TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Jumat, 19 Januari 2018

Yuk, Cegah Stroke, Jantung, dan Diabetes sejak Dini


Seminar Kesehatan Suplementasi Nutrisi L-Arginine di Hotel Raffles, Kamis (18/1)



SEBAGAI blogger, menulis tema kesehatan itu jadi salah satu yang terberat bersama politik. Secara, saya sadar ilmu saya belum sampai ke arah sana. Terutama, kesehatan jika sudah berkaitan dengan rokok. Ini berkali lipat lebih berat. Bisa dipahami mengingat saya merupakan perokok aktif.

Namun, biar berat bagaimana pun, saya harus mempelajarinya. Khususnya, kesehatan yang terkait dengan aktivitas sehari-hari. Itu mengapa, saya mencoba untuk memahaminya secara bertahap.

Salah satunya, ketika rekan blogger Dewi Sulistyawati memberi info tentang seminar kesehatan. Temanya, Suplementasi Nutrisi L-Arginine: Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stroke, Penyakit Jantung, dan Diabetes, yang dilangsungkan di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Kamis (18/1).

Acara edukasi ini diselenggarakan PT Sieta Merah Putih dan disponsori Synergy. Sieta merupakan aplikasi kesehatan yang bisa digunakan seluruh kalangan. Ketua Panitia Acara, Sandra Kaunang, menjelaskan tujuan diadakan seminar kemarin.

Yaitu, untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan penyakit jantung, stroke, dan diabetes (Jastrobet). Melalui seminar ini, diharapkan bisa membantu mereka yang butuh pengobatan. Salah satunya, dengan mengkonsumsi suplemen nutrisi L-Arginine.

Wajar saja mengingat seminar tersebut diikuti 150 orang dari kalangan medis, non-medis, mahasiswa, media, dan blogger. Termasuk, saya yang ingin mengenal lebih lanjut terkait tiga penyakit mematikan tersebut.

Bisa dipahami mengingat saya baru mengetahui jika stroke ternyata menempati peringkat pertama sebagai pembunuh nomor satu di Indonesia! Itu diungkapkan Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudin, dalam pemaparannya.

Menurutnya, di Amerika Serikat (AS), stroke merupakan penyebab kematian nomor lima, tapi di Tanah Air justru yang pertama. Itu karena mayoritas masyarakat tidak mengetahui tanda-tanda kehadiran stroke. Itu sebabnya, Rusdi mengingatkan kepada kami yang hadir, untuk menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat, khususnya orang-orang di sekitar.

Pasalnya, di AS saja yang jauh modern, 795 ribu orang mengalami stroke setiap tahunnya. Meski begitu, Rusdi mengungkapkan, stroke bisa ditangani asal kita berperilaku hidup sehat sehari-hari. Termasuk, rutin mengkonsumsi nutrisi L-Arginine.

Nah, saya baru sadar jika asap rokok jadi salah satu penyebabnya bersama asap kendaraan (karbon monoksida). Tanda-tanda stroke tiba ketika orang mengalami sakit kepala tanpa sebab, kesemutan, tiba-tiba melamun, hingga hilang keseimbangan.

Untuk mengatasinya, harus dengan mengurangi konsumsi garam, makan asupan yang rendah kolesterol, dan pangkas berat badan. "Selain itu, hidup harus dibikin santai. Jangan terlalu mikir sesuatu hingga dalam," beber Rusdi.

Selain Rusdi, ada empat narasumber lainnya yang saling berbagi informasi dalam seminar tersebut. Mereka yaitu:

- dr. Badai Bhatara Tiksnadi
Menerangkan tentang peranan L-arginine untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah

- dr. Lady Dhita Alfara
Membeberkan peran L-Arginine sebagai suplementasi dalam terapi nutrisi berbagai penyakit degeneratif

- dr. Dyah Tunjungsari
Mengungkapkan L-arginine dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit Neurodegeneratif

- Hendri Priadi (Nutritionis Synergy Worldwide Indonesia)
Menjelaskan tentang Proargi 9Plus yang merupakan nutrisi L-Arginine dengan kualitas farmasi

Yupz, pada intinya, untuk mencegah berbagai penyakit itu, kita harus menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Termasuk, memperhatikan asupan makanan yang akan kita santap setiap hari.

Itu diselingi dengan olahraga rutin setiap hari (saya nyaris setiap sore ber-pingpong ria di kantor). Dan, jangan lupa untuk mengkonsumsi suplemen nutrisi seperti L-Arginine seperti Proargi 9Plus.

Ya, pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan. Pun demikian dengan penyakit. Lebih baik kita mencegahnya sejak dini ketimbang mengobati.

*         *         *
Suatu kehormatan bisa mengikuti seminar edukasi terkait kesehatan
(Foto: Kurnia Amelia)

*         *         *
Seminar ini dihadiri sekitar 150 orang dari berbagai kalangan

*         *         *
Yupz, dapat sertifikat sebagai peserta seminar

*         *         *
- Jakarta, 19 Januari 2018

Rabu, 10 Januari 2018

Sisi Lain BPK yang Bekerja dengan Senyap


Kantor Pusat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang setiap hari
terlihat dari tempat saya bekerja. (Foto: www.roelly87.com)


Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan lembaga tinggi negara yang kedudukannya sejajar dengan Presiden Republik Indonesia. Yupz, di Tanah Air ini, tentu keberadaan BPK sudah dikenal publik. 

Hanya, untuk mengetahui lebih dalam terkait fungsi dan tugasnya, tidak semua masyarakat tahu. Termasuk, saya pribadi yang jujur saja masih awam dengan BPK meski kantor pusatnya tidak jauh dari lokasi saya kerja. 

Namun, saya berusaha untuk mengenal instansi ini secara bertahap. Tidak menyeluruh memang, alias harus perlahan seperti mengintip aktivitas mereka di media sosial, membaca berita di media cetak dan online, hingga menelusuri lebih dalam di website-nya yang beralamat pada www.bpk.go.id. Puncaknya, sejak hitung-mundur jelang Asian Games 2018 mengingat BPK memiliki peran yang vital.

