TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Maret 2015

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Sabtu, 28 Maret 2015

Kado Ultah Terakhir dari Alena



Ketan Durian (Sumber foto: Dokumentasi pribadi/ www.roelly87.com)


Sebagai warga perantauan, salah satu rasa kangenku adalah mengenai makanan. Di ibu kota ini memang banyak yang menjual kuliner khas Sumatera Barat (Sumbar). Baik itu Rendang, Ayam Pop, Gulai Tanjung, Kepala Kakap, Dendeng Balado, dan sebagainya.

Hanya, rasanya tentu  berbeda ketimbang di kampung halaman. Terutama jika dibandingkan dengan masakan mandeh yang bikin aku rindu pada kuliner khas Minang. Tapi, bagaimanapun, keberadaanku di Jakarta bukan sekadar ingin bernostalgia. Melainkan demi mencari rezeki untuk kehidupan kelak. Terlebih, setiap Idul Fitri, aku memiliki libur dua pekan untuk berlebaran dengan mandeh, abak, dan ninik mamak lainnya.

Genap satu Pelita aku berada di kota ini. Sudah banyak pengalaman yang kudapat dari hiruk-pikutnya Jakarta dibanding heningnya desa Bayang di Pesisir Selatan (Sumbar). Secara tidak langsung, diriku sudah mulai beradaptasi dengan rekan-rekan kerja dan juga tetangga di sekitar kostan. Termasuk dengan Alena, partner kerja yang memiliki senyum menawan.

*       *       * 

"Hai Dra, mau kado apa pas ultah?" demikian Alena menyapa diriku saat kami berada di kantor yang langsung kubalas dengan senyum.

"Ultah? Aku saja tidak begitu ingat. Perasaan kan tiap tahun kita merayakan ultah."

"Ah elu, pan waktu gw ultah elu udah kirim jam tangan di online. Sekarang, gantian gw yang mau kasih elu kado. Ayo cepat, apaan? Atawa, weekend kita cari berdua?"

"Tidak usah Len. Converse dari kamu tahun lalu saja masih utuh..."

"Ah elu, pake sok jaim segala. Mumpung masih seminggu lagi, gw pan bisa cari kado?"

"Bener Len, tidak usah. Kamu sering kasih kado tiap tahun. Aku jadi tidak enak menerimanya..."

"Ha ha ha... Sotoy luh. Udah deh, apaan?"

"Lha, namanya kado ultah kan buat surprise. Ini kamu kok maksa sih?"

Tanpa sengaja aku memberi jawaban yang membuat merah Alena di hadapan pengunjung kantin lainnya. Semenjak itu, sore harinya dia tidak mau bertegur sapa lagi. Bahkan, ketika kami samprokan di ruang meeting pun, Alena tetap tidak melirikku. Padahal, selama ini, justru dia yang selalu menggoda ketika diriku sedang melakukan presentasi atau menerangkan soal pekerjaan di hadapan karyawan lainnya.

Ya, berawal dari ketidak sengajaan perkataan diriku itu mungkin telah membuat Alena tersinggung. Atau, bahkan kecewa, karena disebut "memaksa" di depan umum. Tapi, aku pribadi tidak terlalu mempermasalahkannya. Itu mengingat selama ini aku menganggapnya hanya sebatas kawan kerja. Meski, beredar kabar dari rekan-rekan lainnya bahwa Alena ada hati kepadaku. Dan, harus kuakui di dalam relung hati yang paling dalam bahwa aku pun sejujurnya menyukainya.

Bagi kebanyakan orang, Alena merupakan gadis yang perfect. Dia merupakan putri dari salah satu pengusaha terkaya di negeri ini. Alasan dia bekerja di perusahaan yang sama denganku dan enggan menjadi ahli waris keluarganya, karena Alena memang ingin mandiri. Alias tidak mau bergantung kepada kekayaan keluarganya yang mungkin tujuh turunan tidak akan habis.

Apalagi, sebagai gadis berdarah keturunan, dia sangat supel. Mudah bergaul dengan siapa saja. Dari mulai narasumber kelas kakap seperti pengusaha atau sekelas menteri, hingga office boy di kantor. Fakta itu yang membuat Alena dikagumi banyak pihak selain parasnya yang memang sangat memesona dengan alis mata yang lentik disertai lesung pipinya yang indah.

*       *       * 

Lima hari berlalu setelah insiden di kantin. Kini, diriku dan dirinya bagai magnet yang saling bertolak. Namun, sebagai manusia yang memiliki liangsim. Bagaimanapun, aku tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tahu terhadap Alena. Sebab, biasanya kami nyaris selalu bersama baik itu saat liputan, bertemu narasumber, hingga presentasi untuk event. Tapi, kini semua sudah lenyap.

Jangankan berbincang, saat bertemu pun Alena seperti membuang muka. Aku pernah mencoba untuk membuka komunikasi, namun dia hanya melengos begitu saja. Hingga ketika sedang bersantai  di basement kantor, aku melihat pemandangan yang tak lazim. Saat itu, Alena diantar oleh seorang pria!

