TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Jumat, 08 Desember 2017

Astra Sponsori Asian Games 2018


Penandatanganan sponsorship INASGOC dengan Astra di Kantor Wakil Presiden


MENJADI Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. Demikian butir pertama dari Catur Dharma yang jadi filosofi PT Astra International Tbk (Astra). Yaitu, Astra tidak hanya sekadar perusahaan saja. Melainkan turut berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Sudah banyak yang dilakukan Astra untuk negeri ini. Kebetulan, sebagai blogger, saya mulai rutin menyimak perkembangan Astra sejak 2016 lalu. Dalam periode itu, saya menyaksikan, betapa Astra benar-benar komitmen menjalankan Catur Dharma yang jadi filosofi perusahaan.


Teranyar, Astra jadi sponsor utama Asian Games 2018 bersama delapan perusahaan nasional lainnya. Penandatanganan dilakukan Chief of Corporate Communication, Social Responsibility and Security Astra Pongki Pamungkas bersama Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) Erick Thohir di Kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Peresmian nota kesepahaman itu disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman, dan pejabat terkait.

"Penandatanganan kerja sama sponsorhip ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan optimal dari kalangan badan usaha. Baik nasional, swasta, dan bisnis internasional terhadap kesuksesan Asian Games 2018," kata Erick dalam sambutannya.

Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ini kali kedua Indonesia jadi tuan rumah setelah 1962 silam. Dukungan berbagai perusahaan untuk jadi sponsor, termasuk Astra, diapresiasi wapres.

JK bangga dengan Astra yang pada 20 Februari lalu genap 60 tahun ini sangat komitmen. Itu sesuai dengan Catur Dharma yang jadi filosofi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi selama enam dekade ini.

"Karena kita ingin nanti, ketika lagu Indonesia Raya berkumandang, di belakangnya ada banner perusahaan nasional. Mobilnya (saat Asian Games 2018 berlangsung) dari Astra," ujar Kalla sambil mengungkapkan nominal sponsor berbagai perusahaan itu mencapai 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 760 miliar

Ya, sebagai sponsor yang sudah mengeluarkan puluhan miliar, Astra tentu akan mendapat benefit saat Asian Games 2018. Baik itu sebelum, saat acara berlangsung, hingga sesudahnya.

Misalnya, pada papan elektronik di berbagai posisi seperti sisi lapangan serta belakang podium saat pengalungan medali. Akan ada banner PT Astra International Tbk yang jadi latar ketika atlet merayakan keberhasilannya meraih juara.

Juga, Astra bisa menampilkan logo Asian Games 2018 pada berbagai produknya atau saat kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Bisa dipahami mengingat Astra memiliki tujuh sektor usaha. Itu meliputi:
- Otomotif
- Jasa keuangan
- Alat berat dan pertambangan
- Agribisnis
- Infrastruktur, logistik, dan lainnya
- Teknologi informasi
- Properti

Sementara, untuk CSR, Astra memiliki sembilan yayasan, yaitu:
- Yayasan Toyota & Astra (YTA) didirikan pada 1974
- Yayasan Dharma Bhakti Astra (DYBA) 1980
- Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) 1995
- Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) 1995
- Yayasan Amaliah Astra (YAA) 2001
- Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKB UT) 2008
- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) 2009
- Yayasan Astra Agro Lestari (YAAL) 2010
- Yayasan Insan Mulia Pamapersada Nusantara (PAMA) 2014

Berbagai benefit yang didapat Astra sebagai sponsor Asian Games 2018 ini sangat menarik. Sebab, pesta olahraga terbesar kedua di kolong langit setelah Olimpiade ini tidak hanya dihadiri negara-negara Asia saja. Melainkan juga dari penjuru dunia.



Asian Games 2018 ini jadi sarana bagi Astra untuk mengenalkan produk, jasa, dan yayasannya kepada dunia internasional. Maklum, saat Asian Games 2018 berlangsung, Indonesia akan kedatangan berbagai tamu dari ratusan negara selain Asia.

