TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Google Adsense 2016

Yuk, Jelajahi Sudut Ibu Kota

Yuk, Jelajahi Sudut Ibu Kota
Yuk, Jelajahi Sudut Ibu Kota: Jakarta memiliki banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi

roelly87.com

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Kamis, 23 Maret 2017

SiDU dan Kertas yang Jadi Bagian dalam Sejarah Indonesia


Konferensi Pers Proges #DiAtasKertas (Klik untuk perbesar foto)


KERTAS merupakan salah satu penemuan terbesar dalam sejarah manusia. Maklum, berkat kertas, sejarah bisa tercatat dengan lengkap. Bisa dipahami mengingat sepanjang hidup kita, selalu bersentuhan dengan kertas.

Mulai dari sejak menjelang kehadiran di dunia dengan akta lahir, Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat nikah, surat kendaraan bermotor (SIM, STNK, BPKB), dan sebagainya yang teraplikasi di kertas. Jauh sebelumnya, penggunaan kertas sangat penting dalam berbagai momentum umat manusia.

Wolfgang Amadeus Mozart tidak bakal jadi maetro musik tanpa mampu mencoret not-not musiknya di atas kertas. Albert Einstein pun tidak bisa menemukan teori relativitas tanpa menuliskan di kertas. Kertas juga berperan atas Kemerdekaan Indonesia lewat teks proklamasi yang dituliskan Bung Karno.

*        *        *

GEDUNG Arsip Nasional, Selasa (21/3) jadi saksi dalam sejarah industri kertas nasional. Tepatnya, saat Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memperkenalkan inovasi terbaru pada salah satu brand-nya, Sinar Dunia.

Produk yang di Indonesia familiar disebut SiDU ini hadir lebih tebal, putih dan cerah untuk hasil cetak yang lebih tajam. Saya mendapat kehormatan bisa hadir dalam inovasi terbaru kertas SiDU bersama rekan-rekan blogger lainnya.

Bisa dipahami mengingat kertas sudah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Bahkan, menurut Kementerian Perindustrian Indonesia, industri pulp dan kertas menyumbang devisa terbesar ketujuh dari sektor non-migas di Indonesia (Sumber: http://www.kemenperin.go.id/artikel/10752/Pulp-&-Kertas-Impian-Pemain-Besar-Global).

Sepanjang 2016, industri pulp dan kertas memberikan 3,79 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 50,5 triliun untuk pendapatan nasional. Selain sumbangsih yang besar untuk negara, industri pulp dan kertas turut menyerap lebih dari 260 ribu tenaga kerja di seluruh nusantara.

"Kami dari SiDU merasa bangga bahwa kertas telah jadi bagian penting dalam progres hidup masyarakat Indoneia. Kami berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia dan akan terus berinovasi dengan menyediakan berbagai produk yang berkualitas tinggi melalui proses manufaktur yang berstandar internasional dan bertanggung jawab," tutur Sovan K. Ganguly, Asia Pulp and Paper Consumer Business Unit Head.

Apa yang dikatakan Ganguly beralasan. Sebab, APP sudah memasarkan produknya di enam benua berbeda dengan lebih dari 120 negara. Termasuk, di Indonesia, SiDU telah melayani kebutuhan masyarakat dalam lebih dari 40 tahun. Dalam periode itu, SiDU menjelma sebagai produk kertas nomor satu di dunia yang jadi saki sejarah dan peristiwa penting. Terutama dalam proses belajar dan mengajar di sekolah.

Yupz, siapa sih yang tidak mengenal SiDU? Sejak saya masih kecil dengan seragam putih-merah di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga rekan seangkatan sudah punya anak kecil lagi, SiDU selalu menemani.

Kebetulan, pada 19 April 2016, saya berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik APP di Karawang. Saat itu, saya mendapat tambahan wawasan tentang kertas dari perwakilan PT Pindo Deli Pulp. Mulai dari kertas HVS, printer, tisu, bungkus kebab, hingga untuk toilet.

Saat ini, APP melayani berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia. Termasuk, memimpin pasar dengan menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar kertas cetak dan fotokopi di Tanah Air.

"Selama bertahun-tahun, SiDU telah jadi bagian dari progres penggunaan kerta di Indonesia untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan konsumen di sektor korporasi, pendidikan, bisnis, serta penggunaan pribadi," ujar Martin Jimi, SiDU Consumer Domestic Business Head.

*        *        *

BERDASARKAN persentase yang saya kutip dari http://www.asiapulppaper.com, penggunaan kertas kebanyakan dilakukan profesional yang mencakup 90%. Yaitu, untuk korporasi, Usaha Kecil Menengah, dan fotokopi. Sisanya, (10%) digunakan masyarakat umum.

"Sebagai pemimpin pasar, SiDU melakukan inovasi berkelanjutan untuk menghadirkan kertas dengan kualitas terbaik yang menjawab kebutuhan konsumen dari masa ke masa. Ini dilakukan berdasarkan masukan pelanggan kami serta riset yang mendalam. Saat ini konsumen membutuhkan kertas yang lebih tebal, putih, dan cerah, sehingga hasil cetak jadi lebih tajam," Jimi, melanjutkan.

Dengan inovasi yang berkelanjutan dan strategi bisnis yang progresif, Jimi optimistis SiDU bisa meningkatkan kontribusi yang berkesinambungan terhadap ekonomi serta progres hidup masyarakat Indonesia.

"Kami akan memperluas dan memperkuat jaringan distribusi untuk memastikan kerta SiDU tersedia hingga ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Untuk itu, kami memperbanyak mitra bisnis baru demi memastikan ketersediaan produk kertas SiDU di seluruh Tanah Air. Terutama, di luar Jawa dan Sumatera," kata Jimi dalam dialog dengan blogger dan media.

Dalam diskusi tersebut kebetulan bertepatan dengan Hari Puisi Internasional yang diperingati setiap 21 Maret. Momen itu dimanfaatkan Okky Madasari dengan membawakan puisi tentang kertas. Novelis terkenal dengan berbagai karya seperti buku 86, Maryam, Entrok, dan Pasung Jiwa ini menilai, tanpa kertas dirinya tidak bisa seperti sekarang.

