TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: (Esai Foto) Di Balik Nobar Liverpool Vs Leicester di Sevel Bintaro Sektor 7

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 28 Desember 2015

(Esai Foto) Di Balik Nobar Liverpool Vs Leicester di Sevel Bintaro Sektor 7




SELAMAT untuk penggemar Liverpool yang tim kesayangannya sukses mengalahkan Leicester City 1-0. Pada pertandingan pekan ke-18 Liga Primer Inggris, gol tunggal kemenangan "The Reds" dicetak Christian Benteke pada menit ke-63.

Sontak, meski skornya tipis, tetap saja kemenangan membuat suporter Liverpool senang. Sebab, itu merupakan Boxing Day, alias laga sehari setelah Natal yang kerap dijadikan kado istimewa untuk penggemarnya.

Termasuk bagi puluhan fan Liverpool yang mengikuti nonton bareng (nobar) di 7-Eleven (Sevel) Bintaro Sektor 7, Sabtu (26/12). Oh ya, saya Juventini -penggemar Juventus- lho, tapi tetap senang menyaksikan Liverpool versus Leicester yang saling jual beli serangan.

*       *       *

"Nanti lewat Pondok Indah aja mas terus ke arah Bintaro. Ada Taman Menteng belok kiri," demikian penjelasan rekan blogger Kurnia Amelia Subarkah. Saya memang awam daerah Bintaro, jadi sebelum berangkat, pagi harinya sempat upload foto di facebook dengan maksud "test the water". Kebetulan dibaca Amelia yang memang tinggal di kawasan tersebut.

"Di Google Maps, Sevel-nya deket sama Stasiun Pondok Ranji ya mbak?"

"Iya mas. Ga deket banget sih. Tapi masih sekitar situ. Ntar dari Taman Menteng terus aja lewatin Sektor 3 yang ada Bintaro Plaza. Setelah itu ketemu lampu merah yang ada pangkalan ojek di depannya."

"Itu udah sampe ya mbak?"

"Ga mas. Ntar tanya tukang ojeknya aja."

"#%!$zzzzzzz"
*       *       *

Singkat kata, berbekal dua GPS (satu Google Maps dan petunjuk Amelia), saya pun tiba di lokasi. Oh ya, ini kali pertama saya menginjakkan kaki lagi di Bintaro sejak -kalo tidak salah- 1997. Saat itu, kawasan ini masih sepi lantaran jalan tol sedang dibangun yang berbeda dengan sekarang dipenuhi aneka gedung bertingkat.

*       *       *

Setelah registrasi sejenak sebagai bukti kehadiran saya yang berhadiah dua kupon dari Sevel (aiiih, nobar gratis + dapat makan pula = ^_^) saya disambut mbak panitia/brand ambassador/ Sales Promotions Girl (SPG) yang sekilas mirip Cornelia Agatha waktu muda.

"Selamat datang mas. Silakan isi daftar hadir."

"Oh ya mbak, boleh minta tolong?"

"Silakan mas."

"Bisa minta nomor ponselnya?"

"Tentu. Ini baru saya mau minta nomor mas."

"Oh, ga jadi deh. Kalo gitu boleh saya foto?"

"Dengan senang hati mas. Ini juga baru saya mau ngajuin wefie bareng mas."

"Lha ikut-ikutan terus. Ga jadi deh mbak."

"Yaaaa, jangan gitu dong mas. Padahal saya udah siap-siap mau difoto."

"Ooh.. Iya aja deh mbak, biar cepet." (Seketika saya jadi garuk-garuk kepala yang tidak gatel. Mau jawab juga bingung)
*       *       *

Setelah registrasi, saya masuk ke convenience store yang buka 24 jam. Di dalamnya, ada empat sekawan sedang menikmati santap malam sambil memandang ke arah layar lebar yang berada di balik kaca.
*       *       *

Bagi saya, Sevel salah satu tempat nongkrong yang asyik. Baik sekadar santai mendengarkan curhat atau ketika asyik nobar. Biasanya,  favorit saya di depan Senayan City yang memang sebelahan dengan kantor.

