TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: William Soerjadjaja

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label William Soerjadjaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label William Soerjadjaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Desember 2017

YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018

YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018

Diskusi menarik yang diselenggarakan YDBA pada 20 Desember lalu
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya) 

37 TAHUN bukan waktu yang sebentar. Terutama, bagi suatu yayasan nonprofit. Yupz, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) genap 37 tahun pada 2 Mei lalu.

Sejak didirikan William Soeryadjaya pada 1980 silam, YDBA merupakan perwujudan dari komitmen PT Astra International Tbk (Astra) dalam membangun bangsa. Itu seperti yang terdapat pada butir pertama Catur Dharma yang jadi filosofi Astra. Yaitu, Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.

Sejarah mencatat, banyak pencapaian yang dilakukan YDBA sebagai salah satu dari sembilan yayasan Astra. Bisa dipahami mengingat saya tidak asing dengan yayasan tertua kedua Astra ini.

Kebetulan, saya sudah mengenalnya sejak mengikuti Gathering Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia: Berbagi Inspirasi 60 Tahun di Gedung SMESCO di Jakarta Selatan, pada 1 Agustus 2016 (Artikel sebelumnya: Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?).

Setelah itu, saya rutin menyimak berbagai rangkaian dari YDBA dan Astra. Tentu, jika waktunya tidak bentrok dengan pekerjaan sehari-hari di lapangan.

Andai bersamaan dengan jadwal liputan, sudah pasti saya harus absen. Termasuk, ketika Astra mendukung penuh Indonesianisme Summit 2017 pada 9 Desember lalu dan Menanam 1.000 Pohon (19/12).

Namun, jika waktunya lowong, sudah pasti saya hadiri. Bahkan, hingga ke Kantor Wakil Presiden ketika Astra jadi sponsor Asian Games 2018 (6/12).

*         *         *
SIANG itu, matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya. Dari arah selatan, awan pekat serempak menuju bibir pantai ibu kota. Tak berselang lama, dewi hujan menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Rinai berganti dengan lebatnya tetesan air dari langit yang menemani perjalanan saya usai meliput kegiatan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di kawasan Kuningan menuju Restoran TierSpace, yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tepatnya, untuk mengikuti blogger gathering yang diselenggarakan YDBA pada Rabu (20/12). Ada dua tujuan saya untuk menghadiri diskusi dan sharing tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia serta Digital Ecosystem YDBA ini.

Pertama, untuk belajar lebih jauh tentang UMKM di Tanah Air dari YDBA yang merupakan ahlinya. Pepatah mengatakan, dekat cat terciprat tinta. Saya pun demikian, berharap bisa memetik ilmu terkait UMKM untuk diterapkan pada masa depan.

Kedua, saya ingin menanyakan mengenai peran Astra, khususnya YDBA pada Asian Games 2018. Maklum, Astra merupakan Official Prestige Partners dari Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC).

Tentu, Astra akan melibatkan berbagai unit usahanya pada pesta olahraga antarnegara Asia tersebut (Artikel sebelumnya: Astra Sponsori Asian Games 2018). Nah, berpegang pada Catur Dharma itu, saya paham Astra pastinya tidak hanya memikirkan sisi ekonomi dari peran sebagai sponsor.

Melainkan juga kemungkinan turut mengerahkan berbagai yayasan yang bernaung di bawahnya. Terutama, YDBA yang sudah berperan vital dalam menggerakkan UKM dan UMKM di Tanah Air. Bisa jadi, Astra melalui YDBA akan terlibat dalam pembuatan suvenir untuk Asian Games 2018.

Asumsi itu yang mendasari saya untuk bertanya langsung kepada Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjaja dalam sesi diskusi. Menurut penggemar fotografi ini, memang kemungkinan menuju ke arah tersebut.

Kebetulan, yang saya tahu, YDBA menjalankan berbagai program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pasar, dan fasilitasi pembiayaaan kepada UMKM di empat bidang. Yaitu, manufaktur, bengkel, kerajinan, dan pertanian.

"Jika itu ada hubungannya dengan UKM dan UMKM bisa saja. Itu sesuai dengan program YDBA yang membina UKM dan UMKM," ujar Henry menjawab pertanyaan saya.

