TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Februari 2017

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Selasa, 28 Februari 2017

Lebih Dekat dengan Windy Ghemary


Windy Ghemary saat melantunkan single keduanya, Gelisah Hati

Ternyataku masih mencintamu
Ku tak bisa jauh-jauh darimu
Ku tak rela berpisah denganmu
Karenaku terlalu mencintaimu...

DEMIKIAN sepenggal lirik dari lagu berjudul "Masih Mencintaimu" yang saya dengar di laman youtube pada 21 April 2016. Saat itu, saya sedang mencari video cuplikan pertandingan Juventus versus Lazio.

Tanpa sengaja, di sisi kanan layar saya mengklik thumbnail dari penyanyi bernama Windy Yunita Ghemary. Awalnya, saya tertarik hanya pada videonya yang berlatar Museum Prasasti. Namun, setelah didengarkan lebih lanjut, ternyata suaranya merdu.

Dan lagi, penyanyinya pun manis. Sambil mengingat sejenak, sepertinya kenal. Yupz, maksudnya kenal di televisi! Tepatnya, ketika saya kerap menyaksikannya di ajang pencarian bakat pada 2014 lalu.

Langsung saja saya ketik komentar, "Setelah sekian lama, saya baru nemu ada penyanyi yang tidak hanya jelita pada parasnya saja, melainkan juga suaranya yang merdu dan khas... *bayanganmu :)"

Sebetulnya, saya termasuk sosok yang jarang berkomentar di sosial media. Termasuk, Facebook, Twitter, dan Instagram, yang bisa dibilang hanya sekali-sekali. Alias, jika ada acara saja. Tapi, entah kenapa, saya terhipnotis dengan merdunya suara dari gadis kelahiran 1993 ini.

Hingga, dua bulan kemudian, kesampaian bisa mendengar langsung suaranya yang memesona. Tepatnya, saat mengikuti buka puasa bersama pada 12 Juni 2016 yang diisi dua mentor blogger saya, sebagai pembicara, yaitu Ani Berta dan Haya Aliya Zaki. Ternyata, suara asli Windy jauh lebih merdu dibanding di youtube.

*        *        *
DELAPAN bulan berselang, saya kembali menyaksikan Windy secara live! Maklum, biasanya hanya bisa mengintip ketika dia tampil acara Dahsyat atau saat membuka youtube. Termasuk, beberapa kali mendengar request-nya di berbagai radio pada pagi hari.

Tepatnya, ketika menghadiri Meet & Greet dengan Windy di Coffee Bean & Tea Leaf Margaguna Plaza, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Senin (27/2). Acara bertema ngobrol santai dan iSound Studio Tour itu saya dapat setelah membaca informasi di fan-page facebook Indonesian Social Blogpreneur (ISB).

Yaitu, komunitas yang rutin berbagi info untuk blogger yang memiliki alamat di https://www.facebook.com/Indonesian-Social-Blogpreneur-856926347746863/, twitter (@IdBlogpreneur), dan instagram (@idBlogpreneur).

"Untuk 'Gelisah Hati' memang dibuat lebih ngepop. Ini sesuai dengan gaya Windy," kata Doddy Sukaman, pencipta single kedua Windy dalam diskusi bersama blogger yang dipandu Ani Berta. Menurutnya, lagu yang dirilis sejak 16 Februari itu memang terinspirasi dari kisah nyata.

Namun, bukan berarti galau. Sebab, ketika dibawakan Windy, lagu ini tetap memiliki ciri khas tersendiri. "Ya, seperti curhatan begitu. Tentu, kita punya pengalaman pribadi yang pernah merasakan rindu. Itu yang mendasari lagu ini," Windy, menjelaskan sebelum melantunkan single yang diproduksi iSound Records itu di hadapan kami, belasan blogger.