Sebagai orang yang sudah mengenalnya dalam empat tahun terakhir, jelas aku tahu siapa Alena. Dia anak tunggal yang tidak mau merepotkan siapa saja -kecuali diriku dulu- untuk melakukan sesuatu. Biasanya, Alena pergi ke kantor dengan menumpang busway. Dan, pria yang kulihat dari kejauhan itu bukanlah tukang ojek. Lantaran, Alena sempat melambaikan tangan dengan mesranya ketika hendak masuk ke kantor. Dug!!!

Lupakan saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar 
Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Dan... Bukan maksudku, bukan inginku
Melukaimu sadarkah kau di sini ku pun terluka
Melupakanmu... Menepikanmu
Maafkan aku...


*       *       * 

Kabar adanya "kawan" yang mengantar jemput Alena seketika merebak di antero kantor. Tentu, rekan-rekan yang lain sempat heran dan banyak bertanya. Terutama kepada diriku yang selama ini dekat dengan Alena. Saat ini, aku merupakan sasaran empuk. Banyak yang mengatakan, pria itu merupakan pacar Alena, cowok, TTM, HTS, dan sebagainya. Tak sedikit pula yang menyebut selama ini diriku hanya jadi korban PHP dari Alena!

Toh, meski kecewa. aku berusaha tidak ambil pusing. Lantaran, niat awalku ke Jakarta untuk bekerja. Untuk itu, aku tidak terlalu perduli ketika banyak yang mengatakan kapan aku pacaran, kapan nikah, kapan kawin, dan lain-lain. Aku fokus kerja dulu, setelah cukup baru memikirkan rencana masa depan. Step by step.

Besok, Kamis, 26 Maret 2015, tepat seperempat abad lalu diriku hadir di muka bumi. Tidak seperti biasanya, karena tak ada ucapan selamat dari Alena. Ya, dalam tiga tahun terakhir, hanya dia yang rutin mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku dengan membuat gaduh kamar hingga sempat ditegur engkong Sabeni, pemilik kost ini. Lantaran, diriku enggan untuk gembar-gembor tanggal lahir kepada rekan-rekan di kantor atau kostan karena tidak mau dikerjai untuk diceplok telor. Begitu juga di jejaring sosial seperti facebook yang pengaturan tanggal lahir kubuat hanya only me.

Hingga, setelah pulang dari kantor yang sudah larut. aku bersandar di beranda kamar kost yang terletak di lantai dua. Hanya ada bintang yang kerlap-kerlip diiringi sesekali suara kendaraan bermotor yang lewat. Hening dan hanya ditemani dua lembar koran nasional dan olahraga. Tanpa sadar, aku melirik arloji di tangan kiriku yang sudah menunjukkan pukul 01.35 WIB.

Pukul 00 WIB lewat beberapa menit, mandeh dan apak, serta beberapa keluarga lainnya telah mengucapkan selamat ulang tahun melalui pesan singkat. Suatu anugerah bagiku karena, meski terpisah jauh, mereka tetap mengingatnya. Hanya, dari lubuk hatiku justru memikirkan dirinya. Tapi, sudahlah, aku mencoba untuk melangkah ke depan. Toh, bagaimanapun, aku selama ini menganggap dirinya sebagai sahabat sekaligus partner kerja.

Perlahan, aku beringsut menuju kamar yang seketika menjadi gelap meski seingatku tadi sudah menyalakan lampu sebelum ke lantai dua.

"Selamat ulang tahun Dra!" ujar Alena yang mengagetkanku karena sudah berada di belakang pintu sambil menekan saklar.

"Hei, sejak kapan kamu ada di sini?"

"Dari jam 12-an Dra. Elu sih, ngelamun terus di atas. Gw mau panggil ga jadi, ya udah gw pengen bikin kejutan buat elu."

"Kejutan?"

"Iya, ini Ketan Durian buat elu. Ini kado ultah spesial dari gw. Dimakan ya, emang sih udah dingin, tapi gw bikinnya tiga hari tiga malam cari resep ini. Secara, elu kan tahu, gw alergi sama durian. Tapi, sejak Kamis gw dianter Wisnu, sepupu gw yang baru tiba dari Turin buat tanya-tanya resepnya sama penjualnya yang ada di Radio Dalam. Elu ingat kan, kalo kita pernah ujan-ujanan waktu makan ketan ini gara-gara elu kayak ngidam masakan khas Sumbar?"

"Iya Len. Terima kasih ya. Kamu ternyata masih ingat makanan kesukaanku."

"Kita kan temenan udah empat tahun sejak 2011 hingga semalem."

"Semalem? Maksudnya..."

"Ya udah, elu cobain deh. Gw yakin, rasanya ga kalah sama yang di Radio Dalam. Mungkin, kelezatannya cuma sedikit di bawah bikinan mande elu di Sumbar. He he."

"Sip Len. Ini aku cicipi. Enak kok,"

"Tuh kan, pastilah 'bikinan Alena' tentu aja enak. Oh ya, abis ini gw mau ajak elu ketemu seseorang."

"Siapa? Wisnu, maksud kamu?"

"Bukan, kalo Wisnu mah sepupu gw. Sengaja dia ga gw kenalin biar elu cemburu. Hi hi hi. Tapi, kali ini ada orang yang sejak semalam ngarep ketemu elu. Sampe dibela-belain hujan-hujanan naik kendaraan."

"Oke Len, aku mandi dulu ya."

"Iya, ntar gw tunggu. Jangan lama-lama mandinya."

