TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

roelly87.com

Mengupas Sisi Lain...

Empat Hari Mencari Cinta

Empat Hari Mencari Cinta
Perjalanan Menjelajahi Setiap Sudut di Yogyakarta

Sabtu, 25 Juni 2016

Pengalaman Ngabuburit di RPTRA Krendang yang Memiliki Berbagai Fasilitas untuk Anak-anak

Pintu masuk RTRA Krendang

RAMADAN tahun ini sudah memasuki nyaris dua pertiga. Seperti biasa, setiap libur kerja, saya berkeliling ibu kota untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa (ngabuburit). Termasuk, yang saya lakukan Rabu (22/6) bersama adik saya yang merayakan ulang tahun.

Tadinya, ingin mengajak adik yang paling bungsu ini untuk pergi ke mal sekalian berbuka puasa di sana. Yupz, mulai tahun ini, adik saya sudah puasa full setelah ramadan lalu melakukannya setengah hari.

Maklum, usianya kini tujuh tahun, jadi di rumah kami sudah diajarkan untuk puasa hingga sore. Alhamdulillah, hingga memasuki ramadan ke-17, dia masih sanggup. Alias, belum jebol satu pun. Jadi, bertepatan hari itu saya libur kerja, jadi bisa sekalian mengajaknya berbuka puasa di luar.

Rencana awalnya di suatu mal di kawasan barat Jakarta. Namun, karena setelah dipikir, buka puasa di mal sudah terlalu sering, maka saya mencoba mencari yang anti mainstream. Kebetulan, ketika saya lewat Jalan Jembatan Besi Raya melihat keramaian di seberang kali Krendang yang dipenuhi banyak anak-anak.

Dari kejauhan banyak aneka permainan dengan di dekatnya ada beberapa penjaja makanan dan minuman untuk berbuka. Langsung saja saya tanya ke adik saya apakah dia mau main ke taman tersebut. Ternyata, adik saya yang Juli nanti memasuki kelas satu SD itu menyambutnya dengan antusias.

Saat memarkirkan sepeda motor saya di pintu masuk, terdapat plang berwarna merah bertuliskan RPTRA Krendang. Jujur saja, saya kurang tahu akronim dari RPTRA hingga akhirnya saya melihat di prasasti berwarna hitam yang terdapat di aula. Yupz, ternyata RPTRA itu singkatan dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak.

Dalam prasasti tersebut dituliskan, RPTRA Krendang ini diresmikan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama pada 3 Februari lalu. Sebagai warga Jakarta Barat yang lokasinya tidak jauh dari taman tersebut, tentu saya bangga. Ini membuktikan, pria yang akrab disapa Ahok itu memang peduli terhadap warganya.

Apalagi, RPTRA Krendang ini lokasinya strategis. Karena diapit dua stasiun yang melayani jasa Commuter Line, yaitu Stasiun Duri dan Stasiun Angke. Sekitar satu kilometer dari arah Jembatan Besi, terdapat Jalan Prof. Dr. Latumenten yang merupakan jalur utama di ibu kota dengan mengarah ke selatan meuju Semanggi dan Pluit (utara).

Menurut  www.jakarta.go.id, RPTRA Krendang memiliki luas 2.962 meter persegi. Dalam artikel berbeda di situs resmi Provinsi DKI Jakarta itu, ternyata pembangunannya menggandeng 19 perusahaan nasioinal. Salah satunya, Blibli.com yang logonya tersebar di berbagai papan nama di sekitar RPTRA Krendang.

Dengan dukungan pihak sponsor itu tak heran jika taman ini jadi tujuan masyarakat untuk berekreasi bersama keluarganya. Baik warga sekitar atau yang datang dari jauh untuk sekedar singgah. Maklum, di RPTRA ini terdapat berbagai fasilitas menarik bagi anak-anak dan keluarga. Mulai dari permainan anak yang mengedukasi, taman labirin, tanaman obat, kolam gizi, arena fitnes outdoor, hingga lapangan futsal dan basket untuk berolahraga.

Selain itu, yang tak kalah penting, ada toilet yang bersih untuk umum dan difabel, musala, gedung serbaguna atau aula yang saat itu digunakan pelajar untuk berlatih karate, ruang menyusui, dan PKK Mart yang menjual berbagai sembilan bahan pokok (Sembako).