Gelisah hati menanti kau tuk kembali
Lama kau pergi sewindu lelah menanti
Kuberharap hatimu rindu diriku selalu
Di manakah dirimu kekasihku

Andai saja kau tahu yang kurasa
Kuinginkan hatimu di sisiku
Peluklah aku 
Dekap diriku

Kuatkan hati melangkah untuk mencari
Waktu berganti asaku takkan berhenti
Kuberharap hatimu rindu diriku selalu
Di manakah dirimu kekasihku

Andai saja kau tahu yang kurasa
Kuinginkan hatimu di sisiku
Peluklah aku
Dekap diriku

Peluklah aku
Dekap diriku
Peluklah aku
(Kau dan aku jadi satu)

Andai saja kau tahu apa yang kurasa
Kuinginkan hadirmu dirimu di sisiku

*        *        *
SIAPA yang tidak meleleh mendengar lantunan suara dari wanita berbintang Gemini ini? Asli, sangat memesona yang mengingatkan saya saat menyaksikan di layar tivi pada 28 Maret 2014.

Ketika itu, Windy membawakan "The Final Countdown" yang sukses memikat pencinta rock di Tanah Air. Hingga, menuai pujian juri, termasuk menuai pujian dari juri yang digawangi Ahmad Dhani, Titi DJ, Indra Lemana, dan Anang Hermansyah.

Bahkan, ada yang mengatakan, gayanya mirip Tantri dari Kotak Band. Tapi, menurut saya, suara dan penampilan Windy sekilas seperti Shania Twain saat melantunkan "You're Still The One". Hanya, oktafnya masih kurang tinggi dibanding Shania Twain. Ya, ga masalah mengingat Windy masih muda dan kariernya di dunia musik masih panjang yang bisa diasah lagi ke depannya.

Ya, penampilan Windy yang apa adanya dibalut dengan suara nan merdu. "Saya sudah belajar nyanyi sejak kecil. Bahkan, sering tampil dalam pesta pernikahan," tutur dara jelita yang 3 Juni mendatang genap 24 tahun.

Alias, tiga kali penantiannya dalam tembang 'Gelisah Hati'. Duh, Windy, pria mana yang tega hingga membuatmu harus menunggu sewindu?

*        *        *
Bincang-bincang dengan Doddy Sukaman yang dipandu Ani Berta

*        *        *
Single Gelisah Hati sudah rilis 16 Februari lalu

*        *        *
Tuh kan, Windy... Gayanya unik banget

*        *        *
"Andai saja kau tahu yang kurasa..."

*        *        *
"Kuinginkan hatimu di sisiku..."

*        *        *
"Peluklah aku, dekap diriku..."

*        *        *
Markas iSound Studio di Radio Dalam

*        *        *
Rekan blogger Yulia Yuli (Julayjo) mencoba perangkat musik di iSound Studio

*        *        *
Foto bersama rekan blogger dan Windy

*        *        *
Satu... Dua... Tiga... Klik!

*        *        *
Tiga, dua, satu. Klik. Eh tunggu, kok fotonya buram.
Ulang lagi, ulang lagi. satu, dua tiga... Klik!

*        *        *
Ada yang bisa tebak di mana Windy?

*        *        *
Yupz, gaya bebas yaaaaa. Satu, dua, tiga... Klik!

*        *        *
Duh, kena hipnotis Windy nih :)

*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
Windy Ghemary - Gelisah Hati

*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
*        *        **        *        *

Artikel Sebelumnya
Buka Bersama CNI, Blogger, dan Windy Ghemary

*        *        *
- Jakarta, 28 Februari

Minggu, 26 Februari 2017

BCA Genap 60 Tahun: Catatan dari Blogger tentang Bank yang Selalu Ingin Menjadi Lebih Baik


Presiden Direktur BCA memotong kue ulang tahun BCA ke-60 

"MENJADI Lebih Baik". Demikian slogan yang ditegaskan manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam menyambut HUT ke-60 pada 21 Februari lalu. Itu berarti, sudah lebih enam dekade BCA melayani rakyat Indonesia.