*       *       * 
Alena memang gemar membuat kejutan. Meski begitu, dia orang yang baik. Bahkan, sampai bela-belain selama seminggu sengaja menjauhi diriku untuk bikin kejutan memberi kado ultah Ketan Durian kesukaanku yang mengingatkan pada kampung halaman.

Selesai mandi, aku sudah tidak melihat keberadaannya di kamar lagi. Aku segera mencari ke lantai atas dan juga di bawah siapa tahu dia sudah menanti di tempat parkir. Mengetahui diriku yang sedang kebingungan, engkong Sabeni langsung menghampiri.

"Ade ape tong, malam-malam malah celingak-celinguk"

"Ini kong, nyari teman."

"Temen? Muke gile loh tong. Pan dari jam 11 pintu kostan udah ane tutup. Ga ada tuh yang datang ke sini. Elo kan yang terakhir buka pintu."

Mendengar penuturan kong Sabeni yang memang biasa berkata apa adanya karena beliaulah yang memegang kunci untuk akses masuk ke kostan, aku langsung kembali ke kamar. Saat membuka pintu, di meja terdapat secarik kertas yang bersebelahan dengan bungkus Ketan Durian. Langsung kubaca yang isinya membuatku agak limbung:

"Dra, maaf. Mulai sekarang, gw ga bisa nemenin elu lagi. Terima kasih ya, empat tahun ini elu udah jadi sahabat sejati gw. Gw berharap elu dapat yang terbaik."

Dalam keadaan tak percaya atas surat tersebut, tiba-tiba ponsel berdering yang langsung kutempel ke telinga.

"Dra, ini saya Wisnu, sepupu Alena. Saya dan pihak keluarga hanya mau mengabarkan. Bahwa, sejak jam 11 malam, Alena sudah tiada. Kami berharap kamu bisa menghadiri upacara kremasi Alena, sore ini di Rumah Duka Jelambar. Saya dan orangtua Alena berterima kasih karena kamu sudah mau menjadi teman terbaiknya selama ini. Terima kasih ya Dra."

Tut... Tut... Tut...

Suara telepon di seberang terputus saat diriku hendak menanyakan lebih lanjut. Tak lama, muncul pesan singkat dari, Pak Luigi, manajemen di kantor yang mengabarkan bahwa Alena sudah meninggal pukul 23.00 WIB. Beliau meminta aku dan karyawan lainnya untuk melayat ke rumah duka.

Seketika pikiranku jadi gelap. Membayangkan kawan terdekat selama empat tahun ini telah tiada. Tampak bungkusan Ketan Durian yang saat kusentuh lagi memang sudah dingin. Jadi...

*       *       * 
Fiksi Horror sebelumnya:
- Pagutan Lembut Sang Gadis, Ternyata...
- Bersekutu dengan Setan
- Kenangan Main Petak Umpet
- Yang Liu

Artikel Kuliner sebelumnya:
Keanekaragaman Kuliner Indonesia menurut Perspektif Arie Parikesit
Melepas Lelah dengan Segelas Kopi Aceh di Pasar Santa
Bernostalgia dengan Legitnya Ketan Durian Khas Sumatera Barat
Menikmati Nasi Kucing di Sudut Utara Ibukota
Sensasi Merasakan Masakan ala Jepang
Tentang Kuliner Halal di Disneyland Hongkong
Jajanan di Bursa Kue Subuh Pasar Senen
Seharian di Hotel Santika Premiere Jakarta

*       *       * 
#CerpenKuliner #TTG4
- Cikini, 28 Maret 2015

Selasa, 24 Maret 2015

Menikmati Eksotisnya Candra Naya yang Tersembunyi



Candra Naya yang tersembunyi di "kolong" gedung bertingkat  (www.roelly87.com)



ADAGIUM lawas yang mengatakan, "Uang bukan segalanya. (Tapi) segala sesuatu memang butuh uang," mungkin masih relevan hingga kini. Setidaknya itu yang terlintas di benak saya ketika menyaksikan rumah tua berusia ratusan tahun yang masih kokoh sampai sekarang. Yang menarik, bangunan tersebut terletak di tengah-tengah gedung bertingkat yang menjulang tinggi.

Ya, nama rumah tua itu adalah Candra Naya. Mungkin, sudah banyak yang mengenal cagar budaya yang terletak di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Tapi, belum tentu juga ada yang mengetahui lokasi persisnya. Termasuk saya yang tinggal tidak jauh dari Candra Naya, tapi harus muter-muter lebih dulu untuk bisa sampai ke lokasi pada Jumat (20/3).

Itu karena keberadaan Candra Naya seperti "tersembunyi" di antara deretan gedung-gedung bertingkat di sentra hiburan barat Jakarta. Tepatnya, berada di tengah-tengah Green Central City (GCC) yang merupakan kompleks apartemen, komersial, dan hotel (Novotel). Alhasil, untuk bisa mendatanginya, saya harus masuk ke areal GCC menuju tempat parkir yang berada tepat di bawah Candra Naya.

Sebagai seorang yang gemar bertualang dan menyukai sejarah, jelas ada perasaan bangga dalam diri saya ketika pertama kali menginjakkan kaki di sekitar Candra Naya. Sebab, memang sudah lama saya memimpikan untuk mengunjungi rumah yang dulunya merupakan kediaman Mayor Khouw Kim An pada periode 1910-1918.

