TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Selasa, 13 Februari 2018

Hampir Bikin Menpora Jantungan, Ini Balasan yang Diterima Firman Abdul Kholik


Menpora Imam Nahrawi menyalami Firman Abdul Kholik
(Foto: www.roelly87.com)


SUASANA penuh haru menyelimuti sambutan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atas kehadiran tim putra dan putri Indonesia. Pahlawan Merah-Putih itu baru saja tiba dari Malaysia usai mengikuti Badminton Asia Team Championships (BATC) 2018 pada 6-12 Februari lalu di Alor Setar.

Usai menjejakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta, pahlawan tepok bulu itu langsung menuju Gedung Kemenpora, Senin (12/2). Mereka disambut Menpora Imam Nahrawi, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, dan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana.

Namun, momen keharuan itu tiba-tiba pecah. Tidak lain karena Imam mencari-cari keberadaan Firman Abdul Kholik. 

“Ini yang bikin jantung saya hampir copot. Firman, coba jelaskan bagaimana bisa tertinggal 14-20 pada game ketiga berbalik unggul 21-20,” ujar Imam saat menyalami Firman yang disambut tawa seluruh yang hadir.

Pebulu tangkis 20 tahun ini menjawab dengan tersenyum, “Saya main nothing to lose, saja pak.”
Firman merupakan penentu kemenangan Indonesia atas Korea Selatan di semifinal BATC 2018. Saat itu, dia tampil pada partai kelima menghadapi Lee Dong-keun.

Game pertama dimenangkan Firman dengan 22-20. Pada set kedua, giliran peringkat 38 dunia itu yang unggul 21-11.

Pada game penentuan, Firman sempat tertinggal enam poin dari Lee yang membuat senam jantung jutaan rakyat Indonesia yang mengikuti hasil pertandingan di lini masa twitter. Situasi ini jadi kritis mengingat Firman yang diharapkan bisa menentukan kemenangan Merah-Putih.

Sebab, sebelumnya Jonatan Christie dan Mohammad Ahsan/Angga Pratama menang, tapi Ihsan Maulana Mustofa dan Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro kalah. Beruntung, Firman memiliki mental baja seperti Manchester United yang menjuarai Liga Champions 1998/99 dan AC Milan (2006/07).

Tertinggal 14-20 tidak membuatnya panik. Perlahan tapi pasti, Firman pun mengejar ketertinggalan itu dengan balik memukul Lee 22-20.

“Meski tidak disiarkan langsung, tapi beberapa adegan yang menegangkan hampir saja membuat jantung saya copot. Tidak hanya jantung, (tapi) hati saya juga hampir copot. Alhamdulillah, bendera Merah-Putih berkibar di Malaysia untuk mempertahankan gelar,” kata Imam dengan penuh kebanggaan.

Firman yang terus disebut Menpora hanya bisa tersenyum. Pria kelahiran Banjar, Jawa Barat, ini pun merendah dengan menyebut kemenangan di semifinal berkat doa seluruh rakyat Indonesia.

“Terima kasih sudah menyambut kedatangan tim. Saya bangga dengan tim, PBSI, Kemenpora, dan pemerintah Indonesia yang telah memberi dukungan kepada kami. Harapan kami, semoga pemerintah terus mendukung kemajuan bulu tangkis,” Firman, mengungkapkan.

BATC 2018 merupakan kualifikasi untuk Piala Thomas dan Uber yang berlangsung pada 20 hingga 27 Mei mendatang di Bangkok, Thailand. Indonesia membawa oleh-oleh dari Malaysia sebagai juara bertahan tim putra setelah dua tahun lalu mengalahkan Jepang di final. 

Di sisi lain, tim putri memang terhenti di semifinal dari Jepang. Namun, penampilan Apriyani Rahayu dan kawan-kawan sangat luar biasa melewati pencapaian pada BATC 2016.

Prestasi yang dicapai tim putra dan putri membuat Imam bangga. Mewakili pemerintah, Menpora pun mengucurkan bonus Rp 5 miliar bagi segenap elemen yang telah mengharumkan Indonesia.

