TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

roelly87.com

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 22 November 2017

Komitmen BCA untuk Pendidikan Anak Indonesia


Penyerahan simbolis dari BCA kepada UNICEF senilai Rp 850 juta
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat foto lainnya)



SEBAGAI bank terbesar di Tanah Air, Bank Central Asia Tbk (BCA) memiliki komitmen untuk berperan kepada nusa dan bangsa. Banyak yang sudah dilakukan BCA untuk berpartisipasi untuk melayani masyarakat di negeri ini. Mulai dari sektor budaya, olahaga, sosial, pariwisata, dan tentunya pendidikan.

Kebetulan, beberapa di antaranya kerap saya abadikan di blog ini. Yupz, sebagai blogger yang jadi bagian dari rakyat Indonesia, tentu saya bangga BCA memiliki komitmen yang tinggi terhadap nusa dan bangsa. Misalnya, edukasi wayang, menggerakkan olahraga di kalangan mahasiswa, edukasi kartu kredit, hingga mendukung penyelenggaraan Indonesia Open yang sangat prestisius!

Teranyar, BCA kembali berpartisipasi mendukung peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini yang Holistik dan Integratif (PAUD HI). Yaitu dengan memberikan donasi kepada United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) senilai Rp 850 juta.

Suatu kehormatan saya jadi saksi dari kegiatan mulia bank yang 21 Februari lalu ini genap 60 tahun. Itu tejadi di Menara BCA di Jalan MH. Thamrin No 1, Jakarta Pusat, Senin (20/11), yang bertepatan dengan Hari Anak Sedunia.

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis dari Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmaja kepada Deputy Representative UNICEF Lauren Rumble. Dalam kesempatan itu, turut hadir Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati, Senior Vice President CSR BCA Sapto Rachmadi, dan Chief of Private Sector Fundraising & Partnership Gregor Henneke. Donasi ini akan digunakan untuk membiayai program PAUD HI di Papua.

"Selamat Hari Anak Sedunia! Semoga anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat senantiasa kita dukung dalam menuntut ilmu dan dilindungi dari beragam tindak kekerasan. Sehingga, dapat meraih cita-citanya untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," kata Jahja dalam sambutannya.

Pria 61 tahun ini menyebut, donasi UNICEF itu sangatlah esensial dalam membantu mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. Bisa dipahami mengingat data UNICEF menyebutkan sejumlah faktor penghambat akses terhadap penghidupan yang layak bagi anak-anak.

- 13% anak-anak Indonesia tumbuh besar dalam keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional
- 37% anak-anak Indonesia saat ini mengalami hambatan pertumbuhan salah satunya akibat malnutrisi
- 21% anak-anak berusia 13-17 tahun di Indonesia melaporkan pernah mengalami intimidasi di sekolah
- 30% anak-anak Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan anak usia dini.

*         *         *

BERDASARKAN data itulah yang mendorong keterlibatan aktif BCA dalam program PAUD HI yang diselenggarakan UNICEF. Konsistensi dan komitmen BCA untuk anak-anak diapresiasi Henneke sebagai perwakilan UNICEF.

"Dibutuhkan sebuah desa untuk membesarkan seorang anak. Semua orang harus berpartisipasi untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat dan memiliki kehidupan baik. Saya merasa terharu donasi dari BCA diserahkan bertepatan dengan perayaan World Children's Day, suatu hari di mana seluruh dunia merayakan hak anak-anak," Henneke, mengungkapkan.

Bagi BCA yang memiliki 16 juta rekening nasabah ini sejatinya donasi kepada organisasi resmi internasional di bawah naungan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 20 November lalu bukan yang pertama. Sebab, bank yang memiliki slogan, "Senantiasa di Sisi Anda" ini sudah berkolaborasi dengan UNICEF dalam 17 tahun terakhir.

"Sebelumnya, BCA telah memberikan donasi senilai Rp 850 juta untuk UNICEF pada program PAUD HI periode 2016-2017. Program PAUD HI saat ini melanjutkan program di dua kabupaten di provinsi Papua, yaitu Sorong dan Raja Ampat," Jahja, menambahkan.

Peraih CEO of the Year dalam Indonesia Property & Bank Award 2016 menargetkan, donasi tersebut dapat membantu anak untuk mendapatkan akses layanan PAUD HI. Sementara, Orangtua atau pengasuh memperoleh pengetahuan yang menyeluruh mengenai pengembangan anak usia dini yang holistik dan integratif.

"Kami harap, dengan donasi ini kepada UNICEF bisa mendukung relawan kesehatan masyarakat, guru PAUD, dan pegawai pemerintahan dari berbagai sektor dinas untuk mendapatkan pelatihan mengenai PAUD HI," lanjut Jahja.