Kebetulan, sebagai blogger dan reporter di salah satu media olahraga nasional, saya akrab dengan berbagai lembaga negara. Baik itu kementerian atau yang setingkat serta nonkementerian, lembaga tinggi negara, lembaga negara, organ konstitusi, hingga nonstruktural.

Untuk kementerian, yang tidak asing ialah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Itu karena saya nyaris setiap hari memburu berita di kantornya atau di perwakilan (Dispora DKI Jakarta). Bisa dipahami mengingat saya merupakan jurnalis olahraga yang tentu harus menggali berita dari kementerian yang bermarkas di Senayan, Jakarta Pusat tersebut. Baik dari menterinya langsung, atau deputi terkait. 

Mengenai lembaga lain, baik sebagai blogger maupun saat tugas di lapangan, beberapa kali saya ikuti. Termasuk, rutin mengikuti kampanye yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak masih dipimpin Anang Iskandar hingga kini Budi Waseso (artikel sebelumnya: https://www.kompasiana.com/roelly87/kenapa-harus-blogger-yang-kampanye_54f8185ca333113b618b4942). 

Berkat aktif dalam program tersebut, saya pun mendapat kehormatan sebagai blogger peduli narkoba (https://www.cegahnarkoba.bnn.go.id/index.php/berita-terbaru/item/895-choirul-huda-jadi-pemenang-lomba-penulisan-blog-anti-penyalahgunaan-narkoba).

Selain aktif di media sosial terkait antinarkoba bersama BNN, saya juga giat dengan kampanye yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Termasuk, pada 14 Juni 2016 ketika ditunjuk Kepala BNPT Tito Karnavian -kini Kapolri- sebagai Duta Damai Dunia Maya. 

Yupz, narkoba dan terorisme merupakan dua dari tiga musuh negara ini. Nah, satu lagi apa? Yaitu, korupsi! Untuk musuh yang satu ini, kebetulan saya dua kali mengikuti kegiatan di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Yaitu, saat menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia 2015 (Artikel sebelumnya: http://www.roelly87.com/2015/11/membongkar-rahasia-bea-cukai.html) dan ketika mengetahui lebih dalam terkait pengelolaan pajak bersama Direktorat Jenderal Pajak (Artikel sebelumnya:  http://www.roelly87.com/2015/02/ketika-blogger-ngobrol-pajak-di-kantor.html).

Nah, terkait korupsi, tentu tidak bisa dilepaskan dari BPK. Itu karena lembaga yang 1 Januari lalu genap 71 tahun ini tugasnya berkaitan dengan penanganan korupsi. Yupz, Anda mungkin pernah mendengar slogan "BPK Kawal Harta Negara"? Nah itu salah satunya. 

Namun, peran BPK jauh lebih luas daripada mencegah korupsi. Yupz, sebagai masyarakat awam, awalnya saya mengira BPK itu sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu terkait akronim dua huruf di belakangnya (PK) kendati maknanya berbeda antara Pemeriksan Keuangan dan Pemberantasn Korupsi. 

Yang menarik bagi saya, ketika mengetahui BPK merupakan lembaga yang sejajar dengan presiden. Alias, pimpinan BPK tidak bertanggung jawab kepada presiden atau di bawahnya. Melainkan, BPK dipilih dan bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Ini penting bagi saya sebagai masyarakat umum. Sebab, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri alias independen. Itu mengapa, hubungannya dengan pemerintah (presiden) tidak ada atasan atau bawahan. Bagi saya, ini krusial sekali. 

Tanpa bermaksud membuka luka lama, tapi bagaimana pun menulis fakta harus dilandasi kejujuran. Itu mengingat saya sebagai blogger yang memegang asas jurnalistik berdasarkan sembilan elemen Bill Kovach, tentu saya wajib kritis dalam menuliskan sesuatu. Baik itu kelebihan atau kekurangan yang tidak hanya berguna sebagai pengingat saya pribadi, melainkan demi pembaca blog ini dan masyarakat secara keseluruhan.

Nah, dalam penelusuran saya di berbagai media, ternyata dulu, dulu sekali... Syahdan, BPK itu merupakan lembaga yang kedudukannya di bawah kendali pemerintah. Saat itu, tentu wewenang BPK terbatas. 

Presiden yang berkuasa saat itu bisa saja memerintahkan atau melarang BPK untuk melakukan pemeriksaan demi citra pemerintah terangkat. Misalnya, BPK harus sowan jika ingin memeriksa sejumlah lembaga yang lazim digunakan sebagai sumber dana pemerintah terdahulu seperti Pertamina, Bank Indonesia, dan bank lainnya, atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Bahkan, laporannya harus mendapat persetujuan lebih dulu dari Sekretarian Negara sebelum diserahkan ke paerlemen. Itu dimaksud supaya citra pemerintah tidak rusak jika ada lembaga atau BUMN yang kena kartu merah dari BPK. 

Namun, kini tidak seperti itu. Sebab BPK tak terikat dengan pemerintah, termasuk presiden. Jadi, kini mereka bisa bebas memeriksa. Itu sesuai dengan tugas BPK yang meliputi:

1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah, lembaga negara lainnya, Bank Indonesia, BUMN, BUMD, Badan Layanan Umum, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara.

2. Melaporkan kepada penegak hukum jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tindak pidana

3. Memantau pelaksanaan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pejabat entitas yang diperiksa, dan hasilnya dilaporkan secara tertulis kepada lembaga perwakilan dan pemerintah.

Nah, pada poin pertama itu, BPK BERHAK memeriksa sumber dana pemerintah seperti BUMN yang memiliki ratusan badan perseroan. Misalnya, PT Pertamina, PT Garuda Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia, dan lain-lain. 

