TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Yulian Warman

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Yulian Warman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yulian Warman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Juni 2017

Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra


Foto bersama dengan rekan blogger saat bukber Astra
(Klik untuk memperbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


RAMADAN jadi ajang untuk lebih mendekatkan dengan sesama. Itu yang saya alami setiap tahunnya. Termasuk, ketika mengikuti buka bersama (bukber) dengan PT Astra International Tbk yang dihadiri segenap direksi dan eksekutif grupnya.

Tepatnya, di Scenic Resto, Sudirman Center, Jakarta Selatan, Selasa (6/6). Ini untuk kali perdana saya mengikuti bukber dengan Astra. Namun, untuk kegiatan offline maupun online, tentu sudah sering.

Teranyar, ketika salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air ini meluncurkan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2017 di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, 20 Maret lalu.

Bahkan, saya mendapat kehormatan ketika masuk dalam daftar pemenang Anugerah Pewarta Astra (APA) 2016. Yupz, saya memang jadi saksi perjalanan dari setengah usia Astra yang pada 20 Februari lalu genap 60 tahun. Maklum, mereka memiliki tujuh pilar bisnis yang meliputi berbagai bidang usaha.

Itu meliputi:
- Otomotif
- Jasa keuangan
- Alat berat & pertambangan
- Agribisnis
- Infrastruktur, logistik & lainnya
- Teknologi Informasi
- Properti

Selain berbisnis, Astra juga berkontribusi kepada masyarakat Indonesia melalui sembilan yayasan yang kerap saya ulas di postingan sebelumnya:
- Yayasan Amaliah Astra
- Yayasan Insan Mulia Pama
- Yayasan Dharma Bhakti Astra
- Yayasan Toyota dan Astra
- Yayasan Karya Bhakti United Tractors
- Yayasan Astra Agro Lestari
- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim
- Yayasan Astra Honda Motor
- Yayasan Astra Bina Ilmu

"Kami berterima kasih untuk kehadiran dari rekan-rekan wartawan dan blogger dalam buka puasa bersama ini. Kami berharap hubungan baik kita selama ini selalu terjaga," kata Head of Public Relations Astra Yulian Warman.

Blogger? Yupz, blogger! Astra menganggap blogger setara dengan media. Itu mengapa, selain mengundang berbagai rekan jurnalis untuk memberi sambutan, juga ada dari perwakilan blogger. Yaitu, Hazmi Fitriyasa yang merupakan founder dari komunitas Blogger Reporter Indonesia (BRId).

Ya, sebagai blogger, merupakan suatu kehormatan jika intensitas kami diakui Astra. Terlebih, untuk saya pribadi yang sejak Agustus 2016 kerap menghadiri berbagai acara Astra. Termasuk, pada akhir tahun lalu ketika ikut menanam pohon di Cianjur, Jawa Barat. 

Bahkan, saya mendapat undangan eksklusif saat Astra merayakan HUT ke-60 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 24 Februari lalu. Saat itu, saya dan beberapa rekan blogger bersanding dengan puluhan pesohor lainnya untuk larut dalam Konser Inspirasi 60 Tahun Astra.

Yupz, seperti yang dikatakan Yulian. Semoga dengan bukber ini kian merekatkan silaturahim di antara blogger, jurnalis, dan Astra.
*       *       *
Usai bedug magrib berkumandang...

*       *       *
Head of Public Relaticons Astra Yulian Warman 

*       *       *
Hazmi Fitriyasa founder dari Blogger Reporter Indonesia

*       *       *
Salah satu rekan jurnalis yang mendapat doorprize

*       *       *

Artikel Terkait SATU Indonesia Awards:
Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
Memetik Inspirasi Bersama Astra
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

*       *       * 
Jakarta, 9 Juni 2017

Rabu, 28 Desember 2016

(Esai Foto) Petualangan Akhir Tahun Bersama Astra


Kumpul bersama di Saung Sarongge

2016 ini bisa dibilang sebagai tahun penuh petualangan bagi saya. Itu karena saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Tanah Air sambil mengeksplorasi keindahan alam, kebudayaan, dan lingkungan sekitarnya.

Diawali dengan bertualang di Curug Nangka, Bogor, yang dilanjutkan ke Taman Nasional Bunaken (Sulawesi Selatan), Water World (Tangerang), Citarik (Sukabumi), Pengalengan (Bandung), Candi Prambanan (Yogyakarta), Maja (Banten), Tanjung Pakis (Karawang), Nusa Dua (Bali), Bromo (Jawa Timur), Batu Kasur (Cianjur), dan beberapa kawasan lainnya. Itu belum termasuk di ibu kota saja dengan menjelajah enam kotamadya, termasuk Kepulauan Seribu.

Berbagai kunjungan ke tempat wisata itu menambah perbendaharaan pengalaman destinasi saya sejak menggeluti dunia blog pada 2009 silam. Termasuk, Batu Kasur yang jadi petualangan penutup tahun ini.

