TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: UMKM

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Oktober 2024

Trade Expo Indonesia 2024 dan Momentum UMKM untuk Perluas Pasar ke Luar Negeri

Trade Expo Indonesia 2024 dan Momentum UMKM untuk Perluas Pasar ke Luar Negeri


Suasana di booth Astra yang
menampilkan produk andalan UMKM
binaan YDBA dan DSA
(Foto: dokumentasi pribadi/@roelly87)



TIDAK hanya sekadar jadi tuan rumah di negeri sendiri, melainkan harus memperkuat ekspor produk unggulan ke luar negeri. Demikian pernyataan Presiden Joko Widodo usai membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 di Indonesia Convention Exhibition, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/10).

Ya, pameran dagang tahunan yang kini memasuki edisi ke-39 itu diselenggarakan empat hari hingga Sabtu (12/10). Sekaligus jadi edisi pamungkas bagi pria yang akrab disapa Jokowi ini sebelum menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Prabowo Subianto pada 20 Oktober.

Itu mengapa, Jokowi sangat berharap pada TEI 2024, agar pelaku usaha, baik skala besar, menengah, hingga UKM dan UMKM untuk bisa melebarkan sayapnya ke luar negeri.

Maklum, TEI 2024 diikuti 1.460 peserta pameran (exhibitor) dari penjuru Tanah Air. Termasuk, PT Astra International yang menampilkan produk andalan binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan Desa Sejahtera Astra (DSA).

"Kita sebagai negara besat dengan pasar yang juga besar terkait jumlah penduduk mencapai 280 juta jiwa. Itu terbesar keempat di dunia," kata Jokowi dalam sambutannya. 

"Jadi, kita harus mampu melindungi pasar domestik, menguasai pasar dalam negeri. Juga, jarus merambah secara luas ke pasar luar negeri."

Pria asal Solo itu juga optimistis, pelaku usaha berbagai skala di Indonesia, bisa lebih adaptif. Yaitu, tidak hanya memasarkan secara konvensional saja, melainkan juga digital seiring perkembangan zaman.

"Saya menyambut baik Trade Expo Indonesia yang ke-39 ini sebagai pameran produk ekspor yang terbesar di Tanah Air. Yang dilakukan secara hybrid, baik offline dan virtual, untuk memasarkan produk-produk unggulan kita ke pasar dunia," Jokowi, menambahkan.

Menurutnya, TEI 2024 ini jadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi. Sekaligus, meningkatkan kualitaa dan daya saing produk dalam negeri agar bisa merambah pasar yang lebih lagi.

Saya sependapat. Bisa dipahami mengingat TEI 2024 yang berlangsung empat hari ini dihadiri banyak calon pembeli.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan yang saya kutip akhir September lalu, calon pembeli sudah mencapai 6.226 orang. Mereka yang terdaftar berasal dari 107 negara.

Tentu, saat TEI 2024 berlangsung sekarang, jumlahnya kian bertambah. Ini jadi nilai positif bagi para pelaku usaha yang mengikuti pameran, untuk bisa melebarkan sayapnya ke luar negeri.

Termasuk, dari kalangan UMKM. Sebagai bloger, saya tidak asing dengan mereka yang berkecimpung dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Sebab, saya sering mengulas mereka, baik di blog pribadi ini, www.roelly87.com, atau Kompasiana (www.kompasiana.com/roelly87).

Terlebih, sejak mengenal lebih luas terkait Astra pada 2016 silam. Saat itu, saya baru tahu bahwa perusahaan yang berdiri pada 1957 ini tidak hanya terkait otomotif saja, melainkan banyak banget. 

Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca pada artikel bulan lalu, https://www.roelly87.com/2024/09/astra-ydba-umkm-dan-kontribusi-untuk.html.

Pada saat yang sama, berprofesi sebagai ojol (ojek online) membuat saya kian akrab dengan pelaku UMKM. Baik itu saat mengantar penumpang, kirim makanan, paket, dan sebagainya.

Terlebih, saat Pandemi Covid 19. Bisa dibilang, pelaku UMKM adalah pahlawan. 

Sebab, ketika banyak mal, pusat perbelanjaan, restoran, dan sejenisnya tutup, mereka berusaha untuk tetap buka. Dampaknya bagi saya sangat signifikan. 

Pasalnya, saat itu saya tidak bisa mengambil orderan penumpang akibat PSBB, alias hanya dapat mengantar makanan dan barang. Di sisi lain, mal, pusat perbelanjaan seperti di Glodok, Pasar Pagi, dan Mangga Dua, mayoritas tutup. 

Alhasil, berkat keberadaan pelaku UMKM seperti resto rumahan dan pinggir jalan, berhasil membuat saya keluar dari situasi sulit.


*       *       *


SUASANA di ICE sangat ramai. Bahkan, siang itu di jalanan tampak merayap antrian mobil yang ingin memasuki gedung konvensi dan pameran terbesar di Indonesia ini.

Usai menukar ID Card, saya pun masuk ke Hall 3A yang terdapat booth Astra. Seperti yang sudah saya ulas di awal tulisan, grup usaha yang bermarkas di Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat ini menampilkan produk andalan binaan UMKM YDBA dan DSA. 

Itu meliputi produk kuliner, kerajinan, dan olahan. Terdapat 12 produk andalan dari DSA, mulai Kopi Gayo hingga Mete asal Manggarai. 

