TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Astra International

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Astra International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astra International. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Oktober 2025

Trade Expo Indonesia 2025

Trade Expo Indonesia 2025
(Foto: koleksi pribadi/ @roelly87)



SETAHUN ga terasa berlalu dengan cepat. Seperti baru kemarin menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang. 

Eh, udah hadir lagi pada event dan tempat yang sama. Tepatnya, dalam TEI 2025, Kamis (16/10).

Edisi ke-40 pameran ekspor terbesar di Asia Tenggara ini berlangsung lima hari pada 15-19 Oktober. Terdapat 1.600-an lebih pelaku usaha untuk meluaskan pasarnya ke penjuru dunia.

Berdasarkan data Kompas, ada 8.045 pembeli terdaftar dari 130 negara. Pameran ini menampilkan tiga zona utama, yaitu produk pangan dan pertanian, manufaktur, serta jasa dan gaya hidup. 

Target transaksi TEI 2025 sebesar 16,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau kalau dikurs hingga Rp273 triliun!

Jumlah yang fantastis...

Khususnya, bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Beberapa di antaranya turut dibawa PT Astra International Tbk, dengan 23 UMKM yang tersebar di Hall 3A ICE BSD. Terdapat tiga kategori dengan komposisi 10 pelaku usaha yang dibina Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan 13 dari Desa Sejahtera Astra (DSA).

Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu, dengan 19 UMKM seperti yang sudah saya ulas dalam https://www.roelly87.com/2024/10/trade-expo-indonesia-2024-dan-momentum.html.

Nah, ke-23 UMKM ini merepresentasikan kekuatan dan keberagaman produk unggulan Indonesia. Untuk kategorinya berdasarkan data resmi dan hasil keliling di booth Astra di Hall 3A ICE BSD, meliputi:


1. Kategori Makanan dan Minuman Olahan (9 UMKM) diwakili UMKM produk siap saji dan olahan:

• CV AROMA SUKSES (Cirebon, Jawa Barat) memproduksi Bawang Goreng Premium dan telah mengekspor ke Australia, Taiwan, dan Amerika Serikat (AS).

• PT QISBELIAN SNACK INDONESIA (Bontang, Kalimantan Timur) dengan produk Amplang Kuku Macan yang telah menembus pasar Italia, Australia, dan California (AS).

• CV Khaira Buana Mas (Kulon Progo, Yogyakarta) memproduksi Jamur Crispy dan telah mengekspor ke Australia.

• Koperasi Rumah Biru Sejahtera (Sikka, Nusa Tenggara Timur) menawarkan produk olahan kakao seperti Cocoa Bean fermented, cocoa powder, hingga cashew nut berbagai varian rasa.

• CV Centerindo Kurnia Tritama (Kab. Bantul, Yogyakarta) yang menjual Teh eukaliptus, wedang uwuh, minuman instan jahe, permen, dan ginger cookies, serta telah mengekspor ke Malaysia, Kanada, Jerman, dan Jeddah (Arab Daudi).

• CV Ghani Wijaya Makmur (Sumedang, Jawa Barat) menghadirkan Snack Makaroni panggang dan Basreng (bakso goreng).

• PT BATTENBERG TIGA INDONESIA (Bandung, Jawa Barat) dengan produk andalan Biscuit Brownies Bites Glutenfree Dairyfree dan Cokelat Powder Drink, yang memiliki riwayat ekspor ke Malaysia, Kanada, Jerman, dan Jeddah (Arab Saudi).

• PT Imago Raw Honey (Bogor, Jawa Barat) memamerkan produk Madu dan Granola.

• Pawon Koe Mevrouw (Banyuwangi, Jawa Timur) yang produknya meliputi Salmon skin dan Keripik cumi, dengan riwayat ekspor ke Jepang dan Belanda.

***

2. Kategori Komoditas Pertanian (6 UMKM) fokus pada komoditas mentah maupun olahan awal:

• PT Syailendra Bumi Investama (Karanganyar, Jawa Tengah) menawarkan Minyak Atsiri dengan pasar ekspor yang luas meliputi Asia, Eropa, hingga Timur Tengah.

• PT SARI BHUWANA NUSAJAYA (Sidoarjo, Jawa Timur) menghadirkan rempah utuh, rempah bubuk, dan produk turunannya, dengan riwayat ekspor ke tujuh negara.

• CV Mekanira Nusantara (Banyumas, Jawa Tengah) menjual Gula Kelapa (Coconut Sugar) & Produk Turunan Kelapa lainnya, dengan riwayat ekspor ke Australia, Bulgaria, dan Singapura.

• CV TEMON AGRO LESTARI (Pacitan, Jawa Timur) dengan produk Gula Aren semut, cair, cetak, dan serbuk siap seduh jahe merah gula aren, yang telah diekspor ke Kanada, Jepang, dan Belanda.

• PT EFFA CIPTA SEJAHTERA (Kerinci, Jambi) fokus pada Cinnamon Stick dan Cinnamon Powder, dengan riwayat ekspor ke Nigeria.

• 1612 Coffee (Bandung, Jawa Barat) menampilkan Biji Kopi pilihan.

***

3. Kategori Craft Pendukung Fashion dan Home Décor (8 UMKM)  menampilkan produk kerajinan dan dekorasi rumah:

• CV Karya Winazar (Sukabumi, Jawa Barat) memproduksi berbagai alat dapur dan rumah tangga dari kayu seperti Cobek, Talenan, Sodet Sutil, hingga Rolling pin, dan diekspor ke Malaysia, Thailand, dan Brunei.

• PT Kain Ratu Utama (Jepara, Jawa Tengah) menjual Kain Tenun, Baju Tenun, Taplak Meja, Sarung Bantal Tenun, dan Tas Tenun, yang telah diekspor ke delapan negara termasuk Arab Saudi, Jepang, dan Singapura.

• WOOD MOOD (Jepara, Jawa Tengah) dengan Kerajinan kayu alat masak, alat makan, dekorasi, souvenir dan kado, diekspor ke Korea, Taiwan, Malaysia, India, Arab Saudi, Turki, dan lain-lain.

• PT Kreasi Dewe Indonesia / Ghawean Dewe (Jakarta Pusat) dengan boneka batik dan souvenir batik yang telah diekspor ke tujuh negara.

• CV Karya Wahana Sentosa (Bantul, Yogyakarta) menawarkan wooden kitchenware, wooden tableware, interior dan rumah kayu, dengan riwayat ekspor ke Jepang.

• UD Mitra Karya Sejahtera / Akaza (Jombang, Jawa Timur) yang menjual Kerajinan kayu alat rumah tangga dan alat dapur, diekspor ke Singapura dan Malaysia.

• PT PARJONO KERAMIK JAYA (Bantul, Yogyakarta) dengan Kerajinan Gerabah 

Kombinasi Serat Alam yang memiliki pasar ekspor luas termasuk Yunani, Prancis, 

Dubai, Belgia, Denmark, dan Amerika.