BPK melaporkan temuan yang tidak wajar kepada
Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK
Foto: Ilustrasi Mengenal Lebih Dekat BPK


Jika ada hal-hal yang menyimpang bahkan mengarah kriminal, seperti poin kedua yang dilanjutkan poin ketiga, BPK bisa melaporkannya kepada penegak hukum. Siapa saja mereka? Ada tiga penegak hukum, yaitu Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK. 

Nah, terkait KPK ini, bedanya fungsi dengan BPK seperti penjelasan saya di atas. Ibarat sepak bola, BPK berperan sebagai gelandang yang memberikan assist (umpan matang) kepada KPK untuk dieksekusi. Hebatnya, dikutip dari laman Kompas.com, 90 persen kasus korupsi yang ditangani penegak hukum, dilakukan atas pemeriksaan BPK!

"Sekitar 90 persen kasus korupsi yang ditangani penegak hukum dilakukan atas pemeriksaan BPK," ujar Sekretaris Jenderal BPK Hendar Ristriawan. Dia menambahkan, banyak yang tidak mengetahui bahwa proses hukum yang dilakukan KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan justru berawal dari temuan BPK terkait adanya kerugian negara.

Anda kaget? Sama, saya juga. Mulanya, saya pikir, setiap kasus korupsi kakap yang tertangkap tangan itu hanya dilakukan ketiga penegak hukum itu tanpa peran BPK. Ternyata, saya keliru. Sebab, 90 persen, justru dari temuan BPK. 

Analoginya, BPK seperti Andrea Pirlo dalam sepak bola yang selalu memberi umpan-umpan matang untuk kemenangan timnya. Namun, ketika pertandingan selesai, yang dielu-elukan justru para striker atau yang mencetak gol. Pirlo? Cukup bersyukur, bisa berkontribusi dalam kemenangan timnya. Ya, itulah BPK yang selalu bekerja dengan penuh kesenyapan tanpa gembar-gembor tapi hasilnya selalu terlihat. 

Nah, kinerja signifikan BPK itu pun diakui Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC). Ini saya dapat langsung ketika meliput suatu acara terkait pesta olahraga antarnegara Asia pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Dalam berbagai kesempatan, INASGOC menegaskan untuk melibatkan BPK terkait Asian Games 2018. Yaitu, demi memeriksa sistem administrasi mereka. Sebagai gambaran, pemerintah Indonesia melalui INASGOC menargetkan empat kesuksesan pada Asian Games 2018 (4S), yaitu.

1. Sukses Prestasi
2. Sukses Penyelenggaraan
3. Sukses Administrasi
4. Sukses Ekonomi

Yang pertama merupakan domain Kemenpora beserta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan berbagai induk olahraga lainnya. Indonesia menargetkan finis 10 besar Asian Games ke-18 nanti. Kedua, INASGOC menggandeng Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) demi suksesnya Indonesia sebagai tuan rumah. 

Yupz, Asian Games 2018 ini merupakan kali kedua Indonesia sebagai penyelenggara setelah 1962 silam. Wajar, jika pemerintah ingin tahun ini penyelenggaraannya lebih baik dari 56 tahun silam. Itu berkolerasi dengan poin keempat yang menggandeng banyak kementerian, termasuk untuk memajukan sektor Usaha Kecil Menengah dan pariwisata di Tanah Air.

Nah, yang ketiga itu, INASGOC tidak ingin terjadi penyalahgunaan keuangan yang menyebabkan kerugian negara karena mencapai triliunan rupiah. Itu mengapa, mereka butuh BPK untuk mengawalnya.

"Atas dasar itulah, koordinasi yang sudah sering kali kami lakukan dengan BPK terus diperkuat. Kami ingin pemeriksaan BPK atas penggunaan anggaran negara yang digunakan INASGOC untuk persiapan penyelenggaraan (Asian Games 2018) terus berlanjut hingga selesai," kata Ketua INASGOC Erick Thohir kepada saya saat mewartakan untuk TopSkor.id di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta Pusat, 17 Oktober lalu.

Dua pekan berselang, Koordinator Procurement INASGOC Listiyanto, menambahkan di tempat yang sama. "Asian Games (2018) ini event nasional. Kami koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga lain untuk mensukseskan pesta olahraga ini. Termasuk, dengan BPK yang perwakilannya ada di kantor INASGOC ini," Listiyanto, menjelaskan (2/11).

Ketua INASGOC Erick Thohir berharap koordinasi dengan BPK diperkuat
(Foto: www.TopSkor.id/Choirul Huda)


Nah, demikian sedikit pengetahuan saya terkait BPK. Tentu, pemahaman saya terkait BPK masih jauh panggang dari api. Alias, baru kulit-kulitnya saja. Namun, tidak ada salahnya, sebagai blogger saya saya mencoba untuk berbagi informasi terkait BPK kepada pembaca blog ini serta masyarakat umum. Jika Anda memiliki pengalaman terkait BPK, bisa menambahkannya di kolom komentar di bawah ini.

Oh ya, sebelum saya mengakhiri artikel ini, saya teringat dengan kewajiban saya sebagai bagian dari masyarakat umum. Yaitu, jika saya, kalian, atau seluruh rakyat Indonesia, yang menemukan indikasi pengelolaan keuangan negara atau daerah ternyata tidak sesuai dengan perundang-undangan. 

Nah, kita sebagai masyarakat umum bisa menyampaikan pengaduan dengan melengkapi bukti dan data terkait penyimbangan pada laman http://www.bpk.go.id/page/pengaduan-masyarakat. Pertanyaan selanjutnya, data-data kita yang privasi bakal aman? Saya yakin, BPK bakal memastikan data-data tersebut tetap rahasia. 

