TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Selasa, 07 Agustus 2018

Ini Pesan Menkes kepada Blogger


Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek dalam sembutan peluncuran
ASEAN Car Free Day
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)



"IBU, kami dari blogger izin untuk foto bersama," kata saya kepada Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek usai peluncuran Hari Tanpa Kendaraan Bermotor ASEAN (ASEAN Car Free Day) pada 5 Agustus lalu.

Wanita kelahiran 11 April 1949 ini dengan antusias menjawab, "Oh, ayo mas. Sini ajak blogger lainnya selfie (swafoto)."

"Siap bu. Kami yang hadir di sini dari blogger," saya mengenalkan diri.

"Ya, era sekarang blogger punya peranan penting. Bahkan, mengabarkan sesuatu lebih cepat dari media. Karena blogger lebih update dengan situasi sekitar dan informasi terkini. Mari, kita sama-sama menyebarkan berita positif termasuk tentang Hari Tanpa Kendaraan Bermotor ASEAN ini kepada masyarakat," Nila, memberi pesan.

Yupz, saya setuju dengan pernyataan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut. Pada era keterbukaan informasi ini, blogger (dan jurnalis warga) bisa menyampaikan informasi terkini Bersanding dengan media mainstream.

Misalnya, ketika terjadi bencana Blogger dan jurnalis warga mengunggah situasi secara real time di media sosia (medsos). Tak jarang, foto atau video unggahan tersebut dikutip media mainstream. Meski bukan ditujukan sebagai pengganti jurnalis profesional, peran blogger saat ini sudah bisa bersanding.

Termasuk, ketika ada acara baik yang diselenggarakan. Kementerian, instansi pemerintah, hingga swasta. Kebetulan, saya pernah merasakan ketika jadi bagian dari blogger yang diajak Kementerian Sekretariat Kabinet untuk meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong .

Itu mengapa, Nila sangat antusias saat mengetahui ada blogger yang turut meliput Hari Tanpa Kendaraaan Bermotor ASEAN. Istri dari Farid Anfasa Moeloek yang menjabat sebagai Menkes pada 1998-1999 ini berharap blogger bersama media mainstream ikut gencar menyebarkan berita positif kepada masyarakat.

"Kementerian Kesehatan sangat mendukung program ini karena sejalan dengan semangat Gerakan Masyarakat Kehidupan Sehat atau Germas. Sebagaimana kita ketahui, praktek gaya hidup sehat seperti olahraga merupakna bagian dari upaya pencegahan penyakit karena menjadikan tubuh kita lebih bugar dan pikiran lebih positif," ujar Nila dalam sambutannya di Ruang Heritage Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat No 3, Jakarta Pusat, Senin (5/8).

Dalam kesempatan itu, turut hadir beberapa nara sumber terkait. Yaitu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sigit Priohutomo, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kesehatan Acep Soemantri, dan Sekretaris Jenderal ASEAN Dato Lim Jock Hoi.

Lebih lanjut, Nila menyampaikan harapan agar peluncuran ASEAN Car Free Day sekaligus dapat menyediakan ruang gerak yang luas bagi kolaborasi multi-sektor yang solid di tingkat nasional dan Asia Tenggara. Itu dalam rangka mempromosikan gaya hidup sehat dan menciptakan masyarakat yang damai, inklusif,  tangguh, sehat,dan harmonis.

Nila melalui Kementerian Kesehatan turut memperkenalkan logo ASEAN Car Free Day yang akan digunakan pada tingkat regional ASEAN. Logo ini dimaksud mewakili tekad ASEAN untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas udara yang bersih pada negara-negara anggota. Apalagi, Indonesia mendapat kepercayaan lead country untuk mencanangkan ASEAN Car Free Day.

"Pertama kalinya dalam sejarah ASEAN, kita mencanangkan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di ASEAN Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia yang mendapat kepercayaan dari masyarakat ASEAN," Nila, menambahkan.

Dalam sejarahnya, Indonesia memang negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan Car Free Day. Itu berlangsung sejak diresmikan pada 2002 silam di Jakarta. Selanjutnya, kegiatan serupa dilaksanakan di berbagai daerah lainnya di Tanah Air.

"Awalnya, Car Free Day dilakukan sebulan sekali. Melihat antusiasme yang besar dari masyarakat, Hari Bebas Kendaraan ditambah jadi dua kali dalam sebulan yang akhirnya kini setiap pekan. Keberadaan Car Free Day ini berhasil mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik," kata Nila, optimistis.***

*          *          *
Yupz, sebagai blogger, mari kita sama-sama sebarkan berita positif

*          *          *
Sesi diskusi nara sumber dengan rekan blogger terkait Asean Car Free Day

*          *          *
Nila dan nara sumber lainnya memamerkan bendera ASEAN dan
pin logo ASEAN Car Free Day

*          *          *
Foto bersama blogger dan bu menteri

*          *          *
Sebagai blogger, saya terpacu untuk menerapkan pesan dari bu menteri

*          *          *
- Jakarta, 7 Agustus 2018

Jumat, 27 Juli 2018

Di Balik Suksesnya Asian Games 2018, Ada Dukungan dari Anak-anak


Foto bersama siswa-siswi SD dalam acara Sejuta Dukungan untuk Indonesia
pada Asian Games 2018
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)

ASIAN Games 2018 tinggal menghitung hari. Tepatnya, berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Saat ini, berbagai persiapan yang dilakukan Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Sumatera Selatan, serta berbagai pihak terkait sudah nyaris rampung.

