TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

roelly87.com

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Nikmati Genflix Selama 7 Hari Gratis!

Rabu, 13 Desember 2017

Radio sebagai Teman Setia dan Berbagi Informasi


Press Conference Radio Day pada 11 Desember lalu

"Di radio, aku dengar lagu kesayanganmu
Kutelepon di rumahmu sedang apa sayangku
Kuharap engkau mendengar
Dan katakan rindu..."

Demikian, lirik legendaris dari almarhum Gombloh yang populer  pada 1986 silam. Saya jadi teringat lagu itu ketika menyimak lini masa di twitter sepanjang Senin (11/12). Betapa tidak, saat itu pada pukul 07.45-08.00 WIB, masyarakat di Tanah Air, khususnya warga ibu kota tidak bisa mengakses radio.

Itu karena selama 15 menit, radio di DKI Jakarta serentak tidak mengudara. Tak heran jika tagar #RadioGueMati membahana. Bahkan, menjadi heboh ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut mencuit. "Emang enak nggak ada radio. Saya Joko Widodo, pendengar radio. Kalau kamu?" ujar Jokowi.

Setelah itu, netizen di seluruh nusantara pun kompak menyuarakan hashtag, #RadioGueGakMati. Kami berharap -karena saya salah satu yang mencuit sebagai pendengar- radio tidak padam. Ya, meski zaman telah berubah seiring perkembangan teknologi, porsi radio tetap tak tergantikan.

Kebetulan, di rumah saya sering mendengarkan radio via konvensional. Sementara, ketika di jalan, saya mendengarnya lewat smartphone. Apa pun itu sarananya, bagi saya radio merupakan kawan sejati di mana pun dan kapan pun.

Pasalnya, beda dengan mendengar musik atau layanan streaming lain yang hanya satu arah. Sementara, di radio, saya bisa mengengarkan lagu terbaru, terpopuler, hingga kenangan, sambil dipandu penyiar. Bahkan, ketika masih abg, saya sering menitip salam kepada seseorang lewat udara. Dan, yang tak kalah penting, radio jadi media saling berbagi informasi untuk mengetahui info lalu lintas.

Sayangnya, pemilik atau pengelola radio justru harus mati-matian mempertahankan eksistensinya. Maklum, dibanding televisi atau media cetak, radio hanya mendapat porsi iklan sekitar satu persen. Yupz, 1%!

Padahal, dalam riset Nielsen CMV & RAM Q3 2017, terdapat 62,3 juta pendengar radio di Tanah Air, dengan 41,9 juta terpusat di pulau Jawa. Untuk DKI Jakarta dan sekitarnya terdapat 9 juta pendengar.

Demikian, fakta yang saya ketahui usai menghadiri press conference Radio Day di Ayana Mid Plaza, Jakarta Pusat, sore harinya. Acara itu diikuti 37 radio di Jakarta yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).

Kehadiran saya berkat informasi founder Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB) Ani Berta bersama tiga rekan blogger lainnya, yaitu Haya Aliya Zaki, Tuty Queen, dan Teddy Rustandi. Sebagai blogger, jelas kami peduli dengan masa depan radio.

"Tujuan diadakan Radio Day ini untuk membuktikan, radio bukan media yang konvensional atau jadul. Radio merupakan media yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang hingga kini dibutuhkan pendengarnya, khususnya masyarakat di DKI Jakarta," ujar Ketua Umum PRSSNI DKI Jakarta M. Rafiq.

Faktanya, radio memang memiliki keunggulan sebagai media yang dapat menjangkau dan diakses lebih dari 29% populasi lintas generasi seperti halnya media TV. Community dan emotional engagment jadi kunci terus eksisnya radio sebagai media komunikasi di era digital seperti sekarang.

Ini yang menjadikan radio selalu dekat dengan pendengarnya lebih dari dua jam per hari. Saya pribadi mengakses radio secara rutin pada pagi hari dan menjelang tidur. Sementara, siang harinya, saya mendengarkan radio ketika sedang dalam perjalanan. Tujuannya, selain untuk menemani bertugas, juga menyimak info terkini terkait lalu lintas serta kejadian penting di ibu kota.

Nielsen merilis, komposisi pendengar radio di DKI Jakarta dan sekitarnya didominasi anak muda dengan persentase mencapai 56%. Para pendengar radio merupakan generasi yang mencinti musik, sport, coking, dan snakcing, serta pencintan kopi.

