TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Ketika Pemain jadi Raja Jalanan

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 31 Desember 2014

Ketika Pemain jadi Raja Jalanan



Mattia Perin piawai di bawah mistar gawang tapi harus dihukum (Sumber foto: DailyMail.co.uk)

RUPANYA banyak pesepak bola yang diam-diam ingin jadi pembalap. Mereka memacu mobil sport di jalan raya tanpa memikirkan keselamatan diri maupun orang lain hanya demi memuaskan hasrat terpendam. Yang lebih parah, beberapa pemain itu tidak punya surat izin mengemudi (SIM).

Bintang Borussia Dortmund, Marco Reus, didena 530 ribu euro (sekitar Rp 8,1 miliar) dan diwajibkan mengikuti sekolah setir mobil karena nekat berkendara tanpa SIM. Dengan penuh penyesalan, gelandang serang itu berkata, "Saya sudah menjadi orang bodoh. Pada usia 18 tahun, saya sudah mendapat beberapa pelajaran berharga tapi kemudian saya tidak memberi contoh. Saya tidak tahu kenapa."

Pengalaman serupa pernah dialami Frank Ribery dan Sergio Ramos beberapa tahun lalu. Di Italia, juga ada pesepak bola yang melakukan kebodohan. Akhir November lalu, Mattia Perin ditilang gara-gara mengemudi sambil mabuk. Alhasil, SIM kiper Genoa itu dicabut dan dia dihukum untuk ikut serta dalam kampanye pencegahan kecelakaan.

Perin bukanlah yang pertama dan pasitnya tak akan menjadi yang terakhir. Sebelumnya sudah banyak pemain Seri A yang membuat masalah di jalan raya. karena pemain akan selalu mencuri perhatian dengan mobil mewah yang mereka miliki.

Beberapa tahun lalu, empat pemain fiorentina asal Eropa Timur seperti Stefan Jovetic, Adem Ljajic, Haris Seferovic, dan Nikola Gulan terpaksa berurusan dengan polisi. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari tidak punya SIM hingga menyebabkan kecelakaan.

Gelandang muda AC Milan, M'Baye Niang pernah ditilang karena mengemudi di bawah umur dan memberikan dokumen palsu. Dua tahun kemudian, di Montpellier, dia menabrakkan mobil Ferrari-nya ke pohon. Masih banyak kasus mobil mewah pemain yang hancur karena suatu insiden. Kasus terakhir dialami mobil Lamborghini milik Keita Balde Diao, striker Lazio.

Lahan Bisnis
Namun, tidak semua pemain yang memiliki mobil mewah akan bertindak ugal-ugalan di jalan raya. Gelandang sentral "I Rossoneri", Sulley Muntari jeli melihat peluang bisnis dari ketertarikan rekan-rekannya pada mobil mewah.

Pemain asal Ghana itu mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang modifikasi mobil. Salah satu kliennya adalah Mario Balotelli. Eks striker Lazio yang kini berkostum Bastia, Djibril Cisse pernah muncul di "Pilm My Ride", sebuah program televisi tentang modifikasi mobil. Saat itu interior mobil Plymouth Power miliknya yang dirombak.

Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 27 Desember 2014

*        *        *


Artikel FC Internazionale sebelumnya

Artikel Juventus sebelumnya:

Artikel AC Milan sebelumnya
*        *        *

---------------------
- Cikini, 31 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)