• Djohn Kreasi Batu Alam (Yogyakarta) yang memproduksi Accessories batu alam, dengan pasar ekspor ke India, Timur Tengah, dan Malaysia.


*        *        *


KOMITMEN Astra lewat berbagai yayasanya, termasuk YDBA dan DSA pada Trade Expo Indonesia 2025 ini hingga artikel ini ditulis Jumat (17/10) petang, telah melakukan enam Memorandum of 

Understanding (MoU) yang disepakati. Nilai transaksinya mencapai 4,2 juta dolar AS yang akan diekspor ke berbagai negara seperti Rusia, Bangladesh, Uni Emirat Arab, Malaysia, Kanada dan AS.

Selain penandatanganan MoU, sebanyak 25 UMKM binaan Yayasan Astra juga mengikuti pelatihan Strategi Ekspor yang merupakan kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar peserta yang belum berkesempatan mengikuti TEI tahun ini, siap mengikuti pameran berikutnya.

Ya, seperti banyak tulisan saya dulu (www.roelly87.com/2024/09/astra-ydba-umkm-dan-kontribusi-untuk.html), Astra dan Yayasan Astra berkomitmen  terus mendukung UMKM Indonesia untuk 

tumbuh, berinovasi, dan berkontribusi pada peningkatan ekspor nasional, sejalan dengan semangat mewujudkan cita-cita "Sejahtera Bersama Bangsa".


*        *        *


"BAWANG goreng premium ini sudah diekspor ke mancanegara. Mulai dari Australia, Taiwan, Macau, Hongkong, hingga Amerika Serikat," kata Asinan, perwakilan CV Aroma Sukses (Wuenak) selaku produsen Bawang Goreng Premium merek Aroma.

Produk asal Cirebon itu juga jadi idaman si kapal-kapal mewah di Macau, Tiongkok. Juga disediakan di salah satu restoran di Sydney, Australia.

Di TEI 2025 yang berlangsung sejak Rabu (15/10), jadi momentum Asnina agar Wuenak lebih go international. Maklum, banyak buyer asal mancegara yang antusias mendatangi booth Astra yang lokasinya strategis depan pintu masuk Hall Nusantara ICE BSD.

"Kami mendapat LOI (Letter of Intent, atau Surat Pernyataan Niat/Minat) dari buyer India. Bertemu banyak pelanggan baru yang siap menghadirkan bawang goreng kami di restoran mereka," Asnina menuturkan.

"Kini, kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan buyer asal Tiongkok. Semoga ini bisa memperluas pasar di tingkat global."

Ya, Trade Expo Indonesia ini merupakan event penting bagi pelaku usaha di Tanah Air, termasuk UMKM dalam melebarkan pasarnya. Tidak hanya untuk dalam negeri saja, melainkan juga mancanegara. 

Itu karena pameran yang berlangsung rutin setiap tahun -kecuali pandemi- sejak 1985 ini memang jadi tujuan utama pebisnis dalam dan luar negeri untuk mencari produk yang diminati, baik eksportir maupun importir.

"Trade Expo Indonesia 2025 jadi wujud nyata untuk memperkuat hilirisasi dan industrialisaai nasional. Sekaligus, memperluas peran dalan rantai pasok global menuju Indonesia Emas," tutur Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Menurutnya, pameran ini turut menghadirkan serangkaian kegiatan pendukung bagi pelaku usaha. Seperti penjajakan kerja sama bisnis (business matching), konsultasi bisnis (business counseling), dan berbagai forum bisnis.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo. Itu terkait partisipasi Astra bersama yayasannya dalam berbagai pameran yang melibatkan UMKM.

Bisa dipahami mengingat mereka memiliki ratusan mitra UMKM yang dibina untuk meluaskan pasarnya. Tidak hanya dalam negeri saja yang berkaitan untuk menyuplai ke Grup Astra, melainkan juga ekspansi ke mancanegara.

"Kami membawa 23 UMKM di TEI 2025 ini yang sudah melakukan pelatihan intensif ekspor sejak Mei lalu hingga Oktober," Rahmat, menerangkan.

Bahkan, demi memperkuat UMKM binaannya, Astra bersinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan untuk pelatihan strategi ekspor.

"Tujuan dari pelatihan ini agar peserta yang belum berkesempatan mengikuti TEI 2025, siap berpartisipasi pada tahun depan," ujar Rahmat terkait 25 UMKM yang diajak dalam pelatihan bertajuk Smart Export Strategy.

Bagi saya, apa yang dilakukan Astra sebagai pelaku usaha swasta untuk berkolaborasi dengan pemerintah, yaitu Kementerian Perdagangan dan KADIN, terkait pelatihan UMKM ini sangat menarik. Sebab, itu menegaskan, perusahaan yang berdiri sejak 1957 ini memang konsisten berperan dalam perputaran ekonomi Tanah Air.

"Kami tidak menilai pelatihan seperti ini layaknya kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) saja. Melainkan sebagai investasi (bagi mereka)," Rahmat, melanjutkan. "Jika memahami strategi, UMKM itu bisa naik kelas. Mereka dapat masuk ke rantai pasok global."

Ya, Trade Expo Indonesia jadi salah satu dari sekian banyak pameran di Tanah Air setiap tahunnya untuk mengenalkan produk UMKM kepada calon pembeli, baik dalam dan luar negeri. Ini jadi peluang bagi setiap UMKM binaan Astra yang mendapat pelatihan dari sinergisitas swasta dengan kementerian dan KADIN.

Respek bagi Astra sebagai swasta yang sudah menyediakan pelatihan bagi mitra UMKM binaannya, lewat yayasannya, YDBA dan DSA. Pelatihan ini sangat penting.

Ibarat mau bertanding sepak bola yang merupakan kerja sama tim, kalo para pemainnya ga latihan lebih dulu ya bisa kacau. Stamina kedodoran sepanjang 90 menit hingga demam panggung mau nendang bola ke arah gawang malah kepeleset.

Namun, ini bukan soal sepak bola.

***

Salah satu UMKM binaan Astra, PT Kreasi Dewe Indonesia/ Ghawean Dewe yang sudah ekspor ke tujuh negara pun aktif menghadiri berbagai pelatihan. Termasuk, jelang Trade Expo Indonesia 2025 melalui bootcamp yang diselenggarakan di markas Astra dan yayasannya.

"Kami gabung sebagai mitra UMKM Astra sejak 2018, sangat luar biasa support dan materi seminarnya. Mulai dari hal kecil, dulu kami dapat pelatihan membuat pola dan desain yang kami aplikasikan langsung untuk lebih variatif seperti kemasan yang unik," ucap perwakilan Ghawean Dewe saat diskusi dengan jurnalis dan bloger.

Saat melihat etalase Ghawean Dewe yang memproduksi souvenir dan boneka batik ini, saya pikir mereka sangat adaptif. Mereka selalu membuat produk yang punya ciri khas sesuai untuk dipasarkan.