"Sebagai penulis, saya pribadi tidak dapat membayangkan hidup tanpa kerta. Kertas tidak hanya memiliki peran secara fungsional, tapi juga medium untuk mengekspresikan perasaan serta pikiran," Okky, menjelaskan.

Yupz, saya setuju dengan wanita kelahiran 30 Oktober 1984 ini. Dalam hidup saya, memang tidak terpisahkan dengan kertas. Termasuk, saat ini ketika bekerja di media cetak. Menurut saya, di zaman digital ini, kertas tetap jadi bagian tak terpisahkan meski perkembangan e-book dan e-paper sangat pesat.

Salah satunya terkait baca berita, saya cenderung menyukai membacanya lewat koran dibanding online. Ada sensasi tersendiri ketika membolak-balikkan halaman koran dengan bau kertas yang khas. Ini cerita saya tentang kertas, bagaimana kisah Anda?

*        *        *
Gedung Arsip Nasional jadi saksi perkembangan industri kertas Indonesia

*        *        *
Bagi saya, SiDU itu merupakan teman sejak kecil

*        *        *
Abad kedelapan, menulis di kertas menggunakan pena yang terbuat dari bulu unggas

*        *        *
Awal abad ke-21, giliran mesin tik jadi medium untuk menulis di kertas

*        *        *
Inovasi terbaru dari SiDU menghasilkan kertas yang lebih tebal, putih,
dan cerah untuk hasil cetak yang lebih tajam

*        *        *
Sovan K. Ganguly, Asia Pulp and Paper Consumer Business Unit Head

*        *        *
Diskusi dengan Okky Madasari, Sovan K. Ganguly, dan  Martin Jimi  

*        *        *
Pembacaan puisi tentang kertas dari Okky bertepatan dengan Hari Puisi Dunia

*        *        *
Antusiasme netizen di twitter yang menyimak progres kertas dalam
kehidupan sehari-hari

*        *        *
Artikel Terkait Kertas Sebelumnya
Kunjungan Blogger ke PT Pindo Deli Pulp and Paper (APP)

Artikel Terkait Sinarmas Group
Sinar Mas: Berawal dari Kebaikan
- ITC Permata Hijau Jadi Sentra Batik Pekalongan
Lengkapnya Fasilitas Sinarmas World Academy (SWA) di BSD
Orange TV Tayangkan Liga Primer sebagai Komitmen "Jagonya Sepak Bola"
Menikmati TSC 2016 Bersama Orange TV
Aplikasi OrangeKu bikin Mudah Cek Jadwal Pertandingan Sepak Bola
Jadi Sutradara dalam ProjecTV Genflix
Genflix Puaskan Penggemar Seri A
Piala Amerika dalam Genggaman Bersama Genflix
Grand ITC Permata Hijau bikin Kontes Modifikasi

*        *        *
- Jakarta, 23 Maret 2017

Selasa, 21 Maret 2017

Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017


Foto bersama perwakilan Astra, juri, dan penerima Indonesia Satu Awards
(Klik untuk perbesar foto)

SEBULAN lalu, PT Astra International Tbk (Astra) genap 60 tahun. Tepatnya, sejak didirikan William Soerjadjaja pada 20 Februari 1957. Berkat kerja keras dan kerja cerdas dari pria yang akrab disapa Om William bersama segenap pegawai, Astra kini menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air.

Yang menarik, mereka tidak hanya sekadar memiliki tujuh divisi bisnis saja yang tersebar di seluruh nusantara. Melainkan juga turut memberi kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Termasuk dengan terjun langsung ke mayarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Hingga kini, Astra memiliki sembilan yayasan yang sesuai dengan filosofi Catur Dharma saat didirikan Om William.

Selain CSR dan yayasan, Astra juga konsisten untuk mengangkat generasi bangsa. Salah satunya, dengan menyelenggarakan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards. Penghargaan ini sudah dilakukan Astra sejak 2010 silam.

Kebetulan, pada edisi terakhir, saya menyaksiakn dari anak-anak muda yang kreatif serta mampu menggerakkan masyarakat daerah tempat tinggalnya dengan tujuan positif. Salah satunya, Ridwan Nojeng yang menerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016.

Kini, Astra kembali menyelenggarakan acara tersebut yang berlangsung sejak Senin (20/3) hingga 10 Agustus 2017. Dalam kick-off Satu Indonesia Awards 2017 di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, kemarin, itu juga terdapat diskusi hangat antara manajemen Astra, penerima SATU Indonesia Awards sebelumnya, juri, media, dan blogger.

"SATU Indonesia Awards ini merupakan edisi kedelapan sejak 2010. Kami berharap, dengan apresiasi ini kian memacu pemuda-pemudi di seluruh nusantara untuk menggerakkan tempat tinggalnya. Banyak pemenang SATU Indonesia Awards yang kini jadi pelita bagi daerahnya. Itu yang kami harapkan sejak membuatnya tujuh tahun silam karena sejalan dengan filosofi om William," tutur Head of Public Relations Astra, Yulian Warman dalam sambutannya.

Menurut Deputy Head of Public Relations Astra, Boy Kelana Soebroto, SATU Indonesia Awards ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. "Ada lima kategori yang akan dipersembahkan untuk memacu putra-putri terbaik bangsa. Yaitu, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, kesehatan, dan teknologi. Serta kelompok yang mewakili lima kategori tersebut," Boy, menambahkan.

Kebetulan, dalam bincang hangat yang dimoderasi Regina Panontongan (Public Relations Division, Corporate Communications Astra) ini turut menampilkan empat narasumber. Yaitu, Fasli Jalal dan Riza Deliansyah (Head of Environment & Social Responsibility Astra) yang mewakili dewan juri. Juga penerima SATU Indonesia Awards, Risna Hasanudin (2015) dan Ichsan Rusydi (2016).

"Untuk individu atau kelompok yang belum juara, jangan berkecil hati. Sebab, kami -juri SATU Indonesia Awards- tetap memantau mereka. Bisa jadi tahun ini mereka tidak menang, tapi pada tahun-tahun berikutnya setelah konsisten dapat apresiasi dari Astra," tutur Jalal.

