TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Tips Jadi Content Writer dari Ani Berta

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Sabtu, 21 Oktober 2017

Tips Jadi Content Writer dari Ani Berta


Suasana Talk show menyambut HUT CNI ke-31 yang diisi Ani Berta



JADI content writer itu penuh tantangan bagi penulis. Beda dengan blog yang isinya "semau gue". Sebagai content writer, harus bisa menyesuaikan dengan kontraknya. Misalnya, kontributor website di pemerintahan, perusahaan, atau organisasi.

Mau tidak mau, kita harus mengikuti pakem mereka. Tidak bisa seenaknya saja atau terbawa gaya pribadi sehari-hari di blog. Kebetulan, saya pernah jadi content writer. Tidak banyak, kalau dihitung belum sampai melewati jari di tangan.

Kali terakhir pada pertengahan tahun ini di salah satu website. Secara harfiah, agak ambigu juga kalau dibilang itu content writer, kontributor, penulis lepas, ghost writer, dan sebagainya. Secara, saya melakukannya dengan sukarela tanpa hitam di atas putih. Namun, tiba-tiba pada akhir bulan rekening terisi.

Itu terkait hubungan harmonis dengan rekan yang terjalin sejak lama. Ketika beliau ada proyek, saya diminta mengisi artikel yang sebetulnya di luar jangkauan saya lantaran temanya berat. Namun, justru itu tantangan.

Hingga setelah satu purnama selesai, dua, tiga, dan empat, rekan tersebut ingin melanjutkan. Beliau sih oke-oke saja. Tanpa diedit pula. Meskipun, awalnya saya deg-degan, tapi setelah belajar lebih lanjut jadi lancar.

Hanya, karena saya tahu batas dalam diri saya, akhirnya beberapa saat selepas Idul Fitri, saya mengundurkan diri. Sayang sih, mengingat nominalnya lumayan. Namun, situasinya tidak memungkinakan karena menyita waktu dan menguras pikiran.

Alhasil, saya pun nasihat Sun Tzu, "Kenali kekuatan sendiri, kenali lawan, kau akan menang bahkan dalam 100 pertempuran. Kenali dirimu, tidak kenal lawan, hasilnya seimbang. Tidak kenal kekuatan sendiri, tidak kenal lawan, jadi perang yang sia-sia."

*        *        *

PAGI itu, di CNI Creative Building, Jakarta Barat, Jumat (20/10), suasananya sangat ramai. Itu karena PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) sedang merayakan HUT ke-31. Untuk menyambut perayaan tersebut, CNI menyelenggarakan CNI Expo 2017 pada 18 hingga 21 Oktober.

Mulai dari bazaar, pearl memory exhibiton, photography class, donor darah, cek kesehatan, demo hijab, hingga expotabulampot & hidrpoponik. Selain acara tersebut, jugaada seminar dan talkshow.

Narasumbernya seperti Windy Ghemary yang merupakan jebolan Indonesian Idol 2014, Dina Lorenza (artis), Ryan Batchin (praktisi Google), Ahmad Jazuli (Business Entrepreneur), Charis Abdul (Business Entrepenuer), dan Ani Berta (Blogger dan founder Komunitas ISB).

Nah, nama terakhir itu yang mengisi talkshow bertema IdeaPreneur ini, kemarin. Topik yang dibawakan Ani meliputi content marketing di hadapan puluhan blogger. Bagi saya ini menarik, sebab membuka pemahaman saya terkait content writer untuk lebih dalam lagi.

Bisa dipahami mengingat Ani sudah malang melintang sebagai content writer yang masih berkaitan dengan dunia blog. Beberapa di antaranya seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Serempak.id), Australian Aid (Mampu.or.id), Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN SNI), hingga website BriteQueen untuk ScotchBrite.

Dengan kelengkapan CV dari wanita pemilik blog www.aniberta.com ini sangat wah. Karena terkait instansi pemerintah dan organsisasi ternama.

*        *        *

DALAM kesempatan itu, wanita yang menyukai warna merah ini turut berbagi tips dan pengalamannya kepada kami yang hadir. Menurut Ani, ada enam langkah menjadi kontributor website.

1. Tentukan tujuan: Meraih penghasilan atau sukarela
2. Kenali website atau portal yang diminati
3. Ajukan proposal penawaran
4. Awali dengan mengisi konten gratisan sebagai portofolio
5. Memanfaatkan kanal citizen journalism di media mainstream seperti Kompasiana, Indonesiana, Vivalog, Citizen6, dan sebagainya
6. Promosikan hasil tulisan di sosial media

Bagi saya, nomor empat ini sangat menarik. Kebetulan, saya mengalaminya sendiri ketika ditawari rekan untuk mengisi artikel, saya menolak untuk dibayar. Yupz, dalam pikiran saya, tentu sama teman masa harus hitung-hitungan.