"Bagi saya, peran radio sangat tidak tergantikan. Saya merupakan penggemar setia radio. Bahkan, saya ikut menggunakan radio sebagai promosi berbagai film saya," ujar Wulan Guritno yang merupakan aktivis di dunia hiburan Tanah Air.

Pernyataan sama diungkapkan Category Manager ID Fuels Downstream Retail PT Shell Indonesia, Ratna Anggraini. Menurutnya, belanja iklan terbesar perusahaannya justru di radio, "Ya, mencapai 40-50 persen dari bujet kami."

Dalam kesempatan itu, Ratna mengakui, beriklan di radio sangat efektif. Sebab, mereka bisa memberi informasi rinci terkait produk-produknya kepada masyarakat lewat udara. "Buktinya, performa bisnis kami setiap tahun sangat baik. Itu berkat informasi yang tepat kepada customer kami yang juga pendengar setia radio," Ratna, melanjutkan.

Nah, saya Choirul Huda pendengar radio. Bagaimana dengan Anda? Yuk, saling berbagi pengalaman terkait radio pada kolom komentar di bawah ini!***


*        *        *
Ketua PRSSNI M. Rafiq (tengah)

*        *        *

Category Manager ID Fuels Downstream Retail PT Shell Indonesia, Ratna Anggraini

*        *        *
Diskusi terkait radio yang dilakukan rekan blogger Haya Aliya Zaki

*        *        *
Wulan Guritno menegaskan peran radio sangat tak tergantikan

*        *        *
Rekan blogger Tutty Queen dengan berbagai properti radio konvensional

*        *        *
Ketua INASGOC Erick Thohir yang juga wakil komisaris Mahaka Media yang
membawahi berbagai radio di Tanah Air

*        *        *
- Jakarta, 13 Desember 2017

Senin, 11 Desember 2017

Rp 1.000 Dapat Kuota 1GB? Ini Caranya






Dengan seribu rupiah bisa dapat apa hari gini? Beli gorengan atau ditukar permen paling mungkin, tapi beli paket internet 1GB? Apa bisa didapat dengan harga semurah itu?

Eiiit penasaran juga kan? Sama banget dengan saya waktu scrolling timeline socmed beberapa waktu lalu. Langsung kebayang dong sama teman-teman pekerja lapangan lainnya yang mobile sepanjang waktu. Mulai dari lihat berita terbaru di portal berita, browsing profil narasumber atau email-emailan masalah kerjaan. Wajar jika penawaran terjangkau ini disambut antusias. Siapa sih yang ngga pengen internetan maksimal dengan harga minimal?

Kebutuhan netizen ini rupanya dipahami oleh IM3 Ooredoo dengan menghadirkan  Yellow, Paket Internet terbaru dengan kuota 1GB yang dibanderol dengan harga  Rp1000 per hari. Wow! Harganya bahkan lebih murah dari biaya parkir saya pas liputan :D

Jika diluar sana terdapat banyak penawaran “kuota besar harga mahal” namun kuota sebenarnya terbagi-bagi (untuk dengerin music, nonton video bahkan nonton bola), Paket Yellow justru berisi 100% Kuota Utama. yang bebas kita pakai untuk apa saja. Mau streaming, upload ke timeline atau lainnya terserah kita

Menariknya lagi, kuota dapat digunakan kapan saja, 24 jam di semua jaringan, baik 2G, 3G hingga 4G. Solusi banget nih untuk mereka yang ingin eksis kapan saja di media social.

Jadi bagaimana cara mendapatkannya? Mudah kok, pelanggan Indosat Ooredoo hanya perlu mengaktifkan Paket Yellow 1GB dengan registrasi, ketik *123*111# dari HP. Belum jadi pengguna?

Duh sayang, coba deh langsung mampir ke outlet atau Gerai Indosat Ooredoo terdekat untuk dapatkan Kartu Perdana Yellow.



Ingin tahu lebih banyak mengenai Paket #Yellow1GB  yang menghadirkan 100% kuota utama tanpa tambahan yang tidak perlu? Bisa mampir ke http://im3ooredoo.com/yellow.

Ngga pake ribet dan bisa dibilang Yellow adalah paket internet dengan harga terbaik saat ini. Bahkan tersedia pilihan Paket Kuota 1GB untuk 3 atau 10 hari, bisa pilih sesuai kebutuhan kita

Menurut saya, Paket Yellow merupakan solusi bagi generasi muda terkini. Terutama bagi mereka yang ingin berhemat. Misalnya, pelajar, mahasiswa, atau anak kost, yang ingin meminimalkan anggaran bulanan. Dengan membeli Paket Yellow, bukan berarti mereka berlaku sangat irit.

