TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Bangga Berbusana Batik dari Kondangan hingga Nonton Konser

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 30 Oktober 2017

Bangga Berbusana Batik dari Kondangan hingga Nonton Konser


Ngobrol bareng bek Juventus, Giorgio Chiellini dengan mengenakan batik
bermotif klub tersebut


OKTOBER dikenal sebagai bulan batik nasional. Tepatnya karena setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. 

Bahkan, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), memasukkan batik dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Non-Benda Warisan Manusia sejak 2 Oktober 2009. 

Dalam daftar UNESCO, batik bersanding dengan enam warisan luhur lainnya dari Indonesia. Yaitu, Keris, Wayang, Angklung, Noken, Tari Saman, dan Tari Bali.

Itu mengapa, pemerintah Indonesia memasukkannya dalam kalendar resmi sebagai Hari Batik Nasional.

*           *           *

KEBETULAN, saya pribadi sangat menyukai batik. Bahkan, di lemari pakaian saya terdapat belasan batik mulai dari kemeja tangan panjang, pendek, hingga kaos. Bagi saya, memakai batik tidak hanya saat datang ke kondangan pernikahan, acara formal pemerintahan, atau setiap Jumat yang memang wajib di kantor. 

Melainkan sering, yang frekuensinya bisa lebih dari dua kali setiap pekan. Mulai dari mengejar narasumber, liputan ke stadion atau gelanggang olahraga, acara blogger, hingga nonton konser.

Konser? Yupz, konser musik! Itu yang saya lakukan pada 2015 lalu ketika Bon Jovi manggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). 

Setahun sebelumnya, saya juga mengenakan batik ketika mendapat tugas kantor untuk mewawancarai pesepak bola asal Italia, Giorgio Chiellini saat berkunjung ke Indonesia. 

Ketika itu, bek 33 tahun ini sempat melontarkan pujian, "Bagus batiknya." Komentar itu wajar mengingat saat itu saya mengenakan batik bermotif Juventus. Yaitu, klub yang diperkuatnya. Apalagi, Chiellini memang sudah lama mengenal Indonesia yang tentu tahu tentang batik.

Kecintaan saya terhadap batik bukan tanpa alasan. Itu karena saya merasa batik merupakan warisan luhur nenek moyang. Sebab, kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi? 

Untuk itu, saya membiasakan dari diri sendiri lebih dulu. Setelah itu, saya berharap kecintaan pada batik bisa diikuti keluarga, rekan, dan orang lain. Bagaimana pun, sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil lebih dulu.

Itu sama seperti saya yang sangat menggemari wayang. Termasuk, sering menyaksikan pertunjukkan wayang kulit, golek, orang, dan sebagainya hingga semalam suntuk. Tak jarang, di rumah untuk menghibur adik, saya menjadi dalang di rumah dengan si Cepot (wayang golek) dikolaborasikan bersama Wisanggeni dan Sri Kresna (wayang kulit).

*           *           *

UNTUK memenuhi kebutuhan berbatik ria, saya kerap blusukan mencarinya ketika sedang di luar kota baik tugas kantor atau acara blogger. Biasanya, sebelum pulang, saya menyempatkan diri untuk belanja, salah satunya terkait batik. Bisa untuk diri sendiri atau oleh-oleh keluarga. 

Seingat saya, beberapa kota yang pernah saya singgahi untuk berburu batik seperti Pasar Sentono di Pekalongan, Kampung Batik Kauman (Solo), Sentra Batik Giriloyo (Yogyakarta), hingga luar Jawa. Bisa dipahami mengingat hampir setiap daerah di Tanah Air memiliki ciri khas busana dengan batik. 

Meski, motif atau coraknya berbeda-beda tergantung daerah itu sendiri. Bahkan, di tengah Jawa pun, berbeda antara batik khas Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Itu menandakan, Indonesia sangat kaya akan rupa dan warna.

Seiring perkembangan zaman, batik tidak hanya tersedia di tempat asalnya. Melainkan, bisa dibeli secara online. Alias, saya hanya duduk manis di depan layar laptop sambil mencari motif yang cocok. 

Itu semua bisa didapat di MatahariMall. Di eCommerce No. #1 dan terbesar di Indonesia ini, tersedia berbagai batik dengan beragam pilihan. Baik itu batik tulis, cap, atau lukis. Tentu, harga memengaruhi kualitas. 

Berdasarkan pengamatan saya pada laman https://www.mataharimall.com/p-289/batik, batik tulis harganya paling mahal. Wajar saja, mengingat proses pembuatannya yang rumit dan tidak cukup sepekan. Beda dengan batik cap yang bisa diselesaikan dalam beberapa hari. Apalagi, batik cap yang prosesnya sebentar. 

Yupz, bagaimana pun, ada harga tentu ada rupa. Alias, kita membayar harga mahal yang memang demi kualitas terbaik. 

Kendati, sejauh ini saya pribadi sudah cukup puas dengan batik yang harganya relatif terjangkau untuk dompet saya. Terlebih, di MatahariMall terdapat banyak pilihan yang memanjakan mata. 

Nah, ini pengalaman saya mengenakan busana khas Indonesia. Jika Anda punya pengalaman serupa atau lebih berwana, bisa menambahkannya di kolom komentar di bawah ini. Yupz, Selamat Hari Batik Nasional 2017!

*           *           *
Bersama wakil kapten Juventus, Claudio Marchisio
*           *           *
Jalan-jalan ke Negeri Singa, tetap batik wajib dibawa
*           *           *
Nonton konser Bon Jovi... Yuhuuuu, nostalgia rock n roll juga dengan batik!

*           *           *
Artikel terkait:
- http://www.roelly87.com/2015/09/nostalgia-20-tahun-bon-jovi-konser-di.html
- http://www.roelly87.com/2014/09/wawancara-eksklusif-giorgio-chiellini.html
- http://www.roelly87.com/2014/10/wawancara-eksklusif-claudio-marchisio.html
- http://www.roelly87.com/2014/10/fandi-ahmad-dan-tentang-mentalitas.html

*           *           *
- Jakarta, 30 Oktober 2017

3 komentar:

  1. Agan ini bisa aja. kalok kondangan ane juga sering gan wkwkwkwk

    waktu Jon manggung, ane ga nonton gan
    thanx udah ada reviewnya, agan pasti generasi 90 juga nih

    BalasHapus
  2. Kereeeeeen, salut kakak
    Aku jarang pakai batik, di rumah lebih sering casual kecuali kalo pergi ke pernikahan teman

    BalasHapus
  3. Batik memang pakaian favorit, kalau di idnonesia ini, acara apa saja pakai batik tetep pantes :)

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)