TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: TopSkor.id

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label TopSkor.id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TopSkor.id. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 September 2018

Ada Widya Amelia di Balik Popularitas Bulu Tangkis


Widya Amelia bersama tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)



MALAM itu, langit Kota Banteng tampak cerah. Suasana yang hangat itu mewarnai penjemputan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon di Terminal 2D Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/3).

Antusiasme pun menyelimuti ratusan orang. Mulai dari jurnalis, warganet, fan, hingga pejabat. Maklum, dua hari sebelumnya, Kevin/Marcus sukses mempertahankan All England 2018. Pasangan yang akrab disapa Minions ini jadi ganda putra pertama yang mampu menyamai rekor 22 tahun silam. Tepatnya, setelah diraih Ricky Subagja/Rexy Mainaky pada 1995 dan 1996.

Jarum jam menunjukkan pukul 19.03 WIB. Tampak, beberapa perwakilan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) keluar dari bagian imigrasi. Termasuk, wanita berhijab yang mendorong troli berisi dua tas besar dengan di bahu kiri tergendong kamera.

Tak lama, Kevin/Marcus pun keluar didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua Umum PBSI Wiranto, Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2018 Syafruddin, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Yang menarik, wanita tersebut tidak istirahat setelah menempuh perjalanan belasan jam dari Birmingham, Inggris. Bak smash power-nya Zhang Ning pada masa kejayaan, pemilik blog badmintonaddict.wordpress.com ini sudah berada di kerumuman peliput.

Bahkan, tanpa kenal lelah, langsung melanjutkan rutinitasnya. Tangan kiri menggenggam kamera dan kanannya menyorotkan smartphone ke arah Kevin/Marcus.

Mata panda yang mungkin akibat kurang tidur pun terlihat. Namun, hingga acara selesai, wanita yang 6 Juli lalu merayakan hari kelahirannya ini tetap bertahan hingga bubaran. Sambil, sesekali berakrobatik. Kamera dilepas, dan kedua tangannya asyik mengetik sesuatu pada note di smartphone.

Ketika TopSkor.id bersama belasan media sedang asyik menikmati santap malam mengikuti perjamuan dari Menpora untuk KevinMarcus di salah satu restoran di kawasan Ancol, Jakarta Barat, masuk email. Yaitu, dari humas PBSI, lengkap dengan foto dan narasi berisi berbagai komentar.

*          *          *
"HA ha ha, ga kok. Ini kerja tim. Di Humas PBSI kan ga hanya saya saja," ujar Widya Amelia saat ditemui TopSkor.id di Lapangan Bulu Tangkis Kemenpora, Selasa (4/9). Yaitu, disela-sela pemberian bonus dari Menpora untuk 20 atlet bulu tangkis yang tampil di Asian Games 2018 yang turut dihadiri Kevin, Marcus, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan lainnya.

Sosok yang jadi wartawan di PBSI sejak 2011 ini awalnya menolak diwawancarai, "Ah jangan saya deh." Namun, jadi antusias ketika membahas terkait suka dan dukanya untuk jadi pendamping segenap pahlawan tepok bulu yang bertanding di dalam dan luar negeri.

"Mas, fotonya saya jangan sampai kelihatan gemuk ya," tutur sosok yang kerap curhat tapi tak jelas di akun twitter-nya, @mrsbirama.

Ya, di kalangan jurnalis, Widya mendapat julukan penyambung lidah atlet. Itu karena profesinya di tim humas PBSI Widya yang selalu mengirim komentar dan foto dari setiap pebulu tangkis Indonesia tampil. Baik ketika ada turnamen di dalam maupun luar negeri.

Pekerjaan ini sudah dilakoninya sejak tujuh tahun silam. Tepatnya, ketika memutuskan untuk mengundurkan diri dari salah satu perusahaan IT ternama asal Paman Sam.

"Bekerja di PBSI ini seperti mimpi jadi nyata bagi saya," Widya menuturkan dengan semangat berapi-api.

"Sejak kecil, saya memang suka badminton. Dulu, kantor saya di kawasan Senayan. Saya sering mengintip jika ada Indonesia Open yang berlangsung di Istora (Istana Olahraga). Penasaran, (penontonnya) sudah ramai atau belum. Sampai, bos saya bilang, oke-oke, Wid. Kamu bisa nonton."

