TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Tujuh Alasan Pulau Bidadari Wajib Dikunjungi

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Jumat, 17 April 2015

Tujuh Alasan Pulau Bidadari Wajib Dikunjungi


Tujuh Alasan Pulau Bidadari Wajib Dikunjungi

Pulau Bidadari (foto: dokumentasi pribadi/www.roelly87.com)

INDONESIA dikenal sebagai negara kepulauan. Itu karena di negeri yang pada 17 Agustus mendatang merayakan HUT ke-70 ini memiliki sekitar 17 ribu pulau yang tersebar dari ujung Sumatera hingga Papua. Mayoritas pulau tersebut tidak dihuni manusia. Namun, ada beberapa di antaranya yang dikembangkan sebagai tempat wisata.

Salah satunya, Pulau Bidadari yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Di pulau yang dikelola PT Seabreez Indonesia -anak usaha PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk- ini, menjelma dari pulau kosong tak berpenghuni jadi salah satu destinasi terbaik untuk wisatawan dalam dan luar negeri. Bisa dipahami mengingat Pulau Bidadari menawarkan berbagai kelengkapan yang akan memanjakan pengunjungnya.

Fakta itu juga yang saya dapatkan saat mengunjungi Pulau Bidadari dalam rangka Vlogger Gathering bersama VIVAlog. Sebagai blogger, tentu sudah tidak asing lagi dengan VIVAlog yang merupakan bagian dari VIVA.co.id. Yaitu, blog agregator yang ditujukan untuk semua kalangan blogger agar bisa berbagi, mempromosikan, dan meningkatkan trafik blog-nya di alamat log.viva.co.id/form.

Nah, berikut tujuh alasan bahwa Pulau Bidadari wajib dikunjungi:

1. Dekat dengan Jakarta
Ya, Pulau Bidadari merupakan salah satu pulau terdekat dari ibu kota. Jika dilihat melalui peta (google maps) jaraknya hanya sekitar lima kilometer dari bibir Jakarta Utara. Bahkan, saya yang tergabung dalam rombongan 40 vlogger hanya butuh 20 menit dari Pantai Marina, Ancol. Tak heran ketika sampai di dermaga Pulau Bidadari  saya masih bisa menyaksikan deretan gedung bertingkat di Jakarta.

2. Harga Relatif Terjangkau
Berbicara mengenai harga merupakan hal yang subyektif. Saya enggan menyebut wisata ke Pulau Bidadari ini murah. Hanya, untuk mengatakan mahal rasanya sangat tidak tepat. Sebab, mengingat kata pepatah, "ada harga ada rupa". Alias, kita membayar "mahal" atas apa yang memang pantas kita dapatkan.

Mungkin, kalimat yang ideal adalah "terjangkau". Sebagai gambaran, untuk acara One Day Tour yang tertera di website resminya senilai Rp 400.000. Itu sudah termasuk naik boat secara PP, minuman selamat datang, makan siang, serta berkeliling ke tiga pulau lainnya (Pulau Onrust, Pulau Kelor, dan Pulau Kahyangan). Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati sensasi Banana Boat, bercanda dengan Lumba-lumba, dan -yang terpenting- sudah termasuk asuransi.

3. Bisa Belajar Sejarah
Ini yang bagi saya sangat menarik. Karena, kita sebagai pengunjung dapat menyaksikan langsung sisa peninggalan sejarah masa lampau. Yaitu, Benteng Martello yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

Bangunan yang terbuat dari batu bata berbentuk lingkaran ini masih bertahan hingga kini meski sudah lewat nyaris lima abad! Terlebih, pengunjung diperbolehkan menyusuri areal benteng yang konon memiliki jalur bawah tanah hingga ke Pulau Kelor yang terletak beberapa ratus meter di Timur Laut dari Pulau Bidadari.

4. Cottage Terapung yang Memesona
Secara total, Pulau Bidadari memiliki 60 kamar yang bisa disewakan pengunjung. Namun, bagi saya pribadi, yang paling menarik justru keberadaan floating cottage (pondok terapung) yang memiliki pemandangan langsung ke laut luas. Keberadaan cottage di atas laut ini yang menjadi salah satu dari keistimewaan Pulau Bidadari.

