TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Genap Setengah Abad, Dwidayatour Terus Berinovasi untuk Layani Konsumen

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Nikmati Genflix Selama 7 Hari Gratis!

Rabu, 19 Juli 2017

Genap Setengah Abad, Dwidayatour Terus Berinovasi untuk Layani Konsumen


Vice President Commercial Dwidayatour Hendriyapto memperlihatkan
apps Dwidayatour di smartphone
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


SETENGAH abad bukanlah waktu yang sebentar. Terutama bagi perusahaan. Tentu, pasang dan surut jadi santapan sehari-hari bagi pelaku usaha tersebut. Namun, ada dua kunci untuk bisa bertahan dari terpaan gelombang. Yaitu, konsistensi pada produk atau jasa dan inovasi.

Itu yang diterapkan Dwidayatour sejak didirikan pada 19 Juli 1967. Ya, hari ini, Rabu (19/7), perusahaan bernama lengkap PT Dwidaya World Wide ini genap 50 tahun. Saya beruntung jadi saksi dari perayaan setengah dekade Dwidaya Tour. Tepatnya, saat mengikuti Konferensi Pers ”50 Tahun Dwidayatour” di Lucy in the Sky, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (18/7).

Yupz, di Tanah Air ini siapa yang tidak mengenal Dwidayatour? Mereka dikenal sebagai salah satu travel agent atau biro perjalanan terbesar di Indonesia. Dwidayatour memiliki lebih dari 90 cabang yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh nusantara.

Setiap tahunnya, mereka meraih banyak penghargaan bergengsi. Misalnya, Top Travel Agent dari beberapa maskapai penerbangan terkemuka di dunia seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific, Qatar Airways, KLM Royal Dutch, Garuda Indonesia, Eva Air, Lufthansa German Airlines, dan lainnya.

Meski sudah berkembang sedemikian pesatnya dalam setengah abad ini, Dwidayatour enggan larut dalam euforia. Adagium lawas mengatakan, semakin tinggi pohon, tentu angin yang bertiup kian kencang.

Termasuk, pada sektor tour dan travel ini. Seiring perkembangan zaman yang disertai kemajuan teknologi, suatu perusahaan harus bisa mengikuti arus. Bukan hanya untuk sekadar bertahan saja, melainkan sebagai pemimpin pasar.

Itu yang dilakukan Dwidayatour yang sudah melayani masyarakat Indonesia dalam 50 tahun terakhir, terutama pada sektor pariwisata dengan layanan domestik dan internasional. Mereka membuktikan sebagai perusahaan travel terdepan, terpercaya, dan senantiasa memenuhi kebutuhan pelanggannya. Yaitu, dengan terobosan produk yang lebih kreatif dan inovatif.

Fakta itu ditegaskan Vice President Commercial Dwidayatour Hendriyapto. Di hadapan blogger dan media, dia mengatakan, "Transaksi online memang memberikan kemudahan bertransaksi. Namun, konsumen tetap membeli produk di cabang kami. Terutama produk dengan karakter high involvment yang menuntut penjelasan cukup spesifik ke konsumen. Sehingga, diperlukan tatap muka dengan frontliner di offline channel kami."

Hendriyapto membeberkan hasil survei terhadap lebih dari 1.000 responden pada awal tahun ini. Ternyata, mayoritas konsumen menginginkan multi channel. Yaitu, dengan mencari informasi di online, transaksi di offline, atau sebaliknya. Insight menarik lainnya, meski 83 persen responden mempersepsikan online lebih murah. Namun 76,2 persen di antaranya mengungkapkan masih membeli tiket dari travel agent.

Tentu, saya setuju dengan pernyataan Hendriyapto. Jika bepergian ke luar kota, utamanya lintas pulau, saya pribadi atau kantor tempat saya bekerja cenderung memesan tiket penerbangan, hotel, paket tour, bahkan visa, kepada travel agent.

Sebab, kami bisa mendapat penjelasan secara rinci. Analoginya, seperti membaca berita. Saya pribadi menyukai dengan membaca via media cetak seperti koran dan majalah ketimbang media online. Bau kertas yang khas dan sensasi membolak-balikkan halaman sulit digantikan saat membuka di media online.

Itu yang terjadi pada sektor jasa di Tanah Air. Hendriyapto mengungkapkan beberapa alasan responden masih bertransaksi di travel agent. Di antaranya, harga kompetitif, variasi produk yang lengkap, dan referensi kerabat.

Dia juga mengakui ketiga hal itu dimiliki online travel agent (OTA). Namun, komitmen untuk menjaga kredibilitas perusahaannya selama 50 tahun sehingga jadi perusahaan travel terdepan di Indonesia membuat konsumen tetap memilih untuk bertransaksi secara offline di jaringan cabang Dwidayatour.