“Perjuangan kalian di Malaysia sudah disiapkan pemerintah dengan memberikan bonus Rp 5 miliar. Nanti, PBSI yang akan mendistribusikan kepada 42 orang dalam tim, termasuk pelatih. Ini tradisi baru, sebab dua tahun lalu bahkan empat tahun silam belum diberikan. Ini murni baru kami mulai pada 2018,” ujar Imam, semringah.***

*        *        **        *        *

*        *        *
Artikel Terkait:
-
-
*        *        *
- Jakarta, 13 Februari 2018

Sabtu, 10 Februari 2018

Membongkar Rahasia Mitsubishi Xpander






PAGI itu, jalanan ibu kota tampak lenggang. Cuaca yang sejuk pada Rabu (7/2) setelah dini harinya diguyur hujan membuat wangi tumbuhan di sisi jalan kian semerbak. Usai membelah jalanan dengan sepeda motor, saya pun sampai di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK).

Saat itu sudah berkumpul belasan rekan dari Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Ya, kami akan mengunjungi pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) bersama Mobil123.com.

Ini kali kedua saya mengikuti event terkait Mitsubishi bersama Portal Otomotif No 1 di Tanah Air tersebut. Sebelumnya, pada 18 Mei lalu dengan tema "Seberapa Asyik Mitsubishi Mirage Diajak Mudik?". Saat itu, kami sempat mengikuti test drive untuk mengetahui lebih dalan terkait fungsional Mirage.

Kurang dari sembilan bulan berselang, giliran Mitsubishi Xpander yang kami jelajahi. Ya, siapa yang tidak antusias untuk mencoba Mitsubishi Xpander? Sejak peluncurannya pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di BSD, mobil ini disambut antusias publik. Itu terlihat dengan membludaknya pesanan terhadap generasi terbaru Multi Purpose Vehicle (MPV) ini.

Sebagai blogger, ini jadi kunjungan istimewa bagi saya dan belasan rekan blogger. Sebab, kami dijamu secara khusus dari MMKI untuk melihat lebih jauh produknya. Dua di antaranya Mitsubishi Xpander dan Mitsubishi Pajero Sport.

“Kami memberi keistimewaan kepada blogger untuk menyaksikan lebih dalam proses produksi small MPV favorit ini di pabrik kami yang canggih. Blogger akan menyaksikan bagaimana Mitsubishi Xpander diproduksi dengan menggunakan standardisasi kualitas tinggi dan didukung  perlengkapan berteknologi tinggi,” ujar Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Kyoya Kondo dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu, kami dipandu perwakilan Mitsubishi untuk melihat secara dekat proses pembuatan mobil mulai dari Stamping, Welding, hingga Assembling.

Jujur saja, kesempatan mengunjungi pabrik yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 25 April lalu ini jadi pengalaman berkesan.

Terlebih, kami bisa menyaksikan lebih dekat tentang Mitsubishi Xpander yang memiliki desain memesona.  Bisa dipahami mengingat tidak sembarang orang berkesempatan melihat secara langsung produksi sebuah kendaraan.

Berdasarkan informasi resmi yang saya himpun dari Mitsubishi Indonesia dan Mobil123.com, diketahui jika pabrik yang terletak di Greenland International Industrial Center (GIIC) Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, ini memiliki luas 51 hektar.

Kapasitas produksinya mencapai 160 ribu unit per tahun, termasuk Mitsubishi Xpander dengan 80 ribu unit.

"Kami bangga dengan antusiasme masyarakat terhadap Mitsubishi Xpander. Saat ini, Mitsubishi Xpander telah dipesan sebanyak 50.000 unit yang merupakan akumulasi dari sejak pertama kali diperkenalkan. Mitsubishi Xpander akan mulai diekspor pada Mei 2018," President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Takao Kato, mengungkapkan.

Yupz, besarnya antusiasme masyarakat untuk memiliki Mitsubishi Xpander membuktikan kendaraan ini sebagai pilihan utama dalam keseharian. Apalagi, Mitsubishi Xpander sudah mendapat bintang empat dari ASEAN New Car Assesment Program (NCAP).