Termasuk, saya yang jadi nasabahnya sejak 1997 silam. Tepatnya, ketika masih berseragam putih merah pada masa kanak-kanak hingga kini rekan seangkatan saya sudah banyak yang punya anak. Dalam periode itu, sudah banyak produk BCA yang saya rasakan manfaatnya. Mulai dari Tahapan, Kartu Kredit, Flazz, hingga yang teranyar pada 2015 lalu, Xpresi.

Itu berarti, saya sudah mengikuti sepertiga dari perjalanan BCA di Indonesia. Sungguh perjalanan yang panjang dari perusahaan yang bermarkas di Menara BCA, Grand Indonesia, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat ini.

Sejak 1957, BCA tidak hanya melayani nasabah saja. Melainkan turut mengambil peran dalam perekonomian Indonesia. Itu jadi bagian dari komitmen BCA dalam mewujudkan visi perseroan, yakni sebagai bank pilihan utama masyarakat yang berperan jadi pilar penting sendi-sendi perekonomian Indonesia.

"Dengan komitmen dan kerja keras, BCA dan etintas anak berhasil melalui 2016 dengan peningkatan pendapatan operasional yang sehat di tengah pertumbuhan ekonomi yang moderat serta masih lemahnya aktivitas bisnis. Pencapaian itu diukung pertumbuhan berkelanjutan dari dana pihak ketiga dan keseluruhan aset produktif disertai penerapan prinsip kehadi-hatian dengan mengutamakan pentingnya kualitas aset," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

*         *         *
PAGI itu, Minggu (26/2) langit ibu kota tampak cerah. Ditemani sinar sang surya yang hangat, saya mengendarai sepeda motor dengan membelah jalanan Jakarta menuju Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro, Kuningan.

Kehadiran saya di GOR multifungsi itu untuk mengikuti penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam menyambut HUT ke-60 BCA. Suatu kehormatan bagi saya bisa mengikuti fase puncak dari rangkaian HUT ke-60 BCA yang memberi apresiasi untuk karyawannya dalam bidang olahraga dan seni.

Porseni ini berlangsung sejak Jumat (24/2) yang melibatkan ratusan karyawan BCA di seluruh Tanah Air. Pada acara puncak yang dihadiri Jahja Setiaatmaja dan seluruh petinggi BCA itu, dimenangkan Kantor Wilayah (Kanwil) III.

Sementara, untuk Kompetisi Desain Fasad Bangunan berlangsung sejak pendaftaran pada 19 Agustus hingga 18 November 2016. Sayembara ini bekerja sama dengan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) dengan hadiah total Rp 120 juta.

Sayembara terbuka untuk perorangan dan kelompok dengan maksimum 5 (lima) orang. Untuk kriteria, yang harus dipertimbangkan dalam perancangan Sayembara Konsep Arsitektur meliputi:

- Muatan desain berwawasan lingkungan (”Green Design”)
- Tampilan modern dengan penggunaan teknologi tinggi (“Modern and High Tech“)
- Kemudahan untuk direalisasikan/dibangun (“Constructible”)
- Kepraktisan Operasional didalam kemudahan pemeliharaan (“Low Maintenance”)

Dalam kesempatan itu, BCA dan IAI mengumumkan pemenang sayembara arsitektur Fasad Bangunan BCA, yaitu:

- Juara 1
Nomor Peserta: 060
Ketua Kelompok: Chikman Nadjib, ST, IAI
Anggota Kelompok: Aloysia Dian permasari, Emilia Faneysa Shafira

- Juara 2
Nomor Peserta: 121
Ketua Kelompok: Raymond
Anggota Kelompok: Lee Yang Yang, Nicholas Putrasia, Chua Hong Zhi, Susanty Artha Gilberte

- Juara 3
Nomor Peserta: 133
Atas Nama: Indrawan Suwanto

- Juara Harapan
Nomor Peserta: 096
Ketua Kelompok: Randy Ramadhan Abimanyu
Anggota Kelompok: Riza Avriansyah

- Juara Harapan
Nomor Peserta: 016
Ketua Kelompok: Rizqullah Nazih Naufal

*         *         *
ADAGIUM lawas mengatakan, hasil tidak pernah mengkhianati proses. Saya percaya itu. Seusai Porseni 2017, BCA mendapat penghargaan bergengsi dalam ajang Top Brand Award 2017. 