Baik itu venue atau fasilitas pendukung lainnya. Bahkan, sejak 18 Juli lalu yang bertepatan dengan sebulan Asian Games 2018 sudah dilakukan Torch Relay.

Sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan empat kesuksesan (4S) pada Asian Games 2018 ini. Itu meliputi sukses prestasi, penyelenggaraan, administrasi, dan ekonomi. Nah, dukungan agar Indonesia meraih yang terbaik pada pesta olahraga antarnegara Asia ini juga datang dari siswa-siswi dari 100 Sekolah Dasar (SD) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Mereka menyampaikan surat dukungannya bagi para atlet nasional yang akan berlaga di Asian Games 2018. Inisiatif bertajuk Sejuta Dukungan untuk Indonesia ini diinisiasi Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas. Acara ini diselenggarakan di Wisma Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (26/7).

Program ini jadi salah satu kontribusi APP Sinar Mas melalui merek buku tulis andalannya, Sinar Dunia (SIDU) demi menggalang dukungan masyarakat bagi Indonesia selaku tuan rumah Asian Games 2018

Turut hadir dalam kegiatan mulia ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam NahrawiCahyadi Wanda (Vice Director of Revenue INASGOC), Jonni Mardizal (Staf Ahli Menpora Bidang Ekonomi Kreatif), dan Vincent Kosasih (atlet nasional basket). Sementara, dari Sinar Mas ada Saleh Husin (Managing Director) dan Sovan K. Ganguly (APP Sinar Mas Consumer Business Unit Head).

"Saya sangat bangga menyaksikan anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sudah tergerak menuliskan ribuan surat untuk mendukung para atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018," kata Imam dengan terharu saat memberi sambutan.

"Apa yang dilakukan anak-anak ini akan memberikan dampak emosional yang kuat dalam membangun mentalitas atlet Indonesia saat bertanding. Saya berharap anak-anak lainnnya di seluruh Indonesia terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Yaitu, memberikan dukungan dan doa untuk para atlet yang akan bertanding."

Imam mengungkapkan, para atlet yang akan bertanding di Asian Games 2018 ini sudah melewati ratusan hari hingga ribuan jam untuk berlatih. Itu mengapa, mereka sangat membutuhkan dukungan dari semua kalangan demi melewati batas kemampuannya.

Apa yang dilakukan siswa-siswi SD yang diwadahi APP Sinar Mas ini membuat Menpora optimistis. Yaitu, Indonesia bisa mewujudkan 4S pada Asian Games 2018. Imam juga enggan ketinggalan untuk menulis dukungan terkait Asian Games 2018 bersama anak-anak.

"Ini kandang kita, Bung! Harus juara," demikian pesan Menpora dengan singkat tapi memiliki arti mendalam. Asian Games 2018 merupakan yang kedua bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Sebelumnya terjadi pada 1962 silam.

"Kami merasa terhormat dapat berkontribusi menumbuhkan nasionalisme generasi muda Indonesia pada momentum Asian Games 2018. ini Salah satunya lewat gerakan nasional yang kami rintis untuk memperkuat budaya menulis pada anak," Sovan, menjelaskan di balik terbentuknya Sejuta Dukungan untuk Indonesia.

Apa yang dilakukan APP Sinar Mas mendapat apresiasi dari INASGOC. Cahyadi menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam mensukseskan Asian Games 2018. Baik itu masyarakat atau pihak swasta.

"INASGOC mengapresiasi inisiatif APP Sinar Mas melalui SiDU untuk menggalang dukungan masyarakat hingga ke tingkat siswa-siswi Sekola Dasar. Kami berharap, momentum Asian Games 2018 dapat memperkuat semangat nasionalisme bangsa ini. Khususnya, generasi muda untuk senantiasa mengharumkan Indonesia," kata Cahyadi, optimistis.

APP Sinar Mas merupakan official partners INASGOC untuk Asian Games 2018. Mereka turut berpartisipasi dalam berbagai hal untuk mensukseskan edisi ke-18 dari pesta olahraga yang mengusung tema Energy of Asia ini. Baik itu lewat sponsorships senilai empat juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 57,8 miliar serta program di lapangan. Sebelumnya, APP Sinar Mas sudah membangun Pusat Bowling Jakabaring di Palembang senilai Rp 27 miliar yang digunakan sebagai venue Asian Games 2018.

"Kami merasa terhormat dapat berkontribusi menumbuhkan nasionalisme generasi muda Indonesia pada momentum Asian Games 2018 ini. Salah satunya lewat gerakan nasional yang kami rintis untuk memperkuat budaya menulis pada anak-anak," Sovan, menerangkan.