Indonesia merupakan tuan rumah Asian Games 2018 yang berlangsung pada 18 hingga 2 September mendatang. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), INASGOC, dan instansi terkait, memiliki empat misi, yaitu:

1. Sukses Prestasi
2. Sukses Penyelenggaraan
3. Sukses Administrasi
4. Sukses Ekonomi

Nah, untuk sukses Ekonomi ini, pemerintah ingin memaksimalkan peran UMKM dan UKM di Tanah Air. Misalnya, di Jakarta dengan melibatkan UMKM dan UKM terkait kerajinan tangan yang bisa dijadikan suvenir bagi ribuan atlet. Sementara, Palembang bakal mendorong UMKM dan UKM yang bergerak di bidang kuliner, seperti pempek serta pindang.

"Untuk saat ini, kami belum mengetahui detailnya. Namun, jika pemerintah ingin menggandeng Astra dan YDBA dalam pembuatan suvenir yang melibatkan UKM, nah itu bisa kami lakukan untuk Asian Games 2018," Henry, menerangkan.

Penulis buku Celebrating the Moment ini melanjutkan, "Paling sering, yang terjadi misalnya Astra ingin membuat suvenir dan mengadakan pameran terkait Asian Games 2018. Astra akan mengajak UKM di bawah naungan YDBA. Ini bagian dari usaha Astra untuk memasarkan hasil UKM yang difasilitasi YDBA ketika berpartisipasi di berbagai event. Misalnya, Inacraft (International Handicraft Trade Fair), IKEA Teras Indonesia, GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show), dan lainnya."

Untuk GIIAS, kebetulan saya selalu hadir dalam tiga edisi sejak 2015 silam. YDBA turut meramaikan pameran otomotif terbesar di Tanah Air itu dengan mendirikan booth. Tujuannya, untuk mengenalkan kepada khalayak ramai terkait hasil dari UKM dan UMKM dalam bisnis Astra.

Misalnya, pada komponen Daihatsu Sigra (artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra), Wintor, Konsep Parkir Pintar, dan sebagainya (Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif).

*         *         *
AROMA tanah yang wangi setelah hujan menyapa seluruh indera kami. Matahari terlihat sudah condong ke barat. Di sisi berlawanan, sang rembulan memancarkan sinarnya dengan memesona.

Yupz, usai diskusi hangat bersama Henry yang didampingi Kepala Departemen Perencanaan & Pengembangan YDBA Edison Monoarfa, sesi pun berlanjut. Kali ini, saya dan belasan blogger diajak untuk belajar melukis di kaos yang sudah disediakan salah satu binaan UKM YDBA.

Yaitu, Rini Iskandar yang menjual berbagai lukisan handmade menggunakan media T-Shirt. Wow... Sumpah, keren banget! Saya sampai tak percaya, bisa belajar melukis di sehelai kaos setelah sejak SD silam mencoret-coret di balik buku tulis.

Sebagai informasi, Rini merupakan pemilik dari Painting on T-Shirt (POT) yang sudah lama dibina YDBA. Selain POT, banyak UKM dan UMKM yang mendapat binaan YDBA. Itu karena dalam 37 tahun ini, YDBA jadi salah satu representasi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi sejak enam dekade ini.

Beberapa pencapaian YDBA di antaranya:

- Sudah membina 10.112 mitra UKM
- 65.158 tenaga kerja
- 101 UKM Mandiri
- 701 Alumni Porgram Pemuda Putus Sekolah
- Mendirikan 17 LPB (Lembaga Pengembangan Bisnis)
- Mendirikan 10 LKM (Lembaga Keuangan Mikro)
- Mendirikan 11 Sektor Unggulan Terbentuk

Seiring dengan perkembangan teknologi, YDBA juga membangun ekosistem untuk menjawab tantangan zaman yang bergerak ke arah digital. Pada tahap awal, YDBA berusah memindahkan kegiatan pembinaan yang semula hanya diakses secara offline ke dunia online.

"Sekarang, jika ingin mempelajari terkait UKM, bisa mengaksesnya secara digital. Yaitu, pada laman www.HebatnyaUKM.org. Di portal ini, ada berbagai tips ringan terkait dunia wirausaha yang berguna untuk diterapkan dalam menjalankan usaha," Edison, menerangkan.

YDBA meluncurkan Digital Ecosystem itu pada 10 Juli lalu (Artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org). Saat itu, YDBA juga menampilkan sharing session kepada khalayak ramai dengan mengundang tiga narasumber.

Yaitu, Fida Heyder yang merupakan Head of SMB Marketing Google Indonesia, Rieke Caroline (CEO BuatKontrak.com), dan Leony Agus Setiawati (pemilik CV Azkasyah yang mendapat binaan YDBA).