"(Misalnya) di Thailand, kami membuat souvenir berbentuk gajah. Karena memang negara tersebut identik dengan gajah. Untuk Mongolia ada kuda hingga Prancis dengan ayam," ujarnya.





*        *        *


- Jakarta, 23 Oktober 2025



*        *        *


Video (Ga bisa ditautkan di artikel ini, error mungkin dashboard blogger.com atau hostingnya)


- https://vt.tiktok.com/ZSUVhYXJY/ (Bawang Goreng)


- https://youtube.com/shorts/mq3DlG45684?si=sqhLZ-GJdicxyZoS (Boneka Batik)


- https://youtu.be/2ty0LRunBt8?si=eG3ipNHjJw8uXlEO (Pelatihan UMKM)



*        *        *


Referensi:

- https://www.kompas.id/artikel/trade-expo-indonesia-jembatan-umkm-menuju-pasar-global

- https://kadin.id/kabar/kadin-kemendag-dan-astra-luncurkan-program-smart-export-strategy-di-tei-2025/


*        *        *

Boneka batiknya lucu-lucu, apalagi itu
Kanguru malah nyender di tembok



*        *        *

Kamis, 16 September 2021

Ada AstraPay di Balik Solusi Pembayaran Digital yang Terpercaya

Ada AstraPay di Balik Solusi Pembayaran Digital yang Terpercaya


Sesi webinar AstraPay
yang saya ikuti disela-sela
kegiatan sebagai ojol


PADA era digital saat ini, nyaris semua ingin dimudahkan. Salah satunya, terkait pembayaran untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kita, jadi tidak perlu bawa uang banyak untuk melakukan transaksi. Misalnya, bayar listrik, transportasi, pulsa, makanan, dan sebagainya. 

Kemudahan ini sudah saya nikmati dalam beberapa tahun terakhir lewat berbagai platform. Kini, bertambah seiring kehadiran AstraPay.

Eiiit... Apa itu AstraPay?

*     *     *

SIANG itu, langit ibu kota tampak cerah. Cuaca bagus ini sayang untuk saya lewatkan demi mencari nafkah menyusuri jalan demi jalan sebagai ojol (ojek online). 

Maklum, malamnya hujan cukup deras yang merata di berbagai wilayah ibu kota hingga memaksa saya menyudahi petualangan seperti biasa. Sisi positifnya, saya bisa bangun lebih awal. 

Ya, sekitar pukul 10.00 WIB. Biasanya, jam segitu sedang enak-enaknya berlayar di pulau kapuk hingga terjaga sore untuk kembali bertualang sebagai ojol di sekitar perbatasan barat ibu kota. 

Setelah target untuk tupo (tutup poin) tercapai, saya pun mencari tempat untuk bersandar. Sambil mereguk kenikmatan dari segelas es kopyor di di pinggir kali pada jalan yang namanya diabadikan dari sosok pahlawan yang meninggal muda pada masa kemerdekaan.

Sambil tetap menyalakan aplikasi ojol, saya iseng buka media sosial. Salah satunya, ada tautan diskusi terkait e-money milik Grup Astra

Ya, salah satu perusahaan terbesar di Tanah Air ini melaksanakan grand launching pada Rabu (15/9) pukul 13.00 WIB. Kebetulan, saya yang juga sebagai blogger tidak asing dengan Astra.

Sebab, saya kerap mengikuti berbagai acara yang mereka diselenggarakan. Baik offline sejak 2016 hingga online pada pandemi ini. 

Itu mengapa, saya pun tertarik ketika mengetahui peluncuran resmi AstraPay. Maklum, sebelumnya saya sempat menilai Astra termasuk terlambat dalam mengeluarkan produk tersebut.

Sebab, pembayaran digital di Tanah Air telah beredar dalam satu dekade terakhir. Beberapa di antaranya sudah saya gunakan lewat berbagai platform.

Nah, untuk AstraPay ini, jelas saja belum. Saya pun penasaran untuk mengetahui lebih lanjut. 

Yupz, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Termasuk, yang dilakukan Astra lewat anak usahanya, PT. Astra Digital Arta, yang meluncurkan AstraPay.

Maklum, Indonesia memiliki penduduk yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa. Jika 50 persen di antaranya memiliki smartphone dan terbiasa dengan pembayaran digital untuk keperluan sehari-hari, bisa dibayangkan betapa menggiurkan pangsa domestik ini.

Fakta itu diakui Director-In-Charge Astra Financial, Transportation, and Logistic Suparno Djasmin dalam tanya jawab via online. Kebetulan, saya turut menyimak diskusi secara virtual bersama ratusan rekan blogger dan jurnalis di Tanah Air.

"Kehadiran AstraPay melengkapi pilihan di industri pembayaran digital sebagai mitra terpercaya yang solutif terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia. Kami meyakini keberadaan AstraPay dapat meningkatkan kenyamanan konsumen Indonesia saat melakukan pembayaran digital yang tentunya akan berkontribusi positif terhadap Gerakan Nasional Non-Tunai dari Bank Indonesia,” ujar Djasmin.

Ya, saya setuju dengan pernyataan tersebut. Kehadiran AstraPay akan menambah pilihan bagi saya dalam melakukan transaksi digital sehari-hari yang saling berkaitan.

Maklum, Astra memiliki tujuh unit usaha yang melayani kebutuhan masyarakat, baik domestik maupun internasional. Itu meliputi:

1. Otomotif
2. Jasa Keuangan
3.Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi
4. Agribisnis
5. Infrastruktur dan Logistik
6. Teknologi Informasi
7. Properti

Nah, saya sering berkaitan dengan sektor otomotif. Sebab, sepeda motor yang jadi andalan dalam ojol, merupakan keluaran Astra, yaitu Honda Vario. 

Sudah pasti, AstraPay bakal memudahkan saya dalam bertransaksi. Misal, bayar cicilan bulanan, asuransi, hingga ke bengkel, baik untuk servis maupun beli sparepart.

Ya, AstraPay memang terintegrasi dengan ekosistem Astra. Dengan reputasi grup usaha berskala internasional yang didirikan sejak 1957 inilah membuat saya sangat percaya penuh.

"Ini sesuai dengan tujuan awal. AstraPay merupakan aplikasi pembayaran digital milik Grup Astra yang memberikan kemudahan terhadap pengguna," CEO AstraPay Meliza Musa Rusli, menjelaskan, dalam webinar.

Selain terhubung dengan ekosistem Grup Astra, pengguna AstraPay juga terintegrasi dengan sistem pembayaran moda transportasi umum. Misalnya, jika saya ingin bepergian naik MRT Jakarta dan TransJakarta, cukup membayarnya dengan aplikasi AstraPay saja.

Pun demikian terkait keperluan di rumah. AstraPay bisa digunakan untuk membayar tagihan listrik, PDAM, tv kabel, BPJS, pajak, hingga beli pulsa dan paket data.