Yaitu, dari benua Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Oseania, dan Eropa. Baik itu, penonton, atlet, dan pelatih. Sebab, Asian Games 2018 dijadikan sebagian atlet dari negara non Asia itu untuk pemanasan jelang Olimpiade 2020.

Yang pasti, keberadaan Astra sebagai sponsor utama turut membantu pemerintah. Maklum, biaya untuk menggelar Asian Games 2018 ini mencapai triliunan rupiah. Itu mengapa, peran sponsor termasuk Astra sangat memberi dampak yang signifikan bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pesta olarhaga terbesar di Asia ini. Sekaligus, Astra melanjutkan komitmen untuk berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

*          *         *
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik peran sponsor,
termasuk Astra dalam mensukseskan Asian Games 2018

*          *         *
Ketua INASGOC Erick Thohir bersama Chief of Corporate, Social Responsibility
and Security Astra Pongki Pamungkas usai peresmian nota kesepahaman
yang disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi,
dan Ketua KONI Tono Suratman

*          *         *



Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*          *         *
- Jakarta, 12 Desember 2018

Senin, 04 Desember 2017

Galeri Foto ASIOP Vs Bina Taruna: Final Kepagian yang Harus Diakhiri Adu Penalti


Striker Bina Taruna, M. Fikri, berduel dengan bek ASIOP, Ahmad Rusadi.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


LAPANGAN Wing 1 Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/12) jadi saksi persaingan sengit dua tim favorit di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017. Tepatnya, saat ASIOP Apacinti menghadapi Bina Taruna pada 16 besar.

Banyak pihak yang menyebut duel ini sebagai final kepagian. Wajar saja mengingat kedua tim bersama ASAD 313 Jaya Perkasa dan Pondok Pesantren Modern Sahid tampil impresif di fase grup.


Namun, takdir berkata lain. Sebab, kedua tim justru harus saling bunuh di perdelapan final.

Itu terjadi akibat ASIOP terpeleset di fase grup saat menghadapi Cibinong Raya (Ciray) yang berujung kekalahan 0-1 pada 19 November lalu. Akibatnya, pasukan Suaib Ansori pun melaju ke 16 besar sebagai runner-up grup A di bawah Ciray.

Di sisi lain, Bina Taruna melaju ke perdelapan final dengan mulus usai menyapu bersih tiga pertandingan di Grup B. Alhasil, bentrok antarraksasa pun tak terelakkan.

Tensi tinggi mewarnai duel antara juara Grup B dengan runner-up Grup A ini. Jual-beli serangan tersaji sepanjang 60 menit.

Beberapa kali wasit mengingatkan kepada pemain untuk tidak tersulut emosi. Tiga kartu kuning pun keluar dari korps pengadil untuk kedua tim.

Bina Taruna yang tampil mendominasi harus keluar dengan tertunduk. Sejumlah peluang dari skuat asuhan Saut Tobing gagal menjadi gol yang membuat laga diakhiri adu penalti.

Dalam tos-tosan ini, tiga dari empat algojo ASIOP berhasil menceploskan bola. Sebaliknya, hanya satu dari empat eksekutor Bina Taruna yang berujung gol.

"Ketika sudah masuk penalti, kami nothing to lose. Bagi kami, kelolosan ke perempat final sebagai ajang latihan jelang Liga TopSkor 2018," kata Ansori yang mengingatkan timnya untuk tidak larut dalam euforia mengingat di perempat final sudah ditunggu Benteng Muda.

Di sisi lain, Saut mengingatkan para pemainnya untuk tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, secara permainan, Bina Taruna lebih unggul.

“Kalah dan menang itu biasa. Terkait hasil, saya cukup puas dengan penampilan anak-anak di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini. Bagi kami, turnamen ini sebagai evaluasi untuk menghadapi Liga TopSkor mendatang,” Saut, menjelaskan.

Pernyataan tersebut beralasan. Menang atau kalah dalam sepak bola itu biasa.


Pun dengan tensi panas sepanjang pertandingan. Sebab, usai wasit meniup peluit panjang, para pemain dari kedua tim kembali berangkulan.

Penggawa ASIOP tidak jemawa dengan kemenangan tersebut. Begitu juga dengan pemain Bina Taruna yang menerima kekalahan dengan lapang dada.