"Syukur deh mas, sejak ada ini (RPTRA Krendang), jadi anak-anak punya tempat untuk bermain. Terlebih, aksesnya tertutup jadi kami tidak khawatir saat ada kereta lewat. Kalau dulu kan taman ini sempat terbengkalai dan malamnya suka dibuat yang aneh-aneh," kata salah satu warga sekitar yang membawa dua anaknya saat berbincang dengan saya.

Saat melirik arloji di tangan saya sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB. Itu berarti, sekitar 20 menit lagi menjelang waktu berbuka. Sambil mengawasi adik saya dari kejauhan yang sedang bermain dampu, saya pun menuju arah seberang untuk membeli takjil berupa es kelapa muda dan kolak biji salak.

Setelah itu, saya mengajak sang adik yang terlihat puas mencoba berbagai permainan di RPTRA Krendang selama hampir dua jam. Selanjutnya, kami pun kembali menuju rumah untuk bersiap buka puasa bersama sekaligus merayakan hari ulang tahun adik saya yang ketujuh yang bertepatan dengan HUT kota tercinta yang ke-489.

*       *       *
Salah satu warga melakukan refleksi kesehatan dengan menginjak batu

*       *       *
Salah satu wahana permainan anak

*       *       *
Ibu-ibu menyuapi anaknya

*       *       *
Adik saya bermain dampu

*       *       *
Adu balap kelincahan menjelang berbuka...

*       *       *
Blibli.com salah satu perusahaan yang mendukung pembangunan RPTRA Krendang

*       *       *
Taman Gizi

*       *       *
Ini toh, daun Miana yang saya baru tahu setelah datang ke RPTRA Krendang

*       *       *
Kolam gizi

*       *       *
Musala dan toilet

*       *       *
PKK Mart

*       *       *
Prasasti yang diresmikan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama

*       *       *
Aula serba guna dipakai anak kecil untuk menunggu berbuka puasa

*       *       *
Pelajar melakukan latihan karate

*       *       *
Awas jatuh...

*       *       *
Bermain futsal di lapangan yang tanpa khawatir bayar 

*       *       *
Taman Labirin

*       *       *
Siapa cepat yang keluar dari Taman Labirin dia yang menang

*       *       *
Dua orangtua mengawasi anak-anaknya yang asyik bermain ayunan

*       *       *
Ekspresi riang anak-anak yang main ayunan di RPTRA Krendang

*       *       *
Deretan pot bunga yang mempercantik sepanjang jalan

*       *       *
Akses masuk kedua lewat jembatan penyebrangan di Jalan Krendang

*       *       *
RPTRA Krendang dengan lanskap rel Kereta Api menuju Stasiun Duri

*       *       *

*       *       *
Artikel terkait Ramadan:

2015
- Jika Ini Ramadan Terakhir
- Tujuh Permainan Tradisional yang Asyik untuk Ngabuburit
- Tujuh Perlengkapan Mudik yang Harus Dibawa dengan Sepeda Motor
- 20 Tahun Tipe-X Meriahkan Jackloth Lebaran 2015
- Merajut Kebersamaan dalam Bukber BRId dan Ketupat Indosat
- Mencari Hilal: Tontonan Sekaligus Jadi Tuntunan Film Berkelas
- Mengunjungi Masjid Hidayatullah yang Bersejarah dan Dikeliling Gedung Bertingkat
- Horor di Jembatan Penyebarangan Kalideres

2014
Buka Bersama ICI: Dari, Oleh, dan untuk Interisti

2013
Medesu

2012

2011
Usai Lebaran: Hati-hati Terhadap Jerat Rayuan Rentenir

*       *       *
- Jakarta, 25 Juni 2016

Rabu, 22 Juni 2016

Merdunya Isyana Sarasvati saat Buka Bareng OPPO Community


Dari kiri ke kanan: Aryo Meidianto, Isyaan Sarasvati, dan Alinna Wen Xin

ISYANA Sarasvati. Demikan nama dara berusia 23 tahun ini. Di kolong langit Indonesia ini, siapa sih yang tidak kenal Isyana?

Berbagai media di Tanah Air menjulukinya sebagai penyanyi multitalenta. Alias, serbabisa. Pop ayo, rock oke, jazz siapa takut? Mungkin, dangdut saja yang sejauh ini belum saya dengar.