Yang pasti, dalam menggandeng mitra UKM, yayasan tertua kedua Astra ini selalu berpegang pada analogi telur. Yaitu, pembinaan yang dilakukan YDBA berusaha untuk memecahkan telur tersebut dari dalam, sehingga menghasilkan seekor ayam. Alias, bukan memecahkan telur tersebut dari luar yang akhirnya hanya menghasilkan telur dadar.

Yupz, saya setuju dengan perumpamaan ini. Sukses untuk Astra dan YDBA!***

*         *         *
Sesi perkenalan rekan blogger Timothy W. Pawiro dalam gathering yang dipandu
PR YDBA Agustin Pradhana

*         *         *
Sambutan Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjadja

*         *         *
Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan YDBA Edison Monoarfa

*         *         *
Tanya jawab rekan blogger dengan perwakilan YDBA

*         *         *
Pembacaan puisi dari Henry yang pada 2010 silam menerbitkan buku berjudul
Celebrating the Moment

*         *         *
Semangat rekan-rekan blogger untuk belajar melukis di kaos yang dibimbing
Rini Iskandar selaku pemilik Painting On T-Shirt (POT)

*         *         *
Saya belajar melukis di kaos yang jadi pengalaman perdana dalam lebih dari
seperempat abad hidup ini

*         *         *
Rekan blogger Gaper Fadli melukis sketsa HUT ke-60 Astra

*         *         *
Antusiasme rekan-rekan blogger untuk belajar melukis dengan media kaos

*         *         *
Yeeee, jadi! Hasil coretan saya dengan tema optimisme malam tahun baru
menyambut Asian Games 2018

*         *         *
Foto bersama blogger, YDBA, dan mitra UKM

*         *         *

Artikel YDBA Sebelumnya:
- 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra

Artikel Astra Group Sebelumnya:
- Astra Sponsori Asian Games 2018

*          *         *
- Jakarta, 22 Desember 2017

Selasa, 15 Agustus 2017

Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif


Suasana booth YDBA di Hall 2X ICE BSD
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat foto lainnya)


DALAM menjalankan bisnis di era yang sangat kompetitif seperti sekarang, menjaga kualitas jadi faktor utama bagi setiap pelaku usaha. Tidak terkecuali pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tanah Air.

Ini sangat penting karena kualitas produk dan pelayanan yang diberikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendapatkan kepuasan konsumen. Demikian kesimpulan yang saya dapat ketika menghadiri Konvensi Quality Control Circle (QCC) UMKM dari mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Acara tersebut diselenggarakan bertepatan dengan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (12/8). Sebagai blogger yang tertarik untuk terjun ke dunia UMKM pada suatu saat nanti, tentu acara ini tidak saya lewatkan.

Kebetulan, saya sering mendapat ilmu dan wawasananyar dari event yang diselenggarakan YDBA. Teranyar, saat yayasan tertua kedua Grup Astra International ini menyelenggarakan HUT ke-37 pada 10 Juli lalu (Artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org).

Apalagi, konvensi ini diadakan di ICE BSD yang tidak asing bagi saya. Tahun lalu, saya beberapa kali menyambangi booth YDBA yang berada di Hall 3 dan 2F Artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra dan Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016).

Alhasil, saya pun tak melewatkan kesempatan untuk kembali mengunjungi booth YDBA sebelum mengikuti konvensi. Sama seperti tahun lalu, pada GIIAS 2017 ini YDBA menggelar pameran di dua tempat dengan menampilkan 12 UMKM yang terdiri dari tujuh UMKM Manufaktur, dua UMKM bengkel, dan tiga UMKM kerajinan.

Yaitu, Hall 2X yang memajang berbagai hasil mitra dari YDBA dan Prefunction Hall 3 dengan keberadaan Wintor. Yaitu, kendaraan angkutan serbaguna dengan mesin diesel bertenaga 10 hp yang konsumsi solarnya 0,5 liter per jam. Wintor ini edisi kedua setelah pada GIIAS 2016 juga turut ditampilkan.

Bagi saya, keberadaan kendaraan ini sangat diapresiasi. Maklum, 86 persen komponen diproduksi di Indonesia lewat anak perusahaan PT Astra Otoparts. Tak heran jika Wintor jadi primadona bagi pengunjung GIIAS untuk menelusuri setiap bagian atau dijadikan latar foto.

*          *          *

YDBA dibentuk pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 2 Mei 1980. Yayasan ini memiliki filosofi "Berikan Kail Bukan Ikan". Itu mengapa YDBA selalu membagikan pengetahuan sekaligus menanamkan budaya kaizen yang telah mengakar kuat di lingkunan Astra kepada UMKM.

