TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Menikmati Senja di Kalijodo

Google Adsense 2016

Tentang Juventus dan Liga Champions

Tentang Juventus dan Liga Champions
Road to Cardiff: Langkah Si Nyonya Besar untuk Bertakhta Dimulai

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 06 Februari 2017

Menikmati Senja di Kalijodo


Arena Skate Park yang jadi idola remaja (Klik foto untuk memperbesar)


"AYO meluncur. Ga apa-apa tenang aja. Gw aja bisa, masa lo ga?"

"Anjir, gw ngeri bro."

"Udah, coba aja dulu. Aman kok."

"Ayo bro, loncat..."

"Loncat..."

"Loncat..."

...

"Tuh kan, enak."

"Ho oh. Awalnya ngeri. Tapi, pas udah melantai enak juga. Pas jatoh ga sakit. Tapi malu diliatin banyak orang. Apalagi, ada yang itu..."

"Ah elo, giliran ada yang bening aja baru semangat."

"Yaelah, bro. Namanya juga cowo. Mumpung dia sendirian."

"Ha ha ha."

"Lha kemana orangnya?"

"Udah kabur. Lo sih kelamaan."

"#$!⧬☝❤☺"
*       *       *
SENJA itu menjelang peralihan dari Agrahayana ke Phalgunamasa, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, tampak ramai. Kawasan yang dulu dikenal sangat kumuh dan jadi tempat prostitusi kini telah bersolek.

Kalijodo bukan lagi ajang cari jodoh -maaf- antarlelaki hidung belang dan pekerja seks komersial (PSK). Melainkan sudah jadi arena rekreasi keluarga. Mulai dari balita, anak kecil, ABG, remaja, hingga dewasa, tumplek jadi satu.

Mereka merasakan manfaat dari keinginan pemerintah kota (Pemkot) DKI Jakarta yang ingin menata ibu kota. Terbukti, dalam beberapa kali kunjungan ke Kalijodo, sudah tidak ada lagi bau tak sedap yang saya rasakan. Kini, berganti, dengan wajah-wajah semringah dari para bocah yang bermain.

Begitu juga dengan orang tua yang mengawasi anaknya untuk menjajal berbagai wahana di RPTRA yang dibangun Pemkot DKI Jakarta bersama Sinarmas Land tersebut. Selain menikmati arena yang ada, mayorita dari mereka tidak ketinggalan untuk melakukan selfie (swafoto) dengan latar memesona atau wefie.

Tak ketinggalan, ada beberapa remaja yang memang sengaja untuk mencari jodoh. Ya, menurut sejarawan Remy Silado, pada dasarnya Kalijodo merupakan "tempat mencari jodoh" (Sumber: http://poskotanews.com/2016/02/11/kalijodo-tempat-mencari-jodoh-sesaat).

*       *       *
RTH dan RPTRA Kalijodo mulai dibangun sejak Februari lalu dengan biaya Rp 20 miliar (Sumber: http://smartcity.jakarta.go.id/index.php/blog/156/wajah-baru-kawasan-kalijodo). Kawasan ini akan menjelma sebagai salah satu tempat wisata alternatif publik.

Tidak hanya warga ibu kota saja, melainkan juga masyarakat luas. Maklum, lokasinya strategis. Jika Anda melintas dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta, pasti akan melihatnya.

Kebetulan, saya tidak asing dengan Kalijodo. Sejak awal 2000-an, kerap berkunjung ke sana hingga hijrah ke Sumatera Barat pada 2006 silam. Banyak kenangan manis, asam, hingga pahit dari lokasi yang jadi latar film Ca-Bau-Kan ini.

Bisa dipahami mengingat saya memiliki beberapa rekan yang sejak lahir hingga awal tahun lalu masih tinggal di kawasan yang di seberangnya merupakan Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Tambora ini. Termasuk, ketika Krishna Murti masih menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan pada 2001 silam.

Namun, kawan saya itu kini sudah tidak lagi tinggal di Kalijodo. Tepatnya, sejak kerusuhan pada Februari 2016 yang membuat mayoritas warganya ikut relokasi. Ya, di dunia ini berlaku hukum alam. Ada hitam tentu ada putih, tua-muda, pria-wanita, baik-buruk, yin-yang, dan sebagainya.

*       *       *
SISI positifnya, Kalijodo kini jadi lebih tertata. Berbagai fasilitas kini berada di RTH dan RPTRA yang pembangunannya mencapai 80 persen ini. Mulai dari arena skate park dan BMX, amfiteater, jogging track, playground, kursi taman, dan tentu saja tempat ibadah seperti musala.

Tidak ketinggalan, toilet ber-ac dan khusus untuk difabel (Sumber: http://megapolitan.kompas.com/
read/2016/12/27/07254411/toilet.ber-ac.dan.fasilitas.lainnya.di.rptra.kalijodo).

Untuk Anda yang ingin mengajak keluarga, jangan khawatir. Sebab, di sepanjang Jalan Kepanduan II yang terletak di sisi Kali Angke (Sungai Ciliwung) banyak terdapat penjaja makanan dan minuman. Harganya, menurut saya pribadi, relatif terjangkau.

Begitu juga jika Anda membawa kendaraan, bisa diparkir di tempat yang disediakan dengan dipandu juru parkir resmi. Saya yang membawa sepeda motor cukup membayar Rp 2.000 sekali parkir.