Top Brand Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada berbagai merek terbaik di Indonesia berdasarkan hasil survei terhadap konsumen di seluruh Tanah Air. Survei dilakukan untuk mengevaluasi kinerja merek berdasarkan tiga parameter yaitu, mind share, market share, dan commitment share yang menghasilkan indikator kekuatan merek yang disebut Top Brand Index (TBI).

Tidak tanggung-tanggung, bank yang masuk Grup Djarum -bersama saudaranya, Blibli yang merupakan sponsor utama Indonesia Open 2016- ini sukses menyabet tujuh penghargaan!

Itu terdapat pada tujuh kategori yaitu:
- Deposito
- Credit Card
- Prepaid Card (Flazz)
- Internet Banking (KlikBCA)
- Mobil Banking (m_BCA)
- Saving Account (Tahapan BCA)
- Call Center (Halo BCA)

"BCA senantiasa menghadirkan inovasi produk dan layanan solusi perbankan yang kami persembahkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Berbekal inovasi teknologi yang berkesinambungan dengan tujuan nasabah dapat bertransaksi secara cepat, mudah, aman, dan nyaman. Itu jadi kunci kesuksesan BCA dalam mempertahankan superiortas produk dan layanan di tengah persaingan perbankan yang kian kompetitif," ujar Nathalya Wani Sabu. 

Apa yang dikatakan Nathalya beralasan. Sebab, saat ini sektor perbankan sudah disesaki banyak pemain anyar. Jadi, butuh inovasi dari mereka untuk bisa bertahan. Termasuk, BCA yang sudah melayani Indonesia dalam 60 tahun terakhir. Namun, seperti halnya kota Roma yang tidak dibangun dalam semalam. 

Itu yang dialami BCA dalam enam dekade terakhir untuk terus berinovasi. Kerja keras dari karyawan dipadukan kerja cerdas manajemen menjadikan BCA sebagai pemimpin utama perbankan di Tanah Air. Sekaligus, andalan bagi nasabah dari provinsi Aceh hingga Papua!

Ya, selamat ulang tahun yang ke-60, BCA. Jangan pernah berhenti untuk jadi lebih baik!
*         *         *
Selfie (foto bersama) dengan rekan blogger Lidya Fitrian, Frieda Octavia
dan Riyardi Arisman

*         *         *
Defile dari keluarga besar BCA yang mengikuti Porseni 2017

*         *         *
Seluruh peserta menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya

*         *         *
60 Tahun BCA untuk Menjadi Lebih Baik

*         *         *
Sambutan yang dilakukan Jahja Setiaatmadja bersama keluarga besar BCA

*         *         *
Ratna Yanti, Kepala Kantor Wilayah III BCA menerima trofi dari Jahja
karena wilayahnya jadi juara umum Porseni 2017

*         *         *
Seluruh tim dari Kanwil III yang jadi juara umum Porseni 2017

*         *         *
Pemberian apresiasi dari manajemen BCA untuk para juara
Kompetisi Desain Arsitektur Fasad Bangunan BCA

*         *         *
Foto bersama manajemen BCA dengan pemenang
Kompetisi Desain Arsitektur Fasad Bangunan BCA

*         *         *
Di balik panggung dari pemenang Kompetisi Desain
Arsitektur Fasad Bangunan BCA

*         *         *
Pertunjukkan hiburan di GOR Soemantri Brodjonegoro

*         *         *
Unik, kirain saya itu gajah sungguhan! Ternyata, hanya boneka
yang diisi dua orang untuk menopang wanita yang duduk di atasnya