Pernyataan Jahja tentu membuat saya tergerak. Wajar saja mengingat pendidikan merupakan elemen utama keberlangsungan bangsa dan negara. Sebagai perusahaan besar, saya salut dengan BCA yang komitmen dan konsisten terhadap pendidikan anak.

Fakta itu juga diungkapkan Lauren, usai menerima simbolisasi donasi, "Terima kasih untuk BCA atas inisiatifnya yang tiada henti kepada pendidikan dan anak-anak di Indonesia. UNICEF dan BCA memiliki komitmen untuk menjadikan anak-anak di Indonesia untuk bisa meraih masa depan yang lebih cerah."

Niat mulia terhadap pendidikan dan anak sejalan dengan filosofi BCA selama ini. Bank yang berdiri sejak 1957 dengan 1.225 kantor cabang, 17.314 ATM, dan 460 ribu EDC itu selalu terdepan dalam rangka memajukan pendidikan anak.

Termasuk, ketika 24 November 2016, BCA menyelenggarakan Wayang for Stundent yang jadi sarana edukasi bagi pelajar untuk mengenal kebudayaan asli Indonesia (Artikel sebelumnya: Sosialisasi Wayang Lebih Lanjut kepada Pelajar).

"Kami juga berterima kasih kepada UNICEF yang telah memberikan kesempatan bagi BCA untuk berpartisipasi dalam membawa perubahan yang positif di sekolah-sekolah. Juga, memastikan keamanan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia. Mari terus bersatu untuk masa depan anak-anak dan bangsa Indonesia yang lebih baik," kata Jahja, optimistis.

"Apa yang dibutuhkan kami sebagai anak-anak? Kami butuh kasih sayang dari keluarga dan pendidikan. Terima kasih pak Jahja dari BCA dan UNICEF yang sangat perhatian kepada kami," tutur Dimas Rizki Wijaya, siswa kelas 5 SD Palmerah, yang mewakili anak-anak di Tanah Air.

*         *         *

YUPZ, berbagai rangkaian acara ini membuat saya merinding karena haru. BCA sudah memberikan donasi kepada UNICEF yang akan menyalurkannnya di berbagai lokasi di Indonesia.

Nah, sebagai blogger, apa yang kita, khususnya saya lakukan terhadap perkembangan anak dan pendidikan? Salah satunya, dengan tulisan di blog yang semoga bisa menginspirasi pembaca di seluruh nusantara.

Seperti kata Jahja, "Mari terus bersatu untuk masa depan anak-anak dan bangsa Indonesia yang lebih baik!"***

*         *         *
Dimas Rizki Wijaya mendampingi Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmaja

*         *         *
Jahja optimistis donasi BCA kepada UNICEF bisa meningkatkan kualitas
pendidikan anak usia dini

*         *         *
Deputy Representative UNICEF Lauren Rumble dalam sambutannya
 di Menara BCA, Senin (20/11) yang bertepatan dengan Hari Anak Sedunia

*         *         *
Foto bersama usai penyerahan donasi PAUD Holistik Integratif
Dari kiri ke kanan, Inge Setiawati, Dimas, Lauren, Jahja, Gregor Henneke, dan Sapto Rachmadi 

*         *         *

Artikel Grup BCA Sebelumnya:

BCA Indonesia Open 2016 dan 2017 

*         *         *
- Jakarta, 22 November 2017

Kamis, 09 November 2017

KreditCepat.id Distribusikan 1.000 Buku untuk Tingkatkan Minat Baca Anak-anak di Tanah Air


Press Conference KreditCepat.id pada Rabu (8/11)
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)

BUKU merupakan jendela dunia. Demikian pepatah kuno mengatakan. Saya setuju. Dengan buku memang tidak membuat orang jadi pintar. Namun, dengan membaca buku bisa memengaruhi seseorang untuk mengenal dunia dalam arti luas hingga jadi orang yang sebenarnya.

Kebetulan, saya menggemari baca buku. Mulai dari pengetahuan, sejarah, hingga fiksi. Itu mengapa, saya sangat antusias jika ada kegiatan yang berkaitan dengan buku. Termasuk kemarin, ketika KreditCepat.id mendistribusikan 1.000 buku ke seluruh Tanah Air bekerja sama dengan Taman Baca Inovator (TBI).

Program bertema #KreditCepatBerbagiCepat itu ditandai dengan penandatanganan kedua pihak di The Hook Restaurant, Rabu (8/11). Saya beruntung jadi saksi bersejarah dalam jumpa pers tersebut berkat undangan rekan blogger Ani Berta dari Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB).

"KreditCepat.id memiliki program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk membantu berbagai komunitas dalam meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Salah satunya, dengan menyalurkan 1.000 buku kepada Taman Baca Inovator," kata Regional Director Southeast Asia KreditCepat.id Ingars Zagorskis.