Sementara, jika Anda mengunjungi Kalijodo dengan kendaraan umum, aksesnya pun mudah. Kalau tidak salah, berdasarkan pengalaman saya yaitu:
Kereta Api: Turun di Stasiun Angke (Setelah itu naik omprengan/ojek online/ ojek pangkalan)
Bus Transjakarta: Turun di Halte Busway Jembatan Tiga (Selanjutnya jalan kaki, dekat).

*       *       *

KALIJODO kini telah bersolek.
Riang anak-anak memecah keheningan sore itu.
Di sisi lain, tidak sedikit yang berteriak.
"Kembalikan Kalijodo-ku, kembalikan Kalijodo kami, kembalikan Kalijodo seperti yang dulu."

Ah...
Menjelang tenggelamnya sang surya, saya pun beranjak meninggalkan kawasan yang dulu membuat Lola Amaria jadi populer sebagai Tinung. Sambil membawa beberapa lembar Jin Ping Mei, saya menuju tempat parkir.

Sayup-sayup terdengar alunan indah dari kecapi yang dibawakannya. Hanya, lantunan itu segera tertutup suara anak-anak yang riang dan bisingnya knalpot yang berlalu lalang.

"Sampai kapan kita masih menikmati senja di Kalijodo?" lirih Tinung pada sang angin yang segera menghilang.

*       *       *
RTH - RPTRA Kalijodo hasil kolaborasi Pemkot DKI Jakarta dan Sinarmas Land

*       *       *
Pemandangan memesona dari atas tangga

*       *       *
Vending Machine tersebar di beberapa titik

*       *       *
Tempat sampat banyak tersebar untuk menjaga kebersihan

*       *       *
Anak kecil bermain skate dan sepeda

*       *       *
Bersedia

*       *       *
Siap

*       *       *
Ya!

*       *       *
Sang ayah mengajak anaknya belajar mendaki

*       *       *
Berelancar dengan sepatu roda

*       *       *
Sepeda pun tak ketinggalan

*       *       *
1, 2, 3...

*       *       *
Senyumnya, mirip

*       *       *
Jadi ajang rekreasi keluarga

*       *       *
Dan... Gol!

*       *       *
Memancing di sisi sungai

*       *       *
Pedagang es kelapa muda

*       *       *
Tahu bulat dan sebagainya

*       *       *
Anggap saja latar Sutet itu Menara Eiffel

*       *       *

Artikel Selanjutnya
- Evolusi Kalijodo: Dari Kawasan Kumuh hingga Kini Rekreasi Keluarga

Artikel Senja Lainnya
Menikmati Senja di Taman Jomblo: Antara Mitos dan Fakta
(Esai Foto) Menikmati Senja di Taman Ayodia

Artikel Ngebolang Sebelumnya:
Pasar Santa
Central Park
Sirkuit RMS Land Rappang
Garuda Indonesia
Candra Naya
7 Taman di Jakarta
Pulau Bidadari
7 Tempat Nongkrong
Museum Nasional
Masjid Hidayatullah
Alun-alun Bandung
Taman Ismail Marzuki
Tugu Kunstkring Paleis
Pasar Ah Poong
Museum Basoeki Abdullah
Taman Ayodia
Curug Nangka
Curug Nangka (2)
Kebun Binatang Ragunan
Taman Nasional Bunaken
Pantai Jimbaran
4B Manado
Danau Linow
7 Tempat Nobar
Museum Kebangkitan Nasional
Ngebolang ke 3 Stasiun
CitraRaya Water World
Pantai Ancol
Patung Soekarno-Hatta
Rafting Sungai Citarik
Sensasi Nusa Dua
Taman Jomblo
Candi Prambanan
Museum Astra
Candi Jago
Kota Malang
Saung Sarongge
Coban Pelangi
- Taman Prasasti
- CitraRaya Tangerang
- Kembali ke Bromo

Laman Khusus Wisata
- Jelajah Manado
Keliling Yogyakarta
Sensasi Bali
Ngebolang ke Malang

*       *       *
- Jakarta, 6 Februari 2017

8 komentar:

  1. Weeh Kalijodo jadi bagus ya mas. Kawasan ramah anak juga ya, kalau ada taman bermain buat anak dan keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dekat rumahmu juga ada mbak, rptra kebon pala
      dulu saya pernah ke sana hehehe

      Hapus
  2. Belum pernah ke sini. Penasaran karena beberapa kali teman posting foto di tempat ini. Kayaknya lebih enak ke sana sore pas bukan akhir pekan supaya bisa lihat aktifitas tapi ga terlalu ramai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, kalo weekend apalagi libur, malah riweuh, rame

      enaknya banyak jajanan sih hehehe

      Hapus
  3. Bener2 berubah toal ni kalijodo, tertib bersih, n bermanfaat buat warga sekitar
    Alhamduliah ya sesuatu #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiiin

      yoiiiiiii mbak, bermanfaat untuk warga sekitar dan ibu kota secara keseluruhan :)

      Hapus
  4. kalijodo, kali aja jodoooo, eyaaaaaahhhh hahaha..
    Wah udah bagus banget ya, mas, rapi sekarang disana. Jadi pusat kumpul masyarakat gitu, kerennnn..

    BalasHapus
    Balasan
    1. konon katanya, dulu (awal abad 20), kalo mandi di kali angke/ciliwung bisa nemuin jodoh. ini versi masyarakat sekitar :)

      *dulu sungainya masih bersih, ga kayak sekarang hehehe

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)