TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: YDBA Selenggarakan Konvensi QCC UKM Edisi Ketiga

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Minggu, 23 September 2018

YDBA Selenggarakan Konvensi QCC UKM Edisi Ketiga


Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja bersama Presiden Direktur PT
Toyota 
Motor Manufacturing Indonesia
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali menyelenggarakan Konvensi Quality Control Circle (QCC) untuk edisi ketiga. Tepatnya sejak kali pertama digelar pada 2016 di Kantor Pusatnya, Sunter, pada 2016, diikuti saat Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2017 di BSD City, Tangerang.

Konvensi QCC merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan YDBA sebagai sarana bagi mitra Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berkompetisi dalam menerapkan budaya continuous improvement. Atau, dikenal budaya kaizen supaya UKM jadi naik kelas dan awet.

Bagi saya, ini kali kedua meliput Konvensi QCC yang diselenggarakan YDBA. Sebelumnya, tahun lalu di BSD City, Tangerang. Kebetulan, saya tidak asing dengan yayasan tertua kedua yang didirikan PT Astra International. Yupz, Corporate Social Responsibility (CSR) ini dibentuk pendiri Astra,  William Soeryadjaya, pada 2 Mei 1980.

Alias, YDBA kini sudah berusia 38 tahun. Dalam perjalanannya, yayasan yang mengusung filosofi "Berikan Kail bukan Ikan" ini sangat komitmen berperan secara aktif dalam membangun bangsa. Itu seperti yang diamanatkan dalam butir pertama filosofi Astra, Catur Darma. Yaitu, "Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara".

Bisa dipahami mengingat YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UKM dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Itu meliputi manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin, dan petani.

*         *         *
PAGI itu, matahari bersinar malu-malu. Dari perbatasan ibu kota, saya menuju ke kawasan Tebet, Jakarta Timur. Yaitu, untuk meliput Konvensi QCC UKM Mitra YDBA bersama lima rekan blogger dan media lainnya, Jumat (219).

Sempat diiringi hujan sejak Jalan Daan Mogot hingga Simpang Susun Semanggi, akhirnya tiba. Ketika itu, sudah ada rekan blogger, media, dan Agustin Pradhana yang merupakan perwakilan YDBA. Kami pun menuju ke PT Astra Honda Motor (AHM), Cibitung, Jawa Barat.

Dalam konvensi kali ini, terdapat tiga kelompok QCC terbaik yang akan mempresentasikan hasil improvement-nya di hadapan 250 tamu undangan. Mereka terdiri dari pemilik, manajemen, maupun karyawan UKM Mitra YDBA yang berada di wilayah Jakarta, Bogor,  Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Tiga kelompok tersebut yaitu:

1. PT Nandya Karya Perkasa (Kelompok Lupus)
Beranggotakan sembilan orang ini merepresentasikan konsep QCC dengan tema "Efisiensi Proses pada Part Pipe Centre Cross KWW". Sesuai dengan nama kelompoknya, "Lupus", yang memiliki akronim "Lakukan Usaha Perbaikan untuk Sukses". Lupus berlokasi di Cileungsi, Bogor,  yang selalu melakukan perbaikan untuk kesuksesan perusahaan.

2. PT Ganding Toolsindo (Kelompok #Koalisi2018)
Perusahaan yang berlokasi di area Bekasi ini mempresentasikan konsep QCC dengan tema "Efisiensi Proses Part Bracket 3-2 1WD". Dengan misi handal dalam stamping press, pembuatan dies, jigs, tools, serta C/F kualitas ekspor,  delivery on time, dan harga kompetitif.

3. PT Maha Tandra (Kelompok Metamorfosis)
Kelompok yang dipimpin Wartim Prasetyo ini mengangkat tema "Mempercepat Proses Pengerjaan Gelang Majesty". Melalui konsep tersebut, UKM asal Bandung ini mampu memperbaiki proses produksi yang semulai butuh waktu 13 hari jadi lima hari.

Setelah melalui proses penjurian yang sangat ketat berdasarkan hasil riset dan presentasi, juri memutuskan QCC UKM Mitra YDBA 2018 ini dimenangkan PT Nandya Karya Perkasa. Pada posisi kedua ada PT Maha Tandra diikuti PT Ganding Toolsindo.

Dalam acara itu, juga ada sharing dari Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono. Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, ini berbagi kiat tentang Industri 4.0 dan tantangannya bagi UMKM.