Tujuannya, untuk membantu UMKM menuju kemandirian yang sejalan dengan misi Astra yaitu, "Sejahtera Bersama Bangsa". Nah, pada konvensi yang ketiga ini, YDBA mengusung tema "Yuk NgImprove!". Maksudnya, untuk mengajak UMKM mulai menerapkan kegiatan QCC dari hal yang sederhana pada bisnis mereka.

Dalam konvensi itu, UMKM mitra YDBA ditantang memaparkan kegiatan QCC yang telah dilakukan pada masing-masing perusahaan. Kegiatan QCC yang dilakukan tersebut tentunya tidak lepas dari pendampingan YDBA selama ini.

Setelah melalui proses seleksi yang terdiri dari tahap seleksi makalah dan presentasi, akhirnya terpilih tiga finalis seperti yang diumukan Ketua Pengurus YDBA, Henry C Widjaja.

1. PT Rachmat Perdana Adhimetal
Perusahaan yang didirikan Syaiful Munir pada 1997 ini bergerak di bidang jasa metal stamping, welding, serta pembuatan dies dan jig fixture. Berkat keberhasilannya dalam menjaga kualitas, PT RPA kini berhasil menembus supply chain Grup Astra sebagai salah satu tier supllier PT Astra Honda Motor dan beberapa perusahaan lainnya. Pada konvensi QCC 2017 ini, PT RPA memaparkan makalah dengan judul "Menghilangkan Delay Persiapan Delivery Plate Setting K15".

2. PT Bakom Metal Industri
Perusahaan yang didirikan pada 2004 ini bercita-cita untuk dapat menjadi piston manufacturer terbesar di Indonesia dan Asia. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha machining ini telah berhasil jadi supplier untuk beberapa perusahaan di Grup Astra Otoparts. Pada konvensi ini, PT BMI membawakan makalah dengan judul "Menurunkan Defet Pin HOle Nokari Produksi Machining Line 2".

PT ATMI Solo
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Akademi Teknik Mesin Industri ini bergerak pada bidang pembuatan mold, berbagai komponen otomotif maupun non-otomotif. Serta, pengembangan mesin yang dipercaya mitra di berbagai industri. Mulai dari otomotif, makanan, minuman, hingga rumah sakit. Pada konvensi ini, PT ATMI Solo memaparkan makalah berjudul "Meningkatkan Produktivitas Assembly Hospital Bed 3 Crank".

*          *          *

SELAIN pemaparan dari ketiga finalis, kegiatan Konvensi QCC juga diisi sesi sharing dari Presiden Direktur PT Autoplastik Indonesia, Siswijono.

Sosok yang juga menjabag sebagai  Chief Operating Officer PT Astra Otoparts Divisi Adiwara Plastik ini menjelaskan pentingnya menerapkan kegiatan QCC untuk perusahaan. Dalam keterangannya, pria 54 tahun ini menekankan tentang pentingnya membangun SDM yang mumpuni dalam mewujudkan budaya improvement yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, YDBA berharap UMKM mitra dapat termotivasi untuk menerapkan kegiatan QCC di perusahaan masing-masing. Dengan begitu, UMKM pun diharapkan dapat memiliki daya saing yang tinggi untuk dapat berkompetisi di era terbuka saat ini.

Yupz, saya berharap Grup Astra melalui YDBA konsisten mengawali berbagai mitranya di Tanah Air. Sebab, kolaborasi mereka turut berkontribusi atas meningkatnya perekonomian Indonesia. Sekaligus, sejalan dengan misi Astra sejak kali pertama didirikan 20 Februari 1957, "Sejahtera Bersama Bangsa".

*          *          *
Konsep Parkir Pintar dari Himpunan Bengkel Binaan YDBA

*          *          *
Salah satu perwakilan YDBA menjelaskan kinerja Parkir Pintar kepada saya

*          *          *
Booth YDBA di Prefunction Hall 3

*          *          *
Antusiasme pengunjung terhadap Wintor yang diproduksi PT Astra Otoparts

*          *          *
Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja

*          *          *
Presiden Direktur PT Autoplastik Indonesia sekaligus Chief Operating Officer
PT Astra Otoparts Divisi Adiwara, Siswijono

*          *          *
Penyerahan plakat dari Henry kepada Siswijono

*          *          *
Peserta Konvensi QCC dari PT Rachmat Perdana Adhimetal

 *          *          *
Dewan juri memberi penilaiain kepada ketiga finalis mitra YDBA

*          *          *
Foto bersama tim Susuk Tante dari PT Rachmat Perdana Adhimetal 
*          *          *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:
- Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org
- Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
- Memetik Inspirasi Bersama Astra
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
- Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra

*          *          *
- Jakarta, 15 Agustus 2017

Senin, 10 Juli 2017

Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org


HebatnyaUKM.org diresmikan Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja dan
Ketua Pembina YDBA Johannes Loman
(Klik untuk perbesar gambar dan geser untuk melihat foto lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) merupakan yayasan tertua kedua yang didirikan PT Astra International. Corporate Social Responsibility (CSR) ini dibentuk pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 2 Mei 1980.