Sosok yang menjabat sebagai wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010-2012 ini memberi contoh Risna dan Ichsan yang memiliki dedikasi penuh. Baik itu sebelum mengikuti SATU Indonesia Awards, saat pemilihan, dan kini setelah menerimanya.

"Walaupun pemenangnya lima, kami juga mengambil 20 besar, atau ada yang 50 besar dari finalis untuk jadi pendamping program Astra. Salah satunya, Saharudin yang mendapat beasiswa fakultas kedokteran di Makassar meski tidak menang. Kami dari tim CSR Astra memantau finalis yang tidak menang jika programnya sesuai, tetap akan dibantu," kata Riza, optimistis.

Sejak edisi perdana, SATU Indonesia Awards ini diikuti nyaris 10 ribu pendaftar, Pada 2010 diikuti 120 peserta, 2011 (492), 2012 (1.088), 2013 (1.606), 2014 (1.833), 2015 (2.071), dan tahun lalu (2.342).

Untuk 2017 ini yang bertepatan dengan HUT ke-60 Astra, penerima SATU Indonesia Awards di kategori masing-masing akan mendapat Rp 60 juta. Jumlah tersebut diberikan untuk pengembangan masyarakat di tingkat nasional. Selain itu, mereka juag akan mendapat pembinaan kegiatan dari Astra.

Di bawah ini merupakan syarat-syarat untuk menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Untuk informasi lengkap,  Anda sebagai blogger atau memiliki rekan yang peduli pada masyarakat setempat bisa mendaftarnya di www.satu-indonesia.com.

1. Usia maksimal 35 tahun
2. Individu atau kelompok dengan jumlah anggota minimal tiga orang
3. Memiliki kegiatan yang orisinal. Penggiat/kegiatannya telah berlangsung minimal setahun
4. Belum pernah menerima penghargaan tingkat nasional/internasional
5. Bukan karyawan Grup Astra dan Tempo Media Group (Tempo merupakan media-partner SATU Indonesia Awards)
6. Anda bisa mendaftarkan diri sendiri/kelompok/orang lain asal memenuhi persyaratan dan ketentuan dari SATU Indonesia Awards 2017

Sekadar informasi, kegiatan yang dapat didaftarkan dalam program ini daapt membantu atau mengusahakan orang lain agar bisa mandiri. Serta, kegiatan itu bisa memberikan solusi, cara, atau alat. Salah satunya, Ridwan Nojeng yang menyulap kediamannya yang dulu tandus jadi Desa Wisata Lembah Hijau Rumbia untuk memberi kontribusi kepada masyarakat setempat.

Alias, bukan sekadar memberikan sumbangan atau donasi yang berdampak sementara. Bisa juga dapat berupa pelatihan keterampilan sekelompok orang, komunitas, atau masyarakat yang kurang beruntung. Sehingga, mereka punya keahlian dan dapat bertahan hidup.

Beberapa kegiatan yang membawa perubahan itu akan dinilai dewan juri berdasarkan parameter berikut:
1. Motif: Ide awal, jenis kegiatan, tujuan/motivai/sasaran, bidang prestasi, usaha untuk mewujudkan dan pihak-pihak yang bekerja ama dengan lembaga pendanaan
2. Hasil: Kegiatan dan hasil yang telah diciptakan
3. Jangkauan: Jumlah dan dampak pada orang atau sistem yang telah dibangun melalui program-program yang telah dilakukan.
4. Kesinambungan. Menilai komitmen untuk melanjutkan kegiatan.

Hingga kini, sudah ada 39 orang yang menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Mereka telah berkarya dalam berbagai kategori. Termasuk, Risna dan Ichsan yang dalam bincang interaktif itu membeberkan konsisten kegiatannya selama ini hingga mendapat apresiasi dari Astra.

"Saya berterima kasih dengan adanya SATU Indonesia Awards bisa membantu saya untuk terjun di dunia pendidikan di Papua. Berkat Astra, kini di Kampung Kobrey banyak anak kecil yang bisa membaca, menulis, dan berhitung," Risna, mengungkapkan.

Wanita kelahiran Banda Neira, Maluku, 1 Februari 1988 ini sejak September 2014 mendirikan rumah belajar (Rumah Cerdas Perempuan Arfak Papua Barat) di Kampung Kobrey. Inisiatif untuk terjun langsung karena Risna ingin agar anak-anak dan perempuan Arfak tidak jadi generasi yang tertinggal.

Usaha tanpa pamrih yang dilakukan lulusan FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) dari Universitas Pattimura Maluku ini diakui Jalal sebagai wanita tangguh yang menginspirasi, "Risna merupakan contoh volunteer yang sangat sabar. Meski awalnya sempat mengalami intimidasi, kini keberadaan Risna sangat diapresiasi masyarakat di Kampung Kobrey."

Di sisi lain, pengembangan teknologi budidaya tiram dengan menggunakan ban bekas membuat Ichsan dan 10 mahasiswanya berhasil membuat nyaman para petani. Berkat temuan kelompok bernama Yayasan Pendidikan Kemaritiman Indonesia ini, sangat membantu masyarakat Kampung Tibang, Banda Aceh.

Itu karena tidak lagi harus berendam di bawah terik matahari atau menginjak tajamnya koloni tiram. Petani pun bisa menghasilkan jumlah dan ukuran tiram yang lebih besar hingga membuat olahan tiram dengan nilai ekonomi yang maksimal. Hasilnya, kini beredar olahan tiram dengan berbagai jenis, seperti kerupuk dan makanan ringan lainnya.

"Komoditi tiram merupakan sektor perikanan yang termajinalkan. Awalnya kami kurang mendapat perhatian dari pemerintah, dengan hasil riset sekarang pemerintah mulai memberi perhatian lebih kepada masyarakat. Tapi yang lebih menguatkan hati adalah, SATU Indonesia Awards ini membuat kami jadi lebih semangat dan sadar bahwa kami tidak sendiri dalam memberdayakan masyarakat.” tutur Ichsan yang sedang bersiap ke Jepang untuk riset budidaya tiram. 