Apa yang dilakukan APP Sinar Mas bersama lini usaha lainnya dalam Sinar Mas Grup ini jadi perwujudan nyata komitmen terhadap negeri. Kebetulan, sebagai blogger atau jurnalis olahraga, saya kerap mengamati kontribusi mereka. Baik itu dalam bidang olahraga, budaya, sosial, lingkungan hidup, dan sebagainya.

Misalnya, ketika jadi pendukung utama dalam Bonn Challenge 2017 di Sepucuk, Kayu Agung, Sumatera Selatan. Bahkan, selain pembangunan Pusat Bowling Jakabaring, APP Sinar Mas juga berpartisipasi dalam renovasi 16 Gelanggang Olahraga (GOR) di Jakarta. Jangan lupakan dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo.

"Kami berharap, lewat inisiatif ini bisa menggalang dukungan bagi para pahlawan modern dalam rupa atlet nasional kita. Sekaligus, menyiapkan anak-anak Indonesia untuk menjadi generasi pahlawan berikutnya. Salah satunya, dengan membangun kebiasaan menulis untuk meningkatkan kompetisi," Sovan, melanjutkan.

Ya, pada era sekarang ini, memang sudah lumrah melakukan banyak hal secara digital. Termasuk, menuangkan ide lewat mengetik di komputer, laptop, atau smartphone. Namun, bagi saya, menulis di atas kertas sangat tidak tergantikan. Bukan karena saya bekerja di suatu media cetak saja.

Melainkan, beda jika harus menulis atau ketika saya mengasosiasikan sebagai pembaca. Membaca buku, koran, majalah, dan sebagainya itu lebih terasa lewat fisik dibanding digital. Sebab, ada sensasi tersendiri ketika saya harus membolak-balik halaman ketimbang hanya menggeser layar.

Nah, ini berkolerasi dengan SiDU yang percaya bahwa menulis di atas kertas memiliki tiga manfaat utama untuk membangun kompetensi anak. Yaitu, meningkatkan kecerdasan, daya ingat, dan kreativitas. Selain itu, menulis juga dapat menyalurkan sisi emosional anak secara positif. Fakta itu yang melatarbelakangi SiDU untuk meluncurkan gerakan nasional Ayo Menulis Bersama SiDU pada September 2017.

"Selama lebih dari tiga dekade, SiDU telah menemani kegiatan menulis konsumen mulai dari usia sekolah hingga bekerja melalui berbagai inovasi, produk, dan program edukatif. Sejalan dengan APP Sinar Mas, kami terus berkomitmen untuk mendukung Indonesia menuliskan masa depannya, termasuk lewat inisiatif bersama anak-anak untuk Asian Games 2018," tutur Sovan.

Ya, pada Asian Games 2018 ini, APP Sinar Mas turut menyediakan berbagai produk terbaik kebanggaan bangsa untuk mendukung operasional. Itu terdiri dari 20 ribu rim kertas Sinar Dunia (SiDU) dan 5 ribu pak tisu Paseo yang merupakan produk resmi Asian Games 2018. Kedua produk ini hadir dalam kemasan khusus untuk membantu meningkatkan perhatian publik demi mendukung kesuksesan Asian Games 2018.

Seperti kata Menpora, bahwa Asian Games 2018 diselenggarakan di Indonesia. Sebagai tuan rumah, kita harus jadi yang terbaik. Di balik kesuksesan itu ada dukungan dari ratusan siswa-siswi SD dan anak-anak di seluruh penjuru Tanah Air.

Yuk, bersama kita satukan energi #UntukMuIndonesiaKu demi suksesnya Asian Games 2018!***

*          *          *
Ritual wajib bersama rekan blogger dengan foto bersama sebelum acara dimulai

*          *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi turun dari kendaraan dinasnya
bertuliskan Asian Games 2018 yang disambut Managing Director Sinar Mas
Saleh Husin di Auditorium Wisma Kemenpora

*          *          *
"Ini Kandang Bung! Harus Juara"

*          *          *
Menpora Imam Nahrawi mengamati surat dari siswa-siswi SD 

*          *          *
Sebagai blogger yang jadi bagian 200 juta lebih rakyat Indonesia, saya sangat
merinding membaca berbagai surat dukungan untuk atlet dari anak-anak SD!
Salut dengan support mereka yang semoga jadi pelecut motivasi wakil
Merah-Putih di Asian Games 2018

*          *          *
Imam berharap apa yang dilakukan siswa-siswi ini diikuti anak-anak
di seluruh Indonesia

*          *          *
Diskusi Sejuta Dukungan untuk Indonesia

*          *          *
APP Sinar Mas Consumer Business Unit Head Sovan K. Ganguly memberi apresiasi kepada 10
siswa-siswi yang menuliskan surat dukungan untuk atlet Indonesia
pada Asian Games 2018

*          *          *
Foto bersama dengan SiDU yang jadi bagian saya sejak kanak-kanak hingga
rekan seangkatan sudah memiliki anak lagi