Sementara, YDBA menerjunkan 7 mitra binaan UMKM dengan berbagai produknya yang beraneka ragam, yaitu: 

- Ing Pawon

- Herbor.id

- Abon PS Mas

- Nena Collection

- Hofi

- Karienina

- Nicole's Nature

Saya pun berkeliling booth Astra untuk menyimak lebih dalam hasil produksi UMKM binaan YDBA dan DSA. Termasuk, mencicipi berbagai cemilan menarik.

Misalnya, abon rasa sapi dan ayam, serta serundeng dari Abon PS Mas. Cemilan dengan berbagai varian rasa ini begitu menggoda. 

Apalagi, harganya tergolong kompetitif. Mulai dari Rp 15 ribu. 

Bahkan, kita bisa dapat diskon harga jika pembayaran melalui Astrapay. Yaitu, dompet digital besutan PT. Astra Digital Arta yang masuk salah satu dari tujuh lini usaha Astra.

Ya, Astra ini bisa disebut palugada, alias memiliki ekosistem. Semua ada dan terintegrasi dengan baik hingga memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. 

Misalnya, mau beli sepeda motor, mobil, hingga asuransi. Spare part pun banyak disediakan dari pelaku UMKM.

Hebatnya, mereka ga sekadar berbisnis saja. Melainkan, turut membantu UMKM dan warga setempat dalam sembilan yayasannya, termasuk YDBA.

"Silakan mas, kalo mau mencoba abonnya. Ada rasa ayam dan sapi. Untuk selera, bisa yang pedas atau original," ujar pria yang jaga di stand bertuliskan PS Mas.

Saya tertarik untuk mencicipi. Secara, abon memang cemilan yang saya suka. Baik itu dimakan langsung sebagai cemilan atau dicampur nasi. Sedap, euy.

"Mantep mas. Rasanya membekas banget. Ga pudar meski udah berselang beberapa menit," tutur saya usai mencicipi abon PS Mas rasa sapi.

Kalimat itu bukan hiperbola. Namun, sebagai penggemar abon, itu memang fakta.

"Berapaan satunya mas?"

"Yang (ukuran) 80 gram, Rp 20.000. Sama untuk (rasa) sapi atau ayam," pria bernama Hammam Abdurrasyid itu menjelaskan.

"Untuk ukuran segitu, kompetitif juga harganya. Rasanya juga mantul mas. Berasa banget paduan rempah-rempah tradisionalnya," saya memberi testimoni.

"Iya, mas. Ini resep spesial asli sejak 1993. Kami dari Solo, Jawa Tengah. Selain abon, ada berbagai produk lainnya, yaitu serundeng kelapa, dendeng sapi, dan klengkam kentang, yang merupakan oleh-oleh khas Solo," ucap Hammam.

Sebagai ojol yang masuk golongan nokturnal, alias aktif malam hari, saya memang suka ngemil. Asupan makanan ringan membantu saya untuk tetap bugar sepanjang perjalanan.

Itu mengapa, saya sangat antusias mengelilingi booth Astra. Termasuk, menyesap kopi pasak bumi plus gula aren yang masih panas saat dituang dari teko.

Eh, gula aren? Bukannya itu gula merah? Unik juga kalo dicampur kopi. 

Apalagi, ditambah dengan pasak bumi yang merupakan tanaman seperti jahe dengan banyak khasiat, salah satunya untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Menarik euy!

"Ini kopi rasa jamu. Secara, mengandung akar pasak bumi yang kami jadikan minuman berkhasiat," kata Arsani, pemilik Hofi, salah satu UMKM binaan YDBA.

Di rak yang tersusun rapi, ada berbagai kopi dalam bentuk sachet dengan berbagai kemasan dan rasa. Selain kopi pasak bumi plus gula aren, saya turut mencicipi varian kopi kayu manis dan kopi temulawak.

Ini pengalaman baru bagi saya. Saya memang tiap hari minum kopi 1-3 gelas. Hanya, itu kopi bubuk standar kemasan sachet yang sudah ditumbuk. Atau, kopi hitam beli di pedagang keliling disela-sela ngojol.

Untuk rasa, saya sama sekali awam. Bagi saya, kopi ya sama aja. 

Kecuali, kopi mix yang pantang saya minum sebelum makan atau sarapan akibat trauma dulu pernah kena maag hingga perut berasa diaduk-aduk. Kapok dah seharian tiduran gara-gara secangkir kopi.

Ha... Ha... Ha...

Itu mengapa, saya penasaran untuk mengenal lebih dalam kopi rasa jamu di stand Hofi. Termasuk, menanyakan efek sampingnya. 

Ya, pengalaman buruk saat minum kopi mix padahal perut masih kosong membuat saya jadi lebih kritis. 

"Seluruh produk kami sudah bersertifikasi halal. Juga izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," Arsani, menerangkan.

"Jadi, sebagai minuman berkhasiat, bisa dinikmati sesuai ketentuan. Untuk yang ini (kopi pasak bumi plus gula aren), ada keterangan di label belakang, agar tidak dikonsumsi anak-anak, wanita hamil atau menyusui."

Mendengar penjelasan tersebut membuat saya yakin akan khasiat dan efek sampingnya. Dalam kesempatan tersebut, Arsani juga mengungkapkan, pentingnya pelaku UMKM untuk mengurus perizinan BPOM dan halal, agar bisa mendapat kepercayaan dari konsumen.