Atau, bisa juga melaporkannya via media sosial dengan me-mention akun resmi BPK. Saya perhatikan berbagai akun media sosial BPK sangat kooperatif terhadap warganet dengan memberikan berbagai informasi yang bisa dipahami seluruh kalangan.***

Sekilas tentang BPK

*         *         *

Referensi:
- Mengenal Lebih Dekat BPK: Sebuah Panduan Populer (Diterbitkan Badan Humas dan Kerja Sama Internasional BPK)
- http://www.bpk.go.id/news/bpk-selamatkan-keuangan-negara-senilai-rp1370-triliun-pada-semester-i-tahun-2017
- http://www.bpk.go.id/news/bpk-ajak-elemen-masyarakat-bahas-pertanggungjawaban-hasil-audit-bpk
- http://nasional.kompas.com/read/2016/09/23/18294861/sebagian.besar.kasus.korupsi.yang.ditangani.penegak.hukum.berawal.dari.temuan.bpk
- http://indonesia.go.id/?page_id=9108
- http://www.republika.co.id/berita/mpr-ri/berita-mpr/17/08/25/ov76ng-ini-tiga-musuh-bangsa-korupsi-terorisme-dan-narkoba
- http://bumn.go.id/halaman/situs
- Harian TopSkor edisi Selasa, 17 Oktober 2017
- Harian TopSkor edisi Jumat, 3 November 2017
- http://www.topskor.id/detail/60759/Erick-Thohir-Inginkan-BPK-Periksa-Sistem-Administrasi-Asian-Games-Secara-Berkelanjutan
- http://www.topskor.id/detail/61870/INASGOC-Pastikan-Pengadaan-Barang-dan-Jasa-Bebas-dari-Manipulasi


*         *         *
Artikel Terkait

Lembaga Tinggi Negara
- Presiden dan Wakil Presiden (http://www.roelly87.com/2017/08/count-down-asian-games-2018.html)
http://www.roelly87.com/2015/02/presiden-dan-kepala-bnn-kompak-bandar.html,
http://www.roelly87.com/2017/03/sisi-lain-kunjungan-jusuf-kalla.html,
http://www.roelly87.com/2017/03/di-balik-final-piala-presiden-2017.html,
http://www.roelly87.com/2016/10/catatan-dua-tahun-kepemimpinan-jokowi-jk.html)

Kementerian
KPPA (http://www.roelly87.com/2015/07/kenapa-harus-serempak.html,
http://www.roelly87.com/2017/12/ketika-pria-bicara-kesetaraan-gender.html)
Kemenpora (http://www.roelly87.com/2017/09/galeri-foto-meriahnya-popnas-xiv-2017.html,
http://www.roelly87.com/2017/10/gala-desa-dan-mutiara-yang-terpendam.html)
Kemenpar (http://www.roelly87.com/2016/04/semarak-wayang-pesona-indonesia-2016.html,
http://www.roelly87.com/2016/11/pariwisata-indonesia-tidak-hanya-bali.html)
BUMN (http://www.roelly87.com/2014/10/wawancara-ekskusif-dahlan-iskan.html)
- Kemenkeu (http://www.roelly87.com/2017/11/sisi-lain-kunjungan-menkeu-sri-mulyani.html,
http://www.roelly87.com/2015/02/ketika-blogger-ngobrol-pajak-di-kantor.html,
http://www.roelly87.com/2015/11/membongkar-rahasia-bea-cukai.html)
Kemen PUPR (http://www.roelly87.com/2016/11/sinergi-kementerian-pupr-dan-blogger.html)
Kemenhub (http://www.roelly87.com/2016/05/menelusuri-wajah-baru-stasiun-maja.html,
http://www.roelly87.com/2016/07/antisipasi-djka-untuk-hadapi-arus-mudik.html)

Setingkat Kementerian
Kepolisian (http://www.roelly87.com/2015/09/hut-polantas-ke-60-dengarlah-aspirasi.html,
http://www.roelly87.com/2016/03/sisi-lain-krishna-murti-catatan-polisi.html,
http://www.roelly87.com/2016/04/jakarta-metropolitan-police-expo-2016.html
TNI (http://www.roelly87.com/2016/04/bulan-dirgantara-indonesia-2016.html,
http://www.roelly87.com/2016/11/serunya-latihan-nembak-di-markas-kostrad.html)
Kejaksaan (http://www.roelly87.com/2016/12/pengalaman-berurusan-dengan-kejaksaan.html)

Lembaga Pemerintah Nonkementerian
BSN (http://www.roelly87.com/2017/05/bsn-fun-bike-sosialisasi-sni.html)
BNPT (http://www.roelly87.com/2016/07/duta-damai-dunia-maya-bnpt-2016.html)
BNN (http://www.roelly87.com/2015/05/sinergi-bnn-dan-blogger-untuk-mengatasi.html,
http://www.roelly87.com/2015/10/sisi-lain-budi-waseso-buwas-pasukan.html,
http://www.roelly87.com/2016/04/buwas-yang-kian-buas-bnn-gagalkan.html
http://www.roelly87.com/2015/12/bnn-tangkap-pilot-dan-pramugari-lion.html)
BMKG (http://www.roelly87.com/2017/07/magma-indonesia-dari-kementerian-esdm.html)
BPOM (http://www.roelly87.com/2016/04/harkonas-2016-untuk-kampanye-konsumen.html)

Lembaga Penyiaran Publik
- Radio (http://www.roelly87.com/2017/12/radio-sebagai-teman-setia-dan-berbagi.html)

Lembaga Nonstruktural- KPU (http://www.roelly87.com/2014/10/sosialisasi-pemilu-melalui-sepak-bola.html)

*         *         *
- Jakarta, 10 Januari 2018

Sabtu, 06 Januari 2018

13 Tahun TopSkor dalam Menyampaikan Informasi Olahraga


Salah satu pendiri TopSkor, Lilys (paling kanan) memotong kue tart
bertuliskan HUT ke-13 media ini, kemarin. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)



13 merupakan angka yang seksi. Dalam sepak bola, sejak dekade lalu, nomor 13 identik dengan Michael Ballack. Andalan tim nasional (timnas) Jerman yang pernah memperkuat berbagai klub elite di kolong langit itu dikenal sebagai salah satu penyihir dalam blantika bal-balan. Bisa dipahami mengingat posisinya merupakan gelandang yang berperan sebagai kreator.

