TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: One Day One Post (ODOP): Tantangan Sekaligus Motivasi

Google Adsense 2016

Tentang Juventus dan Liga Champions

Tentang Juventus dan Liga Champions
Road to Cardiff: Langkah Si Nyonya Besar untuk Bertakhta Dimulai

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Kamis, 13 April 2017

One Day One Post (ODOP): Tantangan Sekaligus Motivasi




ONE Day One Post (ODOP)? Wow... Acara offline untuk blogger ini sangat menarik bagi saya. Sejak belajar ngeblog pada pertengahan 2009, event ini jadi tantangan sekaligus motivasi bagi saya. Tantangan, karena saya sering mengikutinya tapi hanya sekali berhasil.

Tepatnya, ketika Komunitas Fun Blogging mengadakan kegiatan ini pada Februari 2015 lalu. Kalau tidak salah, saya berhasil mengikuti ODOP sepekan penuh dari komunitas yang digawangi Tiga Dara (Ani Berta-Haya Aliya Zaki-Shintaries Nijerinda) ini.

Berkat mengikuti event offline itu, sukses mengasah kemampuan menulis saya sekaligus menyebar bibit konsistensi. Itu mengapa, saya mengatakan, selain tantangan, ODOP ini juga jadi motivasi.

*        *        *

NAH, besok, Jumat (14/4) ODOP kembali digulirkan Ani di Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Menurut pemilik blog duniaspasi.blogspot.com dan aniberta.com ini, event offline ini berlangsung hingga delapan hari ke depan (21/4).

Menilik dari antusiasme rekan-rekan di komunitas tersebut, mayoritas antusias untuk mengikutinya. Yupz, ODOP ini memang tantangan sekaligus motivasi untuk blogger. Termasuk, saya yang penasaran untuk bisa kembali finis setelah dua tahun lalu.

Bisa dipahami mengingat untuk mengikuti ODOP terbilang gampang-gampang susah. Saya harus mengakui, banyak tantangan supaya bisa finis. Maklum, konsistensi termasuk salah satu musuh utama bagi blogger.

Tapi, seperti kata pepatah, intan harus dicari hingga dasar bumi dan diasah sedemikian rupa untuk jadi perhiasan. Pun dengan pembalap yang hebat, yang tentu tidak latihan di jalanan yang lurus. Begitu juga untuk jadi blogger, tidak ujug-ujug langsung sukses.

Butuh perjuangan untuk melakoninya, salah satunya konsisten dalam mengisi blognya. Alias, perlu kerja keras dan cerdas dalam periode tersebut. Masalah berhasil atau tidak, itu urusan belakangan. Yang pasti, (biasanya) hasil itu tidak pernah mengkhianati proses.

*        *        *

MENURUT saya, ada tiga syarat untuk bisa finis dalam ODOP yang hasilnya bisa dipetik pada masa depan.

- Waktu
Ini yang paling krusial menurut saya. Sebab, tidak semua blogger itu memiliki banyak waktu luang. Saya pribadi biasanya membuka blog seperti mengisi postingan atau komentar pada dini hari WIB. Sesekali, jelang berangkat kerja atau ketika libur. Sementara, untuk mensiasati keterbatasan waktu, ketika mendapat ide, biasanya saya mencicil. Alias, mengetiknya satu paragraf demi paragraf di aplikasi blogger yang terinstal di ponsel dan baru dijahit serta ditambahkan ilustrasi ketika tiba di rumah. Pada fase ini yang memakan waktu lama, sebab mengedit foto butuh 2-3 jam. Itu belum termasuk jika unggah video di youtube yang memakan durasi lumayan lama.

- Kesabaran
Kunci kedua untuk bisa maksimal mengikuti ODOP ya sabar. Seperti yang saya utarakan sebelumnya, saya kerap mencicil artikel via ponsel. Yang jadi masalah saat sampai di rumah ternyata cicilan rumah tulisan itu lenyap tanpa bekas. Biasanya itu terjadi ketika ponselnya bermasalah atau aplikasinya error. Solusinya? Tinggalkan beberapa jam. Sebab, tidak bijak melanjutkan tulisan ketika emosional sedang terganggu. Tentu, jika dipaksakan saat itu bisa langung selesai, hanya hasilnya tidak memuaskan. Lebih baik bersabar menunggu beberapa jam kemudian untuk hasil yang maksimal. Toh, kota Roma tidak bisa dibangun hanya dalam semalam.