Saya sendiri sudah mengenalnya jauh sebelum Isyana populer. Tepatnya, pada pertengahan 2014 lalu ketika gadis berbintang Gemini itu merilis single perdananya btw, konon katanya, Isyana memang masih single, lho. Tapi untuk jelasnya, bisa ditanyakan sendiri. berjudul "Keep Being You".

Kesan saya saat itu sih sebagai cowok, memang Isyana manis banget (secara harfiah bagi kaum pria, manis itu hanya kalah dari anggun, tapi mengungguli cantik serta cakep). Seiring berjalannya waktu, kesan saya kian bertambah.

Ternyata, pemilik akun twitter @isyanasarasvati ini tidak hanya mengunggulkan paras elok saja. Melainkan juga didukung suaranya yang merdu dan penguasaan alat musik lainnya. Kalo saya ga salah, Isyana sebanding dengan musisi luar, Dido pas melantunkan White Flag. Atau, di dalam, sebelas-dua belas dengan Manik Purwakrishna (La Luna). Kebetulan, kedua penyanyi itu merupakan favorit saya.

Oh ya, jujur saja saya bukan penggemar Isyana, lho. Sejak 2014 hingga kini, saya hanya sebatas penikmat suaranya yang merdu dengan beberapa lagunya ada dalam playlist di Spotify saya di ponsel atau ketika melihatnya di youtube. Maklum, saya jarang nonton televisi -kecuali sepak bola yang memang terkait pekerjaan- jadi kurang begitu ngeh dengan aksinya saat manggung di layar kaca.


*        *        *
SORE itu, Senin (20/6) cuaca tampak bersahabat. Namun, tetap saja debu dan polusi udara mengiringi saya melangkah dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) usai menghadiri pressconference organisasi olahraga menuju Locanda Cafe. Keberadaan saya di restoran yang terletak di Panin Center Building, Jakarta Pusat ini untuk menghadiri event Buka Bareng Isyana yang diselenggarakan OPPO Indonesia.

Yupz, ini kali ketiga saya mengikuti acara yang diadakan OPPO Indonesia. Dimulai saat peluncuran OPPO R7S di Empirica, 7 Desember lalu, dan berkunjung ke pabriknya di Tangerang, Banten (31/5). Saat melangkahkan kaki di cafe bernuansa Italia itu, saya disambut tiga rekan blogger yang asyik mengabadikan berbagai momen. Yaitu, Lidya Fitrian, Shintaries Nijerinda, dan Unggul Sagena.

Ternyata, selain kami dari blogger, acara bertema #BukberOPPOWithIsyana ini sudah ramai didatangi pengunjung lainnya yang merupakan undangan eksklusif OPPO Indonesia. Tepatnya, ada media yang datang untuk meliput, Isyanation (julukan fan Isyana), dan O-Fans (komunitas OPPO Indonesia).

Acaranya sih gokil banget dipandu MC yang superduperyummy (saking gokilnya saya lupa namanya). Salah satunya dengan kontes menebak lagu berhadiah merchandise dari OPPO Indonesia. Kebetulan, saya ditunjuk mewakili blogger bersama dua rekan media, untuk menghadapi Isyanation dan O-Fans, untuk menjawab pertanyaan berupa judul lagu yang intro-nya atau reff dimainkan Isyana.

Tentu saja, saya dan dua rekan media hiburan itu bingung. Khususnya saya yang memang jarang mengikuti perkembangan Isyana, kecuali beberapa lagunya di Spotify atau melihatnya di Youtube. Tak heran jika pada babak pertama Isyanation unggul dengan 20 poin.

Namun, ibarat Juventus -tim sepak bola favorit saya yang mengusung tema Lo Spirito- akhirnya malah kami, tim media yang menang. Kalau tidak salah, skornya 30 poin, diikuti Isnyanation -susah nulisnya, Isyanation itu maksudnya negara Isyana? Atau negaranya isyana? Atau,jangan-jangan suatu saat nanti, Isyana bakal jadi ibu negara? hehehe- 20 poin, dan O-Fans 10 poin.

Nah, kemenangan kami -tim media- karena menjawab clue dari Isyana berupa lagu jadul. Yupz, dua di antaranya saya jawab benar, seperti Bento dari Iwan Fals dan Bohemian Rhapshody (Queen). Maklum, saya sudah khatam dengan dua lagu lawas tersebut.

Tak heran jika saya dan dua rekan media berhasil menggondol merchandise eksklusif berupa Power Bank. Ho ho ho, maaf ya Isyanatioin dan O-Fans. Analoginya, bagaimanapun jahe yang tua itu lebih pedas.