Nah, Risna, Ichsan, dan Ridwan, sudah membuktikan konsistensi dalam kegiatannya yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Ya, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kini, Anda atau rekan bisa mengikuti jejak mereka dalam SATU Indonesia Awards 2017.

*       *       *
Head of Public Relations Astra Yulian Warman

*       *       *
Deputy Head of Public Relations Astra Boy Kelana Soebroto

*       *       *
Head of Environment & Social Responsibility Astra Riza Deliansyah (kiri)

*       *       *
Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI 2010-2012 Fasli Jalal (tengah)

*       *       *
Ichsan Rusydi penerima SATU Indonesia Awards 2016 kategori kelompok
 (kedua dari kiri)

*       *       *
Salah satu hasil olahan Ichsan dan mahasiswanya, kerupuk tiram

*       *       *
Risna Hasanudin penerima SATU Indonesia Awards 2015 (kedua dari kanan)

*       *       *
Salah satu kegiatan Risna dengan masyarakat Arfak, Papua

*       *       *
Satu Indonesia Awards 2017 dimulai sejak 20 Maret hingga 10 Agustus mendatang

*       *       *
Antusiasme netizen terhadap kick-off SATU Indonesia Awards yang ramai
di twitter hingga masuk trending topic nasional

 ---------------------- *       *       * ----------------------
Video di Youtube

*       *       **       *       *
Video di Youtube

*       *       **       *       *
Video di Youtube

*       *       **       *       *

Artikel Terkait SATU Indonesia Awards:
Memetik Inspirasi Bersama Astra
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

*       *       * 
- Jakarta, 21 Maret 2017

Minggu, 19 Maret 2017

Antara Gelisah Hati dan Meili De Shenhua


Video Gelisah Hati di laman Youtube Windy Ghemary


SEBAGAI pria, saya cenderung menyukai musik rock. Namun, bukan berarti saya menutup pintu pada genre lainnya. Kebetulan, saya menyukai hampir seluruh jenis musik yang tentu saja menurut saya enak didengar.

Mulai dari dangdut, pop, ska, metal, hingga pop-melayu. Ya, apa pun itu, selama masih enak didengar dengan liriknya mantap dan musisinya oke, saya sih suka-suka saja.

Apalagi, sejak jadi blogger, saya sering menuliskannya di blog, baik di www.roelly87.com ini atau blog keroyokan seperti Kompasiana. Kalau dihitung, tulisannya berjumlah puluhan yang terbagi antara hasil nonton konser atau opini. Yupz, selain olahraga, travelling, cerpen, dan film, saya juga hobi menulis segala sesuatu tentang musik.

Nah, dalam sebulan terakhir, saya kerap mendengarkan Gelisah Hati yang dibawakan Windy Ghemary. Menurut saya, lagunya tidak berat. Sebab, dibawakan sang penyanyi dengan nuansa pop. Namun, jika ditelaah lebih lanjut, lirik ini mengisahkan tentang penantian panjang.

Itu bisa dilihat dari frasa "sewindu". Jelas, delapan tahun bukan penantian yang singkat. Seketika, saya jadi teringat dengan Purnama Merindu yang dilantunkan Siti Nurhaliza (pernah saya tulis dalam daftar di bawah).

Atau, lebih kelam lagi lirik Mei Li De Shen Hua/Wujin De Ai (Endless Love) yang dibawakan Jackie Chan dan Kim Hee-Sun. Kolaborasi aktor dan aktris Cina-Korea Selatan itu membuat film The Myth yang dirilis pada 2005 silam jadi melegenda hingga kini (lain waktu akan saya tulis baik resensi film atau OST-nya). Maklum, dalam liriknya, mengisahkan kekasih yang rela menanti hingga 2000 tahun lamanya!

Oke, kali ini saya coba untuk membedah lirik lagu dari Gelisah Hati. Sebagai gambaran, Anda bisa menyaksikannya di laman youtube-nya Windy.



*        *        *
GELISAH Hati bercerita tentang penantian terhadap sang kekasih. Tapi, bisa juga sosok yang ditunggu itu pacarnya, cem-cemannya (#eaaa), TTM (Teman tapi Mesra), TTN (Teman tapi Ngarep), atau dalam fase HTS (Hubungan tanpa Status).

Jika dibedah lebih lanjut, liriknya ambiguitas (KBBI: 2. n ketidaktentuan; ketidakjelasan). Tapi, itu kembali lagi pada Anda, pembaca yang menilainya. Sebab, itu tergantung interpretasi masing-masing.

Untuk lebih lengkap, bisa ditanyakan langsung ke Windy yang punya pengalaman. Atau, pada tiga sekawan (Djalu Wardhana, Doddy Sukaman, Farie) yang menciptakan lirik serta aransemen lagu ini.

Intronya langsung tentang penantian seseorang yang diliputi gelisah. Alias, tanpa tedeng aling-aling. Pembukaan seperti ini menurut sepengetahuan saya jarang terjadi pada mayoritas lagu di Tanah Air dengan nuansa pop. Biasanya, ada fase menuju ke reff.

Nah, pada bait ketiga ini terdapat kalimat pertentangan. Bagi saya ini menarik. Sebab, ketika sosok tersebut selalu mencari dengan penuh harap. Di sisi lain, dalam lubuk hatinya pun merasa tidak pasti. Alias digantung atau malah khawatir di-PHP?

Itu bisa dilihat dalam video di youtube. Tampak, bahasa tubuh Windy seperti memberi isyarat. Ketika lirik "Kuberharap hatimu rindu diriku selalu" berdenting, wanita kelahiran 1993 ini seperti mengalihkan fokus. Jika Anda pernah mempelajari ilmu psikologi tentang bahasa tubuh manusia, tentu bisa melihatnya. 

Fakta itu membuktikan, Windy begitu menghayati dari lagu berdurasi 4.20 menit ini. Sebenarnya, ini tak heran mengingat gadis berbintang Gemini ini selalu total dalam setiap penampilan. Baik itu di laman ofisialnya (youtube.com/c/WindyGhemary) atau dalam berbagai video lainnya sejak masih di Indonesia Idol.