Meski begitu, Dwidayatour tidak menutup mata dengan perkembangan segmen pasar yang lebih nyaman melakukan transaksi online. Selama 2016, Dwidayatour mencatat kenaikan transaksi di online hingga tiga digit atau 100 persen dari tahun sebelumnya.

"Dari data yang kami miliki, transaksi online lebih banyak dilakukan target dengan usia 20-30 tahun atau milenial. Ini jadi salah satu pertimbangan kami untuk terus berinovasi menawarkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Meski, saat ini segmen pasar online belum mencapai 5 persen dari total protofolio bisnis Dwidayatour. Harapan kami tahun depan jumlahnya akan terus meningkat dengna berbagai niovasi yang kami lakukan, seperti layanan Hybrid Channel," Hendriyapto, menambahkan.

Hybridy Channel yang telah diperkenalkan Dwidayatour sejak April 2016 merupakan perpaduan layanan konsumen di semua kanal offline dan online, serta hotline 24 jam. Sistem ini mengintegrasikan produk, servis, dan teknologi, jadi salah satu competitive advanage Dwidayatour.

Tak puas hanya di situ, Dwidayatour juga telah melakukan inovasi teknologi sejak tahun lalu. Sehingga, layanan website dan mobile apps kini sudah bisa menjual apa yang ada di offline-nya. Yaitu, tiket, hotel, paket tour, dan layanan dokumen (paspor dan visa).

Dwidayatour meyakini berbagai terobosan produk dan inovasi yang terus dilakukan jadi kunci utama pendukung kinerja bisnis selama lima tahun terakhir. Meski ada perlambatan ekonomi tahun lalu, mereka masih mencatat kenaikan penjualan dua digit dengan pembukaan 10 cabang baru. Serta, transformasi besar di bidang TI melalui pengembangan kanal online, yaitu website dan aplikasi mobile.

"Tahun ini, target kami pertumbuhan penjualan mencapai 30 persen, baik di kategori ritel maupun korporasi. Dengan pergerakan ekonomi dalam negeri yang terus tumbuh dan meningkatnya kelas ekonomi menengah yang menjadikan travelling sebagai gaya hidup, serta investment grade yang baik, kami optimistis meraih target tersebut hingga akhir 2017," tutur Hendiyapto dalam sesi tanya jawab dengan blogger dan media.

Nah, untuk mencapai target itu, selain inovasi digital, Dwidayatour juga terus melakukan ekspansi jaringan offline di beberapa provinsi di Tanah Air yang dikelola sendiri tanpa melalui franchise. Sehingga, menjamin standardisasi service dan produk, serta menjaga personal relationship yang baik dengan konsumen.

Pada semester pertama 2017 ini, Dwidayatour telah membuka tiga cabang baru di luar Jakarta seperti Manado, Karawang, dan Sun Plaza Medan. Mereka dijadwalkan membuka enam cabang baru pada semester kedua ini.

Yang menarik bagi saya, Dwidayatour juga memberi apresiasi kepada konsumen dalam rangka perayaan usia emas 50 tahun. Mereka sudah menggelar Flash Sale 50 berupa program potongan harga hingga 50 persen untuk pembelian tiket pesawat, hotel, dan paket tour di semua channel Dwidayatour sepanjang Rabu tadi.

Selain itu, Dwidayatour juga melakukan  Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Itu berupa pemberian donasi dan pengumpulan buku dari seluruh karwayan Dwidayatour yang disumbangkan ke Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) di kaki Gunung Rinjani. Donasi tersebut diterima langsung founder TBAL Vera Makki.***

Sekilas tentang Dwidayatour

Informasi
Website: https://www.dwidayatour.co.id
Facebook: https://www.facebook.com/DwidayatourId
Twitter: https://twitter.com/Dwidaya_tour
Instagram: https://www.instagram.com/dwidaya_tour

Anak Usaha Dwidayatour:- PT Dayawisata Inti Indah
- PT Diwdaya Nusantara Convex (Dwidayaconvex)
- PT Dwidaya Wisata Indonesia
- PT Nusatovel
- PT Diwdaya Forex (Dwidayaforex)
- PT Dwidaya Indoexchange (Ezytravel.co.id)
- PT Rajakamar International Group (RajaKamar)

*         *          *
Perjalanan panjang Dwidayatour sejak 19 Juli 1967

*         *          *
Dwidayatour sudah mengenalkan Hybrid Channel sejak tahun lalu
yang merupakan perpaduan offline, online, dan hotline 24 jam

*         *          *
Founder Taman Bacaan Anak Lebah Vera Makki memberi sambutan  pada
HUT ke-50 Dwidayatour

*         *          *
- Jakarta, 19 Juli 2017

1 komentar:

  1. dulu waktu aku mau bikin visa ke dwidaya eh ditolak sama agensi di palembang mas :)) dan aku gak suka mereka gak kabarin aku langsung, untunglah aku tanya mereka dulu. padahal aku lagi butuh cepet krn 2 minggunya mau berangkat.

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)