TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Jadi Blogger Enak? Ini Suka dan Dukanya

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Kamis, 20 Juli 2017

Jadi Blogger Enak? Ini Suka dan Dukanya


Ke Eropa cuma modal nulis? Bisa, cukup jadi blogger yang aktif


JADI blogger itu enak. Bisa traveling gratis. Kerap menang lomba. Dapat ini-itu. Keliling nusantara. Bahkan, bisa jalan-jalan ke luar negeri!

DEMIKIAN, percakapan saya bersama beberapa rekan pada pertengahan bulan kesembilan penanggalan hijriah. Sambil ditemani keripik balado dan wedang jahe sebagai penghangat malam, kami asyik berbincang. Sebagai cowok, tentu mayoritas obrolan kami tidak jauh dari sepak bola, otomotif, dan... wanita!

Namun, selain tiga tema tersebut, terdapat beberapa topik lainnya yang menarik dibahas. Misalnya, rencana reuni, naik gunung, situasi politik terkini, dan terkait aktivitas masing-masing. Khususnya, berkaitan dengan saya yang saat itu belum lama balik dari Cardiff, Wales.

Tentu, mereka antusias mendengar perjalanan saya di Negeri Ratu Elisabeth. Meski, sebagian di antaranya sudah melihat aktivitas saya di media sosial seperti facebook, twitter, dan instagram, serta blog ini.

Maklum, mereka penasaran dengan saya. Sebab, dengan hanya modal ngeblog, saya bisa jalan-jalan ke luar negeri. Sekaligus, ini jadi kebanggaan bagi saya bisa menularkan virus ngeblog kepada mereka. Kendati, sebagian dari mereka sudah jauh lebih akrab dengan internet ketimbang saya yang baru kenal pada 2009 silam.

Yupz, saya memang tergolong telat mengenal dunia blog karena baru jadi blogger delapan tahun silam. Bahkan, pada awal-awal ngeblog, tulisannya kalo dibaca sekarang bikin saya pribadi tersenyum. Alias, ga jelas dan ngalor-ngidul.

Hingga, titik tolak itu terjadi ketika saya gabung di blog keroyokan. Saat itu, saya belajar banyak dengan rekan-rekan blogger senior untuk melakukan reportas, opini, atau menulis fiksi. Termasuk, ketika dipercaya provider ternama di negeri ini untuk mendokumentasikan SEA Games 2011 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Puncaknya, pada awal 2015 ketika saya gabung di komunitas blogger yang dikelola tiga wanita inspiratif. Sejak saat itu, ngeblog jadi lebih mengasyikkan bagi saya. Termasuk, menghidupkan blog ini yang sebelumnya lumutan karena sejak 2009 jarang di-update.

Berkah ngeblog pun menghampiri saya dalam dua tahun terakhir ini. Bagaimana tidak, saya jadi lebih intens mengikuti komunitas. Imbasnya, banyak undangan acara blogger yang menghampiri. Tak jarang, saya mendapat kehormatan sebagai pihak pertama yang jadi saksi ketika brand atau perusahaan meluncurkan produk teranyar.

Bahkan, smartphone elegan yang saya pakai ini didapat dari hasil ngeblog. Begitu juga dengan pulsa, kamera, dan berbagai gadget lainnya. Beragam penghargaan pun saya terima dari komunitas, brand, perusahaan, hingga instansi pemerintah.

Traveling? Kini, saya tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Sebab, saya hanya bawa selembar badan saja ketika mengikuti berbagai acara. Mulai dari sekitaran Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, hingga Eropa!

*        *        *

ADAGIUM lawas mengatakan, mutiara yang memesona tidak dicomot di bibir pantai. Melainkan, harus dicari hingga ke dasar samudera. Demikian, analogi saya sebagai blogger. Yupz, untuk bisa mendapat ini-itu dan lainnya memang cukup dengan modal menulis di blog. Namun, prosesnya tidak semudah membalikkan bala-bala di penggorengan.

Saya ingat, Valentino Rossi tidak akan jadi pembalap yang hebat jika hanya latihan di trek lurus. Begitu juga dengan Alessandro Del Piero ga bakal jadi legenda sepak bola jika tidak tekun berlatih sejak usia lima tahun hingga masuk akademi sepak bola.

Semua itu perlu proses. Kerja keras dibarengi dengan kerja cerdas. Demikian juga jadi blogger.

Beberapa waktu lalu, ketika senggang, saya iseng-iseng menghitung penghargaan yang saya dapat sebagai blogger ketika mengikuti lomba. Ternyata, mencapai lebih dari 30 kali! Terus terang saja, saya tidak percaya sudah menang sebanyak itu.

Namun, kalau mau jujur, usaha yang saya lakukan jauh melebihi angka tersebut. Sebab, ternyata sudah ratusan artikel yang saya ikutsertakan dalam lomba. Itu berarti, nyaris 10 kali lipat dibanding apa yang saya dapat. Ini fakta yang saya ungkap.

