TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Di Balik Cerita Bersama Garuda Indonesia

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 25 Februari 2015

Di Balik Cerita Bersama Garuda Indonesia



Suasana di lambung Garuda Indonesia (Sumber foto: Choirul Huda/ www,roelly87.com)



"Liputan ke Sulawesi? Siap!" Demikian saya menjawab tugas dari kantor, pada dua pekan lalu.

AKHIRNYA, kepingan impian puzzle itu mulai tersusun rapi. Ya, cita-cita saya sedari kecil untuk mengunjungi lima pulau terbesar di Indonesia, mulai mendekati kenyataan. Itu setelah saya mendapat tugas dari kantor untuk meliput event balap Suzuki Indonesia Challenge (SIC) Satria Cup di Sirkuit RMS Land Rappang, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), 6-8 Februari lalu.

Ya, dari lima pulau besar di nusantara (termasuk Jawa), empat di antaranya sudah saya singgahi. Mulai dari Kalimantan, Sumatera, dan kini Sulawesi. Impian selanjutnya, tentu saya juga ingin mengunjungi Papua demi melengkapi angan-angan yang tercipta belasan tahun silam. Hanya, untuk segera mencapainya memang butuh waktu. Entah kapan, yang pasti sebagai manusia harus optimistis!

Kali ini saya tidak ingin membicarakan pengalaman selama di Sidrap yang terletak sekitar 170 km dari ibu kota Sulsel, Makssar. Sebab, saya telah menuangkannya dalam lima artikel sebelumnya dan ada kemungkinan ditambah mengenai wisata serta kulinernya pada seri mendatang. Yang ingin saya tulis untuk postingan ini mengenai pengalaman selama di pesawat Garuda Airlines.

Tepatnya ketika perjalanan pulang dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju Soekarno-Hatta (Jakarta) pada Minggu (8/2). Kenapa saya hanya mengulas saat pulangnya saja? Sebab, ketika pergi, Jumat (6/2), saya justru terlelap nyaris selama dua jam dalam penerbangan bernomor GA655. Itu karena jadwal keberangkatan yang memang masih pagi, pukul 05.05 WIB.

Nah, pas menuju Jakarta, saya dan rombongan media take-off sekitar pukul 17.45 Wita. Kebetulan, saya mendapat kursi di pojok samping jendela. Hingga, meski gelap karena menjelang malam, saya bisa leluasa memotret pemandangan di luar sana dan juga seisi ruangan pesawat!

Agak sedikit norak sih. Tapi tak mengapa mengingat sejak beberapa bulan lalu saya memang berencana membuat cerita mengenai perjalanan di blog ini. Itu setelah saya terinspirasi sejak mengikuti acara Fun Blogging Session 3 di Gedung Cyber, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1).

Dalam diskusi yang digawangi tiga blogger tangguh (Ani Berta, Shinta Ries, dan Haya Alia Zaki) itu, terdapat materi yang memuat soal dokumentasi wisata. Dalam hati saya, berpikir, suatu saat mencoba untuk menerapkan "ilmu" dari mereka. Dan, hampir sebulan kemudian kesampaian!

*        *        *

Oh ya, bagaimana pengalaman bersama Garuda Indonesia? Sebenarnya biasa saja. Sebab, sejak dulu saya memang sering menggunakan maskapai berpelat merah ini. Baik ketika tugas dari kantor atau untuk urusan keluarga.

Meski, untuk kedua hal itu, saya tidak melulu menggunakan Garuda Indonesia. Pasalnya, dari sekitar 33-35 kali (tapatnya lupa, yang pasti di angka ganjil karena sempat pergi naik pesawat dan pulang dengan jalan darat) naik pesawat baik itu di dalam dan luar negeri, adakalanya, saya juga memakai maskapai lainnya. Ya, itu wajar lantaran tergantung kantor dan juga kondisi budget pribadi.

Bisa dipahami mengingat bagi saya, Garuda Indonesia itu tergolong mahal. Harganya itu, mungkin sekitar dua atau tiga kali lipat dibanding maskapai lain. Terutama jika dikomparasi dengan penerbangan yang low cost carrier (LCC). Namun, itu wajar. Sebab, menurut pepatah, ada harga ada rupa. Alias, kita membayar mahal atas apa yang memang kita inginkan.

