TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Ketika Pemain jadi Raja Jalanan

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 31 Desember 2014

Ketika Pemain jadi Raja Jalanan



Mattia Perin piawai di bawah mistar gawang tapi harus dihukum (Sumber foto: DailyMail.co.uk)

RUPANYA banyak pesepak bola yang diam-diam ingin jadi pembalap. Mereka memacu mobil sport di jalan raya tanpa memikirkan keselamatan diri maupun orang lain hanya demi memuaskan hasrat terpendam. Yang lebih parah, beberapa pemain itu tidak punya surat izin mengemudi (SIM).

Bintang Borussia Dortmund, Marco Reus, didena 530 ribu euro (sekitar Rp 8,1 miliar) dan diwajibkan mengikuti sekolah setir mobil karena nekat berkendara tanpa SIM. Dengan penuh penyesalan, gelandang serang itu berkata, "Saya sudah menjadi orang bodoh. Pada usia 18 tahun, saya sudah mendapat beberapa pelajaran berharga tapi kemudian saya tidak memberi contoh. Saya tidak tahu kenapa."

Pengalaman serupa pernah dialami Frank Ribery dan Sergio Ramos beberapa tahun lalu. Di Italia, juga ada pesepak bola yang melakukan kebodohan. Akhir November lalu, Mattia Perin ditilang gara-gara mengemudi sambil mabuk. Alhasil, SIM kiper Genoa itu dicabut dan dia dihukum untuk ikut serta dalam kampanye pencegahan kecelakaan.

Perin bukanlah yang pertama dan pasitnya tak akan menjadi yang terakhir. Sebelumnya sudah banyak pemain Seri A yang membuat masalah di jalan raya. karena pemain akan selalu mencuri perhatian dengan mobil mewah yang mereka miliki.

Beberapa tahun lalu, empat pemain fiorentina asal Eropa Timur seperti Stefan Jovetic, Adem Ljajic, Haris Seferovic, dan Nikola Gulan terpaksa berurusan dengan polisi. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari tidak punya SIM hingga menyebabkan kecelakaan.

Gelandang muda AC Milan, M'Baye Niang pernah ditilang karena mengemudi di bawah umur dan memberikan dokumen palsu. Dua tahun kemudian, di Montpellier, dia menabrakkan mobil Ferrari-nya ke pohon. Masih banyak kasus mobil mewah pemain yang hancur karena suatu insiden. Kasus terakhir dialami mobil Lamborghini milik Keita Balde Diao, striker Lazio.

Lahan Bisnis
Namun, tidak semua pemain yang memiliki mobil mewah akan bertindak ugal-ugalan di jalan raya. Gelandang sentral "I Rossoneri", Sulley Muntari jeli melihat peluang bisnis dari ketertarikan rekan-rekannya pada mobil mewah.

Pemain asal Ghana itu mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang modifikasi mobil. Salah satu kliennya adalah Mario Balotelli. Eks striker Lazio yang kini berkostum Bastia, Djibril Cisse pernah muncul di "Pilm My Ride", sebuah program televisi tentang modifikasi mobil. Saat itu interior mobil Plymouth Power miliknya yang dirombak.

Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 27 Desember 2014

*        *        *


Artikel FC Internazionale sebelumnya

Artikel Juventus sebelumnya:

Artikel AC Milan sebelumnya
*        *        *

inematografi oke punya, jawara lah taun ini
leo ngomongnya dikit, jadi pesimis dia dapet oscar, masuk nominasi aja udah bagus
supporting role Tom hardy bisa nomiasi nih
mlah bgus ngomongnya dikit,scara dia survival sndiri,bdan luka2 prah,jdi wajar dia disetting gak bnyak ngomong,ane mlah suka interaksi pas ktemu si indian yng juga mau blas dendamnya,intonasi sileo seakan2 mnggambarkan dia lgi survival dngan tubuh2 luka2,kdinginan tapi mau blas dendam,yaa nominasi klo feeling ane si leo msuk nih
https://www.youtube.com/watch?v=GSX6m1VskEs
Kl gt mirip dgn star wars eps V, han solo masukin luke di dlm perut hewan gt, biar g kedinginan
ane penggemar film bertema survival...but, cuma di film ini baru nemu cara survival mengatasi freezing dgn cara tidur di dlm perut bangkai kuda
Mantep dah menang bnyak di GG ni movie ...
baru tadi nonton emg gila ni film pemandanganya yg dibilang kyk screensaver emg bgitu, justru saking apiknya klo disetarain sama mad max di oscar ajib dah bakal sengit ES Vs Gurun jadinya sama2 survival lagi aktornya tapi yg disini pas adegan di koyak beruang hadehhh gak ad obatnya itu gan Ngeri2 sedep gitu liatnya
kl dilihat dr nominasinya, hrsnya bisa menang krn peran ckup ekstrim dibandingkan yg lain, beda sama kasusnya wolf of wall street dlu. Wkt itu, leo sdh pasti kalah krn matthew perannya lumayan ekstrim sampai kurangi berat badan dan jg ada si chiwetel yg jd slave sedangkan skrg ini justru leo yg perannya ekstrim dibandingkan nominasi yg lain. Ya paling mendekati ya redmayne. Namun, sebnrnya bkn redmayne tapi paul dano yg menyaingi leo thn ini. Anehnya, justru paul dano gk msk padahal pada award critic, paul dano sempat nahan imbang leo. Dari kejadian ini, nominasi2 yg terlihat seakan-akan menjadi sinyal bahwa skenarionya leo menang tapi entahlah krn bisa saja endingnya kyk eddie murphy dlu yg ckup absurd wkwkwk.
utk tom hardy kyknya ending bakal mirip jonah hill, gk menang. Polanya mirip soalnya
kgan ane udh ntn,, jujur ane agak boses, krena mnurut ane bertele2 ,,mnurut ane lho ya
tp ada beberapa hal yg ane gak connect, mnta tolong di jelasin dikit
1. Elk Dog kan cari anak ny yg di culik ya? nah apa anaknya (powaqa) itu yg di tolongin Glass saat lagi di 'pake' itu ya ?
2. apa hub ny elk dog sama Fitzgerald ? kok pas akhirnya Fitzgerald di bunuh sm Elk Dog.. pdhl komplotan yg culik anak ny bukan si Fitzgerald kan ?
ada di nat geo bray,
a world unseen, disitu ada behind the scene, proses ngambil gambar.
cerita gmn si leo acting tanpa banyak ngomong.
totalitas tom hardy n cerita gmn dia,benci bgt ama anaknya glass.
salju yg tiba2 ngilang pas set suting sampe ngangkut salju di tempat lain pake truk pas scene yg di sungai.
cerita tentang jaman perdagangan kulit ke eropa.
diceritain juga, para aktor masuk ke dalam karakter tuh ngalir gitu aja karna pengaruh alam sekitar.
film ini dibikin selama 5 taun.
makin ngebuktiin disini totalitas film the revenant
gile ngilu bener liat scene leo minum air tpi malah keluar darah
tom hardy bener2 nyebelin ye dari awal, mancing-mancing glass tpi sukur glassnya bisa nahan
the revenant jg kisah nyat gan,
-barusan nonton, sintognya ajib bgt, memanjakan mata bgt
-scra cerita, imo walaupun ga usah ditambahi fiksi ttg hugh glass balas dendam, dan cerita fokus ttg perjuangan hugh glass balik ke camp jg udah seru

