TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Fakta Menarik Seri A Pekan ke-18

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 12 Januari 2015

Fakta Menarik Seri A Pekan ke-18


Fakta Menarik Seri A Pekan ke-18

Francesco Totti melakukan "selfie" saat merayakan 2 golnya ke gawang Lazio (Sumber foto: Espnfc.com)

SERI A pekan ke-18 sungguh menyuguhkan banyak aksi dramatis dan mengejutkan dari 10 pertandingan yang berlangsung sejak Sabtu (10/1) hingga dini hari WIB tadi. Total tercipta 33 gol dari 20 tim yang bertanding. Duel Fiorentina versus Palermo jadi laga paling sengit karena tercipta 7 gol. Sementara, Sampdoria sukses melanjutkan trek kemenangan meski tipis (1-0) saat menjamu Empoli di Luigi Ferraris.

Nah, berikut ini beberapa peristiwa di Seri A giornata ke-18 yang berhasil saya rangkum menjadi fakta menarik:

Sassuolo 1-1 Udinese
Sassuolo mencatat tinta sejarah klub: Hanya sekali kalah dari 13 laga resmi dengan 6 kemenangan & 6 seri sejak ditekuk Napoli 0-1 (28/9).
Simone Zaza mengemas 3 gol dalam 3 laga beruntun di Seri A musim ini dengan total 7 gol bersama Sassuolo.
Udinese hanya sekali menang dari 10 laga terakhir (4 seri & 5 kalah) sejak menekuk Inter 2-1 yang merupakan terburuk sejak Mei 2013.

Torino 1-1 AC Milan
Torino gagal mengalahkan Milan sejak menang 1-0 pada 2001 dengan rekor setelah itu: 6 seri & 8 kalah di semua kompetisi.
Untuk pertama kalinya sejak 2001, Milan gagal menang dalam 2 laga Seri A pada awal tahun kalender.
"I Rossoneri" belum pernah meraih kemenangan pada laga tandang sejak mengalahkan Hellas Verona 3-1 di Marc'Antonio Bentegodi (19/10).
Pasukan Filippo Inzaghi hanya meraih 2 kemenangan dari 11 laga terakhir yang berujung 6 seri & 3 kalah.
Jeremy Menez sudah mengemas 9 gol di Seri A musim ini dengan 5 di antaranya berasal dari titik putih.
Milan kebobolan 21 gol di Seri A dengan 8 di antaranya berasal dari sepak pojok yang jadi terburuk di antara tim Seri A lainnya.
Torino mencatat 5 duel tak terkalahkan di Seri A musim ini yang 4 di antaranya berujung seri dan hanya 1 menang.

FC Internazionale 3-1 Genoa
Inter mengakhiri paceklik kemenangan di Giuseppe Meazza setelah menekuk Sampdoria pada 29 Oktober lalu.
Nemanja Vidic mencetak 2 gol di Seri A dari 6 pertandingan bersama "I Nerazzurri".
Mauro Icardi mengemas 10 gol musim ini yang menyamai pencapaian terbaiknya saat di Sampdoria pada 2012/13.
Untuk pertama kalinya sejak mempermalukan Sassuolo 7-0, Inter mampu menang dalam kondisi unggul 1+ gol pada babak pertama.
Genoa hanya meraih 1 poin dari 4 laga terakhir dengan 2 kekalahan dan sekali seri.
Genoa gagal mengalahkan Inter di Meazza sejak menang 3-1 pada 1994 dengan catatan dari 9 laga: 3 seri & 6 kalah.

Atalanta 1-1 Chievo
Atalanta tidak pernah menang dalam 11 laga terakhir di Seri A dengan rekor 7 seri & 4 kalah.
Untuk pertama kali sejak Maret 2014, Atalanta tidak pernah kalah dalam 3 laga beruntun di Stadion Azzurri d'Italia.

Cagliari 2-1 Cesena
Cagliari mengakhiri rekor catatan buruk di Seri A ketika tidak pernah menang dalam 9 laga terakhir sejak menekuk Empoli 4-0 pada 25 Oktober 2014 (4 seri & 5 kalah).
Cesena tidak pernah menang dalam 17 laga terakhir di Seri A setelah mengalahkan Parma 1-0 pada pekan pembuka musim ini.

Fiorentina 4-3 Palermo
Fiorentina mengakhiri paceklik kemenangan di Artemio Franchi sejak menekuk Udinese 3-0 pada 29 Oktober. Dalam periode itu "I Viola" meraih 3 seri & 2 kalah di semua kompetisi.
Terdapat 15 pemain berbeda yang berkontribusi atas 25 gol Fiorentina yang lebih banyak ketimbang tim lainnya.
Joaquin Sanchez mengemas gol ke-3 di Seri A sepanjang kariernya dengan terakhir kali pada 23 Maret 2014 ke gawang Napoli (1-0).
Rekor tak terkalahkan Palermo dalam 9 laga terakhir (5 menang & 4 seri) kandas di kaki para pemain Fiorentina.