Catatan itu saya kutip dari keterangan yang terpampang di samping pintu utama yang berjudul "Sejarah Mengenai BANGUNAN CANDRA NAYA (Asosiasi Xinming)". Menurut keterangannya, Candra Naya dibangun pada 1807 atau 1867 tahun kelinci penanggalan Tionghoa. Jadi, memang bangunan yang memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi ini memiliki nilai historis yang tinggi.

Terlebih, yang membuat saya lega, ternyata sang pemilik, GCC, turut melestarikan bangunan tersebut dan tidak membongkarnya. Sebaliknya, sejak 2012, mereka memadukan Candra Naya dengan apartemen, hotel, dan beberapa tempat kuliner (Sumber Kompas.com). Bisa dipahami mengingat satu dekade lalu, cagar budaya ini nyaris dipindahkan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang akhirnya dicegah Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso (Sumber TheJakartaPost.com).

*       *       *

Sayangnya, saya tiba menjelang senja. Alhasil, saya tidak bisa masuk ke ruangan utama dan menemui penjaganya. Meski begitu, saya masih dapat menikmati pemandangan bangunan utama dan dua sayap Candra Naya yang sangat eksotis. Sumpah, areal sekelilingnya yang berlatar temaram, termasuk di belakang bangunan yang ada kolam ikan, sangat indah dan wajib diabadikan!

Sekilas, saat mengelilingi areal Candra Naya mengingatkan saya pada film "Up" yang populer pada 2009. Sebab, dalam animasi keluaran Pixar Studio yang merupakan anak perusahaan Walt Disney -pemilik Marvel The Avengers- ini memiliki cerita yang mirip. Yaitu, tentang kakek yang enggan rumah tuanya dibongkar akibat dikelilingi bangunan modern hingga memilih menerbangkannya.



Kendati tidak bisa melihat ruangan utama dan menemui penjaganya, Saya beruntung karena dapat beberapa informasi menarik dari petugas satuan pengamanan (satpam) dan juga pengunjung lainnya ketika kami sedang beristirahat di kedai yang terletak di sisi kiri Candra Naya. Dalam bincang-bincang itu, diketahui jika Candra Naya memang setiap harinya kerap dikunjungi banyak orang.

Tidak hanya penduduk setempat seperti saya, atau wisatawan lokal, dan warga keturunan saja. Melainkan juga dari turis mancanegara, terutama yang berasal dari Asia Timur (Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, Thailand, dan Jepang). Mungkin, itu berkaitan dengan sejarah mereka yang berkaitan dengan Candra Naya meliputi aspek budayanya.

Menurut satpam yang tidak ingin disebutkan namanya itu, Candra Naya menjadi destinasi utama bagi pasangan untuk sesi foto pre wedding (noted, pengen euy ^_^). Bahkan, ada pengunjung yang rumahnya tak jauh dari Candra Naya, mengatakan bahwa beberapa tahun lalu "konon" ada selebriti yang ingin melakukan resepsi pesta pernikahan yang kabarnya ditolak.

Mendengar penuturan itu, jelas membuat saya mengernyitkan dahi. Wajar kalau pengajuan nikah itu ditolak, karena Candra Naya adalah cagar budaya yang harus dilestarikan. Lagipula, selebriti itu (artis katanya) seperti tidak punya modal atau memang sengaja mencari sensasi saja. Beda lagi jika resepsinya dilakukan di Novotel yang meminjam halaman Candra Naya karena memang satu lokasi.

Nah, bagi rekan-rekan blogger ada yang tertarik untuk mengunjungi Candra Naya, berikut informasinya:

Nama bangunan: Candra Naya
Lokasi: Jalan Gajah Mada 188, Jakarta Barat (di dalam kompleks  Green Central City, seberang Lindeteves Trade Center LTC Glodok)
Akses: Peta (google maps)
Pemilik: Green Central City
Status: Cagar budaya yang dilindungi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 (Kemdikbud)
Fasilitas: Toilet pria/wanita, Kopi Oey, 7-Eleven, ATM
*       *       *
Halaman belakang yang berbatasan dengan gedung GCC

*       *       *
Senja yang temaram

*       *       *
Kolam ikan yang menambah eksotis

*       *       *
Suasana di samping kanan bangunan utama: Kopi Oey

*       *       *
Lorong di samping kiri

*       *       *
Catatan izin renovasi dari pihak GCC

*       *       *
Bangunan di sayap kanan

*       *       *
Perahu Naga

*       *       *
Properti di GCC yang jadi pintu masuk ke Candra Naya

*       *       *
Tempat parkir yang berada di bawah Candra Naya

*       *       *

- Seluruh foto yang ada di artikel ini merupakan dokumentasi pribadi (www.roelly87.com)
- Referensi artikel terlampir dalam link tulisan

*       *       *
- Padang, 24 Maret 2015

Sabtu, 21 Maret 2015

Aneka Ragam Kuliner Indonesia



Arie Parikesit dalam #KulinerIndonesiaku (Sumber foto: dokumentasi pribadi/ www.roelly87.com)


BERBICARA mengenai kuliner Indonesia, ingatan saya tidak jauh dari rendang, sate, soto, sop, gudeg, dan... uduk! Itu karena beberapa masakan tersebut sejak zaman baheula hingga kini sudah terkenal di kolong langit. Terutama setelah kantor berita internasional, CNN, melakukan survei tentang masakan terlezat di dunia.

