TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: (Esai Foto) Air Terjun Coban Pelangi

Google Adsense 2016

Tentang Juventus dan Liga Champions

Tentang Juventus dan Liga Champions
Road to Cardiff: Langkah Si Nyonya Besar untuk Bertakhta Dimulai

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 02 Januari 2017

(Esai Foto) Air Terjun Coban Pelangi


Air Terjun Coban Pelangi

ANTARA Air Terjun Coban Pelangi atau River Tubing Sungai Amprong? Demikian opsional yang kami pilih jelang ngebolang ke Bromo pada awal November lalu. Target utama jelas, merasakan keindahan Bromo pada dini hari WIB yang dilanjutkan ke kawahnya.

Selain itu, kami juga sempat berkeliling berbagai destinasi lainnya. Mulai dari Candi Jago, Bukit Teletubies, Pasir Berbisik, dan sebagainya. Nah, di antara dua pilihan itu, sebenarnya nyaris sama. Alias, sudah pernah saya lakukan pada 2016 lalu.

Tepatnya, saat berkelana ke Curug Nangka, Bogor, nyaris setahun yang lalu (17 Januari 2016) dan rafting di Sungai Citarik, Sukabumi (10/9). Oh ya, curug itu sinonim dalam bahasa sunda yang berarti air terjun. Kebetulan, saya sudah sering ngebolang ke berbagai air terjun di Tanah Air. Mulai dari Jabodetabek, Bandung, Tasikmalaya, hingga ke Sumatera Barat dan Kalimantan.

Singkatnya, Air Terjun Coban Pelangi masuk dalam daftar saya saat ngebolang ke kawasan Bromo dan Malang pada 26 November lalu.

*        *        *
Perjalanan dari desa Gubugklakah
SETELAH menempuh perjalanan nyaris 17 jam dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menuju Stasiun Malang, akhirnya Kereta Api Matarmaja, yang kami tumpangi tiba. Usai menikmati santapan khas dari Pecel Pincuk Madiun, Jalan Raya Bokor, yang dilanjutkan ke Candi Jago, kami beristirahat sejenak di desa Gubug Klakah untuk mandi dan berkemas.

*        *        *
Gerbang masuk Air Terjun Coban Pelangi
DARI Gubugklakah ke Air Terjun Coban Pelangi hanya memakan waktu kurang dari setengah jam. Kami tiba tepat siang hari. Namun, saat itu matahari tampak malu-malu di hadapan dewi hujan yang siap mencurahkan airnya dari langit. Suasana yang mendung jadi bumbu yang indah sepanjang perjalanan yang berbelok-belok ini.

*        *        *
Peta dan legenda Air Terjun Coban Pelangi
AIR Terjun Coban Pelangi terletak di desa Gubugklakah, kecamatan Poncokusumo, kabupaten Malang, Jawa Timur. Menurut beberapa orang yang sering berkunjung, memang benar ada pelangi di kaki air terjun. Namun, tergantung situasi dan kondisinya. Jika cerah, biasanya berkisar pukul 10-13 WIB. Yupz, frasa pengandaian "jika" ini yang membuat saya penasaran.

*        *        *
Salah satu pengunjung wanita sedang salat Zuhur 
SELAIN menikmati air terjun, pengunjung juga bisa merasakan sensasi flying fox, berkemah, dan naik kuda. Oh ya, warung, toilet, dan mushala tersedia di beberapa titik. Ini membuat kami tidak khawatir jika hujan bisa untuk berteduh sementara.

*        *        *
Salah satu pemandangan lain menuju air terjun
MENURUT aplikasi Global Positioning System (GPS) di smartphone saya, dari gerbang menuju lokasi berjarak sekitar 1,2 km. Ya, tidak begitu jauh. Apalagi, meski berkelok, medannya cukup mudah dijangkau. Berbeda dibanding waktu saya mengunjungi Curug Nangka yang sangat terjal. Apalagi, jika dibandingkan dengan Air Terjun Timbulun dan Bayang Sani di Sumatera Barat, yang harus ekstra hati-hati karena bersebelahan dengan jurang.

*        *        *
Bunga yang indah...
SEBAGAI pribadi yang hobi bertualang sejak kecil, saya sangat menikmati perjalanan di samping tujuan itu sendiri. Tak heran jika dalam setiap artikel wisata di blog ini, perjalanan lebih mendominasi dibanding tempat wisata tersebut. Mungkin, analoginya mirip dengan apa yang disampaikan Rangga kepada Cinta dalam AADC2. Itu mengapa saya lebih memilih naik kereta api yang nyaris seharia-semalam ketimbang pesawat yang kurang dua jam dari Soekarno-Hatta.

*        *        *
Jembatan Cinta yang melintasi Kali Amprong
HAMPIR di setiap daerah memiliki legenda atau mitos tersendiri. Termasuk, tentang Jembatan Cinta yang menghubungi Kali Amprong menuju Air Terjun Coban Pelangi. Konon katanya, istilah jembatan ini berasal karena hanya bisa dilewati dua orang. Alhasil, jika sepasang kekasih melewatinya akan berpegangan tangan. Ya, mirip dengan Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, dan Jembatan Cinta di Pantai Carocok, Painan, Sumatera Barat. Saya pribadi sih percaya dengan berbagai mitos tersebut. Namun, sama sekali tidak meyakininya. 

*        *        *
Air Terjun Coban Pelangi
YUPZ, setelah mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Bersama teman, bertualang... Oo... Maaf, itu mah judul lagu Ninja Hattori :) 

(Replay) YUPZ, setelah menyusuri dengan jalan kaki, akhirnya kami tiba di Air Terjun Coban Pelangi. Dari jarak 10-15 meter, gemercik air seperti menyapa dengan lembut. Berkali-kali, saya harus menyeka lensa kamera dan smartphone ketika sedang memotret atau merekam video akibat buliran air yang menetes. Namun, setelah menunggu satu jam lebih, ternyata pelangi belum juga muncul. Ternyata, kami terlambat karena saat itu sudah sore yang disertai dengan rinai sang dewi hujan. Yang ada, hanya pelangi di matamu.

HANYA, hingga beberapa sabtu berikutnya, gagal mengungkapkan.
*        *        *
Artikel Sebelumnya:
(Prolog)
Candi Jago
- Bromo...
- Kawah Bromo
- Bukit Teletubbies
- Pasir Berbisik
- Keliling Malang
- Wisata Malam
- Kuliner
- Reuni
(Epilog) Di Balik Ngebolang ke Bromo dan Malang

*        *        * 
- Jakarta, 2 Januari 2017

8 komentar:

  1. wah .. mantap bgt air terjunnya ... jadi pingin mandi disana ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan mas, ntar kalo udah ke sana jangan lupa bikin postingan juga :)

      Hapus
  2. Saya juga suka ke tempat-tempat yang ada air terjun nya :D
    Ingin deh ke Bromo dan ke Coban pelangi. Beda kayaknya sm tempat2 lain.
    Jadi ingat, rumah nenek saya dulu sekitar 5 kilo dari rumahnya ada wisata air terjun juga. Semenjak meninggal sudah dijual rumahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk bu, kapan2 kita jalan2 lagi kayak tahun kemaren :)
      hi hi hi

      Hapus
  3. Lumayan tinggi juga ya air terjun coban pelangi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan mas, tempatnya asri banget
      cocok buat tambahan acara sebelum ke bromo :)

      Hapus
  4. Begitu ngeliat air terjunya langsung adem hati ya mas heheeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupz, adem banget pis, tapi bukan air terjunnya :)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)