TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: iJakarta, Aplikasi dari Warga untuk Warga

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 19 Oktober 2015

iJakarta, Aplikasi dari Warga untuk Warga



BUKU adalah jendela dunia. Demikian pepatah mengatakan. Ya, dengan membaca buku, kita bisa mengenal luasnya bumi ini tanpa harus berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Syaratnya, tentu kita harus rajin baca, baca, dan baca.

Itu mengapa dalam satu ayat -bagi yang muslim- terdapat kalimat "iqra" (bacalah). Sebab, dengan membaca, kita dapat mengetahui apa yang telah terjadi, saat ini, dan akan datang.

Nah, di era teknologi sekarang, membaca buku tidak hanya didominasi secara fisik. Melainkan juga digital. Sama seperti media cetak yang telah dikonversi jadi online. Begitu juga dengan buku yang awalnya konvensional kini dapat dinikmati secara mudah dengan gadget yang kita punya. Salah satunya untuk membaca dalam format ebook yang meliputi PDF, Docx, atau HTML.

*       *       *

"APLIKASI ini (iJakarta) bisa jadi promosi buku dari penerbit tanpa harus dicetak secara fisik." Demikian kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, dalam sambutannya di hadapan media, undangan, dan blogger, pada Selasa (13/10). Saat itu, sosok yang akrab disapa Ahok ini turut menghadiri Peluncuran Perpustakaan Digital iJakarta dan Puncak Hari Anak Jakarta Membaca di Balai Agung Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki mengatakan, kehadiran iJakarta yang dikembangkan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Woolu Aksara Maya (Aksaramaya) ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat Jakarta.

Bisa dipahami mengingat untuk menggunakan aplikasi ini sangat mudah. Kebetulan, saya sudah mencobanya dalam sepekan terakhir. Pengguna cukup mengunduh aplikasinya di smartphone melalui Google Playappstore. atau windows di dekstop/laptop. Saya pribadi cenderung menggunakan opsi yang pertama karena smartphone saya terintegrasi google, termasuk saat melakukan registrasi.

Saat ini, iJakarta menawarkan berbagai pilihan yang dengan ribuan judul buku. Untuk kategorinya, seperti buku pelajaran sekolah, kuliah, ilmu pengetahuan umum, sejarah, biografi, dan buku populer lainnya. Yang menarik, semua itu bisa dinikmati secara gratis!

Oh ya, sekadar informasi, saat peluncuran aplikasi yang memiliki alamat twitter resmi, @ijakarta_apss itu, mendapat dukungan dari berbagai penerbit buku. Beberapa yang saya hafal misalnya, Gramedia Pustaka Utama (GPU), Gramedia Widiasarana, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Mizan, Erlangga -saya melahap banyak bukunya sejak memakai seragam putih merah hingga putih abu abu-, Penerbit Kanisius, dan banyak lagi.

"Membangun budaya membaca merupakan tanggung jawab bersama," kata CEO PT Woolu Aksara Maya, Sulasmo Sudharno. "Kehadiran iJakarta ini sebagai aplikasi perpustakaan digital yang pertama di Indonesia sebagai wujud dari kolaborasi antara pemerintah, penerbit, penulis, dan pengembang teknologi."

Apa yang dikatakan Sulasmo dan Ahok itu sesuai dengan amanat dalam Undang Undang Dasar 1945 yang -menurut saya pribadi- mencakup pasal 27 ayat 2, 31 (1), dan 32. Yaitu, dengan adanya aplikasi ini yang bisa dinikmati secara bebas biaya, dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat luas. Secara tidak langsung, iJakarta dapat menyejahterakan rakyat, khususnya warga Jakarta melalui apa yang dibaca mereka.

Itu diperkuat pernyataan Kepala BPAD DKI Jakarta, Tinia Budiati, "Semua buku bisa diakses seluruh warga Jakarta secara gratis. Apalagi, aplikasi ini sudah dilengkapi dengan reader untuk membaca ebook dan fitur-fitur media sosial. iJakarta hadir sebagai sumber penyedia bahan bacaan yang mudah diakses tanpa dibatasi ruang dan waktu bagi warga jakarta."

*       *       *

SEBAGAI blogger, bagi saya, keberadaan iJakarta ini sangat menarik. Meski awalnya sempat kebingungan saat menggunakannya, beruntung terdapat info lengkap mengenai fungsinya di laman faq. Itu karena aplikasi yang memiliki tampilan elegan ini bisa membuat saya menerbitkan buku secara digital. Jelas, ini sangat menggiurkan.

Selain itu, sebagai bagian dari warga ibu kota, saya bisa mendapat informasi terkini dari pemerintah daerah. Baik itu, peraturan, kebijakan, dan sarana publikasi lainnya. Termasuk jika ingin menyampaikan saran, pendapat, dan juga kritik. Tidak salah jika iJakarta ini saya sebut sebagai aplikasi yang dapat dinikmati dari warga, oleh warga, dan untuk warga Jakarta.

"Tujuannya (iJakarta), agar masyarakat mudah mendapat buku berkualitas, sekaligus dapat dijadikan sarana menerbitkan buku digital bagi yang gemar menulis. Jadi, tanpa harus dicetak yang bisa lebih hemat. Untuk warga yang peduli akan minat baca, silakan buka perpustakaan pribadi di iJakarta, agar koleksi bertambah banyak dan masyarakat bisa pinjam secara gratis. Ini adalah program dari warga untuk warga. Maka, jadilah bagian dari iJakarta," Basuki menjelaskan secara rinci.

Ya, saya sudah mencoba iJakarta. Giliran Anda kapan?***

*       *       *
Pencarian di Google Play

*       *       *
Unduh dengan ukuran 32,55 MB

*       *       *
Sudah selesai unduh

*       *       *
Registrasi dengan nama dan email

*       *       *
Ini semacam dashboard?

*       *       *
Salah satu buku yang saya ingin baca

*       *       *
Lihat sinopsis dulu agar cocok dengan pilihan kita

*       *       *


- Cikini, 19 Oktober 2015

14 komentar:

  1. aku udah download juga nih,keren aplikasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip mbak, saya juga udah ngubek2
      intinya, harus sabar kalo mau baca, alias ada antrean
      kayak di perpustakaan fisik sih he he he :)

      Hapus
  2. Wah keren ya, ada iJakarta. Smg warga Jakarta tambah pinter, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, filenya ga begitu besar juga
      sekitar 32 mb, jadi cukup buat ditaruh di ponsel :)

      Hapus
  3. woow.. keren nih aplikasinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupz, makasiiiih infonya ya mas :)

      Hapus
  4. klo digunakan oleh orang luar jkt ga bisa y mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kurang tahu juga sih
      kebetulan, saya domisili di jakarta
      tapi ga ada salahnya dicoba mbak :)

      Hapus
  5. aihhhh .... bagus pisan
    mudah2-an budaya baca saya jadi semakin meningkat ...
    soalnya lebih senang nonton daripada baca .... he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...

      saya hobi nonton, tapi lebih seneng baca
      he he he
      kayak novel, lebih asyik baca bukunya ketimbang udah diangkat ke layar lebar :)

      Hapus
  6. waah aku udah download aplikasinya dan memang beneran bukunya banyak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, semoga ke depannya aplikasi ini ga hanya untuk jakarta saja, tapi juga ada i-indonesia, biar seluruh rakyat bisa nikmatin :)

      #aamiin

      Hapus
  7. Jadi pengen lihat juga ... thanks infonya huda

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)