TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: (Esai Foto) Menikmati Ketenangan di Danau Linow

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Jumat, 04 Maret 2016

(Esai Foto) Menikmati Ketenangan di Danau Linow



Gemuruh ombak di pantai Kuta
Sejuk lembut angin, di bukit Kintamani
Gadis-gadis kecil menjajakan cincin
Tak mampu mengusir kau yang manis

Bila saja kau ada di sampingku
Sama-sama arungi danau biru
Bila malam enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah...

SEPENGGAL lirik "Nyanyian Rindu" dari Ebiet G. Ade mengalun sore itu. Lagu yang populer dari album Camelia IV itu, sungguh masih sedap didengar meski lewat 36 tahun silam. Pun ketika saya berada pada lokasi yang jauh dari Bali. Tepatnya, di Tomohon, Sulawesi Utara, 3 Februari lalu saat bergabung dengan rekan blogger dan media dalam rombongan Indosat Ooredoo.

*        *       *

Perjalanan kami yang berjumlah lebih dari 30 orang dimulai seusai menghadiri perkenalan aplikasi Dompetku Nusantara dari salah satu operator terbesar di negeri ini. Dari Pelabuhan Bitung, kami menggunakan bus menuju Tomohon yang menurut aplikasi Google Maps di telepon seluler (ponsel) saya berjarak sekitar 85 km. Sepanjang jalan, terhampar berbagai pemandangan indah. Salah satunya, Monumen Yesus Memberkati yang berdiri gagah.

*        *       *

Setelah dua jam perjalanan, akhirnya kami sampai sore itu. Menurut portal Indonesia.go.id, Danau Linow memiliki luas sekitar 34 Ha. Lokasinya berada di kelurahan Lahendong, Kota Tomohon. Oh ya, danau ini memiliki kadar belerang yang tinggi. Jadi, pengunjung yang datang harus berhati-hati karena ada beberapa kubangan lumpur dengan panas mendidih yang berada di tepi danau.
*        *       *

Menurut rekan blogger Ophi Ziadah dalam artikelnya berjudul "Eksotisme Tiga Warna Danau Linow Tomohon," airnya kerap berubah jadi tiga warna. Itu mengapa Danau Linow jadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Utara selain Taman Laut Bunaken, Danau Tondano, dan kota Manado.
*        *       *

Saya, Ani Berta, Indra Hutapea, dan Aditya yang merupakan perwakilan blogger bersama rekan redaktur ekonomi dan gadget seluruh Indonesia, sangat takjub dengan keindahan Danau Linow. Kebetulan, kami tiba ketika hari masih cerah. Saya melirik arloji di tangan kiri baru menunjuk angka lima lewat 35 menit Waktu Indonesia Tengah (Wita).
*        *       *

*        *       *

Di era sekarang, kurang afdol jika tidak langsung mengabadikan pemandangan indah ini. Saat keluar dari bus, kami pun berpencar mencari spot menarik sebagai dokumentasi yang akan dibanggakan untuk cerita kelak bersama anak dan cucu.
*        *       *

Termasuk saya yang tak mau ketinggalan. Berbekal kamera ponsel, saya pun menjelajah di berbagai sudut danau Linow. Tidak ketinggalan, mencari informasi kepada beberapa petugas yang memang warga setempat.
  
*        *       *

"Yang pake baju merah, jangan sampe lolos."
*        *       *

"Tempat ini sangat strategis. Banyak seleb (maksudnya- selebritis), anggota dewan (pejabat DPRD dan DPR) yang singgah di sini," kata salah satu pramusaji di kafe itu kepada saya. "Bahkan, kita sering menyaksikan pemuda 'menembak' di sini. Ada yang wajahnya muram, dan tak lama langsung pulang walau sudah pesan tempat. Tapi banyak juga yang cintanya berhasil."
*        *       *

*        *       *

Ligia yang merupakan pemandu wisata kami selama tiga hari di Sulawesi Utara, mengatakan, "Kafe ini letaknya strategis. Jadi dari sini bisa memandang ke berbagai arah di danau Linow. Tuh, lihat saja airnya di bibir danau dengan di tengah dan ujung danau berbeda."
*        *       *

Setelah mendengarkan penjelasan dari mantan Nona Manado itu, kami pun asyik untuk mengabadikan suasana di sekitar danau Linow. Ada yang memotret, rekam video, hingga mengunggahnya di media sosial.

*        *       *

Untuk menunjang aktivitas itu, tak lupa kami juga ditemani berbagai cemilan. Sejuknya udara di danau Linow membuat saya tak kuasa untuk menerima sodoran kopi dari pramusaji yang sekilas wajahnya mengingatkan saya pada pameran Lala dalam sinetron Bidadari II.