-------------------------------------------------------------------------
the revenant
cinematography nya luar biasa, property pendukung jg tak kalah bagus
btw pemandangan hutan,gunung dan sungainya spektakuler
fim ttg survival dan revenge.
gila ya yg namanya revenge, bisa ngalahin ketakutan akan kematian.
leonardo banyakan diem.,
brutal fight diending keren berasa raw and its just one shot!, dan kyknya hampir semua adegan byk yg pake one shot, adegan di serang indian di awal2 juga keren tuh.
adegan leonardo dicabik2 beruang berasa ngilu, sm ada adegan makan daging mentah.
cocok klo nonton di imax, dop nya, emanuel lubezki cuman make natural lightning(matahari), ga pake light tambahan, jadi berasa natural aja.
pemandangan tierra del fuego ajib abis!
"revenge is in god's hand,not mine"
best scene darimane gan, scene kayak gitu mah udah pasaran
di film rob roy (1995) juga ada scene kek gitu
The Revenant, 2015 (dir. Alejandro Inarritu)
*** This review may contain spoilers ***
Alam dapat menjadi kawan terbaik manusia, namun kadang alam bisa menjadi lawan mematikan.
Inarritu seakan belum puas dgn piala Oscar nya diawal taun lewat Birdman.
Kali ini Inarritu mencoba mengeksplorasi alam, selain screenplay yg baik, Sinematografi memegang peranan penting dalam setiap narasi, mengambil gambar dengan cahaya natural, memunculkan pesona keindahan. Mungkin akan lain hasilnya jika Inarritu memilih latar “green screen” sebagai sumber penciptaan adegan.
Film yg sempat kontroversi karena ucapan media di UK yg mengatakan film ini tidak layak ditonton oleh wanita, merupakan film yg membawa Leonardo di Caprio menjadi nominasi best Actor Golden Globe mungkin juga Academy awards untuk kesekian kalinya.
Serangan Beruang yg begitu brutal dan seakan nyata, menjadi titik keterpurukan sang Actor, yg menyeret nya utk terus jatuh kedalam lubang, dan kehilangan semua yg dicintai.
Akting Leo memang patut diacungi 4 jempol, total dalam ekspresi dan gestur serta rasa, salah satunya di adegan ketika merangkak keluar dari lubang kubur.
Hanya dengan tatapan mata, getaran tubuh yg tak berdaya, tiap hal yg dia rasakan bisa muncul kepermukaan dan bisa gue rasakan. Bravo...
Minusnya, Inarritu seperti ingin membuat film ini menjadi drama yg emosional, tapi flat, dan durasi yg terlalu lama.
Rating 8/10 (Potensi berubah kalau nonton di layar besar)
Without fx, The Revenant is so real looking it is almost scary.
btw ane barusan nonton trailernya
gua optimis banget ni film menang best cinematography . Gila itu color gradingnya , angle cameranya , movement cameranya , penggunaan sun lightingnya . Gila mantab . dingin and fkin natural banget .
*** This review may contain spoilers ***
Kemarin ane Nonton jam 11 malam pas malam tahun baru dalam keadaan lelah n ngantuk, gerakan kamera long take nya itu bikin ngantuk ( khas sutradaranya ) , nah lama kelamaan jadi terbiasa dan malah ketagihan dengan longtake nya itu malah jadi melek n penasaran dengan cerita kedepanya benar2 rasa kantuk hilang sama sekali. Ane kira ini real true story ternyata based on novel. Baru tau pas di ending biasanya kan kalo real true story ending nya logis tapi ini terlalu di dramatisir/kurang logis he,,
edit : ternyata Novel yg di inspirasi dari True Event gan,,
Buat yg bilang durasi nya kepanjangan menurut ane gak terasa sama sekali malah maunya nambah lagi durasinya, cinematograpy nya juaraaaa bgt layak winner oscar, hutan, sungai, rerumputan, pohon dedaunan, air, salju, dll top bgt gan bikin betah berlama2 depan layar dan seni fotography nya pun keren , di beberapa adegan pergerakan kameranya asik gak putus2.
Akting para aktor nya pun mantap
Leonardo layak winner oscar imho lewat aktingnya ane yg nonton bersimpati dengan apa yg terjadi dengan tokoh Glass di tiap adegan dan ane seperti ikut merasakan apa yg di rasakan tokoh Glass ini. Tom Hardy keren meranin karakter teman sekaligus vilain, Leo n Hardi best couple pokonya cemistry nya dapet bgt, Will Potter juga sip lah sebagai supporting.
Adegan disturbingnya lumayan banyak, di awal tengan akhir di hiasi adegan2 yg kemungkinan di cut LSF kalo tayang di mari tapi menurut ane gak sadis2 amat masih wajar,, best scene menurut ane ya itu battle Glass vs the Bear keren berasa real lagi2 efek teknik kamera yg juara, ending fight with the bear nya klimaks bgt dah,, terus Glass vs Fitzgerald mantap brutal n fight nya penuh dengan twist, dan tentunya adegan terjun bareng kuda ngeluarin isi perutnya terus tidur di dalam perutnya. Bnar2 top bgt Inarritu memvisualisasikan dari novel nya.
sound score nya menurut ane ok lah mungkin karena kurang ternama ya composernya, gak kebayang kalo yg megang score nya Hans Zimmer.
so buat ane film ini masuk the best movie of the year bareng Mad Max n Insideout yg bukan hanya sekedar film bagus yg "cuma gitu doank?" dan Sutradaranya masuk list sutradara favorite ane bareng Nolan, Syamalan n JJ Abrahm.
Imax Kayanya Mantep gan, imo gak bakal rugi.
untuk Oscar tahun ini, lumayan berat pesaingnya Mad Max, Spotlight, Carol. dan yg wajib winner dari Revenant yaitu Cinematography nya.
kalo Leo gak winner mungkin oscar akan semakin banyak hater nya.
Cast/Akting 8.5
Director 9.0
Cinematography n Camera 10
sound/score 7.5
Overall 9.0
ane belum ngerti gan sampai ending maksud bulu2 yg di bicarakan itu bulu apa dan kegunaanya apa, sepertinya berharga bgt ?
Leo layak kok gan, menurut ane di film ini merupakan penampilan terbaik beliau, agak ragu mungkin karena dialognya yg kurang, cuma mengandalkan expresi dan bahasa tubuh. lawan nya juga ok2 sih seperti
keren alur ceritanya...
bagus aktingnya...layak deh dapet oscar...
intinya survive supaya bisa balas dendam....
8/10
d
d
d
- Jakarta, 10 Februari 2016