Untuk menu kesukaan saya beragam. biasanya kopi atau cemilan. Namun, di antara semuanya, tidak ada yang bisa mengalahkan saus keju! Ya, ini jadi andalan anak nongkrong saat mengunjungi Sevel. Bahkan, saya sempat melihat ada pasangan yang cuma beli chiki, tapi mengisi penuh saus keju hingga satu mangkuk ukuran sedang!

Jangan tanya saya jika hal itu terus berlanjut, apakah Sevel lama-lama bangkrut atau tidak.

*       *       *

Nobar membawa pasangan, pacar, istri, atau anak, sudah lumrah. Bisa jadi karena sang ayah/suami merupakan penggemar sejati suatu klub yang ingin ditularkan kepada keluarganya.

Saya pernah wawancarai salah satu fans, waktu Juventus tur ke Indonesia dua tahun lalu, yang memboyong keluarganya full ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Kalo tidak salah, istrinya, adik, kakak, ibu, ayah, hingga paman dan bibi pun dibawa. Padahal, mereka duduk di kursi VIP Barat yang harga per tiket sekitar Rp 1,6 juta rupiah dikali sekian orang.

"Ga setiap tahun Juventus bisa datang ke Indonesia mas," kata fans tersebut seperti saya muat di Harian TopSkor edisi Jumat, 8 Agustus 2014.

*       *       *

Saya baru tahu kalau di Sevel Bintaro Sektor 7 ada Bajigur. Sebenarnya, saya mau coba. Namun, berhubung saya sedang mengikuti program diet, akhirnya tetap memencet tombol teh hijau.

*       *       *

Kebahagiaan tidak hanya terpancar dari suporter Liverpool yang tim kesayangannya menang. Melainkan juga ada penggemar Manchester United (MU). Nah lho?

Yupz, acara nobar yang digelar Harian TopSkor, Nexmedia, Supersoccer.co.id, dan Sevel ini memang bertabur hadiah. Yaitu, dua smartphone Android -duh saya ngarep banget- dan juga jersey orisinal. Nah, penonton yang beruntung mendapat doorprize ini merupakan penggemar MU
*       *       *

Pembagian doorprize jadi puncak acara nobar. Selanjutnya, ya kami kembali ke rumah masing-masing. Berhubung saya dari dulu males melewati jalur yang sama hingga dua kali, saya pun mencari alternatif arah pulang agar cepat sampai mengingat saat itu turun hujan. Tepatnya Jalan Bintaro Permai 3 yang menurut GPS tembusnya ke Pakubowono yang berkebalikan saat pergi (Jalan Bintaro Utama I dari bundaran Pondok Indah). 

Berhubung sudah pukul 01.00 WIB, jalanan pun relatif sepi. Terutama menjelang Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir yang tidak terlihat kendaraan sama sekali. Dalam situasi itu, terasa lebih syahdu -tepatnya agak seram- karena diiringi gerimis yang kalo kata orang sih, begitu deh.

Beruntung, sepanjang jalan tidak ada apa-apa meski sempat parno juga mengingat di areal Tanah Kusir memang sepi. Apalagi, saya pernah punya pengalaman yang menurut saya agak horor saat sendirian pas tengah malam.

Pertama, pada 2004 ketika saya seperti tersesat di Puncak, Cianjur, hingga dua jam dalam perjalanan Bandung menuju Jakarta melalui sepeda motor. Padahal, waktu normal mulai dari Restoran Rindu Alam menuju Tugu kecap, Masjid At-Taawun, hingga Agrowisata Gunung Mas, biasanya saya lalui setengah jam. Namun, entah mengapa, saya seperti muter-muter saja di sekitar lokasi tersebut yang sangat sepi. Sayangnya, 11 tahun silam, ponsel saya masih buatan Finlandia tipe 3650 yang belum ada aplikasi peta apalagi GPS. Jadi, saat itu saya hanya mengandalkan garis pembatas jalan di tengah kabut.

