TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Dua Sisi Juventus: Belum Layak Tampil di Eropa?

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Jumat, 24 Oktober 2014

Dua Sisi Juventus: Belum Layak Tampil di Eropa?


Patrice Evra dan kawan-kawan belum mampu berbicara di Liga Champions


MUNGKIN tudingan banyak pihak yang menilai Juventus sebagai tim “jago kandang” itu memang benar. Yaitu, tim yang hanya sukses di kompetisi domestik atau “cuma” bisa menang jika tampil di markasnya sendiri.

Anggapan itu memang tidak salah. Lihat saja faktanya, Juventus merupakan penguasa Seri A dengan 30 kali juara. “Si Nyonya Tua” unggul jauh dibanding dua pesaing dekatnya yang sama-sama baru meraih 18 trofi, AC Milan dan FC Internazionale.

Namun, bagaimana prestasi Juventus di kompetisi Eropa, khususnya Liga Champions? Miris! Kesan tim yang identik dengan seragam hitam putih itu baru dua kali juara. Catatan itu sama dengan yang ditorehkan tim semenjana Eropa lainnya seperti Porto, Benfica, dan Nottingham Forets.

Menjadi ironis, sebab dua rivalnya di Italia malah sudah mengumpulkan 10 trofi. Milan memimpin dengan tujuh kali juara diikuti Inter yang meraihnya tiga kali. Fakta itu tentu membuat Juventini –julukan fan Juventus– menjadi miris.

Meski, sebagian kecil dari mereka dengan lantang menyebut Juventus merupakan klub pertama yang meraih Plakat UEFA. Itu berkat keberhasilan mereka meraih trofi utama di kompetisi Eropa. Mulai dari Piala Winners, Piala UEFA –kini Liga Europa–, dan Liga Champions.

Namun, itu hanya penghargaan nonformal. Pasalnya, dua rivalnya di Italia (lagi-lagi) justru menorehkan catatan yang lebih “wah”. Sebut saja, Milan yang dijuluki “Pangeran” di Liga Champions karena prestasinya hanya di bawah Real Madrid yang meraih 10 trofi. Berkat statistik itu, di Seri A, hanya Milan yang kerap mendapat julukan “DNA-Eropa”.

Sementara, Inter merupakan klub Italia pertama yang mampu meraih “Treble” pada 2009/10. Parameternya, dengan menjuarai Seri A, Piala Italia, dan Liga Champions dalam semusim. Inter bersanding dengan tiga raksasa Eropa lainnya yang juga pernah meraihnya. Mereka adalah Manchester United, Barcelona, dan Bayern Muenchen.

Tapi, sudahlah. Membicarakan prestasi Juventus di Eropa, terutama membandingkannya dengan Milan dan Inter tentu tiada habisnya. Debat kusir itu sama seperti mengatakan, siapa pemain terbaik dunia sepanjang masa? Ada yang menyebut Pele, Diego Maradona, Franz Beckenbauer, Michel Platini, atau Gaetano Scirea. Sisi positifnya bagi Juventini, klub favorit mereka bermain di Liga Champions musim ini ketimbang Milan yang absen dan Inter hanya tampil di Liga Europa.

Terancam Tersingkir

“Diangkat setinggi langit, lalu dijebloskan ke dasar bumi.” Adagium lawas itu pantas disematkan saat menyaksikan perjalanan Juventus di Liga Champions musim ini. Skuat asuhan Massimiliano Allegri itu berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Malmo FF 2-0 pada laga perdana di Juventus Stadium. Sedangkan, rival terkuat mereka sekaligus runner-up musim lalu, Atletico Madrid dibekap Olympiakos 2-3.

Nah, konstelasi keempat tim yang tergabung di Grup A itu berubah memasuki pekan kedua. Sebab, Juventus ditekuk Atletico 0-1 di Vicente Calderon dan Malmo mengalahkan Olympiakos 2-0. Sejak itu nada minor yang menyebutkan “I Bianconeri” sebagai tim jago kandang, sayup-sayup terdengar kembali.

Puncaknya, ketika Carlos Tevez dan kawan-kawan kembali menelan kekalahan 0-1 dari Olympiakos pada laga ketiga di Grup A. Duel di Stadion Georgios Karaiskaki, Rabu (22/10) atau Kamis dini hari jadi penegasan stigma “jago kandang” tersebut. Sebab, Juventus memang babak belur di kasta tertinggi sepak bola Eropa itu.

Mereka kini hanya menempati posisi ketiga Grup A dengan nilai tiga poin hasil dari sekali menang dan dua kekalahan. Perolehan  poin Juventus setara dengan Malmo meski unggul selisih gol. Hanya, jawara Liga Champions 1984/85 dan 1995/96 itu tertinggal dari Atletico yang memuncaki klasemen sementara dengan dua kemenangan dan sekali kalah. Pada urutan kedua ada Olympiakos yang memiliki nilai sama dengan Atletico namun kalah agresivitas gol.

Tak pelak, berdasarkan hasil tiga pertandingan itu membuat kans Juventus melaju ke babak 16 besar menjadi sulit. Bahkan, kegagalan lolos seperti musim lalu saat ditangani Antonio Conte mulai membayangi Allegri. Pasalnya, mereka memiliki selisih tiga poin dari Atletico dan Olympiakos.

Sapu Bersih

Meski secara matematis harapan Juventus untuk lolos tetap ada dengan syarat menyapu bersih kemenangan pada tiga laga sisa. Apalagi, dua dari tiga pertandingan itu bakal digelar di kandang sendiri. Yaitu saat menjamu Olympiakos pada 4 November dan Atletico (9/12). Satu-satunya laga tandang mereka saat menghadapi Malmo (26/11).

Namun, ambisi “sapu bersih” itu sepertinya pun sukar terjadi jika menyimak perjalanan mereka dalam tiga laga sebelumnya. Sebab, dalam periode itu Juventus hanya mampu mencetak dua gol dan tertinggal jauh dari Olympiakos (empat gol) serta Atletico (delapan gol). Dengan minimnya produktivitas mereka, rasanya sulit menyaksikan para pemain Juventus mencetak lebih dari satu gol setiap pertandingan.

Fakta itu menjadi ironis mengingat di kompetisi domestik, “La Vecchia Signora” sudah mengemas 14 gol dari tujuh laga. Rasio gol mereka mencapai dua gol per pertandingan musim ini. Catatan gol Juventus di Seri A itu setara dengan AS Roma dan hanya kalah dari Milan yang mengemas 16 gol.

Menilik komparasi seperti itu, wajar jika banyak yang menilai Juventus hanya tim jago kandang. Alias, superior di Seri A tapi melempem di Liga Champions. Atau, dengan kata lain, performa Juventus yang meraih tiga scudetto beruntun di kompetisi domestik, sesungguhnya belum layak tampil di Eropa?***

Opini  ini dimuat di Harian TopSkor edisi 24 Oktober 2014



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)