*         *         *
Parade produk BCA 

*         *         *
Penampilan musisi Tulus menggoyang seisi GOR Soemantri Brodjonegoro
pada sesi pamungkas HUT ke-60 BCA

*         *         **         *         *
*         *         **         *         *
Video Porseni HUT ke-60 BCA
*         *         *
*         *         **         *         *
*         *         **         *         *

*         *         *
- Jakarta, 26 Februari 2017

Jumat, 24 Februari 2017

Obsat-Mayapada Hospital Edukasi Blogger untuk Tangkal Mitos Seputar Kehamilan, Fakta, dan Hoax


Obsat ke-190 dengan topik hoax, mitos, dan fakta seputar kehamilan

"ADA kabar gembira nih bagi teman-teman yang membutuhkan konten atau informasi kesehatan, khususnya seputar kehamilan yang kadang didominasi berbagai mitos karena kita hidup di lingkungan yang sosialisasinya kuat. Maka, aneka jawaban yang didapat beragam dan membuat bingung, mana yang harus diambil.

Sekarang tidak perlu bingung jika membutuhkan jawaban untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Bahkan untuk memperkaya konten kesehatan dalam blog kita. Hadir saja yuk di acara Obrolan Langsat (OBSAT)  bersama Mayapada Hospital dengan topik: HOAX, MITOS dan FAKTA seputar kehamilan."

Demikian informasi yang saya baca di komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB), pekan lalu. Komunitas yang memiliki alamat fan-page di https://www.facebook.com/Indonesian-Social-Blogpreneur-856926347746863/ dan twitter (@IdBlogpreneur) ini memang rutin memberikan informasi yang menginspirasi blogger.

Termasuk, dalam Obsat bertema hoax, mitos, dan fakta seputar kehamilan. Ya, sebagai pria, apalagi belum berkeluarga, tentu membaca topik dari diskusi kesehatan ini lumayan berat. Namun, setelah dibaca lebih lanjut, akhirnya saya tertarik karena terkait masa depan. Maklum, bagaimanapun, suatu saat saya akan mendampingi istri yang akan melahirkan.


*         *         *
SORE itu, langit di barat ibu kota tampak pekat. Seusai melaksanakan pekerjaan terkait liputan seleksi pemain timnas U-22 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, saya pun melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor.

Ditemani rinai sepanjang Jalan Daan Mogot hingga puncaknya di Jalan Panjang, dengan air yang turun kian deras, akhirnya saya tiba di Beranda Kitchen. Saat itu, sudah bergabung puluhan blogger yang dari wajah-wajahnya terpancar antusiasme.

Kehadiran saya di restoran yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan No 21 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, malam tadi, Kamis (23/2) untuk mengikuti Obsat edisi ke-190. Yaitu, diskusi yang diselenggarakan portal Beritagar.id dengan mengundang narasumber kompeten untuk mengupas peristiwa aktual di Indonesia.

Kali ini, temanya mitos dan fakta seputar kehamilan. Seusai menyantap hidangan untuk menghangatkan tubuh yang menggigil, acara pun dimulai. Di hadapan kami sudah ada empat narasumber yang siap berbagi informasi dengan dimoderasi Kristin Amelina dari Beritagar.id. Yaitu, Dr. Yuslam Edi Fidianto dari Mayapada Hospital, Kinaryosih (artis), Rahne Putri (blogger), dan Kartika Susanti (TurnBack Hoax).

*         *         *
OBSAT dibuka Kinaryosih yang berbagi pengalaman saat hamil. Peraih Piala Citra 2006 untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik dalam film Mendadak Dangdut ini memang sedang hamil tujuh bulan.

Kinaryosih pun berbagi tips dalam menjaga kandungannya meski setiap hari melakoni aktivitas yang padat. Termasuk menjelaskan perbedaan kehamilan saat ini yang merupakan kedua dibanding pertama kali. Wanita 37 tahun ini juga membeberkan cara untuk mengatasi kehamilan yang berkaitan dengan mitos dan fakta.