-------------------------------------------------------------------------

https://www.youtube.com/watch?v=pJfTfsXFbLk

NUTSHELL REVIEW : THE REVENANT

Baru tadi malam midnight the revenant awal tayang di indonesia, udah sejak desember kemaren tunggu2 akhirnya datang juga.

Awalnya ane agak sedikit menurunkan ekspetasi karena agan2 di atas yang udah nonton versi petaninya bilang lebih boring dibandingkan THE HATEFULL EIGHT kemaren.

Dan ternyata salah.... Film ini ternyata ga seboring THE HATEFUL EIGHT yang penuh dialog panjang yang ga penting yang sebenarnya kurang menarik bagi penonton non amerika yang tidak mengenal amerika.

THE REVENANT sungguh asik untuk terus di ikuti dengan inti cerita yang sebenarnya sangat simpel, namun konfliknya betul2 gado2: bertema survival, namun juga tentang di buru dan memburu, penghianatan, dan balas dendam semuanya tercampur dalam balutan seting salju yang dingin ditambah dengan scene2 pemandangan cantik dan juga kejutan yang tidak kalah dengan the hateful...yaitu GORE, VIOLENT NYA BENAR2 REAL DAN GA DI SENSOR SAMA LSF

cerita sendiri terdiri atas 4 bagian seperti kepingan puzzle yang berkembang seiring cerita berjalan yaitu:
1. cerita tentang glass (leonardo) yang di khianati dan survive melawan ganasnya alam hanya untuk balas dendam.
2. Cerita tentang fitzgerald (hardy) yang di beri tanggung jawab malah berkhianat.
3. Kapten andrew (gleeson) seorang kapten perang saudara yang bersama rombongan menuju camp pertahanan.
4. Suku indian ree yang ganas untuk mengejar rombongan kapten andrew.

Jalan cerita tidak semembosankan THE HATEFUL karena 4 bagian cerita tersebut. Dengan long take scene nya apalagi adegan perkosaan beruang itu yang sungguh real dan klimaks yang berdarah2 itu.

Ane setuju sama agan2 diatas TOM HARDY seharusnya dapat nominasi untuk peran pembantu, karena tokoh yang di perankannya cukup kompleks, dan "abu-abu". Dia tidak lah sepenuhnya jahat, dia memiliki motif kenapa membenci suku indian, dan dia pun tidak ada niat untuk mengkhianati karena kondisi yang terjadi memang sangat luar biasa bagi orang untuk dapat bertahan.

Kesimpulannya THE REVENANT betul2 layak tonton buat agan2 yang menyukai film berkualitas. Tidak rugi,,, ane kasih 9/10 deh. AYO NONTON DI BIOSKOP MUMPUNG GA DI SENSOR ADEGAN BRUTALNYA.

Jalan ceritanya berat atau simple ya?. Soalnya lagi pengen nonton bioskop cuma lagi males nonton yang berat2 karena lagi pengen refreshing pikiran aja.


Sederhana kok gan, nggak neko"..