Itulah inti dari sepak bola. Khususnya, kepada mereka yang mengikuti NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini sebagai bagian dari pembinaan pemain usia muda.***



ASIOP Apacinti 0-0 (3-1) Bina Taruna
Pencetak Gol
: -
Adu Penalti: M. Heru (X), Malik Akbar, Komang Teguh, Ahmad Rusadi; Unggul Perkasa, Dhika Maulana (X), Julia Nur (X),Fajar Firdaus (X)
Pemain Terbaik: Rafiq Ramadhan (Bina Taruna)



*        *        *
Striker ASIOP, Rendy Juliansyah nyaris frustrasi terhadap disiplinnya barisan
pertahanan Benteng Muda. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Orangtua dari para pemain Benteng Muda tampak tegang menyaksikan adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Bek Bina Taruna, Unggul Perkasa jadi eksekutor pertama dalam adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gelandang ASIOP, M. Herus bersiap jadi algojo dalam tos-tosan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Sepakan Heru berhasil digagalkan kiper Bina Taruna, Yogi Hermawan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Penyelamatan kiper ASIOP, Sabda Yoga, untuk mengakhiri adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Pelatih Bina Taruna, Saut Tobing mengucapkan selamat kepada penggawa ASIOP.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
Gelandang ASIOP, Dennish Diaz, berebut bola dengan bek Bina Taruna, M. Febrian.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Striker ASIOP, Rendy Juliansyah mencoba keluar dari kepungan penggawa Bina Taruna.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Penggawa ASIOP memasang pagar betis untuk membendung tendangan bebas
gelandang Bina Taruna, Vigo Sandi Wahyu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gelandang Bina Taruna, M. Febrian dan Dennish berusaha untuk mendapatkan bola.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Setelah pertandingan, persahabatan di antara kedua tim tetap terjaga.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        * 
Artikel ASIOP Apacinti Sebelumnya:
- Tetap Layak Diberi Apresiasi
- Upaya Mengasah Mental Pemain
- Berangkat dengan Ekspresi Gembira

*        *        * 
Artikel ini juga dimuat di http://www.topskor.id/detail/64019/Galeri-Foto-ASIOP-Vs-Bina-Taruna-Final-Kepagian-yang-Harus-Diakhiri-Adu-Penalti

- Jakarta, 4 Desember 2017

Jumat, 01 Desember 2017

Ketika Pria Bicara Kesetaraan Gender


Plt. Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA Sri Danti dalam sambutannya
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnnya)


KESETARAAN Gender. Demikian topik yang dibahas dalam Netizen Gathering yang diselenggarakan Indonesia Women Information Technology Awareness (IWITA) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Acara yang mengusung tema Menciptakan Konten Kreatif Berbasis Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak ini diselenggarakan di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.


Jujur saja, tema terkait kesetaraan gender bagi saya sangat berat untuk diikuti. Meski, tak seberat putus cinta atau bahkan lebih tragis lagi meratapi kegagalan Italia ke Piala Dunia 2018. Wajar saja mengingat posisi saya sebagai pria.

Itu mengapa, ketika mendapat informasi dari salah satu admin Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB) Dama Vara, saya sempat menanyakan apakah selain saya juga ada blogger pria lain yang hadir. Dijawabnya ada beberapa. Oke.

Mungkin saya trauma akibat canggung mengikuti beberapa acara yang ternyata diisi 99 persen kaum hawa. Termasuk, ketika menghadiri beauty class yang diselenggarakan IWITA pada 12 Oktober 2015 (Artikel sebelumnya: Cantik Alami Bersama IWITA. Ho ho ho, saat itu, saya berasa jadi pangeran di kastil ratu dan putri raja.

*         *         *
PAGI itu, matahari malu-malu. Sebaliknya, dari langit-langit ibu kota, tampak Thor Odinson seperti sedang mengeluarkan Mjolnir saktinya. Yupz, diiringi rinai sepanjang jalan, saya pun membelah jantung ibu kota menuju kawasan Senayan, Kamis (30/11).