Melainkan, justru cerdas. Sebab, mampu mengatur keuangan dengan baik. Wajar saja mengingat kuota 1GB utuh dinikmati seharian di semua jaringan.

Ini cerita saya tentang Yellow. Gimana? Tertarik mencoba? Atau bahkan sudah langsung aktifkan? Yuk share pengalamanmu di kolom komentar.

*       *       *
- Jakarta, 11 Desember 2017

Sabtu, 09 Desember 2017

Lebih Dekat dengan Vania dari Aswata


Staf Aswata mendemonstrasikan chat dengan Vania lewat Line
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


PERKEMBANGAN teknologi membuat setiap perusahaan harus tanggap. Yaitu, bereaksi dengan zaman yang kian modern demi memanjakan pelanggan dan menjaring konsumen anyar. Jika tidak, siap-siap saja akan tertinggal.

Ibarat nelayan di samudera dengan dua pilihan. Mengikuti arus untuk menjaring ikan atau melawan derasnya ombak yang bisa mengaramkan kapal.

Fakta itu disadari PT. Asuransi Wahana Tata (Aswata) yang bergerak di bidang asuransi sejak 1964. Pengalaman panjang untuk melayani masyarakat dalam 53 tahun terakhir ini membuat perusahaan asuransi umum swasta nasional selalu berinovasi.

Tujuannya jelas, demi menjalankan kepercayaan nasabah perorangan maupun korporasi dengan berbagai produk dan layanan asuransi umum. Baik itu secara konvensional atau syariah.

Teranyar, Aswata meluncurkan virtual assistant dengan nama unik, Vania. Yaitu, akronim dari Virtual Assistant Aswata yang merupakan chat based Artificial Intelligence.

Peresmian Vania diselenggarakan di Gedung Asuransi Wahana Tata, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/12). Kebetulan, saya turut hadir bersama puluhan blogger dan media nasional berkat informasi dari rekan blogger Ani Berta dari Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB).

Sebagai pribadi yang melek dengan perkembangan zaman dan memiliki minat terkait asuransi, bagi saya keberadaan Vania ini sangat menarik. Sebab, Vania dapat membantu nasabah atau calon nasabah dalam berinteraksi serta menjawab pertanyaan hingga proses penutupan polis asuransi umum.

Sekaligus, Aswata menjawab kebutuhan pasar yang kian modern. Yaitu, ketika kecepatan menjawab dan ketepatan serta update data dapat dilakukan secara online.

Bisa dipahami mengingat Vania yang hadir dalam sosok gadis cantik nan lincah dan cerdas serta mata yang memesona ini bakal menjawab semua pertanyaan lewat chat selama 24 jam!

Yupz, jadi, ketika saya butuh sesuatu terkait informasi atau update asuransi, saya tidak perlu menunggu lama seperti sebelumnya. Misalnya, berkirim surat elektronik (email), pesan singkat, atau telepon langsung.

Pasalnya, saya cukup melakukan chat dengan berteman di Line @Aswata, Facebook Messenger (Asuransi Wahana Tata), dan Telegram (@Aswata_bot).

"Kehadiran Vania merupakan jawaban Aswata untuk solusi kebutuhan asuransi umum bagi masyarakat digital," ujar Direktur Utama Aswata Christian W. Wanandi.

Nah, selain cepat dalam merespons via chat, Vania juga menyediakan bantuan untuk Emergency Roadside Assistance (ERA). Yaitu, pertanyaan seputar polis dan klaim, informasi seputar produk, dan jaringan kantor Aswata. Bahkan, informasi terkini mengenai info lalu lintasi hingga piawai meramalkan arti nama!

"Dengan Vania, nasabah yang mendapat banyak informasi secara update. Mulai dari pembelian asuransi yang sangat mudah, info produk, ERA, terkait polis, dan prosedur klaim, dan jaringan kantor Aswata di Tanah Air," kata Dept Head Information & Technology Aswata Rainier Kurniawan.

Aswata merupakan salah satu perusahaan asuransi umum terbesar di Indonesia dengan kekuatan permodalan yang solid. Itu ditunjang 1.200 karyawan pada 70 kantor yang tersebar di seluruh wilayah nusantara.