Bahkan, yang saya tangkap saat menyimak webinar tersebut, AstraPay bisa digunakan untuk transaksi berbagai produk dan keperluan secara mobile lewat QRIS yang lisensi penggunaan sudah dimiliki sejak 2020. Sekadar info, saat ini ada 9 juta merchant di Tanah Air yang telah menerima pembayaran melalui QRIS.

Alhasil, cukup satu aplikasi, AstraPay, untuk semua!

Saya siap menikmati kemudahan dari AstraPay. Bagaimana, dengan Anda?

*     *     *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

#FaktaMenarik: Untuk memastikan keamanan dalam bertransaksi, AstraPay sudah dilengkapi single device authentication. Yaitu, sistem yang memungkinkan pengguna untuk login akun hanya pada satu device saja.

*     *     *

- Jakarta, 16 September 2021

Minggu, 23 September 2018

YDBA Selenggarakan Konvensi QCC UKM Edisi Ketiga


Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja bersama Presiden Direktur PT
Toyota 
Motor Manufacturing Indonesia
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali menyelenggarakan Konvensi Quality Control Circle (QCC) untuk edisi ketiga. Tepatnya sejak kali pertama digelar pada 2016 di Kantor Pusatnya, Sunter, pada 2016, diikuti saat Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2017 di BSD City, Tangerang.

Konvensi QCC merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan YDBA sebagai sarana bagi mitra Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berkompetisi dalam menerapkan budaya continuous improvement. Atau, dikenal budaya kaizen supaya UKM jadi naik kelas dan awet.

Bagi saya, ini kali kedua meliput Konvensi QCC yang diselenggarakan YDBA. Sebelumnya, tahun lalu di BSD City, Tangerang. Kebetulan, saya tidak asing dengan yayasan tertua kedua yang didirikan PT Astra International. Yupz, Corporate Social Responsibility (CSR) ini dibentuk pendiri Astra,  William Soeryadjaya, pada 2 Mei 1980.

Alias, YDBA kini sudah berusia 38 tahun. Dalam perjalanannya, yayasan yang mengusung filosofi "Berikan Kail bukan Ikan" ini sangat komitmen berperan secara aktif dalam membangun bangsa. Itu seperti yang diamanatkan dalam butir pertama filosofi Astra, Catur Darma. Yaitu, "Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara".

Bisa dipahami mengingat YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UKM dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Itu meliputi manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin, dan petani.

*         *         *
PAGI itu, matahari bersinar malu-malu. Dari perbatasan ibu kota, saya menuju ke kawasan Tebet, Jakarta Timur. Yaitu, untuk meliput Konvensi QCC UKM Mitra YDBA bersama lima rekan blogger dan media lainnya, Jumat (219).

Sempat diiringi hujan sejak Jalan Daan Mogot hingga Simpang Susun Semanggi, akhirnya tiba. Ketika itu, sudah ada rekan blogger, media, dan Agustin Pradhana yang merupakan perwakilan YDBA. Kami pun menuju ke PT Astra Honda Motor (AHM), Cibitung, Jawa Barat.

Dalam konvensi kali ini, terdapat tiga kelompok QCC terbaik yang akan mempresentasikan hasil improvement-nya di hadapan 250 tamu undangan. Mereka terdiri dari pemilik, manajemen, maupun karyawan UKM Mitra YDBA yang berada di wilayah Jakarta, Bogor,  Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Tiga kelompok tersebut yaitu:

1. PT Nandya Karya Perkasa (Kelompok Lupus)
Beranggotakan sembilan orang ini merepresentasikan konsep QCC dengan tema "Efisiensi Proses pada Part Pipe Centre Cross KWW". Sesuai dengan nama kelompoknya, "Lupus", yang memiliki akronim "Lakukan Usaha Perbaikan untuk Sukses". Lupus berlokasi di Cileungsi, Bogor,  yang selalu melakukan perbaikan untuk kesuksesan perusahaan.

2. PT Ganding Toolsindo (Kelompok #Koalisi2018)
Perusahaan yang berlokasi di area Bekasi ini mempresentasikan konsep QCC dengan tema "Efisiensi Proses Part Bracket 3-2 1WD". Dengan misi handal dalam stamping press, pembuatan dies, jigs, tools, serta C/F kualitas ekspor,  delivery on time, dan harga kompetitif.

3. PT Maha Tandra (Kelompok Metamorfosis)
Kelompok yang dipimpin Wartim Prasetyo ini mengangkat tema "Mempercepat Proses Pengerjaan Gelang Majesty". Melalui konsep tersebut, UKM asal Bandung ini mampu memperbaiki proses produksi yang semulai butuh waktu 13 hari jadi lima hari.

Setelah melalui proses penjurian yang sangat ketat berdasarkan hasil riset dan presentasi, juri memutuskan QCC UKM Mitra YDBA 2018 ini dimenangkan PT Nandya Karya Perkasa. Pada posisi kedua ada PT Maha Tandra diikuti PT Ganding Toolsindo.

Dalam acara itu, juga ada sharing dari Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono. Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, ini berbagi kiat tentang Industri 4.0 dan tantangannya bagi UMKM.

Selain itu, YDBA dan AHM turut memberikan penghargaan kepada tiga ayah angkat program sektor unggulan. Mereka adalah PT Rachmat Perdana Adhimetal, PT Dharma Polymetal, dan PT Berdikari Metal Engineering.

Ayah angkat merupakan sebutan bagi perusayaan yang ingin bermitra menjadi customer bagi UKM dengan menetapkan dan mengajarkan standar quality, cost, delivery (QCD). Juga sebagai tenaga ahli untuk meningkatkan kompetisi bagi UKM yang sedang menjalankan program sektor unggulan.

Disela-sela acara, juga ada performance Jingle YDBA berjudul "Semangat Mandiri Berkarya" yang dibawakan Agustin dan perwakilan YDBA lainnya.

Lirik yang mencerminkan nilai kerja YDBA, yaitu Compassionate, Adaptive, Responsible, dan Excellent, ini sudah diperkenalkan sejak 10 Juli lalu pada perayaan HUT ke-38 YDBA di Tapin, Kalimantan Selatan. Yang menarik, jingle YDBA ini bisa dinikmati secara luas lewat aplikasi Spotify (https://open.spotify.com/album/1WIMoImzY5EmE0fkvIYJ8S).

*         *         *

KONVENSI QCC ini dilaksanakan setiap tahun sejak 2016. Harapannya, dapat mendorong UKM Mitra YDBA, baik manufaktur, bengkel, usaha tani, maupun kerajinan, agar terus melakukan improvement dengan tujuna meningkatkan produktivitas usaha.

Itu diungkapkan Pengawas YDBA sekaligus Production, Engineering, & Procurement Director PT AHM David Budiono dalam sambutannya yang didampingi Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja, dan Sekretaris Pengurus YDBA Ida R.M. Sigalingging.