Sesampainya di hotel yang tiga hari sebelumnya jadi titik keberangkatan saya bersama Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) untuk mengikuti Asian Games 2018 Media Forum International di Palembang, Sumatera Selatan ini, ternyata sudah penuh.

Selain, Dama, sudah ada beberapa anggota dari Komunitas ISB seperti Fitria Upit, Agatha Mey, Arisman Riyadi, dan Bima Widjanata. Dua nama terakhir merupakan pria. Yes, ada rekan ngobrol!

Netizen Gathering ini juga diikuti berbagai komunitas yang akrab dengan saya. Termasuk, Blogger Perempuan, Blogger Crony, Kompasiana, hingga Blogger Laki. Dan... Narasumbernya pun ternyata ada pria di antara empat wanita.

Yupz, ada lima narasumber yang saling berbagi informasi dan inspirasi:

- Plt. Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA Sri Danti
- Asdep KG Bidang Infrastruktur & Lingkungan KPPPA Ratna Susianawati
- Founder IWITA Martha Simanjuntak
- Advokat & aktivis perempuan Ina Rachman
- Penulis buku Maman Suherman

Di antara mereka, Martha yang paling saya temui. Termasuk, ketika beauty class dan diskusi perdana dengan Serempak yang merupakan portal milik KPPPA pada 29 Juni 2015 (Artikel sebelumnya: Diskusi tentang Perempuan dan Anak).

*         *         *
KESETARAAN Gender bukan hanya terkait peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari saja. Melainkan lebih dari itu. Demikian fakta yang saya ketahui usai menyimak diskusi ini secara mendalam. Ya, mendalam dan sangat dalam.

Bisa dipahami mengingat awalnya tema ini sangat berat bagi saya. Namun, saya harus menyimaknya hingga tuntas sambil mem-bookmark berbagai materi di hati dan pikiran saya. Sebab, bagaimanapun saya bakal jadi -saat ini calon- kepala keluarga. Tentu, saya wajib mempelajari berbagai hal terkait perempuan (istri) dan anak.

Terutama, terkait kodrat perempuan (wanita). Dalam kodratnya, kaum hawa terkait empat hal, yaitu menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Itu yang tidak bisa dilakukan pria. Namun, dalam dunia kerja, baik perempuan atau pria itu setara.

Misalnya, saat ini sudah jamak ada pemimpin dari kaum wanita, termasuk presiden (Artikel sebelumnya: https://www.kompasiana.com/roelly87/saatnya-perempuan-tidak-hanya-di-sumur-dapur-dan-kasur_550eae6ba33311b12dba834d).

Alias, perempuan bisa melakukan pekerjaan pria, misalnya di rumah jika tidak ada suami, sementara genteng bocor. Tentu sang istri harus inisiatif membereskannya ketimbang menunggu suaminya pulang yang bisa-bisa rumahnya kebanjiran.

Pun dengan pria. Sejak kecil, saya sudah diajari ibu saya untuk mandiri. Misalnya, cuci pakaian, setrika, hingga jahit. Alasannya, "Jika istrimu sedang sakit atau melahirkan, kamu bisa melakukan pekerjaannya sementara."

Nah, yang tak kalah penting dalam diskusi tersebut, juga terkait tiga isu prioritas (Three Ends). Itu meliputi:
1. Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
2. Akhiri Perdagangan (Trafficking) Khususnya terhadap Perempuan dan Anak
3. Akhiri Kesenjangan Ekonomi terhadap Perempuan dan Anak

Untuk mengatasinya, KPPPA membuka unit pengaduan masyarakat pada nomor 0821-2575-1234.

"Itu mengapa, KPPPA membentuk Serempak yang ditujukan untuk kemajuan perempuan di Tanah Air. Namun, portal ini bukan milik pemerintah atau KPPPA, melainkan milik masyarakat Indonesia yang siapa pun bisa berpartisipasi," kata Martha menjelaskan di hadapan blogger.

Nah, portal yang beralamat di www.Serempak.id berisi seputar perempuan dan anak. Website ini berupaya meningkatkan akses perempuan di pemerintah, jasa, pendidikan, pengetahuan, dan mengakomodir kebutuhan perempuan.

