TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Mencari Hilal: Tontonan Sekaligus Jadi Tuntunan Film Berkelas

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 06 Juli 2015

Mencari Hilal: Tontonan Sekaligus Jadi Tuntunan Film Berkelas

Salah satu adegan berkesan dalam Mencari Hilal ketika Heli menawarkan air kemasan untuk berbuka ayahnya (sumber foto: dokumentasi pribadi/ www.roelly87.com)

MENJELANG Hari Raya Idul Fitri ini, banyak film lokal yang menyerbu layar bioskop di Tanah Air. Utamanya yang bergenre religi dan komedi yang diharapkan bisa menggaet banyak penonton. Sebagai penikmat film, saya berharap “gempuran” film lokal ini mampu bersaing dengan keluaran Hollywood. Jangan sampai, ketika kita keluar dari teater, ingatan tentang film karya anak negeri meluap begitu saja. Klise: Ditonton untuk bersenang-senang dan terlupakan begitu saja.

Salah satu film lokal yang mampu membuat saya bergidik adalah Mencari Hilal. Entah kenapa, beberapa jam setelah keluar dari bioskop, film yang disutradarai Ismail Basbeth itu masih membekas. Entah momentumnya bertepatan dengan Ramadan, atau memang filmnya yang memang berkesan hingga membuat saya tergugah.

Padahal, awalnya saya tidak begitu tertarik ketika melihat trailernya yang “terkesan biasa saja”. Yaitu, mengenai perjalanan ayah-anak untuk mencari hilal untuk penentuan Idul Fitri.
Bahkan, yang membuat saya penasaran bukan karena isi cerita atau pesan dari film tersebut. 

Melainkan keberadaan pameran utama yang diperankan Oka Antara sebagai Heli dan Deddy Sutomo (Mahmud). Korelasi keduanya jelas. Karena, mereka sama-sama membintangi salah satu film fenomenal sepanjang sejarah perfilman Indonesia, The Raid 2: Berandal.

Namun, benar kata pepatah. Tak kenal maka tak sayang. Alias, saya harus menyaksikannya langsung hingga habis baru boleh mereviewnya. 

Saya beruntung akhirnya bisa menyaksikan Mencari Hilal. Bahkan, lebih dulu dibanding penonton lainnya karena mendapat undangan eksklusif darigrup Blogger Reporter Indonesia (BRId) untuk menyaksikan premiere Mencari Hilal di XXI Pejaten Village, Minggu (5/7).

FILM dibuka dengan kisah Mahmud, pedagang toko kelontong, yang sangat giat beribadah. Dia tidak pernah lalai menunaikan salat wajib dan sunah. Hanya, sebagaimana manusia, Mahmud pun tak lepas dari salah. Yaitu, ketika dia dituding lalai menjaga istrinya yang sakit hingga akhirnya meninggal. Ini mengingatkan saya pada kisah "Robohnya Surau Kami" dari AA Navis.

Hal itu yang tidak dimaafkan putranya, Heli. Bahkan, saking bencinya, Heli tidak terlalu peduli dengan kondisi ayahnya itu. Hingga, situasi itu berubah ketika keduanya berkelana untuk mencari hilal. Meski, niat awal Heli mengikuti sang ayah demi memuluskan keinginannya membuat paspor yang akan menerbangkannya ke Nikaragua.

Dalam perjalanannya selama beberapa hari menyusuri satu lokasi ke lokasi lainnya membuat perbedaan pandangan di antara Mahmud dan Heli kian menipis. Bahkan, Heli sempat menyadari di balik tujuan mulia sang ayah yang tidak sekadar mencari hilal untuk penentuan Idul Fitri. Melainkan, menemukan makna hidup sesungguhnya sebelum ajal menjemput…

MENYAKSIKAN film besutan lima studio berbeda ini sangat menarik. Bukan hanya penonton sekadar mendapat pencerahan mengenai kehidupan umat beragama. Melainkan juga adanya guyonan khas Yogyakarta dan sindiran cerdas untuk pemerintah. Khususnya Kementerian Agama mengenai biaya rapat rapat hilal yang konon mencapai miliaran rupiah.

Kebetulan, saat itu juga hadir Menteri Agama Lukman Hakim. Ketika film berakhir, Lukman memuji Mencari Hilal bukan hanya film yang layak untuk ditonton. Melainkan juga sebagai film yang mampu memberi tuntunan tanpa bermaksud untuk menggurui penontonnya. Saya sepakat!

Pada kesempatan yang sama, Oka yang diserbu beberapa penggemarnya, terutama blogger dan media, menjawab dengan santai pengalamannya selama syuting. Menurutnya, Mencari Hilal jadi film penyegaran setelah sebelumnya dia "berdarah-darah" dalam aksinya di The Raid dan Killers

Pameran: Oka Antara, Deddy Sutomo, Torro Margens, Erythrina Baskoro
Sutradara: Ismail Basbeth
Produser: Hanung Bramantyo, Salman Aristo, Putut Widjanarko, Raam Punjabi
Produser Eksekutif: Haidar Bagir, Denny JA
Produksi: Mizan Productions, Multivions Plus, Dapur Film, Studio Denny JA, Argi Film
Rilis: 15 Juli 2015
Genre: Religi, Drama
Durasi: 94 menit
Rating: SU (Semua Umur)

*       *       *
Menteri Agama Lukman Hakim (@roelly87)

*       *       *
Sambutan dari pembuat Mencari Hilal (@roelly87)

*       *       *
Sindiran masyarakat mengenai rapat Kementerian Agama untuk penentuan hilal (@roelly87)

*       *       *
Rekan blogger Fitri Roesdiana bersama Oka Antara

*       *       *
Beberapa rekan blogger foto bersama Hanung Bramantyo (@roelly87)

*       *       *
Deddy Sutomo diserbu penggemarnya (@roelly87)

*       *       *

- Cikini, 6 Juli 2015

38 komentar:

  1. wah ada Fitri foto bareng Oka. Trus proses pencarian hilalnya di ceritakan hingga ditemukan gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditemuin nanti mbak, tanggal 15 juli di bioskop kesayangan Anda...

