TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Guns N' Roses di Bulan November

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Kamis, 06 November 2014

Guns N' Roses di Bulan November


Guns N' Roses formasi klasik (sumber foto: gunsnroses.com)


AKHIR tahun 90-an banyak band yang "lupa" menggabungkan rock agresif dan attitude. Kecuali Guns N' Roses (GNR) yang akhirnya melejit jadi salah satu band yang paling kontroversial di jamannya.

Secara musikal, nggak ada hal yang istimewa yang ditawarin Axl Rose (vokal), Izzy Stradlin (gitar), Duff McKagan (bass), Slash (gitar) dan Steven Adler (drum). Simak aja album debut Appetite For Destruction (1988) yang nggak menyajikan sesuatu yang baru, selain suara gitar Slash yang ekstra-ordiner dan khas.

Yang menggelitik minat publik adalah keberanian Axl untuk "berteriak" lewat lirik-liriknya. Dalam dan sangat ofensif. Cowok yang nama aslinya William Bailey ini nggak ragu berkata "buruk" terhadap sesuatu yang emang menurutnya "buruk" lewat liriknya.

Apa yang diteriakkan Axl itu berasa istimewa karena waktu itu industri musik lagi dipenuhi sama dance-metal yang liriknya melulu bercerita tentang hal-hal yang menyenangkan: cinta, cewek, pesta, dan sex!

Yang lebih menarik lagi adalah attitude para personelnya, baik di atas maupun di belakang panggung. Di saat band-band lain berusaha jaim, eh kuintet ini asyik-asyik aja berlaku seenaknya. Dan otomatis, hal itu jadi santapan empuk bagi media. Segala tingkah laku personel band yang identik dengan lagu "November Rain" ini selalu jadi sorotan.

Era rock-stars, lengkap dengan tingkah laku urakan pengantutnya, seperti mendapat angin lagi di sini. Sesuai dengan titel album Appetite For Destruction, semua perilaku personel, terutama Axl dan Izzy lebih mengarah ke hal-hal yang bersifat destruktif.

Mereka sering banget berurusan sama polisi lantaran ngerusak kamar hotel, berantem dengan penonton, sesama musisi, bahkan wartawan. Maklum, jack... mereka tuh pemabuk berat!

Pokoknya, tingkah laku itulah yang lekat dan identik ama anakanak muda bengal ini. Ujung-ujungnya, pencapaian musikal band jadi nggak begitu penting. Terbukti, bahwa musik yang ditawarin Axl dkk emang gak sampe membuat musisi lainnya terinspirasi buat bikin yang serupa.

Dan kayaknya, kenyataan itu juga yang kudu dihadapi Axl sampe sekarang: Dia harus berjuang mengibarkan panji GNR senidiran lantaran ditinggal sama hampir semua personel orisinalnya. Mampu nggak ya?

GNR sebelumnya:
- Menanti Kedatangan Guns N' Roses di Indonesia
- Konser Guns N' Roses Terancam Batal
- Strategi Brilian GunsN' Roses melalui Lagu Indonesia Raya
- Lima Konser Rock Legendaris Sepanjang Masa

Rock lainnya
- Freddie Mercury, Queen, dan 5 September
- Kurt Cobain, Musisi Pemberontak Generasi Muda
- "Forever 27 Club" Legenda Musisi Rock yang Tewas di Usia 27 Tahun
- Haiklip, Mengenang Majalah Ensiklopedia Musik Rock

*     *     *

Referensi: Majalah Haiklip #1/2002: 25 Years In Rock!
- Kamis, 6 November 2014


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)