Dalam generasi yang sama, terdapat salah satu bek terbaik di kolong langit. Ya, bagi Anda yang menggemari sepak bola sejak era 1990-an, tentu tidak asing dengan Alessandro Nesta. Sosok yang semasa jadi pemain dijuluki sebagai batu karang itu hingga kini masih mencuri hati penggemar Lazio, AC Milan, dan Italia. 


Wajar saja karena Nesta merupakan bek tangguh yang memberi rasa aman bagi setiap kiper di belakangnya. Pria yang dikenal sebagai pemilik khas dari jersey 13 ini pun sangat bergelimang gelar. Mulai dari citarasa lokal seperti Seri A, Liga Champions, hingga Piala Dunia sudah didapatkan.

Tentu, selain mereka,  masih banyak pesepak bola hebat yang identik dengan nomor punggung 13 tersebut. Mulai dari Gerd Mueller, William Gallas, Douglas Maicon, Park Ji Sung, hingga Thomas Mueller.


*          *          *

SIANG itu, sang surya bersinar dengan terik. Namun, hangatnya sang mentari justru memberi semangat penggawa TopSkor untuk melakukan persiapan. Ya, usai salat Jumat (5/1) berbagai kru dari media ternama di Tanah Air ini antusias menyambut HUT ke-13 yang diperingati setiap 6 Januari.

Perayaannya, dibuat sederhana. Namun, dari kesederhanaan itu timbul optimisme tinggi. Ya, semoga dalam usia ke-13 ini, TopSkor semakin maju, jaya, kian berkualitas baik isi dan penampilannya. Aamiin…

Kalimat sederhana itu diucapkan salah satu pendiri TopSkor, Lilys, usai doa bersama. Di kantor kami yang sederhana di sudut Jakarta, kami merayakan HUT ke-13 TopSkor dengan cara yang sederhana, khidmat, dan bermakna. Kami memanjatkan doa pada Jumat yang baik itu semoga di hari-hari selanjutnya sepanjang 2018 dan seterusnya, kami diberikan rahmat, berkah, sehat, dan kesejahteraan untuk seluruh karyawan TopSkor dan keluarganya.

Tentu, semua hari adalah baik. Sudah pasti, kita berdoa atau merenungi perjalanan yang telah kita lalui, kapan pun waktunya. Namun, pembaca, hari ulang tahun hanya terjadi sekali dalam setahun. Waktu ketika kita mengingat kembali titik awal dulu saat memulai perjalanan hingga sampai sejauh ini.

Ya, 13 tahun! Usia TopSkor hari ini, genap 13 tahun. Sebuah rentang waktu yang panjang, setidaknya jika mengingat derasnya cobaan atau rintangan yang kami hadapi. Gelombang yang kami hadapi juga bukan hanya dari dunia yang kami geluti, melainkan juga dalam konteks sebenarnya. Gelombang banjir yang sempat melanda ibu kota beberapa tahun silam pun pernah menjadi cobaan. Namun, kami tetap kuat menghadapinya. Semakin tinggi gelombang tersebut, justru membuat rasa kekeluargaan kami bertambah erat. 

“Selamat ulang tahun, TopSkor. Semoga tetap jadi pemimpin media olahraga di Tanah Air,” ujar Lilys, optimistis.


*          *          *

ADAGIUM lawas mengatakan, intan tetaplah intan yang kemilaunya tetap memesona meski berada di dasar lumpur sekali pun. Namun, untuk membentuk struktur dari batu permata tersebut, tentu harus melalui proses yang panjang. Butuh kesabaran yang tinggi disertai energi berlebih untuk menghasilkan sebutir intan.

Pun demikian dalam lingkup media. Hari ini, TopSkor genap 13 tahun. Suatu perjalanan yang lumayan panjang sejak terbit perdana pada 6 Januari 2005. Namun, pepatah mengatakan, proses tidak pernah mengkhianati hasil. Hingga kini, TopSkor jadi barometer masyarakat dalam menyimak informasi olahraga pada Senin hingga Sabtu. 

Hanya, seiring perkembangan zaman, sudah pasti disertai pesatnya teknologi. Itu pun berpengaruh pada penerimaan minat baca masyarakat yang menginginkan informasi update. Itu mengapa, sejak 2014 lalu, TopSkor merombak website resminya demi mengakomodasi kebutuhan pembaca, terutama generasi milenial. Yaitu, dengan portal olahraga www.TopSkor.id.
Website ini jadi jawaban masyarakat yang menginginkan informasi ter-update. Misalnya, hasil pertandingan, transfer pemain, situasi terkini terkait olahraga, dan sebagainya. Keberadaan www.TopSkor.id melengkapi Harian TopSkor untuk memberi informasi mengenai olahraga dengan ciri khas masing-masing. 


Website www.TopSkor.id mengandalkan kecepatan untuk sampai ke pembaca yang bisa diakses melalui smartphone, PC, laptop, tablet, dan ke depannya sedang dikembangkan aplikasi. Di sisi lain, Harian TopSkor tetap jadi acuan masyarakat yang menginginkan informasi lebih mendalam disertai infografis nan menawan yang sudah jadi ciri khas.