Tujuannya, untuk melakukan pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga kini, YDBA telah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada 8.646 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan Grup Astra.

Saya mengenal YDBA saat mengikuti Gathering Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia: Berbagi Inspirasi 60 Tahun di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, pada 8 Agustus 2016 (Artikel sebelumnya: Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?).

Sepekan kemudian, saya mengenal YDBA lebih intensif. Bahkan, sempat membawa oleh-oleh VR Cardboard yang sangat menarik (https://twitter.com/roelly87/status/767563496447889408). Tepatnya, saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Saat itu, terdapat dua booth YDBA di hall 3 dan 2F Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten (Artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra dan Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016).

*        *        *
SENIN (10/7) YDBA merayakan HUT ke-37 di Gedung Astra, Sunter, Jakarta Utara dengan memberikan berbagai penghargaan kepada pelaku UKM. Sekaligus, peluncuran Digital Ecosystem yang bisa diakses pada laman HebatnyaUKM.org.

Dalam kesempatan itu, YDBA juga menampilkan sharing session dengan tiga narasumber kompeten di bidangnya masing-masing. Yaitu, Fida Heyder yang merupakan Head of SMB Marketing Google Indonesia, Rieke Caroline (CEO BuatKontrak.com), dan Leony Agus Setiawati (pemilik CV Azkasyah yang mendapat binaan YDBA).

Ketiganya, saling berbagi tips kepada peserta yang mencapai 400 orang yang terdiri dari pelaku UKM, media, hingga blogger. Bagi saya, rangkaian acara ini sangat menambah wawasan. Terutama jika kelak, saya berkecimpung di dunia UKM.

"Kami berahrap UKM bisa memahami bagaimana proses perubahan ke era digital. Sehingga, bisa membuka pola pikirnya akan pentingnya pengembangan bisnis di skala global melalui digital," ujar Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjaja, yang didampingi Johannes Loman (Ketua Pembina YDBA), Lina Djafar (Ketua Pengawas YDBA), pengurus YDBA lainnya, dan perwakilan Astra Grup.

Apa yang dikatakan Henry beralasan. Sebab, pada era digital sekarang, berbagai kegiatan perekonomian sudah dimudahkan melalui akses internet. Baik dari perusahaan skala besar hingga kecil.

Itu mengapa, YDBA menampilkan Leony sebagai salah satu pembicara. Saya sempat merinding ketika mendengar ceritanya saat krisis pada 2015 lalu. Sebab, Leony mengakui, omzet per hari usahanya secara online setara dengan sebulan di butik!

Tak heran jika CV Azkasyah yang didirikan sejak 2001 di Ciomas, Bogor ini, sudah berkembang pesat. Perusahaan konveksi ini memiliki 18 agen manager (distributor besar) dan 400 jaringan agen di seluruh Tanah Air.

Leony juga berbagi tips bagi pelaku UKM dalam mengembangkan sayapnya dalam bisnis online. Menurutnya, bisa memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram, dan twitter. Selain itu, Leony mengaku rajin berinteraksi di grup aplikasi chat, misalnya Whatsapp, Line, BlackBerry Messenger, dan sebagainya. Setelah itu, Leony memasarkan di market place seperti Lazada, Zalora, Matahari Mall, Blibli, Tokopedia, hingga Kaskus.

"Yang penting, dalam menjalankan usaha, kita tidak boleh pesimistis. Misalnya, saya gaptek lah, ga ngerti internet lah, dan segala macamnya. Di era sekarang, bisnis yang kita lakukan harus bisa beradaptasi dengan perkembangan pasar. Saya berterima kasih kepada YDBA yang telah membina kami, CV Azkasyah, selama 12 tahun ini," tutur Lenny yang memiliki lebih dari 500 karyawan yang merupakan warga di sekitar perusahaannya berlokasi.

*        *        *
SELAIN Lenny, terdapat banyak pelaku UKM lainnya yang sukses berkat binaan YDBA. Itu bisa dilihat pada laman HebatnyaUKM.org yang merupakan ekosistem digital YDBA berbentuk online platform yang beriringan dengan offline platform yang sudah ada.