Secara keseluruhan, Gelisah Hati yang dibawakan Windy sangat asyik dinikmati di mana saja dan kapan saja. Baik itu, versi live, di youtube, aplikasi musik, atau radio yang jadi teman dalam perjalanan. Ini menurut saya, bagaimana versi Anda?***

*        *        *
Gelisah hati menanti kau tuk kembali
Lama kau pergi sewindu lelah menanti
Kuberharap hatimu rindu diriku selalu
Di manakah dirimu kekasihku

Andai saja kau tahu yang kurasa
Kuinginkan hatimu di sisiku
Peluklah aku 
Dekap diriku

Kuatkan hati melangkah untuk mencari
Waktu berganti asaku takkan berhenti
Kuberharap hatimu rindu diriku selalu
Di manakah dirimu kekasihku

Andai saja kau tahu yang kurasa
Kuinginkan hatimu di sisiku
Peluklah aku
Dekap diriku

Peluklah aku
Dekap diriku
Peluklah aku
(Kau dan aku jadi satu)

Andai saja kau tahu apa yang kurasa
Kuinginkan hadirmu dirimu di sisiku

Keterangan makna lirik ini tergantung interpretasi dari individu masing-masing. Bisa jadi, "Gelisah Hati" bikin galau seseorang. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan "Gelisah Hati" malah jadi penyemangat. (Sumberhttps://goo.gl/wDDmwm)

Windy Ghemary saat melantunkan Gelisah Hati secara live (Klik untuk perbesar foto)


*        *        *
Artikel Musik Sebelumnya

- Antara Afgan, Sadis, dan Konser Dari Hati
- Komitmen Slank Rela Tidak Dibayar untuk Konser Anti Narkoba
- 20 Tahun Tipe-X
- Kisah Klasik dalam Konser Sheila On 7
- Nostalgia 20 Tahun Bon Jovi Konser di Indonesia
Lebih Dekat dengan Windy Ghemary

Artikel Musik Jadul

- Haiklip Majalah Ensiklopedia Musik Rock
http://www.kompasiana.com/roelly87/haiklip-mengenang-majalah-ensiklopedia-musik-rock_5508e3ec813311be1cb1e1ad

- Fenomena Dangdut, Musik Asli Indonesia
http://www.kompasiana.com/roelly87/fenomena-dangdut-musik-asli-indonesia-bersaing-dengan-musik-pop_5508fd63813311a524b1e1b0

- Forever 27 Club, Legenda Musisi Rock yang Tewas di Usia 27 Tahun
http://www.kompasiana.com/roelly87/forever-27-club-legenda-musisi-rock-yang-tewas-di-usia-27-tahun_55090dff813311be1cb1e4ef

- Kurt Cobain, Musisi Pemberontak Generasi Muda
http://www.kompasiana.com/roelly87/kurt-cobain-musisi-pemberontak-generasi-muda_550e1475813311b72cbc61c1

- Kupu-kupu Malam dalam Sebuah Kisah
http://www.kompasiana.com/roelly87/kupu-kupu-malam-dalam-sebuah-kisah_551079a5a33311c037ba83f5

- Kurt Cobain: Musik, Gaya Hidup, Narkoba, dan Kematian!
http://www.kompasiana.com/roelly87/kurt-cobain-musik-gaya-hidup-narkoba-dan-kematian_5510d9038133115a3bbc6e82

- Gebrakan Baru Noah di Blantika Musik Dunia
http://www.kompasiana.com/roelly87/gebrakan-baru-noah-di-blantika-musik-dunia_551786a1813311ae689de3aa

- Kembalikan Ariel yang Dulu
http://www.kompasiana.com/roelly87/kembalikan-ariel-yang-dulu_551782ac813311a9689de2d8

- Reggae, Antara Musik dan Gaya Hidup
http://www.kompasiana.com/roelly87/reggae-antara-musik-dan-gaya-hidup_551796fb81331126699de17a

- Menanti Kedatangan Guns N’ Roses di Indonesia
http://www.kompasiana.com/roelly87/menanti-kedatangan-guns-n-roses-di-indonesia_55186ff3a333117c07b664da

- Konser Guns N’ Roses Terancam Batal
http://www.kompasiana.com/roelly87/konser-guns-n-roses-terancam-batal_5518c9688133118f669df01c

- Tujuh Konser Legendaris di Indonesia
http://www.kompasiana.com/roelly87/tujuh-konser-legendaris-di-indonesia_5518aa8a813311b5689deaa2

- Cing Cangkeling
http://www.kompasiana.com/roelly87/cing-cangkeling_5518be5ea333118b10b6595c

- Lima Konser Rock Legendaris Sepanjang Masa
http://www.kompasiana.com/roelly87/lima-konser-rock-legendaris-sepanjang-masa_551937a28133112e759de0dd

- Lima Diva legendaris Indonesia
http://www.kompasiana.com/roelly87/lima-diva-legendaris-indonesia_55195eb6a333110018b65915

- Lima Musisi Legendaris Malaysia
http://www.kompasiana.com/roelly87/lima-musisi-legendaris-malaysia_5519b83a8133118b7a9de0c7

- Lima Lagu Legendaris Iwan Fals
http://www.kompasiana.com/roelly87/lima-lagu-legendaris-iwan-fals_551ab328a333114c21b659ae

- Liga Lagu Legendaris Bertema Ibu
http://www.kompasiana.com/roelly87/lima-lagu-legendaris-bertema-ibu_551b04cca33311e621b65bf7

- Freddie Mercury, Queen, dan 5 September
http://www.kompasiana.com/roelly87/freddie-mercury-queen-dan-5-september_552ab479f17e610b34d623c8

- Yon Koeswoyo yang Tak Pernah Tua
http://www.kompasiana.com/roelly87/yon-koeswoyo-yang-tak-pernah-tua_552967906ea83482158b4581

- Antara Kahitna dan JKT 48 di HaiDay 2013
http://www.kompasiana.com/roelly87/antara-kahitna-dan-jkt48-di-haiday-2013_5528f26ef17e617f1f8b45fb