Selanjutnya, ketika masih bertugas di Kintap, Kalimantan Selatan pada 2007, dengan mendengar suara-suara aneh di sumur tua belakang mes tempat saya tinggal.

Dua pengalaman horor itu hingga kini tidak pernah saya lupakan meski sudah lewat beberapa tahun. Namun, sepanjang seperempat abad lebih hidup saya ini, masih kalah "seram" dibanding saat menghadiri pernikahan mantan. Bahkan, hingga dua kali. 

Yupz, lebih horor mana, bertemu makhluk halus atau bersalaman dengan mantan yang duduk di pelaminan?

*       *       *

Setelah sampai di kawasan Senayan, saya singgah sejenak warung Burjo (Bubur Kacang Hijau). Sebenarnya, logika saya ingin melanjutkan perjalanan mengingat jaraknya tinggal 15 atau 20 menit lagi saya tiba di rumah. Tapi, entah mengapa, hati saya memilih untuk berhenti sejenak lantaran habis hujan-hujanan. Jadi, saya lebih memilih apa kata hati ketimbang logika.

Usai menghangatkan tubuh dengan semangkok bubur dan susu jahe, baru saya melanjutkan perjalanan. Tapi, ketika sampai di lampu merah Slipi-Palmerah, terdapat kemacetan. Ternyata, saat itu ada kecelakaan yang lokasinya tepat di depan Apartemen Slipi samping pintu tol.

Sebagai blogger sekaligus jurnalis warga, langsung saja saya menepikan sepeda motor untuk menghampirinya. Bukan bermaksud kepo, tapi saya memang ingin tahu, siapa tahu korbannya saya kenal dan bisa menginformasikan ke pihak terkait.
*       *       *


Setelah memapah sopirnya yang terluka yang kalau tidak salah usianya di atas 60-an tahun, saya pun mengeluarkan ponsel. Tapi ini bukan untuk selfie seperti yang terjadi di kebun bunga. Melainkan untuk memotretnya dan menginformasikan ke pihak kepolisian.

Yaitu dengan mengirim dua tweet ke twitter resmi TMC Polda Metro Jaya agar bisa disebarkan ke pihak terkait serta keluarga korban. Tidak lama kemudian, akun yang memiliki 4,94 juta followers itu merspons dengan menginformasikan ke pihak Lalu Lintas untuk dateng ke lokasi.
*       *       *

Menurut saksi mata yang melihat langsung kejadian, katanya kondisi jalan licin hingga membuat kendaraan bernomor plat B 1746 PVB itu terbalik. Beruntung, tidak ada korban jiwa meski kondisi mobil ringsek berat.

Dan, setelah ngobrol-ngobrol sejenak dengan pak polisi yang dengan sigap membantu korban, saya pun kembali ke rumah.
*       *       *

Esai Foto sebelumnya:
- Menikmati Senja di Taman Ayodya sambil Baca Buku Gratis di Perpustakaan Terapung
- Anugerah Jurnalistik Aqua (AJA) V: Antara Kritik dan Apresiasi Penyelenggara
- Membongkar "Rahasia" Bea Cukai
*       *       *
- Jakarta, 28 Desember 2015

26 komentar:

  1. Balasan
    1. iya mas, alhamdullilah ga ada korban jiwa
      sopirnya hanya luka-luka
      biar gimanapun, kerugian materi bisa diganti

      Hapus
  2. seru ya mas nonton barengnya, wuiih selamat buat liverpool dulu waktu kecil aku suka sama liverpool eh sekarang malah kurang suka nonton bola.

    hadiahnya mantep juga tuh.

    emang kalo udah suka berpapun harga gak masalah apalgi kan jarang-jarang ke indonesia gak tiap setahun atau dua tahun juga.

    pengalaman horornya ngeri juga ya mas. pas lewat tanah kusir gak ada hantunya ya mas, padahal kalo ada kan bisa di ajak selfie biar gak cuma foto sama mba spg nya. kayaknya sih lebih horor dateng ke pernikahan mantan lho mas, tapi gak tau juga sih. hehee.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pas lewat tpu alhamdullilah ga ada apa2, meski merinding
      secara, saat itu gerimis yang konon kalo di tempat sepi, ya begitu deh :)

      eh yang "terakhir" itu horor banget loh, saya aja sampe deg-degan waktu ketemu...