Itu menegaskan, Mitubishi Xpander tidak hanya nyaman dikendarai saja. Melainkan memberi rasa aman bagi setiap penumpang yang berada di dalamnya.

"Mitsubishi Xpander merupakan MPV pertama yang diuji ASEAN NCAP berdasarkan protocol baru untuk 2017-2020. Kendaraan ini  menunjukan kinerja baik dalam penilaian yang lebih ketat ini. Ini menunjukan Mitsubishi Motors berdedikasi untuk menghasilkan mobil yang lebih aman untuk kawasan ASEAN sesuai dengan protocol keselamatan kami yang baru," tutur Sekertaris-JendraI ASEAN NCAP Khairil Anwar Abu Kassim.

Nah, ini sekilas catatan saya tentang Mitsubishi Xpander. Jika Anda memiliki pengalaman dengan kendaraan idaman masyarakat di Tanah Air ini, bisa memberikan komentarnya di bawah ini.***

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *


Artikel Mitsubishi Sebelumnya:

*         *         *
- Jakarta, 10 Februari 2018

Jumat, 09 Februari 2018

Delvecchio: Gelar Pemain Terbaik Penting, tapi Tim yang Utama


Fabio Delvecchio memiliki speed di atas rata-rata yang memudahkannya
untuk melakukan solo run dari tengah lapangan. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


SEBAGAI pemain, meraih penghargaan Man of the Match (MotM) merupakan suatu kebanggaan. Sebab, itu membuktikan keberadaannya di lapangan sangat memengaruhi penampilan rekan-rekannya. Apalagi, jika turut menceploskan bola ke gawang lawan.

Itu yang dialami Fabio Delvecchio pada laga pertama Grup Top Divisi Utama Liga NIVEA MEN TopSkor (LNMT) U-16 2018. Gelandang sayap Buperta ini menyabet gelar MotM usai mengalahkan BBC Duta Motor 4-0.

Stadion Mini Citeureup, Bogor, Minggu (4/2) jadi saksi penampilan impresif Delvecchio. Putra dari pasangan Oey Ieping-Nyonyoh ini mencetak gol kedua Buperta pada menit ke-36. Tiga gol lainnya dibukukan Chandra Negara pada menit ke-21, Farkhan N. (39), dan Bintang Seme (55).

Gol Delvecchio diawali serangan baliknya dari sisi kanan pertahanan Duta Motor. Mengandalkan speed yang di atas rata-rata, penggemar Eden Hazard ini melakukan solo run tanpa mampu dibendung pertahanan lawan.

Pemain kelahiran 19 Agustus 2002 ini sukses melewati adangan M. Fitto dan Khaisar yang terus membayangi dari sepertiga lapangan. Delvecchio tidak gugup ketika sudah berhadapan dengan kiper Duta Motor, Dzulham. Lewat kaki kirinya, pemilik nomor punggung 10 ini mencocor bola ke pojok kiri gawang.

"Senang banget bisa mencetak gol. Namun, yang utama, tim meraih kemenangan pada laga pertama ini," ujar Delvecchio, seusai pertandingan.

Selain mengukir gol, Delvecchio juga memberikan kontribusi maksimal kepada rekan-rekannya. Yaitu, dengan berbagai umpan matang, terutama dari sisi sayap yang merepotkan sektor belakang Duta Motor.

Ditambah, dengan keunggulan larinya yang membuat Delvecchio gesit bak Arjen Robben ketika masih memperkuat Chelsea. Yang menarik, Delvecchio tidak hanya memiliki akurasi yang tinggi pada kaki kirinya. Bahkan, sepakan nan keras berasal dari kaki kanan.

Dua kakinya yang hidup memberi modal bagi pemain tersubur The Junior School Soccer League (JSSL) Cup 2014 Singapore ini untuk dipergunakan saat menembak ke arah gawang. Keunggulan individu dan pengaruh kepada tim membuat Delvecchio diganjar MotM.