- Di Balik Panggung Mahakarya HUT RCTI ke-25
http://www.kompasiana.com/roelly87/di-balik-panggung-mahakarya-hut-rcti-ke-25_54f5f14da33311a17c8b4660

- Riwayat Panjang Lagu Kupu-kupu Malam
http://www.kompasiana.com/roelly87/riwayat-panjang-lagu-kupu-kupu-malam_54f44b677455139d2b6c8860

- MTV Indonesia Kembali Mengudara Mulai 1 November
http://www.kompasiana.com/roelly87/mtv-indonesia-kembali-mengudara-mulai-1-november_54f4003d745513992b6c851d

- Guns N’ Roses di Bulan November
http://www.kompasiana.com/roelly87/guns-n-roses-di-bulan-november_54f3e5ae7455139d2b6c8109

*        *        * 
- Jakarta, 19 Maret 2017

Sabtu, 18 Maret 2017

Jadi Saksi Peluncuran Chef's Premium Collection dari Domino's Pizza


Rekan-rekan blogger mengabadikan berbagai produk anyar dari Domino's Pizza
(Klik untuk perbesar foto)

PIZA merupakan penganan asal Italia yang berbentuk bundar. (Bahan-bahannya) terbuat dari terigu, telur, dan bumbu dengan keju, tomat, saus, dan sebagainya di atasnya. Demikian, piza atau pizza menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring.

Laman CNN menyebut piza masuk daftar makanan terlezat di dunia yang bersanding dengan rendang asal Indonesia. Nah, bagaimana jika kedua penganan ini berkolaborasi? Tentu, rasanya sangat luar biasa.

Inisiatif itu dilakukan Domino's Pizza Indonesia yang mempopulerkan piza rasa rendang (Beef Rendang). Kebetulan, saya mendapat kehormatan untuk mencicipi variasi teranyar dari restoran yang dikelola MAP Group ini. Bahkan, bukan hanya rendang saja, melainkan enam rasa piza lainnya dan tiga cemilan dalam Chef's Premium Collection dari Domino's Pizza.

*        *        *
SIANG itu, Kamis (16/3) langit di barat ibu kota tampak terik. Usai menjalankan tugas terkait liputan persiapan tim nasional (timnas) U-22 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, saya menuju Mal Senayan City.

Tepatnya, di lantai LG, untuk bergabung dengan rekan-rekan blogger lainnya dalam Blogger Gathering dan Peluncuran Menu: “Chef’s Premium Collection Pizza. Yupz, di kolong langit ini, siapa sih yang belum pernah memakan piza?

Domino's Pizza merupakan salah satu restoran khusus piza terbesar di dunia. Didirikan sejak 1960, Domino'S Pizza menjelma sebagai pemimpin dalam pizza delivery dan teknologi pemesanan secara digital di dunia bisnis utama dalam carryout pizza.

Total, terdapat 13.200 gerai di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. 116 gerai di antaranya di Indonesia yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Bali. Bahkan, mereka memiliki target pembukaan 150 gerai pada 2017 ini.

"Salah satu kunci yang membuat kami sangat digemari masyarakat Indonesia karena menunya bervariasi. Juga karena kami memberi garansi gratis piza jika pesanan tidak tepat waktu," tutur Eko, development chef Domino's Pizza.

Dalam kesempatan itu, mereka mempersilakan saya dan rekan-rekan blogger lainnya untuk mencicipi 10 menu terbaru Chef’s Premium Collection Pizza. Tujuh di antaranya piza yaitu, Beef Rendang, Ayam Bakar, Tandoori Chicken, Loaded Meatzza, Spicy Garlic Prawn, Grand Extravaganza, dan Veggie Deluxe.

Sementara, untuk dessert (makanan penutup) ada tiga meliputi Martabak Chocolate Cake, Chocolate Brownie, dan Chunky Choc-Chic Cookie. Bagaimana dengan rasa 10 menu terbaru itu? Silakan dibaca dan perhatikan foto-foto di bawah ini.

Mohon maaf, saya tidak bertanggung jawab jika ternyata Anda langsung merasa lapar setelahnya. Jika seperti itu, Anda bisa menemukan solusinya dengan mengunjungi berbagai gerai Domino's Pizza yang tersebar di Tanah Air. Alternatifnya, bisa memesan secara online di www.Dominos.Co.Id atau menghubungi 1500-366 untuk layanan pesan antar.

*        *        *

"PELANGGAN kami ingin lebih banyak topping baru dengan cita rasa lokal dan bahan baku berkualitas. Kami mnedengarkan keinginan pelanggan dan memberikan apa yang mereka inginkan," ujar Patrick McMichael, Chief Domino's Pizza dalam rilis resminya.

Apa yang dikatakan McMichael beralasan. Sebab, menu Beef Rendang dan Ayam Bakar memang terinspirasi dari makanan Indonesia. Saat saya mencobanya, daging rendang yang lezat, paprika hijau, bawang bombay, dan keju mozzarella, menciptakan cita rasa kuliner khas minang. Hmm... Rancak bana!

Sementara, rasa ayam bakarnya sangat memesona bagi pemburu makanan lezat. Itu karena perpaduan ayam bakar yang gurih disertai bawang bombay, parsley (KBBI: seledri), dan keju mozzarella dalam piza Ayam Bakar.

"Kami selalu berupaya untuk memberikan produk terbaik bagi pelanggan kami. Itu mengapa, kami membuat beberapa perubahan terbaru yang signifikan di menu kami berdasarkan masukan mereka. Chef's Premium Collection dikembangkan chef internal kami dengan menggunakan bahan baku yang premium," McMichael, menambahkan.

Berikut, deskripsi delapan menu lainnya. Hanya, tidak semuanya saya cicipi karena sebelum berangkat ke Senayan City, saya sudah makan prasmanan berama rekan-rekan media dan awak PSSI di Karawaci. Sebagai tambahan, saya tampilkan komentar dari rekan-rekan blogger lainnya.

