Juli 2017

Kamis, 20 Juli 2017

Jadi Blogger Enak? Ini Suka dan Dukanya


Ke Eropa cuma modal nulis? Bisa, cukup jadi blogger yang aktif


JADI blogger itu enak. Bisa traveling gratis. Kerap menang lomba. Dapat ini-itu. Keliling nusantara. Bahkan, bisa jalan-jalan ke luar negeri!

DEMIKIAN, percakapan saya bersama beberapa rekan pada pertengahan bulan kesembilan penanggalan hijriah. Sambil ditemani keripik balado dan wedang jahe sebagai penghangat malam, kami asyik berbincang. Sebagai cowok, tentu mayoritas obrolan kami tidak jauh dari sepak bola, otomotif, dan... wanita!

Namun, selain tiga tema tersebut, terdapat beberapa topik lainnya yang menarik dibahas. Misalnya, rencana reuni, naik gunung, situasi politik terkini, dan terkait aktivitas masing-masing. Khususnya, berkaitan dengan saya yang saat itu belum lama balik dari Cardiff, Wales.

Tentu, mereka antusias mendengar perjalanan saya di Negeri Ratu Elisabeth. Meski, sebagian di antaranya sudah melihat aktivitas saya di media sosial seperti facebook, twitter, dan instagram, serta blog ini.

Maklum, mereka penasaran dengan saya. Sebab, dengan hanya modal ngeblog, saya bisa jalan-jalan ke luar negeri. Sekaligus, ini jadi kebanggaan bagi saya bisa menularkan virus ngeblog kepada mereka. Kendati, sebagian dari mereka sudah jauh lebih akrab dengan internet ketimbang saya yang baru kenal pada 2009 silam.

Yupz, saya memang tergolong telat mengenal dunia blog karena baru jadi blogger delapan tahun silam. Bahkan, pada awal-awal ngeblog, tulisannya kalo dibaca sekarang bikin saya pribadi tersenyum. Alias, ga jelas dan ngalor-ngidul.

Hingga, titik tolak itu terjadi ketika saya gabung di blog keroyokan. Saat itu, saya belajar banyak dengan rekan-rekan blogger senior untuk melakukan reportas, opini, atau menulis fiksi. Termasuk, ketika dipercaya provider ternama di negeri ini untuk mendokumentasikan SEA Games 2011 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Puncaknya, pada awal 2015 ketika saya gabung di komunitas blogger yang dikelola tiga wanita inspiratif. Sejak saat itu, ngeblog jadi lebih mengasyikkan bagi saya. Termasuk, menghidupkan blog ini yang sebelumnya lumutan karena sejak 2009 jarang di-update.

Berkah ngeblog pun menghampiri saya dalam dua tahun terakhir ini. Bagaimana tidak, saya jadi lebih intens mengikuti komunitas. Imbasnya, banyak undangan acara blogger yang menghampiri. Tak jarang, saya mendapat kehormatan sebagai pihak pertama yang jadi saksi ketika brand atau perusahaan meluncurkan produk teranyar.

Bahkan, smartphone elegan yang saya pakai ini didapat dari hasil ngeblog. Begitu juga dengan pulsa, kamera, dan berbagai gadget lainnya. Beragam penghargaan pun saya terima dari komunitas, brand, perusahaan, hingga instansi pemerintah.

Traveling? Kini, saya tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Sebab, saya hanya bawa selembar badan saja ketika mengikuti berbagai acara. Mulai dari sekitaran Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, hingga Eropa!

*        *        *

ADAGIUM lawas mengatakan, mutiara yang memesona tidak dicomot di bibir pantai. Melainkan, harus dicari hingga ke dasar samudera. Demikian, analogi saya sebagai blogger. Yupz, untuk bisa mendapat ini-itu dan lainnya memang cukup dengan modal menulis di blog. Namun, prosesnya tidak semudah membalikkan bala-bala di penggorengan.

Saya ingat, Valentino Rossi tidak akan jadi pembalap yang hebat jika hanya latihan di trek lurus. Begitu juga dengan Alessandro Del Piero ga bakal jadi legenda sepak bola jika tidak tekun berlatih sejak usia lima tahun hingga masuk akademi sepak bola.

Semua itu perlu proses. Kerja keras dibarengi dengan kerja cerdas. Demikian juga jadi blogger.