Sesi berikutnya, Yuslam menjelaskan pandangan mitos dan fakta kehamilan di masyarakat. Sampai di sini, saya pribadi merasa sedikit kurang paham. Maklum, sebagai pria yang belum menikah, apalagi memiliki anak, tema dari diskusi ini lumayan berat bagi saya.

Terlebih, ketika diskusi ini menggunakan bahasa medis yang sempat membuat saya mengernyitkan dahi saking tidak mengerti. Beruntung, Yuslam memberi penyampaian dengan dipadukan gaya bahasa sehari-hari. Setidaknya, saya bisa menangkap intisari terkait kehamilan. Ya, meski rumit, tapi saya harus menyimak dengan intens sebagai pelajaran nanti jika sudah berumahtangga.

Yang menarik ketika dokter yang praktek di Mayapada Hospital Jakarta Selatan pada Senin-Jumat ini menerangkan tentang makanan untuk ibu hamil. Khususnya, yang mengandung Monosodium glutamat (MSG).

Ternyata, menurut Yuslam, tidak masalah bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG. Ini penting bagi saya, sebab, selama ini saya baca di sosial media tentang bahaya MSG untuk ibu hamil.

"MSG dalam jumlah tertentu juga dibutuhkan tubuh sebagai penambah energi, termasuk untuk ibu hamil. Tapi, (jumlahnya) jangan terlalu banyak, karena bisa menyebabkan kanker," Yuslam, menjelaskan.

Bahkan, alumni Universitas Diponegoro ini membeberkan fakta terkait makanan yang selama ini kerap membingungkan masyarakat. Menurut Yuslam, menyantap daging kambing untuk ibu hamil lebih baik dibanding daging sapi.

"Sudah ada penelitian mengenai daging kambing yang justru lebih bernutrisi dari (daging) sapi. Itu aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Tapi, ya tidak boleh berlebihan. Begitu juga dengan kopi, (ibu hamil) boleh meminumnya. Maksimal, 300mg per hari, yang penting saat minum kopi, ibu hamil tidak memiliki maag dan hipertensi," tutur Yuslam yang saya amini karena apa  pun itu, tidak boleh berlebihan.

*         *         *

PERNYATAAN sama diungkapkan Rahne. Ketika hamil, pemilik blog di alamat rahneputri.com ini mengakui sempat galau untuk makan sate kambing. Maklum, berdasarkan informasi yang didapat saat itu, ada yang melarang dan memperbolehkan. Sebagai wanita yang besar di era internet, Rahne pun mencari tahu di situs pencarian.

Alih-alih mendapat jawaban yang memuaskan, Rahne justru bingung. Bisa dipahami mengingat mesin pencarian tidak 100 persen benar. Begitu juga ketika dia mendapat masukan dari keluarga yang ternyata sarat mitos terkait kehamilan.

Bahkan, Rahne mengaku, mendapat informasi hoax itu kerap berasal dari keluarga, misalnya grup aplikasi whats app. Untuk itu, dia memberi tips kepada rekan-rekan blogger agar memfilter setiap informasi yang didapat.

"Banyak info dari orangtua yang ketika (dikomparasi) di google itu hanya mitos. Tapi (mesin pencarian) google juga tidak selalu benar. Untuk itu, kita harus waspada dan aktif meriset agar tidak terjebak informasi hoax," Rahne, mengungkapkan.

Pengalaman Rahne terkait mitos kehamilan dari orangtua dan informasi dari mesin pencarian juga dijelaskan Kartika. Menurut anggota dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) ini, selain tentang kehamilan, hoax banyak dijumpai di setiap lini.

Untuk itu, Kartika berpesan kepada kami agar tidak jadi pengguna internet yang pasif. Melainkan, harus aktif ketika mendapat informasi yang malah bisa menyesatkan. Termasuk, dari teman terdekat dan sosial media yang kini menjamur bak musim hujan.