Tapi, ternyata saya SALAH BESAR. Kenapa? Sebab, masih banyak kuliner di Tanah Air yang rasanya tidak kalah lezatnya dari apa yang saya sebut di atas. Sayangnya, saya dan (mungkin) mayoritas rakyat di Indonesia justru belum mengenalnya.

Sebenarnya, wajar saja mengingat Indonesia termasuk dalam daftar negara dengan keanekaragaman kuliner terbesar di dunia. Bahkan, menurut Arie Parikesit, negara kita merupakan pemilik keanekaragaman kuliner terbanyak di muka bumi ini. Perbandingannya bukan lagi dengan Tiongkok, India, apalagi "cuma sekelas" Thailand. Melainkan benua!

*        *        *
Pernyataan itu diungkapkan Arie dalam acara bertema #KulinerIndonesiaku di Warung Tekko cabang Sunter Icon, Jakarta Utara, Sabtu (21/3) pagi tadi. Pada event yang diselenggarakan Kecap Bango itu, Arie membagikan pengalamannya selama melakukan Ekspedisi Warisan Kuliner ke 120 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Bagi seorang blogger, termasuk saya, jelas pengalaman Arie sangat menambah wawasan dalam ngeblog. Terutama memperkaya pilihan untuk memasukkan kuliner sebagai tema di blog pribadinya. Bahkan, ada beberapa blogger yang mengkhususkan diri mengulas kuliner dalam blog personal. Oh ya, Arie adalah CEO Kelana Rasa Culinary Solutions Consulting.

Jadi, apa yang dikatakan pemilik akun twitter @arieparikesit itu mengenai keanekaragaman kuliner Indonesia terbanyak di dunia, sangat beralasan. Maklum, banyak di antara masyarakat di negeri ini yang kurang tahu masakan khas dari wilayah lainnya di Indonesia. Pasalnya, Indonesia yang memiliki 33 provinsi dan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke ini memiliki keunikan tersendiri.

"Keanekaragaman kuliner kita yang melimpah ini jadi kelebihan sekaligus kelemahan," tutur Arie di hadapan puluhan blogger yang menghadiri acara tersebut. "Indonesia ini bandingannya bukan lagi sama Tiongkok, India, atau Thailand. Melainkan dengan benua seperti Eropa. Sebab, warisan kuliner kita tersebar luas berdasarkan daerahnya masing-masing. Misalnya, di Aceh tidak ada sagu. Sementara, di Maluku juga tidak ada kari."

Yang menarik perhatian saya ketika Arie membicarakan  mengenai beberapa kuliner di Indonesia yang setiap daerahnya masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Hanya, itu semua belum begitu dikenal luas. Misalnya, di Halmahera, sirsak dijadikan makanan pokok pengganti nasi. Sementara, di Riau, laksa justru terbuat dari sagu. Begitu juga di Makassar terdapat Pallu Basa, yaitu sop yang dihidangkan dengan telor mentah!

Bahkan, di Gunung Kidul, banyak warganya yang memiliki santapan tergolong "ekstrem": Belalang dan lava yang digoreng! Aneh sih saat mendengarnya pertama kali. Tapi, itu merupakan fakta yang tak terbantahkan. Bahwa, negeri ini memang memiliki keanekaragaman kuliner yang sangat besar.

*        *        *

Saya pribadi sejauh ini meski kerap menjelajah ke beberapa daerah di nusantara, tapi sejauh ini belum menemukan kuliner yang aneh-aneh apalagi sampai ekstrem seperti yang disebutkan Arie. Paling banter, yang khas dan menjadi ciri keunikan daerah masing-masing. Maka, ketika mendapat tawaran dari rekan blogger, Haya Aliya Zaki untuk mengikuti acara Arie bersama Kecap Bango, saya langsung antusias untuk mengikutinya.

Kebetulan, Sabtu merupakan hari libur yang berarti saya bisa menghadiri berbagai acara blogger. Termasuk bertemu dengan beberapa rekan seperti Dian Kelana, Sumarti Saelan, pasangan Vema Syafei-Erri Subakti, dan lainnya.

Apalagi, saya sendiri sudah tidak asing dengan Warung Tekko. Lantaran sudah beberapa kali merasakan nikmatnya masakan khas citarasa nusantara dengan kualitas yang terbaik. Khususnya menu iga sapi dengan berbagai varian yang rasanya bikin merem-melek. Di antaranya ketika menghadiri diskusi rekan kompasianer Posma Siahaan serta perayaan HUT ke-50 Tyti Singayoedewe.

Mengenai Kecap Bango, saya sendiri kurang begitu paham tentang produk dan keistimewaannya karena memang belum pernah memasak sama sekali. Tapi, mengenai rasa, menurut saya sudah pas di lidah. Apalagi botol dan sachet-nya selalu tersedia di rumah nyaris sepanjang waktu.

Nah, dalam kesempatan itu, Arie juga menyebut ada lomba untuk blogger. Hanya, kali ini bukan untuk kompetisi menulis di blog pribadi. Melainkan membuat review-nya di aplikasi ponsel yang dapat di download di www.bango.co.id/app/. Untuk 10 pemenangnya akan mendapat hadiah menarik. Yaitu, bakal menjadi tamu kehormatan Festival Jajanan Bango di Yogyakarta! Anda tertarik?