Tanpa bermaksud lain saat membandingkannya dengan maskapai sejenis. Secara jujur, harus saya akui bahwa, Garuda Indonesia memang memiliki banyak keunggulan. Ini setelah saya komparasi berdasarkan pengalaman  pribadi saat menggunakan kelas ekonomi yang tentu saja, harus apple to apple. Ya, Garuda Indonesia memiliki keunggulan dari segi pelayanannya.

Pertama, ketepatan waktu. Sebagai seorang yang mobile, faktor ini paling memengaruhi saya saat memilih Garuda Indonesia. Meski, harus diakui, jika saya pernah merasakan delay saat menggunakan maskapai yang berdiri pada 26 Januari 1949 ini bahkan hingga 30 menit. Hanya, itu tergolong wajar ketika mengetahui bahwa keterlambatan akibat faktor cuaca yang merupakan force majeur. Ya, bagaimanapun, keselamatan di atas segalanya.

Selanjutnya, tentu kenyamanan. Kursi kelas ekonomi yang tetap empuk disertai LCD TV layar sentuh sebagai hiburan. Belum lagi majalah dan koran gratis untuk dibaca dan dibawa pulang. Apalagi, penumpang disediakan makanan dan minuman yang menjadi nilai lebih. Maklum, sepanjang pengetahuan saya, maskapai lain kerap hanya menyediakan air mineral yang tentunya kurang berkesan.

Terakhir, tentu mengenai pengakuan internasional yang menjadi faktor pemikat. Ya, Garuda Indonesia merupakan maskapai Tanah Air pertama yang menjadi anggota Sky Team. Apa itu? Menurut situs resminya, Sky Team itu semacam aliansi maskapai internasional yang terdiri dari 20 perusahaan penerbangan.

Jadi, Garuda Indonesia yang bergabung dengan Sky Team pada 5 Maret 2014 ini sejajar dengan maskapai ternama di dunia. Termasuk Air France dari Prancis, Delta Airlines (Amerika Serikat), Korean Air (Korea Selatan), hingga KLM (Belanda).

Selain itu, akhir tahun lalu, Garuda Indonesia baru saja dinobatkan Skytrax -lembaga pemeringkat penerbangan independen- sebagai Maskapai Bintang Lima (5-Star Airlines). Tentu, pengakuan itu bukan sembarangan. Melainkan berdasarkan kriteria ketat yang membuktikan Garuda Indonesia memang layak menyandang gelar sebagai Maskapai Bintang Lima.

Tak lupa, sebagai penggemar sepak bola, saya juga harus mengapresiasi inisiatif mereka saat menjadi sponsor Liverpool! Ya, meski, saya bukan fan "The Reds". Namun, saya tetap bangga karena ada perusahaan Indonesia yang menjadi partner salah satu klub terbesar dunia. Indikatornya, Liverpool sukses meraih lima trofi Liga Champions yang saat ini setara dengan Bayern Muenchen dan hanya kalah dari AC Milan (tujuh), dan Real Madrid (10).

Ya, itu sekelumit di balik cerita saya bersama Garuda Indonesia. Bagaimana dengan Anda?


*        *        *
Narsis sejenak di Bandara Sultan Hasanuddin

*        *        *
Waktunya  ngemil sambil menyimak informasi melalui lcd di depan kursi...

*        *        *
Ternyata, saya sedang berada di atas ketinggian 12 km! 

*        *        *
Terkesan dengan pelayanan pramugari yang ramah

*        *        *
Menurut peta, saat itu saya tinggal setengah perjalanan lagi

*        *        *
Estimasi jarak dari Makassar ke Jakarta

*        *        *
Rileks sejenak dengan menyaksikan film gratisan: Batman, cuy...!

*        *        *
Ada juga tentang film legenda hidup Liverpool, Michael Owen

*        *        *
Baca koran gratisan yang memuat kisah blogger dengan narasumber Hazmi Srondol

*        *        *
Sejuk menyaksikan senyum menawan dari tiga pramugari ini. Terima kasih...

*        *        *
*        *        *

Keterangan:
- Foto-foto yang ada di artikel ini merupakan dokumentasi pribadi (Choirul Huda/ www.roelly87.com).
- Referensi dari beberapa sumber yang terdapat di artikel ini sudah dicantumkan pada kalimat terkait.
*        *        *


- Cikini, 25 Februari 2015

34 komentar:

  1. pengalaman yg menyenangkan yah.. wktu sy ke sorong tahun lalu peswt garudanya gak ada layarnya bgtu. hehee ini cerita sy ttg garuda
    http://gurila405.blogspot.com/2014/02/kopi-hitam-perempuan-anggun-di-burung.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip mas :)
      siap berkunjung ke tkp...