Selain itu, YDBA dan AHM turut memberikan penghargaan kepada tiga ayah angkat program sektor unggulan. Mereka adalah PT Rachmat Perdana Adhimetal, PT Dharma Polymetal, dan PT Berdikari Metal Engineering.

Ayah angkat merupakan sebutan bagi perusayaan yang ingin bermitra menjadi customer bagi UKM dengan menetapkan dan mengajarkan standar quality, cost, delivery (QCD). Juga sebagai tenaga ahli untuk meningkatkan kompetisi bagi UKM yang sedang menjalankan program sektor unggulan.

Disela-sela acara, juga ada performance Jingle YDBA berjudul "Semangat Mandiri Berkarya" yang dibawakan Agustin dan perwakilan YDBA lainnya.

Lirik yang mencerminkan nilai kerja YDBA, yaitu Compassionate, Adaptive, Responsible, dan Excellent, ini sudah diperkenalkan sejak 10 Juli lalu pada perayaan HUT ke-38 YDBA di Tapin, Kalimantan Selatan. Yang menarik, jingle YDBA ini bisa dinikmati secara luas lewat aplikasi Spotify (https://open.spotify.com/album/1WIMoImzY5EmE0fkvIYJ8S).

*         *         *

KONVENSI QCC ini dilaksanakan setiap tahun sejak 2016. Harapannya, dapat mendorong UKM Mitra YDBA, baik manufaktur, bengkel, usaha tani, maupun kerajinan, agar terus melakukan improvement dengan tujuna meningkatkan produktivitas usaha.

Itu diungkapkan Pengawas YDBA sekaligus Production, Engineering, & Procurement Director PT AHM David Budiono dalam sambutannya yang didampingi Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja, dan Sekretaris Pengurus YDBA Ida R.M. Sigalingging.

"Tentunya, kami berharap ketiga peserta terbaik itu dapat lebih semangat. Sekaligus mampu memotivasi rekan-rekan UKM yang lain untuk selalui menerapkan budaya kaizen dan mengikuti Konvensi QCC tahun depan," kata Budiono.

"Bagi para finalis, kiranya dapat terus konsisten menjaga budaya kaizen ini. Agar, semakin meningkatkan kinerjanya untuk mencapai naik kelas dan awet."

Berdasarkan data hingga Desember 2017, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 10.374 UMKM. YDBA juga melatih 716 pemuda putus sekolah untuk menjadi mekanik. Bagi saya, ini menarik. Sebab, YDBA benar-benar menerapkan filosofi "Berikan Kail bukan Ikan".

Bisa dipahami mengingat secara tidak langsung, YDBA telah menciptakan 65.855 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.

Nah, jika Anda tertarik untuk gabung sebagai Mitra UKM YDBA, bisa mengunjungi tautan di bawah ini:

Website: http://www.ydba.astra.co.id
Twitter: https://twitter.com/YDBA_Astra
Facebook: https://www.facebook.com/ydba.astra
Instagram: https://www.instagram.com/ydba_astra
Online platform: http://hebatnyaukm.org

*         *         *
Yeeeeeee, ini kali kedua saya sebagai blogger meliput QCC UKM Mitra YDBA
setelah tahun lalu pada GIIAS 2017

*         *         *
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih
Andang Tjahjono berbagi kiat terkait Industri 4.0 dan tantangannya bagi UMKM

*         *         *
Jingle YDBA berjudul "Semangat Mandiri Berkarya" yang juga tersedia
di Spotify

*         *         *
Konvensi UKM Mitra YDBA ini merupakan edisi ketiga setelah 2016 dan 2017

*         *         *
Henry mewakili YDBA memberi apresiasi kepada pemuda putus sekolah

*         *         *
Perwakilan PT Maha Tandra mengangkat tema Mempercepat Proses Pengerjaan
Gelang Majesty

*         *         *
Perwakilan PT Ganding Toolsindo mengusung konsep Efisiensi Proses Part
Bracket 3-2 1WD

*         *         *
Perwakilan PT Nandya Karya Perkasa mempresentasikan konsep QCC dengan
tema Efisiensi Proses pada Part Pipe Centre Cross KWW

*         *         *
Tiada perjamuan yang tak berakhir, foto bersama blogger, media, dan perwakilan
YDBA menjelang kembali ke Jakarta

*         *         *

Artikel YDBA Sebelumnya:

7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra
-
*         *         *

- Jakarta, 23 September 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)