Tandoori Chicken: Cita rasa Asia dengan kombinasi saus kari, ayam tandoori, saus rahitta, paprika hijau, bawang bombay dan keju mozzarella. Menurut saya, rasanya asin-asin begitu. Tapi, sepotong piza Tandoori Chicken sukses membuat saya dan siapa pun Anda yang menggigitnya jadi merem melek.

Spicy Garlic Prawn: Perpaduan udang segar dengan rustic sauce, bawang bombay, tomat, parsley, dan keju mozzarella. Menu ini tidak saya cicipi karena kebetulan saya alergi udang. Namun, menurut Haya Aliya Zaki, rasanya sungguh unik.

"Ini yang paling saya suka! Spicy Garlic Prawn. Pizzanya unik banget. Tipiiis dan crunchy. Udangnya banyak, bersih, dan gede-gede. Gak ada bau amis sama sekali. Keju mozarellanya asli!" tutur pemilik akun @CeritaMelalak ini di instagram.

Loaded Meatzza: Bagi penyuka daging, menu ini sangat memanjakan selera dengan beef pepperoni, beef rasher, beef black pepper, beef crumble, dan BBQ sauce.

Grand Extravaganza: Topping beef rasher, beef pepperoni, zaitun hitam, paprika hijau, bawang bombay, tomat, nanas, parsley, dan keju mozzarella. "Ini produk terbarunya @dominos_id Extravaganza, istimewanya ada nanas nya jadi seger plus keju mozarela di tepinya," Astri Damayanti menuliskan pengalamannya usai mencicipi Grand Extravaganza melalui @AstriDamayanti333 di instagram.

Veggie Deluxe: Perpaduan kelezatan dari jamur, zaitun hitam, paprika hijau, nanas, bawang bombay, dengan keju feta, dan mozzarrella sebagai topping.

Chocolate Brownie: Brownis? Hmm... Ini salah satu cemilan yang paling saya suka. Apalagi dipadu dengan saus cokelat. Kebetulan, saya membawanya ke kantor dengan dimakan sore harinya sambil brownis dicocol dalam saus cokelat yang... Ah sudahlah, kelezatan dessert ini sulit dijabarkan dengan kata-kata.

Chunky Choc-Chic Cookie: Kue dengan chocolate chips di dalamnya yang menggoda lidah. "Chunky Choc Chip Cookie crispy di luar dan di dalam," komentar Ani Berta melalui akun twitter-nya, @AniRingo.

Martabak Chocolate Cake: Menurut Eko, martabak ini dibuat di oven dan tidak seperti kebanyakan martabak lainnya. Namun, soal rasa, Martabak Chocolate Cake ini boleh diadu!

"Semua orang menyukai cokelat dan dessert sebagai makanan penutup yang lesat setelah menu utama. Domino's Pizza menghadirkan pilihan dessert baru sebagai penutup makanan yang manis. Seperti halnya piza kami yang baru dibuat setelah pemesanan, kami juga menyajikan dessert hangat, fresh from the oven," tutur McMichael.

Nah, Anda tertarik mengikuti pengalaman saya dan rekan-rekan blogger lainnya yang sudah mencicipi tujuh piza terbaru dan tiga dessert dari Domino's Pizza? Berikut, informasinya:

Websitehttps://www.dominos.co.id/
Facebook
https://www.facebook.com/DominosPizzaIndonesia
Twitterhttps://twitter.com/dominos_id
Instagramhttps://www.instagram.com/dominos_id/
Hashtag di Media Sosial: #ChefsPremiumCollectionID

*        *        *
Salah satu yang saya suka dari Domino's Pizza dengan adanya mural atraktif
di setiap dinding restoran

*        *        *
Suasana blogger gathering di Lantai LG Mal Senayan City (16/3)

*        *        *
Tiga perwakilan dari manajemen Domino's Pizza Indonesia membuka acara

*        *        *
Eko, development chef Domino's Pizza dengan sepotong piza yang luar biasa

*        *        *
Perwakilan Domino's Pizza mengeluarkan Chunky Choc-Chip Cookie
langsung dari oven

*        *        *
Tandoori Chicken yang memesona

*        *        *
Spicy Garlic Prawn dengan udang yang menggoda

*        *        *
Loaded Meatzza yang menggugah selera

*        *        *
Grand Extravaganza yang bikin nambah

*        *        *
Veggie Deluxe ini cocok untuk diet karena tanpa daging

*        *        *
Chocolate Brownie dengan saus cokelat yang tidak cukup satu

*        *        *
Chunky Choc-Chip Cookie, namanya agak sulit disebut tapi rasanya wow...

*        *        *
Martabak Chocolate Cake yang cocok sebagai hidangan penutup

*        *        *
Martabak Chocolate Cake versi zoom. Jadi pengen lagi...

*        *        *
Rekan blogger Jun Joe Winanto mengomentari bahan baku untuk
Chef's Premium Collection yang Indonesia banget

*        *        *
Rekan blogger Elisa Koraag tertangkap kamera menikmati Loaded Meatzza

*        *        *
Saya dan sepotong Beef Rendang. *Abaikan wajah
penuh debu dan  keringatan (Foto: dijepret rekan blogger)

*        *        *
Rekan blogger Rani Novariany dengan Chocolate Brownie 

*        *        *
Rekan blogger Ani Berta salah satu dari tiga pemenang Live Tweet

*        *        *
Rekan blogger Haya Aliya Zaki berdialog dengan pramuniaga Domino's Pizza

*        *        *
Foto bersama blogger dan manajemen Domino's Pizza.
(Foto: Dijepret fotografer Domino's Pizza)

*        *        *
Ngobrol-ngobrol santai depan gerai Domino's Pizza di Lantai LG Mal Senayan City

*        *        *
Antusiasme terhadap Chef's Premium
Collection dari Domino's Pizza tidak hanya
dari kami saja yang berada di Senayan City,
melainkan netizen di twitter dengan menempati
posisi empat trending topic Nasional

*        *        *
Referensi tambahan:
- Domino's Pizza (https://www.dominos.co.id/pizza)
- KBBI (https://kbbi.kemdikbud.go.id/)
- CNN (http://travel.cnn.com/explorations/eat/readers-choice-worlds-50-most-delicious-foods-012321/)
- SWA (http://swa.co.id/swa/business-strategy/menanti-teater-pizza-di-dominos-pizza)

*        *        *
- Jakarta, 18 Maret 2017

Kamis, 16 Maret 2017

Masuk Nomine Travel Blog Awards 2017


Blog saya masuk nominasi Travel Blog Award 2017

SEBAGAI blogger, merupakan suatu kehormatan bisa mendapat apresiasi banyak pihak. Bisa itu memenangkan lomba, kompetisi, kontes, dan sebagainya. Atau, diajak jalan-jalan ke berbagai tempat menarik di Tanah Air. Tentu, tidak semuanya tentang materi.