Rekan saya sih mengiyakan dan sesekali mentraktir di suatu cafe. Meski tanpa bayaran, saya mengerjakan tugasnya dengan sepenuh hati. Maklum, kredibilitas saya dipertaruhkan jika hanya menyelesaikan tugas tersebut dengan alakadarnya. Apalagi, saya tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja.

Alhasil, ketika rampung, rekan saya mengatakan atasannya sangat puas. Bahkan, usai ngopi-ngopi ganteng di kawawasan Pangeran Jayakarta, pulangnya saya dijejali sesuatu. "Ini sekadar kadeudeuh," katanya waktu itu.

Padahal mah, nilainya bikin saya terperanjat saking besar. Meski saya tolak beberapa kali, rekan saya itu tetap memaksa.

"Kita emang temen rul, tapi dalam bisnis tetap ada hitungannya. Ide, saran, dan pikiran lo udah banyak ngebantu kami. Kelewatan banget kalo kita ga memberi sesuatu. Ini bukan gaji, tapi tanda terima kasih dari kami," tuturnya memberi penjelasan logis yang membuat saya tidak bisa berkata-kata lagi di tengah bisingnya dentuman musik malam itu.

Tuh, kan. Kuncinya, ikhlas. Rezeki itu bisa datang tanpa diduga-duga.

*        *        *

ANI juga memberikan delapan tips untuk mengisi konten di website, yaitu:

1. Minimal 500 kata, maksimal 1.000 kata
2. Sesuaikan gaya penulisan dengan ciri khas website atau portal
3. Tulisan Reportase harus merujuk 5W (Who, What, Where, When, Why) + 1H (How) disertai kaidah jurnalistik lainnya. Misalnya, tidak memasukkan unsur opini dan perasaan. Pengecualian untuk feature story.
4. Atur jadwal update sesuai kesepakatan bersama
5. Isi kanal-kanal website sesuai kategori yang dikuasai
6. Masukkan keyword yang tepat
7. Baca kembali setelah menulis draft
8. Foto high resolution

Untuk poin ini, saya fokus dengan yang kelima. Syahdan, pernah ada tawaran yang saya tolak karena bentrok dengan kepentingan. Nggak enak buat menolaknya karena kami sudah berteman lama. Namun, setelah saya jelaskan panjang lebar, akhirnya beliau mengerti. Alasannya simpel, saya tidak bisa berpijak di dua perahu yang sama.

Mengenai nomor tiga, lanjut Ani, jika ingin jadi kontributor, tentu kita harus bersahabat dengan 5W dan 1H. Misalnya, saya perokok, tentu saya tidak akan memaksakan diri untuk menulis terkait kampanye antirokok.

Contohnya, bla-bla-bla... "Merokok itu dapat merugikan kesehatan. Di sisi lain, kasihan juga ya petani tembakau jika industri rokok dimatikan."

Kalau opini dan perasaan pribadi terbawa seperti itu, urusannya tentu jadi runyam.

*        *        *

SELANJUTNYA, Ani menjelaskan, untuk jadi content writer, kita tidak boleh melakukan delapan hal:

1. Plagiat atau copy-paste
2. Bahasa alay, banyak singkatan
3. Memasukkan opini terlalu personal
4. Unsur kepentingan pribadi
5. Menyebut brand secara hard selling tanpa persetujuan pemilik website atau portal
6. Diskreditkan orang lain
7. Keluar dari idealisme
8. Menuliskan berita atau opini tidak sesuai fakta atau tidak terverifikasi

Dalam dunia tulis-menulis, copy-paste itu sesuatu yang dijauhkan. Meski, tidak bisa dihindarkan. Nah,untuk jadi content writer, kita bisa mensiasatinya. Misalnya, dengan Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM).

Setahu saya, ini tidak haram, yang penting porsinya tidak lebih dari 20 persen (20-80). Nah, kalo di atas 50 persen atau bahkan 100 persen, itu mah bukan content writer, melainkan penjiplak.

*        *        *

BAGAIMANA bahan untuk konten? Ani menyebut enam hal:
1. Workshop
2. Talkshow
3. Wawancara narasumber
4. Buku, majalah, dan surat kabar
5. Diskusi forum secara live
6. Event

Menurut Ani, yang paling penting itu saat diskusi forum. Sebab, kita bisa menggali informasi langsung dari narasumber dan peserta lainnya. Saya setuju dengan pemilik akun twitter @AniRingo tersebut. Dalam forum, terdapat diskusi dua arah. Selain itu, adakalanya, ditimpali narasumber lain atau peserta lainnya yang bisa menambah konten.