Beberapa waktu lalu, ketika senggang, saya iseng-iseng menghitung penghargaan yang saya dapat sebagai blogger ketika mengikuti lomba. Ternyata, mencapai lebih dari 30 kali! Terus terang saja, saya tidak percaya sudah menang sebanyak itu.

Namun, kalau mau jujur, usaha yang saya lakukan jauh melebihi angka tersebut. Sebab, ternyata sudah ratusan artikel yang saya ikutsertakan dalam lomba. Itu berarti, nyaris 10 kali lipat dibanding apa yang saya dapat. Ini fakta yang saya ungkap.

Yupz, ibarat gunung es, 30 kali menang lomba atau dapat dapat penghargaan hanya terlihat di puncaknya saja. Padahal, dasarnya sudah ratusan kali. Jadi, orang hanya melihat kita luarnya saja.

Misalnya, ketika mengikuti lomba yang diadakan produsen otomotif ternama di Tanah Air yang berujung terbang ke Cardiff. Juara itu merupakan yang pertama dari sekian banyak saya ikuti. Sebab, saya memulainya sejak 2012 silam yang nyaris setiap tahun setiap ada perlombaan dari mereka saya ikuti. Alias, butuh lima tahun untuk juara.

Ini yang dinamakan hasil tidak pernah mengkhianati proses.

*        *        *
BEGITU juga ketika sebagai blogger saya menghadiri suatu acara. Dicuekin penyelenggara karena mengutamakan media ketimbang blogger, kerap saya alami. Bahkan, pernah pada suatu phalguna, saya diundang ke suatu acara.

Setelah selesai, seperti biasa panitia memberikan goodybag. Nah, tiba saya, mereka menanyakan dari mana yang tentu saya jawab dari blogger. Dan, ketika goodybag-nya hampir tiba di tangan saya segera diurungkan. Katanya, itu untuk media. Padahal, dalam surat elektronik, jelas-jelas mengundang saya sebagai blogger.

Kapok? Tentu saja tidak. Seperti biasa, seusai acara, sehari atau dalam waktu berdekatan, saya langsung menulis hasil reportase di blog ini. Plus, beserta foto dan video yang lengkap disertai narasi sendiri tanpa perlu mengingat insiden memalukan tersebut.

Yupz, sebagai blogger setiap mengikuti suatu acara memang tidak wajib menuliskan reportasenya. Namun, saya pribadi membiasakan diri untuk menulis. Setelah itu, mensharenya di twitter atau instagram -saya jarang menshare artikel di facebook, karena bersifat personal- sambil me-mention brand atau pengundangnya.

Apakah artikel kita dibaca mereka atau tidak, itu urusan lain. Yang pasti, sebagai blogger, saya sudah menunaikan kewajiban. Alias, tidak hanya datang ke suatu acara untuk sekadar numpang makan.

Nah, biasanya, jika saya men-share artikel dengan me-mention mereka, sering ada respons yang positif. Biasanya, ketika mereka menyelenggarakan acara atau launching produk berikutnya, saya jadi orang pertama yang dihubungi secara eksklusif! Tak jarang, produk istimewa itu jadi buah tangan untuk saya.

Tuh kan. Kita ga boleh antipati terhadap ulat yang terlihat menggelikan. Sebab, suatu saat sang ulat itu bakal jadi kupu-kupu yang sangat memesona.


*        *        *
"JADI blogger itu enak bro. Tapi juga ga semulus paha Cherry Belle," ujar saya kepada beberapa rekan sambil menyitir pernyataan Anggun C. Sasmi ketika jadi juri di suatu acara musik pada 2013 silam.

Menjelang pukul 02.30 WIB, kami bersiap menuju bilangan Senayan untuk santap sahur dengan sate taichan. Obrolan kami berlanjut hingga azan berkumandang. Setelah Subuh, saya membuka laptop untuk menulis sesuatu di blog diiringi antusiasme mereka.

*        *        *

Artikel ini diikutsertakan dalam kegiatan One Day One Post (ODOP) Juli 2017 bersama Komunitas ISB.
- Jakarta, 20 Juli 2017

Rabu, 19 Juli 2017

Genap Setengah Abad, Dwidayatour Terus Berinovasi untuk Layani Konsumen


Vice President Commercial Dwidayatour Hendriyapto memperlihatkan
apps Dwidayatour di smartphone
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


SETENGAH abad bukanlah waktu yang sebentar. Terutama bagi perusahaan. Tentu, pasang dan surut jadi santapan sehari-hari bagi pelaku usaha tersebut. Namun, ada dua kunci untuk bisa bertahan dari terpaan gelombang. Yaitu, konsistensi pada produk atau jasa dan inovasi.