      Hapus
  3. itu horor amat kecelakaan ya. btw beneran di sevel ada bajugur pegen nyobain ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. bajigur mbak, bukan bajugur
      atau, bajaj bajuri sekalian
      he he he

      Hapus
  4. Ini bener2 liputan live!
    Hahaha coba dari Bintaro melipir ke Pamulang pasti aku sediain coklat panas wkwkwkkw.
    Oh ya, kalo udah bahas urusan bola, blog ini paling khatam deh :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. daerah tangsel saya ga begitu hafal bu, maklum rumah saya kan di utara jakarta

      ke bintaro aja nyasar2 apalagi pamulang hi hi hi, eh iiya cokelatnya kirim via tiki/jne aja, ga apa2 deh sampe sini udah ga panas lagi juga :)

      Hapus
  5. Di rumah ada Juventini dan Liverpoolian *ih apa suh sebutan utk fansnya liverpool?
    Boleh ya dicolek2 kalau ada nobar lagi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. fans liverpool apa ya?
      ga tahu euy, secara saya ga begitu suka liga inggris hi hi hi

      kayaknya sabtu ini MU vs Chelsea mbak, tapi kurang tahu juga, mesti cek di timeline twitter mereka :)

      Hapus
  6. Duhh duh..ada nama saya hehe,,btw itu ampe 2X menghadiri mantan nikah ckck semoga tahun 2016 kau yang menikah yo *toss

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he
      lihat beliau duduk di tenda biru -desi ratnasari mode on- itu gimana gitu :)
      da tapi saya mah tetep cool dong meski deg-degan

      makasiiiih ya mbak udah nunjukkin jalannya kemaren

      Hapus
  7. Saya belum pernah ke undangan mantan ataupun ketemu makhluk halus. Jangan sampai kejadian hehehe. Etapi kalau ketemu mantan mungkin gak apa-apa, ya. Kan, saya juga udah ada pasangannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aiiiih, blak-blakan banget emak satu ini :)
      he he he

      Hapus
  8. Balasan
    1. iya mas, untungnya -masih bersyukur ya- supirnya selamat meski dalamen mobiilnya remuk gitu...

      Hapus
  9. bisa sampe kebalik gitu ya, aku ngeri klo liat kecelakaan, bulu kuduk langsung diri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, saya aja ngeri
      tapi harus dilihat, soalnya khawatir ada yang kita kenal terus bisa kita infoin ke yang lain...

      Hapus
  10. waduh sampe miring gt boilnya kecelakaannya, malah gak fokus baca spg nya hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. spg-nya baik dan ramah banget mas :)
      #eeaaa #modus

      Hapus
  11. aksi yang sangat diacungin jempol, langsung kirim info ke polantas agar segera datang menangani, kalo aku nih ya biasanya gemeteran dan malah takut untuk melihat tkp

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo mention tmc kebetulan saya sering mbak
      terutama waktu ada kecelakaan atau tawuran
      alhamdullilah, mereka sangat reponsif

      Hapus
  12. wah ngabarin kalo ke bintaro..deket aja itu lokasinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik :)
      kapan2 lagi deh bu, ntar kalo saya ke sana ga usah nyediain yang repot2 ya

      #eaaaa

      Hapus
  13. serem juga yah mas pengalamannya, nanti boleh lah sharing supaya saya bisa tambah pengalaman

    mengenai jurnalis warga, iya gara-gara BRID jadi saya kalo ada sesuatu inginnya foto terus (bukan selfie di kebun bunga) hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      iya mas, jadi blogger atau jurnalis warga itu ada keasyikan tersendiri :)
      secara, kita bisa ngulas sesuatu dari sudut pandang pribadi

      kalo foto, kebetulan akun tiwitter @tmcpolda responsif banget, jadi kalo ada apa2 bisa langsung mentions mereka dan disambung ke pihak terkait

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)