"Suatu kebanggaan bisa meraih MotM ini. Sebagai pemain, jelas saya girang banget. Hanya, saya tidak bisa mendapat MotM ini tanpa dukungan rekan-rekan di lapangan, pelatih, kedua Orangtua yang mendukung ke sini, dan sekolah saya, SMK Metland. Gelar pemain terbaik ini saya persembahkan untuk mereka," Delvecchio, menjelaskan dengan nada haru.

Pernyataan pemain yang namanya terinspirasi dari legenda AS Roma, Marco Delvecchio ini menarik. Bagi Delvecchio, MotM memang penting. Namun, yang utama sebagai pemain menurutnya hasil positif untuk tim.

Peraih MotM LNMT U-16 2018 ini mendapat medali dan suvenir dari NIVEA MEN. Selain itu, ada kesempatan bagi setiap pemain untuk diterbangkan ke Spanyol. Tepatnya, untuk mengikuti pelatihan bersama jajaran pelatih Real Madrid.

Bisa dipahami mengingat NIVEA MEN merupakan sponsor utama raksasa La Liga Spanyol tersebut. Perusahaan yang bermarkas di Hamburg, Jerman, ini jadi partner TopSkor untuk menyelenggarakan LNMT U-16 2018.

Sebelumnya, kolaborasi ini membuahkan hasil positif pada penyelenggaraan NIVEA MEN TopSkor Cup (NMTC) U-16 2017. Pada akhir musim, lima pemain terbaik LNMT U-16 2018 akan dipilih NIVEA MEN berdasarkan kriteria dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk diberangkatkan ke Madrid.

"Suatu kebanggaan jika bisa terbang ke Madrid. Sebab, (Stadion) Santiago Bernabeu kan rumah sepak bola. Madrid memiliki 12 trofi Liga Champions yang paling banyak dibandingkan tim lainnya. Siapa pemain yang tidak ingin ke Bernabeu? Tentu saya mau banget," kata Delvecchio, optimistis.

Pengagum Bambang Pamungkas ini melanjutkan, "Namun, saya ingin fokus memberikan yang terbaik untuk Buperta. Jika berkontribusi positif terhadap tim, baru berbicara ke Madrid. Selain itu, saya |juga termotivasi untuk memperkuat tim nasional Indonesia U-16."

Yang menarik, Delvecchio tidak hanya piawai sebagai pesepak bola saja. Melainkan juga di lapangan futsal. Delvecchio mengantar SMK Metland School sebagai juara Management Futsal Competition 2017 yang diselenggarakan Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi.

"Kami beruntung, baik dari SMK Metland dan Buperta sangat mendukung Delvecchio. Meski, kadang-kadang jadwalnya bersamaan. Termasuk, saat mengikuti LNMT U-16 2018 ini. Kepala Sekolah SMK Metland Darmawan Sunarja memberi dispensasi kepada Delvecchio untuk fokus mengikuti turnamen ini pada Sabtu dan Minggu," Oey, menjelaskan.

*        *        *
Aksi penggemar Chelsea ini saat mencetak gol kedua Buperta ke gawang
Duta Motor.  (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Meski dibayangi dua penggawa Duta Motor, pengagum Bambang Pamungkas
ini tak terbendung untuk menghunjamkan bola ke pojok kiri gawang.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Sapuan bek Duta Motor, Khaisar gagal mencegah bola yang meluncur deras 
ke gawangnya akibat sepakan Delvecchio. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Selebrasi Delvecchio setelah mencetak gol pada menit ke-36 di Stadion Mini 
Citeureup, Bogor, pada 4 Februari lalu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Usai mencetak gol, Delvecchio disambut rekan setimnya, Fabian Zulfan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Selain kaki kiri, Delvecchio juga piawai menggunakan kaki kanan untuk
mengarahkan bola dengan deras ke gawang lawan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Posturnya yang mungil membuat Delvecchio mudah melepaskan diri
dari kawalan pemain lawan. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Bagi Delvecchio, gelar Man of the Match ini dipersembahkan untuk rekan-rekan
di lapangan, pelatih, kedua Orangtua, dan sekolahnya.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
*        *        *
Yang menarik, selain piawai di lapangan hijau, Delvecchio juga lihai  bermain
futsal dengan yang teranyar juara Management Futsal Competition 2017.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Delvecchio: MotM memang penting, tapi yang utama saya harus memberikan
kontribusi untuk tim. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
- Jakarta, 9 Februari 2018