*          *          *

Artikel Terkait:

Prolog: Jelajahi Eksotisnya Bumi Sriwijaya
(Galeri Foto) Jembatan Ampera yang Memesona
Ke Palembang, Aku Kan Kembali
Bonn Challenge 2017 sebagai Simbol Keberhasilan Indonesia dalam Restorasi Hutan
Bonn Challenge 2017: Aksi Nyata Restorasi untuk Masa Depan
SiDU dan Kertas yang Jadi Bagian dalam Sejarah Indonesia
Kunjungan Blogger ke PT Pindo Deli Pulp and Paper (APP)
Sinar Mas: Berawal dari Kebaikan
ITC Permata Hijau Jadi Sentra Batik Pekalongan
Lengkapnya Fasilitas Sinarmas World Academy (SWA) di BSD
Orange TV Tayangkan Liga Primer sebagai Komitmen "Jagonya Sepak Bola"
Menikmati TSC 2016 Bersama Orange TV
Aplikasi OrangeKu bikin Mudah Cek Jadwal Pertandingan Sepak Bola
Jadi Sutradara dalam ProjecTV Genflix
Genflix Puaskan Penggemar Seri A
Piala Amerika dalam Genggaman Bersama Genflix
Grand ITC Permata Hijau bikin Kontes Modifikasi

Referensi: 
http://www.topskor.id/detail/78490/Ini-Kandang-Kita-Bung-Harus-Juara
https://www.topskor.id/detail/72827/Komitmen-APP-Sinar-Mas-untuk-Asian-Games-2018-yang-Bebas-Asap
https://www.topskor.id/detail/64176/Demi-Sukseskan-Asian-Games-2018-Sinar-Mas-Gelontorkan-Lebih-dari-Rp-100-Miliar
https://www.topskor.id/detail/38668/Sinar-Mas-Land-Sulap-Kalijodo-sebagai-Tempat-Wisata-Warga
*         *        *

Jakarta, 27 Juli 2018

Senin, 23 Juli 2018

Miss Grand Indonesia 2018 dalam Catatan Blogger


Nadia Purwoko dinobatkan jadi Miss Grand Indonesia 2018
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)

MISS Grand Indonesia 2018 sudah memilih pemenangnya. Yaitu, Nadia Purwoko asal Bengkulu yang menyisihkan 29 finalis. Kemenangan gadis 24 tahun ini disambut meriah ribuan penonton yang memadati Plenary Hall Jakarta Convention Center, Sabtu (24/7).

Menyaksikan Nadia sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2018 yang didukung penuh PT Bank Central Asia (BCA) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini sangat menarik.

Sebab, Malam Final Miss Grand Indonesia 2018 ini tidak hanya sekadar kontes kecantikan saja. Melainkan, sebagai ajang yang bertujuan mengangkat semangat generasi muda untuk lebih modern, kreatif, dan berjiwa sosial.

Miss Grand Indonesia 2018 ini merupakan yang perdana diselenggarakan di Tanah Air. Sebelumnya, 30 finalis bersama Direktur Nasional Miss Grand Indonesia Dikna Faradiba turut berkunjung ke BCA Learning Institute (BLI), Bogor, pada 16 Juli lalu.

Dalam kesempatan itu, saya jadi tahu jika mereka ternyata sangat melek teknologi. Apalagi, kehadiran di Galeri BCA dan myBCA jadi bekal bagi finalis Miss Grand Indonesia 2018 untuk mengenal lebih jauh dunia perbankan.

*          *          *

MALAM Final Miss Grand Indonesia 2018 merupakan kali pertama bagi saya untuk menyaksikan kontes kecantikan. Ini jadi pengalaman baru untuk saya. Sebab, sebelumnya saya hanya mengetahuinya di media seperti televisi, cetak, online, dan radio.

Awalnya, saya sempat penasaran dengan acara ini. Hingga, rasa keingintahuan itu terjawab ketika meliput kunjungan 30 finalis Miss Grand Indonesia 2018 ke BCA Learning Institute pekan lalu. Bahkan, saat itu saya mendapat informasi tambahan dari Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dan Dikna.

Keduanya termasuk juri pada Malam Final Miss Grand Indonesia 2018 bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jacky Mussry (Markplus), Sophia Latjuba, Ferry Salim, Dian Muljadi, dan Ivan Gunawan.

"Kami komitmen untuk mendukung kampanye pemerintah. Misalnya, pada pariwisata dan Asian Games 2018," kata Dikna usai jumpa pers seperti saya kutip dari TopSkor.id (https://www.topskor.id/detail/78174/Miss-Grand-Indonesia-2018-Turut-Gelorakan-Asian-Games-2018).

"Misalnya ketika kami ke Danau Toba, Sumatera Utara, pada 11-13 Juli lalu. Kami bersama Kemenpar menggelorakan Asian Games 2018. Ini berkolerasi dengan pariwisata. Sebab, Danau Toba kan salah satu dari destinasi wisata unggulan Indonesia," wanita yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Dharma Gantari ini menambahkan.