"Tentunya, kami berharap ketiga peserta terbaik itu dapat lebih semangat. Sekaligus mampu memotivasi rekan-rekan UKM yang lain untuk selalui menerapkan budaya kaizen dan mengikuti Konvensi QCC tahun depan," kata Budiono.

"Bagi para finalis, kiranya dapat terus konsisten menjaga budaya kaizen ini. Agar, semakin meningkatkan kinerjanya untuk mencapai naik kelas dan awet."

Berdasarkan data hingga Desember 2017, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 10.374 UMKM. YDBA juga melatih 716 pemuda putus sekolah untuk menjadi mekanik. Bagi saya, ini menarik. Sebab, YDBA benar-benar menerapkan filosofi "Berikan Kail bukan Ikan".

Bisa dipahami mengingat secara tidak langsung, YDBA telah menciptakan 65.855 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.

Nah, jika Anda tertarik untuk gabung sebagai Mitra UKM YDBA, bisa mengunjungi tautan di bawah ini:

Website: http://www.ydba.astra.co.id
Twitter: https://twitter.com/YDBA_Astra
Facebook: https://www.facebook.com/ydba.astra
Instagram: https://www.instagram.com/ydba_astra
Online platform: http://hebatnyaukm.org

*         *         *
Yeeeeeee, ini kali kedua saya sebagai blogger meliput QCC UKM Mitra YDBA
setelah tahun lalu pada GIIAS 2017

*         *         *
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih
Andang Tjahjono berbagi kiat terkait Industri 4.0 dan tantangannya bagi UMKM

*         *         *
Jingle YDBA berjudul "Semangat Mandiri Berkarya" yang juga tersedia
di Spotify

*         *         *
Konvensi UKM Mitra YDBA ini merupakan edisi ketiga setelah 2016 dan 2017

*         *         *
Henry mewakili YDBA memberi apresiasi kepada pemuda putus sekolah

*         *         *
Perwakilan PT Maha Tandra mengangkat tema Mempercepat Proses Pengerjaan
Gelang Majesty

*         *         *
Perwakilan PT Ganding Toolsindo mengusung konsep Efisiensi Proses Part
Bracket 3-2 1WD

*         *         *
Perwakilan PT Nandya Karya Perkasa mempresentasikan konsep QCC dengan
tema Efisiensi Proses pada Part Pipe Centre Cross KWW

*         *         *
Tiada perjamuan yang tak berakhir, foto bersama blogger, media, dan perwakilan
YDBA menjelang kembali ke Jakarta

*         *         *

Artikel YDBA Sebelumnya:

7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra
-
*         *         *

- Jakarta, 23 September 2018

Selasa, 15 Agustus 2017

Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif


Suasana booth YDBA di Hall 2X ICE BSD
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat foto lainnya)


DALAM menjalankan bisnis di era yang sangat kompetitif seperti sekarang, menjaga kualitas jadi faktor utama bagi setiap pelaku usaha. Tidak terkecuali pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tanah Air.

Ini sangat penting karena kualitas produk dan pelayanan yang diberikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendapatkan kepuasan konsumen. Demikian kesimpulan yang saya dapat ketika menghadiri Konvensi Quality Control Circle (QCC) UMKM dari mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Acara tersebut diselenggarakan bertepatan dengan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (12/8). Sebagai blogger yang tertarik untuk terjun ke dunia UMKM pada suatu saat nanti, tentu acara ini tidak saya lewatkan.

Kebetulan, saya sering mendapat ilmu dan wawasananyar dari event yang diselenggarakan YDBA. Teranyar, saat yayasan tertua kedua Grup Astra International ini menyelenggarakan HUT ke-37 pada 10 Juli lalu (Artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org).

Apalagi, konvensi ini diadakan di ICE BSD yang tidak asing bagi saya. Tahun lalu, saya beberapa kali menyambangi booth YDBA yang berada di Hall 3 dan 2F Artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra dan Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016).

Alhasil, saya pun tak melewatkan kesempatan untuk kembali mengunjungi booth YDBA sebelum mengikuti konvensi. Sama seperti tahun lalu, pada GIIAS 2017 ini YDBA menggelar pameran di dua tempat dengan menampilkan 12 UMKM yang terdiri dari tujuh UMKM Manufaktur, dua UMKM bengkel, dan tiga UMKM kerajinan.

Yaitu, Hall 2X yang memajang berbagai hasil mitra dari YDBA dan Prefunction Hall 3 dengan keberadaan Wintor. Yaitu, kendaraan angkutan serbaguna dengan mesin diesel bertenaga 10 hp yang konsumsi solarnya 0,5 liter per jam. Wintor ini edisi kedua setelah pada GIIAS 2016 juga turut ditampilkan.

Bagi saya, keberadaan kendaraan ini sangat diapresiasi. Maklum, 86 persen komponen diproduksi di Indonesia lewat anak perusahaan PT Astra Otoparts. Tak heran jika Wintor jadi primadona bagi pengunjung GIIAS untuk menelusuri setiap bagian atau dijadikan latar foto.

*          *          *

YDBA dibentuk pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 2 Mei 1980. Yayasan ini memiliki filosofi "Berikan Kail Bukan Ikan". Itu mengapa YDBA selalu membagikan pengetahuan sekaligus menanamkan budaya kaizen yang telah mengakar kuat di lingkunan Astra kepada UMKM.

Tujuannya, untuk membantu UMKM menuju kemandirian yang sejalan dengan misi Astra yaitu, "Sejahtera Bersama Bangsa". Nah, pada konvensi yang ketiga ini, YDBA mengusung tema "Yuk NgImprove!". Maksudnya, untuk mengajak UMKM mulai menerapkan kegiatan QCC dari hal yang sederhana pada bisnis mereka.

Dalam konvensi itu, UMKM mitra YDBA ditantang memaparkan kegiatan QCC yang telah dilakukan pada masing-masing perusahaan. Kegiatan QCC yang dilakukan tersebut tentunya tidak lepas dari pendampingan YDBA selama ini.

Setelah melalui proses seleksi yang terdiri dari tahap seleksi makalah dan presentasi, akhirnya terpilih tiga finalis seperti yang diumukan Ketua Pengurus YDBA, Henry C Widjaja.

1. PT Rachmat Perdana Adhimetal
Perusahaan yang didirikan Syaiful Munir pada 1997 ini bergerak di bidang jasa metal stamping, welding, serta pembuatan dies dan jig fixture. Berkat keberhasilannya dalam menjaga kualitas, PT RPA kini berhasil menembus supply chain Grup Astra sebagai salah satu tier supllier PT Astra Honda Motor dan beberapa perusahaan lainnya. Pada konvensi QCC 2017 ini, PT RPA memaparkan makalah dengan judul "Menghilangkan Delay Persiapan Delivery Plate Setting K15".

