TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: [Terios] Ke Kalimantan Aku Kan Kembali

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Sabtu, 08 Agustus 2015

[Terios] Ke Kalimantan Aku Kan Kembali


Foto delapan tahun silam di salah satu jetty di Kalimantan Selatan (sumber foto: Dokumentasi pribadi/ www.roelly87.com)

SEBAGAI blogger, saya termasuk yang paling senang jalan-jalan. Entah itu wisata, rekreasi, tamasya, travelling, dan sebagainya. Baik itu melancong sendirian, dengan keluarga, atau dalam rangka tugas dari kantor.

Saya beruntung, bisa menjelajah -tepatnya mengunjungi- empat dari lima pulau besar di Tanah Air. Yaitu, Jawa yang memang sejak saya lahir, Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi. Satu yang belum tercapai adalah menjejakkan kaki ke Papua. Ya, pulau yang berbatasan langsung dengan negara New Guinea itu memang masih jadi impian hingga kini.

Di antara keempat pulau itu selain Jawa tentunya, Kalimantan merupakan yang pertama saya kunjungi. Tepatnya pada pertengahan 2007 silam ketika saya bertugas selama tiga bulan di kawasan Kintap, provinsi Kalimantan Selatan. Hanya, saat itu selain bolak-balik Kintap-Banjarmasin, saya belum sempat menjelajahi daerah lainnya.

Alhasil, ada rasa penasaran ketika saya hanya bisa mendengar cerita dari rekan kerja mengenai eksotisnya pulau terbesar ketiga di dunia itu. Terutama kawasan Maratua yang terletak di kepulauan Derawan, provinsi Kalimantan Timur. Sebab, bagi saya, Maratua merupakan satu di antara tujuh obyek wisata di Indonesia yang ingin saya singgahi bersama Pulau Komodo, Raja Ampat, Sungai Kampar, Goa Jomblang, Pantai Sawarna, dan Bukittinggi.

Sebagai blogger yang menggemari petualangan, alasan saya sangat mengagumi Maratua jelas: Keindahan alamnya yang dijuluki "pulau surga" berpadu dengan keanekaragaman biota bawah laut. Jadi, ketika saya suatu saat bisa mengunjunginya, itu merupakan mimpi yang jadi nyata. Sungguh merupakan pengalaman tak terlupakan dalam seperempat abad lebih hidup saya ini. Bisa jadi, bakal sama berkesannya ketika tahun lalu saya dapat bertatap muka dengan tiga pemain Juventus yang merupakan idola sejak kecil.

Apalagi, sebagai penggemar segala sesuatu yang berkaitan dengan sejarah, Maratua menawarkan banyak hal. Salah satunya, keberadaan rumah penyu hijau yang terhampar luas di sepanjang bibir pantai. Ini mengingatkan saya pada kura-kura raksasa di kepulauan Galapagos, Ekuador, yang sempat dijadikan observasi Charles Darwin untuk teori evolusi. Ya, ternyata, kekayaan flora dan fauna di Indonesia tidak kalah dengan negara lainnya.

Selain Maratua, destinasi lainnya di Kalimantan yang ingin (kembali) saya kunjungi tentu saja Banjarmasin. Di kota seribu sungai ini saya mendapat banyak kenangan yang beraneka ragam hingga sukar dilukiskan: Manis, asam, asin, dan juga getir! Wajar saja mengingat Banjarmasin merupakan gerbang pertama yang saya lewati saat mengunjungi Kalimantan, delapan tahun silam.

Saya belum lupa ketika saya sempat tercengan menyaksikan aktivitas masyarakat yang melakukan jual beli di Pasar Terapung Muara Kuin. Saat itu, saya sedang dijamu rekan kerja yang merupakan penduduk asli, dengan hidangan Lontong Orari. Dengan agak norak, saya meminta sendok yang disambut senyuman. Lantaran, menurut tradisi mereka, untuk menyantap lontong tersebut, lebih nikmat menggunakan tangan. Alias tidak memakai sendok yang membuat saya mengerti adagium lawas, "lain lubuk lain belalang".

Perjalanan dari Maratua ke Banjarmasin tentu sangat panjang. Apalagi, medan di Kalimantan berbeda dengan di Jawa, terutama Jakarta yang jalannya mulus. Sebab, di Kalimantan, mayoritas tipe jalannya bergelombang terkait dengan kontur tanah yang bergambut. Namun, itu jadi tantangan tersendiri yang sangat menarik untuk dilalui.