*        *        *
Sarongge Valley di Cianjur, Jawa Barat

SIANG itu, matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya. Ya, seusai menanam pohon di Bukit Kasur, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/12), saya dan 100 peserta dalam rombongan PT Astra International Tbk yang terdiri Public Relation Grup Astra, media, dan blogger, melanjutkannya di kampung Sarongge.

*        *        *
Sensasi naik bak terbuka menuju Saung Sarongge
TUJUAN kami selanjutnya ke Saung Sarongge untuk mengikuti diskusi dan games! Games? Yupz, permainan yang mengasah keterampilan, khususnya dalam bekerja sama antarkelompok. Bagaimana keseruannya, bisa dilihat pada cerita di bawah ini.

*        *        *
Saya bersama Elvani dari Astra dan Hazmi founder BRId (Foto: @Metreg)
DARI Sarongge Valley menuju Saung Sarongge yang merupakan tempat wisata edukasi untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan. Saat itu, kami menumpang pick-up alias bak terbuka sambil menikmati pemandangan alam sekitarnya. Om Telolet Om!



*        *        *
Sekeliling mata memandang tampak hijau memesona
KETIKA pertama kali menginjakkan kaki di Saung Sarongge, saya disambut dengan panorama alam yang sangat memesona. Maklum, lokasinya dikelilingi pegunungan dengan hawa yang sejuk. Apalagi, Saung Sarongge ini lokasinya tepat di kaki Gunung Gede Pangrango.

*        *        *
Libur akhir tahun bersama Astra di Saung Sarongge, Cianjur

SEBELUM Batu Kasur, Astra lebih dulu menanam pohon di kampung Sarongge pada beberapa tahun silam. Itu sebagai bentuk komitmen dari salah satu kelompok usaha terbesar di Tanah Air ini. Sekaligus, menerapkan filosofi Catur Dharma dengan butir pertama, "Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara". Total, Astra sudah 5.700 pohon di kawasan Cianjur dengan yang teranyar di Batu Kasur sebanyak 1.200 pohon.

*        *        *
Sayur mayur yang segar jadi oleh-oleh istimewa kami
PETANI yang merupakan penduduk setempat, Tim SAR, dan perwakilan Astra, asyik berkumpul di suatu saung. Jemari mereka terampil memasukkan berbagai sayur mayur yang baru dipetik dari ladang untuk dikumpulkan ke berbagai keranjang yang akan dibawa pulang kami sebagai oleh-oleh. Esok siangnya, Jumat (23/12), brokoli dan sayur-mayur itu jadi bintang utama di meja makan di rumah saya.

*        *        *
Aktivitas warga setempat di Saung Sarongge
ADOPSI 1.200 pohon di Batu Kasur dan berbagai acara di Saung Sarongge merupakan bagian dari rangkaian Astra menyambut HUT ke-60 pada 20 Februari mendatang. Yupz, perusahaan yang bermarkas di Sunter, Jakarta Utara, ini didirikan 12 tahun setelah Indonesia merdeka. Sejak saat itu, Astra jadi bagian dari roda ekonomi negeri ini melalui tujuh pilar bisnisnya dengan yang teranyar pada sektor properti.
*        *        *
Regina yang memandu diskusi dan games selama acara berlangsung
ACARA di Saung Sarongge dipandu Regina Panontongan selaku Public Relations Division, Corporate Communications Astra. Wanita yang lama berkecimpung di dunia jurnalistik ini juga jadi pemandu kami sepanjang perjalanan. Mulai dari berangkat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga kembali. Bahkan, berlanjut jadi moderator esok harinya saat diskusi Astra bersama blogger di Midtown Cafe, Jakarta Selatan, Jumat (23/12).


*        *        *
Ucapan selamat kepada dua rekan jurnalis yang hari itu berulang tahun
HARI itu ada yang spesial bagi dua wartawan senior yang mengikuti rangkaian acara bersama Astra. Itu karena mereka merayakan hari jadinya yang bertepatan dengan acara ini. Alhasil, Astra pun memberi kado tak terlupakan kepada keduanya.

*        *        *
Maharani berbagi kisah inspiratif tentang pohon gaharu
MAHARANI yang menerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014 berbagi cerita inspiratifnya. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sukses memberdayakan penduduk di tempatnya untuk menanam pohon gaharu. Meski harus "berdarah-darah" terlebih dulu karena kerap ditolak, akhirnya Maharani berhasil meyakinkan mereka. Kini, penduduk di wilayahnya tinggal memetik hasil dari harga jual pohon gaharu yang mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Kisah serupa terjadi pada Ridwan Nojeng (penerima SATU Awards 2016) yang mengakui kepada saya sampat dianggap kurang waras oleh masyarakat di Jeneponto, Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya menyulap wilayahnya jadi destinasi andalan.