2. PT Bakom Metal Industri
Perusahaan yang didirikan pada 2004 ini bercita-cita untuk dapat menjadi piston manufacturer terbesar di Indonesia dan Asia. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha machining ini telah berhasil jadi supplier untuk beberapa perusahaan di Grup Astra Otoparts. Pada konvensi ini, PT BMI membawakan makalah dengan judul "Menurunkan Defet Pin HOle Nokari Produksi Machining Line 2".

PT ATMI Solo
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Akademi Teknik Mesin Industri ini bergerak pada bidang pembuatan mold, berbagai komponen otomotif maupun non-otomotif. Serta, pengembangan mesin yang dipercaya mitra di berbagai industri. Mulai dari otomotif, makanan, minuman, hingga rumah sakit. Pada konvensi ini, PT ATMI Solo memaparkan makalah berjudul "Meningkatkan Produktivitas Assembly Hospital Bed 3 Crank".

*          *          *

SELAIN pemaparan dari ketiga finalis, kegiatan Konvensi QCC juga diisi sesi sharing dari Presiden Direktur PT Autoplastik Indonesia, Siswijono.

Sosok yang juga menjabag sebagai  Chief Operating Officer PT Astra Otoparts Divisi Adiwara Plastik ini menjelaskan pentingnya menerapkan kegiatan QCC untuk perusahaan. Dalam keterangannya, pria 54 tahun ini menekankan tentang pentingnya membangun SDM yang mumpuni dalam mewujudkan budaya improvement yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, YDBA berharap UMKM mitra dapat termotivasi untuk menerapkan kegiatan QCC di perusahaan masing-masing. Dengan begitu, UMKM pun diharapkan dapat memiliki daya saing yang tinggi untuk dapat berkompetisi di era terbuka saat ini.

Yupz, saya berharap Grup Astra melalui YDBA konsisten mengawali berbagai mitranya di Tanah Air. Sebab, kolaborasi mereka turut berkontribusi atas meningkatnya perekonomian Indonesia. Sekaligus, sejalan dengan misi Astra sejak kali pertama didirikan 20 Februari 1957, "Sejahtera Bersama Bangsa".

*          *          *
Konsep Parkir Pintar dari Himpunan Bengkel Binaan YDBA

*          *          *
Salah satu perwakilan YDBA menjelaskan kinerja Parkir Pintar kepada saya

*          *          *
Booth YDBA di Prefunction Hall 3

*          *          *
Antusiasme pengunjung terhadap Wintor yang diproduksi PT Astra Otoparts

*          *          *
Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja

*          *          *
Presiden Direktur PT Autoplastik Indonesia sekaligus Chief Operating Officer
PT Astra Otoparts Divisi Adiwara, Siswijono

*          *          *
Penyerahan plakat dari Henry kepada Siswijono

*          *          *
Peserta Konvensi QCC dari PT Rachmat Perdana Adhimetal

 *          *          *
Dewan juri memberi penilaiain kepada ketiga finalis mitra YDBA

*          *          *
Foto bersama tim Susuk Tante dari PT Rachmat Perdana Adhimetal 
*          *          *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:
Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org
Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
Memetik Inspirasi Bersama Astra
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra

*          *          *
- Jakarta, 15 Agustus 2017

Jumat, 13 Januari 2017

Yuk, Tandai Provinsi di Indonesia yang Pernah Kita Tinggali dan Singgahi (1)


Peta Suku Bangsa di Indonesia yang Ada di Museum Nasional


"RUL, gw udah pernah ke tujuh provinsi di Indonesia. Lo berapa?

"Provinsi? Buat apaan tuh?"

"Ga, iseng-iseng aja. Di FB rame status 'Provinsi yang pernah Anda tinggal dan kunjungi'."

"Jarang buka FB. He he he."

"Ha ha ha. Parah lho. Nih SS-nya."

Demikian percakapan saya dengan rekan di aplikasi whatsapp, suatu sore pada awal bulan ini. Saya memang setiap hari buka internet, tapi jarang aktif di sosial media. Paling banter malam atau dini hari WIB ketika pulang kerja. Termasuk, mengisi artikel di blog ini. Kalau siang apalagi sore, jarang-jarang, kecuali jika dapat notifikasi dari rekan.

Malam harinya, ketika sudah senggang di depan laptop, saya pun iseng-iseng membuka Facebook. Saat itu, berseliweran status dari beberapa rekan tentang 34 provinsi di Indonesia. Bunyinya, seperti ini, "Copas. Berikut ini 34 provinsi yang ada di Indonesia. Jika Anda pernah tinggal, tandai dengan ❤ Jika Anda pernah berkunjung ke salah satu kotanya, tandai dengan ☺. Ini daftarku, mana daftarmu?"

Dalam hati saya, ini menarik. Langsung saja saya mengingat provinsi mana yang pernah saya tinggali dan singgahi termasuk Jakarta. Jika dihitung sejak kecil hingga kini saya sudah tinggal di enam provinsi berbeda dan 13 kali singgah.

Rinciannya, sebagai berikut:

Pernah tinggal (6): Sumatera Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Selatan

Singgah (13)Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bali, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara

Sementara, untuk postingan yang berselieweran di Facebook sebagai berikut:

Berikut ini 34 provinsi yang ada di Indonesia. Jika Anda pernah tinggal, tandai dengan ❤
Jika Anda pernah berkunjung ke salah satu kotanya, tandai dengan ☺
Ini daftarku, mana daftarmu?

1. D.I. Aceh
2. Sumatera Utara ☺
3. Sumatera Barat ❤
4. Riau ☺
5. Kepulauan Riau ❤
6. Jambi  ☺
7. Sumatera Selatan ☺
8. Bangka Belitung
9. Bengkulu ☺
10. Lampung ☺
11. DKI Jakarta ❤
12. Jawa Barat ❤
13. Bali ☺
14. Jawa Tengah ☺
15. D.I.  Yogyakarta ☺
16. Jawa Timur ☺
17. Banten ❤
18. Nusa Tenggara Barat
19. Nusa Tenggara Timur
20. Kalimantan Barat
21. Kalimantan Tengah
22. Kalimantan Selatan ❤
23. Kalimantan Timur ☺
24. Kalimantan Utara
25. Sulawesi Utara ☺
26. Sulawesi Barat
27. Sulawesi Tengah
28. Sulawesi Tenggara
29. Sulawesi Selatan ☺
30. Gorontalo
31. Maluku
32. Maluku Utara
33. Papua Barat
34. Papua

*        *        *
YUPZ, saya lahir, kecil, dan besar di ibu kota. Meski, beberapa kali menetap di luar Jakarta. Indikatornya lebih dari sebulan. Sebab, kalau hanya sehari, itu sekadar singgah saja alias hanya sementara.

Seperti, Serpong dan Tangerang di provinsi Banten, Bandung, dan Cirebon, Indramayu (Jawa Barat), Batam (Kepulaau Riau -ini rancu, sebab waktu itu masih Riau, dan belum ada pemekaran-), Banjarmasin dan Kintap (Kalimantan Selatan), Padang, Painan, Dharmasraya (Sumatera Barat).