- Pulsa
Punya banyak waktu luang dan sabar yang luar biasa saja tidak cukup tanpa adanya pulsa. Alias, jika kuota internet kita nihil -atau modem bermasalah-, tulisan tidak bisa dipost. Sudah mengetik 500 karakter lebih tanpa diupload ke blog ya sama saja dengan menulis diary seperti saat sekolah dulu.

*        *        *

PERTANYAAN selanjutnya, apa yang bisa dipetik dari blogger jika finis mengikuti ODOP? Banyak. Ini tidak melulu soal materi, melainkan faktor lainnya.

- Trafik Melonjak
Yupz, dengan mengikuti ODOP ini, trafik blog akan meningkat. Itu diakui, rekan blogger Liswanti Pratiwi yang selama mengikuti event offline ini, pageview blognya meningkat drastis.

- Asah Kemampuan
Konsistensi merupakan antonim dari inkonsisten. Dengan mengikuti ODOP, perlahan tapi pasti, bisa membuat blogger konsisten dalam mengisi tulisan. Alias, tidak hanya ketika ada acara saja. Itu yang saya terapkan sejak mengikuti ODOP bersama Fun Blogging pada 2015 lalu. Sejak saat itu, saya berusaha meng-update blog dengan mengisi berbagai artikel. Baik itu, reportase, opini, atau fiksi. Misalnya pada artikel ini http://www.roelly87.com/2017/01/ke-bromo-aku-kan-kembali.html dan http://www.roelly87.com/2017/03/langkah-tanpa-wujud-di-museum-bahari.html yang kegiatannya saya lakukan tepat dua bulan sebelumnya. Namun, untuk artikel bertema wisata atau sejarah tentu tidak basi. Tinggal bagaimana kita menjahitnya saja.

- Banjir Komentar
Jika setiap hari artikel kita sepi komentar, dengan adanya ODOP membuat blog kian berwarna. Sebab, rekan lainnya juga akan saling blog walking (berkunjung). Secara tidak langsung akan meningkatkan trafik blog dan menambah relasi pertemanan. Dan... Hasilnya, dipetik di kemudian hari. Apakah itu?

*        *        *

TENTU, masih banyak lagi yang akan saya ulas, salah satunya berkat menerapkan ODOP bikin saya kerap menang lomba (http://www.roelly87.com/p/tentang-roelly87com.html)! Tanpa bermaksud riya, melainkan untuk motivasi pribadi sekaligus pembaca setia blog ini. Namun, berhubung suatu hal (bersiap nobar Bayern Muenchen vs Real Madrid), segala sesuatu tentang ODOP akan saya lanjutkan dalam kesempatan berikutnya.

Satu hal, jangan jadikan ODOP sebagai beban. Melainkan, justru motivasi untuk bisa melewati tantangan dalam sepekan ke depan.

*        *        *
Artikel Selanjutnya- Kenapa Blogger Harus Ikut One Day One Post (ODOP)

Artikel Terkait Blog
Berkat Fun Blogging, Ngeblog Makin Asyik
Ngobrol Bareng Christie Damayanti: Ngeblog sebagai Terapi Otak
Kota Roma Tidak Dibangun dalam Semalam
Tiga Dara Blogger
Tips Ngeblog Asyik: Jalin Hubungan Baik dengan Komunitas Blogger (I)
Tips Ngeblog Asyik: Pentingnya Mengisi Daftar Hadir
Ngeblog: Antara Hobi dan Mendatangkan Profit

*        *        *
- Sunter, 13 April 2017

7 komentar:

  1. mengasah konsistensimkita menulis juga ya ODOP ini, challenging..
    sayang sy blom berani mengambil tantangan ODOP, target saya sih 6-8 postingan per bulan sudah paling realistis.
    sukses ODOP nya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, saya juga biasanya targetnya 10-an lebih (kalo sanggup). soalnya kalo biasa nulisnya pas ada ide atau waktu senggang aja :)

      Hapus
  2. Kalau awal-awal saya semangat buat ODOP, cuma seiring berjalannya waktu mulai agak longgar berkisar 2-3 hari baru post.
    Soalnya nulis artikel nggak sama kayak posting di FB, harus berkualitas dan enak dibaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mas
      ODOP ini mulai Miunggu (23/4) semoga bisa finis...

      Hapus
  3. One Day One Post, hal paling sulit dilakukan padahal bagus untuk blog sendiri, ngelawan rasa malesnya itu lho bikin males..tapi boleh nih ngumpulin semangat lagi untuk ngejalanin terapi ODOP..hehehe

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)