Klo mnrt ane yg ditonjolin dr film ini selain story, akting & atsmofir ya sinematografinya.. Apik bgt, jd kyk berasa dingin" nyeri  Yg agak nggak masuk akal (hmm, namanya jg film  ) mnrt ane ya apa mungkin dg luka segitu parahnya si Leo bisa survive? Punggung ane aja pernah baret" & lecet gara" jatoh maen sketbord aja rasanya sakit bgttt, nyeriii minta ampun bbrp hari (pdhl udah diobatin)  Yah sudahlah, sec. ksluruhan puas nnton nih film, semoga Leo bisa bawa pulang piala Oscar tahun ini.. Layak lah klo hbs liat aktingnya..

baru kelar nonton

3 jam ga berasa walaupun ada sebenenrya cuman bgitu2 aja

sebenenrya masalah story ya simple , perang antar suku , lalu leo di serang beruang , sekarat , di tinggalin dan di khianatin , survive dan revange , tp herannya bisa ga bosen selama 3 jam itu


AMAZING sama gmn proses pembuatannya ni film , gore nya itu , tangan di bacok buntung, di gampar2in beruang 2 ronde , ngulitin banyak binatang , makan raw meat dr binatang2 , gmn ya proses pembuatan behind the scenenya , penasaran


dan yg lebih penasaran lagi , APA MAKSUD DR KELUARIN LIDAH antara si leo dan si india

lol itu malah bikin ketawa gw

Ga mau komen filmnya karena menurut ana ini adalah masterpiece of cinematography dan kualitas akting udah ga ada cela untuk kritik. Lone survivor, yg dmn 80% dr scene shoot gmn kelam dan dramatisnya seorang Hugh Glass.

Ana mau komen soal nilai moral dlm film ini. Yg diangkat dr true event.
Gmn Tuhan kasih kesempatan kedua bagi Glass yg dmn secara logic dan akal sehat, selamat dan bisa survive through that hell? Amazing stuff to tell.

Ana sempet mikir, mengapa bisa Tuhan selametin ni org bolak-balik. Ga mgkn cuma sekedar lucky, mulai dari survive dr Indian's raid, That nasty Grizzlies scratch, Chilling atmosphere dan momen epic yg jatoh dr tebing. Itu kl org normal lgsg KO jatoh dr ketinggian segitu. Wong kudanya aja lgsg hancur. Apa mungkin Glass kesangkut2 dl di pohon apa gmn sehingga pendaratannya ga fatal.

Dan momen penasaran ane akhirnya terjawab dan yg buat ana tercerahkan adalah dmn final moment Glass vs Fritz. Let the God have justice, biarlah Tuhan yg membalas. Sepanjang film dikisahkan seorang Glass yg berkeinginan kuat untuk hidup untuk membalas dendamkan kematian anaknya atas Fritz.

Disini pula mungkin Tuhan mengajarkan bahwa kita ga boleh menyerah begitu saja atau bisa dibilang usahalah terlebih dahulu. Dan biarlah hasil akhir Tuhan yg tentukan. Digambarkan jelas di scene akhir Glass melepaskan Fritz untuk ditentukan takdirnya di tangan Tuhan (Yang dimana akhirnya di beleh sama Indian)
Intinya dia sudah berusaha untuk memberi pelajaran bagi Fritz tp Glass tdk semena2 mengeksekusi hasil akhirnya tp diserahkan pada Tuhan. Benar2 pelajaran hidup yg patut untuk direnungkan.

Emang film2 yg ada kisahin native's Indian itu rata2 banyak wise words-nya. Indian ini benar2 salah satu suku yg menghormati alam dan Tuhan sbg penciptanya.

Benar2 karya Masterpiece dr Inaritu dan betapa memukaunya Looks dr Caprio yg penuh dgn perjuangan dan kesengsaraan sepanjang film.

Almost perfect

akhirnya nonton juga setelah nahan untuk ngga ngedownload DVDScr-nya dan emang ini film harus nonton di layar bisokop supaya berasa banget atmosfernya apalagi kalo AC di bioskopnya kenceng bakal berasa deh kedinginan kayak Hugh Glass

buat Leonardo DiCaprio acungin jempol aja deh bener-bener totalitas apalagi pas adegan diserang beruang & bangkit dari kubur bener-bener sampe berasa sakitnya Hugh Glass saat harus gerakin badannya dia, pengambilan gambarnya juga keren banget kita bisa ngeliat suasana alam Amerika di era wild wild west indah tapi juga mematikan. Salut juga buat Tom Hardy yang memeranin tokoh yang keliatannya jahat padahal sih alesan dia ninggalin Glass sebenernya masuk akal juga, bisa dibilang film Revenant adalah panggungnya Leo & Tom Hardy yang lain cuman numpang lewat doang  ....moga aja Leo & Tom bisa dapet piala Oscar tahun ini.

overall recommended movie

Spoiler for glass: Hide

Sebelum ada film ini gw pernah liat sejarahnya Hugh Glass di Nat Geo gimana dia bisa survive dan harus jalan bermile-mile sampe akhirnya selamat dan pas film ini mulai tayang di acara Monumental Mystery di History Channel ada segemen yang ngebahas Hugh Glass juga, jadi gw bisa ngebandingin kejadian aslinya sama di filmnya dan emang cerita di filmnya berbeda banget, emang ngga salah juga sih sebab film ini disebut "Inspired by True Event" (terinspirasi dari kejadian sebenarnya) bukan "Based On True Story" (berdasarkan kisah nyata) jadi sutradaranya bisa ngembangin sendiri ceritanya dan didramatisir sesuai versi sutradaranya, perbedaan yang sangat mencolok dikisah aslinya Hugh Glass ngga punya anak, kelompoknya dia ngga diburu sama Indian dan dia akhirnya ngga ngebunuh Fitzgerald

score film menurut gw dapet 6/10
klo score kualitas gambar jgn ditanya 9/10
kualitas acting para pemain juga luar biasa 9/10

intinya sih bertema survive. sedikit menjijikan. klo cewe ane bahkan takut. agak ngantuk nonton nih film. acting lebih banyak daripada ngobrolnya. sorry kasih score rendah. karena yah menurut ane biasa aja. masih bagusan nonton film legend malah hehe



-------------------------------------------------------------------------
Gile ajib banget ni film, cerita simpel ga neko2 tapi dikemas dengan luar biasa. Tiap adegan intense banget berasa tegangnya apalagi pas beruangnya nongol sadis banget. Cinematography keren.