"Saat ini, kami sudah menjual produk tidak hanya di Kalimantan saja, tapi juga ke seluruh Tanah Air. Selain itu, kami turut memaksimalkan dengan penjualan di market place," ucap Arsani yang gabung dengan YDBA sebagai salah satu mitra UMKM sejak 2018.

Dengan paritisipasinya di TEI 2024 ini, Arsani optimistis Hofi dapat memperlebar pasar ke luar negeri. Saya lihat, banyak calon buyer dari negara luar yang turut penasaran mencicipi kopi rasa jamu dengan aroma khas yang unik ini.

Ya, semoga dengan diselenggarakannya Trade Expo Indonesia 2024 ini, berbagai produk UMKM binaan Astra lewat YDBA dan DSA bisa menambah pasar hingga mancanegara.***


Referensi: 

- https://setkab.go.id/presiden-jokowi-buka-trade-expo-indonesia-ke-39-dorong-produk-lokal-berdaya-saing-global/

- https://dinkes.kalteng.go.id/berita/dinas-kesehatan-prov-kalteng-gelar-sosialisasi-penggunaan-obat-tradisional-yang-aman-dan-bermanfaat/

- https://www.kemendag.go.id/berita/siaran-pers/sudah-6226-calon-pembeli-mendaftar-di-tei-2024-negara-nontradisional-jadi-mayoritas-pembeli-mancanegara


*        *        *

Owner Hofi, Arsani, sedang menyiapkan
kopi rasa jamu yang berkhasiat 


*        *        *

Berbagai produk minuman serbuk instan berkhasiat dari Ing Pawon


*        *        *

Ada jerapah atau dinosaurus? Lucu, euy!


*        *        *




*        *        *

Abon yang cocok untuk cemilan
atau campur nasi


*        *        *

Empon-empon adalah minuman
khas betawi berbahan baku jahe,
kayu secang, dan rempah-rempah


*        *        *

Kopi rasa jamu dengan aroma
yang unik dan berkhasiat


*        *        *


*        *        *


*        *        *


*        *        *


*        *        *


- Jakarta, 10 Oktober 2024


*        *        *


Artikel Terkait


========== YDBA: ==========


- Astra, YDBA, UMKM, dan Kontribusi untuk Negeri (https://www.roelly87.com/2024/09/astra-ydba-umkm-dan-kontribusi-untuk.html)


- YDBA Selenggarakan Konvensi QCC UKM Edisi Ketiga (https://www.roelly87.com/2018/09/konvensi-qcc-ukm-mitra-ydba-2018.html)


- YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018 (https://www.roelly87.com/2017/12/ydba-ukm-asian-games-2018.html)


- Berangkatkan 22 UMKM ke Jepang, YDBA Lanjutkan Beri Kail Bukan Ikan (https://www.roelly87.com/2017/09/berangkatkan-22-umkm-ke-jepang-ydba.html)


- Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif (https://www.roelly87.com/2017/08/ydba-konvensi-qcc-2017-yuk-ngimprove.html)


- Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org (https://www.roelly87.com/2017/07/ydba-luncurkan-hebatnyaukmorg.html)


- 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra (https://www.roelly87.com/2016/08/7-alasan-harus-memiliki-daihatsu-sigra.html)




========== ASTRA: ==========


- Bukber Blogger Perdana sejak Pandemi (https://www.roelly87.com/2023/04/bukber-blogger-perdana-sejak-pandemi.html)


- Ada AstraPay di Balik Solusi Pembayaran Digital yang Terpercaya (https://www.roelly87.com/2021/09/ada-astrapay-di-balik-solusi-pembayaran.html)


- Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra (https://www.roelly87.com/2017/06/pengalaman-perdana-ikut-bukber-astra.html)


- Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya? (https://www.roelly87.com/2016/08/astra-berusia-60-tahun-selanjutnya.html)


- Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017 (https://www.roelly87.com/2017/03/satu-indonesia-awards-2017.html)


- Yuk, Berkunjung ke Museum Astra (https://www.roelly87.com/2016/11/yuk-berkunjung-ke-museum-astra.html)


- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016 (https://www.roelly87.com/2016/10/satu-indonesia-awards-2016.html)


- Apresiasi Astra untuk Guru dan Sekolah di Tanah Air pada Hari Guru Nasional (https://www.roelly87.com/2016/11/apresiasi-astra-untuk-guru-dan-sekolah.html)


- Memetik Inspirasi Bersama Astra (https://www.roelly87.com/2016/12/memetik-inspirasi-bersama-astra.html)


- Sensasi Menanam Gaharu Bersama Astra di Bukit Kasur Cianjur (https://www.roelly87.com/2016/12/sensasi-menanam-gaharu-bersama-astra-di.html)


- (Esai Foto) Petualangan Akhir Tahun Bersama Astra (https://www.roelly87.com/2016/12/petualangan-akhir-tahun-bersama-astra.html)


- Ini Alasan Astra Sediakan 4 Mobil untuk Hadiah Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2017 (https://www.roelly87.com/2017/08/Lomba-Foto-Astra-dan-Anugerah-Pewarta-Astra-2017.html)


- Di Balik Julukan Pahlawan Lembah Hijau Rumbia (https://www.roelly87.com/2016/12/di-balik-julukan-pahlawan-lembah-hijau.html)


