TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Demam Batu Akik Mewabah hingga ke Sirkuit

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Sabtu, 14 Februari 2015

Demam Batu Akik Mewabah hingga ke Sirkuit


Demam Batu Akik Mewabah hingga ke Sirkuit

Salah satu calon pembeli melakukan penawaran sebuah batu akik di sekitar area Sirkuit RMS Rappang, Sidrap, Sulsel, lokasi Suzuki Indonesia Challenge Satria Cup (Sumber foto: Choirul Huda)
PUTARAN keempat Suzuki Indonesia Challenge Satria Cup 2015, akhir pekan lalu, memang berbeda dibanding tiga lomba sebelumnya. Utamanya, karena lomba yang digelar malam hari hingga menjadikan seri keempat ini punya nilai lebih.

Namun, ada daya tarik selain pada lomba yang digelar di Sirkuit RMS Land Rappang, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), tersebut. Semua berawal karena panitia menyediakan banyak stan bagi masyarakat setempat untuk berjualan.

Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah deretan booth penjual batu akik. Ya, demam batu akik yang melanda Pulau Jawa dalam setahun terakhi kini sudah merambah ke Sulsel. Tidak terkecuali warga Sidrap. Bahkan, dagangan mereka laris manis diserbu tidak hanya penduduk sekitar.

Stan penjual batu akik sendiri berlokasi di belakang tribune. Mereka berbaur dengan penjual baju, makanan khas Sulsel, serta booth lomba dan penjualan motor dari diler resmi Suzuki.

Menariknya, para penjual batu akik itu tidak membayar untuk bisa menggelar lapak dagangannya alias diberikan tempat gratis oleh panitia. Itu diungkapkan Solihin Firmansyah, salah satu pedagang yang merupakan warga setempat yang pada hari biasa perjualan di terminal Pare-Pare. Ayah dua anak ini khusus menggelar dagangan karena tahu besarnya animo penonton di sirkuit selama dua hari, Jumat dan Sabtu (6-7/2).

"Lumayan mas, pada setengah hari pertama aja sudah ketutup (laris). Saya berharap, sering-sering deh mengadakan acara di sirkuit ini. Apalagi, kami buka lapak ini gratis," ujar Solihin, 45 tahun. "Untuk batu, seperti teman-teman pedagang lain di sini, kami menjual mulai dari Rp 50 ribu hingga jutaan. yang banyak dibeli ya batu bacan doko, palamea, dan bacan obi asal Halmahera."

Anusa Pawan, salah satu panitia setempat, mengakui, sengaja memberi fasilitas kepada para pedagang secara gratis. Sebab, mereka ingin warga setempat juga dapat mengais rezeki tambahan.

"Intinya, kami ingin memberi hiburan untuk masyarakat sekitar sini. Bagi pedagang, kami berharap dapat penghasilan tambahan dengan diadakannya event ini," ucapnya. "Sebab, penonton yang datang ke sirkuit kan tidak hanya untuk menyaksikan balapan saja. bisa jadi, mereka ingin membeli barang yang cocok di berbagai stan. Atau, menikmati hiburan lainnya seperti bazar dan musik di belakang tribune."***
*      *      *
Penonton yang melihat-lihat bongkahan batu sebelum  diproduksi menjadi akik

*      *      *
Batu akik berbagai jenis ini dijual mulai Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah

*      *      *

- Cikini, 14 Februari 2015

40 komentar:

  1. Wah, luar biasa animo masyarakat terhadap batu akik ini yaaa. Merambah ke mana-mana, seluruh Nusantara deh kayaknya ini. :)
    Mas Huda sudah koleksi berapa batu akik nih? Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo saya mending koleksi "mentahnya" aja deh mbak :)
      hehehehe