Intinya, Serempak mendorong pemberdayaan perempuan pada semua lini kehidupan. Fakta tersebut sesuai dengan visi dari IWITA yang mendapat kepercayaan dari KPPPA sebagai mitra pengelola Serempak.

Itu seperti ditegaskan Danti, "Netizen harus dapat menyajikan konten yang berkesetaraan gender. Media sosial sebagai wadah untuk mensosialisasikan pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak."

Pernyataan sama diungkapkan Ina. Menurutnya, isu kesetaraan gender yang penting terkait pemahaman yang tepat. Yaitu, gender bukan perempuan, tapi berbagi tugas atau peran dengan kelompok lain.

"Dalam pelecehan seksual dan kekerasan pada perempuan dan anak, banyak korban tidak bisa mengatakan hal yang terjadi pada dirinya. Alias, lebih memilih untuk merahasiakan karena berbagai alasan. Salah satunya, karena malu," Ina, menambahkan.

Bahkan, Maman membeberkan fakta yang sangat miris. Menurutnya, banyak kasus perempuan yang viral dan lebih tinggi ratingnya. Itu akibat perempuan sendiri yang men-share atau mem-viralkannya.

"Orangtua pun harus sadar dengan lingkungan sekitar. Pasalnya, kebanyakan terjadinya pelecehan sekskual dan kekerasan pada anak mayoritas pelakunya orang terdekat," kata Maman yang membuat peserta kaget dengan data-data yang disampaikan.

Banyaknya insiden itu direspons pemerintah  dengan cepat tanggap. Yaitu, dengan membuat program Three Ends. Nah, Sermpak.id hadir sebagai literasi digital bagi perempuan dan anak. Portal ini dibentuk demi meningkatkan peran wanita di Tanah Air.

Yuk, kita bersama Serempak.id ikut program pemerintah untuk mengingatkan masyarakat supaya sadar akan keseteraan gender. Tentu, itu dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Saya sudah memulainya, kalian kapan?***

*         *         *
Senam dulu sebelum acara dimulai

*         *         *
Beberapa rekan blogger asyik bergoyang bersama

*         *         *
Asdep KG Bidang Infrastruktur & Lingkungan KPPPA Ratna Susianawati

*         *         *
Penulis buku Maman Suherman (tengah)

*         *         *
Advokat dan aktivis perempuan Ina Rachman

*         *         *
Founder IWITA Martha Simanjuntak

*         *         *
Rekan blogger Yayat Dafana mengajukan pertanyaan dalam diskusi kemarin

*         *         *

Artikel Terkait
- Diskusi tentang Perempuan dan Anak
- Cantik Alami Bersama IWITA

*         *         *
- Jakarta, 1 Desember 2017

Selasa, 28 November 2017

Bambideal Wujudkan Liburan di Waterbom Jakarta


Bambideal menawarkan voucher Waterbom Jakarta hanya Rp 85.000!
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


KECANGGIHAN teknologi memberikan banyak kemudahan. Salah satunya terkait transaksi online. Misalnya, kita yang ingin rekreasi bersama keluarga. Untuk membeli tiket, kita tidak harus langsung ke tempat tersebut. Melainkan, cukup memesan dari rumah, duduk manis, transfer, tinggal konfirmasi, selesai.

Bahkan, jika kita melakukannya di www.bambideal.id, bakal banyak keuntungan. Itu mencakup beragam promo menarik hingga voucher diskon yang wah banget.

Termasuk dengan Waterbom Jakarta yang jadi pengalaman berkesan. Itu terjadi pada Jumat (24/11) ketika saya mengajak keluarga menjelajahi arena di Pantai Indah Kapuk (PIK).

Kebetulan, saya mendapat informasi dari Bambideal. Di website ini, selalu menyediakan diskon menarik dengan berbagai kategori. Yaitu, kuliner, kecantikan, dan kegiatan.

Dalam keterangannya, sedang ada promo Waterbom Jakarta dengan hanya Rp 85.000 dari normalnya Rp 270.000. Alias diskon hingga 69 persen!