- Astra Sponsori Asian Games 2018 (https://www.roelly87.com/2017/12/astra-sponsori-asian-games-2018.html)


- Yuk, Proteksi Diri dan Keluarga Bersama happyOne.id (https://www.roelly87.com/2018/10/yuk-proteksi-diri-dan-keluarga-bersama.html)




========== OTOMOTIF: ==========


- Kenapa Harus Rutin Ganti Oli? (https://www.roelly87.com/2024/04/kenapa-harus-rutin-ganti-oli.html)


- Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza (https://www.roelly87.com/2015/11/menikmati-sensasi-perjalanan-bersama-si.html)


- Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015 (http://www.roelly87.com/2015/08/magnet-grand-new-veloz-dan-avanza-di.html)


- Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN (http://www.kompasiana.com/roelly87/belajar-disiplin-lagi-berkat-mengunjungi-pabrik-toyota-tmmin_5587d7351393730519daf31b)


- Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil (http://www.kompasiana.com/roelly87/sisi-lain-toyota-tmmin-tidak-hanya-memproduksi-mobil_5578f28edf22bd0c1c302200)


- Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016 (https://www.roelly87.com/2016/08/keceriaan-di-booth-daihatsu-giias-2016.html)


- Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger (https://www.roelly87.com/2015/08/kopdar-kokgituyacom-yang-menambah.html)


- Mengintip Produksi Innova dan Fortuner di TMMIN Karawang Plant 1 (https://www.roelly87.com/2017/10/mengintip-produksi-innova-dan-fortuner.html)
















- 


- 


- 




Minggu, 15 September 2024

Astra, YDBA, UMKM, dan Kontribusi untuk Negeri

Astra, YDBA, UMKM, dan Kontribusi untuk Negeri

Agus Mulyana, salah satu pelaku UMKM
binaan YDBA dalam diskusi dengan bloger
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)



ASTRA Indonesia (PT Astra International Tbk) itu rajanya otomotif.

Ngomongin soal Astra, pasti tentang mobil

Bicarain Astra, ga jauh dari sepeda motor.

Ngebahas Astra, ada truk, alat berat, atau kendaraan lainnya.

Terkait Astra, jangan lupa dengan spare part.

Astra itu... Astra ini... Astra dari hulu ke hilir tentang...

Ya, bagi masyarakat awam, termasuk saya, jika mendengar kata Astra, pasti yang terlintas adalah tentang dunia otomotif. Wajar saja.

Stigma Astra = Otomotif emang ga salah. Secara, perusahaan yang berdiri pada 1957 ini memang dikenal sebagai produsen atau penyalur berbagai kendaraan di Tanah Air.

Misalnya, motor dengan merek Honda yang sangat populer di penjuru nusantara. Salah satu tipenya jadi andalan saya sehari-hari untuk mencari nafkah sebagai ojek online (ojol).

Untuk mobil, ada Toyota. Siapa yang ga kenal dengan kendaraan merek ini hingga dijuluki sejuta umat?

Jangan lupa dengan Daihatsu, Isuzu, Peugeot, BMW, dan Lexus, yang masuk jaringan Astra. 

Yupz, perusahaan yang berkantor pusat di Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat ini memang dikenal sebagai produsen, perakit, dan penyalur kendaraan. 

Namun, Astra tidak hanya tentang motor dan mobil saja.

Faktanya, mereka memiliki lebih dari 200 anak usaha yang terbagi dalam tujuh sektor. Itu meliputi:

- Otomotif

- Jasa Keuangan

- Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi, dan Energi

- Agribisnis

- Infrastruktur dan logistik

- Teknologi Informasi

- Properti

Ya, ada diversifikasi pada lini usaha Astra. Kebetulan, sebagai bloger, saya kerap menulis berbagai artikel terkait mereka.

Mulai dari asuransi, pembayaran digital, pembiayaan kendaraan, dan sebagainya. Banyak artikel yang sudah saya buat, baik di blog pribadi ini, www.roelly87.com atau Kompasiana (kompasiana.com/roelly87).

Di sisi lain, Astra juga dikenal sebagai perusahaan yang banyak memberi kontribusi untuk masyarakat di negeri ini. Mereka memiliki sembilan yayasan yang bergerak di berbagai bidang, yaitu:

- Yayasan Toyota dan Astra (YTA)

- Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA)

- Yayasan Astra Bina Ilmu-Politeknik Astra (YABI)

- Yayasan Astra Honda Motor (YAHM)

- Yayasan Amaliah Astra (YAA)

- Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKBUT)

- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR)

- Yayasan Astra Agro Lestari (YAAL)

- Yayasan Insan Mulia Pama (YIMP)


Selain sembilan yayasan itu, Astra juga rutin berkolaborasi dengan masyarakat. Misalnya, dalam 4 Gerakan Indonesia untuk Sehat, Cerdas, Hijau, dan Kreatif.

Perusahaan yang didirikan William Soerjadjaja ini pun setiap tahunnya rutin menyelenggarakan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards. Yaitu, apresiasi untuk generasi muda yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

Tak lupa, ada Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra. Kebetulan, pada 2018 lalu, saya pernah mengunjunginya bersama puluhan rekan bloger di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. (https://www.roelly87.com/2023/04/bukber-blogger-perdana-sejak-pandemi.html)

Btw, untuk kali ini saya mau menulis tentang Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Kebetulan, kemarin, Jumat (13/9) saya turut mengunjungi Galeri YDBA untuk mengenal lebih dekat terkait peran Astra terhadap UMKM di Tanah Air.