*        *       *

*        *       *

Menjelang malam, memandang setiap sudut danau Linow sungguh membuat kami terhipnotis dan enggan beranjak. Dari kejauhan terdengar suara burung Blibis yang menurut Ligia, oleh warga setempat diberi nama "Sayok" dan "Komo". 

*        *       *

*        *       *

Suatu senja yang sangat berkesan. Ketenangan di danau Linow membuat saya sejenak melupakan kepenatan sehari-hari. Itu mengapa Ophi melukiskan dalam artikelnya, "Kangen, pengen balik lagi." Pernyataan sama diungkapkan Ani melalui instagram-nya, "Nikmat (Tuhan kamu manakah) yang kamu dustakan."
*        *       *

*        *       *

Dari arah timur, dewi rembulan sudah menampakkan wajahnya. Pada saat yang sama, sang surya sudah jauh meninggalkan kami menuju barat. Itu berarti, saya dan rombongan sudah harus bersiap untuk kembali ke penginapan. Belasan pramusaji sibuk membereskan kursi, meja, piring, dan peralatan masak. Pun begitu dengan beberapa pasangan serta keluarga yang beranjak ke arah gerbang. Sayup-sayup suara Ebiet terdengar merdu.

Coba engkau dengar lagu ini
Aku yang tertidur dan tengah bermimpi
Langit-langit kamar jadi penuh gambar
Wajahmu yang bening, sejuk, segar

Kapan lagi, kita akan bertemu
Meski hanya sekilas, kau tersenyum
Kapan lagi, kita nyanyi bersama
Tatapanmu, membasuh luka..."
 

*        *       *        *        *       *
*        *       *        *        *       *
*        *       *        *        *       *

*        *       *

*        *       *
*        *       *
*        *       *
- Jakarta, 4 Maret 2016

20 komentar:

  1. kirain tadi puisi buatannya sendiri ternyata lirik lagu hehehe. Asyik bener ngopi2 cantik di pinggi danau. lebih asyik bawa pasangan tuh :-p

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu lagu ebiet, lirik legendaris dari zaman Ayah-Ibu saya pacaran sampe sekarang, masih pada suka dengerin lagunya :)

      #eaaa

      Hapus
  2. Wah.. Beruntung mas ..sudah sampai ke Indonesia bagian timur... Baca tulisannya kaya ikutan ke sana juga. :) hehehehe

    BalasHapus
  3. Wah...beruntung mas sudah sampai ke Indonesia Timur.. Semoga saya juga memiliki kesempatan yang sama di depannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...
      suatu saat mas juga nyusul :)

      Hapus
  4. Cita cita bgt ke tomohon,..e kok nda ngeliat bebungaan yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...
      semoga cita2nya tercapai ya mbak tya :)

      btw, nanti saya tulis soal kuliner juga deh di artikel berikutnya

      Hapus
  5. Pisang goreng dan kopinya itu lhooo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo saya sih tertarik sama pramusaji yang kasih kopi, secara mirip artis itu :)

      Hapus
  6. Wow syahdu banget pemandangan ke arah Danau Linow ini. Sambil menikmati makan di tepi pasti gak berasa berapa banyak waktu yang telah lewat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      baca komentar dari mbak jadi pengen kembali ke sana lagiiii :)

      Hapus
  7. mantap mas foto-fotonya, btw coba deh ke situ gunung di sukabumi, danaunya ga kalah cakep mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah menarik tuh mas, sukabumi sering sih, tapi kebanyakan cuma numpang lewat aja, atau ga pernah ke tempat wisata :)

      Hapus
  8. Wuih danaunya menarik banget,,, apalagi kalau berkabut - berkabut gitu, kesan mistiknya ada,,,,Apalagi udah banyak selebriti yang kesana ditambah para pejabat, jadi semakin penasaran saja mas saya,,, Salam kenal mas :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aiiiiih, katanya sih, konon, mitos, legenda, dll ya gitu :)

      jadi, yang pake baju merah jangan sampe lolos ya mas...
      he he he

      Hapus
  9. Hahaha,,, iya mas bener juga,,,, kalau hilang berarti nggak ada orang donk, hahaha pizzzz

    BalasHapus
  10. Njirrr, enak banget yah, liatin danau sambil ngopi..
    Mupeng lah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      iya mas, bisa mengunjungi danau linow jadi salah satu momentum terbaik saya sepanjang 2016 ini...

      yupz, kapan2 pasti bisa juga mas nyusul ke sini

      Hapus
  11. Akh, sumpah gak bisa bayangin itu di ketenangan dana linau, terus di dampingi dengan alunan musik syahdu dari ebiet.
    Perfect moment

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)