TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Pengalaman Liburan di Ragunan: Murah, Meriah, dan Mengedukasi

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 03 Februari 2016

Pengalaman Liburan di Ragunan: Murah, Meriah, dan Mengedukasi

Pengalaman Liburan di Ragunan: Murah, Meriah, dan Mengedukasi

Gajah sedang makan di Ragunan



MURAH, meriah, dan mengedukasi. Demikian kesan saya saat menikmati liburan di Kebun Binatang Ragunan. Ya, di tempat wisata yang terletak di kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini, menjadi alternatif bagi mayoritas warga ibu kota dan sekitarnya. Kenapa? Sebab, untuk tiket masuknya, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 (anak-anak). Murah banget kan.

Itu yang saya alami saat mengajak adik saya yang paling kecil, Putry Jelita, ke Ragunan beberapa waktu lalu. Bagi saya, keberadaan Ragunan ini bukan sekadar alternatif saja. Melainkan sudah menjadi primadona, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Lantaran, harga tiket masuknya jauh lebih murah ketimbang harus ke tempat rekreasi seperti Dunia Fantasi (Dufan) atau Taman Safari.

Apalagi, di Ragunan, saya bisa sekalian mengedukasi adik saya untuk lebih mengenal keanekaragaman hewan secara luas. Maklum, menurut informasi yang saya dapat melalui brosur di pintu masuk, di Ragunan terdapat ribuan margasatwa yang terbagi dalam empat jenis. Mulai dari mamalia, reptil, burung, hingga aneka hewan air.

Namun, tidak semua kandang atau penangkaran satwa itu yang kami kunjungi. Karena keterbatasan waktu, juga terkait kondisi fisik Putry. Adik saya itu sebenarnya enjoy saja diajak seharian berkeliling Ragunan sambil berlarian ditemani balon bergambar Angry Bird yang selalu digenggamnya. Hanya, saya pribadi tidak tega, lantaran khawatir Putry kelelahan.

Alhasil, saya hanya mengunjungi beberapa lokasi saja. Yang pertama, jelas Gajah. Sebab, sejak beberapa hari sebelumnya, Putry memang kesengsem dengan binatang berkuping lebar yang memiliki belalai panjang. Wajar, karena adik saya itu hobi membaca majalah Bobo yang terdapat serial bergambar dengan judul Bona, Gajah Kecil Berbelalai Panjang.

Tak heran jika Putry sangat antusias ketika kami tiba di lokasi kandang Gajah Sumatera. Dia pun banyak bertanya mengenai jenis kelamin, makannya apa, hingga tidur di mana, yang merupakan pertanyaan khas anak-anak. Berbekal papan informasi di depan kandang dan juga hasil searching di internet, saya pun menjelaskan kehidupan hewan darat terbesar di dunia itu yang disambut anggukan Putry.

Selanjutnya, berbekal kamera dari ponsel lawas Nokia 5730 XpressMusic, saya bersama Putry asyik menjepret beberapa Gajah yang lalu lalang. Tak lupa, sebelum berlalu menuju hewan berikutnya, kami foto bersama dengan latar Gajah yang sedang makan.

Seperti bisa ditebak, ketika sampai di rumah, Putry langsung memamerkan foto kami dengan latar Gajah itu kepada teman-temannya. Heboh banget, hingga saya terharu menyaksikannya! Ada perasaan bangga karena saya bisa mengajaknya ke tempat wisata yang mengedukasi.

Selain Gajah, saya mengajak Putry untuk mengunjungi beberapa kandang hewan lainnya. Mulai dari Singa, Komodo, Beruang Madu, Rusa Totol, hingga Orangutan Kalimantan. Untuk hewan yang terakhir, saya menjelaskan bahwa dulu pernah dimuat di uang kertas Rp 500 keluaran Bank Indonesia (BI) 1992.

Putry sempat kaget karena menurutnya Orangutan berbeda dengan Monyet yang dipelihara tetangga saya. Tentu, saya sedikit menerangkan, bahwa Orangutan itu dilindungi Undang-undang lantaran keberadaannya sangat langka karena hanya ada di Kalimantan dan Sumatera. Sementara, Monyet yang dipelihara tetangga saya, banyak terdapat di beberapa daerah di Indonesia.

Setelah nyaris seharian berkeliling dan berfoto dari satu kandang ke kandang lainnya, saya pun mengajak Putry ke Sarana Rekreasi. Yaitu, naik bom-bom car, kereta keliling, hingga wahana permainan yang menurut saya, harganya sangat murah meriah. Menjelang pulang, baru kami membeli cindera mata untuk oleh-oleh beberapa temannya yang disambut Putry dengan mata berbinar.


Bagi saya, berwisata ke Kebun Binatang Ragunan mengajarkan satu hal. Yaitu, untuk membahagiakan keluarga, dalam hal ini Putry, saya tidak perlu mengeluarkan uang mahal. Apalagi, dengan mengunjungi Ragunan tidak hanya memberi hiburan semata untuk mengisi waktu liburan. Melainkan juga memberikan edukasi untuk anak-anak. Utamanya, agar mereka lebih mengenal dan menyayangi hewan.

*        *       *
Orang Utan

*        *       *
Singa

*        *       *
Komodo

*        *       *
Putry

*        *       *
Saya dan Putry

*        *       *
Bersama Ibu saat saya masih kecil

*        *       *

*        *       *

- Jakarta, 3 Februari 2016

7 komentar:

  1. gak diajak liat gorila ya, pasti puty kaget lagi.. lebih beda lagi dari monyet tetangganya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he
      iya mas, meski sama2 primata tapi mereka berbeda: monyet, orangutan, gorilla, kingkong, bekantan, dll :)

      Hapus
  2. Ga bosen2 anak2 ke Ragunan.
    Emaknya yg capek ngiter ngikutin mrk *lap keringet

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya aja muterin sekali lumayan pegel nih kaki
      tapi adik saya malah ga ada capeknya :)
      he he he

      Hapus
  3. aku pengen ke sini. Pengen ketemu mereka. Belum pernah soalnya, cuma lewat doang, kadang lewat di depannya, kadang lewat di belakang temboknya, hiihihih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk mbak, kapan2 kita bareng aja
      ntar saya jadi gaet-nya :)
      he he he

      Hapus
  4. asal jangan pas long weekend suka penuh ya. Terakhir ke Ragunana beberap tahun lalu

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)