Senin, 29 Januari 2018

Sisi Lain Indonesia Masters 2018


Kevin Sanjaya Sukamuljo merayakan keberhasilan menjuarai Indonesia
Masters 2018 diikuti selebrasi Marcus Fernaldi Gideon yang beteriak histeris
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


DUA gelar disabet wakil Merah-Putih pada Daihatsu Indonesia Masters 2018. Prestasi itu melampaui target yang ditetapkan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada turnamen dengan level Super 500 ini.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menyebut satu gelar jadi pilihan realistis. Meski, peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini menilai, Indonesia berpeluang menyabet dua gelar atau lebih.

Terbukti, Anthony Sinisuka Ginting sukses membuat kejutan pada nomor tunggal putra. Pebulu tangkis 21 tahun ini berhasil menjuarai Indonesia Masters usai mematahkan perlawanan wakil Jepang, Kazumasa Sakai 21-13, 21-11.

Gelar untuk Indonesia bertambah lewat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di sektor ganda putra. Pasangan berjulukan Minions ini sukses melibas Li Junhui/Liu Yuchen (Cina) 11-21, 21-10, 21-16.

Stadion Istana Olahraga (Istora) Senayan pun bergemuruh usai Kevin/Marcus memastikan juara. Keberhasilan mereka jadi klimaks bagi sekitar 7.000-an penonton, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memadati venue yang baru diresmikan pekan lalu,

Ya, Indonesia Masters 2018 ini merupakan turnamen perdana di Istora. Tepatnya, usai direnovasi untuk Asian Games 2018 sejak Desember 2016.

Peresmian renovasi Istora dilakukan Presiden Joko Widodo bertepatan dengan pembukaan Indonesia Masters 2018 pada Selasa (23/1). Orang nomor satu di Indonesia ini takjub dengan kemegahan Istora setelah direnovasi.

Selain Asian Games pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang, Istora bakal menyelenggarakan turnamen bulu tangkis lainnya. Yaitu, Indonesia Open 2018 yang dijadwalkan pada 3-8 Juli nanti.

“Suatu kebanggaan bisa juara di Istora. Sebab, kami belum pernah meraih gelar di Tanah Air sejak mengikuti berbagai turnamen,” kata Marcus saat ditemui usai pertandingan, Minggu (28/1).

Kevin menambahkan, terkait target setelah Indonesia Masters 2018 ini, “Ada tiga prioritas untuk tahun ini, yaitu All England, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games.”

Semoga berhasil mewujudkannya, Kevin/Marcus! Terima kasih juga untuk Ginting, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan segenap wakil Merah-Putih yang sudah mengerahkan kemampuan terbaik di turnamen berhadiah total 350 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 4,6 miliar ini.

Semoga pada Indonesia Masters 2019, kalian bisa melebihi pencapaian tahun ini!***


Hasil Final Indonesia Masters 2018


Ganda Putri
Tai Tzu Ying (Taiwan) Vs Saina Nehwal (India) 21-9, 21-13


Tunggal Putra
Kazusama Sakai (Jepang) Vs Anthony Sinisuka Ginting (INDONESIA) 13-21, 12-21


Ganda Campuran
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (INDONESIA) Vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong (Cina) 14-21, 11-21


Ganda Putri
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INDONESIA) Vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) 17-21, 12-21



Ganda Putra
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (INDONESIA) Vs Li Junhui/Liu Yuchen (Cina) 11-21, 21-10, 21-16



*         *         *
Narsis bersama penulis buku Hariyanto Arbi: Smash 100 Watt, Broto Happy
sambil menunggu kehadiran Presiden Joko Widodo yang akan meresmikan
renovasi Istora pada 23 Januari lalu

