TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Sensasi Menelusuri Sungai Citarik 9 Km

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 14 September 2016

Sensasi Menelusuri Sungai Citarik 9 Km



Salah satu pengalaman luar biasa saat rafting di Sungai Citarik


PAGI itu, jalanan ibu kota tampak lenggang. Dari ufuk timur, terlihat matahari malu-malu memancarkan sinarnya. Di sisi lain, terdengar kicauan burung bersahutan yang berpadu dengan suara ayam.

Dengan antusias, saya dan beberapa rekan kantor berkumpul untuk membentuk lingkaran. Tepatnya, untuk berdoa sejenak sebelum berangkat. Ya, saat itu, Sabtu (10/9), kami bersiap menuju desa Cigelong, kecamatan Cikidang, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Tujuannya, untuk menikmati petualangan ber-rafting ria (arung jeram) di Sungai Citarik dan paint ball dengan salah satu operatornya, Arus Liar. Sekaligus, dalam rangka menjalin kebersamaan antarkaryawan yang berjumlah lebih dari 60 orang. Tahun ini merupakan kali kedua saya mengikuti outing kantor setelah pertengahan Januari lalu bertualang di Curug Nangka, kabupaten Bogor.

Berdasarkan Global Positioning System (GPS) di ponsel Asus Zenfone 3 saya, diperkirakan dari kantor menuju Sungai Citarik menempuh waktu 2 jam 46 menit. Dengan catatan, kondisi lalu lintas normal. Hanya, saya juga menyadari hari itu merupakan memasuki awal libur panjang karena Senin (12/9) Idul Adha, jadi tetap waspada terhadap macet.

Terbukti, untuk menginjakkan kaki di Sungai Citarik, butuh lebih dari lima jam. Itu terkait macet di sepanjang Tol Jagorawi akibat menumpuknya kendaraan yang ingin mengarah ke kawasan Puncak dan Sukabumi.

Sudah pasti, saya manfaatkan waktu macet itu dengan tidur-tidur cantik di bus. Kebetulan, sehari sebelumnya, Jumat (9/9) saya baru tiba dari Bali seusai mengikuti rangkaian acara Asus Indonesia bertema Zenvolution 2016 dan The Incredible Race.

Setelah sampai, kami pun istirahat sejenak dan sebagian rekan melakukan salat Zuhur. Sambil ngopi-ngopi ganteng -karena ngopi-ngopi cantik sudah mainstream-, kami dibagi dalam dua kelompok. Yaitu, untuk kategori yang mengikuti rafting atau paint ball. Berhubung permainan  terakhrir sudah pernah saya ikuti, tepatnya ketika bersama keluarga Rahmad Darmawan yang merupakan mantan pelatih timnas Indonesia, dua tahun lalu.

Alhasil, saya tentu memilih arung jeram. Jujur saja, sepanjang lebih dari seperempat abad hidup saya, belum pernah mengikuti rafting. Jadi, meski awalnya takut-takut karena tidak bisa berenang, tapi menyaksikan derasnya arus di Sungai Citarik membuat saya tertantang untuk mencobanya.

*        *        *
"INTI dari arung jeram ini kerja sama tim. Jadi, jika ada anggota yang jatuh, kita harus tetap tenang. Jangan panik, sebab bisa membuat perahu berat sebelah dan terbalik," demikian penjelasan kang Deden yang merupakan pemandu kami.

Menurut mantan atlet Kano itu, rute yang kami lalui sekitar 9 km yang memakan waktu sekitar 2 jam. Sebelumnya, kami diminta untuk tidak membawa barang berharga seperti dompet, ponsel, dan kamera. Alias, harus disimpan karena khawatir basah dan hilang jika ada yang jatuh dari perahu.

Mendengar penuturannya itu membuat saya sedikit kecewa. Sebab, niat awal untuk mengabadikan berbagai aksi saat arung jeram menggunakan Asus Zenfone 3 yang saya dapat tiga hari sebelumnya, akhirnya gagal.