Kebetulan, saya sudah pernah merasakan penghargaan itu sejak mengelola blog ini dengan domain sendiri pada 20 Oktober 2014. Sebelumnya, saya sudah ngeblog sejak 2009 silam. Tapi, saat itu masih belum serius karena hanya sesekali diisi. Hingga, ketika mengikuti workshop Fun Blogging pada 10 Januari 2015 saya mulai rutin ngeblog.

Tentu saja, aktivitas ini dilakukan saat waktu senggang atau disela-sela rutinitas saya di lapangan. Biasanya, saya isi blog ini pada dini hari WIB atau sesudah subuh. Maklum, periode itu suasananya sangat tenang bagus untuk menuangkan ide dan pikiran hingga dapat merangkai kata-kata.

Oke, cukup intro-nya. Yang pasti, sejak mengikuti Fun Blogging yang digawangi Ani Berta-Haya Aliya Zaki-Shintaries Nijerinda, saya jadi hobi menulis di blog. Tak heran jika roelly87.com ini memiliki tagline: Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger.

*        *        *

PAGI itu, Sabtu (11/3) udara ibu kota tampak bersahabat. Kebetulan, saya sedang menikmati momen santai jelang berangkat ke Stadion Pakansari. Ya, sore harinya, ada pertandingan perebutan tempat ketiga di Piala Presiden 2017 antara Persib Bandung versus Semen Padang.

Ketika asyik menyeruput kopi hitam yang hangat ditemani koran olahraga, ponsel saya berbunyi dengan adanya notifikasi dari aplikasi chat.

"Mas, namanya ada di sini https://voucher.co.id/awards/2017-travel-blog-awards," demikian chat Evrina Budiastuti.

"Nama siapa?"

"Coba cek deh. Blognya bukan?"

"Iya. Itu hoax bukan?"

"Ya nggaklah, banyak blogger keren masuk nominasi itu."

Demikian percakapan saya dengan rekan blogger yang inspiratif karena kerap mengulas tentang pangan dan gizi sesuai bidangnya. Awalnya, saya sempat kaget dengan kabar dari wanita asal Bogor tersebut.

Maklum, tidak ada informasi dari pihak Voucher.id mengenai nama saya yang masuk dalam nomine Travel Blog Award 2017. Namun, pemilik blog EvrinaSP.com ini meyakinkan daftar nominasi itu bukan hoax.

"Itu bener mas. Banyak blogger hebat kok. Aku juga tahunya kemarin pas ada rekan blogger yang promosi blognya masuk nominasi," Evrina, menjelaskan.

Ketika saya klik ke website-nya, ternyata memang ada sembilan blogger yang dinominasikan dalam Travel Blog Awards 2017. Dan... Nama saya salah satunya. Tentu, saya sangat bangga masuk nomine tersebut.

Apalagi, ketika melihat nomine lainnya, sepertinya memang travel blogger. Meski, dari delapan nomine lainnya hanya satu yang saya kenal karena berteman di facebook, Eka Situmorang.

Yang pasti, menurut Evrina yang memang senior saya di dunia blog, kedelapan blogger itu memang layak dijuluki blogger traveler. Nah, menariknya ketika membaca deskripsi blog saya dalam laman tersebut.

"Choirul Huda adalah seorang wartawan olahraga namun juga memiliki hobi travelling. 
Dia adalah sosok dibalik Roelly87.com. Blognya sangat simpel tapi sangat informatif.
Para pembaca akan diajak ke berbagai tempat di Indonesia khususnya melihat sisi lain dari sebuah daerah yang masih jarang diketahui oleh publik"

*        *        *

WOW... Jujur saja, saya sangat terharu dengan apresiasi tersebut. Beberapa hari kemudian, saya pun mencoba menanyakan lebih lanjut kepada pihak Voucher.co.id melalui surat elektronik (email). Saat itu, saya bertanya indikator saya atau blogger masuk nomine. Tak lama, muncul jawaban dari perusahaan yang memiliki cabang di Dennmark, Norwegia, Austria, Swiss, dan Selandia Baru ini.

"Kami telah melakukan riset untuk mencari para nominator tersebut. Indikatornya juga beragam, mulai dari keaktifan menulis hingga kualitas website/blog itu sendiri," demikian pernyataan dari Voucher.co.id.

Bagi saya, masuk sebagai nomine Travel Blog 2017 ini jelas jadi kebanggaan. Sekaligus, menambah portofolio saya di dunia blogger. Sebelumnya, saya sudah beberapa kali menang lomba blog, termasuk yang diselenggarakan instansi pemerintah seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan BNN. Juga beberapa kali mengunjungi tempat menarik di Tanah Air bersama Indosat Ooredoo, Asus Indonesia, dan Astra Group (selengkapnya di Tentang Roelly87).

Sebagai sosok yang dinominatorkan panitia, tentu saya merasa tidak cukup hanya masuk nomine saja. Melainkan juga ingin juara. Tapi, karena www.roelly87.com niche blognya bukan travelling atau bertema wisata -cenderung lifestyle-, untuk saya masuk nominasi saja sudah bersyukur.

Yupz, seperti yang tertera dalam deskripsi tersebut. Semoga blog ini  bisa rutin mengajak para pembaca ke berbagai tempat di Indonesia untuk melihat sisi lainnya.*** 

*        *        *
Suatu kehormatan bisa masuk nomine travel blogger 2017

*        *        *
- Jakarta, 16 Maret 2017