TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: #ASTRA60

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label #ASTRA60. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #ASTRA60. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Desember 2017

Astra Sponsori Asian Games 2018


Penandatanganan sponsorship INASGOC dengan Astra di Kantor Wakil Presiden


MENJADI Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. Demikian butir pertama dari Catur Dharma yang jadi filosofi PT Astra International Tbk (Astra). Yaitu, Astra tidak hanya sekadar perusahaan saja. Melainkan turut berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Sudah banyak yang dilakukan Astra untuk negeri ini. Kebetulan, sebagai blogger, saya mulai rutin menyimak perkembangan Astra sejak 2016 lalu. Dalam periode itu, saya menyaksikan, betapa Astra benar-benar komitmen menjalankan Catur Dharma yang jadi filosofi perusahaan.


Teranyar, Astra jadi sponsor utama Asian Games 2018 bersama delapan perusahaan nasional lainnya. Penandatanganan dilakukan Chief of Corporate Communication, Social Responsibility and Security Astra Pongki Pamungkas bersama Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) Erick Thohir di Kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Peresmian nota kesepahaman itu disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman, dan pejabat terkait.

"Penandatanganan kerja sama sponsorhip ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan optimal dari kalangan badan usaha. Baik nasional, swasta, dan bisnis internasional terhadap kesuksesan Asian Games 2018," kata Erick dalam sambutannya.

Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ini kali kedua Indonesia jadi tuan rumah setelah 1962 silam. Dukungan berbagai perusahaan untuk jadi sponsor, termasuk Astra, diapresiasi wapres.

JK bangga dengan Astra yang pada 20 Februari lalu genap 60 tahun ini sangat komitmen. Itu sesuai dengan Catur Dharma yang jadi filosofi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi selama enam dekade ini.

"Karena kita ingin nanti, ketika lagu Indonesia Raya berkumandang, di belakangnya ada banner perusahaan nasional. Mobilnya (saat Asian Games 2018 berlangsung) dari Astra," ujar Kalla sambil mengungkapkan nominal sponsor berbagai perusahaan itu mencapai 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 760 miliar

Ya, sebagai sponsor yang sudah mengeluarkan puluhan miliar, Astra tentu akan mendapat benefit saat Asian Games 2018. Baik itu sebelum, saat acara berlangsung, hingga sesudahnya.

Misalnya, pada papan elektronik di berbagai posisi seperti sisi lapangan serta belakang podium saat pengalungan medali. Akan ada banner PT Astra International Tbk yang jadi latar ketika atlet merayakan keberhasilannya meraih juara.

Juga, Astra bisa menampilkan logo Asian Games 2018 pada berbagai produknya atau saat kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Bisa dipahami mengingat Astra memiliki tujuh sektor usaha. Itu meliputi:
- Otomotif
- Jasa keuangan
- Alat berat dan pertambangan
- Agribisnis
- Infrastruktur, logistik, dan lainnya
- Teknologi informasi
- Properti

Sementara, untuk CSR, Astra memiliki sembilan yayasan, yaitu:
- Yayasan Toyota & Astra (YTA) didirikan pada 1974
- Yayasan Dharma Bhakti Astra (DYBA) 1980
- Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) 1995
- Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) 1995
- Yayasan Amaliah Astra (YAA) 2001
- Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKB UT) 2008
- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) 2009
- Yayasan Astra Agro Lestari (YAAL) 2010
- Yayasan Insan Mulia Pamapersada Nusantara (PAMA) 2014

Berbagai benefit yang didapat Astra sebagai sponsor Asian Games 2018 ini sangat menarik. Sebab, pesta olahraga terbesar kedua di kolong langit setelah Olimpiade ini tidak hanya dihadiri negara-negara Asia saja. Melainkan juga dari penjuru dunia.



Asian Games 2018 ini jadi sarana bagi Astra untuk mengenalkan produk, jasa, dan yayasannya kepada dunia internasional. Maklum, saat Asian Games 2018 berlangsung, Indonesia akan kedatangan berbagai tamu dari ratusan negara selain Asia.

Yaitu, dari benua Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Oseania, dan Eropa. Baik itu, penonton, atlet, dan pelatih. Sebab, Asian Games 2018 dijadikan sebagian atlet dari negara non Asia itu untuk pemanasan jelang Olimpiade 2020.