Namun, kang Deden meyakini kami untuk tidak khawatir karena sudah ada fotografer dari perusahaannya yang akan mengabadikan gambar kami dari kejauhan. Jadi, saya dan ketiga rekan kantor tetap bisa memiliki foto ketika sedang dalam perahu. Meski, rasanya tentu tidak senikmat memotret langsung dari smartphone sendiri.

Dalam satu perahu, maksimal diisi lima orang dengan satu di antaranya pemandu. Nah, tugas kang Deden ini tidak sekadar memandu saja. Melainkan sebagai nakhoda serta penyelamat ketika ada rekan kami, Zulfikar Akbar, yang terjatuh dari perahu hingga terbawa arus lumayan jauh. Namun, justru itu menurut kang Deden sebagai sensasi istimewa karena bisa "meminum air Sungai Citarik.

Fakta itu diakui Zulfikar, "Saking antusiasnya, saya sampai tak sadar pas arusnya sedang deras terlempar hingga keluar perahu. Tapi, ini justru bikin rafting lebih seru karena merasakan air sungai."

Apa yang dikatakan Zulfikar beralasan. Konon, jika ada yang tercebur hingga meminum air Sungai Citarik justru ingin kembali lagi. Termasuk saya yang meski tidak sampai tercebur, tapi tetap memiliki hasrat untuk bisa ber-rafting ria lagi suatu saat nanti.

Maklum, awalnya saya pribadi agak khawatir. Itu bukan karena derasnya arus atau dalamnya air. Melainkan karena banyaknya batu-batu besar di sepanjang sungai yang kami lalui. Tapi, menurut kang Deden, terkena batu-batu itu tidak masalah jika kami berpakaian lengkap seperti helm dan pelampung yang bisa meredam benturan.

*        *        *
TIDAK terasa, dua jam berlalu begitu cepat. Rombongan kami pun kembali ke basecamp untuk mandi dan santap siang. Sambil istirahat sejenak, kami pun berpencar mencari spot terbaik untuk mengabadikan pemandangan yang indah di kawasan tersebut. Ini jadi momen istimewa karena saya bisa bereksplorasi dengan Zenfone 3 untuk mengabadikan berbagai pemandangan menarik.

Menjelang pulang, tak lupa kami mengambil beberapa foto yang sudah dipotret kru dari Arus Liar. Sekadar informasi, untuk satu foto, dihargai Rp 20 ribu baik cetak atau dalam bentuk CD. Karena dalam perahu berisi empat orang, kami pun menebus empat foto.

Setelah itu, kami bersiap kembali ke Jakarta dengan menembus kemacetan di sepanjang jalan.

*        *        *
Perkiraan jarak tempu melalui GPS

*        *        *
Macet di sepanjang jalan (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Lokasi rafting dan paint ball (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Selain rafting dan paint ball juga bisa camping (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Gayung di toilet yang ikonik dari batok kelapa (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Swafoto alias selfie (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Briefing sebelum merasakan sensasi arung jeram (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Kerja sama tim yang utama jika ada anggota yang jatuh

*        *        *
Tetap semangat menyusuri Sungai Citarik 9 km

*        *        *
Makan siang yang luar biasa (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Bergaya dengan latar sawah dan pegunungan (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Pemandangan yang memesona (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Mari bercocok tanam... (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Baca doa sebelum kembali ke Jakarta (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Salah satu sudut di Sungai Citarik, Sukabumi (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Antrean untuk menebus foto (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Denah di sekitar Sungai Citarik (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *
Berbagai merchandise untuk dibawa pulang (diabadikan melalui Zenfone 3)

*        *        *

Referensi:
Ini Keseruan Keluarga Besar TopSkor saat Rafting di Citarik
HUT ke-11 Harian TopSkor: Optimistis Sambut 2016