*        *        *
AKHIRNYA, untuk kali pertama saya bisa menyaksikan langsung penampilan Isyana secara live. Oh ya, wanita yang belajar piano sejak usia empat tahun ini juga membeberkan kisahnya sebagai Brand Ambassador OPPO Indonesia. Bagaimana ceritanya? Bisa disimak di video yang saya unggah lewat youtube di bawah ini. (atau klik link-nya)

Itu diungkapkan Isyana saat berbincang dengan seluruh undangan yang didampingi dua perwakilan OPPO Indonesia. Yaitu, Alinna Wen Xin selaku brand manager dan Aryo Meidianto (Media Engagment). Dalam diskusinya, ternyata OPPO sudah tembus lima besar produsen smartphone di Tanah Air.

Itu berdasarkan laporan yang masuk pada kuartal pertama 2016 seperti yang diungkapkan Alinna, "Kami puas dengan performa brand pada pertengahan pertama 2016 ini. Sekarang, OPPO Indonesia sudah memiliki market share 8,9 persen. Kontribusi terbesar dari OPPO F1 dan F1 Plus yang menyumbang 30 persen dari total penjualan OPPO secara nasional."

Bagi saya, tentu tidak terkejut mendengar kesuksesan OPPO di Indonesia. Maklum, bulan lalu saya pernah berkunjung ke pabriknya dengan melihat langsung proses produksi dari nol hingga pengepakan sebelum berada di tangan pelanggan.

Dalam kesempatan yang sangat berharga itu, OPPO Indonesia memang sangat menjaga kualitas smartphone yang diproduksinya hingga sekecil mungkin dengan sangat hati-hati. Tak heran jika meski kehadirannya tergolong baru di Tanah Air dibanding produsen sejenis, namun OPPO sudah memikat banyak hati masyarakat.

Itu, sama seperti yang dilakukan Isyana letika berada di atas panggung yang sangat memesona.

*        *        *
Logo OPPO yang ikonik

*        *        *
Kumpul bareng Blogger, Isyanation, O-Fans, dan Media

*        *        *
Rekan blogger Unggul Sagena memotret voucher untuk selfie bareng Isyana

*        *        *
Livetweet yang dilakukan Shintaries Nijerinda dan Lidya Fitrian untuk memeriahkan Buka Bersama OPPO Community

*        *        *
Diskusi bareng Isyana, Alinna, dan Aryo 

*        *        *
Ternyata Isyana bisa kepo juga saat melihat merchandise tiga Isyanation yang kalah hehehe

*        *        *
Entah apa yang ditunjuk Isyana...

*        *        *
Ternyata, aslinya Isyaan itu tidak hanya elok parasnya, tapi juga suaranya yang merdu, dan keahliannya pada alat musik

*        *        *
Isyana lagi, Isyana lagi... Tapi ga ngebosenin sih :)

*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
*        *        **        *        *

Video di Youtube tentang Isyana dan OPPO Indonesia
*        *        *
Artikel terkait:
- Jadi Saksi Ketangguhan Ponsel OPPO saat Berkunjung ke Pabriknya di Tangerang
- Tujuh Alasan OPPO R7S sebagai Teman Sehari-hari

*        *        *

- Jakarta, 22 Juni 2016

Minggu, 19 Juni 2016

Bukber IM3 Ooredoo yang Berkesan dalam Silaturahmi Unlimited


Kreasi foto saya jelang bukber IM3 Ooredoo di Segarra, Ancol (18/6)

RAMADAN merupakan momen yang tepat untuk melakukan silaturahmi kepada antarsesama. Di periode bulan puasa ini banyak yang mengisinya untuk melakukan berbagai kegiatan demi mempererat hubungan. Salah satunya, buka bersama (bukber) yang sering saya lakukan untuk mengisi Ramadan.

Bisa dipahami mengingat dengan bukber, saya dapat bersilaturahmi dengan rekan-rekan blogger. Termasuk, saat melakukannya kemarin, Sabtu (18/6) di Segarra Restoran, Ancol, Jakarta Utara. Menariknya, bukber yang diselenggarakan IM3 Ooredoo ini tidak hanya mempertemukan saya dengan sesama rekan blogger saja.