Bagi saya, ini sangat menarik. Sebab, biasanya perusahaan melakukan CSR dengan memberikan bantuan langsung dalam bentuk tunai. Namun, KreditCepat.id justru fokus pada pembagian buku.

Itu membuktikan, unit usaha yang dikelola PT Credo Data Indonesia ini komitmen terhadap perkembangan literasi di Tanah Air. Khususnya, untuk meningkatkan minat baca generasi muda.

Apalagi, Taman Baca Inovator memang memiliki program untuk mendistribusikan buku-buku bacaan kepada unprivileged children. Saat ini, kolaborasi tersebut akan mendistribusikan 1.000 buku kepada 20 taman bacaan yang ada di penjuru nusantara.

"Kami menyambut hangat misi dari KreditCepat.id dalam menyalurkan 1.000 buku ini. Ini sejalan dengan visi kami untuk menyebarkan minat baca anak-anak di Tanah Air," tutur Operation Manager Taman Baca Inovator Yessy Chandra.

Usai penandatanganan kerja sama dilanjutkan dengan diskusi hangat bersama blogger. Turut hadir Marketing Manager KreditCepat.id Adinda Artemissia dan Nadya Julia (presenter) bersama Ingars serta Yessy.

"Menurut saya, membaca buku jadi salah satu kegiatan yang sangat membangun. Dengan membaca bikin kita jauh lebih fokus. Juga membuat kita lebih sabar akan proses. Secara, membaca buku harus dari awal ke akhir, tidak bisa scroll ke ending seperti digital," Nadya, mengungkapkan.

Yupz, dalam 30 hari ke depan sejak kemarin, KreditCepat.id akan mengkampanyekan aktivitas sosial ke semua channel promosinya. Itu sebagai bentuk sosialisasi akan adanya program CSR mereka kepada nasabah-nasabahnya.

Sekilas tentang KreditCepat.id, merupakan perusahaan peminjaman dana jangka pendek berbasis online yang menyediakan dana tunai tanpa agunan. Hebatnya lagi, kita bisa mencairkan dana dalam waktu 24 jam dengan aktivasi di www.KreditCepat.id. Itu sesuai dengan slogan mereka, Cepat, Mudah, dan Tanpa Agunan.

"Ke depannya, bakal ada berbagai aktivitas sosial dari KreditCepat.id dengan tujuan membangun komunitas lewat pemberdayan manusianya. Ini misi utama kami dalam berkontribusi kepada masyarakat luas," pungkas Adinda.

Yupz, sebagai blogger sekaligus bagian dari masyarakat luas, tentu saya sangat mendukung berbagai program dari KreditCepat.id. Sudah saatnya, kita tidak hanya terlihat keren saja. Melainkan juga melakukan hal-hal yang keren lewat kegiatan yang manfaatnya dapat dinikmati generasi mendatang.

Yuk, bergabung dengan #KreditCepatBerbagiCepat!

*         *         *

Nah, bagi Anda, keluarga, atan kerabat, yang tertarik dengan berbagai program dari KreditCepat.id bisa mengikuti perkembangannya di bawah ini:

Website: www.KreditCepat.id
Email: info@kreditcepat.id
Facebook: https://www.facebook.com/kreditcepat.id
Instagram: https://www.instagram.com/kreditcepat.indonesia
Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCO_BOd32xyVTh0s1kLuoN8g/featured

*         *         *
Regional Director Southeast Asia Ingars Zagorskis

*         *         *
Operation Manager Taman Baca Inovator Yessi Chandra

*         *         *
Penandatanganan KreditCepat.id dengan Taman Baca Inovator

*         *         *
1.000 buku dari KreditCepat.id akan disalurkan Taman Baca Inovator ke 20
taman baca di Indonesia

*         *         *
Marketing Manager KreditCepat.id Adinda Artemissia dalam diskusi bersama blogger

*         *         *
Cepat, Mudah, dan Tanpa Agunan jadi ciri khas KreditCepat.id

*         *         *
Tertarik untuk mendapatkan dana cepat? Silakan, kunjungi
www.KreditCepat.id

*         *         *
- Jakarta, 9 November 2017

Selasa, 07 November 2017

Jendela360 Solusi untuk Sewa Apartemen di Jakarta yang Cepat dan Mudah


Halaman depan Jendela360.com yang mudah diakses

WAKTU sangatlah berharga bagi kita yang tinggal di ibu kota. Sebab, kita sadar, betapa macet jadi santapan sehari-hari warga Jakarta. Baik ketika ingin berangkat atau pulang kerja.

Salah satu opsi untuk mengatasinya dengan memilih tempat tinggal yang dekat kantor. Misalnya, apartemen yang saat ini sudah terjangkau berbagai kalangan. Pilihannya ada dua. Beli atau sewa.