Leo mantap abis aktingnya,tiap ekspresi sama mimik mukanya menderita bgt dah, best performancenya sejak The Aviator, Tom Hardy disini sukses jadi orang ngeselin, btw gara2 aksennya Hardy yg super aneh itu banyak bule yg katanya kaga ngerti doi ngomong apaan  buat kita sih ga terlalu ganggu karna pake subtitle

Durasi sih pas menurut ane, biar tiap adegannya bisa dibikin sedetail dan sedalem mungkin.

Overall 9/10

One Of The Best Movie 2015.
My Score : 9,7/10


Baru Kemaren kelar Nonton Filmnya Kemaren saat diputar Reguler, memang menonton Film The Revenant (2015) sangat pas jika di tonton di layar lebar. Scoring dan Cinematography nya begitu memukau.. dengan Cerita yang simple sebagian cerita yang dikutip dari Novel karya Michael Punke namun Thriller Action nya begitu terasa, sangat nyata dan emosional sekali... terutama Scene Leo dan Tom Hardy. ekspresi Emosi, Tatapan Mata begitu nyata dan Powerfull, wajar jika di ganjar banyak penghargaan Actingnya di Film ini.

Saat pertama Nonton ane berekspektasi bahwa filmnya akan seperti Film Lawas karya Michael Mann berjudul "The Last of The Mohicans (1992)" dengan Actor Daniel Day-Lewis ternyata Ane Salah, walaupun Tone Adventure nya hampir sama cuma The Revenant Lebih Spesial. Kenapa Karena selain Thriller Adventure yang disajikan lebih Keras dan sadis ditambah lagi Irama Scoring yang kadang-kadang menghentak tiba-tiba seakan menyatu dengan Adegan di Filmnya, Membuat Ane Pribadi begitu Masuk dalam emosi film ini.

Sutradara Alejandro González Iñárritu seakan mencoba hal baru di Film ini, yang selama ini dia hanya mengeksplore film-film Drama dengan kisah yang sedih dan emosional (Amores Perros, 21 Gram, Babel) serta Drama satir (Birdman). Di Film ini dia mencoba bermain Bermain dengan Adventure Thriller yang lebih banyak mengekspoler Alam, Bekerja sama dengan Emmanuel Lubezki yang piawai mengolah Cinematography dan Photography (The New World, The Tree of Life, Gravity) menghasilkan Visual dan Landscape pemandangan Alam yang sangat mengagumkan.

Scene Beruang dan Scene Bersembunyi dalam Badan Kuda sangat membekas dan menjadi Scene Bonus bagi siapa saja yang menonton untuk pertama kali, dan jangan lupa dengan ending film ini yang sangat menyentuh dengan Quote "You came all this way just for your revenge, huh? Did you enjoy it, Glass?... 'Cause there ain't nothin' gon' bring your boy back. .

----
Bingung aja kalau ada yang mepertanyakan Durasi ini Film kelamaan dan merasa Boring saat nonton nya.
Semoga saat Rilis Blurey nanti ada Versi Extended Cut/ Collector edition cut karna Sekilas jika nonton di Bisokop ada scene yang dipotong.

Mau nanya dong. Kan itu leo sempet di temuin ama suku indian, trus mau di bunuh (yg leo jatuh Dari tebing). Tp kenapa pas si glass sama fritz lg lg berdua (si fritz di sembeleh indian), kenapa si glass di lewatin aja sama indiannya?
Itu cewek yg sama suku indian yg di tolong glass waktu mau di perkosa bukan ya?

Sebenarnya filmnya bagus, pembawaan peran dari leo ama tom hardy cakep! Gila suara si tom hahahaha
Gw sampe suka translate sendiri si tom ngomong apaan tanpa liat text, eh tetep aja gak ngerti dia ngomong apaan hahaha

'Quote "You came all this way just for your revenge, huh? Did you enjoy it, Glass?... 'Cause there ain't nothin' gon' bring your boy back' setuju sm agan di atas. Quote tersebut amazing!!

Panjang banget durasi ni film. Kalo soal masuk akal atu nggaknya menurut ane masuk akal kok, apalagi ini based on true story. pas baca wikipedia hugh glass ini orang keturunan skotland yang secara fisik emang sturdy dan well adapted di cuaca dingin

Leo shooting sama bangke kuda asli itu hoax udah dibantah sendiri sama prosuder filmnya kuda itu kuda bohongan tapi yang Leo makan hati bison itu baru beneran


Quote:
Original Posted By sptkc ►
Panjang banget durasi ni film. Kalo soal masuk akal atu nggaknya menurut ane masuk akal kok, apalagi ini based on true story. pas baca wikipedia hugh glass ini orang keturunan skotland yang secara fisik emang sturdy dan well adapted di cuaca dingin


sebenernya film ini Inspired by true event bukan based on true story, kejadian aslinya malah terjadi di bulan Agustus-Oktober pas musim panas ke musim gugur jadi ngga ada salju sama sekali.
------------------------------------------------------------------------
sebenernya film ini Inspired by true event bukan based on true story, kejadian aslinya malah terjadi di bulan Agustus-Oktober pas musim panas ke musim gugur jadi ngga ada salju sama sekali.


Ide cermelang menurut gw sewaktu jasad si kapten di topang pake kayu buat mancing si fitz. Itu seharusnya mati di hajar beruang sampe badan sobek semua. Pas minun air, airnya keluar dari leher bikin ngilu. Wkwkwk

Ide cermelang menurut gw sewaktu jasad si kapten di topang pake kayu buat mancing si fitz. Itu seharusnya mati di hajar beruang sampe badan sobek semua. Pas minun air, airnya keluar dari leher bikin ngilu. Wkwkwk

Om Lubezki emang canggih banget deh sinematografinya. Ciri khas long-shot nya bener2 ditonjolin di opening scene, bener2 kerennn, berasa ikutan di dalem filmnya. Yang pernah nonton Gravity sama Birdman pasti familiar sama gerakan kameranya

Lokasi set shootingnya bagus bangettt berasa nonton film dokumenter Planet Earth. Akting om Leo juga bener2 total, itu dia beneran makan ikan mentah sama daging mentah?? Kemungkinan menang Oscar gede nih rasanya.