"Nah, tahun depannya saya cuti selama sepekan setiap ada Indonesia Open," sosok yang suka membuat Badminton Lovers di Tanah Air penasaran lewat akun instagram-nya, @AmeliaWidy ini menambahkan.

Ya, media sosial (medsos) seperti twitter dan instagram serta blog pribadinya itu memang sangat ditunggu warganet. Sebab, isinya mengupas berbagai sisi lain tentang atlet bulu tangkis. Baik itu suka maupun duka .

Apa yang dituliskan Widya yang jarang dimuat media massa itu yang jadi penambah kedekatan fan dengan atlet. Apalagi, dengan gaya penuturanya yang khas. Seolah, pembaca blognya maupun followers twitter dan instagram-nya bisa menyelami dari kehidupan sang atlet tersebut.

"Kadang kalau menghadapi atlet itu beda dengan orang lain. Sebab, mereka fokusnya ke pertandingan saja. Jadi, saya harus menempatkan diri jadi orang yang dipercaya. Supaya, mereka nyaman sehingga mau mengeluarkan komentar," kata Widya, semringah.

Pernyataan tersebut beralasan. Pasalnya, ada beberapa atlet yang memang enggan diwawancarai. Tidak hanya dari bulu tangkis saja, melainkan cabang olahraga (cabor) lainnya seperti sepak bola, basket, voli, hingga bela diri. Seperti yang TopSkor.id kerap alami sepanjang Asian Games 2018 yang bergelimang medali ini.

Bukan berarti atlet tersebut sombong. Namun, adakalanya mereka susah untuk bicara dengan beberapa mengarah ke introvert. Atau, hanya fokus terhadap pertandingan. Itu mengapa, dalam setiap event, khususnya berskala multinasional ke atas, atlet kerap didampingi pelatih dan manajer saat wawancara.

"Harus bisa melakukan pendekatan persuasif. Kebetulan, saya di Pelatnas sejak 2011. Jadi, sudah lumayan lama. Saat ini hanya ada beberapa pemain senior. Untuk yang sekarang, ketika itu masih junior bahkan belum masuk," lanjut Widya yang mempopulerkan frasa Ciumbrella di kalangan Badminton Lovers merujuk pada pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.

*          *          *

TUJUH Tahun bukan waktu sebentar Juga tidak terlalu lama. Dalam periode itu, bulu tangkis Indonesia mengalami pasang surut. Misalnya, pada 2012 dengan terputusnya tradisi emas Olimpiade. Beruntung, empat tahun berselang,  Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses menyambung kembali mutiara yang hilang tersebut bagi rakyat Indonesia.

Bahkan, ganda campuran andalan Indonesia itu melakukannya tepat pada 17 Agustus waktu Rio de Janeiro. Alias, pasangan yang populer disapa Owi/Butet ini mempersembahkan medali emas Olimpiade 2016 pada HUT ke-71 Indonesia!

"Di antara pemain, saya paling dekat dengan Butet. Mungkin, karena usia kami tidak beda jauh. Apalagi, saya hampir selalu ada (meliput) ketika Owi/Butet juara," lanjut Widya dengan nada bergetar.

Kemungkinan merasakan mulai 2019 sudah tidak bisa meliput Butet. Pasalnya, Liliyana telah memutuskan untuk gantung raket pada awal tahun depan.

"Banyak momen spesial saya saat mendampingi atlet. Secara, pekerjaan saya (mewajibkan) nyaris setiap event berada di samping mereka. Mulai dari menulis hasil pertandingan, memotret, kirim email ke media, hingga interpreter jika ada wartawan asing yang ingin mewawancarai atlet Indonesia," ibu satu anak ini melukiskan.

Kerap meliput sendirian dengan banyaknya agenda pada setiap event tidak menjadi beban bagi Widya. Sebaliknya, disela-sela aktivitasnya itu, wanita berbintang Cancer ini menyempatkan untuk membagikan pengalamannya di medsos.

Baik itu soal atlet bertanding, latihan, atau pernak-perniknya. Tak heran jika akun medsos Widya kerap diserbu warganet. Bahkan, dikutip media mainstream.