Situs tersebut berisikan fitur blog dan news. Kita bisa mengakses informasi seputar UKM dan kewirausahaan yang lebih mendalam. Saat saya akses kini, HebatnyaUKM.org memang masih sederhana mengingat situs ini baru diluncurkan ke publik secara resmi pagi tadi.

Namun, dalam rilisnya, ke depannya, website yang dikelola pengurus YDBA ini akan dilengkapi fitur E-Learning supaya UKM bisa belajar melalui berbagai video edukatif dan mempraktekkannya sendiri cara mengembangkan usaha.

Sebagai tambahan, selain HebatnyaUKM.org, YDBA juga akan melengkapi kanal di ydba.astra.co.id dengan fitur E-Catalogue sehingga UKM bisa terbantu menjual produk-produknya secara online.

Sejak mengikuti acara pagi hingga saat menulis artikel ini, saya jadi antusias untuk menggeluti dunia UKM. Bagaimana, dengan Anda?***

*        *        *
Ketua Pembina YDBA Johannes Loman memberi sambutan HUT ke-37 YDBA

*        *        *
Penghargaan untuk UMKM Mandiri kepada mitra YDBA

*        *        *
YDBA Awards 2017

*        *        *
YDBA didirikan pada 20 Mei 1980

*        *        *
YDBA telah membina 8.646 UKM yang tersebar di Tanah Air

*        *        *
Detik-detik peluncuran HebatnyaUKM.org

*        *        *
HebatnyaUKM.org merupakan ekosistem digital YDBA berbentuk
online platform dan offline platform

*        *        *
HebatnyaUKM.org bisa memberi inspirasi dan motivasi bagi pelaku UKM 

*        *        *
Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja mengenalkan YDBA UKM Catalog
yang bisa diakses di ydba.astra.co.id

*        *        *
Head of SMB Marketing Google Indonesia Fida Heyder berbagi tips untuk
pelaku UKM yang ingin memasarkan produknya secara online

*        *        *
CEO BuatKontrak.com Rieke Caroline memaparkan pentingnya
legalitas hukum bagi pelaku UKM untuk melindungi produknya

*        *        *
Pemilik CV Azkasyah Leony Agus Setiawati berbagi pengalaman
suka dan duka sebagai pelaku UKM dalam mengemabngkan usahanya

*        *        *
Foto bersama seusai acara untuk memperingati HUT ke-37 YDBA

*        *        *


Artikel Grup Astra Sebelumnya:
- Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
- Memetik Inspirasi Bersama Astra
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
- Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra

*        *        *
- Jakarta, 10 Juli 2017

Selasa, 21 Maret 2017

Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017


Foto bersama perwakilan Astra, juri, dan penerima Indonesia Satu Awards
(Klik untuk perbesar foto)

SEBULAN lalu, PT Astra International Tbk (Astra) genap 60 tahun. Tepatnya, sejak didirikan William Soerjadjaja pada 20 Februari 1957. Berkat kerja keras dan kerja cerdas dari pria yang akrab disapa Om William bersama segenap pegawai, Astra kini menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air.

Yang menarik, mereka tidak hanya sekadar memiliki tujuh divisi bisnis saja yang tersebar di seluruh nusantara. Melainkan juga turut memberi kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Termasuk dengan terjun langsung ke mayarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Hingga kini, Astra memiliki sembilan yayasan yang sesuai dengan filosofi Catur Dharma saat didirikan Om William.

Selain CSR dan yayasan, Astra juga konsisten untuk mengangkat generasi bangsa. Salah satunya, dengan menyelenggarakan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards. Penghargaan ini sudah dilakukan Astra sejak 2010 silam.

Kebetulan, pada edisi terakhir, saya menyaksiakn dari anak-anak muda yang kreatif serta mampu menggerakkan masyarakat daerah tempat tinggalnya dengan tujuan positif. Salah satunya, Ridwan Nojeng yang menerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016.

Kini, Astra kembali menyelenggarakan acara tersebut yang berlangsung sejak Senin (20/3) hingga 10 Agustus 2017. Dalam kick-off Satu Indonesia Awards 2017 di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, kemarin, itu juga terdapat diskusi hangat antara manajemen Astra, penerima SATU Indonesia Awards sebelumnya, juri, media, dan blogger.