Pernyataan Dikna ini menarik. Sebab jadi penegasan Miss Grand Indonesia concern kepada banyak hal. Itu meliputi kemajuan kaum hawa, sosial, olahraga, pariwisata, dan sebagainya. Berbagai aspek ini yang jadi perbedaan Miss Grand Indonesia dengan kontes kecantikan lainnya.

Apalagi, untuk kali pertama dalam sejarah, Kemenpar mendukung penuh Miss Grand Indonesia 2018. Fakta itu diungkapkan Arief usai memberi mahkota kepada Nadia. Menurut pria 57 tahun ini, Miss Grand Indonesia berafiliasi dengan Miss Grand International yang merupakan kontes kecantikan terbesar selain Miss Universe.

"Selamat kepada para pemenang Impact-nya sangat besar. Kami berharap Miss Grand Indonesia bisa bersama-sama untuk memajukan pariwisata Tanah Air. Saya percaya,  kemajuan pariwisata Indonesia salah satunya dari peran endorser. Nah, Kemenpar bersama Miss Grand Indonesia memiliki misi yang sama untuk mempromosikan Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia ke kancah internasional," kata Arief, semringah.

*          *          *

YUPZ, Miss Grand Indonesia 2018 mengemban misi membawa nama bangsa Indonesia ke ajang internasional. Sekaligus mempromosikan kebudayaan, keindahan, dan wisata Indonesia. Miss Grand Indonesia 2018 juga akan mengkampanyekan Stop the War and Violence bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

Ini yang akan dibawakan Nadia saat mewakili Indonesia pada Miss Grand International 2018 di Myanmar pada Oktober mendatang. Berbagai misi itu yang membuat BCA antusias untuk mendukung penuh Miss Grand Indonesia 2018.

Itu diungkapkan Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSRBCA Inge Setiawati dalam jumpa pers. Miss Grand Indonesia 2018 ini untuk kali pertama BCA menjadi sponsor kontes kecantikan.

"BCA melihat Miss Grand Indonesia 2018 ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Ini akan membuat generasi muda khususnya wanita untuk berani berkompetisi pada level nasional hingga internasional," Inge menjelaskan latar belakang BCA mendukung Miss Grand Indonesia 2018.

Menurutnya, apa yang dilakukan ke-30 finalis ini bukan hal mudah. Pasalnya, mereka berasal dari seluruh provinsi di Tanah Air. Namun, mereka berani untuk tampil pada Miss Grand Indonesia 2018. Inger mengakui, keanekaragaman finalis ini sangat positif.

Apalagi, BCA sangat mendorong perkembangan dan memperhatikan Sumber Daya Manusia (SDM). Mendukung Miss Grand Indonesia 2018 jadi kesempatan yang baik bagi BCA untuk berkontribusi untuk negeri.

"Misalnya, untuk pariwisata Miss Grand Indonesia akan mengkampanyekan pariwisata Indonesia kepada dunia internasional. Ini yang harus kita dukung bersama. Sebab, Indonesia memiliki banyak destinasi yang memesona dibanding negara lainnya. Karena itu, BCA sangat mendorong perkembangan wisata Indonesia untuk lebih dikenal luas pada kancah internasional," Inge, menambahkan.

Ya, dukungan penuh dari BCA, Kemenpar, dan berbagai pihak lainnya terhadap Miss Grand Indonesia 2018 sangat penting. Itu berkolerasi dengan kemajuan pariwisata Tanah Air. Kebetulan, saya pribadi hobi bertualang.

Dalam beberapa kesempatan, saya kerap menemui beberapa destinasi wisata yang sangat bagus tapi kurang dikenal di masyarakat luas. Ini jadi momentum bagi Miss Grand Indonesia untuk lebih mempopulerkan kawasan wisata di Tanah Air lainnya.

Ya, selamat untuk pemenang Miss Grand Indonesia 2018. Jangan lupa, perjuangan kalian belum selesai. Justru, baru dimulai sejak 21 Juli lalu. Salah satunya, bersama-sama memajukan pariwisata Indonesia untuk lebih dikenal luas. Tidak hanya pada dunia internasional saja, melainkan juga masyarakat di nusantara.***


Daftar Peraih Penghargaan Miss Grand Indonesia 2018 :

Miss Grand Indonesia 2018: Nadia Purwoko (Bengkulu)
1st Runner-up: Vivi Wijaya (Sumatera Utara)
2nd Runner-up: Stephanie Cecillia (DKI Jakarta)

Top 5
Nada Ferlysia (Sumatera Barat)
Sabrina Malik (Sulawesi Utara)

Top 10
Vegiananda (Kalimantan Barat)
Ayu Sada Devi (Bali)
Mentari Novel (Jawa Barat)
Amel Barack (Kalimantan Timur)
Rizky Maylina (Jawa Timur)

Spesial Awards
Best National Costume: Ayu Sada Devi (Bali)
Miss Congeniality: Maya Dian (NTB)
Best Evening Gown: Vivi Wijaya (Sumatera Utara)
Favorite: Putri Azizah (Sumatera Selatan)
Miss Perbankan: Sevin Dwi Putri (Lampung)