Sudah pasti, tawaran istimewa itu tidak saya sia-siakan. Langsung saja, bertepatan libur kerja, Sabtu (25/11), saya mengajak keluarga saya menuju Waterbom Jakarta. Yaitu, ibu, adik kedua yang pekan sebelumnya merayakan ultah, adik bungsu, sepupu dan anaknya, serta teman sebaya adik bungsu.

Waterbom Jakarta terletak di Jalan Pantai Indah Barat, Kamal, Jakarta Utara. Lokasinya sangat strategis karena berdekatan dengan perumahan elite, sentrabisnis, dan bibir pantai ibu kota. Kami bertujuh datang sekitar pukul 09.10 WIB.

Oh ya, waktu operasi Waterbom Jakarta ini sejak pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB. Kami sengaja tiba lebih awal untuk merasakan sensasi menyeluruh dengan mencicipi setiap wahana. Apalagi, dengan membawa anak kecil dan balita.

Mereka tidak cukup satu jam berada di wahana. Bahkan, kalau bisa setiap hari kami mengunjungi Waterbom Jakarta untuk sekadar mandi seperti di Aquatube. Itu karena seluncurannya membuat kami nagih!

Tak heran jika balita yang kami bawa sangat menikmati berbagai momen tersebut. Apalagi setiap pengunjung bisa menyewa ban (tube) dan pelampung dengan gratis. Alias tanpa harus mengeluarkan sepeser pun!

Setelah puas bermain di air, kami pun menangsal perut di berbagai gerai makanan. Oh ya, sebagai informasi, di Waterbom Jakarta menggunakan transaksi nontunai. Alias, untuk membeli makanan, kita harus melakukan deposit untuk ditukarkan dengan gelang elektronik.

Tenang, dana sisa kita bisa diambil kembali. Untuk menambah saldo dapat dilakukan di Top-up Center dan mengecek saldonya, bisa dilakukan di berbagai kasir yang tersebar. Bagi saya, ini sangat simpel ketimbang harus repot-repot mengeluarkan dompet atau kartu ATM setiap transaksi.

Usai menikmati berbagai sensasi tersebut, kami pun berkemas untuk kembali dengan meninggalkan sejuta kenangan. Yupz, terima kasih Bambideal yang sudah memberikan kesempatan mengesankan ini lewat informasi di situs dan media sosial.

Oh ya, untuk rekan-rekan blogger yang ingin menikmati berbagai keseruan bersama keluarga, bisa mengecek berbagai promo dari Bambideal.

Misalnya, promo Bambideal untuk Waterbom Jakarta berlaku hingga satu bulan ke depan. Nah, kesempatan diskon mencapai 69% ini tidak boleh disia-siakan.

Caranya mudah. Cukup mengaksesnya lewat pc atau mobile. Untuk transaksi, kita bikin akun terlebih dahulu. Setelah itu, tinggal bayar dengan memilih salah satu dari empat metode yang ada. Yaitu, transfer bank, mandiri bill payment, atm/virtual account, dan BD Wallet.

Saya pribadi lebih menyukai opsi terakhir. Yaitu, pembayaran dengan BD Wallet yang banyak keuntungan. Sebab, ini lebih praktis. Kita cukup top-up saja via atm. Setiap transaksi, kita mendapat poin rewards yang bisa digunakan untuk pembayaran berikutnya.

Metode pembarayan dengan BD Wallet 


Saya sudah mencobanya. Anda kapan?

Sekilas tentang Bambideal
Website: https://bambideal.id/
Facebook: https://www.facebook.com/bambideal.id/
Instagram: https://www.instagram.com/bambideal/
Hashtag media sosial: #Bambideal



*        *        *
Foto bareng dua adik saya, anak sepupu, dan tetangga

*        *        *
Bergaya sebelum berenang

*        *        *
Adik paling bungsu bersama teman sebayangya

*        *        *

- Jakarta, 28 November 2017

Jumat, 24 November 2017

Sisi Lain Kunjungan Menkeu Sri Mulyani ke Kompleks GBK


Menkeu Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basoeki Hadimuljono
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)

PAGI itu, sang surya menunaikan tugasnya dengan tegas. Sambil membelah jalanan ibu kota, saya menuju Wisma Serbaguna, Senayan, Kamis (23/11). Tujuannya, untuk menyambangi markas Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC).