"Saya tidak tahu, ternyata atlet-atlet nungguin (postingan di medsos) saya setiap hari. Padahal, isinya curhat-curhat begitu. Namun, banyak yang suka. Mulai dari atlet hingga warganet," Widya, menjelaskan setelah sebelumnya -terkait kehadiran Jonatan dan atlet putra lainnya di Kemenpora- mencuit, "Netyjen jangan baper ya liat cogan-cogan malem ini. #demikian."***

*          *          *
"Mas, fotonya saya jangan sampai kelihatan gemuk ya"

*          *          *
Widya Amelia turut mewawancarai Susy Susanti jelang Indonesia Open 2018
yang hasilnya dikirim ke media di Tanah Air 

*          *          *
Widya Amelia keluar dari Terminal 2D Bandara Soetta usai
meliput All England 2018

*          *          *
https://www.topskor.id/detail/70618/Terima-Kasih-KevinMarcus/7

- Jakarta, 5 September 2018

Kamis, 19 Juli 2018

Galeri Foto Lalu Muhammad Zohri


Lalu Muhammad Zohri mengangkat bendera Merah-Putih usai penyambutan di
Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 17 Juli


LALU Muhammad Zohri tak kuasa menahan haru. Air mata menetes membasahi pipinya saat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memeluknya.

"Terima kasih, Zohri. Anda telah membuat bangga negeri ini," kata Imam, lirih.

Zohri yang mendengarnya menggigit bibir. Bak curah hujan dari langit, pun demikian dengan wajahnya yang penuh air mata.

"Terima kasih pak Menteri atas sambutan ini. Terima kasih kepada keluarga yang sudah hadir di sini, pak Presiden Joko Widodo, pelatih, PB PASI, pak Bob Hasan, dan rekan wartawan," Zohri, terharu dengan penyambutan di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7).

Selain Menpora, turut hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, Deputi I, II, III, dan IV Kemenpora, keluarga, hingga guru sekolah Zobri.

"Apa yang dilakukan Zohri ini memberi motivasi kita, bangsa Indonesia. Bahwa, kita mampu bersaing dengan negara lain," Imam, menambahkan.

Kemenpora melalui Imam memberikan apresiasi kepada Zohri sebesar Rp 250 juta dan pelatih (Rp 100 juta). Imam juga akan mendampingi Zohri yang diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara, Rabu (18/7).

"Saya... Saya berterima kasih untuk semua," Zohri menjelaskan dengan terbata-bata saking terharu mendapat sambutan yang meriah.

"Saya tak menyangka akan seperti ini. Sama ketika pada final, saya sempat tak percaya jadi yang terbaik. Namun, setelah melihat (di scoreboard) nama saya yang pertama, saya baru yakin. Kuasa Tuhan itu tiada yang tak mungkin."

Di sisi lain, Tigor berharap apa yang diraih Zohri bisa memotivasi atlet lainnya  termasuk dari PB PASI. Bisa dipahami mengingat setelah ini sudah ditunggu Asian Games 2018 yang berlangsung mulai 18 Agustus mendatang.

"Kami optimistis dengan kans Zohri. Namun, kami juga enggan terlalu membebaninya mengingat usia masih muda. Jalan Zohri masih panjang," Tigor menjawab, diplomatis.***


*           *          *
Air mata kebahagiaan dari Lalu Muhammad Zohri

*           *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memeluk Lalu Muhammad
Zohri saat penyambutan di Bandar Udara Soekarno-Hatta, kemarin

*           *          *
Lalu Muhammad Zohri menyeka air mata saat disambut Menteri Pemuda dan
Olahraga Imam Nahrawi 

*           *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memakaikan jaket Asian Games
2018 kepada Lalu Muhammad Zohri

*           *          *
Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta berdialog dengan
pelatih Lalu Muhammad Zohri

*           *          *
Sekretaris Kemenpora Gatot Sulistiantoro Dewa Broto memimpin seremoni
penyambutan Lalu Muhammad Zohri bersama Deputi Pengembangan Pemuda
Asrorun Niam yang memimpin doa

*           *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada
Lalu Muhammad Zohri senilai Rp 250 juta

*           *          *
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
Tigor Tanjung berharap Lalu Muhammad Zohri bisa mempersembahkan
yang terbaik di Asian Games 2018

*           *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memegang medali juara Lalu
Muhammad Zohri disaksikan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Viktor
Togi Tambunan

*           *          *
Keterangan: Foto merupakan koleksi pribadi yang sebelumnya sudah dimuat di www.TopSkor.id
- Jakarta, 19 Juli 2018

Minggu, 15 Juli 2018

Lebih Dekat dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo: Kejarlah Bola, Kau Ku Smash!