*        *        *
Rekan-rekan blogger 

*        *        *
Lomba mencicipi masakan

*        *        *
Dian Kelana dalam sesi tanya jawab

*        *        *
Dua rekan blogger: Sumarti Saelan dan Vema Syafei

*        *        *
Manajer Warung Tekko cabang Sunter Icon, Sidik Kadarsyah

*        *        *
Saatnya makan siang :)

*        *        *
Wow... Iga bakar saus madu! 

*        *        *
Warung Tekko Sunter Icon

*        *        *

*        *        *

Artikel Kuliner sebelumnya:
Melepas Lelah dengan Segelas Kopi Aceh di Pasar Santa
Bernostalgia dengan Legitnya Ketan Durian Khas Sumatera Barat
Menikmati Nasi Kucing di Sudut Utara Ibukota
Sensasi Merasakan Masakan ala Jepang
Tentang Kuliner Halal di Disneyland Hongkong
Jajanan di Bursa Kue Subuh Pasar Senen
Seharian di Hotel Santika Premiere Jakarta

*        *        *
- Cikini, 21 Maret 2015

Kamis, 19 Maret 2015

Fakta Menarik Leg II Babak 16 Besar Liga Champions 2014/15


Fakta Menarik Leg II Babak 16 Besar Liga Champions 2014/15

Juventini di SUGBK saat Juventus datang Agustus lalu (www.roelly87.com)

DELAPAN tim sudah memastikan lolos ke perempat final Liga Champions 2014/15. Mereka akan saling berjibaku untuk memastikan tempat ke semifinal. Untuk babak delapan besar berlangsung pada 14-15 dan 21-22 April.

Sementara, undiannya diselenggarakan Jumat (20/3) di markas UEFA, di Nyon, Swiss. Sambil menantikan hasil undian besok, berikut ini kami sajikan beberapa fakta menarik di fase knock-out Liga Champions:

1 – Juventus menjadi satu-satunya wakil Italia di kasta terelite Eropa. Spanyol jadi negara dengan wakil terbanyak hingga tiga tim (Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid). Di bawahnya ada Prancis (AS Monaco dan Paris Saint-Germain) diikuti Jerman (Bayern Muenchen) dan  Portugal (Porto). Ironisnya, Inggris yang mengklaim sebagai penemu sepak bola tanpa ada satu pun wakilnya setelah Manchester City, Liverpool, dan Arsenal gugur di babak 16 besar dan Liverpool di fase grup.

2 – Patrice Evra mencetak assist keduanya bersama Juventus musim ini yang seluruhnya diberikan untuk Carlos Tevez. Sebelumnya, bek asal Prancis itu melakukannya di Seri A  ketika Juventus menghantam Atalanta 3-0 (27/9).

3 – Untuk pertama kali sepanjang kariernya, Carlos Tevez terlibat dalam 3 gol di Liga Champions: 2 gol dan 1 assist saat Juventus mengalahkan Borussia Dortmund 3-0.

3 – Carlos Tevez mencetak gol ke gawang Borussia Dortmund pada menit ketiga. Itu merupakan gol tercepat kedua Juventus sepanjang sejarah setelah Alessandro Del Piero pada 1997 (vs Manchester United).

5 – Carlos Tevez sudah mencetak 8 gol di Liga Champions musim ini yang jadi rekor terbaiknya. Sebelumnya, Tevez hanya mampu mengemas 6 gol pada 33 pertandingan di Liga Champions bersama Juventus, Manchester City, dan Manchester United.

3 – Borussia Dortmund menderita kekalahan kandang terbesar di Liga Champions dari Juventus 0-3 setelah dipermalukan Rosenborg pada Oktober 1999.

9 – Juventus melangkah ke semifinal Liga Champions (tidak termasuk Piala Champions) untuk kesembilan kalinya sepanjang sejarah yang merupakan terbanyak di antara klub Italia. Terakhir kali pada 2012/13.

21 – Lionel Messi sudah mencetak 21 assist di semua kompetisi musim ini yang jadi terbanyak di antara pemain La Liga lainnya.

8 – Barcelona lolos ke perempat final Liga Champions dalam 8 musim beruntun sejak 2006/07. Musim lalu, “El Barca” disingkirkan Atletico Madrid di babak ini.

10 – Joe Hart melakukan 10 penyelamatan saat Manchester City menghadapi Barcelona yang jadi rekor terbaik kiper di Liga Champions musim ini.

1 – Sergio Aguero merupakan pemain Manchester City pertama yang gagal mencetak assist di Liga Champions dari 9 kesempatan.

3 – Hanya 3 tim Inggris yang mampu melangkah hingga perempat final Liga Champions dalam empat musim terakhir. Kali terakhir Inggris tanpa wakil di babak delapan besar kasta terelite Eropa itu pada 2012-13 yang ironisnya berlangsung di London.

1 – Ivan rakitic merupakan pemain Barcelona pertama yang mencetak gol di Liga Champions yang bukan berasal dari Spanyol atau Amerika Selatan sejak Seydou Keita pada April 2011.

1 – Hanya satu dari 8 tim di perempat final Liga Champions ini yang belum pernah melangkah hingga final: Paris Saint-Germain (PSG).