*        *        *
Yulian bercerita tentang komitmen Astra terhadap lingkungan
YULIAN Warman selaku Head of Public Relations Astra, bercerita alasan perusahaannya terjun langsung dalam kepedulian lingkungan. Pria yang sekilas mirip kapten timnas Indonesia, Bima Sakti itu mengatakan Grup Astra sejak 2008 telah menanam 3.616.084 pohon di berbagai wilayah di nusantara. Menurut Yulian, kegiatan itu jadi bagian dari salah satu pilar kegiatan corporate social responsibility (CSR) Astra yang terdiri dari Pendidikan, Usaha Kecil & Menengah (UKM), Lingkungan, dan Kesehatan. Yupz, selain tujuh pilar bisnis dan empat pilar CSR, Astra juga memiliki sembilan yayasan yang konsisten dalam berkontribusi kepada masyarakat. 

*        *        *
Sesi Games dimulai dengan enam kelompok
SESI selanjutnya dengan games. Yupz, permainan ini dilakukan berkelompok. Kalau tidak salah, ada enam kelompok yang terbagi berdasarkan solmisasi tangga nada. Saya tergabung di kelompok "La" yang beranggotakan delapan orang.

*        *        *
Kami dari kelompok "La"  saling melontarkan ide sebelum games dimulai

TERDAPAT
10 peralatan yang dibagikan panitia dengan tujuh di antaranya kami pakai dalam permainan. Yaitu, tali rafia, sumpit, korek api kayu, sedotan, lakban, tusuk gigi, koran, selembar kertaskaret gelang, dan garpu. Tiga benda terakhir tidak kami pakai dan harus dikumpulkan ke panitia.

*        *        *
"Tahan nafas biar perutnya rata. Senyum manis ya." Cekrek! (Foto: @ Istimewa)
PADA era sekarang, belum lengkap jika tidak foto bersama menjelang suatu acara. Termasuk, beberapa menit jelang permainan dimulai, kami dari kelompok "La" berpose manis di depan kamera. Dalam beberapa tahun mendatang, foto ini jadi saksi kisah istimewa yang akan diceritakan kepada anak dan cucu, kelak.

*        *        *
Kerja sama tim untuk satu tujuan
ADA empat tantangan dalam permainan ini. Yaitu, meledakkan dua balon, mengambil permen di piring kertas, memasukkan bola tenis meja ke gelas plastik, dan menyalakan lilin dengan media sedotan. Syaratnya, seluruh peserta tidak boleh melewati lingkaran yang sudah digariskan panitia.

*        *        *
Ayo, ayo, ayo... Kamu bisa!
KELOMPOK kami jadi yang pertama saat meledakkan balon. Idenya, simpel berdasarkan peralatan yang diberikan panitia. Yaitu, dengan menggunakan koran yang sudah dinyalakan korek untuk disundutkan ke balon. Dan, meledak. Yes, Mission Accomplished! Demikian teriak kami serempak dengan semringah ketika menyelesaikan misi pertama dengan sempurna.

*        *        *
Bahu-membahu demi menarik permen agar tidak jatuh ke tanah
DENGAN semangat kebersamaan, kelompok kami berhasil menyelesaikan tiga dari empat tantangan. Hanya, ketika sedang berusaha menyalakan lilin, waktu yang diberikan panitia sudah selesai. Namun, di antara empat tantangan tersebut, harus diakui rintangan yang ketiga paling sulit. Maklum, kami harus mencurahkan segenap ide, pikiran, dan tenaga, untuk memasukkan bola ke dalam gelas plastik. Termasuk, dengan mengangkat rekan kami  agar tidak menyentuh tanah seperti Superman.

*        *        *
Ekspresi kegembiraan Hazmi saat menerima hadiah dari Yulian

SETELAH
permainan selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah untuk rekan jurnalis yang konsisten mengikuti acara Astra ini sejak edisi pertama dan doorprize. Rekan blogger, Hazmi Srondol yang merupakan pendiri komunitas Blogger Reporter Indonesia (BRId), mendapat kejutan menyenangkan.

*        *        *
Sore itu...

TIADA pesta yang tak berakhir. Memasuki lewat pukul 16.00 WIB, langit di atas Saung Sarongge kian gelap. Pertanda sang dewi hujan akan menunaikan tugasnya yang bertepatan dengan sore hari. Itu berarti, kami harus segera kembali untuk menuju ke rumah masing-masing. Ya, tiada pesta yang tak berakhir. Ada pertemuan tentu ada perpisahan. Tapi, selama gunung masih menghijau dan air sungai tetap mengalir, masih ada waktu untuk bersama lagi. Yupz, mungkin saat Astra mengadakan acara serupa pada 2017 mendatang.

*        *        *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:


Esai Foto Sebelumnya:
*        *        *
- Jakarta, 28 Desember 2016

Sabtu, 24 Desember 2016

Memetik Inspirasi Bersama Astra


4 narasumber, dari kiri: Wicaksono, Maharani, Yulian, Arbain, dan Regina (moderator)


 "ASTRA selalu menekankan Catur Dharma dalam filosofi perusahaan. Jadi, sebagai perusahaan, kami tidak hanya berbisnis saja. Melainkan juga turut memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat di Indonesia," demikian sambutan dari Head of Public Relations PT Astra International Tbk, Yulian Warman, dalam diskusi bersama blogger di Midtown Cafe, Jakarta Selatan, Jumat (23/12).