SIANG nanti, tiga wakil Indonesia berlaga di final Thailand Open 2018. Segenap rakyat di seluruh negeri tentu menantikan yang terbaik dari Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja pada ganda campuran, Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Tommy Sugiarto (tunggal putra).

Semoga, wakil Merah-Putih bisa meraih tiga gelar di turnamen dengan level Super 500 ini. Sekaligus melanjutkan tren positif setelah pekan lalu dengan dua gelar di Indonesia Open 2018. Pada turnamen level Super 1000 ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada ganda campuran dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra).

Mengenai Kevin/Marcus, saya jadi teringat dengan beberapa koleksi foto pekan lalu. Menyaksikan Minions tampil di Blibli Indonesia Open 2018 sejak hari pertama hingga final memang tidak pernah bosan. Sebab,  mereka tidak hanya menampilkan permainan bulu tangkis saja. Melainkan, memadukannya dengan aksi teatrikal.

Termasuk saat menghadapi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada semifinal Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Sabtu (7/7), seperti menonton tari balet.

Aksi keempat pemain itu, khususnya Kevin, sangat memesona. Meliuk-liuk di atas lapangan hingga berjibaku menahan bola


*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

- Jakarta, 15 Juli 2018

Senin, 04 Desember 2017

Galeri Foto ASIOP Vs Bina Taruna: Final Kepagian yang Harus Diakhiri Adu Penalti


Striker Bina Taruna, M. Fikri, berduel dengan bek ASIOP, Ahmad Rusadi.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


LAPANGAN Wing 1 Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/12) jadi saksi persaingan sengit dua tim favorit di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017. Tepatnya, saat ASIOP Apacinti menghadapi Bina Taruna pada 16 besar.

Banyak pihak yang menyebut duel ini sebagai final kepagian. Wajar saja mengingat kedua tim bersama ASAD 313 Jaya Perkasa dan Pondok Pesantren Modern Sahid tampil impresif di fase grup.


Namun, takdir berkata lain. Sebab, kedua tim justru harus saling bunuh di perdelapan final.

Itu terjadi akibat ASIOP terpeleset di fase grup saat menghadapi Cibinong Raya (Ciray) yang berujung kekalahan 0-1 pada 19 November lalu. Akibatnya, pasukan Suaib Ansori pun melaju ke 16 besar sebagai runner-up grup A di bawah Ciray.

Di sisi lain, Bina Taruna melaju ke perdelapan final dengan mulus usai menyapu bersih tiga pertandingan di Grup B. Alhasil, bentrok antarraksasa pun tak terelakkan.

Tensi tinggi mewarnai duel antara juara Grup B dengan runner-up Grup A ini. Jual-beli serangan tersaji sepanjang 60 menit.

Beberapa kali wasit mengingatkan kepada pemain untuk tidak tersulut emosi. Tiga kartu kuning pun keluar dari korps pengadil untuk kedua tim.

Bina Taruna yang tampil mendominasi harus keluar dengan tertunduk. Sejumlah peluang dari skuat asuhan Saut Tobing gagal menjadi gol yang membuat laga diakhiri adu penalti.

Dalam tos-tosan ini, tiga dari empat algojo ASIOP berhasil menceploskan bola. Sebaliknya, hanya satu dari empat eksekutor Bina Taruna yang berujung gol.

"Ketika sudah masuk penalti, kami nothing to lose. Bagi kami, kelolosan ke perempat final sebagai ajang latihan jelang Liga TopSkor 2018," kata Ansori yang mengingatkan timnya untuk tidak larut dalam euforia mengingat di perempat final sudah ditunggu Benteng Muda.

Di sisi lain, Saut mengingatkan para pemainnya untuk tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, secara permainan, Bina Taruna lebih unggul.