Jadi content writer atau sejenisnya itu apa sih yang dicari? Ani menegaskan, tidak hanya sekadar materi. Melainkan ada sembilan keuntungan lainnya yang bisa kita dapat.
1. Branding
2. Portofolio
3. Social entepreneur
4. Hobi yang menghasilkan
5. Tulisan yang bermanfaat bagi banyak orang
6. Relationship yang luas
7. Upgrade ilmu setiap saat
8. Menambah wawasan
9. Meningkatkan skill

Ani menekankan kepada kami, bahwa branding itu penting. Contohnya, Ani yang di kalangan blogger dikenal sebagai motivator. Saya pribadi menganggapnya mentor. Di luar blogger, Ani kerap jadi pembicara terkait wanita, sosial, dan kemanusiaan. Itu semua berkat branding yang mengakar pada Ani sudah melekat.

Nah, masih banyak tips yang diberikan Ani saat mengisi HUT ke-31 CNI. Sosok penggemar kopi ini menjelaskan, sebagai content writer ini tidak semudah jadi blogger. Namun, Ani melanjutkan, "Tidak ada yang sulit jika dipelajari terus-menerus."

*        *        *

YUPZ, berbagai tips dari Ani sangat berguna bagi kita yang ingin jadi content writer. Hanya, sekali lagi. Itu tergantung dari usaha yang kita lakukan sendiri.

Ibaratnya, tips dari Ani sebagai pembuka gerbang. Yang melangkah menuju jalan itu ya kita sendiri. Namun, biasanya, proses tidak pernah mengkhianati hasil.

Bagaimana pengalaman Anda sebagai content writer atau yang ingin memulainya sebagai content writer? Silakan dibagi pengalamannya pada kolom komentar di bawah ini.

*        *        *
Promotion and Marketing CNI Gusti Alendra

*        *        *
Ani membagikan berbagai tips berdasarkan pengalaman pribadinya

*        *        *
Diskusi rekan blogger Elisa Koraag dan Agatha May

*        *        *
#HUTCNI31 memuncaki trending topic

*        *        *
Rekan blogger Jun Joe Winanto meraih CNI Awards 2017 

*        *        *
Setelah mendapat ilmu dari Ani Berta, dilanjutkan narsis bersama
(Foto: www.roelly87.com/ didokumentasikan Widya Candra Dewi)

*        *        *
1... 2.. 3... Klik! :)

*        *        *
Berbagai penghargaan bergengsi yang diraih CNI

*        *        *
Jaringan CNI di dalam dan luar negeri

*        *        *
Tapak tilas CNI sepanjang 31 tahun perjalanannya

*        *        *
Properti berharga CNI salah satunya mesin cetak kartu 

*        *        *
Artikel Terkait CNI
Pentingnya Optimasi Youtube untuk Blogger
Blogger Harus Punya Personal Branding yang Kuat
Buka Bersama CNI, Blogger, dan Windy Ghemary
Kopdar CNI Perdana Bersama Fun Blogging

Artikel Terkait NgeBlog
Tiga Dara Blogger
Tips Ngeblog Asyik: Jalin Hubungan Baik dengan Komunitas Blogger (I)
Tips Ngeblog Asyik: Pentingnya Mengisi Daftar Hadir
Ngeblog Antara Hobi dan Mendatangkan Profit

*        *        *
- Jakarta, 21 Oktober 2017

8 komentar:

  1. Terima kasih sudah hadir di acara ini :)
    Sungguh hambel dirimu

    BalasHapus
  2. Keren y materi dari teh ani, dan ternyata sudah punya pengalaman y sbgai content writer.

    BalasHapus
  3. nah itu tantangan content writer untuk menulis berdasarkan guideline portal tujuan. Ga bisa semau gue seperti nulis di blog.

    BalasHapus
  4. Belum memulai,kadang share link msh malu,mkch infonya ya

    BalasHapus
  5. Waah... Materinya padet dan berisi. Terima kasih Mas Huda untuk fotonya.

    BalasHapus
  6. Huaaaa Mas Choirul keren ih tulisannya plus foto2nya juga. Sy berminat sih jadi content writer tp blm berani melangkah wkwkwk.

    BalasHapus
  7. Wah hebat banget nih mas choirul, mas bisa jadi pembicara juga dong kayk teh ani, seengganya pembicara untuk berbagi pengalamannya juga mas.

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)