*         *         *
Hari pertama Indonesia Masters 2018 sempat digoyang gempa berkekuatan
6,4 skala richter yang membuat sebagian penonton berhamburan keluar venue.
Namun, Panitia Pelaksana Yuni Kartika memastikan pertandingan
tidak berpengaruh. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Presiden Joko Widodo meresmikan renovasi Istora yang bertepatan dengan
pembukaan Indonesia Masters 2018 pada 23 Januari lalu.  Pria yang akrab
disapa Jokowi ini pun memberikan hadiah raket kepada delapan legenda bulu
tangkis Indonesia, yaitu, Yuni Kartika, Susy Susanti, Ivana Lie, Hariyanto Arbi,
Candra Wijaya, Alan Budikusuma, Lius Pongoh, dan Retno Kustiyah.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
PBSI dan panitia pelaksana memberikan edukasi kepada penonton
untuk tidak mengangkat kaki ke atas kursi. Peringatan itu diaplikasikan
pada sorotan lewat CCTV yang bisa disaksikan di layar raksasa.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Yeee, selfie dengan Hendra Setiawan, idola saya yang merupakan salah satu
pebulu tangkis terbaik dunia dengan gelar terlengkap. Mulai dari 6 SEA Games,
2 Asian Games, dan Olimpiade 2008 Beijing

*         *         *
Antusiasme penonton menyaksikan Indonesia Masters 2018 sangat luar biasa.
Sejak hari pertama hingga final, venue berkapasitas 7.166 ini selalu penuh.
Apalagi, harga tiketnya dinilai masyarakat sangat bersahabat seperti final
yang dilepas Rp 150.000 untuk kelas I dan Rp 300.000 (VIP).
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Ribuan penonton mengelu-elukan Anthony Sinisuka Ginting yang menjadi kampiun
sektor tunggal putra Indonesia Masters 2018. Pebulu tangkis itu menyambutnya
dengan penuh hormat kepada penonton sebelum pengalungan medali
bersama runner-up dari Jepang, Kazusama Sakai.(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengalungi medali kepada
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang jadir runner-up Indonesia Masters 2018.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Perjuangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk meladeni permainan
bola-bola atas dari Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.
Meski dikalahkan ganda putri asal Jepang itu 17-21, 12-21, Greysia/Apriyani
tetap mendapat aplaus meriah. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut Kevin/Marcus di tribune VIP
didampingi Menpora Imam Nahrawi dan Ketua PBSI Wiranto.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Penantian panjang penonton untuk menyaksikan wakil Merah-Putih berjaya
di Indonesia Masters 2018 pun terlunaskan. Indonesia tidak hanya sukses
sebagai tuan rumah pada turnamen level Super 500 ini. Melainkan juga sukses
secara prestasi lewat dua gelar yang diraih Antony Sinisuka Ginting dan Kevin/Marcus.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Pewarta foto dan jurnalis dari berbagai negara Asia mengabadikan pertandingan
di sisi lapangan. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Yupz, sepekan kemarin, saya pindah kantor sementara dengan ngekost di media
center Istora

*         *         **         *         *
*         *         **         *         *

*         *         **         *         *

*         *         **         *         *

*         *         **         *         *

*         *         **         *         *


Artikel Terkait:
*         *         *
- Jakarta, 29 Januari 2018

Minggu, 21 Januari 2018

JLC Award 2018 Jawaban JNE untuk Pelanggan yang Loyal


Presiden Direktur JNE M. Feriadi menggendong salah satu adik dari
Yayasan Miftahul Al Mubarokah usai pemberian santunan
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


MEMPERTAHANKAN jauh lebih sulit ketimbang meraih sesuatu. Demikian, adagium lawas yang barlaku dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu dalam berorganisasi, usaha, dunia olahraga, sepak bola, karier, hingga perusahaan.

Yupz, menjaga apa yang sudah dimiliki tentu tidak semudah ketika meraihnya. Kuncinya, ada pada inovasi produk dan konsistensi layanan terhadap pelanggan. Itu yang diterapkan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam 28 tahun terakhir.

Tepatnya, sejak berdiri pada 26 November 1990 yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang baik domestik maupun internasional. Hingga lebih dari seperempat abad, JNE jadi salah satu perusahaan pengiriman barang terbesar di Tanah Air.