Yang pasti, keberadaan Astra sebagai sponsor utama turut membantu pemerintah. Maklum, biaya untuk menggelar Asian Games 2018 ini mencapai triliunan rupiah. Itu mengapa, peran sponsor termasuk Astra sangat memberi dampak yang signifikan bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pesta olarhaga terbesar di Asia ini. Sekaligus, Astra melanjutkan komitmen untuk berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

*          *         *
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik peran sponsor,
termasuk Astra dalam mensukseskan Asian Games 2018

*          *         *
Ketua INASGOC Erick Thohir bersama Chief of Corporate, Social Responsibility
and Security Astra Pongki Pamungkas usai peresmian nota kesepahaman
yang disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi,
dan Ketua KONI Tono Suratman

*          *         *



Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*          *         *
- Jakarta, 12 Desember 2018

Jumat, 09 Juni 2017

Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra


Foto bersama dengan rekan blogger saat bukber Astra
(Klik untuk memperbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


RAMADAN jadi ajang untuk lebih mendekatkan dengan sesama. Itu yang saya alami setiap tahunnya. Termasuk, ketika mengikuti buka bersama (bukber) dengan PT Astra International Tbk yang dihadiri segenap direksi dan eksekutif grupnya.

Tepatnya, di Scenic Resto, Sudirman Center, Jakarta Selatan, Selasa (6/6). Ini untuk kali perdana saya mengikuti bukber dengan Astra. Namun, untuk kegiatan offline maupun online, tentu sudah sering.

Teranyar, ketika salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air ini meluncurkan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2017 di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, 20 Maret lalu.

Bahkan, saya mendapat kehormatan ketika masuk dalam daftar pemenang Anugerah Pewarta Astra (APA) 2016. Yupz, saya memang jadi saksi perjalanan dari setengah usia Astra yang pada 20 Februari lalu genap 60 tahun. Maklum, mereka memiliki tujuh pilar bisnis yang meliputi berbagai bidang usaha.

Itu meliputi:
- Otomotif
- Jasa keuangan
- Alat berat & pertambangan
- Agribisnis
- Infrastruktur, logistik & lainnya
- Teknologi Informasi
- Properti

Selain berbisnis, Astra juga berkontribusi kepada masyarakat Indonesia melalui sembilan yayasan yang kerap saya ulas di postingan sebelumnya:
- Yayasan Amaliah Astra
- Yayasan Insan Mulia Pama
- Yayasan Dharma Bhakti Astra
- Yayasan Toyota dan Astra
- Yayasan Karya Bhakti United Tractors
- Yayasan Astra Agro Lestari
- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim
- Yayasan Astra Honda Motor
- Yayasan Astra Bina Ilmu

"Kami berterima kasih untuk kehadiran dari rekan-rekan wartawan dan blogger dalam buka puasa bersama ini. Kami berharap hubungan baik kita selama ini selalu terjaga," kata Head of Public Relations Astra Yulian Warman.

Blogger? Yupz, blogger! Astra menganggap blogger setara dengan media. Itu mengapa, selain mengundang berbagai rekan jurnalis untuk memberi sambutan, juga ada dari perwakilan blogger. Yaitu, Hazmi Fitriyasa yang merupakan founder dari komunitas Blogger Reporter Indonesia (BRId).

Ya, sebagai blogger, merupakan suatu kehormatan jika intensitas kami diakui Astra. Terlebih, untuk saya pribadi yang sejak Agustus 2016 kerap menghadiri berbagai acara Astra. Termasuk, pada akhir tahun lalu ketika ikut menanam pohon di Cianjur, Jawa Barat. 

Bahkan, saya mendapat undangan eksklusif saat Astra merayakan HUT ke-60 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 24 Februari lalu. Saat itu, saya dan beberapa rekan blogger bersanding dengan puluhan pesohor lainnya untuk larut dalam Konser Inspirasi 60 Tahun Astra.

Yupz, seperti yang dikatakan Yulian. Semoga dengan bukber ini kian merekatkan silaturahim di antara blogger, jurnalis, dan Astra.
*       *       *
Usai bedug magrib berkumandang...

*       *       *
Head of Public Relaticons Astra Yulian Warman 

*       *       *
Hazmi Fitriyasa founder dari Blogger Reporter Indonesia

*       *       *
Salah satu rekan jurnalis yang mendapat doorprize

*       *       *

Artikel Terkait SATU Indonesia Awards:
- Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
- Memetik Inspirasi Bersama Astra
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

*       *       * 
- Jakarta, 9 Juni 2017

Selasa, 21 Maret 2017

Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017


Foto bersama perwakilan Astra, juri, dan penerima Indonesia Satu Awards
(Klik untuk perbesar foto)

SEBULAN lalu, PT Astra International Tbk (Astra) genap 60 tahun. Tepatnya, sejak didirikan William Soerjadjaja pada 20 Februari 1957. Berkat kerja keras dan kerja cerdas dari pria yang akrab disapa Om William bersama segenap pegawai, Astra kini menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air.

Yang menarik, mereka tidak hanya sekadar memiliki tujuh divisi bisnis saja yang tersebar di seluruh nusantara. Melainkan juga turut memberi kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Termasuk dengan terjun langsung ke mayarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Hingga kini, Astra memiliki sembilan yayasan yang sesuai dengan filosofi Catur Dharma saat didirikan Om William.

