TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: (Bukan) Mantan Terindah untuk Duo Milan

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 08 Desember 2014

(Bukan) Mantan Terindah untuk Duo Milan



Selebrasi gol Mauro Icardi yang gagal memenangkan FC Internazionale (sumber foto: inter.it)
MANTAN terindah. Anda pernah mendengar kalimat tersebut? Baik itu pengalaman pribadi maupun film layar lebar yang pernah tayang beberapa waktu lalu dan lagunya dipopulerkan penyanyi Raisa Adriana. Ya, mantan terindah membuat seseorang berhenti sejenak untuk mengingatnya kembali.

Namun, bagaimana jika "sang mantan" yang seharusnya terindah itu malah membuat bencana? Entah bagaimana caranya, tentu itu menyakitkan. Dan, tiba-tiba saja hashtag #MantanTerindah menjadi populer kembali sejak di tweet akun resmi Harian TopSkor (@HarianTopSkor), pagi tadi.

Yang pasti, hashtag #MantanTerindah ini bukan soal percintaan, film, lagu, atau tentang "si manis" Rais. Melainkan, berkaitan dengan sepak bola yang menyangkut dua klub raksasa Italia dan Eropa: AC Milan dan FC Internazionale.

Ya, kedua tim asal kota mode kedua di Eropa setelah Paris itu sama-sama mengalami kekalahan. Milan ditekuk Genoa 0-1 di Stadioin Luigi Ferraris, Minggu (7/12). Beberapa jam berselang, tepatnya Senin (8/12) dini hari WIB giliran Inter yang dipermalukan Udinese 1-2 di Stadion Giuseppe Meazza.

Lalu, apa korelasi antara "mantan terindah" dengan dua klub kota Milan tersebut? Lantaran, sosok yang menentukan kekalahan Milan dan Inter justru berasal dari sang mantan. Luca Antonelli yang mencetak gol tunggal kemenangan Genoa merupakan alumni akademi sepak bola Milan dan pernah berseragam "I Rossoneri" pada 2008-13. Bahkan, Luca, merupakan putra dari eks bomber Milan yang meraih scudetto 1978/79: Roberto Antonelli.

Begitu juga dengan yang terjadi di Meazza yang terletak di jantung kota Milan. Dua gol yang dikemas pemain Udinese, Bruno Fernandes dan Cyril Thereau memang bukan eks Inter. Namun, jangan lupakan peran di balik kemenangan tersebut dari pelatih Andrea Stramaccioni dan asistennya (Dejan Stankovic).

Ya, Stramaccioni pernah melatih Inter sejak 28 Maret 2012 hingga 24 Mei 2013 sebelum digantikan Walter Mazzarri. Bagaimana dengan Stankovic? Pria asal Serbia ini bisa dikatakan sebagai legenda hidup "I Nerazzurri". Stankovic berkarier di Meazza pada 2004-13 yang turut berkontribusi pada "treble winners" era Jose Mourinho.

Kini, ketiga individu tersebut berbalik mencoreng mantan klubnya. Sebuah tindakan yang menyakitkan. Namun, dalam sepak bola, hal itu menjadi wajar. Sebab, bagaimanapun, mereka harus profesional dengan pekerjaan yang sekarang. Meski, harus diakui, bagi Antonelli, Milan merupakan klub yang tak pernah dilupakan. Begitu juga dengan Stramaccioni dan Stankovic yang hingga kini menegaskan tetap sebagai Interisti!

Referensi: Harian TopSkor edisi 6 Desember 2014

*      *      *

*      *      *

*      *      *
Stephan El Shaarawy gagal mengalahkan mantan timnya (sumber foto: acmilan.com)

*      *      *


Artikel AC Milan sebelumnya

Artikel FC Internazionale sebelumnya
Satu Dekade ICI: Semangat Kekeluargaan dari Interisti

Artikel Juventus sebelumnya:

Artikel sepak bola lainnya:
- Mario Balotelli Minta Maaf


*      *      *
- Cikini, 8 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)