"SATU Indonesia Awards ini merupakan edisi kedelapan sejak 2010. Kami berharap, dengan apresiasi ini kian memacu pemuda-pemudi di seluruh nusantara untuk menggerakkan tempat tinggalnya. Banyak pemenang SATU Indonesia Awards yang kini jadi pelita bagi daerahnya. Itu yang kami harapkan sejak membuatnya tujuh tahun silam karena sejalan dengan filosofi om William," tutur Head of Public Relations Astra, Yulian Warman dalam sambutannya.

Menurut Deputy Head of Public Relations Astra, Boy Kelana Soebroto, SATU Indonesia Awards ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. "Ada lima kategori yang akan dipersembahkan untuk memacu putra-putri terbaik bangsa. Yaitu, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, kesehatan, dan teknologi. Serta kelompok yang mewakili lima kategori tersebut," Boy, menambahkan.

Kebetulan, dalam bincang hangat yang dimoderasi Regina Panontongan (Public Relations Division, Corporate Communications Astra) ini turut menampilkan empat narasumber. Yaitu, Fasli Jalal dan Riza Deliansyah (Head of Environment & Social Responsibility Astra) yang mewakili dewan juri. Juga penerima SATU Indonesia Awards, Risna Hasanudin (2015) dan Ichsan Rusydi (2016).

"Untuk individu atau kelompok yang belum juara, jangan berkecil hati. Sebab, kami -juri SATU Indonesia Awards- tetap memantau mereka. Bisa jadi tahun ini mereka tidak menang, tapi pada tahun-tahun berikutnya setelah konsisten dapat apresiasi dari Astra," tutur Jalal.

Sosok yang menjabat sebagai wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010-2012 ini memberi contoh Risna dan Ichsan yang memiliki dedikasi penuh. Baik itu sebelum mengikuti SATU Indonesia Awards, saat pemilihan, dan kini setelah menerimanya.

"Walaupun pemenangnya lima, kami juga mengambil 20 besar, atau ada yang 50 besar dari finalis untuk jadi pendamping program Astra. Salah satunya, Saharudin yang mendapat beasiswa fakultas kedokteran di Makassar meski tidak menang. Kami dari tim CSR Astra memantau finalis yang tidak menang jika programnya sesuai, tetap akan dibantu," kata Riza, optimistis.

Sejak edisi perdana, SATU Indonesia Awards ini diikuti nyaris 10 ribu pendaftar, Pada 2010 diikuti 120 peserta, 2011 (492), 2012 (1.088), 2013 (1.606), 2014 (1.833), 2015 (2.071), dan tahun lalu (2.342).

Untuk 2017 ini yang bertepatan dengan HUT ke-60 Astra, penerima SATU Indonesia Awards di kategori masing-masing akan mendapat Rp 60 juta. Jumlah tersebut diberikan untuk pengembangan masyarakat di tingkat nasional. Selain itu, mereka juag akan mendapat pembinaan kegiatan dari Astra.

Di bawah ini merupakan syarat-syarat untuk menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Untuk informasi lengkap,  Anda sebagai blogger atau memiliki rekan yang peduli pada masyarakat setempat bisa mendaftarnya di www.satu-indonesia.com.

1. Usia maksimal 35 tahun
2. Individu atau kelompok dengan jumlah anggota minimal tiga orang
3. Memiliki kegiatan yang orisinal. Penggiat/kegiatannya telah berlangsung minimal setahun
4. Belum pernah menerima penghargaan tingkat nasional/internasional
5. Bukan karyawan Grup Astra dan Tempo Media Group (Tempo merupakan media-partner SATU Indonesia Awards)
6. Anda bisa mendaftarkan diri sendiri/kelompok/orang lain asal memenuhi persyaratan dan ketentuan dari SATU Indonesia Awards 2017

Sekadar informasi, kegiatan yang dapat didaftarkan dalam program ini daapt membantu atau mengusahakan orang lain agar bisa mandiri. Serta, kegiatan itu bisa memberikan solusi, cara, atau alat. Salah satunya, Ridwan Nojeng yang menyulap kediamannya yang dulu tandus jadi Desa Wisata Lembah Hijau Rumbia untuk memberi kontribusi kepada masyarakat setempat.

Alias, bukan sekadar memberikan sumbangan atau donasi yang berdampak sementara. Bisa juga dapat berupa pelatihan keterampilan sekelompok orang, komunitas, atau masyarakat yang kurang beruntung. Sehingga, mereka punya keahlian dan dapat bertahan hidup.