Durasi 2,5 jam tapi ga bosen, tiap scene bener2 cakep (dan kadang menjijikan) di saat yg bersamaan.

7.5/10

skor: 7/10
(1 poin Inaritu, 1 poin Leodicaprio, 1 poin Tom Hardy, 4 poin beruang dan bekas luka Leo, 0 poin story)

Baru beres ntn ni. Yes filmnya bagus. Sudah banyak yg kasi review diatas dan emang sesuai. Akting leo bisa mainin emosi penonton. Justru tom menurut ane biasa aja sebgai villain.

Sayangnya leo disini dikit bgt dialognya. Cuman modal maen mimik muka. Berharap aja juri oscar bisa luluh.

Sama seperti birdman (ane blm ntn 21grams,babel) film ini bagus tapi biasa aja menurut ane ga ada yg spesial (kcuali sintog dan viewnya). Ditonton 2x pun agak males.

Awal tahun 2016 ini ane masih menjagokan hateful8 (meskipun 2 film ini dirilis telat). No offense ya.
Fitzgerald : "Kau sudah kehilangan tempat"
Glass : "Tempatku ada tepat diujung senjataku"
asli dalem bgt kata2nya yang itu..

Baru kelar nonton, filmnya keren bgt, fokus ceritanya bagus, alur dan pembawaan Karakter Glass juga dpt, Om Leo emang the best !! Teknik Pengambilan gambar juga epic. Tp serius, Glass terlalu hoqi untuk kejadian nyata
Karna Sutradara ga terlalu sayang dgn karakter masing2, ane acungin jempol untuk film ini..

well rate dari ane 8.8/10
worth it to watch
7.5/10 dr ane.
Ada yg kuat nntn 2 kali?hebat agan2 yg kuat
Menang di sinematografi aja si,keren bgt,ama akting om leo yg bagus bgt. Apa yg dia rasain,apa yg memotivasi dia supaya survive ane bs tangkep.
Tp ya.. sedikit boring menurut ane yg awam ini, skoring'a biasa aja dan kurang (mungkin biar berasa bgt ditengah hutan sendirian). Trus bnyk adegan yang terlalu bertele-tele demi memaksimalkan "ini loh gw survive,dr awal ampe selesai bgini prosesnya". -Film'a lama dsini doang,dan gw yakin ga semua orang menikmati bagian ini.
Story so so lah.. kalo dikemas dengan packing film hollywood biasa mungkin cm jadi drama/action biasa.cuma ini ditambah proses selama dia survive dan perjalanan pulang'a. (Yg di film2 lain di ganti dgn kata "a few weeks/days later".

IMHO brad,,imho..

Buat yg mau nntn,kalo lu bukan orang dunia perfilm'an dsb..atau lu memposisikan diri sbg penonton awam, gw yakin review lu ga bkal jauh dr punya gw.

Ingin melihat bagaimana Leonardo Di Caprio berjuang keras untuk mendapatkan Piala Oscar pertamanya? Maka kamu wajib nonton film terbaru yang berjudul The Revenant. Selain seluruh aspek di dalamnya, berikut akting yang luar biasa dari seluruh pengisi film, film ini seharusnya layak sekali kita bahas di NafsuNonton. Baca artikel ini hingga habis untuk mengetahui sebagaimana optimisnya kami dalam menyambut keseruan dari perjuangannya sebagai nominasi film terbaik di Academy Awards 2016.

THE REVENANT, KETIKA SEBUAH EKSPEDISI BERUJUNG PILU

Film The Revenant berawal dengan mengkisahkan serangkaian aktivitas dari sebuah ekspedisi pencari kulit di wilayah Montana, Amerika Serikat. Ekspedisi yang dipimpin oleh Andrew Henry (Domhnall Gleeson) dan beranggotakan Leonardo DiCaprio (Hugh Glass), Tom Hardy (John Fitzgerald), Will Poulter (Jim Bridger), ditambah dengan 41 anggota lainnya ini mengangkat setting waktu di tahun 1823. The Revenant diadaptasi secara langsung dari sebuah novel berjudul sama yang ditulis oleh Michael Punke di tahun 2002, dan diangkat dari peristiwa nyata mengenai ekspedisi pencarian kulit oleh Hugh Glass.

Jelas sekali bahwa Alejandro G. Iñárritu sebagai sutradara ingin mengangkat cerita yang sangat kelam,tanpa adanya tarikan napas yang santai di sepanjang film. Bahkan semenjak film ini diputar, aura gelap ditambah dinginnya wilayah Montana dan Dakota Selatan menambah mencekamnya setiap langkah yang dilakukan oleh tim ekspedisi tersebut. Ketegangan langsung saja dimulai saat tim ekspedisi yang sedang beristirahat di tengah hutan tiba-tiba saja diserang oleh suku Indian yang berniat untuk menjarah setiap komoditas kulit yang dimiliki oleh tim. Saking parahnya serangan dari suku Indian, tim ekspedisi mengalami kekalahan yang hebat dan hanya menyisakan 10 orang.