Melainkan juga dengan berbagai rekan yang selama ini kerap berinteraksi di dunia maya, seperti instagram, twitter, dan pelanggan IM3 Ooredoo. Itu sesuai dengan tagline #SilaturahmiUnlimited yang diusung perusahaan telekomunikasi terdepan di Tanah Air ini. Apalagi, dalam bukber bertajuk Community Hangout itu, juga dimeriahkan dengan berbagai games seru. Mulai dari live tweet, kompetifi foto takjil (menu berbuka puasa), hingga video antarkelompok.

Kebetulan, saya tergabung di kelompok lima yang bernama Tim Berkah bersama rekan blogger Lidya Fitrian. Sementara, Ani Berta, Hazmi Srondol, Teddy Rustandi, Unggul Sagena, dan Aditya Perwira, terbagi dalam tim serta kelompok lainnya.

Tentu, berbagai games ini membuat kami tertantang. Khususnya saat membuat video berdurasi minimal satu menit dengan deadline yang singkat. Alhasil, saya, Lidya, dan rekan satu kelompok lainnya yang berjumlah enam orang harus memuter ide untuk mencari tema yang cocok.

Hingga akhirnya, setelah merenung sejenak sambil memandangi keindahan laut di utara Jakarta dari bibir pantai Ancol, kami menemukan ide brilian. Yaitu, kami berenam membagi tugas masing-masing. Ada yang men-shoot video, mengedit berbagai gambar untuk jadi satu frame.

Mulai dari di Gedung IM3 Ooredoo di Jalan Merdeka Barat No 21, Jakarta Pusat, sepanjang jalan, dan di bibir Ancol. Setelah selesai menemukan berbagai video yang cocok, lalu kami mengunggahnya lewat smartphone. Kebetulan, kami berenam menggunakan IM3 Ooredoo yang memiliki kecepatan data.

Tak heran jika Ookla Speedtest menahbiskan perusahaan yang bermarkas di Jalan Merdeka Barat No 21, Jakarta Pusat ini sebagai pemilik jaringan data yang tercepat di Indonesia. Tak heran jika untuk mengunggah file berkapasitas puluhan MB itu tidak sampai memakan waktu semenit.

*      *      *
SELAIN di bagian editing dan dokumentasi foto, saya juga kebagian jadi model di video tersebut. Yupz, jadi model. Ho ho ho, berasa gimana gitu, ketika saya harus mengulang pengambilan gambar karena saya sering salah ucap. Beruntung, di smartphone saya terdapat aplikasi Spotify yang menyediakan 30 juta lagu yang bisa dinikmati secara legal.

Kebetulan, saat itu saya sedang membuat list lagu bertema Ramadan dengan salah satunya, yang dilantunkan Opick. Jadi, untuk mengatasi grogi disorot kamera, saya pun memasang headset. Eh, ternyata muncul ide lagi. Kenapa tidak digabung saja dalam video bertema #SilaturahmiUnlimited dengan Spotify yang diluncurkan IM3 Ooredoo pada 30 Maret lalu.

Tak lama, ide itu saya ajukan kepada kelima rekan lainnya yang langsung menyambut dengan antusias. Apalagi, IM3 Ooredoo memberikan berbagai kemudahan bagi kami yang menggunakan paket Freedom Combo untuk menikmati layanan Spotify Premium. Alias, kami bebas memilih lagu untuk dijadikan list tersendiri dibanding layanan Spotify gratis yang ada iklan dan pilihan lagunya terbatas serta acak.

Setelah selesai mengunggah video, kami pun bersiap masuk ke ruang utama Segarra untuk menunggu azan magrib.Usai menikmati menu berbuka puasa yang sangat istimewa, acara kembali dilanjutkan. Selain pengumuman pemenang berbagai kompetisi, juga tersedia banyak doorprize untuk kami semua.

Termasuk, session sharing IM3 Ooredoo bukber ini yang diwakili Wiwit dan Aji mengenai kelebihan paket Freedom Combo. Menariknya, paket ini tidak hanya bisa dipakai untuk saya yang menggunakan prabayar saja, tapi juga pascabayar. Ini jadi salah satu kelebihan postpaid IM3 Ooredoo dibanding provider lainnya. Sebab, dengan satu kartu bisa untuk keluarga yang disertai melimpahnya bonus dan kuota yang tidak kalah dengan prabayar.