Saya pribadi, untuk beli saat ini dananya belum tercukupi. Namun, seperti kata pepatah. Tiada akar, rotan pun jadi, Maka, sewa jadi opsi terbaik.

Nah, penyewaan apartemen saat ini mulai marak ditawarkan pihak ketiga. Namun, tentunya kita harus berhati-hati. Itu karena menyewa unit apartemen itu tidak semudah menyewa buku di perpustakaan keliling.

Alias, butuh proses dari pemilik dan pihak ketiga. Terutama, kita harus lebih teliti. Pasalnya, banyak berita mengenai calon penyewa yang kena tipu. Untuk itu, pastikan pihak ketiga sangat kredibel.

Namun, kini kita tidak perlu khawatir lagi. Sebab, sudah ada Jendela360.com yang jadi solusi. Jendela360 merupakan perusahaan startup yang bergerak dalam bidang properti penyewaan apartemen di Jakarta.

Perusahaan yang dimiliki PT. Vidi Vici Digital ini hadir sebaga agen properti apartemen bagi warga ibu kota yang menginginkan kecepatan dan kemudahan dalam proses pencarian sewa apartemen di Jakarta. Bahkan, semua unit yang disewakan sudah diverifikasi dari Jendela360.

Dalam arti, kita sebagai calon penyewa jadi terjamin. Lantaran harga sewanya transparan, informasi unit lengkap, foto unit detail, bahkan sudah dilengkapi foto 360 derajat yang sangat representatif.

Alhasil, dengan foto 360 derajat itu, kita bisa melakukan kunjungan virtual tour ke lebih dari 2000 unit apartemen yang tersedia di Jendela360 secara online. Yupz, seolah-olah kita sedang berada langsung di unit apartemen tersebut.

Menurut saya pribadi, foto 360 derajat ini jadi keunggulan dari penyewaan di Jendela360. Itu karena kita bisa menyaksikan setiap unit dengan detail.

Contoh apartemen yang ingin disewa di Jendela360 dengan beragam fitur


Misalnya, saya yang ingin sewa apartemen Jakarta Pusat, tepatnya di Sudirman Park Apartemen. Kebetulan, apartemen yang terletak di jantung ibu kota ini dekat dengan kantor.

Jadi, dengan melakukan sewa Apartemen Sudirman Park ini saya bisa memangkas pengeluaran untuk ongkos sehari-hari. Sekaligus, tidak khawatir macet ke kantor. Sebab, dari apartemen ini ke kantor saya cukup berjalan kaki kurang dari lima menit.

Nah, untuk memastikannya, saya cukup mengecek di laman Jendela360 pada tautan https://jendela360.com/sewa-apartemen-sudirman-park-apartment. Terdapat berbagai fitur lengkap yang sudah jadi standardisasi penyewaan apartemen di Jendela360.

Beberapa di antaranya, seperti:

- 360 PhotoTerletak di sebelah kiri yang memungkinkan kita untuk menjelajah langsung setiap sudut apartemen yang dituju. Mulai dari lobi, basement, tempat parkir, hingga kamar. Keberadaan foto 360 derajat ini jadi panduan bagi kita setiap ingin menyewa apartemen.

- Photo Gallery
Berisi beberapa foto yang menggambarkan apartemen tersebut.

- Fasilitas
Nah, di sini, kita bisa tahu mengenai fasilitas di apartemen yang kita ingin sewa. Salah satunya, Apartemen Sudirman Park yang sudah memiliki jogging track dan lapangan tenis. Sebagai penggemar olahraga, ini sangat penting bagi saya untuk melakukan pemanasan jelang berangkat kerja.

- Peta
Terdapat di pojok kanan yang memberi tahu lokasi apartemen itu berada. Jika diklik, peta ini juga menyediakan informasi di tempat sekitar apartemen. Yaitu, pusat perbelanjaan, tempat makan, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga tempat ibadah.

- Informasi Apartemen
Berisi review dari tim Jendela360 yang sudah terverifikasi. Dari informasi ini, saya bisa tahu akses ke Apartemen Sudirman Park ini bisa melalui transjakarta atau commuterline yang lokasinya tidak jauh.

- Tipe Unit dan Harga
Hingga artikel ini ditulis, Selasa (7/11) tersedia 38 unit Apartemen Sudirman Park yang bisa disewakan. Harganya bervariasi mulai Rp 5.420.000 per bulan untuk tipe 1BR, Rp 5.500.000 (2BR), dan Rp 8.350.000 (3BR). Setiap tipe diberikan informasi secara medetail yang disertai foto.