Di antara situasi yang kacau, Hugh Glass bersama anggota lainnya harus kabur menggunakan kapal dan menepi di wilayah tebing yang dinilai aman. Konflik mulai semakin menegangkan ketika tim ekspedisi tersebut beristirahat di tengah hutan dan Hugh Glass berinisiatif untuk memisahkan diri sejenak dari kumpulan untuk melihat-lihat lingkungan sekitar. Ia tiba-tiba diserang oleh beruang grizzly yang besar hingga meninggalkan luka sangat parah di sekujur tubuh. Melalui pertarungan yang sangat sengit, Glass akhirnya selamat dan ditangani oleh anggota ekspedisi lainnya. Hingga titik ini, bahkan film The Revenant belum sampai kepada konflik utamanya yang jauh lebih seru dan menantang.

SENTUHAN PERLAHAN-LAHAN KHAS DARI IÑÁRRITU

Jika kamu sudah sering menonton film-film fenomenal karya sutradara Alejandro G. Iñárritu, maka kamu seharusnya tidak harus kaget melihat jalan cerita yang lambat namun menjanjikan. Melalui beragam pengambilan gambar yang epik namun harus melewati plot yang perlahan-lahan, Iñárritu tampaknya berharap penonton untuk bisa mengikuti cerita yang keren, namun juga bisa menikmati pemandangan indah di sepanjang film. Apabila kamu sudah terbiasa dengan film-film Hollywood yang cepat dengan cerita yang seadanya, maka film ini sulit sekali untuk diikuti akibat tempo yang cukup lambat.


Tapi semua itu saya rasa seharusnya bisa ditoleransi karena The Revenant digarap dengan sangat hati-hati dan tetap mempertahankan minat penonton secara umum. Tidak usah membayangkan film-film bertempo lambat lainnya seperti Valhalla Rising ataupun The Tree of Life deh karena film ini memiliki tempo yang tetap asyik untuk dinikmati. Cepetan ditonton gih, karena film ini benar-benar layak untuk menjadi salah satu film terbaik selama tahun 2015.

Sumber: nafsunonton.com

http://nafsunonton.com/review/review-the-revenant-2015/
0000----------------------------------------------------------------

Adegan waktu ngelawan beruang hampir sama dengan endingnya, beruangnya di tembak tapi ga mati, sama dengan kejadian si tom hardynya ditembak ga mati juga, tapi matinya sama pisau


aktingnya dan cinematograph nhya keren, bikin mata seger..

As long as you can still grab a breath, you fight.- Huge Glass
Plot

Huge Glass (Leonardo DiCaprio) adalah salah satu dari anggota ekspedisi berburu bulu hewan yang dikomandoi oleh Kapten Andrew Henry (Domhnall Gleeson). Sial bagi Glass, dalam perjalanan usaha menuju tempat aman setelah mendapatkan serangan dari suku Indian setempat, Glass secara brutal diserang oleh beruang Grizzly betina. Walau berhasil membunuh beruang tersebut, Glass menderita luka yang sangat parah sehingga tidak bisa meneruskan perjalanan dengan kakinya sendiri. Karena Glass adalah satu-satunya orang yang mengenal wilayah yang sedang diekspedisi, Kapten Henry meminta anggotanya untuk membawa Glass. Keputusan ini mendapatkan penolakan dari sebagian besar anggotanya, termasuk Fitzgerald (Tom Hardy) yang paling lantang menyuarakan penolakan. Namun pada akhirnya, Kapten Henry pun harus rela meninggalkan Glass dikarenakan semakin sulitnya medan yang harus ditempuh. Dengan diiringi rasa iba, Kapten Henry meminta 3 dari 10 anggotanya untuk menjaga Glass hingga Glass benar-benar tewas. Dengan diiming-imingi dengan uang, Fitzgerald bersedia menjaga Glass bersama Bridger (Will Poulter) dan anak Glass, Hawk (Forrest Goodluck). Fitzgerald sendiri tidak ada niat untuk merawat Glass karena dalam beberapa jam kemudian Fitzgerald dengan teganya membunuh Hawk didepan Glass dan mengubur hidup-hidup Glass.