31 – Lionel Messi berperan atas 31 gol Barcelona di semua kompetisi sepanjang 2015: 20 gol dan 11 assist.

71 – Ivan Rakitic menjadi pemain ke-71 Barcelona yang mencetak gol di Liga Champions yang merupakan terbanyak di antara tim lainnya.

100 – Manchester City melakoni pertandingan 100 di semua kompetisi Eropa saat ditekuk Barcelona. Rekornya menang 49, imbang 22, kalah 28.


131 – Stadion Camp Nou sudah menggelar 100 laga di Liga Champions yang merupakan terbanyak ketiga setelah Giuseppe Meazza 131 pertandingan dan Santiago Bernabeu (102 laga).

Patrice Evra melayani tanda tangan Juventini di SUGBK



*        *        *
Artikel Terkait
Andrea Pirlo: Allegri bisa Memberi yang Terbaik
Giorgio Chiellini: Saya Cinta Juventini Indonesia!
Claudio Marchisio: Cuaca di Jakarta Seperti di Manaus
Dahlan Iskan: Generasi Muda harus Olahraga
Erick Thohir: Saya Percaya Loyalitas Dua Arah
Kisah Ponsel Dua Presiden Seri A:  Erick Thohir dan Andrea Agnelli


*        *        *
Komunitas Lainnya
Kunjungan Timnas Belanda: Di Kota Tua Mereka Terpana
JCI Konvoi Scudetto ke-30
Nobar Liverpool vs Real Madrid di Kampus Trilogi
Nobar Merakyat Bersama TVOne
Nobar Ditemani Model Seksi Popular Angels

*        *        *

Semua Tentang Inter
Giuseppe Meazza Pindah ke Jakarta
Erick Thohir: Inter Incar Liga Champions
ICI Syukuran HUT ke-11
Buka Bersama ICI: Dari, Oleh, dan Untuk Interisti
Satu Dekade ICI: Semangat Kekeluargaan dari Interisti
Erick Thohir: Mancini Sosok yang Ambisius!
Diego Milito dan Angka 22

*       *       *

- Senayan, 19 Maret 2015

Sabtu, 14 Maret 2015

Ultah Kelima IN Distretto Jakarta


Ultah Kelima IN Distretto Jakarta 

Memberikan dukungan kepada Parmagiani Indonesia.


Tiup lilinnya...


INDONESIA memiliki banyak basis kelompok suporter. Salah satunya Indonesia Nerazzurra (IN). Mereka adalah salah satu kelompok suporter terbesar FC Internazionale di Indonesia. Mereka telah memiliki beberapa cabang di Tanah Air. Dan, pada hari Minggu (8/3), IN Distretto Jakarta mengadakan perayaan ulang tahun kelima.

Perayaan yang digelar di Maitrin Lounge & Bar, Jakarta, bukan hanya pesta anggota IN seluruh Nusantara. Beberapa perwakilan fans club lain juga ikut hadir untuk memberikan ucapan pada hari jadi.

Beberapa di antaranya Jakarta Laziale (Lazio), Big Reds Jakarta (Liverpool), Jakartans Citizens (Manchester City), Ultras Persija Jakarta, Parmagiani Indonesia (Parma), dan banyak lagi. Termasuk kehadiran dua perwakilan Inter Club Indonesia (ICI) region Jakarta dan Sampit.

Perayaan kali ini juga sekaligus dijadikan pemersatu dengan fans clu blain. Mereka turut berempat terhadap Parmagiani Indonesia yang tengah bersedih lantaran klub kesyangannya bermasalah. Mereka terancam bangkrut. Teriakan #SaveParma menggema di antero gedung yang berlokasi di Jalan Kayu Putih Raya no 1, Pulomas, Jakarta Pusat, ini.

“Terima kasih untuk rekan-rekan IN di seluruh nusantara yang telah berpartisipasi. Juga kepada fans club lainnya yang telah berkenan hadir di acara ini. Kami, Indonesia Nerazzurra Distretto Jakarta, berharap ke depannya hubungan baik antarsuporter ini dapat terus terjaga,” kata Ketua IN Distretto Jakarta Yudi Tanurahardja saat pemotongan kue.

RE:BORN5 dan Harapan

Dalam acara yang bertema RE:BORN5 – Fe5taDiCompleanno itu disajikan pemutaran film dokumenter mengenai profil IN dan kejayaan Inter. Tak lupa, performance dari live music, games, door prize, hingga stand up comedy.

IN Distretto Jakarta berdiri 8 Maret 2010 atau hanya sehari sebelum Inter merayakan HUT ke-102. Mereka dikenal sebagai salah satu fans club yang memiliki anggota loyal.

Nyaris setiap pekan, IN kerap mengadakan acara yang tersebar di berbagai distretto-nya, termasuk Jakarta. Itu meliputi nonton bareng (nobar), bakti sosial, hingga donor darah.

“Anggota kami saat ini mencapai 10 ribu, tersebar di seluruh Tanah Air,” Presiden IN Rezki Eka Putra.

“Kami juga menjalin hubungan baik dengan fans club lainnya. Termasuk ICI yang sama-sama merupakan pendukung ‘La Beneamata’. Kami berharap Inter semakin besar setelah dijabat pak Erick Thohir yang berasal dari Indonesia,” ujar Eka.


