TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Review Piala Dunia 2026: Yang Muda Berjaya, Tua Kian Menggila

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Kamis, 09 Juli 2026

Review Piala Dunia 2026: Yang Muda Berjaya, Tua Kian Menggila

Review Piala Dunia 2026: Yang Muda Berjaya, Tua Kian Menggila


Ilustrasi Piala Dunia 2026 (Foto: Fifa.com)


PIALA Dunia 2026 sudah memasuki babak perempat final. Itu berarti, turnamen terakbar antarnegara di kolong langit ini sedikit lagi menuju puncak. 

Ya, Piala Dunia 2026 dimulai pada 11 Juni lalu. Sementara, final berlangsung di MetLife Stadium, Minggu (19/7).

Siapa jagoan kalian?

Kalo saya sih, ga ada. Netral aja. Secara, Italia yang merupakan favorit gagal lolos. 

Namun, melihat hasil pertandingan sejak fase grup hingga babak 16 besar, kemarin, saya menilai akan banyak kejutan lagi. 

Tim mana yang juara, bagi saya ga penting. Yang pasti, saya akui Piala Dunia 2026 ini sangat bagus. 

Melebihi ekspektasi saya sebelumnya. Ini obyektif ya, tapi kalo dinilai, Piala Dunia 2026 ini dapat 8 dari 10. 

Ya, dari sembilan edisi yang saya tonton di tv sejak 1994, tahun ini masuk tiga besar. -Untuk Piala Dunia 1990 saya baru tiga tahun dan edisi di bawahnya belum lahir-

Alias, hanya di bawah Piala Dunia 2006 yang memang menurut saya terbaik karena Italia juara dengan penuh drama diikuti 1998 (pertama kali merasakan atmosfernya saat remaja).

*           *           *

TIGA dari empat semfinalis Piala Dunia 2022 masih bertahan di edisi sekarang. Minus Kroasia yang tersingkir di babak 32 besar. 

Juara bertahan Argentina akan menghadapi "Kuda Hitam" Swiss. Bahkan, ada ulangan semifinalis lalu, yaitu Prancis kontra Maroko.

Apakah terjadi lagi, deja vu, final impian antara Argentina versus Prancis? Kita tunggu saja.

Yang pasti, Piala Dunia 2026 ini penuh warna dari berbagai sisi.

Misalnya, penyelenggaraan yang tergolong sukses besar. Nyaris seluruh stadion terisi penuh sejak fase grup hingga 16 besar.

Berdasarkan laman fifa.com, total penonton resmi di stadion dalam 96 pertandingan mencapai 6.2 juta jiwa. Alias, rata-rata per pertandingan disaksikan 65 ribu suporter.

Gile. 

Nyaris full!

Respek untuk Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Mereka membuktikan mampu sebagai tuan rumah yang diminati penonton baik warga sendiri maupun suporter dari luar.

Kita abaikan terkait politik. Khususnya, perlakuan negatif kepada Iran yang bikin saya sangat simpati dan respek.

-Next mungkin akan saya buat artikel khusus. Soalnya, panjang jika digabungin di tulisan ini.-

Namun, di luar itu, ketiga tuan rumah, khususnya AS, memang luar biasa. 

Total penonton di Piala Dunia 2026 ini memecahkan rekor 32 tahun silam. Di mana itu?

Yupz, di Piala Dunia 1994 ketika AS jadi tuan rumah tunggal dengan 3,5 juta penonton memadati stadion dalam 52 pertandingan (rata-rata 68 ribu).

Wajar jika Piala Dunia 2026 sangat ramai. Sebab, AS memang jago mengemas sesuatu jadi hiburan yang mendatangkan cuan.

Sebagai bloger, saya sering menulis event olahraga dan musik. Termasuk, gulat dengan promotor World Wrestling Entertain (WWE) yang selalu penuh dalam pertandingan reguler seperti SmackDown, Raw, NXT, atau berbayar (misal, Wrestlemania, Royal Rumble, Summerslam, dan sebagainya).

Warga AS emang haus hiburan. Mereka gampang mengeluarkan uang demi menonton langsung pertandingan.

Padahal, sepak bola bukan olahraga paling populer di Negeri Paman Sam. Masih kalah dengan football dan basket. Namun, fakta di lapangan yang kita lihat di tv atau streaming, setiap pertandingan selalu nyaris full.