Itu yang diterapkan Dwidayatour sejak didirikan pada 19 Juli 1967. Ya, hari ini, Rabu (19/7), perusahaan bernama lengkap PT Dwidaya World Wide ini genap 50 tahun. Saya beruntung jadi saksi dari perayaan setengah dekade Dwidaya Tour. Tepatnya, saat mengikuti Konferensi Pers ”50 Tahun Dwidayatour” di Lucy in the Sky, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (18/7).

Yupz, di Tanah Air ini siapa yang tidak mengenal Dwidayatour? Mereka dikenal sebagai salah satu travel agent atau biro perjalanan terbesar di Indonesia. Dwidayatour memiliki lebih dari 90 cabang yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh nusantara.

Setiap tahunnya, mereka meraih banyak penghargaan bergengsi. Misalnya, Top Travel Agent dari beberapa maskapai penerbangan terkemuka di dunia seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific, Qatar Airways, KLM Royal Dutch, Garuda Indonesia, Eva Air, Lufthansa German Airlines, dan lainnya.

Meski sudah berkembang sedemikian pesatnya dalam setengah abad ini, Dwidayatour enggan larut dalam euforia. Adagium lawas mengatakan, semakin tinggi pohon, tentu angin yang bertiup kian kencang.

Termasuk, pada sektor tour dan travel ini. Seiring perkembangan zaman yang disertai kemajuan teknologi, suatu perusahaan harus bisa mengikuti arus. Bukan hanya untuk sekadar bertahan saja, melainkan sebagai pemimpin pasar.

Itu yang dilakukan Dwidayatour yang sudah melayani masyarakat Indonesia dalam 50 tahun terakhir, terutama pada sektor pariwisata dengan layanan domestik dan internasional. Mereka membuktikan sebagai perusahaan travel terdepan, terpercaya, dan senantiasa memenuhi kebutuhan pelanggannya. Yaitu, dengan terobosan produk yang lebih kreatif dan inovatif.

Fakta itu ditegaskan Vice President Commercial Dwidayatour Hendriyapto. Di hadapan blogger dan media, dia mengatakan, "Transaksi online memang memberikan kemudahan bertransaksi. Namun, konsumen tetap membeli produk di cabang kami. Terutama produk dengan karakter high involvment yang menuntut penjelasan cukup spesifik ke konsumen. Sehingga, diperlukan tatap muka dengan frontliner di offline channel kami."

Hendriyapto membeberkan hasil survei terhadap lebih dari 1.000 responden pada awal tahun ini. Ternyata, mayoritas konsumen menginginkan multi channel. Yaitu, dengan mencari informasi di online, transaksi di offline, atau sebaliknya. Insight menarik lainnya, meski 83 persen responden mempersepsikan online lebih murah. Namun 76,2 persen di antaranya mengungkapkan masih membeli tiket dari travel agent.

Tentu, saya setuju dengan pernyataan Hendriyapto. Jika bepergian ke luar kota, utamanya lintas pulau, saya pribadi atau kantor tempat saya bekerja cenderung memesan tiket penerbangan, hotel, paket tour, bahkan visa, kepada travel agent.

Sebab, kami bisa mendapat penjelasan secara rinci. Analoginya, seperti membaca berita. Saya pribadi menyukai dengan membaca via media cetak seperti koran dan majalah ketimbang media online. Bau kertas yang khas dan sensasi membolak-balikkan halaman sulit digantikan saat membuka di media online.

Itu yang terjadi pada sektor jasa di Tanah Air. Hendriyapto mengungkapkan beberapa alasan responden masih bertransaksi di travel agent. Di antaranya, harga kompetitif, variasi produk yang lengkap, dan referensi kerabat.

Dia juga mengakui ketiga hal itu dimiliki online travel agent (OTA). Namun, komitmen untuk menjaga kredibilitas perusahaannya selama 50 tahun sehingga jadi perusahaan travel terdepan di Indonesia membuat konsumen tetap memilih untuk bertransaksi secara offline di jaringan cabang Dwidayatour.

Meski begitu, Dwidayatour tidak menutup mata dengan perkembangan segmen pasar yang lebih nyaman melakukan transaksi online. Selama 2016, Dwidayatour mencatat kenaikan transaksi di online hingga tiga digit atau 100 persen dari tahun sebelumnya.