      Hapus
  2. Betul sekali Al, di Gang masuk ke komplek rumah anak Bunda aja, padahal bukan lapak untuk jualan, eee...ada juga gerobak tukang batu ini, lengkap dengan peralatan asah batunya. Hehe...sekali-sekali Bunda mau mampir juga ah, kali-kali aja ada batu giok yang nyasar, hehe... Mas Choirul Huda, numpang ngobrol ma Mbak Al di sini. Baidewei, Bunda masih nyimpen tuh batu-batu giok, tapi kecil-kecil banget, bawain dari Hanoi tahun 1983 dulu.Emang batu itu bagus ya, apalagi kalo yang dimasukkan ke dalam air trus airnya bersemu merah lho. Ciyuus, kekuatan warna batu cincin yang merebak ke air, tapi kalo batunya diangkat, ya airnya balik lagi jadi bening.

    BalasHapus
    Balasan
    1. "apalagi kalo yang dimasukkan ke dalam air trus airnya bersemu merah lho. Ciyuus, kekuatan warna batu cincin yang merebak ke air, tapi kalo batunya diangkat, ya airnya balik lagi jadi bening."

      nah lho, kok bisa gitu mbak?
      *mistis euy :)

      Hapus
  3. dimana-mana batu akik ya, kenapa baru sekarang? bukannya akik ada sejak lama? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi, intinya, masyrakat kita seperti kembali ke "zaman" batu lagi, ya mbak?
      wkwkkwkwkw :)

      Hapus
  4. Dekat rumah saya juga ada lapak Batu Akik dan saya masih penasaran sama misteri yg ada dalam tiap batu akik ini :D
    Semoga jualan Pak Solihin selalu laris ya, walau gak ada event di sirkuit itu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. katanya sih laris bu, tapi cuma dua hari (jumat-sabtu) aja.
      setelah itu kembali ke pare-pare lagi seperti semula...

      Hapus
  5. Walaah batu akik ya? Hehehe. Dari teman, saudara eeh di blog pun bahas batu akik. Cuma ada di Indonesia saja ya, di luar negeri juga ada nggak ya? *jadi kepikiran* :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya, apa boomingnya cuma di Indonesia doang?
      menarik ntar coba saya tanya ke teman yang lagi di luar negeri...

      Hapus
  6. Waah laris juga ya batu akik ini. MAsih sering heran...kalau harganya jutaan yang bikin mahal apanya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. "kalau harganya jutaan yang bikin mahal apanya ya?"
      nah bener juga mbak...
      waktu saya tanya sama penjualnya, katanya "konon" ada tuah tersendiri dari batu itu.
      juga karena faktor hobi yang memang mengalahkan segalanya :)

      Hapus
  7. Batu akik sebenernya udah populer dari jaman dulu, apalagi buat orang-orang yang pulang dari Mekah rata-rata bawa batu sebagai oleh-oleh dan simbol ke-haji-annya. Katanya juga, kalau pakai batu punya 'kekuatan' dan identitas si pemakainnya lebih terangkat, jadi lebih keren lah. Sekarang lebih mewabah, bisa jadi karena pemberitaan dan menguatkan lagi identitas bangsa yang punya alam bagus dan kaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, saya sendiri punya satu, tapi pemberian saudara
      alias ga beli :)

      Hapus
  8. Demam batu akik :D tapi rame jadinya, sekarang banyak meme tentang batu ini di medsos, jadi bikin senyum2 sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi

      soalnya, masyarakat kita kadang suka terbawa euforia ya :)

      Hapus
  9. demam batu akik dimana2 ya, etapi bedain yang 50 ribu sama yg jutaan gimana ya, koq ya dimatku kelihatan sama semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia mbak...
      katanya sih, dari tekstur dan warna.
      tapi, mungkin harus dicek ke lab biar ketahuan asli atau imitasi
      supaya jangan ada yang kena tipu gitu ya?