Yupz, ibarat gunung es, 30 kali menang lomba atau dapat dapat penghargaan hanya terlihat di puncaknya saja. Padahal, dasarnya sudah ratusan kali. Jadi, orang hanya melihat kita luarnya saja.

Misalnya, ketika mengikuti lomba yang diadakan produsen otomotif ternama di Tanah Air yang berujung terbang ke Cardiff. Juara itu merupakan yang pertama dari sekian banyak saya ikuti. Sebab, saya memulainya sejak 2012 silam yang nyaris setiap tahun setiap ada perlombaan dari mereka saya ikuti. Alias, butuh lima tahun untuk juara.

Ini yang dinamakan hasil tidak pernah mengkhianati proses.

*        *        *
BEGITU juga ketika sebagai blogger saya menghadiri suatu acara. Dicuekin penyelenggara karena mengutamakan media ketimbang blogger, kerap saya alami. Bahkan, pernah pada suatu phalguna, saya diundang ke suatu acara.

Setelah selesai, seperti biasa panitia memberikan goodybag. Nah, tiba saya, mereka menanyakan dari mana yang tentu saya jawab dari blogger. Dan, ketika goodybag-nya hampir tiba di tangan saya segera diurungkan. Katanya, itu untuk media. Padahal, dalam surat elektronik, jelas-jelas mengundang saya sebagai blogger.

Kapok? Tentu saja tidak. Seperti biasa, seusai acara, sehari atau dalam waktu berdekatan, saya langsung menulis hasil reportase di blog ini. Plus, beserta foto dan video yang lengkap disertai narasi sendiri tanpa perlu mengingat insiden memalukan tersebut.

Yupz, sebagai blogger setiap mengikuti suatu acara memang tidak wajib menuliskan reportasenya. Namun, saya pribadi membiasakan diri untuk menulis. Setelah itu, mensharenya di twitter atau instagram -saya jarang menshare artikel di facebook, karena bersifat personal- sambil me-mention brand atau pengundangnya.

Apakah artikel kita dibaca mereka atau tidak, itu urusan lain. Yang pasti, sebagai blogger, saya sudah menunaikan kewajiban. Alias, tidak hanya datang ke suatu acara untuk sekadar numpang makan.

Nah, biasanya, jika saya men-share artikel dengan me-mention mereka, sering ada respons yang positif. Biasanya, ketika mereka menyelenggarakan acara atau launching produk berikutnya, saya jadi orang pertama yang dihubungi secara eksklusif! Tak jarang, produk istimewa itu jadi buah tangan untuk saya.

Tuh kan. Kita ga boleh antipati terhadap ulat yang terlihat menggelikan. Sebab, suatu saat sang ulat itu bakal jadi kupu-kupu yang sangat memesona.


*        *        *
"JADI blogger itu enak bro. Tapi juga ga semulus paha Cherry Belle," ujar saya kepada beberapa rekan sambil menyitir pernyataan Anggun C. Sasmi ketika jadi juri di suatu acara musik pada 2013 silam.

Menjelang pukul 02.30 WIB, kami bersiap menuju bilangan Senayan untuk santap sahur dengan sate taichan. Obrolan kami berlanjut hingga azan berkumandang. Setelah Subuh, saya membuka laptop untuk menulis sesuatu di blog diiringi antusiasme mereka.

*        *        *

Artikel ini diikutsertakan dalam kegiatan One Day One Post (ODOP) Juli 2017 bersama Komunitas ISB.
- Jakarta, 20 Juli 2017

5 komentar:

  1. hahahah biasa itu, ya kalau apa-apa pasti yang dilihat puncaknya. Padahal mah di balik itu ada usaha yang bikin kita jumpalitan :D

    BalasHapus
  2. jadi blogger kadang juga nyebelin mas, apalagi ada dua tawaran yang datang bersamaan, mana semuanya keren buat dijelajahin. hehe...

    BalasHapus
  3. Waaanh, pantes aja jarang keliatan, baik online atau di beberapa pertemuan, terakhir kayaknya ketika ada acara launching Rameen, ya. Ternyata sang pemilik blog sedang berada di LN berkat ngeblog. Alhamdulillah. Btw bener gak tuh ya spellingnya Rameen, hehe... Salut sama Roelly87.

    BalasHapus
  4. Nulis post itu kan gampang, kadang mesti ngopi cantik dulu di cafe, atau cari suasana tenang dulu. Jadi ya, pantas kalau loyalty untuk artikel mahal :D

    BalasHapus
  5. Wah,suka banget sama tulisan ini. Akhirnya memang untuk melihat pemandangan yang indah, harus sabar naik puncak bukit dulu. Sukses terus ya, mas. Lanjutkaan! :D

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)