*        *        *
Sambutan dari perwakilan Parmagiani Indonesia

*        *        *
Kado ultah dari ICI Sampit

*        *        *

PROFIL IN DISTRETTO JAKARTA
Berdiri: 8 Maret 2010
Anggota resmi: Sekitar 10 ribu (IN Pusat)
Biaya pendaftaran: Rp 40 ribu
Website: Indonesia-Nerazzurra.com
Twitter: @IN_Djakarta @Ina_Nerazzurra

Harian TopSkor 10 Maret 2015
Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 054 Vol 11, Selasa, 10 Maret 2015

- Senayan, 14 Maret 2015

Rabu, 11 Maret 2015

Ternyata, Hulk bisa Main Dampu dan Takut Tikus!



Dari kiri ke kanan: Thor, Nick Fury, Wolverine, Spiderman, dan Hulk! (Sumber foto: https://www.facebook.com/hrjoephotography)

ANDA mengaku sebagai penggemar tokoh kartun Hulk? Tentu, Anda pasti tahu bahwa sosok bertubuh raksasa itu sebagai salah satu superhero terkuat di kolong langit ini. Selain versi komik dan kartun, Hulk beberapa kali dibuat dalam layar lebar.

Teranyar, alter-ego dari Dr. Bruce Banner ini akan tampil dalam sekuel The Avengers: Age of Ultron (AoU). Ok, kali ini saya tidak ingin membahas tentang kekuatan Hulk atau sinopsis AoU yang rencananya tayang di Indonesia serentak pada 25 April 2015.

Nah, tahukah Anda, bahwa Hulk itu ternyata jago bermain dampu? Ya, dampu merupakan permainan anak-anak di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, seperti dalam adat betawi dan sebagainya. Satu hal lagi, Hulk punya kelemahan. Tentu bukan dengan ditunjukkan batu crypton seperti halnya Superman atau dikurangi dosis takaran serum-nya.

Melainkan, cukup disodorkan tikus! 100% sosok yang pertama kali terbit sebagai tokoh kartun pada 1962 itu bakal lari terbirit-birit! Yang mencengangkan, ternyata bukan hanya Hulk saja yang takut dengan tikus. Tapi juga pangeran Asgard Thor, Tony Stark sang Ironman, hingga Wolverine pun memilih ngumpet di atas kursi!
*       *       *

Tenang saja, itu bukan dalam film, serial kartun, atau komik. Melainkan pada action figure koleksi Edy Hardjo. Berdasarkan info yang saya baca di Kaskus.co.id dan telah diverifikasi ke sumber resmi baik di media online dan situs facebook-nya (Detik.com, Liputan6.com, dan Merdeka.com).

Edy Hardjo merupakan fotografer asal Indonesia yang kini tengah jadi perbincangan di forum luar negeri. Itu karena dia memang menjual action figure-nya secara online. Nah, saat itu, Edy Hardjo mempunyai pikiran untuk merombak jajaran mainan superhero-nya.

"Mengenai ide, biasanya saya ambil dari pengalaman yang saya temukan sehari-hari. Misalnya, meliha tibu-ibu menjahit baju. Saya kepikiran kalau saya foto Hulk sedang menjahit celananya yang selalu sobek bisa cukup menghibur," ujar Edy Hardjo seperti saya kutip dari Detik.com.

Yang menarik, hasil karyanya itu ternyata disukai banyak pihak. Termasuk dari Mark Rufallo, pameran Hulk di The Avengers dan Aou. "Para superhero, mereka sama seperti kita!" demikian tulis Mark Rufallo di Tumblr resminya yang di-share di halaman facebook-nya yang menginspirasi saya untuk mengumpulkan action figure lagi seperti pada 2012 lalu dalam postingan Riwayat Panjang Mainan dari Masa Kecil.

Tertarik menyimak, kreasi Edy Hardjo dalam memodifikasi action figure seperti Hulk, Captain America, Spiderman, Wolverine, hingga Black Widow yang agak-agak vulgar? Silakan menuju akun facebook (facebook.com/hrjoephotography) dan instagramnya (instagram.com/hrjoe_photography).



*       *       *
Ketika Superhero takut sama tikus! Bahkan, mjolnir pun ga mempan :)

*       *       *
Black Widow mencabut bulu ketiak...

*       *       *
Thor tampak klimis rambutnya digunting...

*       *       *
Sisi lain Hulk sebagai superhero: Menjahit celananya sendiri :)

*       *       *
Ups... pipis rame-rame euy

*       *       *
Lihat wajah Spiderman di balik topengnya... *gagal fokus

*       *       *

- Seluruh foto yang ada di artikel ini berasal dari akun facebook HRJOE dan instagram HRJOE yang sudah diberi izin dari beliau langsung untuk dipublikasikan.
- Sumber artikel ini terlampir dalam tulisan
*       *       *
Sebelumnya:
- Riwayat Panjang Mainan dari Masa Kecil
Antara The Avengers: Age of Ultron, Samsung, dan Penantian Tiga Tahun
Antara Hammer Girl, Palu, dan Senjata Unik Lainnya dalam Film
Lima Film Kartun Legendaris
Nostalgia Dua Dekade Jurassic Park
Komik: Kenangan Jadul yang Tak Terlupakan
Ketika Iron Man Membuka Topeng Aslinya

*       *       *

- Senayan, 11 Maret 2015