- Rating
Ini yang menarik bagi saya. Sebab, Jendela360 menyediakan kolom rating berdasarkan google review. Untuk Apartemen Sudirman Park, ratingnya 4,2/5 alias sangat memuaskan.

Keberadaan foto 360 derajat memudahkan kita untuk menelusuri setiap sudut
apartemen yang ingin disewa


Nah, bagaimana dengan pembayaran? Jangan khawatir, Jendela360 memfasilitasi solusi pembayaran menggunakan kartu kredit, baik berlogo Visa atau Master Card. Ingin cash? Tentu bisa. Bahkan, di Jendela360, kita bisa membayar sewa apartemen dengan cicilan 0% 12 bulan menggunakan kartu kredit.

Yang menarik, Jendela360 ini sudah mendukung dwibahasa. Selain bahasa Indonesia, juga terdapat bahasa Inggris. Ini penting bagi saya. Terutama, jika ada rekan jurnalis dari negara sahabat  yang ingin menyewa apartemen di Jakarta dalam waktu sebulan.

Kebetulan, di Jakarta ini kerap menyelenggarakan event yang melibatkan tamu dari luar negeri. Bahkan, dalam waktu dekat, Indonesia akan jadi tuan rumah pesta olahraga multinasional.

Jadi, jika ada rekan peliput dari luar negeri yang ingin mencari apartemen di Jakarta, saya tidak perlu menjelaskannya lagi. Cukup, memberikan link Jendela360.com saja. Biar mereka yang bebas memilihnya dalam bahasa Inggris.

Nah, bagaimana tertarik dengan sewa apartemen di Jakarta yang cepat dan mudah lewat Jendela360? Sebagai gambaran, berikut video reportase dari CNN Indonesia terkait inovasi penyewaan apartemen di bawah ini.

Sumber: CNN Indonesia

- Jakarta, 7 November 2017

Sabtu, 04 November 2017

Jadi Bagian Generasi Langit Biru Bersama Pertamina


Yuk, jadi bagian Generasi Langit Biru Bersama Pertamina


"Dimulai dari nol ya." Demikian, sambutan khas yang kita dapat setiap mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina. Sebagai orang lapangan yang setiap hari berburu berita, tentu saya sangat familiar dengan sambutan tersebut.

Wajar saja mengingat saya setiap 2-3 hari selalu mengisikan BBM untuk sepeda motor saya di SPBU Pertamina. Pilihannya, tentu Pertamax yang Research Octane Number (RON) 92.

Pemilihan Pertamax bukan tanpa alasan. Pasalnya, sepeda motor saya berjenis sport dengan mesin berkapasitas 150cc. Jadi, tidak mungkin saya menggunakan Premium yang RON 88.

Kendati, produsen sepeda motor yang saya miliki tidak mempermasalahkan jika saya mengisi BBM  Premium. Secara, dalam regulasinya, BBM untuk sepeda motor saya, minimal RON 88.

Namun, dengan rasio kompresi 11:1, tentu saya harus memilih yang terbaik. Sudah pasti, harga Pertamax lebih mahal dibanding Premium.

Saya pun terkadang kerap membandingkan. Itu mengingat sekali isi BBM mencapai 10 liter. Bisa dibayangkan selisihnya jika dikalikan liter per rupiah?

Tetapi, adagium lawas mencatat, "Ada rupa, ada harga". Alias, kita membayar apa yang memang pantas kita dapat. Dalam hal ini, Pertamax yang jadi andalan untuk kuda besi saya sehari-hari.

Yupz, sedikit mahal bagi saya tidak masalah. Yang terpenting, sepeda motor saya mendapat BBM yang berkualitas. Bisa dipahami mengingat sepeda motor merupakan andalan saya sehari-hari. Baik itu untuk tugas kantor dari stadion ke arena olahraga lain, liputan pertandingan, mengejar narasumber, hingga acara blogger. Sudah pasti, Pertamax merupakan pilihan realistis.

Apalagi, Pertamax lebih ramah lingkungan. Alhasil, dengan mengisi BBM yang kali pertama diluncurkan pada 10 Desember 2002 ini, secara tidak langsung saya berkontribusi untuk membuat kualitas udara lebih terjaga, lebih sehat, dan langit pun tetap biru.

Ya, langit biru bisa bermakna untuk masa depan yang cerah, optimis, dan penuh dengan harapan-harapan baru. Itu sejalan dengan Generasi Langit Biru yang dipopulerkan Pertamina. Apa sih Generasi Langit Biru? Yaitu, Generasi Millenial yang lebih mementingkan kualitas hidup untuk masa depan lebih baik.