Bersama ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Anda, para pembaca setia. Kami berharap bisa terus menemani Anda dalam menyampaikan informasi mengenai olahraga.***


*          *          *
Harian TopSkor terbit perdana pada 6 Januari 2005 yang kini
merambah ranah digital dengan www.TopSkor.id sejak 2014 silam.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
Pemimpin Redaksi TopSkor Yusuf Kurniawan memberi sambutan kehadiran
penggawa FC Internazionale, termasuk Diego Milito yang  berkunjung ke
kantor redaksi TopSkor pada 24 Mei 2012.  (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
Pemotongan tumpeng yang dilakukan Lilys, saat melepas Edi Krisnadefa
dan Nurul Ika Hidayati untuk meliput Piala Eropa 2012 di Ukraina-Polandia.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
Yusuf Kurniawan bersama redaktur dan reporter TopSkor saat
sesi pemotretan pada 2012 silam. (Foto: TopSkor.id/Harian TopSkor)

*          *          *
Segenap karyawan TopSkor mengadakan liburan ke Pulau Pari saat
perayaan HUT kedelapan pada 2013 silam. (Foto: TopSkor.id/Harian TopSkor)

*          *          *
Yusuf Kurniawan dan Lilys dalam perayaan HUT kesembilan TopSkor
di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, pada 2014 lalu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
TopSkor menyelenggarakan nonton bareng Real Madrid versus Barcelona di
GOR Otista, pada 25 Oktober 2014. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
HUT ke-10 TopSkor mengangkat tema berbagai legenda sepak bola  nasional
dan dunia yang mengenakan nomor keramat itu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
TopSkor menyelenggarakan nonton bareng Manchester City kontra
Manchester United di Bintaro pada 20 Maret 2016. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
Foto bersama segenap penggawa TopSkor usai suksesnya penyelenggaraan
NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 pada 17 Desember lalu
di Stadion Bea Cukai, Rawamangun. (Foto: TopSkor.id/Adi Sesotya)

*          *          *

- Jakarta, 6 Januari 2018

Sabtu, 23 Desember 2017

YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018

YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018

Diskusi menarik yang diselenggarakan YDBA pada 20 Desember lalu
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya) 

37 TAHUN bukan waktu yang sebentar. Terutama, bagi suatu yayasan nonprofit. Yupz, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) genap 37 tahun pada 2 Mei lalu.

Sejak didirikan William Soeryadjaya pada 1980 silam, YDBA merupakan perwujudan dari komitmen PT Astra International Tbk (Astra) dalam membangun bangsa. Itu seperti yang terdapat pada butir pertama Catur Dharma yang jadi filosofi Astra. Yaitu, Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.

Sejarah mencatat, banyak pencapaian yang dilakukan YDBA sebagai salah satu dari sembilan yayasan Astra. Bisa dipahami mengingat saya tidak asing dengan yayasan tertua kedua Astra ini.

Kebetulan, saya sudah mengenalnya sejak mengikuti Gathering Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia: Berbagi Inspirasi 60 Tahun di Gedung SMESCO di Jakarta Selatan, pada 1 Agustus 2016 (Artikel sebelumnya: Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?).

Setelah itu, saya rutin menyimak berbagai rangkaian dari YDBA dan Astra. Tentu, jika waktunya tidak bentrok dengan pekerjaan sehari-hari di lapangan.

Andai bersamaan dengan jadwal liputan, sudah pasti saya harus absen. Termasuk, ketika Astra mendukung penuh Indonesianisme Summit 2017 pada 9 Desember lalu dan Menanam 1.000 Pohon (19/12).

Namun, jika waktunya lowong, sudah pasti saya hadiri. Bahkan, hingga ke Kantor Wakil Presiden ketika Astra jadi sponsor Asian Games 2018 (6/12).

*         *         *
SIANG itu, matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya. Dari arah selatan, awan pekat serempak menuju bibir pantai ibu kota. Tak berselang lama, dewi hujan menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Rinai berganti dengan lebatnya tetesan air dari langit yang menemani perjalanan saya usai meliput kegiatan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di kawasan Kuningan menuju Restoran TierSpace, yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tepatnya, untuk mengikuti blogger gathering yang diselenggarakan YDBA pada Rabu (20/12). Ada dua tujuan saya untuk menghadiri diskusi dan sharing tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia serta Digital Ecosystem YDBA ini.

Pertama, untuk belajar lebih jauh tentang UMKM di Tanah Air dari YDBA yang merupakan ahlinya. Pepatah mengatakan, dekat cat terciprat tinta. Saya pun demikian, berharap bisa memetik ilmu terkait UMKM untuk diterapkan pada masa depan.

Kedua, saya ingin menanyakan mengenai peran Astra, khususnya YDBA pada Asian Games 2018. Maklum, Astra merupakan Official Prestige Partners dari Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC).

Tentu, Astra akan melibatkan berbagai unit usahanya pada pesta olahraga antarnegara Asia tersebut (Artikel sebelumnya: Astra Sponsori Asian Games 2018). Nah, berpegang pada Catur Dharma itu, saya paham Astra pastinya tidak hanya memikirkan sisi ekonomi dari peran sebagai sponsor.

Melainkan juga kemungkinan turut mengerahkan berbagai yayasan yang bernaung di bawahnya. Terutama, YDBA yang sudah berperan vital dalam menggerakkan UKM dan UMKM di Tanah Air. Bisa jadi, Astra melalui YDBA akan terlibat dalam pembuatan suvenir untuk Asian Games 2018.

Asumsi itu yang mendasari saya untuk bertanya langsung kepada Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjaja dalam sesi diskusi. Menurut penggemar fotografi ini, memang kemungkinan menuju ke arah tersebut.

Kebetulan, yang saya tahu, YDBA menjalankan berbagai program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pasar, dan fasilitasi pembiayaaan kepada UMKM di empat bidang. Yaitu, manufaktur, bengkel, kerajinan, dan pertanian.

"Jika itu ada hubungannya dengan UKM dan UMKM bisa saja. Itu sesuai dengan program YDBA yang membina UKM dan UMKM," ujar Henry menjawab pertanyaan saya.