“Kalah dan menang itu biasa. Terkait hasil, saya cukup puas dengan penampilan anak-anak di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini. Bagi kami, turnamen ini sebagai evaluasi untuk menghadapi Liga TopSkor mendatang,” Saut, menjelaskan.

Pernyataan tersebut beralasan. Menang atau kalah dalam sepak bola itu biasa.


Pun dengan tensi panas sepanjang pertandingan. Sebab, usai wasit meniup peluit panjang, para pemain dari kedua tim kembali berangkulan.

Penggawa ASIOP tidak jemawa dengan kemenangan tersebut. Begitu juga dengan pemain Bina Taruna yang menerima kekalahan dengan lapang dada.

Itulah inti dari sepak bola. Khususnya, kepada mereka yang mengikuti NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini sebagai bagian dari pembinaan pemain usia muda.***



ASIOP Apacinti 0-0 (3-1) Bina Taruna
Pencetak Gol
: -
Adu Penalti: M. Heru (X), Malik Akbar, Komang Teguh, Ahmad Rusadi; Unggul Perkasa, Dhika Maulana (X), Julia Nur (X),Fajar Firdaus (X)
Pemain Terbaik: Rafiq Ramadhan (Bina Taruna)



*        *        *
Striker ASIOP, Rendy Juliansyah nyaris frustrasi terhadap disiplinnya barisan
pertahanan Benteng Muda. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Orangtua dari para pemain Benteng Muda tampak tegang menyaksikan adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Bek Bina Taruna, Unggul Perkasa jadi eksekutor pertama dalam adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gelandang ASIOP, M. Herus bersiap jadi algojo dalam tos-tosan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Sepakan Heru berhasil digagalkan kiper Bina Taruna, Yogi Hermawan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Penyelamatan kiper ASIOP, Sabda Yoga, untuk mengakhiri adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Pelatih Bina Taruna, Saut Tobing mengucapkan selamat kepada penggawa ASIOP.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
Gelandang ASIOP, Dennish Diaz, berebut bola dengan bek Bina Taruna, M. Febrian.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Striker ASIOP, Rendy Juliansyah mencoba keluar dari kepungan penggawa Bina Taruna.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Penggawa ASIOP memasang pagar betis untuk membendung tendangan bebas
gelandang Bina Taruna, Vigo Sandi Wahyu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gelandang Bina Taruna, M. Febrian dan Dennish berusaha untuk mendapatkan bola.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Setelah pertandingan, persahabatan di antara kedua tim tetap terjaga.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        * 
Artikel ASIOP Apacinti Sebelumnya:
Tetap Layak Diberi Apresiasi
- Upaya Mengasah Mental Pemain
- Berangkat dengan Ekspresi Gembira

*        *        * 
Artikel ini juga dimuat di http://www.topskor.id/detail/64019/Galeri-Foto-ASIOP-Vs-Bina-Taruna-Final-Kepagian-yang-Harus-Diakhiri-Adu-Penalti

- Jakarta, 4 Desember 2017

Sabtu, 17 Desember 2016

(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari



FINAL Piala AFF 2016 berlangsung sore ini. Tepatnya, saat timnas Indonesia tandang ke Thailand pada leg kedua di Rajamanggala Stadium, pukul 19.00 WIB nanti.

Boaz Solossa dan kawan-kawan cukup imbang untuk bisa juara. Bisa dipahami mengingat pada final leg pertama di Stadion Pakansari, Rabu (14/12), Indonesia menang 2-1.

Nah, pada momentum final ini, saya mencoba untuk kilas balik suasana pada leg pertama. Banyak foto menarik dari sisi lain di Stadion Pakansari yang sayang kalau hanya tersimpan di file komputer begitu saja.