Salah satunya, jika kita memiliki kendaraan, tentu mengisi BBM dengan kualitas terbaik, yaitu Pertamax. Nah, kenapa kita harus menggunakan Pertamax? Berikut, beberapa alasannya:

- Melindungi Mesin
Dengan Ecosave Technology, Pertamax dirancang khusus untuk melindungi mesin

- Mesin Lebih Bersih
Pertamax diformulasikan khusus untuk menjaga mesin tetap bersihd ari penumpukan karbon yang mengganggu kinerja mesin kendaraan

- Anti Knocking
Formula Pertamax mampu mencegah terjadinya knocking di dalam mesin sehingga suara mesin lebih halus

- Sesuai dengan Keseharian
Pertamax diciptakan sesuai dengan kondisi jalanan di Indonesia, khususnya pada kota besar yang cenderung macet

- Pembakaran Lebih Sempurna
Pertamax memiliki kadar oktan 92 serta kandungan zat aditif Ecosave Technology yang membantu pembakaran lebih sempurna

- Solusi Sehari-hari
Pertamina menyediakan Pertamax Pack & GO dalam bentuk kemasan yang praktis dibawa untuk bepergian jauh. Saat ini tersedia dalam kemasan 1 liter (L), 2L, 5L, 10L, dan 20L.

Nah, terkait kualitas BBM, sejak 2015, Pertamina sudah mengembangkan Proyek Langit Biru Cilacap (PBLC). Dikutip dari Kantor Berita Antara, PBLC akan meningkatkan kemampuan produksi kilang Cilacap untuk BBM Ron 92 atau Pertamax.

Dalam keterangannya saat itu, Direktur Pengolahan PT Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan, proyek tersebut selesai pada pertengahan 2018. PLBC ini memproduksi Pertamax seluruhnya. Sekaligus, secara perlahan bakal menggantikan Premium.

Sebagai bagian dari masyarakat dan juga generasi millenial, tentu saya sangat setuju dengan proyek ini. Secara, Pertamax sudah berstandar international EURO 2.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup, standardisasi itu sudah diterapkan di Tanah Air. Itu tertuang berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru sejak 2007.

Alhasil, dengan menggunakan Pertamax, kita turut memperbaiki kualitas udara di kota yang kita tempati. Yupz, saya bangga sebagai bagian dari Generasi Langit Biru bersama Pertamina!

Nah, bagaimana dengan rekan blogger lainnya? Mari, bagikan pengalaman menggunakan Pertamax di kolom komentar di bawah ini.

Referensi: 
- http://www.pertamina.com/fuels/#/view-product?id=44
- http://www.menlh.go.id/kep-menlh-no-141-tahun-2003-ambang-batas-emisi-gas-buang-kendaraan-bermotor-tipe-baru-dan-kendaraan-current-production/
- http://www.antaranews.com/berita/524232/pertamina-cilacap-menuju-kilang-terbesar-se-asia-tenggara

Yupz, Lebih Awet Pakai Pertamax!

*         *         *

Artikel Terkait Pertamina Sebelumnya

Roelly87
Pertamina Ajak Pengunjung GIIAS 2017 untuk Nonton F2 Gratis di Spanyol
Ini Tips Merawat Sepeda Motor
Di Balik Kompasianival 2016

Kompasiana
Porseni BUMN 2015 Siap Lahirkan Bintang (http://www.kompasiana.com/roelly87/porseni-bumn-2015-siap-lahirkan-bintang_564dffb4b79373d60ac06f73)

TopSkor
Ketika Brand Pertamina Tidak Sekadar Jualan BBM atau Pertamax Saja (http://www.topskor.id/detail/37270/Ketika-Brand-Pertamina-Tidak-Sekadar-Jualan-BBM-atau-Pertamax-Saja)
Kemeriahan Satria Muda Pertamina saat Rilis Skuat untuk Hadapi IBL 2017 (http://www.topskor.id/detail/43201/Kemeriahan-Satria-Muda-Pertamina-saat-Rilis-Skuat-untuk-Hadapi-IBL-2017/3)
Pertamina Tegaskan Komitmen Dukung Atlet dan Olahraga Indonesia untuk Berprestasi di Pentas Dunia (http://www.topskor.id/detail/36592/Pertamina-Tegaskan-Komitmen-Dukung-Atlet-dan-Olahraga-Indonesia-untuk-Berprestasi-di-Pentas-Dunia)
Sediakan Hadiah Rp 350 Juta, Pertamina dan PP PBSI Selenggarakan Pertamina Open 2016 (http://www.topskor.id/detail/39624/Sediakan-Hadiah-Rp-350-Juta-Pertamina-dan-PP-PBSI-Selenggarakan-Pertamina-Open-2016)
PSSI Jalin Kerja Sama dengan Pertamina untuk Tiga Tahun ke Depan (http://www.topskor.id/detail/56936/PSSI-Jalin-Kerja-Sama-dengan-Pertamina-untuk-Tiga-Tahun-ke-Depan)