*        *        *




SIANG itu, matahari bersinar malu-malu. Dari arah barat ibu kota saya menuju timur. 

Masih di Jakarta Utara sih, tepatnya Jalan Gaya Motor 1 No 10, Sunter, Tanjung Priok, yang merupakan kantor YDBA, bersebelahan dengan markas lama Astra.

Di lokasi tersebut juga ada Galeri YDBA. Saya tidak asing dengan kawasan tersebut, karena sering mengunjunginya sebelum Pandemi Covid 19.

Udah lumayan lama juga sih, terakhir 2018 silam. Untung, saya datang masih belum terlalu siang, jadi jalanan belum begitu macet. 

Beda dengan pulangnya, yang di sekitar Sunter padat akibat pakir kendaraan yang ingin menghadiri konser di Jakarta International Stadium (JIS).

Btw, saya baru ingat acaranya Jumat. Sedikit drama juga sih sebelum berangkat.

Sebagai makhluk nokturnal, saya biasa tidur pagi. Aktif mencari nafkah sebagai ojol biasanya sore hingga subuh.

Ya, saya mirip Manusia Kelelawar lah yang beroperasi malam hari di Gotham City. Ha... Ha... Ha...!

Nah, kemarin saya tidur sekitar pukul 07.00 WIB. Terbangun akibat panggilan telepon yang terus-terusan.

Awalnya ga diangkat, maklum nomor ga dikenal. Saya paling malas kalo angkat nomor yang ga ada di kontak.

Biasanya pihak bank yang rutin menawarkan kartu kredit, pinjaman online (pinjol) resmi, asuransi, KPR, hingga travel Kadang mikir, mereka ini aneh juga.

Udah tahu saya cuma ojol, tapi sering nawarin yang bukan untuk kapasitasnya. Ha... Ha... Ha...

Pas saya angkat, ternyata dari teman. Penting. Oke.

Lanjut mau tidur. Tapi ga bisa.

Lirik jam, menunjukkan pukul 08.55 WIB. Cek notif di WA, rame tapi normatif.

Baru inget, kemarin ada info di Grup Content Creators Astra untuk silurahmi ke Galeri YDBA. Katanya besok.

Saya pikir, besok itu Sabtu (14/9). Ga mungkin ada event bloger Jumat siang, karena untuk pria yang muslim terpotong Salat Jumat.

Biasanya Sabtu, Minggu, atau libur. Tapi, saya salah.

Eh, dipikir-pikir malah kepikiran.

Ternyata, Jumat! Nah, lho...

Beneran. Saya cek jadwalnya jam 10.00 WIB!

Waduh... 

Tidur baru 1,5 jam. Mata masih lima watt tipis-tipis.

Apalagi, lokasinya cukup jauh dari tempat saya di barat. Hampir 30 km menuju YDBA.

Tapi, ya sudah kadung janji. Tancap gas.

Telat? Pasti...

Yang penting udah usaha.

Sampai di lokasi, sudah ramai. Ada perwakilan yayasan yang berdiri sejak 1980 ini, Agustin tengah berbagi info kepada rekan-rekan blogger yang sedang tour di Galeri YDBA.

Btw, saya pikir doi cw. Secara namanya Agustin. 

Eh, ga tahunya cw. Yasudah, maap.

Dalam kesempatan itu, Agustin turut menjabarkan pencapaian YDBA dalam menggandeng berbagai pihak, mulai dari masyarakat terpencil hingga pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mulai dari bengkel, pertanian, perkebunan, makanan ringan, kopi, madu, tas, kain batik, hingga kerajinan tangan seperti miniatur alat berat. Saya pun berkeliling Galeri YDBA yang turut memasarkan hasil produk UMKM binaan mereka.

Sumpah, inspiratif banget. 

Ini bukan kali pertama saya menyaksikan berbagai produk UMKM binaan YDBA. Sebelummya, mereka kerap mempromosikan di berbagai event, termasuk pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung tiap tahun.

Hanya, event itu tentatif. Tidak setiap hari.

Sementara, di Galeri YDBA, berlangsung tiap hari yang terbuka untuk umum.

Btw, sekadar saran untuk YDBA. Kalo bisa, Galeri YDBA "dipindahkan" ke pusat kota, misalnya di Menara Astra. 

Bagusnya di lantai dasar yang aksesnya mudah karena dekat dengan transportasi umum (cukup lompat dari Halte Transjakarta dan Stasiun MRT karena lokasinya persis depan gedung). 

Secara kalo di lantai atas sama aja, susah. Pengunjung harus berbagi tempat dengan karyawan kantor yang bekerja. Apalagi, aksesnya pasti ribet karena harus tukar identitas/KTP.

Atau juga di kawasan yang mudah dijangkau pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas.

Kenapa?

Sebab, di Sunter itu identik dengan kawasan industri yang kalo macet ampun dah. Banyak truk besar atau kendaraan berat yang lewat. 

Juga cukup jauh dari transportasi publik seperti Transjakarta, Angkot, Commuter Line, MRT, dan LRT.