Saya mendapat kehormatan bisa kembali mengikuti acara yang diselenggarakan Astra. Bahkan, secara dua hari beruntun setelah sebelumnya, Kamis (22/12) menanam pohon di Cianjur, Jawa Barat. Rangkaian acara tersebut untuk menyambut HUT ke-60 Astra pada 20 Februari 2017.

Ya, salah satu kelompok usaha terbesar di Tanah Air itu berdiri sejak 1957. Alias, sudah enam dekade silam sejak didirikan William Soerjadjaja. Sejak saat itu, Astra menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air dengan tujuh divisi usaha beserta sembilan yayasan.

"Selain berbisnis, kami juga memiliki komitmen untuk membangun bangsa. Salah satunya, lewat berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dan sembilan yayasan. Itu sesuai dengan cita-cita dari almarhum om William yang menginginkan Astra bisa memberi kontribusi kepada masyarakat di seluruh Tanah Air," Yulian, menambahkan.

Selain Yulian, dalam diskusi bertajuk "Inspirasi Satu Indonesia" bersama puluhan blogger itu turut menampilkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Maharani yang merupakan penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014, Wicaksono Ndorokakung (jurnalis senior), dan Arbain Rambey (fotografer senior). Mereka dipandu Regina Panontongan (Public Relations Division, Corporate Communications Astra) selaku moderator.

Bagi saya, mengikuti diskusi ini menambah banyak wawasan. Ya, sebagai blogger yang gencar belajar, menghadiri diskusi tidak hanya menyimak pembicaraan dari narasumber saja. Melainkan juga saya harus memetik pengalaman dan inspirasi dari mereka untuk diri sendiri dan di-share lagi. Termasuk, lewat blog ini yang semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

"Awalnya sangat berat untuk meyakinkan masyarakat agar mau menanam gaharu. Padahal, harga gaharu mencapai jutaan bahkan miliaran rupiah. Tapi, dengan konsistensi selama ini disertai semangat pantang menyerah, akhirnya sejak 2009 saya bisa mengajak serta masyarakat. Kini, kami tinggal memetik hasilnya," kata Maharani dengan mata berkaca-kaca.

Apa yang dikatakan pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengingatkan saya pada Ridwan Nojeng. Yaitu, penerima SATU Indonesia Awards 2016 yang sempat dianggap kurang waras oleh masyarakat setempat saat mengajak untuk membenahi lingkungan desanya di Tompobulu, kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Namun, berkat kegigihannya, Ridwan berhasil mengubah desanya dari yang dulunya tandus jadi tempat wisata andalan.

Di sisi lain, Wicaksono berbagi informasi terkait sosial media pada 2017. Menurut pemilik blog www.ndorokakung.com ini memprediksi, tahun depan sosial media (sosmed) dipenuhi platform dengan based location. Wicaksono juga menilai tren sosmed seperti Instagram bakal lebih berkembang seiring kehadiran pesaingnya, Snapchat.

"2017, Instagram bakal lebih mendominasi lagi. Terutama setelah diakuisisi Facebook yang bisa terintegrasi untuk melihat analytics  seperti penambahan followers, komentar, dan sebagainya," tutur Wicaksono. "Begitu juga dengan Twitter yang sudah mengakuisisi Magic Pony. Yaitu, startup asal Inggris yang bisa meningkatkan kualitas video. Jadi, tahun depan, sosmed bakal lebih bervariasi lagi."

Sementara, Arbain jadi pembicara pada sesi pamungkas. Fotografer Harian Kompas ini berbagi tips mengenai fotografi yang sangat menginspirasi kami. Khususnya, saya pribadi yang dalam dua tahun ini tertarik menggeluti seni fotografi hingga kerap mengunggah berbagai foto di sosmed. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, dengan semua akun yang sama, @roelly87 dan di blog ini (www.roelly87.com).

Yang menarik, pria kelahiran Semarang, 2 Juli 1961 ini membeberkan rahasia memotret dengan baik tanpa memerdulikan apakah itu kamera DSLR atau smartphone. Bahkan, Arbain mengaku sejak 2004 selalu menggunakan modus auto ketimbang manual. Alasannya, fitur dasar itu disediakan produsen kamera yang tentu sudah dalam kondisi baik. Tinggal, bagaimana fotografer itu memaksimalkannya lebih lanjut.

"Untuk menghasilkan foto yang bernyawa, bukan sekadar menguasai teknik diafragma, speed, atau ISO saja. Tapi, yang utama bagaimana kejelian dari si pemotret dalam menangkap momentum pada situasi di sekitarnya. Saya saja tidak pernah khusus belajar fotografi. Saya bisa karena trial and error setiap hari secara terus-menerus," Arbain, mengungkapkan.

Ya, konsistensi merupakan kunci untuk meraih kesuksesan. Saya setuju dengan pernyataan Arbain. Bahwa, hasil tidak pernah mengkhianati proses. Dalam kesempatan itu, Arbain menjelaskan, untuk menghasilkan foto bagus untuk ditaruh di halaman utama Kompas, tidak bisa sekali jepret. Harus puluhan bahkan hingga ratusan kali memotret demi menemukan satu foto terbaik.