Bahkan, jadi merek generik di masyarakat. Sebab, jika ingin mengirim barang, yang terpatri di hati publik kerap menyebut, "Kirim via JNE saja". Baik itu secara personal, perusahaan, hingga transaksi lewat belanja online.

Menyikapi kepercayaan tinggi dari pelanggan itu, jadi apresiasi bagi JNE. Perusahaan yang kantor pusatnya di kawasan Tomang, Jakarta Barat ini pun menjawab loyalitas pelanggan yang tergabung dalam JNE Loyalty Card (JLC) dengan menggelar program spesial.

Yaitu, JLC Award 2018 yang diselenggarakan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/1). Kebetulan, saya jadi saksi dari acara bertema Raise Up Your Business tersebut. Tepatnya, setelah mendapat informasi dari rekan blogger Lidya Fitrian.

Bisa dipahami mengingat saya tidak asing dengan JNE. Sebab, nyaris dalam setiap berikirim barang, menggunakan jasa perusahaan yang memiliki maskot ikonik, "Si Joni" ini. Beberapa di antaranya sudah saya tuliskan di blog ini, termasuk, ketika menghadiri acara yang diselenggarakan JNE.

Dalam JLC Award 2018 turut diumumkan pemenang JLC Lucky Draw dan JLC Race 2017. Yupz pada pengujung 2017, JNE mengadakan dua program itu yang diikuti 70 ribu lebih anggota JLC di seluruh Tanah Air.

Pengundian JLC Lucky Draw dilakukan pada 21 Desember lalu di kantor pusatnya. Yang menarik, hadiahnya tidak tanggung-tanggung. Pemenang pertama berhak menerima satu paket wisata ke Disneyland Hong Kong! Selanjutnya, dua unit sepeda motor Honda Beat, tiga paket wisata ke Singapura dan Legoland Malaysia, tiga paket wisata ke Malang (Jawa Timur), lima iPad Mini, 10 mirrorless camera, serta 100 voucher belanja!

Selanjutnya, pada program JLC Race yang merupakan kali pertama diadakan JNE sebagai bentuk apresiasi kepada anggotanya pun memberikan hadiah tidak kalah menarik. Itu ditujukan untuk lima member JLC dengan nilai transfer tertinggi dan lima anggota JLC dengan jumlah pengiriman paket atau resi terbanyak selama periode transaksi pada 1 November hingga 31 Desember lalu.

Untuk member dengaan nilai transaksi tertinggi mendapatkan satu unit mobil Mitsubishi Xpander sebagai juara satu, sepeda motor Yamaha Xmax (juara dua), paket wisata dua orang ke Eropa (juara tiga), iPhone 7 Red (juara empat), dan kamera Fuji XT10 (juara lima).

Sementara, anggota dengan jumlah pengiriman atau resi terbanyak mendapatkan satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja RR untuk juara satu, paket wisata ke Bangkok untuk dua orang (juara dua), Samsung Galaxy Note 8 (juara tiga), kamera Canon EOS M10 (juara lima), dan Vivo V7 (juara lima).

Hebatnya lagi, berbagai macam hadiah untuk para pemenang tersebut, masih ditambah dengan City Tour Experience menggunakan helikopter dalam JLC Race 2017. Hadiah berupa wisata keliling kota naik helikopter ini jadi benefit yang bisa didapatkan member JLC dengan menukarkan poin yang dimiliki.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya selama ini," kata Presiden Direktur JNE M. Feriadi, dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut, saya dan rekan-rekan blogger serta peserta, disuguhkan hiburan yang menarik dan edukatif. Termasuk, dengan kehadiran Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Sungkar yang memaparkan mater How to Build Your Own Creative Business Trhrough Digital World.

Selanjutnya, ada CEO Young on Top Billy Boen dengan presentasi berjudul Welcome to Digital World kepada ratusan peserta yang hadir. Sebagai wujud syukur, JNE juga turut memberikan santunan kepada adik-adik dari yayasan Miftahul Al Mubarokah.

Bahkan, saya turut membawa pulang sesuatu saat doorprize dalam jumpa pers jelang JLC Award 2018. Bisa jadi, JNE tahu sebelumnya saya baru saja merayakan ultah pada bulan ini hingga memberi kado yang sangat istimewa.