*         *         *
- Jakarta, 4 November 2017

Rabu, 01 November 2017

Sisi Lain Indocement: Bukan Hanya Penghasil Semen

Sisi Lain Indocement: Bukan Hanya Penghasil Semen


Suasana diskusi blogger dengan perwakilan Indocement dan peserta
Sekolah Magang Indocement
(Klik untuk perbesar atau geser untuk melihat gambar lainnya)

INDOCEMENT dikenal sebagai salah satu produsen semen ternama di kolong langit. Sejak anak-anak era 1980-an hingga saat ini ketika mereka sudah punya anak lagi dan bahkan cucu, tentu tidak asing dengan brand Tiga Roda

Itu karena Tiga Roda merupakan salah satu produk andalan dari Indocement di bawah naungan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Indocement berdiri di Indonesia sejak Agustus 1975 dengan pabrik pertama di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. 

11 tahun berikutnya, tepatnya 16 Januari 1985, mereka bertransformasi jadi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. yang membawahi dua merek kenamaan, Tiga Roda yang legendaris, dan Rajawali.

Namun, Indocement tidak hanya sekadar semen saja. Banyak aspek lainnya dari perusahaan yang di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode INTP tersebut.

Salah satunya, terkait Corporate Social Responsibility (CSR). Bagi saya ini menarik. Pasalnya, tanggung jawab sosial dari Indocement tidak sekadar memberikan sesuatu secara langsung kepada masyarakat atau lingkungan sekitar. Melainkan, lewat filosofi memancing. Yaitu, memberikan kail ketimbang ikan.

Itu diterapkan Indocement dengan mendirikan Sekolah Magang Indocement (SMI). Kebetulan, Selasa (31/10) saya mendapat kehormatan mengunjungi sekolah magang tersebut yang masih satu lokasi di kawasan Citeureup. 

Tepatnya, setelah mendapat informasi dari Ani Berta, founder dari Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB). Kami yang tergabung dalam rombongan blogger mendapat kesempatan untuk menelusuri setiap jengkal aktivitas CSR dari Indocement. 

Sekaligus, mewartakan kepada dunia, bahwa Indocement tidak hanya tentang semen saja. Banyak kegiatan mulia dari perusahaan yang mendapat penghargaan Indonesian Green Award 2015 ini.

Mulai dari Sekolah Magang Indocement (SMI), Gerakan Masyarakat Mandiri (Gemari), hingga Pelatihan Konstruksi Bangunan atau Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA). 

Menariknya, semua itu bisa kami saksikan langsung dalam kunjungan tersebut. Termasuk, berkesempatan melakukan dialog interaktif. Yaitu, bersama manajemen Indocement, staf pelatih magang, dan murid-murid magang serta alumni!

Ini jadi pengalaman langka bagi saya yang sangat berkesan. Sebab, selain tembok yang kokoh di rumah saya dan berbagai bangunan penting di Tanah Air melalui semen terbaiknya, Indocement banyak berkontribusi kepada negara. 

Yaitu, dengan memberikan magang serta pelatihan kepada penduduk setempat yang jadi bagian pengentasan program pengangguran dari pemerintah.

“Sekolah Magang Indocement memberikan beberapa pelatihan kepada warga sekitar. Mulai dari pelatihan mengemudi, menjahit, las, dan tukang bangunan,” kata Corporate HR Division Manager Indocement Dani Handajani yang memandu kami keliling areal pabrik.

Sosok yang dikenal sebagai kutu buku ini pun menjelaskan kepada kami terkait bidang keahilan dari peserta Sekolah Magang Indocement. Menurutnya, pelatihan setiap bidang keahilan memiliki waktu yang berbeda-beda tergantung kebutuhan. 

Ada yang cukup sembilan hari untuk lulus juga ada yang butuh hingga dua pekan. Mereka yang lulus mendapat sertifikat dari Indocement yang berguna untuk melamar kerja.

“Alhamdulillah, setelah dua pekan di Sekolah Magang Indocement, saya berhasil membawa ilmu yang bisa dipraktikkan di tempat kerja. Saya bersyukur bisa jadi peserta Sekolah Magang Indocement. Karena kami belajar banyak hal yang bisa diterapkan dalam keseharian,” kata Abdul Azis, alumni Sekolah Magang Indocement.

Abdul dan beberapa alumni lainnya bangga bisa mendapat seritifikat kelulusan dari Sekolah Magang Indocement. Sebab, sertifikat itu sangat membantunya saat memasuki dunia kerja. Itu karena Sekolah Magang Indocement sudah dikenal sukses menelurkan pekerja yang andal.