Kartika juga membeberkan fakta yang mencengangkan tentang pesan singkat mengenai paracetamol (obat pereda sakit) P500 yang mengandung virus berbahaya. Ternyata, menurutnya itu hanya hoax yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab dengan tujuan meresahkan masyarakat. Bahkan, hingga membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turun tangan langsung dengan merilis klarifikasi resmi di berbagai media.

"Hoax seputar kesehatan sangat banyak (beredar di masyarakat). Sayangnya, kurang diperhatikan dan dikritisi hingga mudah tersebar. Jadi, diperlukan inisiatif dari masyarakat untuk saling mengingatkan. Ini merupakan cara termudah yang dapat dilakukan dalam menghadapi hoax," ujar Kartika.

*         *         *
Berbagai payung milik blogger dan narasumber

*         *         *
Rekan blogger Dewi Widya dan Tika Samosir melakukan wefie (foto bersama)
 dengan latar Obsat jelang dimulainya acara

*         *         *
Narasumber dan moderator dari kiri ke kanan: Kartika, Rahne,
Yuslam, Kinaryosih, dan Kristin

*         *         *
Puluhan rekan blogger antusias menyimak diskusi

*         *         *
Rekan blogger Agung Han berbagi pengalaman mengikuti Obsat melalui twitter

*         *         *
Foto bersama narasumber dan rekan blogger yang mendapat doorprize

*         *         *
Antusiasme netizen ikut serta dalam diskusi di twitter melalui
tagar #Obsat dan #MitosKehamilan yang jadi Trending Topic Nasional

*         *         *
- Jakarta, 24 Februari 2017

Senin, 20 Februari 2017

Ketika Blogger Bicara Komunitas


Diskusi bersama blogger dalam Ngumbar Komunitas (Klik untuk perbesar foto)

BAHAS Tuntas tentang Komunitas. Demikian info yang saya baca pada halaman Facebook komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB), dua pekan lalu. Dalam foto itu, terdapat rangkaian acara bertema Ngumbar Komunitas ini.

Awalnya sempat ragu juga untuk mendaftar. Maklum, acaranya berlangsung seharian dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Sementara, ketika melihat jadwal pada Sabtu (18/2), ternyata sore harinya saya harus ke Tangerang untuk menemui salah satu pengurus olahraga terkait informasi perkembangan Asian Games 2018.

Namun, ketika membaca lebih lanjut acaranya sangat inspiratif dengan narasumber yang kompeten, akhirnya saya tetap mendaftar untuk mengikutinya setengah hari. Kebetulan, sudah lama saya tidak mengikuti acara yang berkaitan dengan Blog Detik. Tepatnya, sejak menghadiri HUT ketiga Dblogger Community pada 28 Januari 2012.

Alias, sudah lebih lima tahun. Padahal, di antara berbagai platform yang saya ikuti, Blog Detik termasuk yang awal. Sebab, saya sudah gabung sejak 22 Januari 2010 dengan alamat rully87.blogdetik.com. Jauh lebih awal ketimbang di Kompasiana pada tahun yang sama.

*         *         *
NGUMBAR Komunitas dimulai dengan diskusi yang melibatkan lima perwakilan komunitas yang dimoderasi Ani Berta. Mereka yaitu, Elisa Koraag dari Komunitas Penulis dan Sastra (Pedas), Ivo Anggrayanty (Inpirasi Wanit), Kiki Handryani (Kopi), dan Salman Faris (Indonesia Corners).

Ada satu sesi yang menurut saya menarik dari Bahas Tuntas tentang Komunitas. Tepatnya, terkait pengalaman berkomunitas. Salah satunya mengenai aturan tentang anggota yang dikeluarkan dari komunitas yang bersangkutan.