*        *        *
Artikel Terkait:

Kegiatan TopSkor
11 Tahun Harian TopSkor
Menikmati Segarnya Air di Curug Nangka yang Memesona
(Esai Foto) Di Balik Liburan ke Curug Nangka (I)
(Esai Foto) Di Balik Nobar Liverpool Vs Leicester di Sevel Bintaro Sektor 7
Trilogi Edu Krisnadefa: Jurnalis, Blogger, dan Rocker!
Hari Ini Setahun yang Lalu: Selamat Jalan Bang Faqih
Chiellini: Antara Suarez, Indonesia, dan Kedekatannya dengan Juventini
Kenangan Bersama Andrea Pirlo saat Masih Perkuat Juventus
Wawancara Eksklusif: Giorgio Chiellini: Saya Cinta Juventini Indonesia!
Wawancara Eksklusif: Andrea Pirlo: Allegri bisa Memberi yang Terbaik 
Wawancara Eksklusif: Claudio Marchisio: Cuaca di Jakarta Seperti di Manaus
- Rahmad Darmawan Sosok Penyayang Keluarga
- Sisi Lain Rahmad Darmawan (RD)

Opini TopSkor
Jadi Penonton di Rumah Sendiri (II)
- Nobar dengan Suasana Pantai
Titik Nadir Sepak Bola Italia?
- Akhir Tragis dari Strategi Memunggungi Sungai ala Han Xin (Bei Shui Yi Zhan)
Menanti Juventus Menguji Sejarah
Tujuh Tempat Nobar Asyik di Jakarta
Ketika Pep di-PHP Max
Apalah Artinya Sebuah Nama

Artikel Asus Sebelumnya:
Asus Incredible Race Pecahkan Rekor MURI
Ini Parade Produk Anyar Asus pada Zenvolution 2016
Zenvolution 2016: Asus Rilis 3 Produk Anyar di Bali 7 September
Pengalaman Perdana Menghadiri ZenFestival 2015
Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL: Kualitas Bintang 5 dengan Harga Kaki 5

*        *        *
- Jakarta, 14 September 2016

10 komentar:

  1. wah lengkap banget tulisannya mas Roelly.. saya udah lama banget gak ke sini, jadi pengen lagi deh. Seru, ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk mbak, bisa sama keluarga ke sana lagi
      yang penting jangan pas libur panjang, bisa macet lebih dari 7 jam :)

      Hapus
  2. Citarik emang famous banget buat arung jeram. Wow 9km lumayan jauh ya :D

    Itu gayung batok nya alami banget khas pedesaan. Saya berani gak ya arung jeram gitu (maklum emak-emak penakut >.<)

    BalasHapus
    Balasan
    1. "maklum emak-emak penakut", lha saya juga cowo kaga berani *maklum ga bisa berenang hehehe

      tapi kata pemandunya aman mbak, yang penting pake pelampung n helm aja, kalo jatuh pasti mereka langsung lompat buat nyelametin :)

      Hapus
  3. beberapa waktu lalu saya juga sempat main di sungai kak, tapi sungai progo di jawa tengah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, yang di progo itu kata pemandunya arusnya lebih kenceng dari citarik mas

      *jadi penasaran :)

      Hapus
  4. 9km kan lumayan jauh... pasti seru!!

    Adis takdos
    travel comedy blogger
    www.whateverbackpacker.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan seru lagi, mas... tapi luar biasa :)
      hehehe

      sip

      Hapus
  5. Aku klo srung jeram takut , takut prahunya kesangkut batu trus robek hua

    Btw lama2 dirimu bisa jd duta asus ni hihi, tp fotonya bening

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo perahunya, insha allah, aman kata pemandunya soalnya emang dibuat sesuai dengan karakteristik sungai gitu :)

      hi hi hi
      makasih mbak, kualitas fitur pada kamera Zenfone 3 memang luar biasa

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)