Debur ombak dan semilir angin bisa jadi membuat pengunjung enggan balik ke rumahnya. Apalagi, jika ada yang malas untuk mandi, tinggal nyebur ke laut untuk merasakan sensasinya. Tenang saja, airnya tidak dalam. Menurut pemandu wisata, jika dalam kondisi pasang, kedalamannya pun hanya mencapai dua meter. Jadi, masih aman untuk keluarga yang membawa anak kecil. Dengan catatan harus diawasi agar sang anak tidak berenang mendekati tali pembatas.

5. Bersahabat dengan Fauna Langka
Di Pulau Bidadari ini terdapat banyak hewan langka. Seperti Biawak yang memiliki populasi 100 ekor. Jadi, kami tidak kaget ketika sedang berkeliling pulau menyaksikan karnivora yang sekilas mirip Komodo ini. Tenang saja, mereka tidak bakal mengganggu karena takut dengan manusia. Jangan lupakan keberadaan penangkaran Rusa yang menjadi daya tarik tersendiri.

Yang menarik, di Pulau ini terdapat sarang Elang Bondol. Hewan yang dijadikan maskot Jakarta yang setiap hari sering kita lihat sosoknya di bus Transjakarta ini memiliki sarang di pohon tinggi dekat Benteng Martello!

6. Wisata Mengenal Flora
Aneka ragam flora langka juga terdapat di pulau seluas enam hektare (Ha) ini. Beberapa di antaranya Pohon Kayu Hitam dengan nama latin Diospyros Maritama, Pohon Glodokan (Polyalthea Longifolia),  Pohon Perdamaian (Baringtonia Exelsa), hingga Pohon Kepuh berusia 200 tahun (Sterculia Foetida). Jangan lupakan keberadaan Hutan Mangrove dan Labirin Tanaman yang tidak boleh dilewati saat berkeliling menyusuri pulau.

Oh ya, di utara pulau ini terdapat pohon tua yang dinamai sebagai Pohon Jodoh. Nah lho! Alasan disebut Pohon Jodoh karena konon -saya belum pernah mencobanya- pasangan yang berfoto di bawah pohon ini hubungannya akan tetap langgeng. Tapi, itu sekali lagi konon. Untuk mengetahui lebih lanjut apakah benar-benar nyata, tentu Anda dan pasangan harus mengunjungi Pulau Bidadari lebih dulu.

7. Ajang Pre Wedding
Selain menawarkan wisata yang lengkap, mulai dari pondok terapung yang memesona, flora dan fauna langka, hingga bangunan bersejarah. Di Pulau Bidadari ini juga kerap dijadikan sebagai ajang menyatakan cinta. Khususnya bagi pasangan yang sudah kenal dekat. Baik itu di kalangan remaja dan dewasa.

Saya sendiri melihat beberapa pasangan yang sedang melakukan sesi pemotretan sebelum melangsungkan pernikahan (Pre Wedding). Wajar, mengingat di Pulau Bidadari tersebar beberapa obyek menarik untuk diabadikan dalam bentuk foto yang sangat romantis. Misalnya di dermaga, Pohon Jodoh, atau properti depan Benteng Martello.

*       *       *
Peta untuk mengelilingi pulau

*       *       *
Cottage dengan pemandangan laut lepas

*       *       *
Pohon Kayu Hitam

*       *       *
Lumba-lumba

*       *       *
Benteng Martello

*       *       *
Sarang Elang Bondol

*       *       *
Penangkaran Rusa

*       *       *
Pohon Jodoh


- Cikini, 17 April 2015

35 komentar:

  1. Memang bagus banget pemandangan di Pulau Bidadari ini. 2013 kmrn, saya kesana dg teman-teman guru. Pengen balik ke sana lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo saya baru pertama mbak :)
      sebelumnya cuma lewat aja waktu ke Pulau Pari dan Tidung...

      Hapus
  2. setuju..... pulau bidadari itu emang keren deh.
    waktu sd gue pernah main di sini, main sepedaan..
    sewa di pulau itu. dan... orangnya ramah-ramah banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. buset, sd tahun berapa mas?
      1970-an ya?
      he he he

      yupz, pelayanannya ramah dan guide-nya juga asyik2 mereka gaul sama pengunjung

      Hapus
  3. tertarik sama bentengnya nih saya mas -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaaaa :)
      unik ya dan konon di bawahnya menghubungkan antarpulau...

      Hapus
    2. iya, unik. :D
      asli itu terhubung sama pulau lain mas ?