      Hapus
  2. Huwaaaa asyiknya naik Garuda airbus :D
    Kerja sambil jalan-jalan...mantapnyaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      tulisan ini terinspirasi berkat ikut Fun Blogging Session 3 :)
      nanti saya cari2 foto buat artikel kuliner & wisata lainnya bu

      Hapus
  3. sudah lama, tak naik GarudaAir. Kira kira ada yang taktir nggak ya...huaaaaaas.mimpu kales yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he :)
      kebetulan, kalo saya dua pekan lalu itu dapat tugas dari kantor mbak...

      ga mimpi, tapi optimiiiistis
      siapa tahu dapat rezeki lagi

      Hapus
  4. sudah lama, tak naik GarudaAir. Kira kira ada yang taktir nggak ya...huaaaaaas.mimpu kales yah.

    BalasHapus
  5. waah mimpinya sama ms.. mengunjungi pulau-pulau terbesar Indonesia. Saya sendiri juga tinggal Papua yang belum

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik sama dong :)
      he he he

      kalo pulau skala kecilnya pengen ke bangka seperti laskar pelangi...

      Hapus
    2. Kalau ke Bangka Belitung aku sudah pernah

      Hapus
    3. wow...
      saya belom
      gara2 lihat film laskar pelangi jadi kepengen mas :)
      hehehe

      Hapus
  6. Udah lama banget saya gak naik Garuda. Waktu masih ngantor juga saya seneng banget bisa keliling ke beberapa daerah di Indonesia. Papua aja yang gak mungkin saat itu. Karena gak ada cabangnya di sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo liat di majalahnya (colours) sekarang udah ada enam kota di Papua yang bisa disinggahi Garuda Indonesia
      mulai sekarang tinggal ngumpulin uang buat ke Raja Ampat :)
      *semangat

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. pramugarinya cantek-cantek yah :3 *gagal fokus*
    btw kamu wartwankah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pramugarinya? (ehm)
      he he he

      wartawan itu profesinya mbak
      kalo sehari-harinya, saya termasuk blogger juga :)

      Hapus
  9. wah keren juga yaa bisa sponsorin liverpool..
    aku belum pernah naik pesawat sekalipun. huhu.. doain ya bang moga aku segera bisa naik garuda. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin...
      suatu saat bisa mbak :)
      wong saya aja mayoritas naik garuda karena dibiayain kantor.

      satu lagi, semoga ke depannya garuda indonesia juga jadi sponsor juve

      Hapus
  10. Duluuuuu banget sebelum berubah, image garuda itu kebalikan sekarang. Selalu delay, pelayanan buruk. Waahh pokoknya imagenya berbeda bangeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, kalo ga salah tahun 2007-an masih belum seperti ini :)
      tapi, salut juga sama mereka yang cepat berbenah untuk lebih baik hingga diakui tidak hanya skala nasional, tapi juga di mata dunia...

      Hapus
  11. Garuda sekarang jadi maskapai terbaik di Indonesia ya. tak heran jika fasilitasnya lebih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak :)
      jadi mahalnya itu relatif: ada harga ada rupa...

      Hapus
  12. Wow, disempetin ngambil foto pramugarinya ya, Mas :) Saya juga happy bgt naik garuda. Faktor nyaman, dan juga dibiayai kantor jadi faktor pendukung :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo pramugari itu pas kebetulan lewat mbak :)
      apalagi mereka ramah-ramah
      salut banget...

      Hapus
  13. hayuk mas ke Papua *gagal fokus*

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha, katanya pista mau ke jepang?
      ya udah, ntar naik pesawatnya bareng :)
      saya turun di papua dulu ya...
      ha ha

      Hapus
    2. hahaha siap bungkus masssss..

      Hapus
    3. bungkus apanya pis, tiketnya?

      *kode :)

      Hapus
  14. wah hebat jadi wartawan masi bisa nulis blog, klo dulu pas q jadi wartawan kayaknya ga pernah sempet nulis blog..huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiiiiih pujiannya mbak wartawati :)

      kalo ngeblog mah pastinya di luar jam kerja
      hi hi hi

      Hapus
  15. Naik Garuda bisa pilih maem dan nonton film. Waktu ke Sing aku juga naik Garuda. Apik tahu-tahu udah nyampe aja. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkkwkw
      berarti tidur dong sepanjang jalan
      itu sama kayak saya kalo ga dapat tempat duduk di jendela :)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)