*          *          *
Yeeeee jadi saksi Miss Grand Indonesia 2018 bersama Frieda Oktavia,
Moh Suharsono, Timotyh Wirjo Pawiro, Imawan Anshari, dan Kania Safitri

*          *          *
Dukungan penuh BCA terhadap Miss Grand Indonesia 2018 dengan salah satunya
menyediakan booth BCA terkait perbankan dan ATM di Plenary Hall JCC

*          *          *
Sesi tanya jawab finalis Miss Grand Indonesia 2018 dengan juri

*          *          *
Nadia Purwoko yang tampil memesona sukses menjawab pertanyaan juri
dengan elegan

*          *          *
Direktur Nasional Miss Grand Indonesia 2018 menyematkan mahkta kepada
Nadia Purwoko

*          *          *
Menteri Pariwisata Arief Yahya foto bersama dengan Nadia Purwoko
usai inagurasi Miss Grand Indonesia 2018

*          *          *
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memberikan ucapan selamat
kepada finalis lainnya Miss Grand Indonesia 2018

*          *          *
Nadia Purwoko melambaikan tangan kepada seluruh yang hadir di JCC

*          *          *
Executive Vice President BCA Inge Setiawati menjelaskan latar belakang
BCA mendukung penuh Miss Grand Indonesia 2018

*          *          *
Selamat untuk Nadia Purwoko yang jadi Miss Grand Indonesia 2018.
Namun, jangan lupa, perjuangan kalian justru baru dimulai!

*          *          *
Terima kasih BCA yang telah memberikan pengalaman berharga untuk
menyaksikan Malam Final Miss Grand Indonesia 2018
(Foto diabadikan @onosembunglango)

*          *          **          *          *
*          *          **          *          *
*          *          **          *          *


*          *          *

*          *          *
Jakarta, 23 Juli 2018

Sabtu, 21 Juli 2018

Lebih Dekat dengan BCA Lewat Galeri BCA


BCA Learning Center memiliki desain eksterior dan interior yang memesona
(Klik untuk perbesar gambar dan geser untuk melihat foto lainnya)



PEMBALAP yang hebat tidak berlatih di trek lurus. Melainkan pada jalanan berliku dan tentu saja curam. Valentino Rossi contohnya. Atau, pembalap favorit saya, almarhum Nicky Hayden.

Pun demikian di dunia tepok bulu. Pebulu tangkis juara, harus rela berjibaku mengejar bola. Kebetulan, dua pekan lalu saya jadi saksi penampilan heroik Kevin Sanjaya Sukamuljo yang menjuarai Blibli Indonesia Open 2018.

Demikian dua analogi terkait dunia olahraga. Bahwa untuk sukses, bakat saja tidak cukup. Alias harus diasah lebih lanjut.

Sama juga dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, ini hanya contoh. Pria yang ingin mendekati pujaan hatinya harus berani jatuh-bangun. Ditolak itu biasa. Selama wasit belum meniup peluit panjang eh selama janur kuning belum melengkung, wajib dikejar. Ibarat kata, nyemplung ke laut, lompat ke api pun pasti dijabani.

Nah, itu ditilik dari kaca mata individu. Bagaimana dengan perusahaan?

*          *          *

PAGI itu, dewi rembulan tampak malu-malu. Di ufuk timur, sang surya bersiap aplusan untuk menunaikan tugasnya. Sambil membelah jalanan dari barat ibu kota, saya menuju kawasan Tebet. Tampak, beberapa rekan blogger sudah menanti pada Senin (16/7).

Usai sarapan semangkok bubur ayam yang memberi kekuatan setelah dini hari WIB menyaksikan final Piala Dunia 2018, kami berangkat ke arah selatan. Tepatnya menuju BCA Learning Institute (BLI) yang terletak di Jalan Pakuan, Bogor, Jawa Barat.

Tujuan kami ke gedung yang diresmikan pada 23 Januari 2017 ini untuk meliput kunjungan 30 finalis Miss Grand Indonesia (MGI) 2018. Ya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merupakan pendukung utama dari kontes kecantikan bertema Beauty in Diversity. ---> Untuk artikel sebelumnya: BCA Beri Bekal Dunia Perbankan kepada 30 Finalis Miss Grand Indonesia 2018.

Dalam kesempatan itu, saya dan rekan-rekan blogger serta media diajak perwakilan BCA untuk keliling Galeri BCA dan myBCA.Yes! Ini jadi pengalaman berharga bagi saya. Terutama berkesempatan menelusuri Galeri BCA yang seperti mini museum dari bank swasta terbesar di Tanah Air ini.