Selain CSR dan yayasan, Astra juga konsisten untuk mengangkat generasi bangsa. Salah satunya, dengan menyelenggarakan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards. Penghargaan ini sudah dilakukan Astra sejak 2010 silam.

Kebetulan, pada edisi terakhir, saya menyaksiakn dari anak-anak muda yang kreatif serta mampu menggerakkan masyarakat daerah tempat tinggalnya dengan tujuan positif. Salah satunya, Ridwan Nojeng yang menerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016.

Kini, Astra kembali menyelenggarakan acara tersebut yang berlangsung sejak Senin (20/3) hingga 10 Agustus 2017. Dalam kick-off Satu Indonesia Awards 2017 di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, kemarin, itu juga terdapat diskusi hangat antara manajemen Astra, penerima SATU Indonesia Awards sebelumnya, juri, media, dan blogger.

"SATU Indonesia Awards ini merupakan edisi kedelapan sejak 2010. Kami berharap, dengan apresiasi ini kian memacu pemuda-pemudi di seluruh nusantara untuk menggerakkan tempat tinggalnya. Banyak pemenang SATU Indonesia Awards yang kini jadi pelita bagi daerahnya. Itu yang kami harapkan sejak membuatnya tujuh tahun silam karena sejalan dengan filosofi om William," tutur Head of Public Relations Astra, Yulian Warman dalam sambutannya.

Menurut Deputy Head of Public Relations Astra, Boy Kelana Soebroto, SATU Indonesia Awards ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. "Ada lima kategori yang akan dipersembahkan untuk memacu putra-putri terbaik bangsa. Yaitu, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, kesehatan, dan teknologi. Serta kelompok yang mewakili lima kategori tersebut," Boy, menambahkan.

Kebetulan, dalam bincang hangat yang dimoderasi Regina Panontongan (Public Relations Division, Corporate Communications Astra) ini turut menampilkan empat narasumber. Yaitu, Fasli Jalal dan Riza Deliansyah (Head of Environment & Social Responsibility Astra) yang mewakili dewan juri. Juga penerima SATU Indonesia Awards, Risna Hasanudin (2015) dan Ichsan Rusydi (2016).

"Untuk individu atau kelompok yang belum juara, jangan berkecil hati. Sebab, kami -juri SATU Indonesia Awards- tetap memantau mereka. Bisa jadi tahun ini mereka tidak menang, tapi pada tahun-tahun berikutnya setelah konsisten dapat apresiasi dari Astra," tutur Jalal.

Sosok yang menjabat sebagai wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010-2012 ini memberi contoh Risna dan Ichsan yang memiliki dedikasi penuh. Baik itu sebelum mengikuti SATU Indonesia Awards, saat pemilihan, dan kini setelah menerimanya.

"Walaupun pemenangnya lima, kami juga mengambil 20 besar, atau ada yang 50 besar dari finalis untuk jadi pendamping program Astra. Salah satunya, Saharudin yang mendapat beasiswa fakultas kedokteran di Makassar meski tidak menang. Kami dari tim CSR Astra memantau finalis yang tidak menang jika programnya sesuai, tetap akan dibantu," kata Riza, optimistis.

Sejak edisi perdana, SATU Indonesia Awards ini diikuti nyaris 10 ribu pendaftar, Pada 2010 diikuti 120 peserta, 2011 (492), 2012 (1.088), 2013 (1.606), 2014 (1.833), 2015 (2.071), dan tahun lalu (2.342).

Untuk 2017 ini yang bertepatan dengan HUT ke-60 Astra, penerima SATU Indonesia Awards di kategori masing-masing akan mendapat Rp 60 juta. Jumlah tersebut diberikan untuk pengembangan masyarakat di tingkat nasional. Selain itu, mereka juag akan mendapat pembinaan kegiatan dari Astra.

Di bawah ini merupakan syarat-syarat untuk menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Untuk informasi lengkap,  Anda sebagai blogger atau memiliki rekan yang peduli pada masyarakat setempat bisa mendaftarnya di www.satu-indonesia.com.

1. Usia maksimal 35 tahun
2. Individu atau kelompok dengan jumlah anggota minimal tiga orang
3. Memiliki kegiatan yang orisinal. Penggiat/kegiatannya telah berlangsung minimal setahun
4. Belum pernah menerima penghargaan tingkat nasional/internasional
5. Bukan karyawan Grup Astra dan Tempo Media Group (Tempo merupakan media-partner SATU Indonesia Awards)
6. Anda bisa mendaftarkan diri sendiri/kelompok/orang lain asal memenuhi persyaratan dan ketentuan dari SATU Indonesia Awards 2017

Sekadar informasi, kegiatan yang dapat didaftarkan dalam program ini daapt membantu atau mengusahakan orang lain agar bisa mandiri. Serta, kegiatan itu bisa memberikan solusi, cara, atau alat. Salah satunya, Ridwan Nojeng yang menyulap kediamannya yang dulu tandus jadi Desa Wisata Lembah Hijau Rumbia untuk memberi kontribusi kepada masyarakat setempat.