      Hapus
    3. "konon" katanya sih mas :)
      bisa jadi namanya masih zaman penjajahan...

      ini jadi penasaran mau menjelajah ke pulau kelor kapan2 mas

      Hapus
    4. saya baca" dulu ah tentang benteng itu. siapa tau punya rejeki buat travel kesana. tsah~

      Hapus
    5. siap mas :)
      ditunggu postingannya ya...

      Hapus
  4. Jadi tau tentang pulau bidadari dari postingan ini. Cottage dengan pemandangan laut lepasnya cantik sekali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, yang pondok terapung itu gimana euy :)
      keren pas sunset atau nunggu sunrise pagi2...

      Hapus
  5. Moncong rusanya menggeleggaarrr sekali mas irul

    BalasHapus
    Balasan
    1. cetar membahana sekhatulistiwa ya mbak :)
      he he he

      Hapus
  6. Hm, apa rasanya menginap di floating cottage, ya? Jadi pengin. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. enaknya kalo pagi atau sore mbak, view ngadep ke laut :)
      terus kalo males mandi tinggal nyebur...

      Hapus
  7. Ajang preweding, lha ini cocok buat yg mo nikahan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, waktu saya ke sana ada beberapa pasangan yang asyik foto2 :)
      tempatnya eksotis banget...

      Hapus
  8. wah pulaunya bagus ya,kayaknya perlu di kunjungi nih :)
    Terimakasih infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mbak
      silakan dicoba sekalian bawa keluarga naik banana boat...
      sensasinya itu lho, jungkir balik di air :)

      Hapus
  9. Pengin nyobain Banana Boatnya kapan-kapan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sok atuh dateng lagi mbak :)
      jangan lupa, pagi2 biar bisa liat lumba2...
      he he he

      Hapus
  10. Pulau Bdadari itu indah banget, banyak pemandangan alam yang indah, apalagi kalau bisa buat foto pre wedding di sana. Dapet aja lagi tuh momen fotonya mas. he,, he, he,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he
      tapi agak ngeblur ya?
      padahal pas dicek di sana bagus/jernih
      eh pas di copy ke komputer malah ga keliatan...

      Hapus
  11. Pulau bidadari beneran ada bidadarinya?
    Cakep-cakep nggak?
    Ah kalo gitu datengnya sendiri ajah..
    Pasti kalah cakep ama bidadarinya..

    *abaikan*

    Pernah liat benteng itu di acara travel tv..
    sampe sekarang masih penasaran..
    Pengen foto di situ trus dipamerin ke negri seberang..
    Bule-bule kalo dateng taunya bali doang -_- atau kepri, bah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh kan, bidadarinya langsung komentar :)

      "konon" benteng martello di puilau bidadari nyambung sama yang di pulau kelor.
      tapi ini konon ya, bisa benar bisa nggak

      tapi bule juga banyak yang datang ke pulau bidadari mbak :)
      terutama karena faktor deket dari jakarta dan suasananya masih alami

      Hapus
  12. Wah dapat foto lumba-lumbanya ya. Aku cuma dapet kepalanya sedikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he :)

      kebetulan mbak, soalnya pas pulang banyak gambar yang blur
      aneh juga, padahal di sana pas lihat bagus2...

      Hapus
  13. nginep di cottage terapung pasti seru ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho ho ho

      bukan seru lagi, tapi malah bikin penasaran :)
      enaknya pas pagi atau sore liat sunrise/sunset
      kayaknya sensasional banget deh...

      Hapus
  14. Pulaunya seindah namanya. Ulasannya membuatku kagum akan keindahan pulau bidadari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. awalnya sih, bernama pulau sakit :)
      tapi setelah dikelola, sekarang sudah jauh lebih tertata
      nyaris ga ada sampah -kecuali daun- di sekitarnya...

      Hapus
  15. Pengen ke sanaaaa.. Mudah-mudahan ada rejeki :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin...

      nanti kalo pengen ke sana bilang ya
      saya siap jadi guide-nya

      *modus :)

      Hapus
  16. Pulau bidadari memang sangat indah sangat, patut untuk di kunjungi letak nya tidak jauh dari daratan jakarta hanya menempuh waktu perjalanan 15 menit saja dengan kapal boat dari marina ancol.. pantai pasir putih bernuansa laut yang bisa memanjakan kedua bola mata anda.

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)