Untuk itu, diperlukan kendaraan yang memang pantas digunakan. Salah satunya menurut saya, New Daihatsu Terios yang memiliki banyak fitur untuk menjawab tantangan di segala medan. Sayangnya, sejauh ini saya belum pernah menggunakan mobil berkapasitas 1.495 cc tersebut. Sejauh ini, hanya bisa mengamatinya saat saya mengunjungi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2015) di booth Daihatsu di Hall B Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.

Maklum, di antara sekian banyak produk Daihatsu, baru tiga yang saya pernah cicipi. Yaitu, Taft yang jadi kendaraan wajib saat bekerja di pertambangan, Xenia yang merupakan mobil sejuta umat, dan Sirion yang memacu adrenalin saya.

Wajar, jika saya sangat penasaran untuk segera menjajal tenaga Terios yang dikenal "bandel". Apalagi, tongkrongannya sangat gagah yang membuat orang sulit untuk tidak meliriknya. Termasuk saat mengamati inci demi inci desain interiornya yang stylish dan sporty melalui fitur 360' di situs resmi Daihatsu. Tak salah jika Terios memiliki tagline, "Explore Your Adventurous Imagination".

Ya, bersama New Daihatsu Terios dan VIVA.co.id, membuat impian saya kembali ke Kalimantan bakal jadi nyata.
*       *       *
Spesifikasi Terios di GIIAS 2015

*       *       *
Tampilan depan Terios

*       *       *
Interior Terios

*       *       *
Dashboard  yang fungsional

*       *       *

*       *       *

*       *       *

*       *       *

*       *       *

*       *       *

Artikel Jalan-jalan Sebelumnya:

*       *       *

Keterangan: Seluruh foto merupakan dokumentasi pribadi/www.roelly87.com
- Cikini, 8 Agustus 2015

20 komentar:

  1. Semoga terwujud ya mas, bisa kembali ke Kalimantan.

    BalasHapus
  2. tulisan kamu menarik mas, semoga berkesempatan jalan2 ke kalimantan tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, nostalgia delapan tahun silam di sana sekaligus menikmati keindahan alamnya :)

      Hapus
  3. sukses selalu gan
    semoga segera terwujud ke7 tempat yang di idamkan
    jangan lupa "lain lubuk lain belalang". :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, kalo setiap ke daerah, kita emang harus ingat pepatah tersebut, biar bisa adaptasi :)

      Hapus
  4. Kalo ke Banjarmasin aku mau makan soto banjar hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya udah pernah makan beberapa kali mbak
      awalnya, saya kira soto banjar itu khas dari jawa barat/ tengah :)
      he he he

      Hapus
  5. wah lengkap ya mas, sudah 4 pulau yang dijelajahi, terios yang di banner ntu lucu juga ya atepnya bisa dibuka

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bukan terios mbak, tapi daihatsu copen :)
      mobilnya unik juga sih

      Hapus
  6. Sampai sekarang, saya masih penasaran dengan pulau yang satu ini. Entah ada apa di sana, orang-orang dikampungku selain merantau ke malaysia, banyak juga yang merantau kepulau eksotik yang satu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari makassar tinggal nyeberang aja kan mas, ga jauh ya :)

      Hapus
  7. semoga mas huda bisa ke kalimantan selatan, kalau ke kalsel kasih kabar yah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap mas :)
      he he he

      ada temen di kawasan kampung melayu gitu, tempatnya ingat tapi nama jalannya lupa...

      Hapus
  8. Weiisss juventini juga Mas.. Forza juve Mas.. hehehe.. menang dua kosong lawan lazio... Dybala dan Mandzukic masukin siiiplah... hehehe.. Itu saya penasaran sama link tiga pemain juventus.. Weiss kenangan sama Andrea Pirlo... Mantabs Mas... Siiipppp... hehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he
      sayangnya, pirlo memutuskan hengkang
      tapi ga apa2, ada pogba dan marchisio yang bakal gantiin :)

      #forzajuve

      Hapus
  9. aku malah belum pernah ke Kalimantan loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk mbak, jalan2 mengelilingi borneo :)
      saya juga waktu itu hanya di sekitaran selatan aja belum ke tempat lainnya...

      Hapus
  10. semoga terwujud keinginannya, ya. Saya juga belum pernah ke Kalimantan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...

      yuk mbak, ke sana bareng Terios dan Viva.co.id :)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)