Alias, bukan sekadar memberikan sumbangan atau donasi yang berdampak sementara. Bisa juga dapat berupa pelatihan keterampilan sekelompok orang, komunitas, atau masyarakat yang kurang beruntung. Sehingga, mereka punya keahlian dan dapat bertahan hidup.

Beberapa kegiatan yang membawa perubahan itu akan dinilai dewan juri berdasarkan parameter berikut:
1. Motif: Ide awal, jenis kegiatan, tujuan/motivai/sasaran, bidang prestasi, usaha untuk mewujudkan dan pihak-pihak yang bekerja ama dengan lembaga pendanaan
2. Hasil: Kegiatan dan hasil yang telah diciptakan
3. Jangkauan: Jumlah dan dampak pada orang atau sistem yang telah dibangun melalui program-program yang telah dilakukan.
4. Kesinambungan. Menilai komitmen untuk melanjutkan kegiatan.

Hingga kini, sudah ada 39 orang yang menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Mereka telah berkarya dalam berbagai kategori. Termasuk, Risna dan Ichsan yang dalam bincang interaktif itu membeberkan konsisten kegiatannya selama ini hingga mendapat apresiasi dari Astra.

"Saya berterima kasih dengan adanya SATU Indonesia Awards bisa membantu saya untuk terjun di dunia pendidikan di Papua. Berkat Astra, kini di Kampung Kobrey banyak anak kecil yang bisa membaca, menulis, dan berhitung," Risna, mengungkapkan.

Wanita kelahiran Banda Neira, Maluku, 1 Februari 1988 ini sejak September 2014 mendirikan rumah belajar (Rumah Cerdas Perempuan Arfak Papua Barat) di Kampung Kobrey. Inisiatif untuk terjun langsung karena Risna ingin agar anak-anak dan perempuan Arfak tidak jadi generasi yang tertinggal.

Usaha tanpa pamrih yang dilakukan lulusan FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) dari Universitas Pattimura Maluku ini diakui Jalal sebagai wanita tangguh yang menginspirasi, "Risna merupakan contoh volunteer yang sangat sabar. Meski awalnya sempat mengalami intimidasi, kini keberadaan Risna sangat diapresiasi masyarakat di Kampung Kobrey."

Di sisi lain, pengembangan teknologi budidaya tiram dengan menggunakan ban bekas membuat Ichsan dan 10 mahasiswanya berhasil membuat nyaman para petani. Berkat temuan kelompok bernama Yayasan Pendidikan Kemaritiman Indonesia ini, sangat membantu masyarakat Kampung Tibang, Banda Aceh.

Itu karena tidak lagi harus berendam di bawah terik matahari atau menginjak tajamnya koloni tiram. Petani pun bisa menghasilkan jumlah dan ukuran tiram yang lebih besar hingga membuat olahan tiram dengan nilai ekonomi yang maksimal. Hasilnya, kini beredar olahan tiram dengan berbagai jenis, seperti kerupuk dan makanan ringan lainnya.

"Komoditi tiram merupakan sektor perikanan yang termajinalkan. Awalnya kami kurang mendapat perhatian dari pemerintah, dengan hasil riset sekarang pemerintah mulai memberi perhatian lebih kepada masyarakat. Tapi yang lebih menguatkan hati adalah, SATU Indonesia Awards ini membuat kami jadi lebih semangat dan sadar bahwa kami tidak sendiri dalam memberdayakan masyarakat.” tutur Ichsan yang sedang bersiap ke Jepang untuk riset budidaya tiram. 

Nah, Risna, Ichsan, dan Ridwan, sudah membuktikan konsistensi dalam kegiatannya yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Ya, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kini, Anda atau rekan bisa mengikuti jejak mereka dalam SATU Indonesia Awards 2017.

*       *       *
Head of Public Relations Astra Yulian Warman

*       *       *
Deputy Head of Public Relations Astra Boy Kelana Soebroto

*       *       *
Head of Environment & Social Responsibility Astra Riza Deliansyah (kiri)

*       *       *
Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI 2010-2012 Fasli Jalal (tengah)

*       *       *
Ichsan Rusydi penerima SATU Indonesia Awards 2016 kategori kelompok
 (kedua dari kiri)

*       *       *
Salah satu hasil olahan Ichsan dan mahasiswanya, kerupuk tiram

*       *       *
Risna Hasanudin penerima SATU Indonesia Awards 2015 (kedua dari kanan)

*       *       *
Salah satu kegiatan Risna dengan masyarakat Arfak, Papua

*       *       *
Satu Indonesia Awards 2017 dimulai sejak 20 Maret hingga 10 Agustus mendatang