*      *      *
LANGIT di utara ibu kota kian pekat. Itu berarti, kami bersiap untuk kembali menuju Gedung IM3 Ooredoo yang jadi titik awal. Ya, tiada perjamuan yang tak berakhir. Demikian adagium lawas itu seperti mengingatkan kami. Ada pertemuan, sudah pasti ada perpisahan.

Alhasil, kami pun berkemas menuju selatan Jakarta dengan bus ikonik berwarna kuning cerah. Yaitu, kendaraan yang pernah saya tumpangi saat IM3 Ooredoo meluncurkan Freedom Bus pada 21 Februari-22 Maret 2016. Tepatnya, program bus gratis yang dapat dinikmati warga ibu kota dengan fasilitas lengkap.Termasuk internet dan charger station yang membuat perjalanan saya saat itu dari Ratu Plaza ke Harmoni jadi nyaman.

Raut kepuasan terpancar dalam bus sepanjang perjalanan menuju Gedung IM3 Ooredoo usai menikmati Community Hangout. Ya, tiada pesta yang tak pernah terhenti. Di sisi lain, saya percaya dengan pepatah masa lampau, "Selama gunung masih menghijau dan air sungai tetap mengalir, masih ada waktu untuk bersama lagi."

Itu terjadi pada bukber Ramadan 1438 mendatang.

*      *      *
Kumpul di Gedung IM3 Ooredoo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat

*      *      *
Tim IM3 Ooredoo memberi pengarahan jelang keberangkatan

*      *      *
Nessa Hardjautama bersama Vay, putri Zizy Astrid Damanik

*      *      *
Cihuyyy, naik bus ini lagi setelah terakhir awal Maret lalu dalam program #FreedomBus

*      *      *
Nostalgia sepanjang jalan dengan salah satunya saat lewat Golden Truly yang jadi cikal bakal nama saya

*      *      *
Pintu masuk Ancol yang ikonik... 

*      *      *
Segarra yang "wah" banget

*      *      *
Teddy  Rustandi berpose di antara dua bus ketika sampai

*      *      *
Onde mande... Rancak bana!

*      *      *
Sudut ibu kota yang memesona...

*      *      *
Ani Berta asyik mendengarkan Spotify

*      *      *
Lidya Fitrian berpose di bibir pantai

*      *      *
Nessa memotret Zizy yang sedang mengarahkan kamera ke Vay yang semuanya terangkum dalam satu gambar

*      *      *
Vay yang piawai bermain piano

*      *      *
Terima kasih untuk fotografer IM3 Ooredoo yang mengabadikan gambar saya :)

*      *      *
Eksotisnya Segarra menjelang pergantian hari

*      *      *
Hazmi Srondol membawa Alquran untuk persiapan Bukber IM3 Ooredoo

*      *      *
Wiwit dalam Sharing Session IM3 Ooredoo

*      *      *
Aji menerangkan keunggulan pascabayar IM3 Ooredoo

*      *      *
Saya jadi model di Youtube :)

*      *      *
IM3 Ooredoo Community Hangout (18/6)

*      *      **      *      *
*      *      **      *      *
*      *      **      *      *

*      *      *

Kolaborasi Indosat Ooredoo dan Spotify Manjakan Pencinta Musik lewat #FreedomMusic
(Esai Foto) Menikmati Ketenangan di Danau Linow
Indosat Luncurkan Paket Freedom Combo untuk Bebas Waktu dan Rumitnya Tarif
Indosat Ooredoo 4Gplus Jawaban untuk Akses Internet Lebih Cepat
Komitmen Indosat Terhadap Pelanggan, Sepak Bola, dan Blogger
Merajut Kebersamaan Sesama Blogger dalam #BukberBRID dan Ketupat Indosat
Serba Lengkap di Cipika Store
Kenapa Harus Indar Atmanto?
Kenangan Belajar Meliput di SEA Games 2011
Mereka yang Turut Mensukseskan SEA Games 2011
Hajar Vietnam 2-0, Indonesia ke Semifinal SEA Games 2011
Antusiasme Masyarakat Menyaksikan Timnas Indonesia Mengalahkan Malaysia
Menyaksikan Langsung Parade Obor SEA Games 2011 di Jakarta
Silaturahmi Blogger di Launching Produk Indosat Ramadan
Kopdar Kompasianer dan Indosat untuk Internet Murah
Dampak Negatif Internet dalam Keseharian Siswa SD
Rekam Jejak Satu Tahun IDKita Kompasiana

*      *      *
- Jakarta, 19 Juni 2016