Hal sama dialami Maharani, Ridwan, dan seluruh penerima SATU Indonesia Awards lainnya sejak 2010 hingga 2016. Begitu juga dengan Astra. Dalam enam dekade ini, perusahaan yang bermarkas di Sunter, Jakarta Utara, itu tentu mengalami berbagai kesulitan. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan konsistensi berinovasi membuat Astra tetap berkibar.

Bahkan, kini menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air. Bisa dipahami mengingat Astra memiliki tujuh lini usaha yang menjawab kebutuhan masyarakat. Mulai dari otomotif, alat berat dan pertambangan, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, dan yang teranyar properti.

Apa yang dipaparkan keempat narasumber itu merupakan ilmu yang sangat berharga untuk menambah wawasan kami sebagai blogger, khususnya saya pribadi. Yaitu, wajib konsistensi dan semangat pantang menyerah demi mewujudkan hasil terbaik.

Yuk, kita saling berbagi inspirasi...

*      *      *
Rekan-rekan blogger jelang acara dimulai

*      *      *
Narsis sejenak sebagai bagian dari GenerAKSI (foto: Rini Agustina)

*      *      *
Yulian Warman menjelaskan Catur Dharma yang jadi filosofi Astra

*      *      *
Maharani menggiatkan penanaman pohon gaharu di Nusa Tenggara Barat

*      *      *
Wicaksono berbagi informasi perkembangan sosmed pada 2017

*      *      *
Arbain Rambey memberi tips menghasilkan foto yang lebih bernyawa

*      *      *
Antusiasme rekan blogger dalam diskusi bertajuk "Inspirasi Satu Indonesia"

*      *      *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

Sensasi Menanam Gaharu Bersama Astra di Bukit Kasur Cianjur
Di Balik Julukan Pahlawan Lembah Hijau Rumbia
Yuk, Berkunjung ke Museum Astra
Apresiasi Astra untuk Guru di Tanah Air pada Hari Guru Nasional
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?
7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra
Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016
Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza
Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015
Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN
Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil
Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger
Ke Kalimantan Aku Kan Kembali

*      *      *
- Jakarta, 24 Desember 2016

Kamis, 22 Desember 2016

Sensasi Menanam Gaharu Bersama Astra di Bukit Kasur Cianjur




Yulian Warman menyerahkan bantuan secara simbolis

PT Astra International Tbk kembali mengadopsi 1.200 pohon produktif yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat di wilayah Batu Kasur, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan itu dilakukan pagi tadi, Kamis (22/12) bersama keluarga besar Astra, perwakilan penduduk setempat, media, dan blogger.

Batu Kasur merupakan wilayah baru yang ditanami Astra. Sebelumnya, salah satu kelompok usaha terbesar di Tanah Air itu sudah melakukannya di desa Tunggilis dan desa Sarongge yang sama-sama berada di Cianjur. Total, sejak 2010, Astra telah menanam 5.700 pohon yang tersebar di kabupaten Cianjur.

Nah, yang istimewa, dari 1.200 bibit pohon hari ini, 500 di antaranya bibit gaharu. Seketika, saya jadi ingat pepatah lawas, "sudah cendana, gaharu pula". Kebetulan, sejak masih di Kalimantan, saya sudah mengenal pohon yang harganya "wah" ini bersama cendana dan ulin.

Ini jadi sansasi tersendiri bagi saya yang kali pertama bisa menanam gaharu. Maklum, saat panen atau setelah ditanam, gubal atau lapisan hitam pada gaharu ini nilainya mencapai Rp 30-50 juta per pohon!

Bayangkan nilainya. Itu untuk satu pohon. Sementara, Astra menyumbang 500 pohon yang bisa dikalikan sendiri karena mencapai "Em-eman". Alhasil, kontribusi mulia perusahaan yang berdiri sejak 1957 ini mendapat apresiasi banyak pihak. Khususnya, dari pemerintah setempat di Cianjur.

Gaharu selama ini tumbuh liar di pedalaman Nusa Tenggara Barat (NTB). Pohon yang memiliki nama latin Gyrinops Versteegii ini bisa tumbuh hingga puluhan meter dengan diameter rata-rata 40 hingga 60 cm. Nah, gaharu liar yang telah ratusan tahun hidup di hutan seperti itu, gubalnya mencapai Rp 500 juta per kilogram yang setara dengan harga emas.

Biasanya, gubal dijadikan produk wewangian  seperti parfum, dupa, dan lainnya dengan kualitas yang sangat bagus. Jika di rumah kita mengoleksi parfum bermerek, beberapa di antaranya bahan bakunya berasal dari gubal gaharu.

Selain gaharu, 700 bibit pohon lainnya terdiri dari nangka, alpukat, jeruk bali, dan jengkol yang memiliki manfaat cukp besar untuk masyarakat. Sama seperti di dua desa sebelumnya, tujuan Astra menanam pohon buah itu demi konservasi lingkungan atau penanaman kembali area yang gundul. Sekaligus, untuk memberikan nilai tambah yang ekonomis bagi petani di sekitar area penanaman.