Hellas Verona 3-1 Parma
Verona kembali meraih kemenangan kandang setelah hanya meraih 1 seri dari 5 laga terakhir di Seri A (4 kalah).
Luca Toni mengemas gol ke-135 di Seri A yang menyamai catatan Puricelli dan Ferraris II dalam daftar pemain tersubur sepanjang masa.
Parma merupakan tim favorit Luca Toni yang sudah dibobolnya hingga 10 kali dengan 5 tim berbeda: Verona, Fiorentina, Juventus, AS Roma, & Palermo.
Parma menderita 7 kekalahan beruntun pada laga tandang dengan kebobolan 20 gol dan hanya mencetak 4 gol di Seri A.

AS Roma 2-2 Lazio
Francesco Totti sukses mencatat gol ke-239 di Seri A sepanjang kariernya serta merupakan doppietta -2 gol dalam 1 laga- yang ke-45.
Totti mencatatkan diri sebagai pemain tersubur dalam Derby della Capitale di Seri A dengan 11 gol.
Roma tidak pernah kalah dari Lazio jika Totti mencetak gol. 4 menang & 5 seri.
Stefano Mauri mencetak 7 gol musim ini yang menyamai pencapaian terbaik saat memperkuat Brescia pada 2003/04.
Felipe Anderson menjadi pemain terbaik Lazio dalam 5 laga terakhir: Mengemas 5 gol & 5 assist di Seri A.
Roma meraih hasil imbang ketiga secara beruntun di kandang setelah sebelumnya ditahan AC Milan 2-2 dan Sassuolo 0-0.
Lazio sukses mengakhiri rekor tak kebobolan "I Giallorossi" dalam 365 menit di Seri A sejak 6 Desember 2014.
Lazio berhasil mencatat rekor tak terkalahkan dalam 7 laga terakhir di semua kompetisi: 4 menang & 3 seri.

Sampdoria 1-0 Empoli
Sampdoria meraih kemenangan kedua dari 8 laga terakhir Seri A musim ini yang rekornya 5 seri & 1 kalah.
Martin Eder sudah mengemas 32 gol di Seri A sepanjang kariernya dan aksinya ke gawang Empoli merupakan gol ke-5 musim ini.
Rekor tak terkalahkan Empoli dalam 7 laga terakhir sejak ditekuk Juventus 0-2 (11/11) terhenti di tangan Sampdoria dengan rekor sebelumnya: 2 menang & 5 seri.
Francesco Tavano mengemas gol ke-300 sepanjang kariernya saat berseragam Empoli dalam kompetisi resmi.

Napoli 1-3 Juventus
Juventus berhasil mengakhiri "kutukan" tak pernah menang atas Napoli di San Paolo sejak September 2000 dalam 8 pertandingan di semua kompetisi. 3 imbang & 5 kalah.
"I Bianconeri" meraih kemenangan kedua dari 8 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Napoli mengalami kekalahan kandang kedua di Seri A musim ini setelah sebelumnya ditekuk Chievo 0-1 (14/9).
Napoli menjadi tim favorit Paul Pogba  yang sudah 3 kali dibobolnya dari 5 laga di semua kompetisi.
Martin Caceres mengakhiri paceklik gol di Seri A sejak membobol lawan yang sama (Napoli) pad 20 Oktober 2012.
Caceres kembali mencetak gol setelah absen pada 3 laga sebelumnya dengan total 4 gol ke gawang Napoli.
Juventus hanya kebobolan 9 gol dari 18 laga di Seri A musim ini yang lebih baik dibanding musim lalu (11 gol).

ReferensiLegaSerieA.itGazzetta.itEspnfc.com, data diolah sendiri
PerhatianTidak dilarang copy-paste, hanya tolong hargai penulis artikel ini dengan MENCANTUMKAN SUMBERNYA (roelly87.com).

*        *        *

Fakta Menarik Seri A sebelumnya:

Artikel sepak bola lainnya:
Casillas vs Buffon: Rivalitas Saling Respek
Ronaldo vs Zidane: Persahabatan di Atas Rivalitas Inter-Juventus
Cruyff vs Beckenbauer: Rivalitas Raja Sepak Bola Era 1970-an
Kubala vs Di Stefano: Pelopor Rivalitas Sengit Barcelona-Real Madrid
Maradona vs Platini: Rivalitas Terbesar Seri A Dekade 1980-an
Rivalitas Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo
Rekor Seri A Sepanjang 2014
Cerita Pemain di Dalam "Burung Besi"
Ironi Bomber Spanyol: Tamu di Rumah Sendiri
Dua "Grand Slam" untuk Cristiano Ronaldo!
Ketika Pemain jadi Raja Jalanan
Sampdoria Tim Terbaik Seri A

Artikel FC Internazionale sebelumnya

Artikel Juventus sebelumnya:

Artikel AC Milan sebelumnya



*        *        *

- Cikini, 12 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)