Alhasil, kurang mendapat antusias dari masyarakat. Jujur aja, saya pun kalo ke sana lewat transportasi umum, agak berat. 

Apalagi, saya ojol, yang kemana-mana antar penumpang. Jadi, ya kalo ke Galeri YDBA lagi, tentu naik sepeda motor.

Bagi saya, Galeri YDBA ini bak mutiara yang terpendam. Berkilau dari kejauhan, tapi sulit dijangkau.

Oh ya, ini sekadar saran dari saya sebagai bloger.


*        *        *


"KAMI sangat inklusif kepada semua pihak. Baik masyarakat umum atau pelaku UMKM, ayo, kita sama-sama untuk maju. Kami selalu mendorong mereka untuk berhasil," kata Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo dalam diskusi dengan bloger.

Menurutnya, dalam 34 tahun sejak didirikan, YDBA sudah banyak mengembangkan komunitas UMKM untuk mandiri hingga naik kelas. Alhasil, mereka dapat bersaing di pasar nasional atau global.

Hingga kini, YDBA turut membantu 1.328 UMKM di Tanah Air. Terbagi dalam lima sektor meliputi manufaktur, bengkel, pertanian, kuliner, dan kerajinan.

Bagi saya pribadi, ini luar biasa manfaatnya. Bayangkan, data itu hanya dari YDBA saja. Seribu lebih UMKM itu memperkerjakan berapa karyawan yang mencari nafkah untuk keluarganya.

Sementara, Astra memiliki delapan yayasan lainnya yang juga banyak membantu pelaku UMKM lainnya di penjuru nusantara hingga menggerakkan perekonomian masyarakat. 

Salut sih. Pantas Astra jadi salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air. Secara, mereka sukses memanusiakan manusia.

Fakta tersebut diungkapkan Agus Mulyana pemilik CV. Anugrah Jaya Mandiri. Menurutnya, usaha yang dirintis sejak 2010 itu kian berkembang berkat dibina YDBA.

Mulai dari pelatihan dasar, pengenalan produk, hingga pemasaran. Sekarang, usahanya yang bergerak dibidang Supplier dan Manufaktur Wire Part Automotive Component, Proses Stamping untuk Electronik dan Electric Component ini sudah berkembang luas dengan memiliki puluhan karyawan.

"Saya bikin usaha dari nol. Awalnya dengan modal kurang sejuta dan tiga karyawan. Sangat susah untuk menembus pasar. Ya, namanya juga UMKM baru," Agus, menjelaskan.

"Enam bulan pertama, saya mau mengibarkan bendera putih. Beruntung, sejak kenal YDBA, saya benar-benar dibina hingga jadi," tuturnya, semringah. "Bahkan, sekarang gampang memasarkannya. Kenapa? Secara, saya sudah dikenal sebagai pemasok untuk Astra. Nama besar Astra jadi jaminan untuk mendapatkan customer."

Yupz, adagium mengatakan, proses ga pernah mengkhianati hasil, memang benar. Agus, mengakui banyak pihak yang berperan besar terhadap kemajuan usahanya.

Selain YDBA, juga karyawannya yang loyal. Jika dihitung satu karyawan memiliki istri atau suami dengan dua anak, berarti usaha tersebut turut membantu perekonomian masyarakat.

Itu baru satu pelaku UMKM saja. Masih ada ribuan Agus-Agus lainnya yang saat ini dibina YDBA.***


*        *        *

Perwakilan YDBA Agustin menjelaskan
kepada bloger saat tour di Galeri YDBA
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *

Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo
berbagi tips dan informasi terkait UMKM
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *

Paparan jumlah UMKM aktif yang
dibina YDBA
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *

Berbagai jeroan mobil yang komponennya
banyak dikirim dari mitra UMKM YDBA
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *

Ekosistem Astra dengan menyediakan pembayaran dompet digital Astrapay 
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *

Salah satu produk UMKM binaan YDBA
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *

Miniatur alat berat euy, keren!

(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *

Boneka yang lucu, harganya variatif
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *



*        *        *



*        *        *

(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


*        *        *


- Tangerang, 15 September 2024


*        *        *



Artikel Terkait


========== YDBA: ==========


- YDBA Selenggarakan Konvensi QCC UKM Edisi Ketiga (https://www.roelly87.com/2018/09/konvensi-qcc-ukm-mitra-ydba-2018.html)

- YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018 (https://www.roelly87.com/2017/12/ydba-ukm-asian-games-2018.html)

- Berangkatkan 22 UMKM ke Jepang, YDBA Lanjutkan Beri Kail Bukan Ikan (https://www.roelly87.com/2017/09/berangkatkan-22-umkm-ke-jepang-ydba.html)

- Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif (https://www.roelly87.com/2017/08/ydba-konvensi-qcc-2017-yuk-ngimprove.html)

- Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org (https://www.roelly87.com/2017/07/ydba-luncurkan-hebatnyaukmorg.html)

- 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra (https://www.roelly87.com/2016/08/7-alasan-harus-memiliki-daihatsu-sigra.html)


========== ASTRA: ==========

- Bukber Blogger Perdana sejak Pandemi (https://www.roelly87.com/2023/04/bukber-blogger-perdana-sejak-pandemi.html)

- Ada AstraPay di Balik Solusi Pembayaran Digital yang Terpercaya (https://www.roelly87.com/2021/09/ada-astrapay-di-balik-solusi-pembayaran.html)

- Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra (https://www.roelly87.com/2017/06/pengalaman-perdana-ikut-bukber-astra.html)

- Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya? (https://www.roelly87.com/2016/08/astra-berusia-60-tahun-selanjutnya.html)

- Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017 (https://www.roelly87.com/2017/03/satu-indonesia-awards-2017.html)

- Yuk, Berkunjung ke Museum Astra (https://www.roelly87.com/2016/11/yuk-berkunjung-ke-museum-astra.html)

- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016 (https://www.roelly87.com/2016/10/satu-indonesia-awards-2016.html)

- Apresiasi Astra untuk Guru dan Sekolah di Tanah Air pada Hari Guru Nasional (https://www.roelly87.com/2016/11/apresiasi-astra-untuk-guru-dan-sekolah.html)

- Memetik Inspirasi Bersama Astra (https://www.roelly87.com/2016/12/memetik-inspirasi-bersama-astra.html)

- Sensasi Menanam Gaharu Bersama Astra di Bukit Kasur Cianjur (https://www.roelly87.com/2016/12/sensasi-menanam-gaharu-bersama-astra-di.html)

- (Esai Foto) Petualangan Akhir Tahun Bersama Astra (https://www.roelly87.com/2016/12/petualangan-akhir-tahun-bersama-astra.html)

- Ini Alasan Astra Sediakan 4 Mobil untuk Hadiah Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2017 (https://www.roelly87.com/2017/08/Lomba-Foto-Astra-dan-Anugerah-Pewarta-Astra-2017.html)

- Di Balik Julukan Pahlawan Lembah Hijau Rumbia (https://www.roelly87.com/2016/12/di-balik-julukan-pahlawan-lembah-hijau.html)

- Astra Sponsori Asian Games 2018 (https://www.roelly87.com/2017/12/astra-sponsori-asian-games-2018.html)

- Yuk, Proteksi Diri dan Keluarga Bersama happyOne.id (https://www.roelly87.com/2018/10/yuk-proteksi-diri-dan-keluarga-bersama.html)


========== OTOMOTIF: ==========

- Kenapa Harus Rutin Ganti Oli? (https://www.roelly87.com/2024/04/kenapa-harus-rutin-ganti-oli.html)

- Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza (https://www.roelly87.com/2015/11/menikmati-sensasi-perjalanan-bersama-si.html)

- Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015 (http://www.roelly87.com/2015/08/magnet-grand-new-veloz-dan-avanza-di.html)

- Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN (http://www.kompasiana.com/roelly87/belajar-disiplin-lagi-berkat-mengunjungi-pabrik-toyota-tmmin_5587d7351393730519daf31b)

- Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil (http://www.kompasiana.com/roelly87/sisi-lain-toyota-tmmin-tidak-hanya-memproduksi-mobil_5578f28edf22bd0c1c302200)

- Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016 (https://www.roelly87.com/2016/08/keceriaan-di-booth-daihatsu-giias-2016.html)

- Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger (https://www.roelly87.com/2015/08/kopdar-kokgituyacom-yang-menambah.html)

- Mengintip Produksi Innova dan Fortuner di TMMIN Karawang Plant 1 (https://www.roelly87.com/2017/10/mengintip-produksi-innova-dan-fortuner.html)


Selasa, 15 Agustus 2017

Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif


Suasana booth YDBA di Hall 2X ICE BSD
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat foto lainnya)


DALAM menjalankan bisnis di era yang sangat kompetitif seperti sekarang, menjaga kualitas jadi faktor utama bagi setiap pelaku usaha. Tidak terkecuali pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tanah Air.

Ini sangat penting karena kualitas produk dan pelayanan yang diberikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendapatkan kepuasan konsumen. Demikian kesimpulan yang saya dapat ketika menghadiri Konvensi Quality Control Circle (QCC) UMKM dari mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Acara tersebut diselenggarakan bertepatan dengan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (12/8). Sebagai blogger yang tertarik untuk terjun ke dunia UMKM pada suatu saat nanti, tentu acara ini tidak saya lewatkan.

Kebetulan, saya sering mendapat ilmu dan wawasananyar dari event yang diselenggarakan YDBA. Teranyar, saat yayasan tertua kedua Grup Astra International ini menyelenggarakan HUT ke-37 pada 10 Juli lalu (Artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org).

Apalagi, konvensi ini diadakan di ICE BSD yang tidak asing bagi saya. Tahun lalu, saya beberapa kali menyambangi booth YDBA yang berada di Hall 3 dan 2F Artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra dan Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016).

Alhasil, saya pun tak melewatkan kesempatan untuk kembali mengunjungi booth YDBA sebelum mengikuti konvensi. Sama seperti tahun lalu, pada GIIAS 2017 ini YDBA menggelar pameran di dua tempat dengan menampilkan 12 UMKM yang terdiri dari tujuh UMKM Manufaktur, dua UMKM bengkel, dan tiga UMKM kerajinan.

Yaitu, Hall 2X yang memajang berbagai hasil mitra dari YDBA dan Prefunction Hall 3 dengan keberadaan Wintor. Yaitu, kendaraan angkutan serbaguna dengan mesin diesel bertenaga 10 hp yang konsumsi solarnya 0,5 liter per jam. Wintor ini edisi kedua setelah pada GIIAS 2016 juga turut ditampilkan.