"Dari data yang kami miliki, transaksi online lebih banyak dilakukan target dengan usia 20-30 tahun atau milenial. Ini jadi salah satu pertimbangan kami untuk terus berinovasi menawarkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Meski, saat ini segmen pasar online belum mencapai 5 persen dari total protofolio bisnis Dwidayatour. Harapan kami tahun depan jumlahnya akan terus meningkat dengna berbagai niovasi yang kami lakukan, seperti layanan Hybrid Channel," Hendriyapto, menambahkan.

Hybridy Channel yang telah diperkenalkan Dwidayatour sejak April 2016 merupakan perpaduan layanan konsumen di semua kanal offline dan online, serta hotline 24 jam. Sistem ini mengintegrasikan produk, servis, dan teknologi, jadi salah satu competitive advanage Dwidayatour.

Tak puas hanya di situ, Dwidayatour juga telah melakukan inovasi teknologi sejak tahun lalu. Sehingga, layanan website dan mobile apps kini sudah bisa menjual apa yang ada di offline-nya. Yaitu, tiket, hotel, paket tour, dan layanan dokumen (paspor dan visa).

Dwidayatour meyakini berbagai terobosan produk dan inovasi yang terus dilakukan jadi kunci utama pendukung kinerja bisnis selama lima tahun terakhir. Meski ada perlambatan ekonomi tahun lalu, mereka masih mencatat kenaikan penjualan dua digit dengan pembukaan 10 cabang baru. Serta, transformasi besar di bidang TI melalui pengembangan kanal online, yaitu website dan aplikasi mobile.

"Tahun ini, target kami pertumbuhan penjualan mencapai 30 persen, baik di kategori ritel maupun korporasi. Dengan pergerakan ekonomi dalam negeri yang terus tumbuh dan meningkatnya kelas ekonomi menengah yang menjadikan travelling sebagai gaya hidup, serta investment grade yang baik, kami optimistis meraih target tersebut hingga akhir 2017," tutur Hendiyapto dalam sesi tanya jawab dengan blogger dan media.

Nah, untuk mencapai target itu, selain inovasi digital, Dwidayatour juga terus melakukan ekspansi jaringan offline di beberapa provinsi di Tanah Air yang dikelola sendiri tanpa melalui franchise. Sehingga, menjamin standardisasi service dan produk, serta menjaga personal relationship yang baik dengan konsumen.

Pada semester pertama 2017 ini, Dwidayatour telah membuka tiga cabang baru di luar Jakarta seperti Manado, Karawang, dan Sun Plaza Medan. Mereka dijadwalkan membuka enam cabang baru pada semester kedua ini.

Yang menarik bagi saya, Dwidayatour juga memberi apresiasi kepada konsumen dalam rangka perayaan usia emas 50 tahun. Mereka sudah menggelar Flash Sale 50 berupa program potongan harga hingga 50 persen untuk pembelian tiket pesawat, hotel, dan paket tour di semua channel Dwidayatour sepanjang Rabu tadi.

Selain itu, Dwidayatour juga melakukan  Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Itu berupa pemberian donasi dan pengumpulan buku dari seluruh karwayan Dwidayatour yang disumbangkan ke Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) di kaki Gunung Rinjani. Donasi tersebut diterima langsung founder TBAL Vera Makki.***

Sekilas tentang Dwidayatour

Informasi
Website: https://www.dwidayatour.co.id
Facebook: https://www.facebook.com/DwidayatourId
Twitter: https://twitter.com/Dwidaya_tour
Instagram: https://www.instagram.com/dwidaya_tour

Anak Usaha Dwidayatour:- PT Dayawisata Inti Indah
- PT Diwdaya Nusantara Convex (Dwidayaconvex)
- PT Dwidaya Wisata Indonesia
- PT Nusatovel
- PT Diwdaya Forex (Dwidayaforex)
- PT Dwidaya Indoexchange (Ezytravel.co.id)
- PT Rajakamar International Group (RajaKamar)

*         *          *
Perjalanan panjang Dwidayatour sejak 19 Juli 1967

*         *          *
Dwidayatour sudah mengenalkan Hybrid Channel sejak tahun lalu
yang merupakan perpaduan offline, online, dan hotline 24 jam

*         *          *
Founder Taman Bacaan Anak Lebah Vera Makki memberi sambutan  pada
HUT ke-50 Dwidayatour

*         *          *
- Jakarta, 19 Juli 2017