Indonesia merupakan tuan rumah Asian Games 2018 yang berlangsung pada 18 hingga 2 September mendatang. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), INASGOC, dan instansi terkait, memiliki empat misi, yaitu:

1. Sukses Prestasi
2. Sukses Penyelenggaraan
3. Sukses Administrasi
4. Sukses Ekonomi

Nah, untuk sukses Ekonomi ini, pemerintah ingin memaksimalkan peran UMKM dan UKM di Tanah Air. Misalnya, di Jakarta dengan melibatkan UMKM dan UKM terkait kerajinan tangan yang bisa dijadikan suvenir bagi ribuan atlet. Sementara, Palembang bakal mendorong UMKM dan UKM yang bergerak di bidang kuliner, seperti pempek serta pindang.

"Untuk saat ini, kami belum mengetahui detailnya. Namun, jika pemerintah ingin menggandeng Astra dan YDBA dalam pembuatan suvenir yang melibatkan UKM, nah itu bisa kami lakukan untuk Asian Games 2018," Henry, menerangkan.

Penulis buku Celebrating the Moment ini melanjutkan, "Paling sering, yang terjadi misalnya Astra ingin membuat suvenir dan mengadakan pameran terkait Asian Games 2018. Astra akan mengajak UKM di bawah naungan YDBA. Ini bagian dari usaha Astra untuk memasarkan hasil UKM yang difasilitasi YDBA ketika berpartisipasi di berbagai event. Misalnya, Inacraft (International Handicraft Trade Fair), IKEA Teras Indonesia, GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show), dan lainnya."

Untuk GIIAS, kebetulan saya selalu hadir dalam tiga edisi sejak 2015 silam. YDBA turut meramaikan pameran otomotif terbesar di Tanah Air itu dengan mendirikan booth. Tujuannya, untuk mengenalkan kepada khalayak ramai terkait hasil dari UKM dan UMKM dalam bisnis Astra.

Misalnya, pada komponen Daihatsu Sigra (artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra), Wintor, Konsep Parkir Pintar, dan sebagainya (Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif).

*         *         *
AROMA tanah yang wangi setelah hujan menyapa seluruh indera kami. Matahari terlihat sudah condong ke barat. Di sisi berlawanan, sang rembulan memancarkan sinarnya dengan memesona.

Yupz, usai diskusi hangat bersama Henry yang didampingi Kepala Departemen Perencanaan & Pengembangan YDBA Edison Monoarfa, sesi pun berlanjut. Kali ini, saya dan belasan blogger diajak untuk belajar melukis di kaos yang sudah disediakan salah satu binaan UKM YDBA.

Yaitu, Rini Iskandar yang menjual berbagai lukisan handmade menggunakan media T-Shirt. Wow... Sumpah, keren banget! Saya sampai tak percaya, bisa belajar melukis di sehelai kaos setelah sejak SD silam mencoret-coret di balik buku tulis.

Sebagai informasi, Rini merupakan pemilik dari Painting on T-Shirt (POT) yang sudah lama dibina YDBA. Selain POT, banyak UKM dan UMKM yang mendapat binaan YDBA. Itu karena dalam 37 tahun ini, YDBA jadi salah satu representasi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi sejak enam dekade ini.

Beberapa pencapaian YDBA di antaranya:

- Sudah membina 10.112 mitra UKM
- 65.158 tenaga kerja
- 101 UKM Mandiri
- 701 Alumni Porgram Pemuda Putus Sekolah
- Mendirikan 17 LPB (Lembaga Pengembangan Bisnis)
- Mendirikan 10 LKM (Lembaga Keuangan Mikro)
- Mendirikan 11 Sektor Unggulan Terbentuk

Seiring dengan perkembangan teknologi, YDBA juga membangun ekosistem untuk menjawab tantangan zaman yang bergerak ke arah digital. Pada tahap awal, YDBA berusah memindahkan kegiatan pembinaan yang semula hanya diakses secara offline ke dunia online.

"Sekarang, jika ingin mempelajari terkait UKM, bisa mengaksesnya secara digital. Yaitu, pada laman www.HebatnyaUKM.org. Di portal ini, ada berbagai tips ringan terkait dunia wirausaha yang berguna untuk diterapkan dalam menjalankan usaha," Edison, menerangkan.

YDBA meluncurkan Digital Ecosystem itu pada 10 Juli lalu (Artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org). Saat itu, YDBA juga menampilkan sharing session kepada khalayak ramai dengan mengundang tiga narasumber.

Yaitu, Fida Heyder yang merupakan Head of SMB Marketing Google Indonesia, Rieke Caroline (CEO BuatKontrak.com), dan Leony Agus Setiawati (pemilik CV Azkasyah yang mendapat binaan YDBA).

Yang pasti, dalam menggandeng mitra UKM, yayasan tertua kedua Astra ini selalu berpegang pada analogi telur. Yaitu, pembinaan yang dilakukan YDBA berusaha untuk memecahkan telur tersebut dari dalam, sehingga menghasilkan seekor ayam. Alias, bukan memecahkan telur tersebut dari luar yang akhirnya hanya menghasilkan telur dadar.

Yupz, saya setuju dengan perumpamaan ini. Sukses untuk Astra dan YDBA!***

*         *         *
Sesi perkenalan rekan blogger Timothy W. Pawiro dalam gathering yang dipandu
PR YDBA Agustin Pradhana

*         *         *
Sambutan Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjadja

*         *         *
Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan YDBA Edison Monoarfa

*         *         *
Tanya jawab rekan blogger dengan perwakilan YDBA

*         *         *
Pembacaan puisi dari Henry yang pada 2010 silam menerbitkan buku berjudul
Celebrating the Moment

*         *         *
Semangat rekan-rekan blogger untuk belajar melukis di kaos yang dibimbing
Rini Iskandar selaku pemilik Painting On T-Shirt (POT)

*         *         *
Saya belajar melukis di kaos yang jadi pengalaman perdana dalam lebih dari
seperempat abad hidup ini