Review

Setelah menggebrak dengan drama black comedy nya, Birdman, yang cukup sukses dalam ajang penghargaan Academy Awards tahun lalu, sang sutradara Alejandro Inarritu, yang juga terpilih menjadi best director,  kembali dengan sebuah film drama survival, The Revenant. The Revenant sendiri adalah kata dari bahasa Prancis yang berarti “Kembali” atau simplenya hidup kembali. Melihat apa yang telah dilakukan Inarritu pada Birdman yang sangat memuaskan itu (Kalo sempat, gw akan ngereviewnya), tidak berlebihan apabila pencinta film akan sedikit meninggikan ekspektasi mereka akan The Revenant. Apalagi The Revenant dibintangi oleh salah satu aktor terbaik saat ini, Leonardo DiCaprio serta aktor British favorit gw, Tom Hardy, yang juga tengah menanjak karirnya setelah baru-baru ini membintangi Mad Max: Fury Road. Tidak hanya itu, Inarritu juga kembali bekerja sama dengan rekannya di Birdman, siapa lagi kalau bukan Emmanuel Lubezki.
Lalu, apa yang disajikan oleh Inarritu ini? Kalau gw melihatnya, tema survival lebih dominan akan film ini karena mungkin dalam film yang berdurasi 156 menit ini, ada 60%-65% kita akan diperlihatkan bagaimana Huge Glass melakukan segala cara untuk bertahan hidup. Apa yang dilakukan Huge Glass? Ekstrim. Cukup satu contoh yang gw sebut, tidur dalam badan bangkai Kuda. Dan Inarritu menyajikan setiap plot survival ini dengan sangat detil. Kita bahkan diperlihatkan bagaimana Glass mencabik-cabik perut kuda hanya untuk dijadikan tempat tidur yang hangat dalam badai salju yang kejam. Walau tidak diperlihatakan secara vulgar, tetap saja setiap gesekan pisau yang meyakinkan akan cukup mengganggu kalian bagi yang memiliki perut yang lemah. Ya, The Revenant bukanlah film yang cocok untuk mereka. Oh, don’t get me started with The Grizzly vs Huge Glass. One of the brutal scene i’ve ever seen. You have to watch it by yourselve. Intinya, Inarritu berhasil membuat plot survival nya begitu meyakinkan. Sehingga gw pun memaklumi kalau ada beberapa kru yang sempat mengundurkan diri sebelum atau sedang dalam proses syuting The Revenant.
Namun, apabila diambil dari perspektif lain, The Revenant bisa saja membosankan bagi mereka yang tidak sabar menunggu Glass membalaskan dendamnya. Mereka tidak salah, karena setelah plot survival dimulai, praktis sebagian besar kita diperlihatkan karakter Glass merintih, mengerang, mencoba bertahan hidup. Memang ada satu adegan aksi, tetapi tidak berlangsung lama sehingga gw tidak menyalahkan apabila ada penonton yang merasa sedikit bosen. Tapi disinilah kekuatan Emmanuel Lubezki tampak dan menonjol. Alam yang berada di Kanada serta Argentina tentu saja menjadi sajian empuk bagi Emmanuel Lubezki untuk menangkap gambar-gambar yang sangat memanjakan mata. Lubezki pun masih memasukkan trademark nya, apalagi kalau bukan long take nya yang dengan briliannya digunakan dalam setiap adegan yang mampu memacu detak jantung.  Dengan gambar-gambar yang memukau inilah bagi gw salah satu elemen yang membuat cerita Glass bertahan hidup tidak membosankan dan tetap menarik untuk diikuti. Tapi tetap, kekuatan utama gw sangat menikmati film adapatasi dari novel milik Michael Punke ini adalah Leonardo DiCaprio.
Sedikit berlebihan bagi mereka yang menyebutkan bahwa ini adalah akting terbaik dari Leo (IMO, perannya sebagai Howard Hughes di The Aviator tetap terbaik), namun gw sependapat apabila kans Leo untuk memenangkan Oscar pertamanya lewat aktingnya di film ini. Tidak hanya karena The Revenant memiliki materi Oscar, tetapi akting Leo benar-benar luar biasa. Gw mengikuti setiap film yang dimainkan Leo, namun baru kali ini Leo harus dituntut berakting dengan total. Gw tidak bisa menerangkan secara detil bagaimana epic nya penampilan Leo, cukup saksikan di bagian di mana Hawk dibunuh di depan matanya. Perhatikan ekspresinya. Kemarahan, kepedihan, serta penderitaan yang sedang dialaminya berhasil ia tampilkan dalam satu scene. Berat untuk tidak terpukau. Belum lagi scene-scene lain yang memaksa Leo untuk memberikan komitmen nya sebagai aktor kelas satu. Tidak bisa dibayangkan bagaimana reaksi pengguna dunia maya apabila Leo kembali gagal meraih Patung Emas Pria Berkepala Botak lagi. Penampilan menawan Leo pun mendapat perlawanan yang cukup sepadan dari Tom Hardy. Sedikit berlebihan dengan mengatakan ini adalah penampilan terbaik dari “Bane”, karena penampilannya disini masih ada beberapa level di bawah perannya sebagai Charles Bronson ataupun Ivan Locke, tetapi memang Hardy berhasil menjadi sosok antagonis yang begitu kejam, berdarah dingin yang membuat penonton dengan mudah mencacinya. Bahkan hanya dengan tatapan mata saja Hardy sudah mampu memperlihatkan bahwa karakter Fitzgerald yang dibawakannya adalah sosok pria yang super egois nan keji, dan tentu saja kita berharap supaya sosok Fitzgerald ini berada sejauh mungkin dari lingkungan hidup kita. Cukup menyenangkan bahwa pihak Academy Awards akhirnya meliriknya dengan memasukkan Hardy dalam nominasi best supporting actor.
Apa ada yang menyatakan bahwa The Revenant merupakan film yang membosankan? Mungkin ada. Tetapi apabila kalian cukup bersabar dan memberikan waktu, maka kalian akan mendapatkan sebuah pengalaman cinematic yang memuaskan. Sebuah cerita dendam, dan juga bertahan hidup yang memukau. Ditambah penampilan level S dari seorang Leonardo DiCaprio, The Revenant adalah salah satu film terbaik di awal tahun ini. Dan ya, habis menonton film ini, gw sangat bersyukur bisa hidup dengan aman tanpa perlu berjuang hidup dan mati seperti Hugh Glass.

8,25/10

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook

Categories: Film, Leonardo DiCaprio, Review, The Revenant
Posting Lama Beranda
Lihat versi seluler
3 komentar:

nugrosinema6 Februari 2016 16.02
Sejujurnya gw sbg fans Dicaprio agak bosen liat dia dgn peran grim…depress mulu (well, Wolf of Wall Street tempo hari lumayan beda),, tapi semoga akting ‘grim’ dia disini bisa menang Oscar !
*buat gw sih terbaik dari dia Gilbert Grape-Aviator-Catch Me if U Can..........^^

Balas

Alvi Fadhollah7 Februari 2016 04.10
setelah Catch Me If You Can, memang sebagian besar peran Leo depresif semua.. Kecuali di Django sma Wolf of Wall Street. Bedanya disini totalitas Leo yg memang gila.. dan juga gak ada teriakan-teriakan penuh semangat Leo yg jadi ciri khas haha

Balas

Erma Sani9 Februari 2016 02.59
Film ini gw nonton sampai 2x, pertama kali dpt screening gratis , yg ke 2 nonton di premiere, gw ga pernah nonton film survival , tp menurut gw segi cinematography dan picture ga diragukan lagi, dr kostum & make up jg bagus, ga kalah acting pemain2 nya rata2 bagus, apalagi actor fav gw Leo yg ga byk bicara, dan yg ga ngenalin itu Tom Hardy , bener2 bukan Tom Hardy yg sdh2, top lah Alejandro

Balas









---------------------
- Cikini, 31 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)