Yupz, sehari sebelumnya, saya mendapat informasi di grup INASGOC terkait kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ke berbagai venue Asian Games 2018. Yaitu, di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK).

Kehadiran Sri didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Ketua INASGOC Erick Thohir, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Broto, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPK GBK Gatot Tetuko, dan berbagai pejabat terkait.

Mereka bersama rombongan media meninjau proses renovasi dan pembangunan tiga venue jantung ibu kota tersebut. Itu meliputi Stadion Utama GBK, Aquatik, dan Istana Olahraga (Istora). Dalam setiap kunjungan, Sri selalu menyempatkan untuk mengomentari progresnya.

"Sejauh ini, prosesnya bagus. Saya lihat di sini (SUGBK) sudah on progres menuju finishing. Ya, optimistis renovasi berjalan sebelum tenggat," kata Sri usai menjejaki rumput SUGBK.

Dalam kesempatan itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini turut mengetes kualitas rumput. Wajar saja mengingat di SUGBK memakai Zoysia Matrella yang juga dipasang Bayern Muenchen untuk Stadion Allianz Arena.

"Empuk nih. Rumputnya bagus, enak buat nendang bola dan lari-lari," Sri  mengungkapkan usai menendang bola.

Meski masih sembilan bulan lagi, panitia pelaksana (panpel) memang ngebut agar SUGBK rampung sebelum tenggat. Proyek ini dimulai sejak 15 Agustus 2016 di bawah pengawasan Kemen PUPR.

Sebagai stadion kebanggaan nasional sekaligus salah satu yang terbesar di dunia kini, wajar jika SUGBK bersolek lebih. Terutama dengan sentuhan modern agar stadion ini tidak hanya sekadar untuk Asian Games 2018 saja, melainkan event selanjutnya.

"Ya, kami apresiasi usaha dari usaha dari rekan-rekan Kemen PUPR dan INASGOC dalam persiapan menyambut Asian Games 2018. Sebagai tuan rumah, tentu kita ingin Indonesia sukses prestasi dan penyelenggaraan," tutur Sri yang semringah dalam kunjungan perdananya ke Kompleks GBK ini.

Bagi saya pribadi, meliput peninjauan di Kompleks GBK ini merupakan yang ketiga. Pertama, ketika mengikuti 1st Technical Delegates Meeting dan 6th Coordination Committee Meeting bersama delegasi Dewan Olimpiade Asia pada 4 Maret lalu (artikel sebelumnya: GBK Bersolek Sambut Asian Games 2018).

Dua pekan kemudian bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berlangsung 26 Maret (artikel sebelumnya: Galeri Foto Kunjungan Jusuf Kalla ke Venue dan Wisma Atlet). Nah, awal bulan ini pun, saya ikut meliput kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (12/11).

Dalam dua kesempatan terakhir, peninjauan ini tidak hanya di Kompleks GBK saja. Bersama JK turut ke Jakarta International Velodrome, Rawamangun, yang dilanjutkan Pacuan Kuda Pulomas, dan Wisma Atlet Kemayoran.

Sementara, dengan Sandiaga, ke Velodrome dan Pacuan Kuda. Di sisi lain, sejatinya Sri ingin lebih lama meninjau berbagai venue lainnya di Kompleks GBK. Hanya, wanita 55 tahun ini terkendala agenda padat dengan beberapa instansi lainnya.

"Maaf ya mas, saya harus buru-buru. Pagi ini, ada rapat dengan rekan-rekan dari DPR," kata Sri dengan ramah melayani wartawan yang bertanya terkait olahraga hingga ekonomi di Tanah Air.

"Kami berterima kasih atas kunjungan bu Sri ke tiga venue ini. Saya menangkap ada rasa puas selama mendampingi. Paling tidak, sebagai pejabat yang mengatur keuangan dan pengeluaran uang negara untuk Asian Games secara keseluruhan, beliau melihat hasilnya secara kongkret," tutur Erick saat doorstop dengan media.