*         *         *
Rekan blogger Gaper Fadli melukis sketsa HUT ke-60 Astra

*         *         *
Antusiasme rekan-rekan blogger untuk belajar melukis dengan media kaos

*         *         *
Yeeee, jadi! Hasil coretan saya dengan tema optimisme malam tahun baru
menyambut Asian Games 2018

*         *         *
Foto bersama blogger, YDBA, dan mitra UKM

*         *         *

Artikel YDBA Sebelumnya:
7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra

Artikel Astra Group Sebelumnya:
Astra Sponsori Asian Games 2018

*          *         *
- Jakarta, 22 Desember 2017

Selasa, 19 Desember 2017

gTunes Manjakan Penggemar Musik Indie di Tanah Air


Peluncuran gTunes di Auditorium Indosat, Senin (18/12)
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)

MUSIK bagi saya bukan sekadar lagu. Melainkan, sahabat untuk menemani aktivitas di mana pun dan kapan pun. Yupz, kecuali sedang mengendarai sepeda motor, saya selalu menyetel musik setiap harinya. Baik itu secara digital, konvensional, atau via radio.

Pun dengan genrenya. Saya hampir menyukai semua. Entah itu rock, alternatif, pop, dangdut, hingga melayu. Yupz, bagi saya, musik itu universal. Berkat musik pula, saya jadi berteman dengan beberapa orang hebat, termasuk di kalangan blogger.

Itu mengapa, saya sangat antusias menyambut kehadiran gTunes. Yaitu, aplikasi yang jadi wadah bagi penggemar musisi indie. Mengenai indie, saya jadi teringat ketika masih merasakan bangku sekolah dulu. Dulu.... Dulu banget malah.

Yupz, siapa yang tidak mengenal Pas Band? Nah, sejak masih kecil, saya sudah sering mendengar Yukkie Patton dan kawan-kawan. Mereka dikenal sebagai salah satu musisi indie di Indonesia. Sejak album Four Through The Sap, saya jadi mengenal lebih jauh tentang musisi indie.

Termasuk, Puppen, Pure Saturday, hingga Mocca. Pada zaman baheula itu, saya harus rela tidak jajan beberapa hari di sekolah demi membeli album mereka.

Namun, pada era modern kini, saya tidak perlu menyisihkan uang lagi untuk mendengarkan berbagai lagu-lagu dari band indie. Melainkan, cukup berlangganan gTunes yang bayarnya via pulsa IM3 Ooredoo. Kebetulan, saya pengguna operator seluler yang identik dengan warna kuning tersebut.

Jadi, saya cukup melakukan pesan singkat (SMS) ke 99224 untuk menikmati berbagai musisi indie di gTunes secara streaming. Demikian, fakta yang saya dapat usai menghadiri official launching gTunes di Auditorium Ooredoo Indosat, Senin (18/12).

Suatu kebanggaan bagi saya bisa jadi saksi peluncuran aplikasi dari PT Milenial Nusantara Citra bersama rekan-rekan blogger dan media lainnya.

"IM3 Ooredoo sangat mendukung keberadaan gTunes. Kami memang komitmen untuk memanjakan pelanggan dengan berbagai aplikasi musik. Kehadiran gTunes memberi nilai lebih bagi penggemar musik di Tanah Air," ujar Partnership Execution Manager IM3 Ooredoo Helmi Fadilah.

Yupz, saat ini gTunes eksklusif tersedia untuk pengguna IM3 Ooredoo. Ada tiga kategori bagi Anda yang ingin menikmatinya, yaitu:

3 Hari Rp 2.000 yang bisa dilakukan lewat SMS ke 99224 dari nomor IM3 Ooredoo dengan ketik REG (spasi) GT3
Mingguan Rp 5.000: Reg (spasi) GT7
Bulanan Rp 20.000: Reg (spasi) GT30

Tuh kan, harganya murah meriah! Cuma dengan mengeluarkan Rp 20.000, kita bisa mendengarkan berbagai musisi indie di Tanah Air sepuasnya lewat gTunes!

"Kehadiran gTunes ini untuk melengkapi minat masyarakat terhadap musik indie. Kita tahu, penggemar musik indie sangatlah banyak di Indonesia ini," kata Business Development gTunes Adinda Angelina Wirya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Radhini Aprilya. Musisi indie ini bisa dinikmati berbagai karyanya di gTunes. Baik itu lewat website-nya di www.gtunes.co.id atau via aplikasi google play.

Yang menarik, dalam aplikasi gTunes juga, ada fitur live chat dan karaoke bersama idola. Itu diungkapkan Chief Technology Officer gTunes Rangga Satrya dalam sesi diskusi.

"User bisa menikmati chat yang masuk akan langsung dijawab sang artis. Juga, dapat menonton exclusive jamming session live di gTunes. Ini paling menarik dan tentunya ditunggu-tunggu penggemar musik di Indonesia. Setiap bulan, berbagai lagu dan musisi akan selalu diupdate," Rangga, menambahkan.

Nah, keren kan! Bangga bisa menikmati berbagai lagu indie di aplikasi ini. Apalagi, gTunes merupakan aplikasi karya anak negeri. Saya sudah menikmatinya, bagaimana dengan kalian?


*        *        *
Foto bersama rekan blogger sebelum acara dimulai yang jadi ritual wajib :)

*        *        *
Partnership Execution Manager IM3 Ooredoo Helmi Fadilah bangga dengan
kehadiran gTunes

*        *        *
Business Development gTunes Adinda Angelina Wirya (tengah) mengungkapkan
kehadiran gTunes melengkapi minat masyarakat terhadap musik indie

*        *        *
Chief Technology Officer gTunes Rangga Satrya menyebut setiap bulan bakal
diupdate berbagai lagu dari musisi indie

*        *        *
Foto bersama dengan dua pemenang doorprize

*        *        *
Penampilan Radhini Aprilya yang sangat memesona

*        *        *
- Jakarta, 19 Desember 2017