TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Tapak Tilas di Candi Jago

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 14 Desember 2016

Tapak Tilas di Candi Jago


Candi Jago


CANDI Jago terletak sekitar 21 km dari kota Malang berdasarkan aplikasi GPS di smartphone saya. Tepatnya, di sebelah timur yang jika ditempuh dengan kendaraan memakan waktu 30-45 menit. Candi Jago yang dusun Jago, desa Tumpang, kecamatan Tumpang, kabupaten Malang, Jawa Timur, ini sangat unik.

Sebab, lokasinya yang berada di pinggir jalan berada di pemukiman masyarakat. Bahkan, di seberangnya merupakan Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal Plus. Tak heran jika candi ini ramai didatangi pelajar, mulai dari anak TK, SD, SMP, hingga SMA, di sekitarnya. Itu yang saya catat saat mengunjungi Candi Jago pada Sabtu (26/12).

Candi yang bernama asli Jajaghu ini merupakan destinasi pertama saya ketika ngebolang ke Malang, Bromo, dan sekitarnya pada tiga pekan lalu. Menurut data resmi dari www.perpusnas.go.id, Candi Jago memiliki luas 23x14 meter. Untuk tinggi, tidak ada informasi pasti mengingat candi ini sudah tidak utuh lagi. Namun, diperkirakan mencapai 15-20 meter.

"Saat ini sisa reruntuhan. Kalau tidak salah, atapnya dulu tinggi. Tapi, sebagian arca sudah hilang yang mungkin diambil pada zaman penjajahan," kata Wahyu, salah satu warga setempat yang saya temui. Kebetulan, dia memang sering mengunjungi Candi Jago karena lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

"Dulu (candi ini) kumuh banget mas. Untungnya, sekarang pemerintah daerah sudah lebih peduli. Bagaimanapun, candi ini peninggalan luhur dari nenek moyang kita," penggemar Arema Malang ini menambahkan.

Berdasarkan penelusuran saya terhadap relief di berbagai sisi, Candi Jago ini perpaduan Hindu-Buddha. Dibangun pada abad ke-13 sebagai penghormatan kepada Raja Singasari keempat, Sri Jaya Wisnuwardhana. Tepatnya, sekitar 1268 sampai 1280 masehi. Sementara, salah satu arcanya, Mamaki, menurut BritishMusuem.org, dibangun pada 1222-1292.

Beberapa arca Candi Jago ini memang tersebar luas ke berbagai daerah. Selain dimiliki British Museum yang berada di London, Inggris, yang memang mempunyai koleksi lengkap berbagai koleksi sejarah dunia, juga ada di Jakarta. Yaitu, di Museum Nasional melalui Prasasti Manjusri yang kerap saya kunjungi. Terakhir, ketika pegelaran Wayang Listrik pada 24 November lalu.

Sebagai penggemar sejarah, tentu saya tertarik dengan riwayat Candi Jago. Yaitu, candi yang dibangun pada era Kerajaan Singasari dan kerap dikunjungi Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Mengunjungi candi ini bak tapak tilas terhadap dua kerajaan yang pada masanya sangat jaya.

Untum menuju Candi Jago bisa melalui berbagai akses. Salah satunya, dari kota Malang yang bisa dilalui kendaraan umum seperti bus dan angkot. Menurut saya, candi ini tergolong rapih dan bersih. Meski tiket masuknya gratis, nyaris tidak terlihat adanya sampah.

Itu karena kesadaran pengunjung serta kesigapan pengelola candi dalam menjaga kebersihan melalui penyediaan tempat sampah di berbagai titik. Tak heran jika candi ini jadi primadona tidak hanya masyarakat sekitar, melainkan warga Malang, Jawa Timur, hingga Jakarta.

"Bahkan, kalau weekend, candi ini kerap dikunjungi turis mancanegara. Mayoritas mereka yang ingin ke Gunung Bromo dari Malang menyempatkan diri singgah ke sini," tutur salah satu pedagang kepada saya.

Apa yang dikatakannya itu beralasan. Menurut saya, pemerintah setempat memang harus lebih meningkatkan fasilitas di Candi Jago. Terutama tempat parkir yang saat ini masih belum memadai. Begitu juga dengan toilet yang harus lebih banyak lagi dan papan informasi yang memadai. Sebab, sangat disayangkan jika keunikan Candi Jago justru tidak diimbangi dengan berbagai fasilitas standar yang membuatnya jadi kurang dikenal publik.

*        *        *
Pemandangan kabupaten Malang dari puncak Candi Jago

*        *        *
TK di seberang jalan

*        *        *
Seorang pengunjung memotret putrinya di puncak Candi Jago

*        *        *
Murid-murid SD mengunjungi Candi Jago saat pulang sekolah

*        *        *
Dulunya, ini merupakan kolam pemandian

*        *        *
Relief tentang pewayangan di Candi Jago

*        *        *
Perpaduan Hindu-Buddha pada berbagai relief Candi Jago

*        *        *
Candi Jago tampak belakang

*        *        *
Arca Dewa Syiwa (? *belum konfirmasi)) di Candi Jago yang kurang informasi

*        *        *
Papan informasi seadanya di pintu masuk

*        *        *
Candi Jago, salah satu candi yang unik di Indonesia

*        *        *
Artikel Sebelumnya:
(Prolog)
- Air Terjun Coban Pelangi
- Bromo...
- Kawah Bromo
- Bukit Teletubbies
- Pasir Berbisik
- Keliling Malang
- Wisata Malam
- Kuliner
- Reuni
(Epilog) Di Balik Ngebolang ke Bromo dan Malang

Artikel Terkait Sejarah Sebelumnya:
- Yuk, Berkunjung ke Museum Astra
Museum Nasional dan Saksi Peninggalan Kejayaan Indonesia
Sisi Lain Basoeki Abdullah dalam Pameran Rayuan 100 Tahun di Museum Nasional
Deja Vu Tur KRL dari Manggarai ke Manggarai
Sepenggal Kisah di Museum Abdul Haris Nasution
Membongkar Rahasia Bea Cukai
Museum Nasional Belum Selesai Berbenah
Kasus Pencurian dan Lemahnya Pengawasan Museum di Indonesia
Karnaval Wayang Dunia 2013 di Museum Nasional
Kenapa Harus ke Taman Mini?
Sepenggal Kisah di Museum Abdul Harris Nasution
Tapak Tilas Hari Kemerdekaan di Museum Prangko
Perpaduan Budaya Minang-Jawa di Museum Adityawarman
Warisan Budaya di Museum Wayang 2
Warisan Budaya di Museum Wayang
*        *        *
- Jakarta, 12 Desember 2016

5 komentar:

  1. Ini candinya menyatu sama daerah perumahan, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelahan mbak, aksesnya juga gampang, tinggal naik kendaraan umum dari Malang

      Hapus
  2. Ngebolang terus ni mas akhir tahun ahaeee

    Candi jago kompleknya kecil tapi unik ya buat phepotoan #tetep
    Harus mendapat pengelolaan ekstra ni supaya menyedot pengunjung lebih banyak lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Ngebolang terus ni mas akhir tahun ahaeee"
      lha, ini kan coba ngikutin dirimu mbak, hehehe :)

      Hapus
  3. Salah satu candi yang memuat relief Jataka (kisah hewan-hewan).

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)