      Hapus
  10. Bacan ternyata jd primadona jg di sulsel. smoga tdk menjd euforia sesaat spt demam ikan lohan atau tanaman hias yg hrgnya bs mencapai puluhan juta, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, khawatir mirip lohan sama anthurium yang waktu booming harganya sampe jutaan.
      tapi, sekarang pas sepi malah ga ada yang mau meski dikasih...

      Hapus
  11. Di komplek rumah kami juga ada lho. Baru dibuka. Kemarin aku sudah gak tahan mau mampir. Aaah, jadi makin penasaran. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      demam batu akik emang udah mewabah ke mana-mana ya mbak
      di dekat rumah saya juga pada buka lapak asah batu akik
      rezeki bagi mereka :)

      Hapus
  12. Wah, keren reportasenya. Bisa aja si abang batu akik melihat peluang bisnis. Dan penyelengara event juga keren bersinergi dengan penduduk sekitar....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, salut juga sama panitia yang cepat tanggap :)
      heheheheh

      *gratisan cuy...

      Hapus
  13. So pasti banyak yg latah ikutan beli :D Dan akibatnya harga juga dimahalin. Harus pintar2 milih tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mbak...
      jangan sampai terbawa euforia saat ini, terus beberapa waktu kemudian menyesal.

      *jadi ingat lohan, anthurium, dan sebagainya :)

      Hapus
  14. yang cewek pun ada lho yang suka batu akik hihi
    kalo suka emas atau batu mulia lainnya sih, ngerti deh tapi ini 'kan cuma trend sesaat aja ya ?
    #opinisemata

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo tren sesaat itu bisa jadi seperti euforia lainnya

      tapi beberapa orang yang saya tanyai, kalo mereka punya akik karena hobi yang nilainya konon sukar dihitung dengan uang :)
      hi hi hi

      Hapus
  15. Sebagian kecil mungkin emang hobi, tapi kayanya sebagian besar cuma ikut2an aja deh ini.. yaaa lagi trend aja gitu, abis masanya juga pasti gak laku lagi bhuahaha..
    cuma saya kepikirannya, itu siapa yah yang pertama kali bikin batu akik jadi booming lagi *pertanyaan gak penting* muehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia mbak :)
      kayaknya ada pihak tertentu yang membuat batu akik mewabah ke seantero Indonesia...

      *siapa ya?

      Hapus
  16. Kakak saya sampe memberi nama anaknya itu doko loh, haha. Ternyata demam batu akik ini sampai mana2 banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. buset...
      serius mbak?

      berarti, ga kalah sama pemain bola ya, yang dijadiin nama :)
      tapi, emang kalo udah hobi ya wajar banget.

      Hapus
  17. sekarang istilahnya di tiap sudut ada transaksi batu akik hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang rame di aceh, pis...
      20 ton batu giok :)

      *buset, berapa "m", eh "t" ya kalo dikurs ke rupiah

      Hapus
  18. Ini mantap panitianya, memberikan lapak gratis. Biasanya dimana-mana gedean bayar lapaknya dari untung (kadang2 sih, klo acara gak ramai). Keren, terus lombanya gimana? apa mereka pada lomba beli batu akik heheh (becanda). Mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, biar tambah rame katanya :)

      kalo lomba di sini mas:
      http://www.roelly87.com/2015/02/kemenangan-milik-tetangga.html

      Hapus
  19. Baru baca postingan yang ini. Temen2 suami sampai menjadikan rumah saya sebagai base camp penggosokan batu akik, xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama dong mbak kayak di sekita rrumah saya juga gitu
      saking boomingnya sampe batu akik jadi topik utama setiap ngobrol di warteg dan rumah makan di tempat saya :)

      Hapus
  20. iya nih. temenku ada nih yang hobbynya ngumpulin beginian..
    ujung2nya sekarang malah jadi bisnis...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe
      udah mewabah mbak, bahkan ke seluruh indonesia :)

      di dekat rumah saya pun pada ngumpul gosok2 batu...

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)