Itu diakui Iskandar, salah satu warga setempat yang saya temui. Menurutnya, upaya yang dilakukan Astra memberi harapan bagi mereka. "Saya berterima kasih dengan kontribusi Astra di daerah kami. Tiga atau beberapa tahun ke depan, kawasan ini akan menjadi lebat. Imbasnya kepada kami yang warga sekitar ya bisa menghasilkan rupiah untuk menambah dapur tetap ngebul," tutur Iskandar.

Dari biaya Rp 100 ribu per pohon yang diadopsi, para petani akan mendapat bagian sebesar 35%. Itu bisa digunakan untuk berternak kelinci, ayam atau kambing sebagai bentuk dari investasi jangka pendek. Sehingga, dengan program ini akan memberdayakan para petani di sekitar wilayah tersebut untuk juga dapat berternak.

Tak hanya itu, para petani juga diberikan pelatihan manajemen pengolahan uang serta penanaman pohon. Agar, program ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan keuntungan yang maksimal. Dari kegiatan itu, diperkirakan petani dapat memanen buah-buahnya dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

*      *      *
SELAIN menanam pohon, saya yang tergabung dalam 100 peserta juga mengikuti diskusi tentang pelestarian lingkungan di Saung Sarongge. Nah, ini menarik mengingat narasumbernya merupakan penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014, Maharani.

Awalnyal, saya pikir saat pertama kali mendengar namanya itu wanita. Eh, ga tahunya pria. Ini kali ketiga saya mendapat ilmu dari pemenang SATU Awards setelah 27 Oktober lalu bersama Darwis Akbar dan Ridwan Nojeng di yang merupakan pemenang tahun ini.

"Indonesia baru memasok 10% dari bahan baku parfum dunia. Gaharu salah satu andalan ekspor masa depan yang bisa membuat petani lebih sejahtera," kata Maharani.

Sementara, Head of Public Relations Astra, Yulian Warman, mengatakan, "Kami melakukan ini rutin sejak tujuh tahun lalu di Sarongge. Alhamdulillah, upaya Astra bersama pemerintah setempat, GIF (Green Initiative Foundation), dan berbagai pihak lainnya mendapat apresiasi positif. Sarongge jadi program unggulan dari Kementerian Perhutanan. Bahkan pada 2013, pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono/ Presiden RI keenam) sampai mengunjungi Sarongge karena ingin tahu daerah yang awalnya kritis kini jadi hutan lindung."

Apa yang dikatakan Warman beralasan. Sejak 2008, Astra telah menanam 3.616.085 pohon di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Cianjur. Kegiatan tersebut jadi bagian dari salah satu pilar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Astra yang terdiri dari Pendidikan, Usaha Kecil & Menengah (UKM), Lingkungan serta Kesehatan.

Nah, selain menanam pohon, Astra juga melaksanakan kegiatan lain di bidang lingkungan, seperti:

- Kampanye gaya hidup ramah lingkungan bersama Astra, Astra Green Lifestyle (AGL) yang dilakukan di enam kota besar. Dalam kegiatan ini dilaksanakan lomba lari ramah lingkungan Astra Green Run (AGR) di Jakarta dan Bali. Serta, kamapnye melalui jalan sehat, senam, dan fun run di Pekanbaru, Palembang, Bandung, dan Yogyakarta.

- Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dilakukan bersama pemerintah daerah dengan melakukan pembangunan dan pengembangan 33 hutan dan 13 taman kota yang dilakukan Grup Astra di seluruh nusantara.

- Pencegahan abrasi pantai dengan melakukan pembangunan tanggul dan penanaman 843.296 mangrove di seluruh Indonesia.

- Membangun kawasan hutan terpadu Grup Astra seluas 200 Ha yang akan jadi tempat pembelajaran tentang kehutanan, keanekaragaman hayati, serta pendidikan lingkungan tentang hutan tropis Indonesia, Haroto Pusako, Astra Forest, di Babakan Madang, Sentul. Di kawasan ini dikhususkan area seluas 4 Ha untuk konservasi 3.925 pohon dari 23 jenis tanaman buah langka.

- Mengelola program pemberdayaan masyarakat dan konservasi sungai Ciliwung bernama Astra Eco Edu River di empat wilayah yaitu, Depok, Jawa Barat, hingga Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

- Kampung Berseri Astra (KBA), pengembangan implementasi empat pilar CSR Astra. Yaitu, Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan di kampung atau daerah tertentu secara terpadu yang diberi nama Kampung Berseri (Bersih, Sehat, Cerdas, dan Produkti). Mereka tersebar di 43 wilayah di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.

- Pengembangan 17 Bank Sampah yang dibina Astra di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

- Pembinaan 51 sekolah Adiwiyata di seluruh Indonesia. Binaan Astra berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri sebanyak dua sekolah dan Adiwiyata Nasional 15 sekolah.

- Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Astra telah membangun lima RPTRA di lima wilayah DKI Jakarta, yaitu Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu.

"Pada prinsipinya, di mana pun instalasi Astra berada, harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Itu sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu "Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara'," Warman, mengungkapkan.


*      *      *
Pemandangan Bukit Batu Kasur

*      *      *
Suasana jelang penanaman pohon

*      *      *
Maharani memperlihatkan cara penanaman gaharu

*      *      *
Rekan blogger Hazmi Srondol memotret titik koordinat tanamannya

*      *      *
Sepanjang areal yang ditanami pohon dari 100 peserta

*      *      *
Foto bersama yang bakal jadi cerita istimewa untuk anak dan cucu nanti

*      *      *
Salah satu pengalaman berkesan bagi saya sepanjang 2016 (Foto: @metreg)

*      *      **      *      *
*      *      **      *      *
*      *      **      *      *

*      *      **      *      *
*      *      **      *      *
*      *      **      *      *

*      *      **      *      *
*      *      **      *      *
*      *      **      *      *

*      *      *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

Di Balik Julukan Pahlawan Lembah Hijau Rumbia
Yuk, Berkunjung ke Museum Astra
Apresiasi Astra untuk Guru dan Sekolah di Tanah Air pada Hari Guru Nasional
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?
7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra
Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016
Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza
Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015
Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN
Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil
Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger
Ke Kalimantan Aku Kan Kembali
Pengalaman Ekstrem di Pedalaman Sumatera

*      *      *
- Sarongge (Cianjur), 22 Desember 2016
Ditulis dalam perjalanan pulang dan diedit Jumat (23/12) dini hari WIB

Rabu, 30 November 2016

Apresiasi Astra untuk Guru dan Sekolah di Tanah Air pada Hari Guru Nasional



Head of Environtment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah, saat memberi sambutan


DALAM rangka Hari Guru Nasional yang setiap tahunnya diperingati pada 25 November, PT Astra International Tbk memberikan penghargaan pendidikan dalam empat kategori. Yaitu, Inovasi Karya Guru, Inovasi SMK Bisa, Rumah Pintar Astra, dan Senyum Sehabat PAUD Astra. Acara tersebut berlangsung di Kantor Pusat Astra International, Sunter, Jakarta, pagi tadi (30/11).

Bagi saya, ini kali kedua mengunjungi kantor pusat dari salah satu kelompok usaha terbesar di Tanah Air ini. Sebelumnya, terjadi bulan lalu ketika Astra mengumumkan tujuh penerima SATU Awards 2016 (27/11). Namun, untuk acara yang berkaitan dengan Grup Astra, saya lumayan sering. Termasuk, saat mengikuti Gathering Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia: Berbagi Inspirasi 60 Tahun di Gedung SMESCO (1/8).

Untuk hari ini, kegiatannya jadi bagian dari program Astra untuk Indonesia Cerdas, yang sejalan dengan butir Catur Dharma Astra yang pertama. Yaitu, "Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara".

Sebagai apresiasi, Astra pun menggelontorkan dana sebesar Rp 240 juta untuk empat kategori tersebut. Tujuannya, Astra mengharapkan keberlanjutan program ini supaya guru dan sekolah memberikan yang terbaik demi melahirkan generasi cerdas penerus bangsa.

"Bapak dan ibu guru harus bisa jadi inspirasi tak hanya bagi murid-muridnya saja. Tapi juga rekan-rekan sesama guru. Kami berharap, bapak dan ibu guru tetap melanjutkan untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan juga berkarakter baik," kata Elvira, yang merupakan perwakilan dari Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ajang peringatan Hari Guru ini digelar sejak 27 November lalu dengan puncaknya hari ini (30/11). Rangkaian acara terdiri dari pameran inovasi guru dan sekolah, apresiasi Astra untuk Indonesia Cerdas, dan talk show inspirasional bersama tokoh penggerak dan pendidikan serta 400 guru di seluruh Tanah Air.

"Setiap anak punya potensi untuk sukses, apa pun bidangnya. Guru sebagai profesi yang sangat mulia memiliki peran penting bagi anak-anak. Yang dilibatkan Astra ini merupakan guru-guru hebat, semua jagoan dan inspiratif karena bekerja dengan hati," tutur Fasli Jalal, salah satu narasumber talkshow yang merupakan Guru Besar Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Astra turut menyumbangkan bantuan berupa donasi kelengkapan mengajar senilai Rp 60 juta untuk mewujudkan mimpi enam guru terpilih. Donasi ini merupakan hasil dari unggahan tentang guru yang telah jadi inspirasi di media sosial pada periode Maret-Mei 2016.

"Penghargaan ini layak diterima para guru atas peran besar dan perjuangan mereka yang telah mempersiapkan anak-anak bangsa untuk jadi calon pemimpin Indonesia. Harapannya, para pendidik ini tetap semangat untuk melahirkan generasi penerus Indonesia yang cerdas," ujar Head of Environtment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah, saat memberi sambutan.