      #eaaaa #promosi

      Hapus
  2. film ini kayaknya juga bisa disebut genre travel ya karena banyak adegannya di jalan? Siyap Rul , terjmakasih atas tulisan reportasenya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, kayak travelling gitu tokoh mahmudnya...

      makasiiih banyak ya mas, info nobarnya :)

      Hapus
  3. salah satu film yang harus disaksikan bersama keluarga ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, alurnya lambat
      tapi jalan ceritanya menarik disimak sampai akhir :)

      Hapus
  4. Pesan yang terkandung dalam filmnya bagus bangad. Apalagi di tambah dengan sindiran halus buat pemerintah, tapi itu kalau mereka merasa ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sindiran untuk pemerintah dan ormasnya keren mas
      salut untuk tim produksinya yang udah jeli menyimak realitas Indonesia saat ini :)

      Hapus
  5. Balasan
    1. tunggu sampe tanggal 15 ya mas :)
      he he he

      Hapus
  6. Aku suka oka antara. Jd pgn nonton nih...
    Salam kenal ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. oka itu ramah banget mbak
      beliau tetap ngelayanin kami (blogger) yang pengen wawancaran di balik syutingnya.
      secara, beliau kan nonmuslim gitu :)

      Hapus
  7. Yang mau nostalgia dg game lawas PS1 nih ane kasih linknya + Emulator PC dan Android. http://pusatgameplaystation.blogspot.sg/2015/06/kumpulan-download-game-ps1-psx-iso-high.html #HAPPYBLOGWALKING

    BalasHapus
  8. Menarik juga ya film ini :)
    Deddy Sutomo sudah sepuh ya, dulu di Rumah Masa Depan masih sangat muda :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu, udah 70-an lebih
      tapi aktingnya masih menjiwai banget :)

      Hapus
  9. Jadi pengen langsung nonton neh, pas banget di tonton bareng keluarga ya mas.

    Oka, suka banget aktingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tunggu dua hari jelang lebaran yaaaa :)

      #promosi lagi

      Hapus
  10. Film menginspirasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mbak, yuk kita dukung perfilman Indonesia
      terutama Juli ini bakal dipadatin film2 Hollywood :)

      Hapus
  11. Hmmm... menarik ya filmnya. Saya bukan penggemar film religi/drama keluarga. Kalau disuruh pasti pilih The Raid haha. Tapi jadi penasaran dengan yang satu ini. Ditonton sama anak 9thn udah ngerti belum ya anaknya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya ratingnya SU (Semua Umur) mbak
      oh ya, sekadar informasi, film ini menarik banget, karena mengajarkan kerukunan antarumat beragama.

      Ada dialog yang saya suka dari Mahmud dan tokoh pendeta di desa :)

      Hapus
  12. wah mepet lebaran euy. Pengen nonton juga ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, filmnya rilis 2 hari jelang lebaran
      tapi emang waktu segitu sedang ramai2nya, kan banyak masyarakat libur :)

      Hapus
  13. Menjemukan gak ya filmnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. alurnya lambat, tapidialognya asyik mbak
      ada twist di akhir cerita...

      Hapus
  14. Wah, Deddy Soetomo is back ! Tambah lagi list film genre agama yang meramaikan Hari Raya.
    Salam kenal ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga Mencari Hilal bisa menyaingi film2 hollywood ya mbak :)

      #DukungFilmIndonesia

      Hapus
  15. saya suka dengan aktik Oka. Kalau pak Dedi, sih emang udah gak pelru diragukan lagi aktingnya, ya. Kayaknya bagus nih filmnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip mbak
      film ini rekomendasi banget...

      Hapus
  16. Postingan bagus banget, lengkep-kep-kep. Bunda baru terima email hari ini dari Mizan Productions untuk menghadiri Special Preview Mencari Hilal ini, hari Kamis, 9 Juli jam 14.00, tapi sayang karena mendadak, gak bisa kongkoan cari temen barengan nonton. Terlewatlah saat yang bagus itu, hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bunda, hari ini di penvil lagi jam 2
      sayajuga dapat undangan, tapi ga bisa karena ada tugas kantor...

      Hapus
  17. wuihhh mas Okaaaaaa, gantengnyaaaaaaa *..* #lohh salah fokus hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya ga ada dr. cho...

      #eaaaa

      Hapus
  18. oh, ini yang sutradarain Ismail Basbeth?
    top banget emang dia
    ane tahu film2nya dari 2012 (Ritual)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh, saya justru baru nonton filmnya yang Mencari Hilal ini
      nanti saya cari referensinya lagi mas :)

      Hapus
  19. Aku juga dapat undangan untuk nonton film ini. Tapi bentrok sama jadwal rapat komite di sekolah. Baca ini jadi pengin menyempatkan nonton di lain waktu deh. Tks, Mas Chorul. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip mbak, tunggu tanggal 15 aja pas tayang serentak di seluruh Indonesia
      atau sehabis lebaran kan rame :)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)