Nah, selain kunjungan ke Sekolah Magang Indocement, kami juga menyambangi Gerakan Masyarakat Mandiri (Gemari) dan Indocement Safety Health Enviroment Learning Center (I-SHELTER). Yang pertama, terletak di Kampung Pasir Tangkil, kabupaten Bogor. 

Gemari merupakan sentra usaha kreatif masyarakat mitra Indocement. Itu meliputi tiga kelompok usaha seperti bengkel sepeda motor, budidaya ikan has, serta kerajinan daur ulang sampah.

“Di bengkel ini, sudah terkomputerisasi digital. Dalam arti, pengecekan sepeda motor injeksi menggunakan sistem komputer. Kami menyiapkan ini supaya masyarakat bisa membuka usaha perbengkelan dengan dipadukan teknologi,” tutur Kepala Instruktur Gemari untuk Otomotif Agus Hikmat.

Yupz, berikan kailnya, bukan ikan. Saya setuju dengan upaya yang dilakukan Indocement. Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Tanah Air, mereka sukses mendidik masyarakat setempat, khususnya generasi muda, untuk berusaha bidangnya masing-masing. Indocement menampung setiap potensi yang ada dengan disalurkan secara tepat.

Nah, pada sesi pamungkas, kami diajak untuk mengunjungi I-SHELTER. Yaitu, gedung tempat pegawai dan kontraktor Indocement melakukan pelatihan mengenai safety, health, dan enviroment. Tempat ini bisa juga seperti museum. Sebab, menyimpan berbagai peralatan dan perlengkapan bagi setiap pegawai Indocement. 

Termasuk, terdapat berbagai peralatan dan perlengkapan kerja yang sehari-hari digunakan pegawai. Termasuk pakaian tahan panas hingga 200 derajat celcius. Yang bikin saya kagum, di I-SHELTER ini juga terdapat beberapa simulator kendaraan dan alat berat. 

Salah satunya, simulator dump truck. Fungsinya untuk mengetes sejauh mana kepiawaian pegawai atau calon karyawan saat melamar jadi sopir. Meski dibilang simulator, namun peralatan di dump truck ini mulai dari gigi hingga persneling nyata dari kendaraan betulan.

“Terima kasih untuk rekan-rekan blogger atas kunjungannya ke Indocement. Semoga bisa memberikan inspirasi dari setiap kegiatan di sini,” kata Handajani yang rela panas-panasan menemani kami menyusuri setiap jengkal di Indocement.

Yupz, berkat kunjungan tersebut, sukses mengubah stigma saya dan rekan-rekan blogger, serta masyarakat lainnya di Tanah Air. Kebetulan, dalam kegiatan tersebut sukses mengundang antusiasme netizen di Tanah Air. Salah satunya lewat tagar #VisitSMI, #Indocement, dan #Harmoni3Roda, memuncaki trending topic nasional di twitter. 

Yaitu, Indocement tidak hanya sekadar produsen semen saja. Namun juga sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin berkecimpung di dunia kerja. Dalam arti, Indocement tidak langsung menyediakan tempat kerja bagi masyarakat. Melainkan, mendidiknya sesuai potensi dan keahlian masing-masing lewat Sekolah Magang Indocement dan Gemari. 

Toh, kail lebih berguna ketimbang memberi ikan yang bisa langsung habis disantap. Sebab, dengan kail, tentu dapat menghasilkan ratusan ikan.*** 



*        *        *
Kami memasuki kawasan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

*        *        *
Pabrik Indocement masuk kategori Obyek Vital Nasional

*        *        *
Corporate HR Division Manager Indocement Dani Handajani

*        *        *
Narsis tidak ketinggalan dengan latar peserta SMI

*        *        *
Antusiasme rekan-rekan blogger menyimak diskusi dengan perwakilan Indocement
dan peserta SMI

*        *        *
Salah satu peserta SMI yang mendapat sertifikat untuk digunakan di dunia kerja

*        *        *
Peserta SMI praktik konstruksi bangunan

*        *        *
Kunjungan ke Gerakan Masyarakat Mandiri (Gemari)

*        *        *
Aktivitas di bengkel sepeda motor Gemari ini sudah terkomputerisasi digital

*        *        *
Rekan blogger Ani Berta dan Zata Ligouw menyimak budi daya ikan hias
yang jadi salah satu usaha di Gemari

*        *        *
Prasasti pembangunan bengkel motor terpadu dan kerajinan tangan Gemari

*        *        *
I-SHELTER merupakan akronim dari Indocement Safety Health Environment
Learning Center

*        *        *
Alat simulasi untuk mengemudikan truk

*        *        *
Berbagai properti di I-SHELTER seperti baju tahan panas

*        *        *
1... 2... 3... Yupz, mengabadikan momen istimewa di Indocement

*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
*        *        **        *        *

*        *        *

- Jakarta, 1 November 2017