Bisa dipahami mengingat di Galeri BCA terdapat pernak-pernik peninggalan bersejarah. Sejak kali pertama berdiri pada 21 Februari 1957 hingga saat ini. Dalam periode itu, BCA bertransformasi jadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

Perusahaan yang dipimpin Jahja Setiaatmadja sebagai Presiden Direktur ini tidak hanya bergerak di bidang perbankan saja. Melainkan beraneka ragam produk. Mulai dari simpanan, kartu kredit, asuransi, L/C, Ekspor dan impor, valuta asing, reksa dana, obligasi, syariah, dan banyak lagi.

*          *          *
JANGAN pernah berlayar jika takut ombak. Demikian pepatah yang kerap saya dengar dan selalu terpatri hingga kini. Bahwa, untuk sukses, deru ombak justru jadi motivasi. Sama seperti yang dialami Rossi atau Kevin. Mereka tidak akan sukses seperti sekarang jika tanpa mengalami jatuh-bangun.

Setali tiga uang dengan BCA. Saya melihatnya sebagai bank swasta terbesar di Tanah Air. Sekaligus, salah satu grup usaha ternama di Indonesia. Namun, saya baru tahu, ternyata BCA pernah mendapat hantaman badai. Bukan hanya sekali, bahkan berkali-kali dengan puncaknya saat Indonesia mengalami krisis moneter akhir dekade 1990-an.

Namun, justru itu yang membuat BCA kian kokoh. Toh, semakin tinggi pohon, angin yang bertiup kian kencang. Fakta itu yang saya ketahui saat berkeliling Galeri BCA.

"Dengan upaya rehabilitasi tersebut BCA berangsur pulih. Pada saat ditetapkan masuk dalam pengawasan BPPN, dana pihak ketiga yang ada pada BCA sedang terkuras menjadi Rp 34,05 triliun jauh lebih kecil dari posisi sebelumnya Rp 56,8 triliun pada 14 Mei 1998.

Tidak lama kemudian, BCA berhasil kembali menghimpun dana masyarakat Sejak 30 Juni 1998 jumlah dana pihak ketiga BCA terus bertambah dari hari ke hari hingga mencapai Rp 75,3 triliun pada 17 Mei 1999."

Demikian informasi yang saya dapat saat mengunjungi Galeri BCA pada suatu ruangan sejarah bertema BCA Hari Ini. Saya bersama rekan blogger, media, dan 30 finalis Miss Grand Indonesia 2018 mendapat tambahan penjelasan dari guide tour. Kalau tidak salah, ada empat guide tour yang mendampingi kami untuk memberi penjelasan di berbagai tempat di Galeri BCA.

Sebagai orang awam, keberadaan mereka sangat membantu saya. Sebab, guide tour ini memberi kami penjelasan yang rinci. Termasuk ketika menerangkan bahwa lokasi kantor BCA kali pertama dibuka di Jakarta pada 1957 berada di kawasan Asemka.

Yupz, saya baru tahu. Kirain saya, BCA sejak kali pertama berdiri berlokasi di Jalan Mohammad Thamrin No 1, Jakarta Pusat, yang kini menjulang kokoh jadi Menara BCA.

Nah, banyak sejarah menarik dari bank swasta terbesar di Tanah Air ini di Galeri BCA. Kalian bisa mengunjunginya secara gratis pada Senin hingga Jumat. Sebelumnya, calon pengunjung wajib daftar terlebih dulu.

Menurut saya, Galeri BCA ini sangat unik. Masyarakat tidak hanya bisa mengetahui sejarah dari BCA dalam perjalanan 61 tahun saja. Namun, turut menikmati keindahan desain dari eksterior dan interior gedungnya yang memesona.

Nah, saya sudah berkeliling Galeri BCA yang memberi pengalaman berharga yang bisa dijadikan bahan cerita untuk anak dan cucu, kelak. Bagaimana dengan Anda?


Informasi Galeri BCA


Alamat: Jalan Pakuan No 3, Sumur Batu, Babakan Madang, Bogor,  Jawa Barat
Tiket masuk: Gratis, konfirmasi kehadiran terlebih dulu
Waktu buka: Senin-Jumat, jam 09.00 - 16.00 WIB
Website: https://www.bca.co.id/id/Tentang-BCA/Korporasi/Cari-Tahu-Tentang-BCA
Halaman Facebook: http://www.facebook.com/BankBCA
Twitter: https://twitter.com/BankBCA
Instagram: https://www.instagram.com/goodlifeBCA/
Kaskus: http://www.kaskus.co.id/profile/1929409


*          *          *
Logo BCA yang ikonik

*          *          *
Dua finalis Miss Grand Indonesia 2018 foto dengan latar lambang BCA

*          *          *

Salah satu properti di Gelari BCA berupa mobil legendaris era 1970-an

*          *          *
Saya bersama rekan blogger mengunjungi diorama brankas BCA

*          *          *
Sebelum ada komputer, dulu penghitungan masih manual menggunakan sempoa

*          *          *
Baru tahu ternyata BCA awalnya di Jakarta berlokasi di kawasan Asemka

*          *          *
Guide tour menjelaskan profil jajaran manajemen BCA kepada 30 finalis
Miss Grand Indonesia

*          *          *
Guide Tour menerangkan pergerakan dana pihak ketiga BCA saat krisis moneter