Dalam diskusi tersebut, Dept Head Marketing & Sales Retail HO Aswata Dewi Setiawati juga mengungkapkan fitur Vania bakal ditambahkan dalam beberapa waktu ke depan.

"Dalam riset kami, nasabah lebih suka berinteraksi lewat chat. Kenapa? Sebab, lebih praktis dan tidak perlu download lagi karena otomatis tersambung saat berteman. Namun, ada rencana ke depannya untuk membuat aplikasi untuk mobile," Setiawati menjawab pertanyaan Ani.

Nah, untuk mengenalkan Vania yang menyasar kepada generasi milenial, Aswata memberi kejutan istimewa. Yaitu, mereka membagikan polis asuransi kecelakaan diri/personal accident untuk masyarakat Indonesia secara gratis!

Itu meliputi jaminan meninggal dunia akibat kecelakaan atau cacat tetap senilai Rp 10 juta. Bagaimana caranya? Cukup berteman dengan Vania di Line dan media sosial lainnya.

"Ini sebagai bagian dari program Aswata untuk mengedukasi kepada generasi muda terkait asuransi. Caranya mudah, tinggal daftar saja di Vania dengan menggunakan kode voucher HOLIDAYAMAN," Wanandi. menjelaskan.

Nah, saya sudah mengenal dekat dengan Vania dari Aswata yang banyak memberi manfaat. Jika rekan blogger atau keluarga serta orang terdekat yang ingin mengetahui lebih lanjut bisa mendapatkan informasi terkait Vania di bawah ini:

Website: www.Aswata.co.id
Line@Aswata
Facebook Messenger: Asuransi Wahana Tata
Telegram@Aswata_bot
Twitter@Aswata
Instagram@Aswata_Id
Costumer Care: 1500 298

*         *         *
Direktur Utama Aswata Christian W. Wanandi menjelaskan terkait Vania

*         *         *
Dept Head Information & Technology Aswata Rainier Kurniawan membeberkan
berbagai fitur Vania

*         *         *
Dept Head Marketing & Sales Retail HO Aswata Dewi Setiawati menjawab
berbagai pertanyaan dari blogger dan media

*         *         *
Rekan blogger Ani Berta bertanya dalam sesi diskusi

*         *         *
Wanandi dan Rainier meresmikan fitur Vania yang diluncurkan di Gedung
Asuransi Wahana Tata di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/12)

*         *         *
Salah satu program edukasi Aswata untuk generasi milenial dengna membagikan
polis asuransi senilai Rp 10 juta

*         *         **         *         *
*         *         **         *         *

*         *         *
- Jakarta, 13 Desember 2017

Jumat, 08 Desember 2017

Astra Sponsori Asian Games 2018


Penandatanganan sponsorship INASGOC dengan Astra di Kantor Wakil Presiden


MENJADI Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. Demikian butir pertama dari Catur Dharma yang jadi filosofi PT Astra International Tbk (Astra). Yaitu, Astra tidak hanya sekadar perusahaan saja. Melainkan turut berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Sudah banyak yang dilakukan Astra untuk negeri ini. Kebetulan, sebagai blogger, saya mulai rutin menyimak perkembangan Astra sejak 2016 lalu. Dalam periode itu, saya menyaksikan, betapa Astra benar-benar komitmen menjalankan Catur Dharma yang jadi filosofi perusahaan.


Teranyar, Astra jadi sponsor utama Asian Games 2018 bersama delapan perusahaan nasional lainnya. Penandatanganan dilakukan Chief of Corporate Communication, Social Responsibility and Security Astra Pongki Pamungkas bersama Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) Erick Thohir di Kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Peresmian nota kesepahaman itu disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman, dan pejabat terkait.

"Penandatanganan kerja sama sponsorhip ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan optimal dari kalangan badan usaha. Baik nasional, swasta, dan bisnis internasional terhadap kesuksesan Asian Games 2018," kata Erick dalam sambutannya.

Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ini kali kedua Indonesia jadi tuan rumah setelah 1962 silam. Dukungan berbagai perusahaan untuk jadi sponsor, termasuk Astra, diapresiasi wapres.

JK bangga dengan Astra yang pada 20 Februari lalu genap 60 tahun ini sangat komitmen. Itu sesuai dengan Catur Dharma yang jadi filosofi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi selama enam dekade ini.