Dengan mengusung tema "Guruku Inspirasiku", tahun ini merupakan edisi kedua Astra merayakan peringatan Hari Guru bersama para guru binaan Grup Astra di seluruh Indonesia. Tema ini melanjutkan program tahun lalu, yaitu "Terima Kasih Guru". Acara ini diadakan untuk mengapresiasi para guru di nusantara. Khususnya, guru binaan Astra, atas dedikasi dan prestasi mereka dalam mendidik dan berinovasi.

Yang menarik, selain mengapresiasi guru dan sekolah, Astra juga memiliki program untuk para siswa-siswis di daerah prasejahtera denganmemberikan perlengkapan sekolah. Sejak digagas pada 2015, gerakan nasional GenerAKSICERDASIndonesia telah mengumpulkan 15.039 unggahan tentang guru melalui media sosial.

Setiap unggahan para guru itu dikonversi Astra dengan masing-masing sepasang sepatu dan tas. Itu berarti, terkumpul 15.039 sepatu dan tas. Dari jumlah tersebut, Astra telah mendonasikan sebanyak 7.958 pasang sepatu dan tas di berbagai sekolah di daerah prasejahtera. Yaitu, Morotai, Mentawai, Kepulauan Aru, dan Tolitoli pada 2015.

Sementara, sisanya yang berjumlah 7.081 pasang sepatu dan tas dijadwalkan mulai diserahkan kepada murid sejak September hingga Desember mendatang. Daerah yang dituju meliputi Nias, Sumba Barat, Biak, Numfor, dan Buru Selatan.

Selain sumbangsih tersebut, dalam bidang pendidikan, Astra juga telah membina 20 Rumah Pintar, 15.353 sekolah, dan menyerahkan 207.201 paket beasiswa. Maklum, Astra memiliki sembilan yayasan dengan enam di antaranya bergerak di bidang pendidikan, yaitu:

- Yayasan Toyota dan Astra
- Yayasan Karya Bhakti United Tractors
- Yayasan Astra Agro Lestari
- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim
- Yayasan Astra Honda Motor
- Yayasan Astra Bina Ilmu


Total, keenam yayasan itu telah membina 35.499 guru melalui berbagai pelatihan. Selain enam yayasan itu, Astra juga memiliki tiga yayasan lagi seperti Yayasan Amaliah Astra, Yayasan Insan Mulia Pama, dan Yayasan Dharma Bhakti Astra yang saya kunjungi booth-nya pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016.

Kesembilan yayasan itu merupakan komitmen Astra sejak didirikan pada 1957 untuk senantiasa mendedikasikan karyanya demi kemajuan bangsa Indonesia. Itu sejalan dengan filosofi perusahaan yang tertera dalam Catur Dharma.

Apalagi, 20 Februari mendatang, Astra genap merayakan HUT ke-60. Dalam rangka menuju perayaan enam dekade itu, Astra mengusung tema "Inspirasi 60 Tahun Astra" yang digambarkan melalui produk dan layanan karya anak bangsa, sumber daya manusia yang unggul, serta kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara.

*        *        *
Catur Dharma Astra

*        *        *
Perwakilan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud) Elvira

*        *        *
Ratusan guru yang hadir di Kantor Pusat Astra

*        *        *
Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman (batik biru) menyerahkan bantuan donasi "Guruku Inspirasiku"

*        *        *
Penampilan Shanna Shannon yang merupakan Duta Lagu Pendidikan Indonesia

*        *        *
Para guru, murid, dan perwakilan sekolah yang menerima apresiasi dari Astra

*        *        *
Riza Deliansyah memberikan penghargaan kepada guru yang berinovasi

*        *        *
Najib Shulhan yang merupakan Guru Berprestasi 2015 membeberkan tipsnya kepada rekan-rekan sesama guru

*        *        *
Najib Shulhan berdiskusi dengan Guru Besar Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta Fasli Jalal (tengah) moderator Isabella Fawzi (kanan) 

*        *        *
Penampilan dari anak-anak SD Leuwiliang binaan Yayasan Michael D. Ruslim

*        *        *
Banner Guruku Inspirasiku yang merupakan bagian dari program Astra untuk Indonesia Cerdas

*        *        *
Persebaran CSR Pendidikan Astra di seluruh Indonesia

*        *        *
Ini finalis apresiasi Astra untuk Indonesia Cerdas 2016

*        *        *
Total, GenerAKSICERDASIndonesia mengumpulkan 15.039 unggahan yang dikonversi jadi 15.093 pasang sepatu dan tas

*        *        *
Para guru dan seluruh Tanah Air foto bersama dengan latar Kantor Pusat Astra

*        *        *
Peringati Hari Guru, Astra Apresiasi Inovasi Guru dan Sekolah 

*        *        *
Sebagian guru meninggalkan kantor pusat Astra untuk kembali ke kediamannya masing-masing

*        *        *
Artikel Grup Astra Sebelumnya:
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?
7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra
Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016
Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza
Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015
Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN
Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil
Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger
Ke Kalimantan Aku Kan Kembali
- Jakarta, 30 November 2016