Jadi, kalau ditotal, saya sudah pernah menjejakkan kaki di 20 dari 34 provinsi di Indonesia dan sekali ke negara tetangga. Lumayan banyak juga, mencapai 58 persen. Terutama setelah diingat lebih lanjut dan menelusuri dokumen keluarga serta berbagai foto sejak kecil.

Lampung merupakan provinsi pertama di luar Jawa yang pernah saya singgahi. Itu terjadi 20 tahun silam bersama keluarga saat mengunjungi kerabat yang lokasinya dekat dengan penangkaran gajah. Lebih dari satu dekade kemudian, saya kembali menginjakkan kaki di pulau Sumatera. Tapi, bukan Lampung, melainkan lebih ke utaranya dalam rangka tugas di pertambangan. Yaitu, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Ketika sudah bekerja di media, saya jadi lebih sering keliling nusantara. Diawali lima tahun silam ketika meliput ke Pekalongan (Jawa Tengah), hingga Sulawesi Selatan. Sejak saat itu, saya kerap menyambangi berbagai stadion dan arena olahraga yang ada di Tanah Air, khususnya pulau Jawa.

Di sisi lain, aktivitas sebagai blogger sejak 2009 membuat saya juga kerap mengunjungi berbagai provinsi di Indonesia. Baik itu berkat sponsor hingga ngebolang dengan dana pribadi. Mulai dari Kepulauan Seribu yang masuk administrasi DKI Jakarta bersama VIVA Log, Sulawesi Utara (Indosat Ooredoo), Yogyakarta, Bali (Asus Indonesia), Jawa Timur, Jawa Barat (Astra International).

Dengan mengunjungi berbagai provinsi di Indonesia itu tidak hanya menikmati keindahan alamnya saja. Melainkan turut mengenal lebih jauh tentang budaya setempat.

Yuk, tandai Provinsi di Indonesia yang pernah rekan blogger tinggal dan singgah!


*        *        *
Sebagian daftar yang ada di Whatsapp

*        *        *
Saya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan

*        *        *
Saya di Pelabuhan Teluk Bayur (Sumatera Barat)

*        *        *
Saya di Taman Nasional Bunaken (Sulawesi Utara) bersama Indosat Ooredoo

*        *        *
Saya di Pulau Bidadari (DKI Jakarta) bersama VIVA Log

*        *        *
Saya di Nusa Dua (Bali) bersama ASUS Indonesia

*        *        *
Saya di Alun-alun kota Malang (Jawa Timur)

*        *        *
Saya di depan patung Merlion (Singapura)

*        *        *

Artikel Ngebolang Sebelumnya:
- Pasar Santa
- Central Park
Sirkuit RMS Land Rappang
- Garuda Indonesia
- Candra Naya
- 7 Taman di Jakarta
- Pulau Bidadari
- 7 Tempat Nongkrong
- Museum Nasional
- Masjid Hidayatullah
- Alun-alun Bandung
- Taman Ismail Marzuki
Tugu Kunstkring Paleis
- Pasar Ah Poong
- Museum Basoeki Abdullah
- Taman Ayodia
- Curug Nangka
- Curug Nangka (2)
- Kebun Binatang Ragunan
- Taman Nasional Bunaken
- Pantai Jimbaran
- 4B Manado
- Danau Linow
- 7 Tempat Nobar
- Museum Kebangkitan Nasional
- Ngebolang ke 3 Stasiun
CitraRaya Water World
- Pantai Ancol
- Patung Soekarno-Hatta
- Rafting Sungai Citarik
- Sensasi Nusa Dua
- Taman Jomblo
- Candi Prambanan
- Museum Astra
- Candi Jago
- Kota Malang
- Saung Sarongge
- Coban Pelangi

Laman Khusus Wisata
- Jelajah Manado
- Keliling Yogyakarta
- Sensasi Bali
- Ngebolang ke Malang
*        *        *
- Jakarta, 13 Januari 2017

Kamis, 27 Oktober 2016

Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016


Ketujuh penerima Satu Indonesia Awards 2016 bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto 

Setelah tujuh bulan  menyeleksi, akhirnya PT Astra International Tbk menemukan "Tujuh Mutiara" terbaik untuk menerangi bangsa ini di masa depan. Mereka berasal dari wilayah barat hingga timur Indonesia dengan proses pencarian sejak Maret hingga Oktober 2016.

Ya, mereka lolos dalam proses penjurian Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2016. Saya mendapat kehormatan untuk melihat langsung "ketujuh mutiara" itu saat menghadirinya di Kantor Pusat Astra, Sunter, pagi tadi (27/10).

Sebab, apa yang dilakukan mereka, benar-benar out of the box. Dalam arti, usaha dan perjuangan ketujuh orang itu sungguh di luar dugaan saya. Tak heran jika Astra memberi apresiasi mereka untuk menerima penghargaan SATU Indonesia Awards 2016.

Mereka dinilai memiliki sumbangsih yang bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya. Itu sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. Kebetulan, 20 Februari 2017, perusahaan yang kini dipimpin Prijono Sugiarto sebagai presiden direktur itu genap 60 tahun.

Tentu, enam dekade bukan waktu yang singkat. Perjalanan lebih dari setengah abad itu dilalui Astra dengan konsisten untuk turut berkontribusi kepada negeri ini. Termasuk mengadakan SATU Indonesia Awards 2016 yang pemberian anugerahnya bertepatan pada Hari Blogger Nasional sekaligus sehari jelang Peringatan Sumpah Pemuda.

"Sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, hari ini kita kembali menyaksikan hadirnya sosok-sosok pejuang muda dari pelosok nusantara," tutur Prijono. "Mereka dengan segenap tenaga dan pikiran telah bekerja nyata untuk kemajuan wilayahnya. Melihat inovasi, semangat, serta manfaat yang telah dilakukan para pemuda ini, Astra, senantiasa mendukung kegiatan mereka agar semakin banyak mutiara-mutiara yang menginspirasi masyarakat untuk terus berkarya membangun bangsa."

SATU Indonesia Awards 2016 merupakan edisi ketujuh sejak kali pertama diselenggarakan pada 2010. Dalam periode itu, Astra membuka lebar kesempatan kepada putra-putri bangsa untuk berperan aktif terhadap lingkungan sekitarnya melalui website www.satu-indonesia.com. Tahun ini, terdapat 2.341 pendaftar yang berasal dari Banda Aceh hingga Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Proses seleksi dimulai dari jenjang administrasi, penilaian program, verifikasi, hingga presentasi di hadapan dewan juri yang sangat berpengalaman di bidangnya, yaitu:

- Emil Salim (Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universistas Indonesia)
- Nila Moeloek (Menteri Kesehatan)
- Fasli Jalal (Guru Besar Pascasarjanan Universitas Negeri Jakarta)
- Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan)
- Onno W. Purbo (Pakar Teknologi Informasi)
- Bambang Harymurti (Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk)
- Yulian Warman (Head of Public Relations Division Astra International)
- Riza Deliansyah (Head of Environment & Social Responsibility Division Astra International)

"Kita punya orang-orang muda luar biasa yang selama ini tidak terangkat ke permukaan. Mereka bisa jadi contoh bagi pemuda-pemudi lain untuk kemajuan Indonesia," tutur Onno, optimistis.