Beberapa kegiatan yang membawa perubahan itu akan dinilai dewan juri berdasarkan parameter berikut:
1. Motif: Ide awal, jenis kegiatan, tujuan/motivai/sasaran, bidang prestasi, usaha untuk mewujudkan dan pihak-pihak yang bekerja ama dengan lembaga pendanaan
2. Hasil: Kegiatan dan hasil yang telah diciptakan
3. Jangkauan: Jumlah dan dampak pada orang atau sistem yang telah dibangun melalui program-program yang telah dilakukan.
4. Kesinambungan. Menilai komitmen untuk melanjutkan kegiatan.

Hingga kini, sudah ada 39 orang yang menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Mereka telah berkarya dalam berbagai kategori. Termasuk, Risna dan Ichsan yang dalam bincang interaktif itu membeberkan konsisten kegiatannya selama ini hingga mendapat apresiasi dari Astra.

"Saya berterima kasih dengan adanya SATU Indonesia Awards bisa membantu saya untuk terjun di dunia pendidikan di Papua. Berkat Astra, kini di Kampung Kobrey banyak anak kecil yang bisa membaca, menulis, dan berhitung," Risna, mengungkapkan.

Wanita kelahiran Banda Neira, Maluku, 1 Februari 1988 ini sejak September 2014 mendirikan rumah belajar (Rumah Cerdas Perempuan Arfak Papua Barat) di Kampung Kobrey. Inisiatif untuk terjun langsung karena Risna ingin agar anak-anak dan perempuan Arfak tidak jadi generasi yang tertinggal.

Usaha tanpa pamrih yang dilakukan lulusan FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) dari Universitas Pattimura Maluku ini diakui Jalal sebagai wanita tangguh yang menginspirasi, "Risna merupakan contoh volunteer yang sangat sabar. Meski awalnya sempat mengalami intimidasi, kini keberadaan Risna sangat diapresiasi masyarakat di Kampung Kobrey."

Di sisi lain, pengembangan teknologi budidaya tiram dengan menggunakan ban bekas membuat Ichsan dan 10 mahasiswanya berhasil membuat nyaman para petani. Berkat temuan kelompok bernama Yayasan Pendidikan Kemaritiman Indonesia ini, sangat membantu masyarakat Kampung Tibang, Banda Aceh.

Itu karena tidak lagi harus berendam di bawah terik matahari atau menginjak tajamnya koloni tiram. Petani pun bisa menghasilkan jumlah dan ukuran tiram yang lebih besar hingga membuat olahan tiram dengan nilai ekonomi yang maksimal. Hasilnya, kini beredar olahan tiram dengan berbagai jenis, seperti kerupuk dan makanan ringan lainnya.

"Komoditi tiram merupakan sektor perikanan yang termajinalkan. Awalnya kami kurang mendapat perhatian dari pemerintah, dengan hasil riset sekarang pemerintah mulai memberi perhatian lebih kepada masyarakat. Tapi yang lebih menguatkan hati adalah, SATU Indonesia Awards ini membuat kami jadi lebih semangat dan sadar bahwa kami tidak sendiri dalam memberdayakan masyarakat.” tutur Ichsan yang sedang bersiap ke Jepang untuk riset budidaya tiram. 

Nah, Risna, Ichsan, dan Ridwan, sudah membuktikan konsistensi dalam kegiatannya yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Ya, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kini, Anda atau rekan bisa mengikuti jejak mereka dalam SATU Indonesia Awards 2017.

*       *       *
Head of Public Relations Astra Yulian Warman

*       *       *
Deputy Head of Public Relations Astra Boy Kelana Soebroto

*       *       *
Head of Environment & Social Responsibility Astra Riza Deliansyah (kiri)

*       *       *
Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI 2010-2012 Fasli Jalal (tengah)

*       *       *
Ichsan Rusydi penerima SATU Indonesia Awards 2016 kategori kelompok
 (kedua dari kiri)

*       *       *
Salah satu hasil olahan Ichsan dan mahasiswanya, kerupuk tiram

*       *       *
Risna Hasanudin penerima SATU Indonesia Awards 2015 (kedua dari kanan)

*       *       *
Salah satu kegiatan Risna dengan masyarakat Arfak, Papua

*       *       *
Satu Indonesia Awards 2017 dimulai sejak 20 Maret hingga 10 Agustus mendatang

*       *       *
Antusiasme netizen terhadap kick-off SATU Indonesia Awards yang ramai
di twitter hingga masuk trending topic nasional

 ---------------------- *       *       * ----------------------
Video di Youtube

*       *       **       *       *
Video di Youtube

*       *       **       *       *
Video di Youtube

*       *       **       *       *

Artikel Terkait SATU Indonesia Awards:
- Memetik Inspirasi Bersama Astra
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

*       *       * 
- Jakarta, 21 Maret 2017