"Karena kita ingin nanti, ketika lagu Indonesia Raya berkumandang, di belakangnya ada banner perusahaan nasional. Mobilnya (saat Asian Games 2018 berlangsung) dari Astra," ujar Kalla sambil mengungkapkan nominal sponsor berbagai perusahaan itu mencapai 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 760 miliar

Ya, sebagai sponsor yang sudah mengeluarkan puluhan miliar, Astra tentu akan mendapat benefit saat Asian Games 2018. Baik itu sebelum, saat acara berlangsung, hingga sesudahnya.

Misalnya, pada papan elektronik di berbagai posisi seperti sisi lapangan serta belakang podium saat pengalungan medali. Akan ada banner PT Astra International Tbk yang jadi latar ketika atlet merayakan keberhasilannya meraih juara.

Juga, Astra bisa menampilkan logo Asian Games 2018 pada berbagai produknya atau saat kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Bisa dipahami mengingat Astra memiliki tujuh sektor usaha. Itu meliputi:
- Otomotif
- Jasa keuangan
- Alat berat dan pertambangan
- Agribisnis
- Infrastruktur, logistik, dan lainnya
- Teknologi informasi
- Properti

Sementara, untuk CSR, Astra memiliki sembilan yayasan, yaitu:
- Yayasan Toyota & Astra (YTA) didirikan pada 1974
- Yayasan Dharma Bhakti Astra (DYBA) 1980
- Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) 1995
- Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) 1995
- Yayasan Amaliah Astra (YAA) 2001
- Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKB UT) 2008
- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) 2009
- Yayasan Astra Agro Lestari (YAAL) 2010
- Yayasan Insan Mulia Pamapersada Nusantara (PAMA) 2014

Berbagai benefit yang didapat Astra sebagai sponsor Asian Games 2018 ini sangat menarik. Sebab, pesta olahraga terbesar kedua di kolong langit setelah Olimpiade ini tidak hanya dihadiri negara-negara Asia saja. Melainkan juga dari penjuru dunia.



Asian Games 2018 ini jadi sarana bagi Astra untuk mengenalkan produk, jasa, dan yayasannya kepada dunia internasional. Maklum, saat Asian Games 2018 berlangsung, Indonesia akan kedatangan berbagai tamu dari ratusan negara selain Asia.

Yaitu, dari benua Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Oseania, dan Eropa. Baik itu, penonton, atlet, dan pelatih. Sebab, Asian Games 2018 dijadikan sebagian atlet dari negara non Asia itu untuk pemanasan jelang Olimpiade 2020.

Yang pasti, keberadaan Astra sebagai sponsor utama turut membantu pemerintah. Maklum, biaya untuk menggelar Asian Games 2018 ini mencapai triliunan rupiah. Itu mengapa, peran sponsor termasuk Astra sangat memberi dampak yang signifikan bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pesta olarhaga terbesar di Asia ini. Sekaligus, Astra melanjutkan komitmen untuk berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

*          *         *
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik peran sponsor,
termasuk Astra dalam mensukseskan Asian Games 2018

*          *         *
Ketua INASGOC Erick Thohir bersama Chief of Corporate, Social Responsibility
and Security Astra Pongki Pamungkas usai peresmian nota kesepahaman
yang disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi,
dan Ketua KONI Tono Suratman

*          *         *



Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*          *         *
- Jakarta, 12 Desember 2018

Senin, 04 Desember 2017

Galeri Foto ASIOP Vs Bina Taruna: Final Kepagian yang Harus Diakhiri Adu Penalti


Striker Bina Taruna, M. Fikri, berduel dengan bek ASIOP, Ahmad Rusadi.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


LAPANGAN Wing 1 Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/12) jadi saksi persaingan sengit dua tim favorit di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017. Tepatnya, saat ASIOP Apacinti menghadapi Bina Taruna pada 16 besar.

Banyak pihak yang menyebut duel ini sebagai final kepagian. Wajar saja mengingat kedua tim bersama ASAD 313 Jaya Perkasa dan Pondok Pesantren Modern Sahid tampil impresif di fase grup.


Namun, takdir berkata lain. Sebab, kedua tim justru harus saling bunuh di perdelapan final.

Itu terjadi akibat ASIOP terpeleset di fase grup saat menghadapi Cibinong Raya (Ciray) yang berujung kekalahan 0-1 pada 19 November lalu. Akibatnya, pasukan Suaib Ansori pun melaju ke 16 besar sebagai runner-up grup A di bawah Ciray.