Apa yang dikatakannya beralasan mengingat jumlah pendaftar yang mencapai 2.341 peserta meningkat dibanding tahun lalu (2.071). Itu membuktikan SATU Indonesia Awards jadi wadah kreativitas pemuda dan pemudi di Tanah Air untuk bisa berpartisipasi dalam membangun negeri.

Fakta itu diakui Emil dalam sambutannya yang memuji SATU Indonesia Awards 2016 sudah lebih baik dari sebelumnya, "Pada tahun-tahun berikut, akan lebih baik lagi jika persebaran pendaftar lebih merata. (Terutama) dari daerah yang semula belum pernah masuk."

Pernyataan sama diungkapkan Tri. Menurutnya, potensi para pemuda sekarang ini jauh lebih menjanjikan karena didukung teknologi informasi yang kian berkembang. Sehingga, mampu memberikan nilai tambah atas aktivitasnya.

"Yang perlu dipikirkan sekarang, bagaimana Satu Indonesia Awards mampu menjadikan kegiatan para pemenang ini menjadi suatu gerakan berskala nasional," Tri, menambahkan. Saya setuju dengan wanita yang pada 2011 lalu mendapat Ramon Magsaysay Award tersebut. Ini jadi tugas pemerintah untuk bisa memaksimalkan potensi ketujuh peraih Satu Indonesia Awards 2016 demi kelangsungan bangsa.

Bertepatan dengan Hari Blogger Nasional, saya pribadi, berharap suatu saat nanti, di panggung ada rekan blogger yang menerima Satu Indonesia Awards. Entah itu 2017, 2018, 2019, atau seterusnya. Berikut, profil singkat dari ketujuh penerima penghargaan Satu Indonesia Awards 2016:

Bidang Pendidikan

1. "Sang Seniman Nasionalis", Zainul Arifin - Lumajang, Jawa Timur
Sejak 10 November 2007 menggagas program "Pengenalan Pendidikan Kearifan Lokal melalui Sadar Wisata dan Musik Tradisional Daerah". Program Zainul ini ditujukan untnuk menumbuhkan usaha ekonomi baru dengan keterampilan yang dimiliki masyarakat sekitar.

Bidang Kewirausahaan

2. "Wiraushawan Kreatif dari Banjarmasin", Muhammad Aripin - Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Sejak akhir 2015, mendirikan Yayasan Rumah Kreatif untuk mewadahi kegiatan yang meliputi usaha di bidang teknik, kerajinan tangan, dan seni budaya. Saat ini, produknya sudah dipasarkan ke berbagai saluran seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) hingga terjual ke mancanegara lewat media online.

3. "Pemberdaya Gula Semut dari Banyumas", Akhmad Sobirin - Banyumas, Jawa Tengah
Mempelopori masyarakat di daerahnya untuk memproduksi gula semut setelah mendapat peluang pasar ekspor. Berkat tangan dinginnya, kini penghasilan petani di daerahnya meningkat pesat dan sekarang lebih sejahtera.

Bidang Lingkungan

4. "Pahlawan Lembah Hijau Rumbia", Ridwan Nojeng - Jeneponto, Sulawesi Selatan
Sejak enam tahun silam merintis produksi pupuk organik dari kotoran sapi di tempat asalnya, Desa Tompobulu, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Hasilnya, Desa Tompobulu menjelma jadi Desa Wisata Lembah Hijauh Rumbia yang banyak didatangi turis lokal serta mancanegara.

Bidang Kesehatan

5. "Laskar Pencerah dari Pasuruan", Yoga Andika - Pasuruan, Jawa Timur
Pria 27 tahun ini mencetuskan berdirinya "Posyandu Remaja" di Desa Tosari, Jawa Timur. Tujuannya, untuk mencegah pernikahan dini serta melakukan penyuluhan bahaya seks pranikah, efek negatif miras dan nikotin.

Bidang Teknologi

6. "Penggagas Gamelan Elektronik dari Garut", Dewis Akbar - Garut, Jawa Barat
Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini membimbing anak sekolah di daerahnya untuk lebih mengenal teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Salah satunya, dengan membangun lab "Komputer Mini" Raspberry P.i., yang jadi wadah bagi anak-anak untuk menggali secara dalam manfaat serta kegunaan TIK.

Kategori Kelompok 
7. "Pelopor Rumoh Tiram Kampung Tibang", Yayasan Pendidikan Kemaritiman Indonesia - Banda Aceh, Aceh
Ihsan Rusydi bersama 10 mahasiswanya di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, mengembangkan teknologi budidaya tiram bermodalkan ban bekas. Hasil temuan mereka sangat membantu masyarakat Kampung Tibang, Banda Aceh, karena tidak lagi harus berendam di bawah terik matahari atau menginjak tajamnya koloni tiram. Petani pun bisa menghasilkan jumlah dan ukuran tiram yang lebih besar hingga membuat olahan tiram dengan nilai ekonomi yang maksimal.


*        *        *
Pengumuman SATU Indonesia Awards 2016 di Kantor Pusat Astra yang bertepatan dengan Hari Blogger Nasional

*        *        *
Prijono memberikan penghargaan kepada Emil Salim dan juri SATU Indonesia Awards 2016 lainnya

*        *        *
Beberapa juri SATU Indonesia Awards di atas panggung

*        *        *
Pengumuman penghargaan SATU Indonesia Awards memadukan unsur lokal dan modern

*        *        *
Parade tari nusantara

*        *        *
Atraksi Punakawan dalam acara Mencari Mutiara untuk Menerangi Bangsa

*        *        *
Ratusan peserta dari berbagai instansi pemerintah, media, dan blogger 

*        *        *
Sekilas, atraksi punakawan mengingatkan saya pada Teater Broadway di New York, Amerika Serikat

*        *        *
Prijono memberi penghargaan kepada Muhammad Arifin 

*        *        *
Foto bersama penerima Satu Indonesia Awards, juri, dan manajemen Astra

*        *        *
Lea Simanjuntak menutup rangkaian acara bertema Inspirasi 60 Tahun Astra

*        *        *
Ridwan Nojeng bercerita mengenai usahanya "menyulap" desa tandus jadi destinasi wisata

*        *        *
Aripin berbagi inspirasi kepada hadirin melalui Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar

*        *        *
Melalui lab mini, Dewis Akbar mengenalkan TIK kepada anak-anak di lingkungannya

*        *        *
Artikel terkait:
Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?
Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016
Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza
Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015
Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN
Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil
Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger
Ke Kalimantan Aku Kan Kembali

*        *        *

- Jakarta, 27 Oktober 2016