TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Ketika Blogger Ngobrol Pajak di Kantor Pajak

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Selasa, 17 Februari 2015

Ketika Blogger Ngobrol Pajak di Kantor Pajak



Ketika Blogger Ngobrol Pajak di Kantor Pajak
Suasana Ngobrol Pajak bareng Blogger (Sumber foto: Choirul Huda)



DISKUSI tentang pajak? Wow banget.
Pertama kali mendapat undangan dari Mbak Shinta Ries di grup Fun Blogging itu rasanya gimana gitu...

Bukan bermaksud untuk pesimistis. Namun, pajak termasuk dari tiga kategori -bersama seksologi dan hukum- yang saya paling malas ikuti selama aktif sebagai blogger. Mungkin ini didasari sikap skeptis terhadap dunia perpajakan di Indonesia yang cenderung mendapat sorotan negatif ketimbang positif.

Jujur saja, jika mendengar kata pajak, apa yang terlintas dalam benak kita? Gayuuuuus! Ya, Gayus Tambunan yang seakan jadi icon -ini oknum- di Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak. Saya yakin, pria yang kini berusia 35 tahun itu merupakan salah satu sosok yang paling kontroversi di negeri ini. Dan, itu semua berawal dari (penyelewangan) pajak.

Di sisi lain, bukan berarti saya "buta" akan pajak. Sebab, dulu sempat belajar (kursus) mengenai pajak. Tapi, ya itu, hasilnya jeblok. Alias ilmunya seperti masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Meski begitu, sejak masih jadi pelajar, saya tergolong rajin bayar pajak. Hanya, bukan pajak seperti PPH, PPN, apalagi, PBB. Melainkan "PJ" alias Pajak Jadian!

*        *        *

Selasa pagi, matahari masih malu-malu menampakkan diri di atas langit Jakarta. Itu karena sebagian wilayah ibukota masih diguyur hujan. Bahkan, di tempat tinggal saya yang terletak di barat Jakarta terdapat beberapa titik-titik genangan air. Namun, itu semua tidak menghalangi niat saya untuk belajar (lagi) soal pajak di Auditorium Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Kompleks Kementrian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam acara yang bertema "Ngobrol Pajak bareng Blogger" itu menghadirkan tiga narasumber: Herry Kurniawan yang merupakan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Wajib Pajak besar, Sanitya J. Prawatyani (Kepala Subdit Penyuluhan Perpajakan), dan Adhi Darmawan (Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan Bidang P2Humas Perpajakan).

Diskusi yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB itu ternyata tidak "seberat" yang saya kira. Sebab, ketiga narasumber itu mentransfer ilmu dan pengalamannya tentang pajak kepada blogger -yang mungkin mayoritas awam- dengan bahasa sehari-hari.

Tak lupa, tanya jawab pun mengalir dengan lancar dari kami, blogger dengan ketiga narasumber yang memang sudah "khatam" mengenai pajak. Bahkan, Adhi Darmawan "rela" meluangkan waktu makan siangnya demi melayani pertanyaan dari rekan-rekan blogger yang antusias dengan dunia perpajakan.

Salah satunya ketika ada rekan blogger yang menanyakan soal pajak untuk usaha online dan batu akik. Kebetulan, untuk yang terakhir sedang mewabah di masyarakat Indonesia hingga penjuru nusantara.

Yang membuat saya terkesan ketika dari sesi tanya jawab itu mengetahu arti dari keberadaan lebah yang dijadikan logo di situs www.pajak.go.id. Ternyata, lebah itu merupakan visualisasi dari kinerja lembaga perpajakan yang mengumpulkan dana dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Ya, seperti lebah yang banyak manfaatnya, dengan salah satunya menghasilkan madu.

Selain itu, kami juga diajak berkeliling untuk mengunjungi Tempat Pelayanan Terpadu di KPP Wajip Pajak Besar Dua yang masih dalam satu gedung. Nah, sekilas tidak ada yang aneh ketika memasuki ruangan ini.

Namun, bagi saya pribadi yang memang jarang -bukan anti- berurusan dengan pajak terasa janggal. Sebab, banyak tulisan atau peringatan yang ditempel di dinding atau banner seperti "Anti Suap", "Tidak Terima Gratifikasi", hingga "Selamat Datang: Anda Memasuki Wilayah Anti Korupsi". Nah lho!

Semoga saja dengan sadarnya masyarakat dan juga blogger yang bayar pajak juga diiringi kinerja petugas pajak itu sendiri agar tidak tercipta oknum-oknum seperti Gayus lainnya.***


*        *        *
Herry Kurniawan

*        *        *
Sanitya J. Prawatyani

*        *        *
Adhi Darmawan

*        *        *
Ups... Dua rekan blogger ini sedang bertanya atau "modus" dengan pegawai pajak :)

*        *        *
Selamat Datang: Anda memasuki wilayah Anti Korupsi

*        *        *
Deklarasi Bersih di Tangan Kita: Alias, harus Anti Suap!

*        *        *
Terima kasih telah membantu kami menjaga integritas

*        *        *
*        *        *



- Senayan, 17 Februari 2015

16 komentar:

  1. kalo ini kan kesadaran seseorang untuk membayar pajak ya mas, kalo pengusaha yang dengan sengaja gak mendaftarkan usahanya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia pis, nanti pihak Kanwil DJP Wajib Pajak Besar mau ngadain event lagi Maret.

      ikut aja pis...

      Hapus
  2. Sekarang sudah dipermudah orang utk bayar pajak. Melalui bank-bank kecil pun bisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak...
      tapi, kadang yang bayar ini pada enggan :)

      hi hi hi

      Hapus
  3. Seru yaa acaranya, jadi nambah wawasan sedikit ttg pajak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, ntar nunggu maret ada kelas lagi :)

      *kompor

      Hapus
  4. Setelah mengikuti acara ini juga baru tau ada penyuluh pajak ya, kirain cuma penyuluh pertanuan dan penyuluh KB aja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he

      iya, awalnya saya ngeh kalo cuma kb aja :)

      Hapus
  5. waah.. mau ikutan ini juga, sayang gak boleh bawa anak, hihi

    eniwei, semoga poster2 yang tertempel itu menjadi penyemangat dan benar direalisasikan ya, Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin...

      iya mbak, biar kita -rakyat- pun ga skeptis waktu mau bayar pajak :)

      Hapus
  6. amin, dan aku sih berharap dimanapun,kalau ada slogan ( anti korupsi ) gak hanya slogan heheh.
    acaranya keren mas,semoga di kotaku ada acara kayak gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas :)
      jangan slogan ibarat masuk kuping kiri keluar kuping kanan aja...
      hehehehe

      kalo soal acara, mungkin akan digilir di beberapa kota mas
      tunggu aja

      Hapus
  7. Hahahah kepalaku langsung pusing kalo mendengar kata "Pajak".Jadi seperti itu acara kemarin? Nggak ada bahas angka-angka ya? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya lebih pusing kalo ditagih PJ (pajak jadian) sama temen2
      wkwkkwkwkw

      Hapus
  8. kadang iyaa sih, suka pengen senyum sinis kalo lagi byar pajak dan nemu tulis anti suap dan sebagainya, tapi itu gak mengurangi niat buat bayar kok, cuma ya lucu aja gt yah ahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, bayar siih kita tetap bayar
      cuma ada perasaan dongkol aja kalo ternyata uang yang kita kumpulin selama ini untuk pajak ternyata diselewengkan :(

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)