*       *       *
 (Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
LAUTAN manusia tampak memadati Stadion Pakansari dari radius lima kilometer. Bahkan, saya harus jalan kaki dari Pengadilan Negeri Cibinong menuju stadion yang menurut GPS di smartphone saya hampir mencapai dua kilometer dari stadion. Saat itu, Jl. Kol. Edy Yoso Martadipura ditutup petugas keamanan untuk akses kendaraan hingga saya dan puluhan ribu suporter harus jalan kaki.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
STADION Pakansari memang masih dalam pembangunan. Tak heran jika kondisinya belum 100 persen rapih. Meski begitu, tidak mengurangi antusiasme suporter untuk menyaksikan timnas kesayangan berlaga.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
PULUHAN ribu suporter (sumber lain menyebut 60 ribu suporter) memadati stadion. Baik yang ingin menonton langsung di stadion atau nonton bareng (nobar) di luar stadion yang diselenggarakan PSSI. Bahkan, saking tidak sabarnya, ada beberapa suporter yang nekat memanjat pagar.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
KONDISI Stadion Pakansari yang belum 100 persen selesai jadi ironi. Terutama di beberapa lorong yang tergenang dengan air hingga menyulitkan penonton. Apalagi, toilet juga penuh dan tidak ada air besih. Ini jadi pelajaran ke depan agar tidak terulang lagi.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
MINIMNYA fasilitas stadion tidak menghalangi suporter untuk menjalankan ibadah salat Magrib. Dengan karpet seadanya yang di pinggirnya sudah dibersihkan dari genangan air, mereka salat berjamaah. Aparat kepolisian yang bertugas pun bergiliran dengan rekannya untuk salat Magrib yang diimami salah satu suporter.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
INDONESIA tertinggal lebih dulu lewat gol striker Thailand, Teerasil Dangda pada menit ke-33. Ini merupakan pertemuan ke-10 kedua tim di Piala AFF dengan yang terakhir pada fase grup (19/11).

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
KEGEMBIRAAN suporter Thailand seusai Dangda mencetak gol dengan mengangkat replika trofi. Thailand sudah empat kali juara Piala AFF dengan yang terakhir pada 2014.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
BENDERA raksasa Thailand dikibarkan suporternya jelang kick-off babak kedua. Saat itu, Indonesia masih tertinggal 0-1.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
FINAL Piala AFF 2016 merupakan yang kelima bagi Indonesia. Dalam empat edisi sebelumnya selalu berujung runner-up. Termasuk ketika kalah adu penalti 2-4 dari Thailand pada final Piala AFF 2002.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
KETIKA penonton asyik menyaksikan pertandingan, wartawan dan fotografer justru tidak bisa menikmatinya. Sebab, keberadaan mereka di stadion untuk melaksanakan tugasnya.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari

TIMNAS turun dengan pola 4-2-3-1 mengandalkan Boaz sebagai ujung tombak yang dibantu tiga gelandang serang. Yaitu, Rizky Pora, Stefano Lilipaly, dan Andik Vermansyah.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
WAKIL Presiden Jusuf Kalla hadir menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang absen karena sedang kunjungan kerja di Iran. Tampak beberapa pejabat penting yang turut menyaksikan pertandingan. Mulai dari Ketua DPR Setya Novanto, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Ketua PSSI Edy Rahmayadi.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
SORAK kegembiraan penonton menyaksikan Rizky Pora menyamakan kedudukan pada menit ke-65. Lima menit kemudian, Hansamu Yama membalikkan kedudukan untuk kemenangan Indonesia yang membuat stadion nyaris pecah karena teriakan histeris dari 30 ribu penonton.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
EKSPRESI pejabat di tribune VIP. Termasuk, Bupati Bogor Nurhayanti yang sepanjang pertandingan tidak pernah berhenti berteriak untuk mendukung timnas.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari

PASUKAN Pengawal Presiden (Paspampres) wanita ini asyik ber-selfie ria alias swafoto dengan latar lapangan. Keberadaannya jadi pemanis sekaligus meluluhkan kesan Paspampres yang selama ini dinilai sangar.

“Ssst… Bening banget ya,” kata salah satu penonton sambil berbisik.

Rekannya yang menoleh turut mengomentari, ”Emang iya. Paspampres kan ga hanya cowok aja, tapi juga ada cewek.”