*       *       *
Antusiasme netizen terhadap kick-off SATU Indonesia Awards yang ramai
di twitter hingga masuk trending topic nasional

 ---------------------- *       *       * ----------------------
Video di Youtube

*       *       **       *       *
Video di Youtube

*       *       **       *       *
Video di Youtube

*       *       **       *       *

Artikel Terkait SATU Indonesia Awards:
- Memetik Inspirasi Bersama Astra
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

*       *       * 
- Jakarta, 21 Maret 2017

Rabu, 28 Desember 2016

(Esai Foto) Petualangan Akhir Tahun Bersama Astra


Kumpul bersama di Saung Sarongge

2016 ini bisa dibilang sebagai tahun penuh petualangan bagi saya. Itu karena saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Tanah Air sambil mengeksplorasi keindahan alam, kebudayaan, dan lingkungan sekitarnya.

Diawali dengan bertualang di Curug Nangka, Bogor, yang dilanjutkan ke Taman Nasional Bunaken (Sulawesi Selatan), Water World (Tangerang), Citarik (Sukabumi), Pengalengan (Bandung), Candi Prambanan (Yogyakarta), Maja (Banten), Tanjung Pakis (Karawang), Nusa Dua (Bali), Bromo (Jawa Timur), Batu Kasur (Cianjur), dan beberapa kawasan lainnya. Itu belum termasuk di ibu kota saja dengan menjelajah enam kotamadya, termasuk Kepulauan Seribu.

Berbagai kunjungan ke tempat wisata itu menambah perbendaharaan pengalaman destinasi saya sejak menggeluti dunia blog pada 2009 silam. Termasuk, Batu Kasur yang jadi petualangan penutup tahun ini.

*        *        *
Sarongge Valley di Cianjur, Jawa Barat

SIANG itu, matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya. Ya, seusai menanam pohon di Bukit Kasur, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/12), saya dan 100 peserta dalam rombongan PT Astra International Tbk yang terdiri Public Relation Grup Astra, media, dan blogger, melanjutkannya di kampung Sarongge.

*        *        *
Sensasi naik bak terbuka menuju Saung Sarongge
TUJUAN kami selanjutnya ke Saung Sarongge untuk mengikuti diskusi dan games! Games? Yupz, permainan yang mengasah keterampilan, khususnya dalam bekerja sama antarkelompok. Bagaimana keseruannya, bisa dilihat pada cerita di bawah ini.

*        *        *
Saya bersama Elvani dari Astra dan Hazmi founder BRId (Foto: @Metreg)
DARI Sarongge Valley menuju Saung Sarongge yang merupakan tempat wisata edukasi untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan. Saat itu, kami menumpang pick-up alias bak terbuka sambil menikmati pemandangan alam sekitarnya. Om Telolet Om!



*        *        *
Sekeliling mata memandang tampak hijau memesona
KETIKA pertama kali menginjakkan kaki di Saung Sarongge, saya disambut dengan panorama alam yang sangat memesona. Maklum, lokasinya dikelilingi pegunungan dengan hawa yang sejuk. Apalagi, Saung Sarongge ini lokasinya tepat di kaki Gunung Gede Pangrango.

*        *        *
Libur akhir tahun bersama Astra di Saung Sarongge, Cianjur

SEBELUM Batu Kasur, Astra lebih dulu menanam pohon di kampung Sarongge pada beberapa tahun silam. Itu sebagai bentuk komitmen dari salah satu kelompok usaha terbesar di Tanah Air ini. Sekaligus, menerapkan filosofi Catur Dharma dengan butir pertama, "Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara". Total, Astra sudah 5.700 pohon di kawasan Cianjur dengan yang teranyar di Batu Kasur sebanyak 1.200 pohon.

*        *        *
Sayur mayur yang segar jadi oleh-oleh istimewa kami
PETANI yang merupakan penduduk setempat, Tim SAR, dan perwakilan Astra, asyik berkumpul di suatu saung. Jemari mereka terampil memasukkan berbagai sayur mayur yang baru dipetik dari ladang untuk dikumpulkan ke berbagai keranjang yang akan dibawa pulang kami sebagai oleh-oleh. Esok siangnya, Jumat (23/12), brokoli dan sayur-mayur itu jadi bintang utama di meja makan di rumah saya.