Bagi saya, keberadaan kendaraan ini sangat diapresiasi. Maklum, 86 persen komponen diproduksi di Indonesia lewat anak perusahaan PT Astra Otoparts. Tak heran jika Wintor jadi primadona bagi pengunjung GIIAS untuk menelusuri setiap bagian atau dijadikan latar foto.

*          *          *

YDBA dibentuk pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 2 Mei 1980. Yayasan ini memiliki filosofi "Berikan Kail Bukan Ikan". Itu mengapa YDBA selalu membagikan pengetahuan sekaligus menanamkan budaya kaizen yang telah mengakar kuat di lingkunan Astra kepada UMKM.

Tujuannya, untuk membantu UMKM menuju kemandirian yang sejalan dengan misi Astra yaitu, "Sejahtera Bersama Bangsa". Nah, pada konvensi yang ketiga ini, YDBA mengusung tema "Yuk NgImprove!". Maksudnya, untuk mengajak UMKM mulai menerapkan kegiatan QCC dari hal yang sederhana pada bisnis mereka.

Dalam konvensi itu, UMKM mitra YDBA ditantang memaparkan kegiatan QCC yang telah dilakukan pada masing-masing perusahaan. Kegiatan QCC yang dilakukan tersebut tentunya tidak lepas dari pendampingan YDBA selama ini.

Setelah melalui proses seleksi yang terdiri dari tahap seleksi makalah dan presentasi, akhirnya terpilih tiga finalis seperti yang diumukan Ketua Pengurus YDBA, Henry C Widjaja.

1. PT Rachmat Perdana Adhimetal
Perusahaan yang didirikan Syaiful Munir pada 1997 ini bergerak di bidang jasa metal stamping, welding, serta pembuatan dies dan jig fixture. Berkat keberhasilannya dalam menjaga kualitas, PT RPA kini berhasil menembus supply chain Grup Astra sebagai salah satu tier supllier PT Astra Honda Motor dan beberapa perusahaan lainnya. Pada konvensi QCC 2017 ini, PT RPA memaparkan makalah dengan judul "Menghilangkan Delay Persiapan Delivery Plate Setting K15".

2. PT Bakom Metal Industri
Perusahaan yang didirikan pada 2004 ini bercita-cita untuk dapat menjadi piston manufacturer terbesar di Indonesia dan Asia. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha machining ini telah berhasil jadi supplier untuk beberapa perusahaan di Grup Astra Otoparts. Pada konvensi ini, PT BMI membawakan makalah dengan judul "Menurunkan Defet Pin HOle Nokari Produksi Machining Line 2".

PT ATMI Solo
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Akademi Teknik Mesin Industri ini bergerak pada bidang pembuatan mold, berbagai komponen otomotif maupun non-otomotif. Serta, pengembangan mesin yang dipercaya mitra di berbagai industri. Mulai dari otomotif, makanan, minuman, hingga rumah sakit. Pada konvensi ini, PT ATMI Solo memaparkan makalah berjudul "Meningkatkan Produktivitas Assembly Hospital Bed 3 Crank".

*          *          *

SELAIN pemaparan dari ketiga finalis, kegiatan Konvensi QCC juga diisi sesi sharing dari Presiden Direktur PT Autoplastik Indonesia, Siswijono.

Sosok yang juga menjabag sebagai  Chief Operating Officer PT Astra Otoparts Divisi Adiwara Plastik ini menjelaskan pentingnya menerapkan kegiatan QCC untuk perusahaan. Dalam keterangannya, pria 54 tahun ini menekankan tentang pentingnya membangun SDM yang mumpuni dalam mewujudkan budaya improvement yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, YDBA berharap UMKM mitra dapat termotivasi untuk menerapkan kegiatan QCC di perusahaan masing-masing. Dengan begitu, UMKM pun diharapkan dapat memiliki daya saing yang tinggi untuk dapat berkompetisi di era terbuka saat ini.

Yupz, saya berharap Grup Astra melalui YDBA konsisten mengawali berbagai mitranya di Tanah Air. Sebab, kolaborasi mereka turut berkontribusi atas meningkatnya perekonomian Indonesia. Sekaligus, sejalan dengan misi Astra sejak kali pertama didirikan 20 Februari 1957, "Sejahtera Bersama Bangsa".

*          *          *
Konsep Parkir Pintar dari Himpunan Bengkel Binaan YDBA

*          *          *
Salah satu perwakilan YDBA menjelaskan kinerja Parkir Pintar kepada saya

*          *          *
Booth YDBA di Prefunction Hall 3

*          *          *
Antusiasme pengunjung terhadap Wintor yang diproduksi PT Astra Otoparts

*          *          *
Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja

*          *          *
Presiden Direktur PT Autoplastik Indonesia sekaligus Chief Operating Officer
PT Astra Otoparts Divisi Adiwara, Siswijono

*          *          *
Penyerahan plakat dari Henry kepada Siswijono

*          *          *
Peserta Konvensi QCC dari PT Rachmat Perdana Adhimetal

 *          *          *
Dewan juri memberi penilaiain kepada ketiga finalis mitra YDBA

*          *          *
Foto bersama tim Susuk Tante dari PT Rachmat Perdana Adhimetal 
*          *          *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:
- Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org
- Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
- Memetik Inspirasi Bersama Astra
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
- Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra

*          *          *
- Jakarta, 15 Agustus 2017