"JNE akan selalu berupaya agar dapat memberikan manfaat serta nilai lebih untuk pelanggan setia. Terutama puluhan ribu member JLC yang kerap menggunakan produk layanan maupun fasilitas JNE dalam aktivitas pengiriman berbagai jenis, jumlah, dan ukuran paket,"  Feriadi, menambahkan.

Seiring dengan kesuksesan sebagai pemain besar logistik di Indonesia, JNE terus berinovasi supaya anggotanya mendapat manfaat dan keuntungan sesuai dengan harapan mereka. Benefit dari JNE tidak hanya berupa hadiah barang saja, tapi juga pengalaman menarik.

Menurut Feriadi, ke depannya member JLC akan mendapat poin yang bukan hanya ketika jadi pengirim paket saja. Melainkan saat menerima paket atau pembeli. Tujuannya, agar kesempatan mendapatkan seluruh benefit tersebut semakin besar setiap tahunnya.

Dalam kesempatan itu, Feriadi mengungkapkan, melalui JLC juga JNE berupaya memberikan peluang bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Dalam JLC Award 2018, JNE mengesahkan kerja sama dengan Koin Works. Yaitu, perusahaan penyedia layanan online yang menghubungkan para pendana dengan pemilik usaha UKM. Sehingga, dapat membantu para member JLC terkait dengan modal usaha.

Nah, bagi Anda pelanggan setia JNE yang belum bergabung dengan JLC -termasuk saya yang baru tahu ada program ini setelah mengikuti JCL Award 2018- bisa mendaftarkan diri supaya mendapatkan benefit dari setiap aktivitas pengiriman paketnya di JNE.

Caranya mudah dan tanpa biaya apa pun. Cukup, mengunjungi website https://jlc.jne.co.id/ untuk melengkapi persyaratan yang berlaku. Poin yang didapatkan dari setiap transaksi dengan menggunakan JLC dapat ditukarkan dengan beragam pilihan hadiah atau berkesempatan memenangkan hadiah melimpah setiap tahunnya!

Yupz, saya siap bergabung dengan puluhan ribu member JLC lainnya untuk mendapatkan berbagai benefit dari JNE. Bagaimana dengan Anda?



*          *          *
Ritual wajib sebagai blogger: Poto-poto narsis dengan ber-wefie ria
disela-sela acara konferensi pers JLC Award 2018
(Foto: dokumentasi www.roelly87.com diabadikan JNE)

*          *          *
Feriadi dan VP of Marketing JNE Eri Palgunadi menjawab berbagai
pertanyaan blogger dan media dalam konferensi pers JLC Award 2018

*          *          *
Yeeeeee, terima kasih JNE telah memberi kado ultah istimewa untuk saya!
(Foto: dokumentasi www.roelly87.com diabadikan @OnoSemblang)

*          *          *
Pose menarik dari empat maskot JNE, Si Joni 

*          *          *
Selain kado istimewa, saya juga mencoba beratraksi naik sepeda gunung
disela-sela JLC Award 2018
(Foto: dokumentasi www.roelly87.com diabadikan ist)

*          *          *
Feriadi, dan dua direktur JNE (Chandra Fireta dan Edi Santoso) memberikan
santunan kepada adik-adik dari Yayasan Miftahul Al Mubarokah

*          *          *
Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari berbagi inspirasi terkait wirausaha

*          *          *
CEO Young on Top Billy Boen memapaparkan pentingnya media sosial bagi
setiap pelaku usaha dalam berinteraksi kepada pelanggan

*          *          *
Selamat untuk pemenang JLC Award 2018. Nantikan, pemenang selanjutnya
pada JLC Award 2019 yang bisa jadi Anda pembaca blog ini

*          *          *
Artikel JNE Sebelumnya:
Belanja di Tokopedia, Bayar di JNE dengan JNE-Tokopedia Payment
Memetik Manfaat dari Tokopedia Roadshow Jakarta 2015
- Pengalaman Belanja di Lazada

*          *          *
- Jakarta, 21 Januari 2018