*        *        *
Aktivitas warga setempat di Saung Sarongge
ADOPSI 1.200 pohon di Batu Kasur dan berbagai acara di Saung Sarongge merupakan bagian dari rangkaian Astra menyambut HUT ke-60 pada 20 Februari mendatang. Yupz, perusahaan yang bermarkas di Sunter, Jakarta Utara, ini didirikan 12 tahun setelah Indonesia merdeka. Sejak saat itu, Astra jadi bagian dari roda ekonomi negeri ini melalui tujuh pilar bisnisnya dengan yang teranyar pada sektor properti.
*        *        *
Regina yang memandu diskusi dan games selama acara berlangsung
ACARA di Saung Sarongge dipandu Regina Panontongan selaku Public Relations Division, Corporate Communications Astra. Wanita yang lama berkecimpung di dunia jurnalistik ini juga jadi pemandu kami sepanjang perjalanan. Mulai dari berangkat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga kembali. Bahkan, berlanjut jadi moderator esok harinya saat diskusi Astra bersama blogger di Midtown Cafe, Jakarta Selatan, Jumat (23/12).


*        *        *
Ucapan selamat kepada dua rekan jurnalis yang hari itu berulang tahun
HARI itu ada yang spesial bagi dua wartawan senior yang mengikuti rangkaian acara bersama Astra. Itu karena mereka merayakan hari jadinya yang bertepatan dengan acara ini. Alhasil, Astra pun memberi kado tak terlupakan kepada keduanya.

*        *        *
Maharani berbagi kisah inspiratif tentang pohon gaharu
MAHARANI yang menerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014 berbagi cerita inspiratifnya. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sukses memberdayakan penduduk di tempatnya untuk menanam pohon gaharu. Meski harus "berdarah-darah" terlebih dulu karena kerap ditolak, akhirnya Maharani berhasil meyakinkan mereka. Kini, penduduk di wilayahnya tinggal memetik hasil dari harga jual pohon gaharu yang mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Kisah serupa terjadi pada Ridwan Nojeng (penerima SATU Awards 2016) yang mengakui kepada saya sampat dianggap kurang waras oleh masyarakat di Jeneponto, Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya menyulap wilayahnya jadi destinasi andalan.

*        *        *
Yulian bercerita tentang komitmen Astra terhadap lingkungan
YULIAN Warman selaku Head of Public Relations Astra, bercerita alasan perusahaannya terjun langsung dalam kepedulian lingkungan. Pria yang sekilas mirip kapten timnas Indonesia, Bima Sakti itu mengatakan Grup Astra sejak 2008 telah menanam 3.616.084 pohon di berbagai wilayah di nusantara. Menurut Yulian, kegiatan itu jadi bagian dari salah satu pilar kegiatan corporate social responsibility (CSR) Astra yang terdiri dari Pendidikan, Usaha Kecil & Menengah (UKM), Lingkungan, dan Kesehatan. Yupz, selain tujuh pilar bisnis dan empat pilar CSR, Astra juga memiliki sembilan yayasan yang konsisten dalam berkontribusi kepada masyarakat. 

*        *        *
Sesi Games dimulai dengan enam kelompok
SESI selanjutnya dengan games. Yupz, permainan ini dilakukan berkelompok. Kalau tidak salah, ada enam kelompok yang terbagi berdasarkan solmisasi tangga nada. Saya tergabung di kelompok "La" yang beranggotakan delapan orang.

*        *        *
Kami dari kelompok "La"  saling melontarkan ide sebelum games dimulai

TERDAPAT
10 peralatan yang dibagikan panitia dengan tujuh di antaranya kami pakai dalam permainan. Yaitu, tali rafia, sumpit, korek api kayu, sedotan, lakban, tusuk gigi, koran, selembar kertas, karet gelang, dan garpu. Tiga benda terakhir tidak kami pakai dan harus dikumpulkan ke panitia.

*        *        *
"Tahan nafas biar perutnya rata. Senyum manis ya." Cekrek! (Foto: @ Istimewa)
PADA era sekarang, belum lengkap jika tidak foto bersama menjelang suatu acara. Termasuk, beberapa menit jelang permainan dimulai, kami dari kelompok "La" berpose manis di depan kamera. Dalam beberapa tahun mendatang, foto ini jadi saksi kisah istimewa yang akan diceritakan kepada anak dan cucu, kelak.

*        *        *
Kerja sama tim untuk satu tujuan
ADA empat tantangan dalam permainan ini. Yaitu, meledakkan dua balon, mengambil permen di piring kertas, memasukkan bola tenis meja ke gelas plastik, dan menyalakan lilin dengan media sedotan. Syaratnya, seluruh peserta tidak boleh melewati lingkaran yang sudah digariskan panitia.

*        *        *
Ayo, ayo, ayo... Kamu bisa!
KELOMPOK kami jadi yang pertama saat meledakkan balon. Idenya, simpel berdasarkan peralatan yang diberikan panitia. Yaitu, dengan menggunakan koran yang sudah dinyalakan korek untuk disundutkan ke balon. Dan, meledak. Yes, Mission Accomplished! Demikian teriak kami serempak dengan semringah ketika menyelesaikan misi pertama dengan sempurna.