Presiden FC Internazionale ini melanjutkan, "Berulang kali, menkeu mengungkapkan bahwa kelancaran pembangunan infrastruktur dan venue Asian Games menunjukkan contoh dari penggunaan anggaran negara dari pajak masyarakat dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat."

Yupz, berikut berbagai foto kunjungan Sri dan pihak terkait pada tiga venue berbeda yang saya abadikan:

*         *         *
Stadion Utama Gelora Bung Karno bakal rampung Desember ini

*         *         *
Kursi lipat yang menunjukkan SUGBK lebih modern

*         *         *
Rumput jenis Zoysia Matrella yang digunakan di Allianz Stadium

*         *         *
Yupz, bukan narsis, tapi sekadar mengabadikan momentum eksklusif di SUGBK
Foto: Dokumentasi www.roelly87.com/dipotret Istimewa

*         *         *
Erick Thohir menyambut kehadiran Sri Mulyani

*         *         *
Sri Mulyani dan rombongan memasuki SUGBK sebagai venue pertama
yang dikunjungi

*         *         *
Sri memastikan lampu SUGBK dapat memancarkan cahaya dengan baik
saat pembukaan dan penutupan Asian Games 2018

*         *         *
Ini bukan balapan antarmenteri, tapi keduanya sedang mengetes
kualitas rumput SUGBK

*         *         *
Sri Mulyani ternyata piawai ber-juggling ria

*         *         *
Basoeki Hadimoeljono pun tak mau kalah dengan Sri Mulyani untuk
memperlihatkan kebolehannya

*         *         *
Selain kaki kanan yang keras, Basoeki juga memiliki tendangan kencang
lewat kaki kirinya

*         *         *
Tangkap... Tendangan keras Basoeki ternyata bisa dihalau!

*         *         *
PR Media INASGOC Nissa Meinardy yang mendampingi media saat test event
di Bandung pada September lalu enggan ketinggalan menendang bola

*         *         *
Yupz, narsis sejenak dengan latar gawang di SUGBK
Foto: Dokumentasi www.roelly87.com/dipotret Istimewa

*         *         *
Basoeki bersiap mengemudikan kendaraan golf dari SUGBK menuju venue Aquatik

*         *         *
Ketika menteri dibonceng menteri...

*         *         *
Sebagian rekan media mengabadikan kendaraan golf dengan jalan kaki
dari SUGBK ke Aquatik

*         *         *
Sri Mulyani mengecek pintu masuk Aquatik yang sudah elektronik

*         *         *
Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan di sisi kolam renang venue Aquatik

*         *         *
"Capek? Ga lah, saya sudah biasa," tutur Sri Mulyani tersenyum usai meninjau
Istana Olahraga  (Istora) yang akan jadi arena bulutangkis untuk Asian Games 2018

*         *         *
Ketua INASGOC Erick Thohir melepas kepergian Sri Mulyani yang akan menuju
Kantor DPR

*         *         *

Artikel Terkait

Tentang Asian Games
- Tapak Tilas di Parijs van Java
- (Galeri Foto) Test Event Asian Games 2018
- INASGOC Buka Pendaftaran Relawan untuk Asian Games 2018, Ini Persyaratannya
- (Galeri Foto) Count Down Asian Games 2018 di Monas
- Sisi Lain Kunjungan Jusuf Kalla ke Venue dan Wisma Atlet
- GBK Bersolek Sambut Asian Games 2018
- http://www.topskor.id/detail/62503/Kunjungi-GBK-Wagub-Sandiaga-Uno-Diberondong-Tukang-Es
- Sandiaga Uno Tegaskan DKI Jakarta Ngebut untuk Persiapan Asian Games 2018

Tentang Olahraga
- Gala Desa dan Mutiara yang Terpendam
- (Galeri Foto) Meriahnya Popnas XIV 2017
- Di Balik Final Piala Presiden 2017
- Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari

*         *         *
- Jakarta, 24 November 2017