Di sisi lain, Bina Taruna melaju ke perdelapan final dengan mulus usai menyapu bersih tiga pertandingan di Grup B. Alhasil, bentrok antarraksasa pun tak terelakkan.

Tensi tinggi mewarnai duel antara juara Grup B dengan runner-up Grup A ini. Jual-beli serangan tersaji sepanjang 60 menit.

Beberapa kali wasit mengingatkan kepada pemain untuk tidak tersulut emosi. Tiga kartu kuning pun keluar dari korps pengadil untuk kedua tim.

Bina Taruna yang tampil mendominasi harus keluar dengan tertunduk. Sejumlah peluang dari skuat asuhan Saut Tobing gagal menjadi gol yang membuat laga diakhiri adu penalti.

Dalam tos-tosan ini, tiga dari empat algojo ASIOP berhasil menceploskan bola. Sebaliknya, hanya satu dari empat eksekutor Bina Taruna yang berujung gol.

"Ketika sudah masuk penalti, kami nothing to lose. Bagi kami, kelolosan ke perempat final sebagai ajang latihan jelang Liga TopSkor 2018," kata Ansori yang mengingatkan timnya untuk tidak larut dalam euforia mengingat di perempat final sudah ditunggu Benteng Muda.

Di sisi lain, Saut mengingatkan para pemainnya untuk tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, secara permainan, Bina Taruna lebih unggul.

“Kalah dan menang itu biasa. Terkait hasil, saya cukup puas dengan penampilan anak-anak di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini. Bagi kami, turnamen ini sebagai evaluasi untuk menghadapi Liga TopSkor mendatang,” Saut, menjelaskan.

Pernyataan tersebut beralasan. Menang atau kalah dalam sepak bola itu biasa.


Pun dengan tensi panas sepanjang pertandingan. Sebab, usai wasit meniup peluit panjang, para pemain dari kedua tim kembali berangkulan.

Penggawa ASIOP tidak jemawa dengan kemenangan tersebut. Begitu juga dengan pemain Bina Taruna yang menerima kekalahan dengan lapang dada.

Itulah inti dari sepak bola. Khususnya, kepada mereka yang mengikuti NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini sebagai bagian dari pembinaan pemain usia muda.***



ASIOP Apacinti 0-0 (3-1) Bina Taruna
Pencetak Gol
: -
Adu Penalti: M. Heru (X), Malik Akbar, Komang Teguh, Ahmad Rusadi; Unggul Perkasa, Dhika Maulana (X), Julia Nur (X),Fajar Firdaus (X)
Pemain Terbaik: Rafiq Ramadhan (Bina Taruna)



*        *        *
Striker ASIOP, Rendy Juliansyah nyaris frustrasi terhadap disiplinnya barisan
pertahanan Benteng Muda. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Orangtua dari para pemain Benteng Muda tampak tegang menyaksikan adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Bek Bina Taruna, Unggul Perkasa jadi eksekutor pertama dalam adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gelandang ASIOP, M. Herus bersiap jadi algojo dalam tos-tosan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Sepakan Heru berhasil digagalkan kiper Bina Taruna, Yogi Hermawan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Penyelamatan kiper ASIOP, Sabda Yoga, untuk mengakhiri adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Pelatih Bina Taruna, Saut Tobing mengucapkan selamat kepada penggawa ASIOP.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
Gelandang ASIOP, Dennish Diaz, berebut bola dengan bek Bina Taruna, M. Febrian.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Striker ASIOP, Rendy Juliansyah mencoba keluar dari kepungan penggawa Bina Taruna.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Penggawa ASIOP memasang pagar betis untuk membendung tendangan bebas
gelandang Bina Taruna, Vigo Sandi Wahyu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gelandang Bina Taruna, M. Febrian dan Dennish berusaha untuk mendapatkan bola.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Setelah pertandingan, persahabatan di antara kedua tim tetap terjaga.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        * 
Artikel ASIOP Apacinti Sebelumnya:
Tetap Layak Diberi Apresiasi
- Upaya Mengasah Mental Pemain
- Berangkat dengan Ekspresi Gembira

*        *        * 
Artikel ini juga dimuat di http://www.topskor.id/detail/64019/Galeri-Foto-ASIOP-Vs-Bina-Taruna-Final-Kepagian-yang-Harus-Diakhiri-Adu-Penalti

- Jakarta, 4 Desember 2017