*        *        *
Bahu-membahu demi menarik permen agar tidak jatuh ke tanah
DENGAN semangat kebersamaan, kelompok kami berhasil menyelesaikan tiga dari empat tantangan. Hanya, ketika sedang berusaha menyalakan lilin, waktu yang diberikan panitia sudah selesai. Namun, di antara empat tantangan tersebut, harus diakui rintangan yang ketiga paling sulit. Maklum, kami harus mencurahkan segenap ide, pikiran, dan tenaga, untuk memasukkan bola ke dalam gelas plastik. Termasuk, dengan mengangkat rekan kami  agar tidak menyentuh tanah seperti Superman.

*        *        *
Ekspresi kegembiraan Hazmi saat menerima hadiah dari Yulian

SETELAH
permainan selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah untuk rekan jurnalis yang konsisten mengikuti acara Astra ini sejak edisi pertama dan doorprize. Rekan blogger, Hazmi Srondol yang merupakan pendiri komunitas Blogger Reporter Indonesia (BRId), mendapat kejutan menyenangkan.

*        *        *
Sore itu...

TIADA pesta yang tak berakhir. Memasuki lewat pukul 16.00 WIB, langit di atas Saung Sarongge kian gelap. Pertanda sang dewi hujan akan menunaikan tugasnya yang bertepatan dengan sore hari. Itu berarti, kami harus segera kembali untuk menuju ke rumah masing-masing. Ya, tiada pesta yang tak berakhir. Ada pertemuan tentu ada perpisahan. Tapi, selama gunung masih menghijau dan air sungai tetap mengalir, masih ada waktu untuk bersama lagi. Yupz, mungkin saat Astra mengadakan acara serupa pada 2017 mendatang.

*        *        *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:


Esai Foto Sebelumnya:
*        *        *
- Jakarta, 28 Desember 2016

Sabtu, 24 Desember 2016

Memetik Inspirasi Bersama Astra


4 narasumber, dari kiri: Wicaksono, Maharani, Yulian, Arbain, dan Regina (moderator)


 "ASTRA selalu menekankan Catur Dharma dalam filosofi perusahaan. Jadi, sebagai perusahaan, kami tidak hanya berbisnis saja. Melainkan juga turut memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat di Indonesia," demikian sambutan dari Head of Public Relations PT Astra International Tbk, Yulian Warman, dalam diskusi bersama blogger di Midtown Cafe, Jakarta Selatan, Jumat (23/12).

Saya mendapat kehormatan bisa kembali mengikuti acara yang diselenggarakan Astra. Bahkan, secara dua hari beruntun setelah sebelumnya, Kamis (22/12) menanam pohon di Cianjur, Jawa Barat. Rangkaian acara tersebut untuk menyambut HUT ke-60 Astra pada 20 Februari 2017.

Ya, salah satu kelompok usaha terbesar di Tanah Air itu berdiri sejak 1957. Alias, sudah enam dekade silam sejak didirikan William Soerjadjaja. Sejak saat itu, Astra menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air dengan tujuh divisi usaha beserta sembilan yayasan.

"Selain berbisnis, kami juga memiliki komitmen untuk membangun bangsa. Salah satunya, lewat berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dan sembilan yayasan. Itu sesuai dengan cita-cita dari almarhum om William yang menginginkan Astra bisa memberi kontribusi kepada masyarakat di seluruh Tanah Air," Yulian, menambahkan.

Selain Yulian, dalam diskusi bertajuk "Inspirasi Satu Indonesia" bersama puluhan blogger itu turut menampilkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Maharani yang merupakan penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014, Wicaksono Ndorokakung (jurnalis senior), dan Arbain Rambey (fotografer senior). Mereka dipandu Regina Panontongan (Public Relations Division, Corporate Communications Astra) selaku moderator.

Bagi saya, mengikuti diskusi ini menambah banyak wawasan. Ya, sebagai blogger yang gencar belajar, menghadiri diskusi tidak hanya menyimak pembicaraan dari narasumber saja. Melainkan juga saya harus memetik pengalaman dan inspirasi dari mereka untuk diri sendiri dan di-share lagi. Termasuk, lewat blog ini yang semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

"Awalnya sangat berat untuk meyakinkan masyarakat agar mau menanam gaharu. Padahal, harga gaharu mencapai jutaan bahkan miliaran rupiah. Tapi, dengan konsistensi selama ini disertai semangat pantang menyerah, akhirnya sejak 2009 saya bisa mengajak serta masyarakat. Kini, kami tinggal memetik hasilnya," kata Maharani dengan mata berkaca-kaca.

Apa yang dikatakan pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengingatkan saya pada Ridwan Nojeng. Yaitu, penerima SATU Indonesia Awards 2016 yang sempat dianggap kurang waras oleh masyarakat setempat saat mengajak untuk membenahi lingkungan desanya di Tompobulu, kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Namun, berkat kegigihannya, Ridwan berhasil mengubah desanya dari yang dulunya tandus jadi tempat wisata andalan.