“Biar cakep begitu, mereka jago bela diri lho. Kan mereka dipilih dari yang terbaik di antara anggota Polri dan TNI,” tutur penonton lainnya dengan suara tertahan.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
SUPORTER Thailand tetap semangat mendukung tim kesayangannya yang berbalik tertinggal. Menurut informasi dari Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) dan Kedutaan Besar Thailand di Indonesia, terdapat sekitar 500 suporter yang menonton di Stadion Pakansari di sektor 12.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
MAYORITAS suporter Thailand tiba Jakarta sejak Senin (11/12). Kepada saya, beberapa di antara dari mereka mengaku sudah berkeliling ibu kota. Termasuk, mengunjungi Museum Nasional yang terdapat patung gajah pemberian Raja Thailand Chulalongkorn, pada 1871.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
PASPAMPRES juga manusia. Di sela-sela tugasnya, sambil bergiliran jaga di depan metal detector di depan pintu masuk tribune VIP Stadion Pakansari, mereka enggan ketinggalan menyaksikan timnas. Termasuk, mengintip dari balik jendela...

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
"KAMI juga manusia biasa mas. Emangnya tampang kita galak apa?" kata salah satu Paspampres yang enggan disebut namanya. Rekan lainnya menimpali, "Jangan jaim dong, ayo pasang muka ganteng."

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
KALAH setelah unggul lebih dulu itu memang menyakitkan. Namun, suporter Thailand ini mengakui jika Indonesia memang tampil lebih baik. Bahkan, setelah laga berakhir, mereka terus memberi dukungan bagi timnya. Termasuk, ber-wefie ria dengan suporter Indonesia.

“Kami sudah keliling Monas naik bus gratis. Kami juga sempat berkunjung ke Museum Gajah, tapi saat itu sudah tutup (sore). Jadi, kami hanya bisa melihat dari luar. Saya ingin mengucapakan terima kasih Indonesia atas sambutan hangat dari Bandara (Soekarno-Hatta) hingga stadion ini,” kata salah satu suporter Thailand, Kraisorn Thossawat.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
KETUA DPR Setya Novanto semringah dengan kemenangan timnas. "Tuh kan, benar kata saya. Indonesia mainnya bagus. Tapi, pada babak pertama agak tertekan. Setelah istirahat, mereka tampil lepas yang membuat gol tinggal tunggu waktu," kata Novanto kepada saya saat menuju mobilnya. Kebetulan, pada istirahat babak pertama, Novanto sempat memprediksi Indonesia bakal unggul saat saya temui di ruang VIP Stadion Pakansari.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
KETUA PSSI Edy Rahmayadi meluapkan kegembiraannya usai menyaksikan kemenangan dramatis pasukan Alfred Riedl atas Thailand. "Satu kata untuk pertandingan ini, Indonesia luar biasa. Saya bangga dengan permainan timnas yang mampu membalikkan keunggulan. Saya berharap di Bangkok, tren positif ini berlanjut," tutur Edy kepada saya saat menuju kendaraan dinasnya.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
"DENGAN permainan seperti ini, saya yakin Indonesia bisa menang di markas Thailand," kata Wakil Presidn Jusuf Kalla, kepada saya singkat sebelum naik ke kendaraannya.

*       *       *
(Esai Foto) Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari
SENYUM kepuasan terpancar dari wajah puluhan ribu suporter. Kemenangan Indonesia atas Thailand 2-1 membuat sebagian dari mereka tetap semangat jalan kaki lebih dari satu kilometer dari stadion menuju jalan raya. Bahkan, ada yang rela ketinggalan kereta terakhir akibat tidak bisa memanggil ojek online menuju stasiun karena jalanan penuh dengan lautan manusia.

*       *       *
Esai Foto Sebelumnya:
(Esai Foto) Di Balik Nobar Liverpool Vs Leicester di Sevel Bintaro Sektor 7
- (Esai Foto) Menikmati Ketenangan di Danau Linow
(Esai Foto) Di Balik Liburan ke Curug Nangka (I)
(Esai Foto) Tewasnya Captain America dalam Civil War
(Esai Foto) Semarak Wayang Pesona Indonesia 2016
(Esai Foto) Menikmati Senja di Taman Ayodia
(Esai Foto) Jakarta Metropolitan Police Expo 2016: Demi 3M untuk Masyarakat
(Esai Foto) Cerita di Balik Peringatan Hari Air Sedunia
(Esai Foto) Membongkar "Rahasia" Bea Cukai

*       *       *
Keterangan: Seluruh foto merupakan koleksi pribadi (www.roelly87.com) dengan sebagian sudah dipublikasikan di Harian TopSkor

- Jakarta, 17 Desember 2016