TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Derby di La Gazzetta

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Jumat, 21 November 2014

Derby di La Gazzetta




Mancini dan Inzaghi akrab di kantor redaksi La Gazzetta dello Sport (sumber foto: gazzetta.it)


PERTEMUAN perdana Filippo Inzaghi dengan Roberto Mancini sebagai pelatih dimulai di kantor La Gazzetta dello Sport. Itu seperti deja vu karena keduanya berpelukan di depan halaman pertama surat kabar terbesar di Italia ini.

Mancini yang didampingi Direktur Umum FC Internazionale Maco Fassone memulai komentar, "Hal yang membuat saya terkesan ketika tiba di Inter. Saat itu kami perlu membereskan semuanya dengan cepat. Kami harus segera menang."

Sementara, Inzaghi datang bersama Wakil Presiden AC Milan Adriano Galliani. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa "Pippo" ini menambahkan, "Sebuah studi UEFA menjelaskan bahwa pergantian pelatih akan memperlihatkan peningkatan prestasi tim selama empat pertandingan pertama. Tapi, situasinya bakal kembali seperti semula."

Galliani yang berada di sisi Inzaghi langsung menimpali sambil tertawa, "Kalian tahu bahwa saya juga sempat berpikir untuk memecat Pippo. Dengan begitu kebangkitan tim akan terjadi lagi."

Obrolan ringan itu tercipta di kantor redaksi La Gazzetta dello Sport yang terletak di lantai tiga gedung di Via Solferino 28, Milan. Mancini datang dengan naik lift dan Inzaghi menaiki tangga. Tapi, pada akhirnya kedua legenda hidup sepak bola Italia itu tiba bersamaan di depan pintu redaksi.

Keduanya tersenyum dan berbicara panjang lebar mengenai banyak hal. Lalu, Inzaghi mencandai mancini, "Anda tidak ingin memeluk saya lagi?" Dengan antusias, Mancini langsung menjawab, "Sampai jumpa hari Minggu."

Seusai seremoni tersebut, kedua pelatih itu langsung membicarakan mengenai topik utama pekan ini, "Derby della Madonnina". Mancini yang merupakan pelatih anyar pengganti Walter Mazzarri itu memilih kebangkitan timnya di lapangan. Itu diungkapkan pria 49 tahun ini menyoroti posisi Inter yang terdampar di urutan sembilan klasemen sementara.

"Kedatangan kembali saya ke Italia penuh sambutan?" tutur Mancini yang pada periode pertama (2004-2008) bersama Inter mempersembahkan tiga scudetto. "Menurut saya ini hanya kebetulan. Tidak ada pertandingan yang mudah di Seri A. Tapi, saya harus katakan bahwa memulai kembali petualangan di Italia dengan melawan Milan dan AS Roma sangat menarik. Mereka dua tim besar yang kuat, tapi kami sudah siap."

Di sisi lain, Inzaghi merasa penampilan timnya sudah mulai membaik. Terutama ketika pekan lalu mereka mengimbangi Sampdoria 2-2 di Luigi Ferraris. Menurutnya, performa Milan kian meningkat dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Jadi, Inzaghi optimistis bisa mengalahkan Inter di San Siro.

"Bagaimana dengan derby? Saat ini saya puas dengan penampilan tim. Para pemain sudah melakukan sesuatu dengan maksimal. Hanya, kehadiran saya di Milan juga tidak langsung memikirkan piala. Tapi, cukup dengan memenangkan derby," Inzaghi mengungkapkan.***

Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 19 November 2014

Statistik Duo Pelatih Kota Milan

Inzaghi vs Mancini
Pertandingan: 11 - 226
Menang: 4 - 140
Seri: 5 - 60
Kalah: 2 - 26
Persentase kemenangan: 36,36% - 61,95%

Artikel AC Milan sebelumnya

Artikel FC Internazionale sebelumnya
Diego Milito dan Angka 22
Samir Handanovic sang Raja Penalti
Benteng Pertahanan Itu Bernama Giuseppe Meazza
Lotito: Erick bawa Filosofi Baru
Dari Mazzola untuk Mazzarri
Giuseppe Meazza Pindah ke Jakarta
ICI Syukuran HUT ke-11
Buka Bersama ICI: Dari, Oleh, dan Untuk Interisti
Satu Dekade ICI: Semangat Kekeluargaan dari Interisti

Artikel Juventus sebelumnya:
Nike Laporkan Juve ke Pengadilan Arbitrase
Kostum Buffon Selamat dari Banjir
Ketika Perayaan 500 Pertandingan Buffon Ternoda
Pirlo sang Maestro Tendangan Bebas
40 Tahun Alessandro Del Piero
Fan Indonesia Diservic Chiellini
JCI Konvoi Scudetto Ke-30
Dua Sisi Juventus: Belum Layak Tampil di Eropa
Kembalinya "Il Sette Magnifico"
Wawancara Eksklusif Claudio Marchisio
Wawancara Eksklusif Andrea Pirlo
Wawancara Eksklusif Giorgio Chiellini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)