Di sisi lain, Wicaksono berbagi informasi terkait sosial media pada 2017. Menurut pemilik blog www.ndorokakung.com ini memprediksi, tahun depan sosial media (sosmed) dipenuhi platform dengan based location. Wicaksono juga menilai tren sosmed seperti Instagram bakal lebih berkembang seiring kehadiran pesaingnya, Snapchat.

"2017, Instagram bakal lebih mendominasi lagi. Terutama setelah diakuisisi Facebook yang bisa terintegrasi untuk melihat analytics  seperti penambahan followers, komentar, dan sebagainya," tutur Wicaksono. "Begitu juga dengan Twitter yang sudah mengakuisisi Magic Pony. Yaitu, startup asal Inggris yang bisa meningkatkan kualitas video. Jadi, tahun depan, sosmed bakal lebih bervariasi lagi."

Sementara, Arbain jadi pembicara pada sesi pamungkas. Fotografer Harian Kompas ini berbagi tips mengenai fotografi yang sangat menginspirasi kami. Khususnya, saya pribadi yang dalam dua tahun ini tertarik menggeluti seni fotografi hingga kerap mengunggah berbagai foto di sosmed. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, dengan semua akun yang sama, @roelly87 dan di blog ini (www.roelly87.com).

Yang menarik, pria kelahiran Semarang, 2 Juli 1961 ini membeberkan rahasia memotret dengan baik tanpa memerdulikan apakah itu kamera DSLR atau smartphone. Bahkan, Arbain mengaku sejak 2004 selalu menggunakan modus auto ketimbang manual. Alasannya, fitur dasar itu disediakan produsen kamera yang tentu sudah dalam kondisi baik. Tinggal, bagaimana fotografer itu memaksimalkannya lebih lanjut.

"Untuk menghasilkan foto yang bernyawa, bukan sekadar menguasai teknik diafragma, speed, atau ISO saja. Tapi, yang utama bagaimana kejelian dari si pemotret dalam menangkap momentum pada situasi di sekitarnya. Saya saja tidak pernah khusus belajar fotografi. Saya bisa karena trial and error setiap hari secara terus-menerus," Arbain, mengungkapkan.

Ya, konsistensi merupakan kunci untuk meraih kesuksesan. Saya setuju dengan pernyataan Arbain. Bahwa, hasil tidak pernah mengkhianati proses. Dalam kesempatan itu, Arbain menjelaskan, untuk menghasilkan foto bagus untuk ditaruh di halaman utama Kompas, tidak bisa sekali jepret. Harus puluhan bahkan hingga ratusan kali memotret demi menemukan satu foto terbaik.

Hal sama dialami Maharani, Ridwan, dan seluruh penerima SATU Indonesia Awards lainnya sejak 2010 hingga 2016. Begitu juga dengan Astra. Dalam enam dekade ini, perusahaan yang bermarkas di Sunter, Jakarta Utara, itu tentu mengalami berbagai kesulitan. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan konsistensi berinovasi membuat Astra tetap berkibar.

Bahkan, kini menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air. Bisa dipahami mengingat Astra memiliki tujuh lini usaha yang menjawab kebutuhan masyarakat. Mulai dari otomotif, alat berat dan pertambangan, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, dan yang teranyar properti.

Apa yang dipaparkan keempat narasumber itu merupakan ilmu yang sangat berharga untuk menambah wawasan kami sebagai blogger, khususnya saya pribadi. Yaitu, wajib konsistensi dan semangat pantang menyerah demi mewujudkan hasil terbaik.

Yuk, kita saling berbagi inspirasi...

*      *      *
Rekan-rekan blogger jelang acara dimulai

*      *      *
Narsis sejenak sebagai bagian dari GenerAKSI (foto: Rini Agustina)

*      *      *
Yulian Warman menjelaskan Catur Dharma yang jadi filosofi Astra

*      *      *
Maharani menggiatkan penanaman pohon gaharu di Nusa Tenggara Barat

*      *      *
Wicaksono berbagi informasi perkembangan sosmed pada 2017

*      *      *
Arbain Rambey memberi tips menghasilkan foto yang lebih bernyawa

*      *      *
Antusiasme rekan blogger dalam diskusi bertajuk "Inspirasi Satu Indonesia"

*      *      *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

- Sensasi Menanam Gaharu Bersama Astra di Bukit Kasur Cianjur
- Di Balik Julukan Pahlawan Lembah Hijau Rumbia
- Yuk, Berkunjung ke Museum Astra
- Apresiasi Astra untuk Guru di Tanah Air pada Hari Guru Nasional
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
- Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?
- 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra
- Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016
- Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza
- Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015
- Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN
- Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil
- Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger
- Ke Kalimantan Aku Kan Kembali

*      *      *
- Jakarta, 24 Desember 2016