*          *          *
Antusiasme 30 finalis Miss Grand Indonesia 2018 menyimak pergerakan
BCA dalam Angka 

*          *          *
Selesai berkeliling Galeri BCA main perosotan di
lantai dua (Foto:

*          *          *
BCA mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI)

*          *          *
Penghargaan dari media ternama dunia pada 2016 untuk BCA
yang masuk top 50 perusahaan

*          *          *
Saya bersama maskot Indonesia Open yaitu Bio

*          *          *

Artikel BCA Group Sebelumnya
Sejuta Xpresi dengan BCA dan Liga Mahasiswa
Lima Alasan Belanja di Blibli.com
Absen di Indonesia Open 2018, BCA Tetap Dukung Penuh Kegiatan Olahraga di Tanah Air


Artikel Terkait Museum
- Museum Geologi Bandung
- Museum Bahari Jakarta: Langkah Tanpa Wujud
- Museum Bahari Jakarta: Tapak Tilas
- Museum Bahari Jakarta: Intip Sejarah
- Museum Nasional 100: Tahun Basoeki Abdullah
Museum Prasasti: Genap 40 Tahun
Museum Nasional: Saksi Peninggalan
- Taman Mini Indonesia Indah: Kenapa Harus?
Pekong Tri Dharma dan Masjid Al Ikhlas
- Jembatan Ampera yang Memesona

*          *          *
- Jakarta, 21 Juli 2018

Kamis, 19 Juli 2018

Galeri Foto Lalu Muhammad Zohri


Lalu Muhammad Zohri mengangkat bendera Merah-Putih usai penyambutan di
Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 17 Juli


LALU Muhammad Zohri tak kuasa menahan haru. Air mata menetes membasahi pipinya saat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memeluknya.

"Terima kasih, Zohri. Anda telah membuat bangga negeri ini," kata Imam, lirih.

Zohri yang mendengarnya menggigit bibir. Bak curah hujan dari langit, pun demikian dengan wajahnya yang penuh air mata.

"Terima kasih pak Menteri atas sambutan ini. Terima kasih kepada keluarga yang sudah hadir di sini, pak Presiden Joko Widodo, pelatih, PB PASI, pak Bob Hasan, dan rekan wartawan," Zohri, terharu dengan penyambutan di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7).

Selain Menpora, turut hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, Deputi I, II, III, dan IV Kemenpora, keluarga, hingga guru sekolah Zobri.

"Apa yang dilakukan Zohri ini memberi motivasi kita, bangsa Indonesia. Bahwa, kita mampu bersaing dengan negara lain," Imam, menambahkan.

Kemenpora melalui Imam memberikan apresiasi kepada Zohri sebesar Rp 250 juta dan pelatih (Rp 100 juta). Imam juga akan mendampingi Zohri yang diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara, Rabu (18/7).

"Saya... Saya berterima kasih untuk semua," Zohri menjelaskan dengan terbata-bata saking terharu mendapat sambutan yang meriah.

"Saya tak menyangka akan seperti ini. Sama ketika pada final, saya sempat tak percaya jadi yang terbaik. Namun, setelah melihat (di scoreboard) nama saya yang pertama, saya baru yakin. Kuasa Tuhan itu tiada yang tak mungkin."

Di sisi lain, Tigor berharap apa yang diraih Zohri bisa memotivasi atlet lainnya  termasuk dari PB PASI. Bisa dipahami mengingat setelah ini sudah ditunggu Asian Games 2018 yang berlangsung mulai 18 Agustus mendatang.

"Kami optimistis dengan kans Zohri. Namun, kami juga enggan terlalu membebaninya mengingat usia masih muda. Jalan Zohri masih panjang," Tigor menjawab, diplomatis.***


*           *          *
Air mata kebahagiaan dari Lalu Muhammad Zohri

*           *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memeluk Lalu Muhammad
Zohri saat penyambutan di Bandar Udara Soekarno-Hatta, kemarin

*           *          *
Lalu Muhammad Zohri menyeka air mata saat disambut Menteri Pemuda dan
Olahraga Imam Nahrawi 

*           *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memakaikan jaket Asian Games
2018 kepada Lalu Muhammad Zohri

*           *          *
Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta berdialog dengan
pelatih Lalu Muhammad Zohri

*           *          *
Sekretaris Kemenpora Gatot Sulistiantoro Dewa Broto memimpin seremoni
penyambutan Lalu Muhammad Zohri bersama Deputi Pengembangan Pemuda
Asrorun Niam yang memimpin doa

*           *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada
Lalu Muhammad Zohri senilai Rp 250 juta

*           *          *
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
Tigor Tanjung berharap Lalu Muhammad Zohri bisa mempersembahkan
yang terbaik di Asian Games 2018

*           *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memegang medali juara Lalu
Muhammad Zohri disaksikan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Viktor
Togi Tambunan

*           *          *
Keterangan: Foto merupakan koleksi pribadi yang sebelumnya sudah dimuat di www.TopSkor.id
- Jakarta, 19 Juli 2018