Kebetulan, saya punya pengalaman seperti ini. Yaitu, ketika dikeluarkan dari suatu komunitas tanpa alasan yang jelas. Alias karena faktor like and dislike dari salah satu pengurusnya saja. Ironisnya, tidak hanya sekali, bahkan lima kali! Wow... Mungkin, ini jadi rekor :)

Sebab, memang ada puluhan yang juga dikeluarkan, tapi rata-rata hanya sekali saja, tidak seperti saya lima kali. Padahal, dalam periode itu, saya sudah dimasukkan kembali dari pengurus lainnya. Namun, dikeluarkan lagi.

Termasuk dari founder-nya langsung. Eh, dimasukkin, dikeluarin lagi. Dimasukkin, dikeluarin lagi. Yupz, kondisi itu bakal terus terjadi hingga ladang gandum dihujani meteor cokelat dan jadilah Koko Krunkkkk, ya tetap seperti itu.

Sampai untuk kelima kalinya saya putuskan tidak masuk lagi. Ya, saya enggan ambil pusing dan tetap berteman seperti biasa dengannya. Termasuk ketika bertemu dalam beberapa acara dan tetap ber-say hallo untuk menjaga silaturahmi. Bagaimanapun saya punya prinsip, ketimbang menghakimi masa lalu yang bisa menguras energi saya, lebih baik menatap masa depan.

*         *         *
BANYAK kesan yang saya tangkap dari mengikuti edisi perdana mengikuti Ngumbar Komunitas ini. Sekilas, acaranya mirip dengan Kompasianival. Lantaran tidak hanya tentang komunitas saja, melainkan beberapa booth yang menjajakan pakaian, aksesoris, dan makanan.

Ini menarik, apalagi, harganya murah meriah dengan berbagai pilihan. Terlebih, turut hadir beberapa narasumber lintasbidang. Mulai dari tentang Vlog, rapper, Komunitas Biola Taman Surapati, Musik Box, puisi, hingga freestyle sepak bola.

Atmosfer itu tidak hanya dirasakan kami yang berada di Kuningan City, Jakarta Selatan, saja. Melainkan juga di sosial media seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

Bahkan, dalam pantauan saya, dari pagi hingga malam, acara ini ramai diperbincangkan yang mengundang antusiasme netizen. Termasuk, tagar #NgumbarKomunitas yang memuncaki trending topic nasional di twitter.

*         *         *
Rekan blogger Tika Samosir mengisi daftar hadir

*         *         *
Rekan blogger Astri Ratnadiya berpose di depan banner Ngumbar Komunitas

*         *         *
Suasana di Kuningan City tempat berlangsungnya acara 

*         *         *
Ada Detik Travel juga! Salah satu kanal favorit saya

*         *         *
Berbagai makanan dan minuman yang murah meriah

*         *         *
Keberadaan booth fashion menyemarakkan acara 

*         *         *
Andai saya tidak pergi ke tempat lain, pasti sudah beli buat oleh-oleh 

*         *         *
Puluhan rekan blogger menyimak rangkaian acara Ngumbar Komunitas

*         *         *
Pembacaan puisi dari Komunitas Pedas

*         *         *
Sesi diskusi yang dipandu Ani Berta

*         *         *
Rekan blogger dari Komunitas Mangga yang berasal dari Indramayu

*         *         *
Foto bersama lintaskomunitas

*         *         *
Pergerakan tagar #NgumbarKomunitas di twitter sepanjang hari

*         *         *
Artikel Terkait Komunitas
Berkat Fun Blogging, Ngeblog Makin Asyik
Kota Roma Tidak Dibangun dalam Semalam
Tiga Dara Blogger
Tips Ngeblog Asyik: Jalin Hubungan Baik dengan Komunitas Blogger (I)
Tips Ngeblog Asyik: Pentingnya Mengisi Daftar Hadir
Ngeblog: Antara Hobi dan Mendatangkan Profit
- Di Balik Kompasianival 2016
- Rekaman Kopdaran Tahun 2012 Bersama Kompasianer (http://www.kompasiana.com/roelly87/rekaman-kopdaran-tahun-2012-bersama-kompasianer_550e07dca33311a62dba7e5e)

*         *         *
- Jakarta, 20 Februari 2017