Reapek untuk AS yang sudah mengemas sepak bola sebagai hiburan berkelas bersama Kanada dan Meksiko.

*           *           *

SELAIN antusiasme penonton dari warga lokal dan suporter luar, Piala Dunia 2026 ini juga seru dari segi individu.

Saya menahbiskan, sebagai ajang yang muda yang berjaya, yang tua kian menggila!

Ini bukan hiperbola. Melainkan fakta yang saya saksikan setiap malam disela-sela aktivitas sebagai ojek online (ojol).

Dua pemain pencetak tujuh gol saat ini, masih tergolong muda. Bomber Norwegia, Erling Haaland baru 25 tahun diikuti ujung tombak Prancis, Kylian Mbappe (27 tahun).

Pun demikian dengan andalan Inggris, Jude Bellingham, yang sudah mengemas empat gol, pada 29 Juni lalu, genap 23 tahun.

Bagaimana dengan yang tua?

Lionel Messi kian menggila di usianya yang sudah 39 tahun. Striker Argentina ini sudah mengemas delapan gol dari lima pertandingan di Piala Dunia 2026.

Catatan itu menjadikannya sebagai pemain tersubur sepanjang masa di turnamen ini dengan 21 gol. Jauh melewati rekor Miroslav Klose pada 2014 (16 gol).

Selain Messi, ada Cristiano Ronaldo yang meski sudah uzur, 41 tahun, tapi sukses mencatat tiga gol di Piala Dunia 2026. Ya, Portugal, memang sudah tersingkir di babak 16 besar, namun tetap salut dengan bomber berjulukan CR7 itu yang sukses mengukir rekor abadi. 

Yaitu, satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam enam Piala Dunia sejak 2006. Di statistik ini, Ronaldo unggul dari Messi yang debutnya sama, tapi gagal mencetak gol di Piala Dunia 2010.

Menarik membandingkan antara Messi dengan Ronaldo. Meski, saya bukan penggemar keduanya. 

Hanya, sebagai Juventini, ada rasa keterikatan dengan Ronaldo yang tiga musim berseragam I Bianconeri. Namun, harus diakui, dari segi trofi, Messi lebih lengkap karena mampu membawa Argentina dua kali ke final Piala Dunia pada 2014 dan 2022.

Di luar komparasi itu, baik Messi dan Ronaldo, bagi saya sama-sama GOAT!

Maklum, mereka masih aktif dan menjaga level terbaiknya di usia senja. Padahal, mayoritas rekan-rekannya sudah vanyak yang pensiun dan jadi pelatih.

Sekali lagi, respek untuk Messi dan Ronaldo. Mereka adalah alasan utama saya masih aktif menonton Piala Dunia 2026.

Selain Messi dan Ronaldo, Piala Dunia 2026 ini juga jadi panggung pamungkas untuk para veteran. Luka Modric yang sukses membawa Kroasia runner-up Piala Dunia 2018 sudah berusia 40 tahun, diikuti Manuel Neuer (Jerman, 40), dan Neymar Jr. (Brasil, 34).

Jangan lupakan Josimar Vozinho, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026 hingga babak 32 besar yang sangat menyulitkan Argentina. Kiper 40 tahun ini hanya kebobolan empat gol dari empat laga bersama Cape Verde.

Termasuk, sukses clean sheet saat melawan Spanyol dalam pembukaan Grup H. Kendati Cape Verde tersingkir, tapi Vozinho mendapat aplaus meriah dari miliaran penggemar sepak bola di kolong langit. 

Jika Anda menyaksikan berbagai penyelamatannya saat melawan Argentina, pasti sepakat. Hanya, ini jadi aksi debutannya sekaligus panggung terakhir di Piala Dunia mengingat faktor usia.

Apa pun itu, yang dilakukan Vozinho, Messi, Ronaldo, dan para veteran lainnya sukses membuat saya antusias menyaksikan Piala Dunia 2026.

Jujur, ini bukan Piala Dunia terbaik bagi saya, tapi Piala Dunia 2026 jadi salah satu yang paling memberi warna sepanjang saya mengikutinya sejak 1994 silam.***

*           *           *

Artikel Terkait:

- Piala Dunia 2006: Akhir Generasi Emas dan Debut Calon Legenda (https://www.roelly87.com/2026/06/piala-dunia-2006-akhir-generasi-emas.html)

*           *           *

- Jakarta, 9 Juli 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)